DOSEN TEKNIK MESIN UNTIDAR IMPLEMENTASIKAN INTERNET OF THINGS (IOT) DALAM PERANCANGAN JAM DIGITAL MASJID DESA KALIREJO

Fuad Hilmy, S.T., M.T. dan Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng., dua Dosen dari Jurusan Teknik Mesin Universitas Tidar melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalirejo, Salaman, Magelang, Senin (15/8). Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di serambi Masjid Sabilul Muttaqin berjudul “Pelatihan Implementasi Internet of Things (IoT) dalam Perancangan Jam Digital Berbasis Mikrokontroler”.

Peserta pelatihan adalah para pemuda-pemudi setempat beserta jajaran IPNU dan IPPNU Desa Kalirejo. Setelah dibuka dengan kegiatan pra acara yaitu sambutan dari Kepala Desa Kalirejo, kegiatan yang dilaksanakan di Dukuh Gumuk ini dimulai dengan pelatihan dasar-dasar perancangan jam digital berbasis mikrokontroller. Para peserta dikenalkan dengan mikrokontroller, beberapa komponen elektronika yang akan digunakan untuk pelatihan, dan tidak lupa dikenalkan tentang Internet of Things (IoT). Luaran pelatihan kali ini berupa jam digital berbasis mikrokontroller yang di dalamnya terdapat implementasi teknologi Internet of Things (IoT). “Harapannya setelah mengikuti pelatihan, para peserta mengetahui tentang dasar pembuatan dan algoritma jam digital yang biasa terdapat di masjid-masjid,” ujar Ikhwan Taufik. Hal ini diharapkan dapat mendukung tema pengabdian yang selama ini diusung yaitu, ‘Santri Berdikari, Mandiri Teknologi’.”

 Kegiatan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa jam digital berbasis mikrokontroller yangg sudah dipersiapkan sebelumnya oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Tidar.“Kenang-kenangan berupa jam digital berbasis mikrokontroller ini diharapkan dapat dipajang di Masjid Sabilul Muttaqin dan bisa bermanfaat untuk para jama’ah dalam mengingat waktu sholat,” ujar Ikhwan Taufik dalam sambutannya. Hal tersebut pun disambut baik dan gembira oleh Kepala Desa, para warga yang hadir, dan para peserta pelatihan.

Agus Prasetya selaku Kepala Desa Kalirejo mengucapkan terima kasih kepada dosen teknik mesin UNTIDAR yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Kalirejo. “Terima kasih telah memberikan pelatihan kepada para pemuda desa, terima kasih juga pemberian jam digitalnya. Kebetulan, Masjid Sabilul Muttaqin belum punya jam digital seperti ini,” katanya. Kepala Desa berpesan agar pelatihan diikuti dengan seksama, agar jika suatu saat jam tersebut rusak, para peserta bisa berdiskusi dengan mahasiswa dan diharapkan bisa memperbaikinya sendiri. “Syukur-syukur, setelah pelatihan, para peserta bisa membuat jam yang serupa untuk dipasang di masjid-masjid di Desa Kalirejo,” tambahnya. Tidak ketinggalan, Choirul Anam mewakili peserta pelatihan berterima kasih atas kegiatan pengabdian ini. Ia berharap, ilmu yang telah diberikan akan bisa dikembangkan seperti yang dipesankan oleh Kepala Desa Kalirejo.

Penulis : Humas

DUKUNG LAYANAN PRIMA, REKTOR RESMIKAN UNIT LAYANAN TERPADU UNTIDAR

Rabu, 17 Agustus 2022, Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar diresmikan oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. Keberadaan Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar (ULT UNTIDAR) disambut baik oleh Rektor. Ia berharap ULT UNTIDAR senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada stakeholders. Acara peresmian juga dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, pimpinan unit dan lembaga di lingkungan UNTIDAR, perwakilan dosen dan tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Ruang ULT yang berada di GKU dr. H.R. Suparsono, bersebelahan dengan Auditorium UNTIDAR, secara simbolis diresmikan dengan pemotongan rangkaian bunga dan pemotongan tumpeng oleh Rektor.

Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar (ULT UNTIDAR) merupakan satuan unit layanan yang dikembangkan oleh UNTIDAR untuk memberikan layanan informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan seluruh pemangku kepentingan.

ULT didirikan berdasarkan Keputusan Rektor UNTIDAR No. 2446/un57/K/HK.02/2022 Tentang Pembentukan Unit Layanan Terpadu dan Pengangkatan Tim Pelaksana Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar. ULT menjadi unit yang wajib dimiliki serta menjadi titik awal pembenahan layanan publik universitas. ULT UNTIDAR berkomitmen memberikan layanan kepada masyarakat/pemangku kepentingan yang membutuhkan layanan, sesuai bidang tugas dan standar layanan yang sudah ditetapkan.

Unit Layanan Terpadu (ULT) UNTIDAR memiliki tugas pokok mengkoordinasi dan memfasilitasi penyelenggaraan layanan informasi publik, layanan pengaduan, survei kepuasan masyarakat serta layanan fasilitasi lainnya bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu.

Unit Layanan Terpadu (ULT) UNTIDAR memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

  • Meningkatkan layanan kepada masyarakat/pemangku kepentingan yang membutuhkan layanan, sesuai bidang tugas dan standar layanan yang sudah ditetapkan;
  • Meningkatkan kecepatan, ketepatan, keakuratan, keterjangkauan, kemudahan & kenyamanan pelayanan informasi, pengaduan dan aspirasi
  • Meningkatkan pengelolaan informasi UNTIDAR sesuai dengan standar keterbukaan informasi publik.
  • Mewujudkan hubungan yang baik & berkelanjutan antara universitas dengan stakeholders yang berdampak pada kredibilitas di mata masyarakat

Masyarakat umum  bisa mengakses laman https://ult.untidar.ac.id/, untuk memperoleh informasi maupun pelayanan publik.

Penulis : Humas

PENYEMATAN SATYALENCANA KARYA SATYA, DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DOSEN TENDIK BERPRESTASI, WARNAI UPACARA HUT RI KE-77 DI UNTIDAR

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap tanggal 17 Agustus, UNTIDAR selalu menggelar upacara bendera. Upacara bendera Rabu (17/8), diadakan di halaman Gedung dr. H.R Suparsono, diikuti seluruh keluarga besar UNTIDAR, mulai dari pengurus yayasan, pejabat struktural, tenaga pendidik/dosen, dan tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Dengan mengenakan pakaian adat, peserta upacara tampak antusias dan rapi berbaris selama upacara berlangsung.

Yudha Erlangga Prasetya dari Resimen Mahasiswa Universitas Tidar didaulat sebagai komandan upacara. Sedangkan inspektur upacara oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. Suasana khidmat penuh semangat dari peserta juga ditunjukkan saat Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. membacakan naskah pidato dari Menteri Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.

“Selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepada seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik di seluruh tanah air, mari lanjutkan gotong royong kita untuk memulihkan dan membangkitkan Indonesia Merdeka, mewujudkan Merdeka Belajar,”. kata Menteri Nadiem. “Kita beruntung bisa merasakan kemerdekaan yang sebenarnya, yaitu belajar dengan bahagia, berkarya tanpa hambatan, dan berlari menuju masa depan dengan penuh keberanian sebagai Pelajar Pancasila.

Di upacara kali ini, Rektor UNTIDAR juga menyematkan Satyalancana Karya Satya 30 tahun dan 10 tahun. Penyematan Satyalencana Karya Satya ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 30 tahun lebih secara terus menerus, dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya.

Berikut PNS penerima Satya Lencana di Lingkungan Universitas Tidar:

  1. Doktor Mimi Mulyani, Magister Humaniora Pembina Tingkat Satu, Jabatan Lektor Kepala pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Tiga Puluh Tahun)
  2. Desi Nurhikmahyanti, Sarjana Pendidikan, Magister Pendidikan, Jabatan Lektor pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar. (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun).
  3. Sugondo, Ahli Madya Penata Muda, Jabatan Analis Data Akademik pada Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama Universitas Tidar. (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun).
  4. Puri Ratna Dewi, Ahli Madya Penata Muda, Jabatan Pengolah Data Alumni Pada Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama Universitas Tidar. (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun).

