Kemdiktisaintek Jajaki Kerja Sama dengan PERURI untuk Digitalisasi Ijazah

Jakarta–Mendukung percepatan transformasi digital di bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) jajaki kerja sama dengan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Selasa (22/4).

Kerja sama ini diinisiasi mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional. Tujuan utama kerja sama ini adalah reformasi pelayanan publik dan membantu Kemdiktisaintek dalam digitalisasi, dengan fokus pada transparansi, efisiensi, dan akurasi.

“Melalui kerja sama dengan PERURI, yang tentunya lebih menguasai secara teknologi, digitalisasi, ke depan kita berharap kerja sama ini bisa berdampak efektif untuk perguruan tinggi, seperti digitalisasi ijazah dan dokumen legal, serta surat berharga lainnya,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Salah satu tantangan yang saat ini dihadapi Kemdiktisaintek berkaitan digitalisasi ijazah, dimana masih adanya pemalsuan ijazah. Tantangan ini berdampak luas seperti dalam proses seleksi penerimaan karyawan, dan kepentingan lain yang memerlukan validasi ijazah. Sehingga melalui kerja sama ini diharapkan dapat dicapai transparansi dan efisiensi dalam pelayanan.

Menyikapi hal ini, maka kebijakan yang diinisiasi ke depan adalah seluruh kampus diimbau untuk menerapkan sistem ijazah digital yang terintegrasi dengan transkrip nilai dan proses legalisasi, sehingga dapat diverifikasi oleh pemberi kerja atau penerima manfaat lain dari kebijakan ini. Kemdiktisaintek juga akan bekerjasama dengan PERURI terkait sistem dokumen legal lainnya melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek.

“Kita akan meyakinkan teman-teman PTN dan PTS terkait keuntungan atau kelebihan dari sistem digital ini dibandingkan dengan sistem yang ada. Tujuan kita bukan semata-mata mendigitalisasi atau mengubah bentuknya, tetapi memang ada banyak hal lain yang didapatkan oleh semua pihak terkait pentingnya kita lakukan transformasi digital,” ungkap Menteri Brian.

Kemdiktisaintek bersama PERURI akan berupaya optimal demi sistem digitalisasi yang ramah publik. Hal ini juga berkaitan dengan tugas dan fungsi PERURI. “Digitalisasi seperti digital ID, satu data, dan lainnya adalah sesuatu yang memang harus dibangun sebagai hal mendasar dalam pelayanan publik serta pendidikan. Karenanya kami akan senang sekali bisa terus melanjutkan kerjasama ini, membantu pemerintah untuk berbagai kebijakan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Direktur Utama PERURI Dwina Septiani Wijaya.

Pada kesempatan ini Mendiktisaintek Brian didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Togar Mangihut Simatupang, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Sistem Perguruan Tinggi, Hasan Chabibie, Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani. Turut Hadir pula dari Peruri antara lain Direktur Utama, Dwina Septiani Wijaya beserta jajaran.

Kemdiktisaintek Luncurkan Beasiswa Garuda untuk Pengembangan SDM Pendidikan di Indonesia

Jakarta-Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program Beasiswa Garuda bagi seluruh sumber daya manusia (SDM) pendidikan di Indonesia yang bercita-cita untuk berkuliah di kampus Top 100 dunia, Senin (21/4).

Peluncuran program dilaksanakan bersama dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek dalam acara “Sosialisasi Program Beasiswa Garuda bagi Sumber Daya Manusia di Seluruh Indonesia”.

Acara sosialisasi ini berlangsung secara hybrid dari Gedung D Kemdiktisaintek. Sosialisasi ini diselenggarakan dalam rangka pengembangan dan optimalisasi kapasitas SDM unggul, khususnya di bidang sains dan teknologi, serta memberikan informasi lengkap mengenai proses dan mekanisme program Beasiswa Garuda. Pendanaan program ini bersumber dari dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Beasiswa Garuda merupakan wujud gagasan Asta Cita Nomor 4, untuk memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujar Wamendiktisaintek, Stella Christie.

Semakin banyak investasi di bidang riset dan pengembangan, maka akan semakin maju negara tersebut. Ini menggambarkan bahwa di seluruh dunia, investasi di bidang ini akan menghasilkan paten-paten berkualitas.

