SINGGIH ADI NUGROHO LULUSAN TERBAIK WISUDA UNTIDAR KE-61 DENGAN IPK 3,98

Singgih Adi Nugroho adalah lulusan terbaik di Wisuda Universitas Tidar ke-61. Wisudawan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelesaikan studinya dalam 3 tahun 7 bulan 22 hari dengan IPK 3,98.

Singgih merupakan mahasiswa dari Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang lolos masuk ke UNTIDAR pada 2018 silam. Ketertarikannya pada dunia bahasa membuatnya mantap memilih Prodi PBSI.

“Saya pilih PBSI karena saya tertarik mempelajari ilmu kebahasaan. Ilmu terkait Bahasa Indonesia yag saya dapatkan kemudian dapat saya implementasikan di jenjang berikutnya. Saya juga menyukai tiga fokus bidang di prodi ini, yakni bidang pendidikan, bahasa, dan sastra,” ujar Singgih.

Putra kedua dari Bapak Zaenal Mustofa dan Ibu Heni Retnowati ini mengaku sudah tertarik dengan Ilmu Kebahasaan semenjak duduk di bangku SMA. Hasil ketekunannya dalam menggeluti bidang bahasa membuat Singgih mendapatkan pendapatan tambahan untuk digunakan sehari-hari selama kuliah.

“Sekedar membantu teman-teman kuliah mengedit tulisan karya ilmiahnya bisa mendapat tambahan. Sedikit bisa bantu untuk uang bensin dan jajan sehari-harinya. Tambahan lain biasanya dari bantu edit video,” tambahnya.

Lulusan SMK Negeri 1 Kota Magelang Jurusan Elektro ini mendapatkan ilmu tentang video editing semasa SMA dengan bergabung dalam Tim TV Edukasi.

Singgih merupakan mahasiswa penerima Bantuan Bidikmisi yaitu bantuan pendidikan dari Kementerian untuk mahasiswa yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.

“Dengan keterbatasan ekonomi yang ada, tidak pernah membuat saya patah semangat untuk terus belajar. Saya terus belajar dan berusaha secara maksimal agar hasil yang saya dapatkan bisa maksimal pula,” katanya.

Selain itu, Singgih percaya setiap individu punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Jadi, tidak perlu takut, tidak perlu rendah diri, dan tidak perlu berpikiran negatif terhadap diri sendiri. Cukup mulailah setiap langkah dengan keyakinan yang kuat bahwa diri ini mampu untuk mencapai prestasi.

Berikut kiat-kiat belajar yang diterapkan dalam perkuliahannya :

  1. Meningkatkan minat membaca.

Membaca tidak melulu terkait materi pembelajaran. Kita bisa membaca terhadap bacaan yang kita sukai. Dengan demikian, minat membaca materi pembelajaran akan mengikuti.

  1. Belajar dari orang yang lebih berpengalaman

Kita dapat bertukar pikiran dan pendapat dari orang-orang yang telah memiliki pengalaman. Jadi, itu bisa memperluas wawasan kita.

  1. Aktif bertanya

Aktif bertanya setelah menerima penjelasan materi maupun suatu informasi guna mendorong diri kita agar lebih maksimal dalam memahami materi.

  1. Membuat catatan

Catat hal-hal yang penting di buku catatan. Hal itu akan mempermudah kita dalam mempelajari kembali dan mengingat materi pembelajaran.

Singgih juga memilihi beberapa prestasi yang diraih saat kuliah yaitu :

  1. Penulis pada Buku Antologi Puisi (2019, 2020, 2022)
  2. Penulis Buku Antologi Cerpen (2021)
  3. Penelitian bersama dosen (2021)
  4. Menerbitkan 1 artikel jurnal di Jalabahasa (2020) yang sudah di-HaKI-kan (2021)
  5. Juara 3 KDMI tingkat universitas (2020)
  6. Juara 2 PILMAPRES tingkat universitas (2021).

Singgih juga menekankan selama kuliah motivasi terbesarnya adalah orang tua. Mereka selalu mendukung dan mendoakannya. Selain itu, dia juga memiliki punya cita-cita yang harus saya capai di kemudian hari.

“Dikemudian hari saya ingin bisa menjadi Dosen. Kesempatan menjadi wisudawan terbaik kali ini semoga membuka jalan saya untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi lagi dan bisa mewujudkan cita-cita saya,” terangnya.

Pesan Singgih untuk seluruh mahasiswa khusunya UNTIDAR, buktikanlah bahwa kita mampu untuk berprestasi. Jangan pernah menyerah akan keterbatasan yang kita miliki. Buat keterbatasan itu menjadi dorongan dan kekuatan kita untuk meraih mimpi-mimpi kita.

“Beberapa tips dari saya agar ipk bagus dan lulus tepat waktu. Buatlah jadwal terkait aktivitas yang akan dilakukan agar mudah memanajemen diri. Selesaikan segala urusan berdasarkan skala prioritas. Jangan pernah menunda pekerjaan. Tetap konsisten untuk belajar dan menerapkan jadwal. Jangan lupa untuk selalu berdoa,” pungkas Singgih.