Mewarnai peringatan HUT RI kali ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada dosen dan tendik berprestasi.

Berikut Pegawai Berprestasi tahun 2022:

  • Kategori Dosen
  • Juara Utama Peringkat Satu

Doktor Ahmad Muhlisin, Magister Pendidikan

  • Juara Unggulan Peringkat Dua

Jalu Aji Prakoso, Sarjana Ekonomi, Masters of Economics of Development

  • Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Administrasi Umum
  •  Juara Utama Peringkat Satu

Yogi Prayogo, Sarjana Hukum, Magister Hukum

  • Juara Unggulan Peringkat Dua

Iqbal Zein Fazlurrohman Sarjana Komputer

  •  Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Laboratorium
  • Juara Utama Peringkat Satu

Hony Kharisma Sejati Sarjana Pertanian

  • Juara Unggulan Peringkat Dua

Aryo Asmo Sugiyarto Sarjana Teknik

  • Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Perpustakaan
  • Juara Utama Peringkat Satu

Dicki Agus Nugroho Sarjana Humaniora

  •  Juara Unggulan Peringkat Dua

Meliya Niagara Sarjana Ekonomi

CERITA MAHASISWA UNTIDAR IKUTI MAGANG BERSERTIFIKAT DI PT INKA

Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Magang bersertifikat bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri dengan terjun langsung di dunia industri atau profesi nyata selama satu sampai dua semester yang akan diakui dengan konversi 20 SKS setiap semesternya. Yusuf Kafi, mahasiswa prodi S1 Teknik Mesin UNTIDAR Angkatan 2019, merupakan salah satu mahasiswa yang diberikan kesempatan dapat mengikuti program MSIB MBKM batch 2 selama 5 bulan. “Saya lolos program MSIB MBKM di PT INKA (Persero) yang terletak di kawasan Jalan Yos Sudarso, Madiun, Jawa Timur. PT INKA (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Fasilitas yang disediakan PT INKA (Persero) juga tidak tanggung – tanggung, seperti fasilitas penginapan di mess selama 2 bulan pertama yang sudah lengkap isinya, makan 3 kali sehari, dan juga antar jemput dari mess menuju perusahaan maupun sebaliknya,” urai Yusuf.

Yusuf menuturkan alasannya mengikuti program MSIB MBKM ini yang paling utama adalah untuk mengembangkan diri dan memperluas pengalaman di dunia industri, karena regulasi dari kampus belum memperbolehkan mahasiswa, khususnya S1 Teknik Mesin melaksanakan Kuliah Praktik (KP) secara offline, dikarenakan pandemi Covid-19.

“Pada program MSIB MBKM ini saya tergabung dalam projek di PT INKA (Persero), yaitu Pengembangan Bus Listrik Merah Putih Untuk KTT G20 di Bali. Saya tergabung dalam unit Bogie & Carbody, salah satu bagian pada Divisi Teknologi Departemen Desain di PT INKA (Persero). Selama 5 bulan secara umum saya diberikan tugas untuk melakukan desain dari platform Bus Listrik Merah Putih menggunakan software Autodesk INVENTOR. Desain tersebut terdiri dari pembuatan 3D Modelling dan juga 2D Drawing. 3D Modelling berfungsi untuk membuat visualisasi dari dokumen teknis yang diberikan oleh customer menjadi gambar 3D. Selain itu desain 3D ini dapat digunakan dalam proses selanjutnya, yaitu untuk dilakukan analisis pembebanan terhadap struktur platform kendaraan tersebut. Untuk 2D Drawing berfungsi sebagai dokumen yang diberikan kepada Teknologi Produksi (TP), yang nantinya akan digunakan sebagai acuan gambar pada proses fabrikasi,” ulas Yusuf.

