MELALUI KEGIATAN INKUBATOR BISNIS TAHAP 2, UPT PKPP LATIH MAHASISWA DAN PELAKU UMKM URUS IZIN PIRT

Sesuai tugas dan tanggungjawab untuk mendampingi mahasiswa dan pelaku usaha di sekitar kampus UNTIDAR untuk mengembangkan usahanya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (PKPP) rutin mengadakan kegiatan Inkubator Bisnis dengan mengusung berbagai tema kewirausahaan. Jumat, 22 April 2022, UPT PKPP kembali mengadakan kegiatan Inkubator Bisnis, kali ini berupa Pelatihan Pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Kegiatan dilaksanakan di Gedung H.R. Suparsono, dengan menghadirkan dua orang pembicara yaitu Hardi Prasetio Wibowo, AMK (Pemegang Kegiatan PIRT, DFI dan Penyuluh Keamanan Pangan) serta Syaifullah, S.Sos., M.Si (Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang). Inkubator Bisnis Tahap 2 diikuti oleh 85 orang mahasiswa dan pelaku usaha di sekitar kampus UNTIDAR.

            Dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala UPT PKPP, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah program tahunan UPT PKPP untuk membantu mendampingi mahasiswa wirausaha  dan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang baru akan memulai usaha dan yang sudah berjalan usahanya. Kegiatan ini juga memberikan fasilitasi dalam pengembangan usaha UMKM yang mewakili beberapa klaster di Kota maupun Kabupaten Magelang. “Hari ini kami berupaya untuk membantu mahasiswa serta pelaku UMKM sekitar UNTIDAR dalam pengajuan SPP-IRT, dengan menghadirkan narasumber dari Dinkes dan Disperindag Kota Magelang,” tutur Lucia. “UPT PKPP saat ini menjadi tumpuan menuju visi misi UNTIDAR yaitu Universitas Yang Unggul Dalam Bidang Kewirausahaan, Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal” tambahnya.

            Di masa pandemi, UMKM menjadi andalan bagi sebagian masyarakat. “Orang yang di-PHK biasanya larinya ke UMKM. Juga didukung dengan PP no 7 tahun 2021, tentang kemudahan perlindungan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM.” ujar Syaifullah, S.Sos., M.Si. “Disperindag itu bukan segala galanya. Usaha jalan dulu saja, semaksimal mungkin sampai bisa dipasarkan kemana mana. Ijin penting, tetapi jauh lebih penting niat untuk mengembangkan usaha. Jadi terkait perizinan saat ini sudah dimudahkan. Tinggal buka Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS),” tambahnya. Syaifullah juga memberikan penjelasan mengenai persyaratan pengajuan SPP-IRT, beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan SPP-IRT, termasuk panduan pengajuan SPP-IRT melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA).

            Pemateri kedua Hardi Prasetio Wibowo, AMK menyampaikan tentang regulasi perizinan kedepan yang akan sangat ketat, karena akan bersaing dengan usaha dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri. “Produk kita saat ini kalah dengan produk UMKM luar negeri, karenanya para pelaku usaha lokal harus banyak berbenah,” tegasnya. “Produk harus berkualitas dan terjamin, memenuhi ketentuan label yang benar, ada komposisi dari bahan yang terbanyak sampai yang terkecil, dan komposisi jangan sampai berbohong karena bisa diajukan pidana. Ketentuan label yang benar yaitu memuat keterangan produk, ada tagline atau slogan, ada kode perizinan PIRT, mencantumkan merek dagang/ branding, memuat tanggal kadaluarsa, netto berat bersih, tempat produksi, dan komposisi bahan baku.” urainya.

Melalui kegiatan Inkubator Bisnis Tahap 2 ini diharapkan mahasiswa dan pelaku UMKM memiliki pengetahuan yang cukup terkait pengajuan SPP-IRT. Selama kegiatan peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik pengisian online dalam ajuan SPP-IRT.