Wisuda UNTIDAR ke 61

UNTIDAR kembali menyelenggarakan wisuda secara offline pada Sabtu, 6 Agustus 2022. Wisuda kali ini merupakan pertama kalinya selama masa pandemi Covid-19 mengundang pula orang tua dari para wisudawan.

Protokol kesehatan tetap diberlakukan seperti cuci tangan, penggunakan masker, pengukuran suhu maks 37,3 derajat dan harus lolos screening aplikasi Peduli Lindungi. Bagi yang tidak memiliki aplikasi Peduli Lindungi diharapkan membawa surat dokter.

UNTIDAR LULUSKAN 300 WISUDAWAN, 115 LULUS DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE

Universitas Tidar (UNTIDAR) meluluskan 300 wisudawan pada Wisuda ke 61, Sabtu (6/8) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono secara offline. Berbeda dengan wisuda sebelumnya, kali ini kedua orang tua diperkenankan hadir menyaksikan prosesi wisuda secara langsung.

“Atas nama UNTIDAR kami mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati, para ahli madya dan sarjana yang diwisuda pada pagi hari ini dan capaian yg telah Saudara peroleh dalam menyelesaikan studi di universitas ini,” tutur Rektor Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan 3 butir harapan dan doa kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UNTIDAR.

“Yang pertama Saudara tidak boleh terhanyut kepada kondisi yg saat ini masih tidak kondusif. Keadaan anomali belum selesai akibat hantaman virus Covid-19 dan gelombang revolusi industri 4.0 yg telah dipercepat merambat di semua lini kehidupan kita,” jelasnya.

Ribuan jenis pekerjaan yang bersifat rutin dan keterampilan sederhana menghilang begitu saja, digantikan oleh sistem otomasi, kecerdasan buatan, dan hiperconnectivitas digital. Tetapi bersamaan dengan itu, telah datang ribuan peluang pekerjaan baru, berupa peningkatan produktivitas dan layanan publik, yg selama ini tdk pernah kita bayangkan bersama.

Yang kedua, wisudawan harus mampu melihat dan berfikir tentang bagaimana Saudara dapat berkontribusi pada masyarakat, berfikir mendalam tentang bagaimana Saudara akan berkontribusi pada keluarga besar sekalian, tempat kerja Saudara, Teman-teman Saudara, dan negara kita tercinta, Republik Indonesia. Yang ketiga, Lulus dan mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi bukanlah jaminan terhadap kesuksesan Saudara disaat yg akan datang. Keberkahan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah Saudara peroleh selama belajar di Universitas Tidar ini, sangat tergantung pada ketawadu’an para wisudawan.

Pada wisuda ke-61, UNTIDAR akan meluluskan 300 wisudawan dimana 115 wisudawan lulus dengan predikat dengan ujian atau cumlaude. Pembagian jumlah wisudawan yaitu :

FakultasProgram StudiJumlah
Fakultas EkonomiD3 Akuntansi4
S1 Akuntansi 6
S1 Ekonomi Pembangunan37
S1 Manajemen23
Fakultas TeknikD3 Teknik Mesin 36
S1 Teknik Elektro2
S1 Teknik Mesin28
S1 Teknik Sipil26
Fakultas PertanianS1 Agroteknologi 17
S1 Akuakultur18
S1 Peternakan 1
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikS1 Hukum14
S1 Ilmu Administrasi Negara16
S1 Ilmu Komunikasi5
Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia33
S1 Pendidikan Bahasa Inggris23
S1 Pendidikan Biologi8
S1 Pendidikan IPA1
S1 Pendidikan Matematika2
Total300
D3 40 orang S1 260 orang

“Orang tua atau kerabat wisudawan disediakan tempat duduk di tribun lantai 2 dan di depan GKU. Masing-masing wisudawan dibatasi membawa 2 orang pendamping bisa dari orang tua atau kerabat lainnya,” tutur Koordinator Sie Acara Wisuda, David Budhi Hartono, S.E., M.M.

Protokol kesehatan dijalankan untuk seluruh peserta dan undangan. Mulai dari memakai masker, cuci tangan, pengecekan suhu, screening aplikasi Peduli Lindungi serta mematuhi jarak tempat duduk.

“Dari wisuda sebelumnya yangg hanya dihadiri wisudawan sekitar 300a orang hari ini pertama kali di masa pandemi ini wisuda dihadiri hampir 900 orang. Alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai jadwal,” tambahnya.

Wisudawan Terbaik, Singgih Adi Nugroho

Singgih Adi Nugroho adalah lulusan terbaik di Wisuda Universitas Tidar ke-61. Wisudawan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelesaikan studinya dalam 3 tahun 7 bulan 22 hari dengan IPK 3,98.

Singgih merupakan mahasiswa dari Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang lolos masuk ke UNTIDAR pada 2018 silam. Ketertarikannya pada dunia bahasa membuatnya mantap memilih Prodi PBSI.

“Saya pilih PBSI karena saya tertarik mempelajari ilmu kebahasaan. Ilmu terkait Bahasa Indonesia yag saya dapatkan kemudian dapat saya implementasikan di jenjang berikutnya. Saya juga menyukai tiga fokus bidang di prodi ini, yakni bidang pendidikan, bahasa, dan sastra,” ujar Singgih.

Singgih merupakan mahasiswa penerima Bantuan Bidikmisi yaitu bantuan pendidikan dari Kementerian untuk mahasiswa yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.