“Tugas yang saya dapatkan dalam melakukan desain platform antara lain adalah melakukan desain frame chassis kendaraan, sidewall, roof, mascara, endwall, cowl, dan juga komponen penunjangnya. Selain mendapat tugas dari mentor di unit Bogie & Carbody, saya juga mendapatkan banyak materi dari pemateri pilihan yang dipilih oleh PT INKA (Persero). Disini saya tidak hanya belajar sesuai keilmuan saya di Teknik Mesin, tetapi saya juga dapat belajar mengenai baterai, motor listrik, sistem kontrol kendaraan listrik, dan masih banyak lagi materi yang saya dapatkan hingga materi mengenai perkeretaapian,” imbuhnya.

Karena PT INKA (Persero) memiliki kerjasama dengan salah satu karoseri di Malang dalam pembuatan bus listrik, Yusuf juga diberi kesempatan oleh PT INKA (Persero) untuk disertakan dalam dinas keluar kota bersama mentor ke Malang.  Ia ditugaskan untuk membantu mentor melakukan pemantauan kemajuan proses produksi, dan juga melakukan review design jika terdapat kendala saat pemasangan komponen eksterior maupun interior dari carbody.

“Selama proses magang, saya mendapatkan pendidikan mental dan kedisiplinan yang diberikan langsung oleh Yonif Para Raider 501 Madiun. Disitu saya dibentuk untuk memiliki mental yang kuat, memiliki jiwa kepemimpinan, selalu tepat waktu, dan juga dapat bekerjasama dengan peserta magang lainnya. Saat masih di mess, kegiatan bersama TNI dilakukan sebelum berangkat ke perusahaan, dimulai pukul 04.00 – 07.00 WIB hingga setelah pulang magang dari pukul 18.00 – 21.00 WIB. Walaupun awalnya itu terasa berat bagi saya, tetapi output yang saya rasakan sekarang adalah rasa kekeluargaan yang terbentuk antar sesama peserta MSIB di PT INKA (Persero) sejumlah 43 orang sangatlah erat dan kompak. Saya juga merasakan kehidupan saya menjadi lebih tertata,” kata Yusuf.

Yusuf menyampaikan dengan mengikuti program MSIB MBKM ini dapat menambah pengalaman, menambah pengetahuan, memperluas relasi, serta menambah kesiapan dalam menghadapi dunia kerja nantinya.

Penulis : Humas

UPT PKPP UNTIDAR ADAKAN WORKSHOP PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI POKDARWIS POTROBANGSAN

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Juni lalu, terkait rintisan Kelurahan Potrobangsan sebagai kampung wisata, Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) mengadakan Workshop Peningkatan Kapasitas Organisasi Pokdarwis Potrobangsan, Selasa (9/8). Kegiatan berlangsung di Gedung FT 3 Ruang 03.4.04. Kali ini workshop menghadirkan Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M. Hum. (Dosen Teknik Informatika Institut Teknologi Telkom Purwokerto/ITTP, dan pengelola pokdarwis daerah Kebumen)), serta Soni Priyanto Sasongko (Praktisi Desa Wisata Sendang Dalem Kebumen)

Dalam paparannya Novanda Alim Setya Nugraha menyampaikan tentang unit usaha yang bisa dikembangkan oleh Desa/Kampung Wisata. Diharapkan anggota pokdarwis Potrobangsan semakin memahami seluk beluk Desa Wisata, sehingga memiliki roadmap yang jelas kedepannya. Novanda juga mengingatkan perlunya semangat dan kerjasama untuk mewujudkan sebuah Kampung Wisata. “Berdayakan anak-anak muda, jalin kerjasama dengan perguruan tinggi, dan kembangkan sadar wisata yaitu Sapta Pesona,” tuturnya.

Pembicara kedua, Soni Priyanto Sasongko menyampaikan cara mengelola wisata tubing. Kampung Wisata Potrobangsan memiliki potensi wisata tubing untuk dikembangkan. Karena itulah UPT PKPP menghadirkan Soni Priyanto Sasongko, yang telah memiliki pengalaman mengelola River Tubing Sendangdalem, di desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso, Kebumen.