“Paten-paten ini akan melahirkan industri berbasis teknologi. Paten yang ada di Indonesia masih banyak berkolaborasi dengan SDM luar negeri, sehingga dibutuhkan pembangunan SDM dalam negeri agar bisa menghasilkan paten yang sungguh-sungguh diciptakan oleh SDM kita sendiri,” lanjut Wamen Stella.

Beasiswa Garuda ditujukan untuk siswa yang sedang menempuh pendidikan formal di kelas XII, yang tidak hanya unggul, tetapi juga kompeten agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Selain itu, program ini bertujuan agar para penerima manfaat dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, bangsa, dan negara serta menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan.

“Program ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan calon penerima beasiswa, tetapi juga untuk mengidentifikasi talenta-talenta yang bisa berperan sebagai ilmuwan yang menghasilkan sains atau sebagai penggerak yang dapat mendistribusikan sains dan teknologi untuk negara. Kami ingin mendorong talenta-talenta besar ini untuk menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Sesditjen Saintek, Samsuri.

Sesditjen Saintek, Samsuri juga menegaskan bahwa program ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh SDM di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), bukan hanya sekadar mengejar target ijazah. Target dari program beasiswa ini adalah melahirkan peneliti yang memiliki kemampuan pedagogik dan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang diakui oleh industri.

“Kita memberikan kesempatan kepada siswa-siswi yang berasal dari SMA dan Madrasah Aliyah untuk melanjutkan pendidikan S1 ke luar negeri, karena tidak banyak yang memberikan beasiswa. Penerima beasiswa nantinya akan berperan dalam mentransfer pengetahuan yang diperoleh dari negara maju ke Indonesia,” ujar Dirjen Saintek, Ahmad Najib Burhani.

Besar harapan bahwa Beasiswa Garuda akan dapat mengangkat ekosistem sains dan teknologi di Indonesia, sehingga Indonesia akan mendapatkan tempat terhormat di dunia dalam kaitannya dengan sains dan teknologi.

Adapun laman pendaftaran Beasiswa Garuda bisa diakses pada tautan https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id

Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berkarakter: Semangat Kartini dalam Aksi Nyata DWP Kemdiktisaintek

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengadakan seminar Pencegahan Kanker, yang mengangkat tema “Menjadi Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berkarakter”, Kamis (17/04).

Kegiatan seminar kesehatan ini bekerja sama dengan Lembaga Kanker Indonesia. Peserta yang terdiri dari Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek, Dharma Wanita Persatuan Kementerian/Lembaga, Dharma Wanita PTN, Dharma Wanita LLDIKTI, pegawai wanita Kemdiktisaintek, serta masyarakat umum ini, diberikan edukasi tentang upaya pencegahan dan kesadaran akan bahaya kanker sedari dini. Hal ini berkaitan dengan bagaimana jiwa, dan karakter Kartini, dapat diimplementasikan oleh Kartini masa kini, tentunya semangat itu juga harus didukung dengan kondisi kesehatan yang optimal.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek, Ibu Levy Olivia Brian Yuliarto menyampaikan bahwa perempuan harus mampu memaksimalkan peran ganda dalam keluarga. Kegiatan lain yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek dalam rangkaian peringatan Hari Kartini kali ini antara lain adalah literasi keuangan syariah.

“Ibu-ibu, masih banyak yang membutuhkan kita, selain anak-anak kita, tentu pasangan kita, yang tentu saja kontribusinya berdampak untuk bangsa kita. Dalam kegiatan ini, kita juga akan dibekali pengetahuan penetrasi finansial, ini akan mendukung kita dalam mengelola keuangan dengan baik,” ujar Ibu Levy.

Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Cristie turut memeriahkan kegiatan ini. Wamen Stella berharap kegiatan semacam ini mampu menginspirasi dan meningkatkan peran perempuan di bidang Diktisaintek.

Pada kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek, juga memberikan dukungan penuh terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini direalisasikan dengan diadakannya pameran UMKM di gedung Kemdiktisaintek, meliputi UMKM yang bergerak antara lain di bidang makanan, pakaian, dan kesehatan.