Penulis : Humas

MAHASISWA UNTIDAR RAIH PERUNGGU KATEGORI INTELLIGENCE AGROTECHNOLOGY RESEARCH PAPER DI AJANG INTERNATIONAL RESEARCH INNOVATION FOR AGRITECH DEVELOPMENT 2022

Tim Basudewa yang diketuai oleh Ade Krisna Setiawan (Program Studi S1 Teknik Elektro) dan beranggotakan Ahmad Rivaldi Sultan Alfah Rezi (Program Studi S1 Teknik Mesin) dan Eka Widyawati (Program Studi S1 Ilmu Komunikasi) dengan arahan dan bimbingan dari Ibu Ir. Deria Pravitasari, S.T., M.Eng., IPM selaku Dosen Pendamping, berhasil membawa pulang medali perunggu untuk kategori Intelligence Agrotechnology Research Paper. Tim Basudewa melakukan penelitian mengenai pengaruh pancaran gelombang elektromagnetik dari radiasi sinar gamma co-60 yang diintegrasikan pada mesin screw conveyor, untuk mereduksi perkembangan dan laju infeksi patogen penyebab penyakit pascapanen pada komoditas hortikultura. Research Paper iniikut serta dalam kejuaraan International Research Innovation for Agritech Development 2022 yang diselenggarakan oleh Faculty of Agricultural Technology Brawijaya University bekerjasama dengan Agritech Research and Study Club (ARSC) dan Agritechno Business Centre (ABC).

Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan Pandemi Covid-19 yang menyebabkan kerugian hampir di semua sektor kehidupan. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang terdampak dari adanya pandemi covid-19 ini. Produksi sayur, buah maupun bahan pokok yang melimpah pada masa pandemi menimbulkan berbagai masalah baru, terutama dalam proses pendistribusian hasil panen yang terhambat karena adanya pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah, sehingga berdampak pada penumpukan hasil komoditi hortikultura yang kemudian menyebabkan kerugian dipihak petani karena banyaknya hasil panen. “Terdapat beberapa alternatif untuk mengurangi kerugian yang dialami petani saat pandemi ini berlangsung, salah satunya dengan mengawetkan hasil panen menggunakan bantuan teknologi sinar gamma. Hasilnya sinar gamma akan dipancarkan sepanjang track conveyor berjalan, sehingga bahan makanan tersebut dapat teriradiasi secara maksimal,” jelas Ade Krisna. Lebih lanjut Ade menguraikan Penyinaran dengan sinar Radioisotop CO-60 atau yang lebih dikenal dengan istilah sinar gamma, terhadap bahan makanan hasil panen dalam mesin pengawet ini akan membunuh mikroba pembusuk makanan, sehingga proses ini diharapkan dapat menghambat proses pembusukan dan menambah masa simpan bahan makanan

International Research Innovation for Agritech Development 2022 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Agritech Researh and Entrepreneurship Innovation (AGREETION) 2022 yang terbagi kedalam 3 kategori lomba, yaitu Business Model Canvas, Research Paper dan Scientific Poster. Kompetisi tahun ini mengusung Tema “Accelerating the Innovation of Agro-Industry Technology and Business’ dengan Sub-Tema : Food and Health Security, Environment Innovation, Intelligence Agrotechnology, and Sustainable Agroindustry yang telah sukses terselenggara dari tanggal 1 Februari – 27 Maret 2022 dan diikuti oleh 40 Participant University dari dalam dan luar negeri dengan total 181 manuscript submission.

Penulis : Humas

UKM MAPALA SULFUR UNTIDAR RAIH JUARA 2 LOMBA WANA LESTARI TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Sulfur UNTIDAR berhasil meraih juara kedua dalam lomba Wana Lestari tingkat Jawa Tengah. Lomba Wana Lestari adalah salah satu metode penyuluhan yang dilaksanakan untuk menetapkan perorangan, kelompok atau aparatur pemerintah yang berprestasi dalam memberdayakan dan mengubah perilaku masyarakat dalam pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan melalui mekanisme penilaian tertentu. Apresiasi Wana Lestari adalah suatu kegiatan pemberian penghargaan dari pemerintah kepada perorangan, kelompok, aparatur pemerintah atau badan usaha atas prestasi yang dicapai berdasarkan inisiatif dan partisipatif dalam menjalankan tugas di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Di tahun 2022 ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Sulfur mengikuti lomba Wana Lestari untuk kategori Kelompok Pecinta Alam/KPA. KPA adalah sekelompok orang/anggota masyarakat yang mempunyai minat, hobi atau prestasi di bidang perlindungan terhadap proses ekologis yang menunjang sistem penyangga kehidupan pengawetan keanekaragaman sumber daya alam dan pelestarian pemanfaatan bagi terjaminnya jenis sumber daya alam dan ekosistem. Syarat KPA untuk mengikuti lomba diantaranya telah berperan aktif dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan; terbukti berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat; belum pernah menjadi pemenang pertama lomba wana lestari tingkat provinsi dalam 3 (tiga) tahun terakhir; dan telah melakukan kegiatan dalam bidang pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan paling sedikit 3 (tiga) tahun, dan terdapat bukti fisik di lapangan, dibuktikan dengan foto copy piagam penghargaan terkait; surat keputusan penetapan; sertifikat pendidikan dan pelatihan yang terkait; laporan kegiatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan 3 (tiga) tahun terakhir; serta dokumentasi kegiatan.