Kepala UPT PKPP UNTIDAR, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. mengatakan, UPT PKPP memiliki komitmen untuk memfasilitasi dan melakukan pendampingan kepada mitra, yaitu desa/kelurahan baik di Kota ataupun Kabupaten Magelang, serta di Kabupaten Temanggung, untuk mengembangkan potensi daerahnya, mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat Desa/Kelurahan.

Penulis : Humas

MAHASISWA UNTIDAR CIPTAKAN PRODUK KAOS BERTEMA KEBUDAYAAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI

Di era globalisasi yang memicu lunturnya budaya Jawa, peningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berpendidikan berbudaya menjadi tantangan terbesar yang harus didorong. Melihat kondisi tersebut, Sejumlah mahasiswa UNTIDAR yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan (PKM –K) menciptakan produk kaos bernama Javonic sebagai media peningkatan literasi. Javonic mengusung tema kebudayaan Jawa yang meliputi Wayang Kulit, Batik Solo, Rumah Joglo, dan Candi Borobudur.

Tim PKM-K yang beranggotakan lima mahasiswa yaitu Hamdan Faozi, Yoga Pratama, Laely Nafila, Risva Aprillia dan Siti Jamilatun, menganggap tema kebudayaan Jawa yang diusung cocok untuk peningkatan literasi terhadap masyarakat dan generasi muda lantaran mengandung pesan moral untuk selalu melestarikan budaya yang ada di Indonesia, dan berisi ajakan jangan pernah berhenti untuk membaca. “Karena produk kaos yang paling sering beredar dari luar dan jarang mencerminkan nilai kebudayaan Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa, kami berinisiatif menciptakan kaos dengan tema kebudayaan Jawa dilengkapi QR Kode yang dapat merepresentasikan cerita kebudayaan Jawa sebagai strategi untuk meningkatkan literasi” ucap Hamdan, Ketua Tim PKM-K Javonic, Kamis (11/8).

Tidak hanya menjadi produk peningkatan literasi, Javonic juga terintegrasi dengan teknologi terkini yaitu QR Code yang terhubung ke cerita kebudayaan Jawa melalui platform website Javonic. Pengguna hanya perlu memindai dengan ponsel, kemudian mendaftar menjadi member Javonic. “Detail produk terdiri dari kaos bertema Kebudayaan Jawa bersama penyematan QR Code pada label kaos, jenis ukuran M, L, XL, satu kartu berisi QR Code berukuran 7,5 cm × 4,5 cm yang terintegrasi dengan link website khusus buatan Tim PKM-K, serta kemasan produk berbahan LPPE yang mempunyai rel atau klip di atasnya yang bisa dibuka atau ditutup kembali,” terang Hamdan.

Di dampingi oleh dosen pembimbing, Rany Puspita Dewi, S.T., M.Eng., IPM., inovasi baru dari produk Javonic ini diharapkan mampu menjadi media literasi bagi masyarakat sekaligus generasi muda. “Integrasi dengan teknologi melalui QR Code yang dipindai dan terhubung dengan Website kami ini sebagai upaya agar masyarakat dan generasi muda dapat mempelajari kebudayaan melalui gawai dengan teknologi. Informasi lebih lanjut terkait produk dapat mengunjungi akun instagram resmi Javonic, yakni @javonic_” jelas Hamdan.

Penulis : Humas

MAHASISWA PRODI S1 MANAJEMEN CETUSKAN SOUVENIR HOKI WUJUD NYATA USAHA PEMULIHAN EKONOMI PASCA PANDEMI

Arzan Alawi, Akhmad Fauzan, dan Aryani, ketiganya mahasiswa program studi S1 Manajemen, fakultas Ekonomi UNTIDAR, mencetuskan ide usaha “Souvenir Hoki”. Produk souvenir yang diproduksi adalah centong, solet, sendok, talenan, dan  kipas, yang tidak hanya sekedar pajangan, namun  memiliki manfaat. Souvenir Hoki bisa diberi tulisan ucapan dengan desain yang menarik, sesuai permintaan pelanggan.  