Selain itu, pada kesempatan kali ini juga diadakan fashion show Wastra Nusantara, yang menampilkan karya anak bangsa, yaitu pakaian batik yang telah dirancang sedemikian rupa oleh Desainer Indonesia. DWP Kemdiktisaintek sangat mengapresiasi dukungan penuh terhadap semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini.

Sinergi Kemdiktisaintek–KLH: Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofik dalam agenda memperkuat kolaborasi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan sektor lingkungan, Senin, (14/04).

“Kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memiliki berbagai program yang sangat erat kaitannya dengan lingkungan hidup. Termasuk keberadaan kampus-kampus kami yang cukup banyak, 126 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan ada kurang lebih 4.400 total kampus dari Negeri dan Swasta, jadi ini sumber daya yang sangat besar. Tentunya dapat berkontribusi pada pengembangan keilmuan, maupun layanan-layanan kepakaran,” tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Pada agenda ini, Kemdiktisaintek dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan bersinergi untuk bekerja sama membangun program terkait sumber daya, pendidikan, pangan, dan air sesuai dengan ruang lingkup kedua kementerian. Salah satu program yang akan digarap bersama yaitu mengembangkan  teknologi lingkungan dari dalam negeri.

Fenomena hasil penelitian di perguruan tinggi yang belum dikomersilkan, ke depan juga akan didorong, sehingga sektor industri akan lebih tertarik untuk bekerja sama dengan Kemdiktisaintek dan KLH, terutama terkait produk-produk riset yang berkaitan dengan lingkungan.

KLH juga menggandeng Kemdiktisainek untuk pengawasan pelanggaran aturan lingkungan dan berharap keterlibatan akademisi dalam pengelolaan lingkungan. Menyikapi hal tersebut, Kemdiktisaintek ke depan juga akan mendorong kampus untuk berperan dalam pertumbuhan ekonomi wilayah, dengan memperhatikan sektor lingkungan.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa serta organisasi kemahasiswaan, juga akan menjadi garda terdepan untuk bersinergi, mengawal fokus kedua kementerian ini. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa bersiap menghadapi tantangan lingkungan hidup jelang Indonesia emas 2045.

Menindaklanjuti pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan KLH akan membuat perjanjian kerja sama dan mengadakan pertemuan dengan majelis rektor, agar rencana program dan kebijakan yang telah dirumuskan, dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan setelah ini bisa segera diimplementasikan, sehingga instrumen-instrumen yang kami lakukan, kontrol dan penegakan hukum yang kami lakukan terkait  dengan penataan lingkungan di negara kita benar-benar kemudian dapat menjamin proses keberlanjutan lingkungan hidup di tanah air, kami berterima kasih untuk kerja sama ini,” ungkap Menteri Hanif.

Pada kesempatan ini, Mendiktisaintek didampingi oleh Wakil Menteri, Fauzan, Dirjen Dikti Khairul Munadi, Direktur Kelembagaan, Muhammad Najib, dan Kepala Biro Hukum, Inneke Indraswati. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup didampingi oleh Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rijal Irawan, Deputi Tata Lingkungan Sumberdaya Alam Berkelanjutan, Sigit Reliantoro, serta Staf Ahli Menteri Antarlembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana.

Kemdiktisaintek Gelar Pertemuan Terkait Pengumuman Daftar Calon Penerima KIP Kuliah yang Lulus SNBP Tahun 2025

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) menggelar acara pertemuan terkait pengumuman daftar calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025 secara daring, pada Selasa (25/3).

Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Henri Tambunan dalam laporannya menyampaikan bahwa realisasi pencairan KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah untuk semester genap tahun 2025 telah mencapai 83,5%, dengan besaran dana Rp. 6.364.442.000.000,- . Perguruan tinggi diminta untuk segera mengajukan pencairan penerima KIP Kuliah yang belum diusulkan agar pencairan dapat dilakukan dengan tepat waktu.

Wamendiktisaintek Stella dan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar dalam sambutannya menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan tinggi serta memastikan bahwa bantuan KIP Kuliah diberikan secara tepat sasaran. Sesjen Kemdiktisaintek Togar juga menghimbau perguruan tinggi memberikan penundaan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk calon penerima KIP Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025 hingga pengumuman hasil seleksi SNBT pada tanggal 25 Mei 2025.