“Dengan keterbatasan ekonomi yang ada, tidak pernah membuat saya patah semangat untuk terus belajar. Saya terus belajar dan berusaha secara maksimal agar hasil yang saya dapatkan bisa maksimal pula,” katanya.

Selain itu, Singgih percaya setiap individu punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Jadi, tidak perlu takut, tidak perlu rendah diri, dan tidak perlu berpikiran negatif terhadap diri sendiri. Cukup mulailah setiap langkah dengan keyakinan yang kuat bahwa diri ini mampu untuk mencapai prestasi.

Alumni Sukses, H. Basari, S.T., M.Si., Wakil Bupati Semarang

“Saya mengucapkan selamat wisudawan semua. Semoga momentum wisuda ini mengawali kesuksesan atau keberhasilan anda. Namun, perlu disadari bahwa selesainya wisuda hari ini bukan berarti selesai masalah, justru ini adalah awal permasalahan baru pada diri kalian semua. Oleh sebab itu, mari mulai mempersiapkan diri bagaimana untuk menyelesaikan persoalan-persoalan nanti yang akan dihadapi,” kata Basari, S.T., M.Si., Wakil Bupati Semarang.

Basari merupakan Alumni UNTIDAR yang berasal dari Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNTIDAR.

“Saya mulai masuk Universitas Tidar Magelang (UTM) pada 1989. Alhamdulillah diwisuda tahun 1998. Saat saya kuliah di UTM dahulu masih perguruan tinggi swasta. Sama seperti anda, saya menyelesaikan 4 tahun untuk teori lokal, namun 1 hal yg menjadi masalah, terkait ujian negara, nilainya E terus di makul konversi energi, sampai saya ikut ujian negara hingga 12 kali. Tapi jangan berkecil hati, bagi yang memiliki nilai C atau D jangan berkecil hati, pesimis, jangan iri dengan nilai yg tadi nilai baik. Karena justru bagi saya, nilai jelek ini ada berkahnya,” jelasnya. 

Menurutnya ketika kita mampu menyelesaikan sebuah soal yang diberikan oleh dosen, pastinya akan menemukan kesulitan dalam menyelesaikannya. Ketika kita menghadapi kesulitan, disitu kita mendapatkan tempaan, pelajaran untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Berbeda dengan yang pandai, mereka menyelesaikan soal langsung selesai, tidak mempunyai masalah. Itu justru mendapatkan masalah ketika hidup di dunia nyata. Karena belum pernah merasakan cobaan-cobaan yg begitu erat. Semuanya diambil mudah.

Basari berpesan jangan sampai menyesali sesuatu yang sudah terjadi, apalagi hari ini panjenengan semua sudah diwisuda jangan menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Ketika nanti sekian tahun adik-adik tidak mendapatkan pekerjaan, nasib tidak baik, jangan menyesali dan menyalahkan kepada siapapun, apalagi menyalahkan kepada orang tua. 

“Jadi kuncinya adalah dimana adik-adik bisa mengambil peluang yang ada. Ambillah 1 peluang dan  fokus. Siapa yang cepat mengambil peluang adalah pemenangnya,” pungkasnya.

CALON WISUDAWAN UNTIDAR PERIODE KE-61 IKUTI SEMINAR KARIR “PERSIAPAN MAHASISWA MENGHADAPI KEHIDUPAN SETELAH LULUS: KERJA ATAU BERWIRAUSAHA”

300 orang calon wisudawan UNTIDAR periode ke-61, mengikuti kegiatan Seminar Karir, di auditorium UNTIDAR, Gedung dr. H.R. Suparsono.  Kegiatan ini menghadirkan Aldino Radiansyah, S.Psi. (Mentor – HRD Specialist Recruter Tersertifikasi BNSP) dan Hasan Sulaeman Syah, S. P. (Alumni Sukses UNTIDAR), sebagai narasumber. Seminar Karir ini bertujuan untuk membekali calon wisudawan memasuki dunia kerja.  

Aldino Radiansyah menyampaikan bahwa saat ini adalah era revolusi industri 4.0, menuju era society 5.0, dimana hampir semua hal berbasis digital, termasuk juga dunia kerja. “Kondisi dunia kerja setiap bidangnya ada yang mengalami kenaikan, penurunan, dan ada yang cenderung stabil,” katanya. “Contoh bidang yang sedang mengalami kenaikan diantaranya adalah online learning, fast moving consumer goods atau yang biasa dikenal dengan istilah FMCG, logistic, digital marketing, dan e-commerce. Bidang yang sedang mengalami penurunan adalah industry penerbangan, pariwisata, restoran, retail dan properti. Bidang yang cenderung stabil adalah agribisnis, pendidikan, asuransi dan perbankan,” urainya.

Aldino juga mengatakan bahwa perusahaan saat ini lebih senang melakukan proses rekrutmen secara daring, akibat dari meningkatnya industri teknologi dan industri kreatif. Tidak hanya itu, perusahaan juga memprioritaskan pekerja yang sudah berpengalaman, dan lebih selektif saat menggaet Fresh Graduated. Hal ini terjadi  karena banyak perusahaan saat ini sedang berjuang untuk mempertahankan bisnisnya. “Oleh karena itu, sebagai Fresh Graduated harus paham terhadap teknologi, paham akan posisi dan kontribusi yang akan diberikan, serta tidak lupa melakukan riset job portal” jelasnya.