“Dengan berwirausaha, artinya kami turut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran, yaitu dengan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar lokasi produksi. Kami sebagai mahasiswa fakultas Ekonomi mencoba menerapkan ilmu yang sudah kami pelajari secara akademik di lingkungan kampus, lalu kami aplikasikan dalam wujud membangun usaha bersama kelompok, dan terjun langsung dalam kegiatan bisnis ini. Kami juga mengharapkan dengan penciptaan lapangan pekerjaan dapat membantu mendorong kegiatan perekonomian daerah maupun global yang sempat terpuruk akibat pandemi,” kata Arzan Alawi.  “Selain itu, karena bahan baku dari produk souvenir kami adalah kayu, kami mendukung program pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan rumah tangga, sehingga turut berkontribusi mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Limbah sisa hasil produksi hanya berupa potongan-potongan kayu kecil, bisa dijual ke pembuat arang agar tetep menjadi barang yang bernilai ekonomis,” tambah Arzan.

Arzan menjelaskan, Souvenir Hoki memiliki  keunggulan, yaitu awet karena dibuat dari kayu yang berkualitas. “Produk kami juga memiliki keunikan dibanding dengan produk lain, yaitu dari segi cat yang digunakan dalam sablon produk ataupun dalam plitur tidak mudah luntur. Produk seperti centong dan talenan kami desain lebih tebal, agar lebih kuat dibanding produk lain. Untuk bentuk atau potongan pola juga rapi, karena kami menggunakan mesin yang dirakit sendiri. Selain itu produk kami ini berbahan dasar kayu sehingga dapat tahan dengan suhu panas,” tutur Arzan.

Souvenir Hoki, adalah salah satu dari 6 proposal mahasiswa UNTIDAR yang lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain mendapatkan pendanaan, kelompok mahasiswa yang lolos P2MW juga mendapatkan fasilitas pembinaan, mentoring, serta bimbingan teknis dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek.

Penulis : Humas

SAMIJEL, PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH UNTUK KURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN

Tergerak untuk ikut andil mengurangi pencemaran lingkungan, 5 orang mahasiswa S1 Pendidikan IPA FKIP UNTIDAR, yaitu Muhamad Ardi Amirul, Arwin Puji Rahayu, Putri Maharani, Ayu Nuryanti, dan Nasyita Oktavia Rahmawati, memiliki ide untuk mengubah minyak jelantah menjadi sabun. “Setelah penggorengan berkali-kali, asam lemak yang terkandung dalam minyak akan semakin jenuh. Minyak tersebut dapat dikatakan telah rusak. Orang biasa menyebutnya minyak jelantah. Jika minyak goreng bekas tersebut dibuang sangatlah tidak efisien dan mencemari lingkungan, maka dari itu kami berupaya menjadikan minyak jelantah menjadi sabun agar memiliki nilai guna,” kata Muhamad Ardi Amirul selaku ketua tim. Lebih lanjut Ardi menjelaskan, produk sabun dari minyak jelantah ini merupakan inovasi baru yang memiliki keunggulan, yaitu lebih mudah menghilangkan noda minyak. Sabun ini tidak hanya digunakan untuk sabun mandi, tetapi juga dapat digunakan sebagai sabun cuci. Sabun ini berbentuk batangan, sehingga akan mudah dalam penggunaan, dan dirasa lebih hemat jika digunakan untuk menghilangkan noda pada kain.

            “Kami menamakannya SAMIJEL atau Sabun Minyak Jelantah. Sabun dibuat dengan dua cara, yaitu proses saponifikasi dan proses netralisasi minyak. Saponifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak kelapa sawit (trigliserida) dengan alkali (biasanya menggunakan NaOH atau KOH), sehingga menghasilkan gliserol dan garam alkali Na (sabun). Netralisasi minyak merupakan proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak dengan mereaksikan asam lemak bebak tersebut dengan larutan basa atau pereaksi lainnya sehingga terbentuk sabun (soap stock),” jelas Ardi. “Selain untuk mendapatkan keuntungan, tujuan lain dari usaha sabun mandi berbahan dasar minyak jelantah yang kami jalankan adalah mengurangi limbah rumah tangga terutama limbah minyak jelantah, dan kami berharap usaha ini dapat memperbaiki perekonomian,” imbuhnya.