“Tujuan dari KIP Kuliah ini adalah untuk memberikan akses pendidikan tinggi. Pada tahun ini, kami telah mendesain kembali sistem penyaluran KIP Kuliah bersama Tim pengelola di PPAPT Kemdiktisaintek untuk memastikan peningkatan ketepatan sasaran. Kita membuka akses yang sebesar-besarnya kepada siswa-siswi Indonesia, insani-insani yang sungguh membutuhkan bantuan negara. Dan kedua, kepada mereka yang berprestasi dan memang layak untuk bisa mengenyam perguruan tinggi. Negara sangat ingin berpartisipasi untuk tentu saja memberikan yang terbaik,” ujar Wamen Stella.

Selain itu, tim teknis Kemdiktisaintek memberikan penjelasan teknis mengenai proses verifikasi dan validasi (verval) data calon penerima KIP Kuliah, agar proses tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang tercantum pada Keputusan Sekjen nomor 7/A/KEP/2025 tanggal 25 Februari 2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi .

Kemdiktisaintek telah menyampaikan Daftar Calon Penerima KIP Kuliah yang Lulus SNBP kepada 120 PTN di seluruh Indonesia dalam bentuk file unduhan di sistem KIP Kuliah. Selanjutnya perguruan tinggi diminta untuk melakukan proses verval dalam bentuk wawancara atau survei terhadap siswa  melaporkan hasilnya ke PPAPT sebelum 23 April 2025 untuk menentukan kelayakan sebagai penerima KIP Kuliah dari jalur SNBP.

Perguruan tinggi tetap memiliki kewenangan untuk melakukan verifikasi dan validasi ekonomi yang harus dilakukan secara cermat dan transparan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, status calon penerima KIP Kuliah dapat dibatalkan. Perguruan tinggi juga diwajibkan untuk melakukan pemutakhiran data mahasiswa calon penerima KIP Kuliah ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) sebelum proses penetapan penerima KIP Kuliah dilakukan.

Pemerintah memastikan bahwa mekanisme penetapan penerima KIP Kuliah tetap sama seperti tahun sebelumnya, namun dengan tambahan informasi terkait kelayakan ekonomi di formulir penetapan. Melalui kebijakan ini, Kemdiktisaintek berharap KIP Kuliah dapat terus menjadi sarana untuk meningkatkan akses dan kesempatan pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Cristie, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, Kepala Pusat Pembiayaan dan Assessment Pendidikan Tinggi, Henri Tambunan, serta pimpinan perguruan tinggi dan pengelola KIP Kuliah dari 120 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dengan total peserta mencapai lebih dari 360 orang.

Selamat Calon Mahasiswa yang Lolos SNBP 2025

Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengucapkan selamat kepada para calon mahasiswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Selasa (18/3).

“Terdapat 76 perguruan tinggi akademik, 44 perguruan tinggi vokasi, dan 26 PTKIN yang berpartisipasi dalam SNBP tahun ini. Kami dengan bangga mengucapkan selamat kepada adik-adik yang sebentar lagi akan diumumkan diterima. Ini adalah sebuah pencapaian luar biasa, hasil dari kerja keras dan ketekunan adik-adik selama bertahun-tahun, dengan bimbingan para guru, sehingga bisa lolos di perguruan tinggi impian,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian juga menegaskan bahwa SNBP merupakan jalur seleksi khusus berbasis prestasi, sehingga peserta yang diterima wajib memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Silakan ambil kesempatan yang sangat baik ini. Tingkat keketatan SNBP tahun ini mencapai 22%, yang berarti hanya sekitar satu dari lima peserta, yang berhasil diterima. Ini merupakan pencapaian yang tinggi dan menjadi langkah awal dalam perjalanan akademik di perguruan tinggi, yang tentunya berbeda dengan jenjang sekolah sebelumnya,” lanjut Menteri Brian.

Bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBP, Mendiktisaintek memberikan motivasi agar tetap optimis dan mencoba jalur seleksi lain.

“Masih ada banyak kesempatan lain, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi. Kami berharap hasil SNBP ini bisa menjadi penyemangat, tidak hanya bagi yang lolos, tetapi juga bagi adik-adik angkatan berikutnya agar terus tekun belajar demi meraih impian mereka,” tambah Menteri Brian.

Menteri Brian juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan SNBP 2025.