Pemateri kedua, Hasan Sulaeman Syah, S. P., adalah salah satu alumni sukses UNTIDAR.  Hasan adalah wirausahawan di bidang budidaya Anggrek.. Hasan berbagi tips dan pengalaman berwirausaha. “Untuk menjadi wirausahawan harus banyak mencoba dan jangan merasa takut, karena Tuhan sudah menyediakan jalan. Salah satu tips sukses yang dibagikan Hasan adalah Birul Walidain. “Mau sukses, ya harus berbakti kepada orang tua. Setelah itu banyaklah bersyukur, caranya dengan menyisakan sebagian harta sesuai anjuran agama,” tuturnya. Tak lupa ia berpesan kalau mau berwirausaha harus professional dan jangan main main dalam mengerjakan usaha. Hasan Sulaeman Syah, S.P. adalah alumni prodi Agronomi (sekarang Agroteknologi Faperta UNTIDAR). Selama kuliah, Hasan mulai jatuh cinta dengan tanaman anggrek. Hingga karya skripsi-nya pun berjudul “Pengaruh Media Tanam dan Kerapatan Tanaman Pada Tumbuhan Anggrek Hidrodium Pada Media Fensinden”. Selepas kuliah Hasan memutuskan untuk merintis bisnis Anggrek, hingga bisa berkembang pesat. Saat ini Hasan telah mempekerjakan sekitar 70 orang karyawan dan memiliki omzet 1,5 miliar per bulannya.

Di sela kegiatan Seminar Karir, Koordinator Tracer Study UNTIDAR, Tri Agus Gunawan, S.H., M.H. menyampaikan informasi kepada lulusan tentang pentingnya mengisi data Tracer Study, yang dapat dijadikan rujukan kepada bidang akademik maupun bidang lain yang terkait untuk mengevaluasi berbagai program yang berhubungan dengan peningkatan kualitas lulusan.

Penulis : Humas

HEBAT, TIM MAHASISWA UNTIDAR JUARA 1 LOMBA DEBAT TEMU ILMIAH MAHASISWA NASIONAL 2022

Tim Debat UNTIDAR yang terdiri dari Danar Putri Miranda (S1 Akuntansi Angkatan 2018 Semester 9), Yulliana (D3 Akuntansi Angkatan 2018 Semester 5), dan Muhammad Khoiruddin (S1 Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2018 Semester 8), berhasil meraih juara 1 pada Lomba Debat, Temu Ilmiah Nasional 2022, yang diadakan oleh Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Tim UNTIDAR berhasil mengungguli Tim Debat dari Universitas Jambi (Juara 2), dan Universitas Jambi serta Universitas Riau (Juara 3).

Tim Debat UNTIDAR  berhasil mengalahkan 11 finalis setelah melalui beberapa tahap, yaitu tahap preliminary, tahap quarter final, semifinal, dan final. “Lomba debat menggunakan sistem Asian Parliamentary. Adapun tema debat adalah ‘Peran Generasi Muda Dalam Meningkatkan Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 di Era Society 5.0’,” tutur Danar.

“Lawan yang kami hadapi cukup berat, karena banyak diantara mereka telah memiliki pengalaman sebagai delegasi Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia/KDMI tingkat nasional. Kami beruntung sebelum berkompetisi digembleng dengan latihan rutin dan pemantapan oleh Muhammad Rafy, praktisi debat yang memiliki banyak pengalaman menjadi mentor untuk mahasiswa peserta lomba debat. Alhamdulillah kami bisa tampil optimal sehingga menjadi juara,” pungkas Danar.

Temu Ilmiah Mahasiswa Nasional 2022, yang diadakan oleh Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, merupakan wadah bagi para mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa, delegasi dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta seluruh Indonesia. Beragam acara yang digelar yaitu Seminar Nasional, Lomba Debat Nasional, Lomba Essai Nasional, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, dan Field Trip Danau Toba sebagai puncak acara.

Penulis : Humas

KOLABORASI TIM DOSEN UNTIDAR DAN TIM DOSEN POLITEKNIK MANUFAKTUR CEPER RAIH PENDANAAN MATCHING FUND KEDAIREKA 2022

Kolaborasi tim dosen Universitas Tidar (UNTIDAR), yaitu Sri Hastuti, S.T., M.T., Nurhadi, S.T., M.T., Catur Pramono, S.T., M.Eng., dan Rheza Ari Wibowo, S.Si., M.Eng., serta tim dosen Politeknik Manufaktur Ceper (Polman Ceper) yaitu Lutiyatmi, S.T., M.T., dan Sabtun Ismi Khasanah, S.Si., M.Sc., berhasil meraih pendanaan Matching Fund Kedaireka tahun 2022. Matching Fund adalah program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, agar para dosen mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan dunia industri, untuk dapat menghasilkan karya reka cipta yang solutif dan inovatif di tengah kebutuhan dan tantangan masyarakat. Melalui Matching Fund Kedaireka, Perguruan Tinggi diakselerasi sebagai pusat inovasi bangsa dalam menerapkan kebijakan Kampus Merdeka untuk mencapai 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri dan LLDikti.

