Pelaksanaan Wisuda Universitas Tidar Periode ke-71 Tahun 2025
Universitas Tidar menyelenggarakan Wisuda Magister, Sarjana, Sarjana Terapan, dan Ahli Madya Periode ke-71 Tahun 2025, di Gedung dr. H. R. Suparsono, Jalan Kapten Suparman no. 39, Magelang, Sabtu (27/9).
Pada wisuda periode ini, sebanyak 817 lulusan dari jenjang Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya akan dikukuhkan secara resmi. Wisudawan terdiri dari 20 program studi dan 5 Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam sambutannya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiarto, M.Si. mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya dan upgrade diri dari mahasiswa menjadi alumni kebanggaan. “Selamat. Ananda adalah bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan keluarga bisa mengantarkan kalian ke puncak pertama dalam petualangan hidup,” ungkapnya.
Ia menyampaikan lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa.
“Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dalam berperilaku.Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar: untuk menerapkan ilmu yang telah kalian peroleh demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan peradaban,” jelasnya.
Rektor memberikan penghargaan khusus untuk 11 wisudawan berprestasi: 6 Wisudawan Berprestasi Akademik, yaitu wisudawan dengan nilai akademik terbaik di masing-masing Fakultas, dan 5 Wisudawan Berprestasi Non Akademik berdasarkan seleksi dari bagian Kemahasiswaan (BAKK) Untidar atas raihan prestasi lomba dan kejuaraan skala nasional dan internasional.

Wisudawan Terbaik kali ini diraih oleh Inayah Isnaini Faizah, lulusan program studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan IPK 3.97 dengan lama studi selama 1 Tahun 10 Bulan 13 Hari.
Selain menyelesaikan studinya, Ibu dua anak ini juga telah bekerja sebagai Guru di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, Muntilan. Ia menempuh studi Magister sebagai bekal untuk melanjutkan profesinya sebagai pendidik “Saya kuliah sambil mengurus anak, sambil tetap bekerja. Tapi Alhamdulillah semua bisa dijalani,” tuturnya.
Semua perjuangan itu ia jalani dengan satu tujuan, yaitu keluarga. Inayah ingin membalas kerja keras orang tuanya yang sejak dulu berjuang untuk pendidikan anak-anaknya. “Saya ingin mengangkat derajat orang tua yang telah bekerja keras untuk pendidikan anaknya, sekarang saya buktikan dengan bisa bersekolah hingga jenjang Magister dan memperoleh predikat wisudawan terbaik,” jelasnya.
Anik Sri Yulianti, Orang tua Inayah menyampaikan rasa bangganya saat mendampingi anaknya selama prosesi Wisuda. Ibunya, mengungkapkan bahwa pencapaiannya saat ini merupakan berkat usahanya sendiri. “Saya bangga dia ada di posisi ini, semua usaha sendiri, cari makanan sendiri, bekerja sambil kuliah.” tuturnya.

Sedangkan Sambutan Wisudawan diwakili oleh Wisudawan Berprestasi Risma Nanda Handayani dengan IPK 3,95 dari S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), FKIP, Untidar. Risma yang berdomisili di Donorojo, Magelang telah menyelesaikan kuliah Sarjana-nya selama 3 Tahun 10 Bulan 14 Hari.
Risma menyebutkan bahwa Orang tuanya bukan lulusan sekolah tinggi. Pendidikan bapaknya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan ibu hanya sampai Sekolah Dasar (SD). “Pekerjaan bapak sebagai buruh lepas harian, sementara ibu membuka warung kelontong seadanya di rumah. Saya menjadi sarjana pertama di keluarga, baik dari pihak bapak maupun ibu,” ungkapnya.
Orang tua risma turut menyampaikan perasaan bahagianya mengetahui anaknya menjadi sarjana pertama di keluarganya sekaligus wisudawan terbaik. “Saya bangga, bangga sekali. saya sekolah nggak terlalu tinggi, Cuma lulusan SMP.” ungkap Ayahnya, Wahib Mudaim.
Ibunya, Nirwati, berharap dan mendoakan anaknya agar keinginannya selalu tercapai, “harapannya yang diinginkan tercapai, terus berguna bagi keluarga, orang tua, nanti apa yang dia inginkan dan yang dia harapkan bisa berhasil sesuai dengan harapan.” tambahnya.
Risma membuktikan meskipun berasal dari keluarga dengan ekonomi sederhana, ia dapat meraih gelar Sarjana dan menjadi Sarjana pertama di keluarga baik pihak Bapak maupun Ibunya. Lulusan dari jalur SNMPTN itu juga mendapatan KIPK dan aktif dalam Unit Kegaiatan Mahasiswa IQSAN Universitas Tidar.
“Keberhasilan ini bukanlah milik kami seorang. Wisuda ini adalah persembahan untuk mereka yang senantiasa hadir di balik perjuangan kami, mereka yang diam-diam menengadahkan doa di setiap malam, mereka yang menghapus lelah tanpa pamrih: ayah dan ibu tercinta,” pungkasnya.
Penulis: Humas Untidar