Mapala Sulfur adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang eksis sejak tahun 1980. Kegiatan dari setiap divisi yang ada di Mapala Sulfur yaitu arung jeram, lingkungan hidup, panjat tebing, rimba gunung, SAR dan susur gua yang disertai dengan konservasi (pendalaman materi, pendidikan, latihan).”Terkait konservasi kami sering mengadakan kegiatan seperti konservasi sumber mata air untuk memelihara dan meningkatkan debit mata air dengan melakukan penanaman pohon jenis ficus pada kawasan sumber mata air di Magelang. Kami juga menanam pohon pada kawasan gundul atau minim pepohonan guna reboisasi dan penghijauan serta melakukan pemulihan kondisi sungai dengan pembersihan sampah yang ada di daerah sungai sehingga dapat kembali asri,” kata Edho Soekarno Putra selaku Ketua UKM Mapala Sulfur. “Kegiatan tersebut memiliki bukti seperti laporan atau luaran. Poin terpenting dalam kegiatan konservasi adalah luaran artikel yang menjelaskan pemeliharaan dan pendataan satwa, seperti artikel konservasi pada Gua Sibodak, Tebing Siung, Sungai Elo dan Gunung Sumbing. Poin tambahan yang membuat Mapala Sulfur dapat meraih juara 2 yaitu lengkapnya administrasi di setiap kegiatan dan kesekretariatan, “tambahnya.

            Sejak tahun 1980 sampai saat ini sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh UKM Mapala Sulfur diantaranya : Juara 3 Putra LLA Mentari UMM (1994), Juara 3 Lomba Peran Serta Kelompok Pecinta Alam Upaya Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem Tingkat Provinsi Jawa Tengah (1998), Juara 2 Lomba Peran Serta Kelompok Pecinta Alam Hayati dan Ekosistemnya Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2002), Juara 2 Lomba Peran Serta Kader Konservasi Dalam Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2002), Pemenang 3 Lomba Kader Konservasi (KK) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2004), Juara 2 Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tingkat Provinsi Jawa Tengah Bagi Kader Konservasi (KK) (2007), Juara 3 Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2010) Kategori Kelompok Pecinta Alam (KPA), Juara Harapan 3 Putra, Kategori Kecepatan Lomba Lintas Alam Perjuangan A. Yani DPD KNPI Kabupaten Temanggung (2011) dan masih banyak penghargaan lainnya.

Penulis : Humas

LPPM-PMP UNTIDAR LAKSANAKAN FGD PENYUSUNAN POTENSI WILAYAH DAN KEARIFAN LOKAL SENTRA SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DESA

Pengabdian kepada masyarakat sejatinya harus terintegrasi dengan penelitian yang dilakukan oleh dosen, sehingga pengabdian menjadi hilirisasi dari proses penelitian. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PMP) UNTIDAR, kuantitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejauh ini belum merata dan belum sesuai dengan potensi desa. Perlu dilakukan perbaikan manajemen pelaksanaan kegiatan. Untuk itulah LPPM-PMP menginisiasi pendirian Sentra Sustainable Development Goals (SDG’s) yang bertugas mendata kembali potensi desa di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung.

Sebagai langkah awal LPPM-PMP mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Rabu (21/4). Kegiatan bertempat di Gedung Kuliah Umum H.R. Suparsono UNTIDAR dengan menghadirkan pembicara Taufik Kurrohman, S.E., MSA., Ak., CA., QIA., CFrA., AAPB., CSRS., CSRA., CGAE., Ph.D. (Wakil Ketua ADAI Jatim, Internal Auditor, Dosen FEB Universitas Jember, Tim SDG’s Centre Universitas Jember) dan Labbaika Nugroho, S.STP., M.M.  (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Dispermades Kabupaten Magelang), serta dihadiri seluruh tim pelaksana Sentra Sustainable Development Goals UNTIDAR dan perwakilan Kepala Desa dan Lurah di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung.