“Kami mengapresiasi kerja keras panitia SNPMB, para rektor dan tim SNPMB dari setiap kampus, serta para guru SMA yang telah membimbing dan mendukung siswa-siswinya dalam proses pendaftaran. Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi semua pihak sehingga seluruh proses seleksi dapat berjalan dengan baik. Jika ada kekurangan atau kendala dalam pelaksanaan, Kami mohon maaf dan berharap dapat terus meningkatkan kualitas seleksi di masa mendatang,” pungkas Menteri Brian.

Pengumuman SNBP 2025 ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi para mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Pengumuman hasil SNBP 2025 dapat diakses melalui laman https://pengumuman-snbp.snpmb.id. Peserta hanya perlu menyiapkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir sesuai data yang teregistrasi untuk mengecek status kelulusan. Jika dinyatakan lolos, maka harus segera melakukan registrasi ulang sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi.

Kemdiktisaintek dan Forum Zakat Siapkan Kolaborasi Beasiswa Penuh Bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyambut baik Forum Zakat untuk kolaborasi terkait program Beasiswa Zakat Indonesia bagi mahasiswa kurang mampu di Indonesia, Selasa (18/03).

Pertemuan dengan Forum Zakat hari ini mengangkat topik utama yaitu pengembangan program beasiswa penuh (fully funded) bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup. Kesempatan kali ini juga membahas berbagai isu penting, antara lain jumlah dana zakat yang dikelola, program beasiswa yang direncanakan, dan peningkatan literasi zakat bagi masyarakat Indonesia.

“Program Beasiswa Zakat ini sangat baik, kita akan koordinasikan teknisnya, memastikan tidak ada yang menerima beasiswa ganda, agar terjadi pemerataan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” ungkap Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menjelaskan upaya peningkatan akses pendidikan tinggi, baik bagi mahasiswa maupun dosen, melalui program beasiswa untuk jenjang S2 dan S3. Kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga filantropipun telah dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memperluas sumber pendanaan guna mendukung program-program tersebut.

“Beberapa program tentu kami berharap bisa kita kolaborasikan. Untuk teman-teman Forum Zakat saya sangat berharap juga partisipasi aktif dari lembaga-lembaga zakat lainnya,” ujar Menteri Brian.

Kemdiktisaintek membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak swasta, lembaga dan badan potensial lainnya untuk berkontribusi dalam pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri Ketua Forum Zakat, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, serta perwakilan dari berbagai lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat.

Kemdiktisaintek Selenggarakan Sosialisasi dan Penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi 2025

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan sosialisasi dan penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi Tahun 2025, Jumat (14/3).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengemukakan bahwa prioritas utama pembangunan nasional adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global. Pendidikan tinggi memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Untuk itu pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi agar dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dan berasal dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

“Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan salah satu program strategis nasional di bidang pendidikan yang bertujuan untuk memperluas kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan finansial, tetapi juga untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia,” ujar Menteri Brian.

Lebih lanjut Menteri Brian menjelaskan bahwa pada semester genap tahun 2025 Kemdiktisaintek mengalokasikan anggaran sejumlah 7,3 triliun rupiah, dengan jumlah sasaran 847.333 mahasiswa. Hingga dengan Kamis,13 Maret 2025 tercatat anggaran KIP Kuliah dan ADIK yang sudah tersalurkan dan dalam proses Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sejumlah 4,86 triliun rupiah bagi 547.777 mahasiswa.

“Kita telah mentransfer dana sebesar Rp4,86 triliun untuk mendukung 547.777 mahasiswa penerima beasiswa. Ke depan, kami berkomitmen mempercepat penyaluran beasiswa, sehingga mahasiswa bisa menerimanya lebih awal agar tidak mengalami kendala finansial dalam menempuh pendidikan,” tegas Brian Yuliarto.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan dukungan penuh terhadap program beasiswa ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan DPR dalam memastikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas.

“Kami mendukung penuh inisiatif yang dilakukan Kemdiktisaintek ini dan berharap agar skema pendanaan beasiswa semakin optimal. Kami juga mendorong agar dosen memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S3 guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia” ujar Hetifah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, melaporkan bahwa pada tahun 2025, program beasiswa KIP Kuliah akan diberikan kepada 1.040.192 mahasiswa, sementara beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) akan disalurkan kepada 9.141 mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk Papua dan daerah tertinggal.