Proposal yang diajukan oleh tim dosen UNTIDAR dan tim dosen Polman Ceper berjudul Peningkatan Kualitas Mold Melalui Thermal Spray Aluminum (TSA) Coating Guna Mendukung Industri Injection Moulding. Proposal ini berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 204.968.000,- dari Kemdikbudristekdikti.

Proposal Matching Fund yang diajukan tim dosen UNTIDAR dan Polman Ceper bertujuan untuk mewujudkan kolaborasi penta helix dalam Tridharma Perguruan Tinggi antara perguruan tinggi, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), dalam hal ini PT Lastek Dwijasarana Indonesia, masyarakat, dan pemerintah. Selain itu, juga untuk menerapkan produk inovasi hasil riset yang dihasilkan oleh peneliti di UNTIDAR dan Polman Ceper untuk mengatasi permasalahan pada permukaan mold di industri injection molding.

Urgensi dari kegiatan yang dilaksanakan adalah peningkatan kualitas lapisan permukaan mold melalui teknologi TSA Coating, sehingga meningkatkan ketahanan korosi akibat lapisan aluminium oksida yang terbentuk pada permukaan mold. Sri Hastuti selaku ketua tim menyampaikan, keunggulan dari rekacipta yang diusulkan adalah pemanfaatan piston bekas yang bernilai ekonomis rendah melalui proses remelting, guna meningkatkan nilai ekonomis bahan. “Riset terkait ketahanan korosi dan sifat mekanik pada permukaan aluminium dimulai tahun 2014, serta menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan nasional dan internasional. Reka cipta ini merupakan TTG yang dibuat tim pengusul untuk memberikan solusi tepat bagi industri manufaktur yang telah diawali dengan riset pendukung,” urainya. “Untuk bisa lolos program Matching Fund ini tentunya harus melewati seleksi yang cukup ketat. Dimulai dari pencetusan ide, pembentukan tim yang berasal dari dosen dan mahasiswa, dan bagaimana membangun komitmen antar anggota, menentukan progress tim kedepannya, menyusun proposal dan RAB, sampai ke penilaian akhir.” Imbuhnya.

Program Matching Fund tentunya membawa manfaat yang besar bagi perguruan tinggi, yaitu dapat mengimplementasikan aktivitas dan luaran program yang dilaksanakan. Selain itu perguruan tinggi mampu memecahkan permasalahan DUDI dan masyarakat. Bagi DUDI bermanfaat untuk memecahkan masalah yang terjadi melalui inovasi bersama perguruan tinggi, sehingga mampu memperbaiki segala aspek keberlangsungan usaha yang profit. Dan bagi masyarakat, bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Penulis : Humas

MERAH MERIAH, DWP UNTIDAR ADAKAN BERBAGAI LOMBA SAMBUT HUT REPUBLIK INDONESIA KE-77

Dharma Wanita Persatuan Universitas Tidar (DWP UNTIDAR), menggelar berbagai lomba 17-an dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77, Rabu (3/8). Kegiatan dilaksanakan di halaman dan di dalam area Auditorium UNTIDAR, Gedung dr. H.R Suparsono, diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan. Peserta dari semua unit kerja dan fakultas di lingkungan UNTIDAR begitu antusias mengikuti berbagai lomba.

“Alhamdulillah setiap bulan DWP UNTIDAR bisa rutin mengadakan pertemuan. Karena di bulan Agustus bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-77, maka pertemuan kali ini dimeriahkan dengan berbagai lomba. Semoga bisa menjadi ajang mempererat tali silaturahmi diantara anggota DWP UNTIDAR,” kata Ketua DWP UNTIDAR, Djulas Setiawati Arifin. “Tak lupa saya mengingatkan, sebagai anggota Dharma Wanita, kita harus turut menyukseskan tujuan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur secara merata serta berkeseimbangan antara material dan spiritual. DWP UNTIDAR akan terus berkomitmen menghimpun dan membina istri pegawai ASN dengan kegiatan pendidikan, ekonomi dan sosial budaya,” imbuhnya.

Berbagai lomba yang diselenggarakan, yaitu lomba Balon Dangdut, lomba Merias Tanpa Melihat Wajah, lomba Estafet Bola, dan lomba Balap Karung. Tidak hanya ‘ibu-ibu’ anggota Dharma Wanita, lomba juga makin semarak dengan partisipasi ‘bapak-bapak’ tenaga kependidikan UNTIDAR, yang saling beradu kecepatan di Lomba Balap Karung. Selain menggelar lomba 17-an, pada pertemuan rutin bulan Agustus ini, DWP UNTIDAR juga memberikan santunan kepada putra/putri karyawan. “Bantuan yang tidak seberapa ini adalah bentuk kepedulian kami kepada teman-teman yang membutuhkan. Semoga bisa meringankan beban dan membuat anak-anak bersemangat dalam belajar,” pungkas Djulas Setiawati.