            Menurut Ardi, keunikan dari SAMIJEL yaitu dapat digunakan untuk mencuci piring, mencuci baju, membersihkan noda membandel, serta mampu membersihkan bakteri dan virus yang menempel. Sabun berbahan dasar minyak jelantah ini juga menawarkan berbagai macam aroma rempah khas Indonesia seperti temulawak, gingseng, kayu manis, dsb. Strategi pemasaran produk yang dijalankan yaitu dengan menggunakan platform media sosial (Instagram, Facebook, Tiktok, dsb.), dan juga e-commers (Shopee, Tokopedia, Lazada, dsb.). Produk juga dititipkan  ke toko-toko kelontong.

            “Kami optimis usaha yang kami jalankan ini bisa berkembang sesuai yang diharapkan. Alhamdulillah tim kami lolos P2MW, artinya kami akan mendapatkan pembinaan, mentoring, bimbingan teknis, serta bantuan dana usaha dari Direktorat Belmawa Ditjen Diktiristek. Semoga SAMIJEL bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan produk sabun dengan harga terjangkau,  tetapi memiliki banyak manfaat,” pungkas Ardi.

Penulis : Humas

BERSIAP BENTUK SATGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL, UNTIDAR ADAKAN UJI PUBLIK CALON PANITIA SELEKSI

“Akhir akhir ini muncul fenomena, gejala, atau kecenderungan terjadinya pelanggaran yang menyentuh pada aspek kekerasan seksual baik di lingkungan mahasiswa, karyawan maupun dosen. Tidak hanya di salah satu perguruan tinggi saja, tapi di beberapa institusi pendidikan itu terjadi. Kecenderungannya dari waktu ke waktu tidak menghilang, untuk itulah masyarakat mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengantisipasinya dengan pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Dari Kemendikbudristek  sudah ada pedoman, sehingga kita sebagai satuan kerja harus mengikuti, yaitu membentuk satgas sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021,” urai Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc., dalam sambutannya saat membuka kegiatan Uji Publik Bagi Calon Panitia Seleksi PPKS.

Sebanyak 8 nama sebelumnya sudah dipilih untuk mengikuti pelatihan dan seleksi kelayakan yang diselenggarakan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek. Berdasarkan hasil seleksi Puspeka, 8 Capansel berhasil lulus seleksi, yaitu :

  1. Ria Karlina Lubis, S.H., M.Hum                    : Tenaga Pendidik
  2. Dr. Farikah, M.Pd.                                          : Tenaga Pendidik
  3. Dr. Yudhi Arnanda, M.T.                               : Tenaga Pendidik
  4. Laila Alfizanna, S.S., M.Comm.                    : Tenaga Kependidikan
  5. Sulistyaningrum, S.E.                                     : Tenaga Kependidikan
  6. Among Wiwoho, S.E., M.M.                         : Tenaga Kependidikan
  7. Isroni Hadi Kusuma                                       : Mahasiswa
  8. Zulfatun Nisa’                                                : Mahasiswa

Sesuai prosedur yang ditentukan, Calon Panitia Seleksi Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual harus melalui Uji Publik, untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari seluruh civitas akademika UNTIDAR yaitu dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan masyarakat umum, mengenai kelayakannya. Selanjutnya dari 8 nama tersebut, akan terpilih 7 nama yang akan melaksanakan tugas sebagai panitia seleksi PPKS, yaitu menyusun petunjuk teknis seleksi Anggota Satuan Tugas, melaksanakan seleksi Anggota Satuan Tugas, dan Merekomendasikan Anggota Satuan Tugas kepada Pemimpin Perguruan Tinggi untuk ditetapkan.