“Kami terus memastikan bahwa penerima beasiswa ini benar-benar berasal dari kelompok yang membutuhkan, serta mempercepat proses pencairan agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan ekonomi selama studi mereka” ujar Togar.

Kepala Pusat Pembiayaan, Asesmen, dan Pendidikan Tinggi Henri Tambunan menegaskan bahwa Kemdiktisaintek menargetkan seluruh beasiswa dapat tersalurkan sebelum Lebaran 2025.

“Kami meminta semua perguruan tinggi untuk segera melaporkan data mahasiswa penerima agar pencairan bisa dilakukan tepat waktu. Kami juga akan melakukan sosialisasi lebih lanjut guna memastikan ketepatan sasaran program ini,” jelas Henri.

Berbagai pemangku kepentingan juga turut menghadiri acara ini, termasuk 12 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, kepala LLDIKTI Wilayah III, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), perwakilan bank Himbara, serta mahasiswa penerima beasiswa.

Dengan adanya sistem penyaluran beasiswa setiap awal semester, pemerintah berharap bantuan ini dapat diterima mahasiswa secara lebih terstruktur dan tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan mereka. Program KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi ini diharapkan mampu mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wamendiktisaintek Fauzan, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar Mangihut Simatupang, serta Kepala Pusat Pembiayaan, Asesmen, dan Pendidikan Tinggi Henri Tambunan. Dalam kesempatan tersebut juga secara simbolis dilaksanakan penyerahan beasiswa KIP-K dan Afirmasi Pendidikan Tinggi 2025 kepada 13 orang perwakilan mahasiswa.

Kepmen Baru Ditetapkan: Kemdiktisaintek Buka Peluang Percepatan Karier Dosen

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang lebih luas dan fleksibel bagi dosen untuk berkembang, meraih jenjang akademik lebih tinggi, dan berkontribusi lebih besar bagi pendidikan tinggi di tanah air, Rabu (12/3).

Dalam upaya memastikan kesinambungan dan kepastian hukum bagi pengembangan karier dosen, Kemdiktisaintek menggelar acara Penyamaan Persepsi Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kepmendiktisaintek) Nomor 63/M/KEP/2025 secara daring pada Rabu, 12 Maret 2025. Acara ini dihadiri pemangku kepentingan, khususnya Pengelola Jabatan Fungsional Dosen dari berbagai perguruan tinggi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi untuk memastikan keselarasan antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan. Dirjen Khairul berharap Kepmen yang telah terbit ini dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh kampus di Indonesia.

“Ke depan, diharapkan mutu layanan pembinaan dan pengembangan karier dosen dapat meningkat, serta bermuara pada dampak positif dalam peningkatan kualitas dosen di Indonesia,” ujar Dirjen Khairul.

Kebijakan yang telah mengakomodasi masukan berbagai pihak ini diresmikan pada 3 Maret lalu dan menggantikan Kepmendikbudristek 384/B/2024 dengan sejumlah penyesuaian penting. Termasuk perluasan kesempatan bagi dosen tidak tetap (yang memenuhi persyaratan) untuk naik jabatan, penyederhanaan pengangkatan pertama dosen, penyederhanaan kriteria Lektor Kepala, serta peningkatan fokus pada kualitas publikasi ilmiah.

“Tentu saja, penyesuaian ini perlu disusun dalam Peraturan Menteri agar terdapat kepastian hukum dalam pelaksanaan layanan pembinaan dan pengembangan karier dosen nantinya,” tambah Dirjen Khairul.

Perwakilan Tim Jabatan Akademik Dosen (JAD), Djoko Santoso memaparkan perubahan dalam regulasi terbaru terkait jabatan akademik dosen. Dengan diterbitkannya Kepmen ini, berbagai penyesuaian telah dilakukan untuk memastikan kelancaran transisi, kepastian hukum, serta pembinaan dan pengembangan profesi dosen. Regulasi baru ini dirancang untuk mengakomodir masukan dari berbagai pemangku kepentingan, sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan dosen dan institusi pendidikan tinggi.