BERSIAP GELAR TALENT SCOUTING ACADEMY (TSA) UNTUK MAHASISWA TINGKAT AKHIR, 23 ORANG DOSEN DAN TENDIK UNTIDAR IKUTI TRAINING OF TRAINER

Universitas Tidar (UNTIDAR) bersiap melaksanakan Pelatihan Talent Scouting Academy (TSA). TSA adalah salah satu akademi pada program Digital Talent Scholarship (DTS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, dan memberikan kesempatan sertifikasi global bagi mahasiswa tingkat akhir yang terseleksi. Program ini ditujukan bagi para mahasiswa diploma 4/strata 1 tingkat akhir yang memiliki passion, bakat dan minat di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TSA juga bekerja sama dengan Kampus Merdeka yang mengusung sistem Micro Credentials, yakni materi-materi yang diberikan akan dikonversikan menjadi SKS. Pelatihan TSA memiliki beberapa tema yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), contohnya keamanan siber.

Dalam rangka persiapan TSA, 23 orang dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR, yaitu Yosephine Laura Raynardia Esti Nugrahini, S.Pt., M.Sc., Dr. Arif  Rahman Saleh, S.T., M.T.,  Budi Rahardjo, S.TP., M.M., Laila Alfizanna, S.S., MDCC, Budi Hartono, S.E., M.Sc., Muhammad Tri Aji, S.Kel., M.P., Ir Johan Pamungkas, M.T, IPM, Dr. Sri Sarwanti, M.Hum., Dzikrina Dian Cahyani, S.S., M.A., Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., M.H., Ika Setyowati, S.T., M.Eng, Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc., Delfiyan Widiyanto, S.Pd., M.Pd., Muhammad Daniel Fahmi Rizal, S.S., M.Hum., Suwito Singgih, S.Pd., M.Pd., Ali Murtopo, M.Eng., Diah Agustina Prihastiwi, S.E., M.Acc., Suamanda Ika Novichasari, S.Kom., M.Kom., Abdul Qadir Jailani S.Kel., M.P., Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec. Dev., Alifia Revan Prananda, M.Eng., Winasti Rahma Diani, M.Hum., dan Mashud Syahroni, M.Pd., mengikuti kegiatan Talent Scouting AcademyTraining of Trainer (TSA ToT). Kegiatan diselenggarakan di Hotel Episode dan JHL Solitaire Tangerang selama satu minggu. Selepas ToT, para dosen dan tendik ini akan menjadi trainer bagi mahasiswa yang mengikuti Pelatihan TSA.

Acara pembukaan Talent Scouting Academy Training of Trainer (TSA ToT) dihadiri oleh Ir. Hedi M. Idris, M.Sc., Ph.D (Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR), Nur Hasan (Manager Social Impact Mastercard Academy), Andi Ikhwan (Director of Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion Mercy Corps Indonesia), Tsania Nur Rahmadani (Program Coordinator Micromentor Indonesia), para Instruktur dari MicroMentor by Mercy Corps Indonesia dan seluruh peserta TSA ToT.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyarto berpesan agar para dosen dan tenaga kependidikan/tendik peserta TSA ToT mengimplementasikan ilmu yang didapatkan. “TSA merupakan kesempatan yang sangat strategis untuk pengembangan lembaga UNTIDAR. Ilmu yang didapatkan selama ToT mohon ditularkan kepada mahasiswa peserta TSA, agar mereka bisa menjadi mentor bisnis di masa depan, di bidang pengembangan bisnis,” jelasnya.

Mahasiswa UNTIDAR tingkat akhir akan diberikan kesempatan mengikuti Talent Scouting Academy program PAHLAWAN MUDA DIGITAL UNTUK UMKM. Mahasiswa akan belajar secara mandiri secara daring, mengatur waktu belajar secara mandiri sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai mengikuti TSA, nantinya mereka diwajibkan melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM pemula untuk dapat mengembangkan bisnis, serta menjadi pendamping bagi pelaku UMKM pemula dalam menjaga keamanan siber dan bertransformasi digital.

Penulis : Humas

DUKUNG  GREEN LIFESTYLE, MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNTIDAR KREASIKAN TANAMAN SUKULEN SEBAGAI SOUVENIR

Di era serba modern seperti saat ini, masyarakat menginginkan hal-hal yang serba praktis dan efisien. Oleh karena itu lima orang mahasiswa FKIP UNTIDAR yang tergabung dalam Aranaa_id, menghadirkan Aranaa Souvenir sebagai solusi praktis pemanfaatan tanaman Sukulen untuk dijadikan tanda mata. Aranaa_id beranggotakan 4 orang mahasiswi prodi S1 Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR, yaitu : Karisma Sekar Nurriski, Alfi Anjani, Dea Danis Sofiyatun N, dan Sherly Widya Antika, dengan dosen pembimbing Dr. Setiyo Prajoko, M.Pd.

Sukulen adalah tumbuhan dengan organ yang menebal, berdaging dan membengkak, biasanya untuk menyimpan air di iklim atau kondisi tanah kering, sehingga salah satu dari kelebihan tanaman ini yaitu tidak memerlukan intensitas penyiraman yang tinggi, cukup satu minggu sekali penyiraman. Sukulen memiliki keunikan yaitu bentuknya yang kecil sehingga relatif ringan dan mudah untuk dipindahkan ke tempat lain. Selain itu juga tidak memakan banyak tempat, sehingga masyarakat dapat mengoleksi tanaman ini dalam jumlah banyak.