“UNTIDAR sebagai sebuah perguruan tinggi tugas utamanya menyelenggarakan pendidikan, mendidik generasi muda memasuki usia dewasa. Cara pembelajarannya tentunya berbeda dengan saat di SMP maupun SMA. “Selain klasikal kuliah juga harus melakukan  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Demikian juga dengan para dosen, selain mengajar juga harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan membantu masyarakat sekitar dalam menyelesaikan problem yang dihadapi,” ujar Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Si. dalam sambutannya. “Melalui FGD ini semoga bisa menemukan potensi juga permasalahan yang dihadapi oleh desa, untuk kemudian didiskusikan, disimpulkan, dan direncanakan apa yang akan dilakukan. Yang jauh lebih penting di akhir diskusi ada rencana tindak lanjut program kegiatan yang akan dijalankan,” imbuhnya.

Taufik Kurrohman, S.E., MSA., Ak., CA., QIA., CFrA., AAPB., CSRS., CSRA., CGAE., Ph.D. sebagai salah satu anggota Tim SDG’s Centre Universitas Jember, yang sudah sangat berpengalaman mengembangkan potensi desa menyampaikan, bahwa upaya yang dilakukan harus massif dan kolektif. Selain itu harus ada sinergi dari desa, pemerintah daerah, akademisi dan sektor swasta. “Kita bisa belajar dari Banyuwangi. Sebelum tahun 2010 orang tidak mengenal Banyuwangi. Setelah dibantu dikembangkan potensinya, sekarang Banyuwangi leading di sektor pariwisata. Kemudian memiliki infrastruktur yang komplit, perekonomian meningkat, tata kelola pemerintahannya juga berkembang baik. Ada  multiplier effect,” urainya.  

Peserta FGD banyak mendapatkan masukan dari Labbaika Nugroho, S.STP., M.M. selaku Kepala Dispermades yang secara langsung terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan desa. FGD juga memberikan kesempatan kepada para kepala desa dan lurah yang hadir untuk menyampaikan potensi dan juga permasalahan yang dihadapi oleh desa/kelurahan untuk ditindaklanjuti. Kepala LPPM-PMP, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si. menyampaikan Sentra Sustainable Development Goals Desa akan melakukan upaya terpadu untuk bisa mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, ekonomi desa tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, serta SDG’s desa role model pembangunan berkelanjutan dengan menitikberatkan unsur kearifan lokal dan religiusitas sebagai poin utama.

Penulis : Humas

How you can find an Asian American Girlfriend

Single Oriental Americans will be plentiful atlanta divorce attorneys state in the union. However , they may choose college cities or city life. If you are looking for an cookware American partner, remember to esteem the identity of your potential mate. There exists absolutely nothing drastically wrong with superficial physical attraction, providing you can create a relationship with her https://mail-order-bride.com/vietnamese-brides depending on mutual esteem and understanding. You can nonetheless find an hard anodized cookware girl if you know what to search for.

meet a woman online

What to anticipate in Southerly American Internet dating

If you are thinking of dating someone in Southern America, you should know what to expect. Generally, the traditions of a Southern American region is very different than regarding the United States, and the dating guidelines may vary as well. For example , the family values, beliefs, and environmental fitness of a person in a diverse country may affect their methodology to dating. However , there are some things you can do to make the seeing process slightly easier.

mail order brides hispanic

First of all, you should dress appropriately. Although it may be seductive to wear comfy clothes, you will have a much harder http://www.goodtoknow.co.uk/wellbeing/543592/words-that-women-hate-the-most period getting noticed in the South American internet dating scene. For example , people in this area are more likely to reply to you for anybody who is dressed in an excellent, well-fitting top and denims. Moreover, you must wash your garments regularly. Generally, it is best to carry a few pairs of clean dresses with you during travel to Southern region America.

Good quality brasilcupid that Southern American ladies have is that they are very attentive and listen very well to their companions. Even though they have stressful lives and often work extended stays, they will still find time with regard to their partners. That is a trait generates them different from other girls.