Penulis : Humas

ERICK TOHIR INGATKAN MAHASISWA BARU UNTIDAR BERSIAP HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

3068 Mahasiswa Baru UNTIDAR mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). PKKMB UNTIDAR berlangsung mulai tanggal 8-13 Agustus 2022. Ini adalah kali pertama PKKMB diadakan secara luring, setelah 2 kali pelaksanaan PKKMB sebelumnya dilaksanakan secara daring dikarenakan pandemi Covid-19.

“Atas nama keluarga Universitas Tidar (UNTIDAR), dengan senang hati saya menyambut anda semua di Universitas Tidar ini. Saya senang melihat anda pagi hari sudah lebih awal datang dengan rapi, dengan uniform berwarna hitam putih dan berdasi. Mudah-mudahan ini akan membawa keberkahan bagi kita semua di kampus tercinta ini,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc., mengawali sambutannya kepada seluruh mahasiswa baru UNTIDAR, di acara Sidang Senat PKKMB. “Jantung UNTIDAR sebagai universitas adalah budaya akademik dan budaya kewirausahaan. Sebagai akademisi kami semua di Universitas Tidar dipekerjakan untuk mengajukan pertanyaan dan mengeksplorasi kemungkinan jawabannya. Produk dari kami adalah penelitian, dan penemuan baru. Penemuan baru tentang bagaimana alam dan dunia fisik bekerja, penemuan baru tentang bagaimana kita mengerjakan segala sesuatu secara efisien, pengetahuan baru tentang perilaku manusia, pemahaman baru tentang catatan pencapaian manusia di dunia ini, tentang siapa kita dan apa arti kehidupan kita. Sekali lagi saya mengucapkan selamat datang di kampus Universitas Tidar. Mudah-mudahan selama anda belajar disini, anda akan merasa nyaman, tentram dan menjadi insan-insan yang berakhlak mulia,” urai Rektor.

Di acara Sidang Senat PKMMB, mahasiswa baru UNTIDAR juga secara khusus mendapatkan insight dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, H. Erick Thohir, B.A., M.B.A. Secara daring Erick menyampaikan agar mahasiswa baru UNTIDAR bersemangat dan optimis menyongsong masa depan. “Untuk para mahasiswa baru dan segenap civitas akademika yang hadir, saya sampaikan bahwa kita harus mampu mengisi ruang yang dibutuhkan oleh industri 4.0, baik secara profesional maupun akademik, sehingga bisa link and match dengan industri yang berbasis teknologi. Untuk para generasi muda,  ingat selalu  tantangan yang akan dihadapi di masa depan tidak akan lebih mudah dibanding hari ini. Setidaknya ada 3 karakter yang dibutuhkan ketika menghadapi arus distraksi, pertama yaitu memiliki pola pikir growth mindset. Kedua, memiliki sikap tangkas, tangkas dalam menangkap trend teknologi. Ketiga, menjadi pondasi umat manusia, dengan karakter dan akhlak. InsyaAllah kampus akan banyak memberikan dukungan,  terutama link and match dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa Indonesia untuk siap menghadapi arus industri 4.0,” tutur Erick. Sidang senat PKKMB 2022, diikuti oleh para tamu undangan mewakili stakeholders UNTIDAR, dan para pejabat struktural di lingkungan UNTIDAR. Adapun 3068 mahasiswa baru yang hadir, terdiri dari S1 Agroteknologi dengan 151 mahasiswa, S1 Peternakan (145 mahasiswa), S1 Akuakultur (113 mahasiswa), S1 Ekonomi Pembangunan (209 mahasiswa), S1 Manajemen (217 mahasiswa), S1 Akuntansi (208 mahasiswa), D3 Akuntansi (91 mahasiswa), S1 Administrasi Negara (207 mahasiswa), S1 Hukum (217 mahasiswa), S1 Ilmu Komunikasi (207 mahasiswa), S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (206 mahasiswa), S1 Pendidikan Bahasa Inggris (195 mahasiswa), S1 Pendidikan Ipa (156 mahasiswa), S1 Pendidikan Biologi (121 mahasiswa), S1

Penulis : Humas