“Selain unik dan praktis sebagai produk souvenir, Aranaa juga turut serta mendukung gaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle, yaitu tindakan penyelamatan bumi dengan cara menjaga lingkungan agar tetap hijau melalui penanaman tanaman di sekitar tempat tinggal,” jelas Karisma Sekar Nurriski selaku ketua tim. “Produk dari Aranaa juga dikemas sedemikian rupa menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti kardus, besek, dan rotan. Pemasaran dari produk Aranaa juga dilakukan secara ramah lingkungan atau sering disebut green marketing. Green marketing adalah pemasaran yang mengacu pada pengembangan produk berdasarkan faktor kesejahteraan dan kelestarian lingkungan. Proses produksi dan iklan produk/brand ramah lingkungan dan jelas tidak ada unsur merusak lingkungan. Proses pemasaran produk Aranaa dilakukan secara online melalui sosial media dan e-commerce, tidak terpaku pada pamflet/banner kertas/plastik,” urainya.

Kelebihan dari Aranaa_id dibandingkan dengan brand pesaing lain adalah pada kualitas tanaman, kualitas pengemasan, dan harganya yang terjangkau. Tujuan mulia dari usaha kreatif tanaman hias ini adalah mendukung tercapainya gaya hidup yang ramah lingkungan atau green lifestyle. Tanaman hias tidak hanya menonjolkan unsur estetikanya saja, namun juga memiliki manfaat seperti dapat melembabkan udara dan menyuplai oksigen. Hal tersebut menjadikan tanaman hias sebagai salah satu ecogreen product yang layak untuk di inovasikan sebagai souvenir yang ramah lingkungan. Penggunaan souvenir yang ramah lingkungan ini diharapkan sebagai bentuk misi dari Aranaa_id dalam mendukung tercapainya gaya hidup yang ramah lingkungan atau green lifestyle. Selain itu, Aranaa Souvenir membantu para petani sukulen  secara digital berbasis green marketing.

Usaha yang dikelola Aranaa_id, tahun 2022 ini berhasil lolos program Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Direktorat Belmawa Ditjen Diktiristek. Melalui kegiatan ini Direktorat Belmawa Ditjen Diktiristek berkomitmen untuk mendukung penguatan perekonomian Indonesia dengan mencetak SDM Wirausaha dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

FAPERTA UNTIDAR GELAR ACARA SEMINAR NASIONAL BERTAJUK “ARAH KEBIJAKAN PERTANIAN DALAM MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) PASCA PANDEMI”

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, membawa dampak buruk di segala aspek kehidupan, termasuk aspek ketersediaan pangan. Pasca pandemi, seluruh negara tentu berbenah, melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan, dan berupaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

Terkait hal ini, agar semua pihak turut merasa andil dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan sosial masyarakat yang berkelanjutan, Fakultas Pertanian (Faperta) UNTIDAR menghelat acara Seminar Nasional “Arah Kebijakan Pertanian dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Pasca Pandemi, Rabu (27/7). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dosen dan mahasiswa UNTIDAR secara luring, serta bisa diikuti oleh masyarakat umum secara daring melalui channel youtube UNTIDAR.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR, Dr. Jaka Isgiyarta, M.Si., CA, Akt. menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam membangun perekonomian nasional. Karena itu harus ada upaya penguatan sistem pertanian Indonesia. “Petani dan nelayan merupakan pahlawan kehidupan untuk negara ini. “Jadi saya berpesan kepada para mahasiswa yang menekuni bidang pertanian, mohon dengan sangat jangan tinggalkan bidang pertanian. Kita harus meyakini, pertanian memberikan kehidupan bagi banyak orang, basic kehidupan, menjadi penopang dasar kemandirian bangsa,” tegasnya.

Seminar Nasional Arah Kebijakan Pertanian Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Pasca Pandemi, menghadirkan 4 orang pemateri yaitu : Mohamad Wahid Supriyadi (Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Periode 2016 – 2020), Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc (Guru Besar Pembangunan Pertanian dan Wilayah Pedesaan Universitas Andalas), Endah Ruswanti, M. Eng. (Analis Kebijakan Ahli Muda Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Direktorat Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan), dan Ir. Usman Siswanto, M.Sc. Ph.D. (Dekan Fakultas Pertanian UNTIDAR). Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Lilis Hartati, S.Pt M.P. (Dosen Faperta UNTIDAR)

“Pertumbuhan penduduk dunia yang tidak terkendali akan melampaui produk pertanian. Ini harus diantisipasi. Kita beruntung karena Indonesia memiliki kekuatan di sektor pertanian. Produk pertanian Indonesia maju. Kita banyak diuntungkan oleh sektor pertanian. Bahkan belakangan ini ekspor pertanian mengalami peningkatan,” kata Mohamad Wahid Supriyadi, yang selama ini memiliki banyak pengalaman lintas negara. “Banyak produk pertanian yang potensial untuk diekspor seperti kopi dan buah-buahan. Buah-buahan Indonesia adalah produk tropis yang eksotis karena tidak ditemukan di negara 4 musim. Demand/permintaan di negara maju sangat tinggi, tinggal kita pelajari persyaratannya, dan penting juga untuk memanfaatkan teknologi,” tambahnya.

Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc (Guru Besar Universitas Andalas) menyampaikan inovasi pertanian di Indonesia adalah keharusan. “Tidak hanya karena dipicu dan dipacu oleh pandemi COVID-19, tetapi ini merupakan upaya memperkuat sektor pertanian Indonesia, demi menjamin peningkatan kesejahteraan bangsa ini,” tegasnya.

Seminar Nasional “Arah Kebijakan Pertanian Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Pasca Pandemi”, juga menghadirkan Endah Ruswanti, M.Eng., staf Direktorat Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Endah memberikan insight bahwa sektor pertanian saat ini memiliki andil memperkuat sektor pariwisata. Selama pandemi, desa wisata mulai menarik hati banyak wisawatan.  Desa wisata sebagai destinasi pariwisata baru mengedepankan potensi pertanian. Contohnya ada di desa Pujon Malang sebagai salah satu destinasi agro tourism. Potensi pertanian yang ada dimanfaatkan menjadi daya tarik wisata. Agro tourism menciptakan lapangan kerja dan  mendatangkan wisatawan 10 kali lipat. Penjualan produk pangan olahan juga meningkat pesat.

Pemateri terakhir Ir. Usman Siswanto, M.Sc. Ph.D. menjelaskan pangan dan pertanian berperan sentral dalam upaya meraih SDGs 2030. Kegagalan merespons secara cepat permasalahan kelaparan dan kekurangan gizi, akan berdampak negatif terhadap pencapaian target SDGs. “Kita perlu merubah mindset terkait perubahan transformatif menuju keberlanjutan pertanian, dengan cara penguatan pemanfaatan dan pengelolaan berkelanjutan terhadap sistem pertanian yang tersedia, untuk menjamin pasokan produksi pangan dan ekosistem,” pungkasnya.

Semua pemateri sepakat bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dan krusial. Indonesia memiliki kekuatan di sektor pertanian, yang harus diupayakan sedemikian rupa agar memberikan kontribusi yang signifikan, terhadap pencapaian target dan tujuan program Sustainable Development Goals (SDGs), yakni untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi.

Penulis : Humas

UNTIDAR SIAP GELAR KEMBALI WISUDA OFFLINE DENGAN KEHADIRAN ORANG TUA

Universitas Tidar siap menyelenggarakan Wisuda ke 61 pada 6 Agustus 2022 mendatang secara offline di Gedung dr. H. Suparsono. Kegiatan ini telah diijinkan Satgas Covid-19 Kota Magelang namun tetap harus diselenggarakan sesuai protokol kesehatan.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir. Walaupun tidak seketat sebelumnya, prokes seperti jarak tempat duduk, penggunaan masker dan suhu badan tetap harus diperhatikan,” jelas Satiyawan Baroto Kusumawijaya, S.H., Kabid Pengkajian Masalah Strategis Daerah dan Linmas sekaligus Satgas Covid Kota Magelang pada Rapat Final Persiapan Wisuda UNTIDAR ke 61, Jumat (29/07).

Kapasitas peserta di dalam gedung harus tetap memperhatikan jarak tempat duduk minimal 50 cm jarak antar kursinya. Penggunaan masker, cuci tangan dan  handsanitizer wajib bagi seluruh peserta maupun undangan. Suhu maksimal yang diperbolehkan adalah 37,3 derajat celcius.

Tenaga kesehatan dari UNTIDAR harus dipersiapkan terutama untuk mengecek kesehatan para peserta dan undangan. Mereka wajib lolos screening aplikasi Peduli Lindungi bagi yang tidak memiliki aplikasi bisa membawa bukti vaksin atau surat dokter.

“Langkah-langkah ini perlu dicermati dan dilaksanakan sebagai antisipasi kenaikan tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Magelang khususnya UNTIDAR,” tambahnya.

Panitia juga akan berkoordinasi dengan PMI Kota Magelang terkait Ambulance sebagai antisipasi jika ada wisudawan atau pendamping yang sakit dan perlu dibawa ke Rumah Sakit segera.

Wisuda ke 61 ini direncanakan akan diikuti 900 orang terdiri dari 300 wisudawan didampingi kedua orang tua atau kerabat. Pengumuman perihal pelaksanaan Wisuda sudah diunggah di laman https://untidar.ac.id pada 28 Juli 2022 lalu dan telah disampaikan kepada masing-masing Dekan Fakultas untuk diteruskan ke masing-masing wisudawan.

“Prosesi wisuda akan dimulai pukul 06.30 Wib, wisudawan dan orang tua wajib hadir tepat waktu. Untuk parkir kendaraan disediakan di UNTIDAR dan jika melebihi kapasitas akan diarahkan parkir di GOR Samapta,” tutur Dr. Giri Atmoko, M.Sc., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK).

Tidak hanya pelaksanaan prosesi yang digelar secara offline namun juga pelaksanaan Gladi Bersih dan pembekalan kewirausaahaan yang diselenggarakan 1 hari sebelum pelaksanaan wisuda yaitu pada Jumat, 5 Agustus 2022.

“Kami berharap kerjasamanya dari calon wisudawan dan orang tua agar dapat mematuhi jadwal dan segala ketentuan dalam pelaksanaan Wisuda ke 61 UNTIDAR ini. Semoga acara berjalan lancar sesuai yang telah direncanakan oleh panitia,” pungkasnya.