UITM MALAYSIA DAN UNTIDAR MENGGELAR WEBINAR INTERNASIONAL SEPUTAR KESADARAN BELAJAR BERBASIS LINGKUNGAN

Since students may learn in a wide variety of settings, such as outside-of-school locations and outdoor environments, the term is often used as a more accurate or preferred alternative to classroom, which has more limited and traditional connotations,“ demikian Dr. Sri Sarwanti, M.Hum. mengawali kuliah internasionalnya untuk dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia dan di Indonesia melalui webinar, Jumat (22/4/2022) siang. Lebih lanjut menurut dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar ini, untuk mencapai lingkungan belajar ideal paling tidak ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu: Pengertian dan cakupan lingkungan belajar, jenis-jenis lingkungan belajar, mengapa kita harus menyadari lingkungan belajar, dan jenis penelitian pendidikan yang terlibat dalam lingkungan belajar.

Hampir selama 2 jam, Sri Sarwanti menjabarkan beberapa pendekatan riset yang aplikatif dan dapat dilaksanakan dalam riset pendidikan terutama terkait Environment-Based Learning Awareness.

Dalam kesempatan yang sama, Winda Candra Hantari, S.S., M.A. selaku Koordinator Office International Affair (OIA) UNTIDARmenjelaskan bahwa acara dengan tajuk International Webinar: Environment-Based Learning Awareness in Educational Researchers ini adalah rangkaian kegiatan di tahun 2022 yang merupakan aktualisasi dari Nota kesepahaman antara UiTM dengan UNTIDAR. “Saya mengharapkan webinar ini dapat menjadi wadah yang diskursif dan kontributif terutama terkait dengan Environment-Based Learning Awareness.” imbuhnya.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Head of Academy of Language Studies UiTM Cawangan Melaka, Dr. Mohammad Nor Afandi Bin Ibrahim menyambut baik kegiatan sharing knowledge yang dilaksanakan dan berharap kerja sama yang terjadi antar kedua universitas tetap terjalin dan semakin erat dalam kegiatan kegiatan lain yang akademis.                                                                                

Kegiatan daring ini dilaksanakan UNTIDAR di ruang Multimedia, dengan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala BAKPK, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan para pejabat di lingkungan FKIP, serta OIA UNTIDAR.

Penulis : Humas

Cool Usernames Designed for Guys Online dating services

If you’re buying a dating web page username, you will be wondering how to come up with a cool user name. While you can easily always search for examples of smart usernames to inspire you, it’s best to end up being yourself. You must choose a user name that displays your man look for woman character click here and is not unpleasant to any person. You can be imaginative and a little silly, yet try to continue to keep the name highly relevant to your passions. Avoid labels that are too long and suggestive. This may make you seem desperate and uninterested.

If you’re looking for a username that may be playful, make an effort SeasideSiren, NoFilterNeeded, FarmGuy, TallNDark, and SoulmateHunter. You can also display your nature-loving side by using a username like PlayfulPanda or SweetAsCandy. You can also employ a username just like NetflixNCuddle for anyone who is looking http://www.goodtoknow.co.uk/wellbeing/543592/words-that-women-hate-the-most for a lovable online date.

A few women prefer men who happen to be intelligent, nonetheless this does not mean that you can’t be fun and funny concurrently. You can even incorporate a few nerdy elements in your user name if you’re a sapiosexual. Just be sure you don’t come off as intense or offensive.

additional resource

For anybody who is having trouble thinking about a cool username for your online online dating site, consider hiring a virtual assistant. These professionals may craft a funny or creative username for you and build a personalized online dating sites profile to suit your needs.

Building a Successful Relationship With a Japan Woman

Dating a Japanese girl can be a challenging endeavor. There are plenty of differences in the culture, therefore the right strategy can be critical. Men just who are a new comer to the world of Japan dating must be very observant and opportunistic in order to attract a potential spouse. It’s also essential to understand the different mindsets of the Japanese people people. As an example, while most girls don’t speak English, those who do may have lived abroad and have forgotten the right way to communicate in our language. https://www.statista.com/statistics/243668/united-states–lasting-of-love-in-a-relationship/ In this case, you must be patient and accept each of the aspects of their particular personality.