Salah satu fokus utama regulasi ini adalah pendekatan menyeluruh dalam menilai jabatan akademik. Djoko menekankan bahwa dalam sistem baru, proses penilaian jabatan akademik, terutama untuk profesor, tidak lagi sekadar administratif, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek yang mencerminkan kualitas akademik seorang dosen.

“Untuk menjadi profesor, penilaiannya itu dilakukan secara holistik dan sifatnya tidak hanya administrasi,” ujar Djoko.

Selain itu, regulasi baru ini juga menghapus pemisahan antara magister dan doktor dalam proses kenaikan jabatan menjadi Lektor Kepala. Kini, baik dosen bergelar magister maupun doktor dapat mencapai jabatan tersebut dengan syarat memiliki publikasi di Jurnal Nasional Terakreditasi peringkat 1 atau 2.

Bagi dosen yang ingin meraih gelar Guru Besar, standar publikasi yang ditetapkan juga semakin jelas. Publikasi ilmiah yang menjadi syarat harus diterbitkan di Jurnal Internasional Bereputasi dengan nilai SJR minimal 0,1 atau JIF minimal 0,05. Hal ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas akademik melalui publikasi yang diakui secara global.

Salah satu aspek menarik lainnya dari regulasi baru ini adalah pengakuan terhadap karya seni sebagai bagian dari pertimbangan kenaikan jabatan akademik. Karya seni yang diajukan harus memiliki nilai kebaruan serta dampak sosial, ekonomi, atau politik yang signifikan. Selain itu, karya tersebut harus dipamerkan dalam pameran resmi yang dikurasi. Dengan demikian, regulasi ini membuka peluang lebih luas bagi dosen yang berkecimpung dalam bidang seni dan kreativitas untuk memperoleh pengakuan akademik yang setara dengan publikasi ilmiah.

Dengan diberlakukannya Kepmen ini, pemerintah berharap agar proses pengembangan dan pembinaan karier dosen menjadi lebih efektif dan transparan. Djoko Santoso menegaskan bahwa regulasi ini dirancang untuk meningkatkan mutu layanan pembinaan karier dosen dan pada akhirnya, berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

“Harapan kita semua, regulasi ini dapat memberikan kepastian bagi dosen dalam mengembangkan karier serta mendorong untuk terus berkontribusi dalam dunia akademik dengan standar yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Acara penyamaan persepsi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan semua pihak memahami dan menerapkan regulasi baru dengan baik. Dengan begitu, dosen sebagai pilar utama pendidikan tinggi dapat berkembang secara profesional dalam ekosistem yang lebih adaptif, inovatif, dan kondusif.

Temui Adaksi, Kemdiktisaintek Pastikan Pencairan Tukin 2025

Jakarta, Selasa (11/3) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen Tunjangan Kinerja (Tukin) 2025 bagi dosen akan dicairkan.

Kemdiktisaintek telah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pencairan Tukin dosen tahun 2025. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam pertemuan dengan Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek (Adaksi) menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi lintas kementerian.

“Kami memahami betapa pentingnya Tukin bagi dosen sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan,” ungkap Menteri Brian.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian juga menyampaikan rasa terima kasih kepada teman-teman Adaksi yang telah memberikan banyak masukan terkait pengelolaan perguruan tinggi.

“Kami sangat menghargai masukan dari teman-teman Adaksi, terutama mengenai aspek-aspek penting seperti kepangkatan, penelitian, dan Tukin,” ujar Menteri Brian.

Kepastian pencairan Tukin ini diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi dosen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian.

“Kami berharap setelah ABT dibuka, proses pencairan ini dapat segera dilakukan. Tentu saja, kami perlu melakukan sinkronisasi dengan beberapa kementerian terkait untuk urusan birokrasi. Namun, yang pasti, pencairan untuk tahun 2025 sudah ditetapkan,” tambah Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya pertemuan rutin untuk mendengarkan masukan dari dosen dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ke depan, kami berharap dapat bertemu secara rutin. Masukan dari dosen dan ASN sangat berharga bagi kami untuk melakukan perbaikan,” harap Menteri Brian.

Kepastian pencairan Tukin ini disambut baik oleh para dosen yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengapresiasi langkah Kemdiktisaintek dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dosen.

Dengan kepastian ini, diharapkan para dosen dapat terus berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mendengarkan masukan dari para dosen dan pimpinan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.