Japanese mom and dad are very conventional and in addition they look for a suitor who is ready for a long-term relationship. The suitor’s job, economical status, and culture can also be crucial. Contrary to western nationalities, Japanese ladies do not generally show kindness to strangers. They’re not going to kiss their suitors in public, nevertheless they may hug their particular friends and family members and exchange pleasantries.

hot vietnamese women

Japan men and women commence sri lankan women thinking of marriage and children within their mid-20s, and they rarely waste time upon unsuitable connections. In contrast, Westerners usually tend to date for a long time, then move in together prior to marrying. Afterward, after five to ten years of living together, they settle down to get a life alongside one another.

30 MAHASISWA UNTIDAR TERIMA BEASISWA BAZNAS TAHUN 2022

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah menyerahkan beasiswa bagi 30 orang mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR), Selasa (19/4). Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Umum H.R. Suparsono UNTIDAR dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

            “Alhamdulillah hari ini kedatangan tamu yang membawa kabar gembira, terutama untuk 30 orang mahasiswa UNTIDAR penerima beasiswa BAZNAS tahun 2022. Terimakasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan perhatian kepada mahasiswa UNTIDAR. Semoga stimulus yang diberikan semakin meningkatkan semangat untuk berprestasi di bidang akademik maupun kemahasiswaan,“ kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya.

Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Rozihan S.H., M.Ag. menyampaikan beasiswa ini bertujuan untuk memberikan stimulus dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program pendidikan bagi golongan kurang mampu/ miskin sebagai pertanggungjawaban antar generasi. “Selain itu kami ingin turut berkontribusi menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan dan keluhuran akhlak,” jelasnya. “UNTIDAR adalah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang selama ini tertib menyalurkan sebagian penghasilan dari dosen maupun tenaga kependidikan melalui BAZNAS. Dana yang terkumpul ini kemudian kembali kami salurkan kepada mahasiswa UNTIDAR dalam bentuk beasiswa,” tambahnya. Tak lupa Ia mengingatkan agar penerima beasiswa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Penerima beasiswa BAZNAS berkewajiban untuk mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 sampai lulus kuliah, berkomitmen menjadi Duta Zakat dan Relawan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah jika dibutuhkan, dan setelah lulus jika memiliki penghasilan sampai batas nisab bersedia untuk menjadi muzakki.

Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. H Rozihan, S.H., M.Ag. didampingi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Drs. K.H. Hadlor Ihsan secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada salah satu perwakilan mahasiswa. Beasiswa BAZNAS tahun 2022 diserahkan kepada 30 orang mahasiswa dengan masing-masing menerima beasiswa sebesar Rp 3.500.000,-.

Penerima Beasiswa BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022

No.NamaProgram Studi
1Herliana Erika NursafitriS1 Agroteknologi
2Ivan MuhamadS1 Teknik Sipil
3Ida Maulina FatmawatiS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
4Lina Nur AeniS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
5Daruna Anjali WitsaneS1 Teknik Sipil
6Laeli Nur RejekiS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
7Dewi Anifatus SolikahS1 Pendidikan IPA
8Delia Indah PuspitaS1 Pendidikan Matematika
9Tsani Khoirun NisaS1 Ilmu Administrasi Negara
10Alifia Rizka FitriantiS1 Pendidikan Biologi
11Muhammad KhoiruddinS1 Pendidikan Bahasa Inggris
12Syafira HanifahS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
13Hernita Indriyana PutriS1 Pendidikan IPA
14Siti AmaliaS1 Pendidikan Biologi
15Ahmad Robih RizqiS1 Teknik Elektro
16Mellia AnggraitaS1 Pendidikan Bahasa Inggris
17Ayu Melani Kus Dwi SaputriS1 Ilmu Administrasi Negara
18Muhammad Arif KurniawanS1 Ekonomi Pembangunan
19Mahi Datun SolihaS1 Manajemen
20Aulia AinussaniS1 Peternakan
21Fatkhatul NgulyaS1 Akuntansi
22Anisa Tri AmbarwatiS1 Pendidikan IPA
23 Laeli Lafi KhusnatunS1 Ekonomi Pembangunan
24Lusida KiswariS1 Pendidikan IPA
25Ariska MaulitaS1 Ilmu Administrasi Negara
26Lusinta KiswariS1 Pendidikan IPA
27Dyah Ayu Febriana Tri SusantiS1 Pendidikan Biologi
28Dita Putri Windi YantiS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
29Rina TurniyatiS1 Pendidikan IPA
30NoviantiS1 Ilmu Komunikasi

Penulis : Humas