PENGUMUMAN PKKMB TAHUN 2021 DAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI MAHASISWA BARU

Mahasiswa baru Universitas Tidar WAJIB mengikuti rangkaian PKKMB Tahun 2021 yang diselenggarakan pada 11 – 16 Agustus 2021 secara ONLINE. Jadwal dan ketentuan dapat diakses pada KLIK DISINI

Mahasiswa baru juga wajib melengkapi administrasi berupa pembuatan KTM/ATM Mahasiswa dan Asuransi. Informasi detal dapat dilihat pada pengumuman dibawah ini :

Pengumuman Jadwal Resmi PKKMB Tahun 2021 dan kelengkapan administrasi mahasiswa baru KLIK DISINI



REKTOR UNTIDAR TERJUNKAN 1113 MAHASISWA IKUTI KKN TEMATIK PERIODE AGUSTUS 2021

Rabu, 3 Agustus 2021, Rektor Untidar beserta jajarannya melepas 1113 Mahasiswa Untidar yang akan melaksanakan KKN Tematik Periode Agustus 2021. Karena masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Perkantoran, Upacara Penerjunan hanya dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, para Dekan, perwakilan peserta KKN dan perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sebagian besar peserta KKN mengikuti Upacara Penerjunan secara daring.
“Pelajari permasalahan apa yang saat ini sedang dihadapi masyarakat. Petakan, lakukan analisis, pikirkan dan diskusikan bersama masyarakat dan dosen pendamping, lalu rumuskan alternatif solusinya. Akan lebih baik jika bisa langsung diimplementasikan dan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada”, tutur Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. dalam sambutannya. Senada dengan yang disampaikan oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. berpesan kepada peserta KKN untuk cermat dalam memilih tema. “Pilih yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat, sehingga KKN benar benar bisa memberikan arti bagi masyarakat sekitar”, tegas Dr. Noor Farid. “Jangan lupa protokol kesehatan tetap dijaga supaya tidak memunculkan hal hal yang tidak diinginkan”, tambahnya.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan. Kegiatan KKN ditujukan untuk peningkatan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni dalam kehidupannya. Selain itu, KKN juga ditujukan untuk meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara kurikulum yang dipelajari di kampus dengan realita kehidupan bermasyarakat.
Dalam menyikapi perkembangan bangsa terkini, Universitas Tidar merasa perlu berkontribusi dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 mengingat angka kasus harian yang masih tinggi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM-PMP) turut andil dengan merumuskan KKN Tematik di Masa Pandemi Covid-19, dalam rangka melaksanakan program akademik Universitas Tidar serta mendukung penanggulangan Covid-19.


KKN Tematik adalah program Kuliah Kerja Nyata dengan fokus yang spesifik dengan ciri: (1) relevan dengan program pembangunan daerah atau pemerintah pusat; (2) relevan dengan kebutuhan masyarakat; dan (3) relevan dengan visi, misi, renstra, kepakaran, dan IPTEKS yang dimiliki UNTIDAR. Program KKN ini telah terjadwal secara akademik di Universitas Tidar. Oleh karena itu, percepatan penanggulangan Covid-19 sangat strategis jika dilakukan dengan KKN secara tematik. “Ada 2 Tema KKN yang bisa dipilih oleh mahasiswa. Yaitu KKN Tematik Penanggulangan dan Edukasi Pencegahan Covid 19, dan KKN Berbasis Karya Pengabdian Kepada Masyarakat”, ujar Dr. Eny Boedi Orbawati, M. Si. (Plt. Kepala LPPM UNTIDAR).
Dr. Eny menjelaskan terkait dengan Penanggulangan dan Edukasi Pencegahan Covid 19, kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu : Program Edukasi Pencegahan Covid-19 Bagi Masyarakat Secara Daring, Program Pelatihan Penataan Administrasi Pemerintah Desa Berbasis TIK, Program Pelatihan Mitigasi Bencana dalam New Normal Life, Program Pelatihan Ide Usaha & UMKM dalam New Normal Life, Program Pelatihan Pemanfaatan Lahan untuk Mandiri Pangan dalam New Normal Life, Program Pelatihan Pembelajaran Efektif dalam New Normal Life, Program Bicara Baik Tentang Covid 19, Program Digital Marketing di Tengah Pandemi Covid 19, Program Literasi Media dan Pemberitaan Covid-19, Program Penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM) Terdampak Pandemi Covid-19, Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah, Program Penyuluhan Hukum Perlindungan Ketenagakerjaan, Program Penyuluhan Hukum Pertanahan, Penyuluhan Hukum Perikatan dan Analisis Kontrak Jual Beli dan Sewa Menyewa, Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Akibat Lemahnya Perekonomian, Penyuluhan Hukum Perpajakan, Penyuluhan Hukum Lingkungan, Program Pengelolaan Administrasi Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 Secara Daring, Peningkatan Inovasi Pembelajaran(perencanaan, strategi, media) Pada Masa Pandemi Covid-19 Bagi Peserta Didik Pada Satuan Pendidikan (TK/PAUD s/d SMA/SMK/MA) Secara Daring, Penataan Lingkungan (Adiwiyata) Satuan Pendidikan Bagi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Secara Daring, dan Pengembangan Manajemen Satuan Pendidikan Yang Sesuai Dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada masa pandemi Covid-19 Secara Daring,
Terkait dengan KKN Berbasis Karya Pengabdian Kepada Masyarakat, kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu : Program Pemanfaatan Kebun Sebagai Sumber Gizi Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga, Program Pasar Online Produk Pertanian, Pengembangan Smart Village Dalam Menghadapi Covid-19, dan Program Karya Pengabdian Pembuatan Alat Pencegahan Penyebaran Covid-19.
“KKN Tematik Periode Juli-Agustus 2021 diikuti oleh 1113 mahasiswa yang terbagi ke dalam 216 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 5-6 mahasiswa yang berasal dari minimal 3 bidang ilmu yang berbeda. Dosen Pembimbing Lapangan berjumlah 36 orang, dengan masing-masing dosen membimbing 6 kelompok KKN. Adapun Lokasi KKN tersebar ke 26 wilayah yaitu : Kabupaten Magelang (88 lokasi), Kota Magelang (68 lokasi), Kabupaten Temanggung (12 Lokasi), Kabupaten Kebumen (10 lokasi), Kabupaten Cilacap (4 lokasi), Kabupaten Pati (3 Lokasi), Kabupaten Purworejo (3 lokasi), Kabupaten Blora (2 lokasi), Kabupaten Klaten (2 lokasi), Kabupaten Boyolali (2 lokasi), Kabupaten Brebes (3 lokasi), Kabupaten Tegal (2 lokasi), Kabupaten Sukoharjo (1 lokasi), Kabupaten Karanganyar (1 lokasi), Kabupaten Pekalongan (1 lokasi), Kota Pekalongan (1 lokasi), Kabupaten Purbalingga (1 lokasi), Kabupaten Batang (1 lokasi), Kabupaten Semarang (1 lokasi), Kota Semarang (1 lokasi), Kabupaten Sleman (1 lokasi), Kabupaten Bekasi (1 lokasi), Kota Bekasi (1 lokasi), Kabupaten Banyumas (1 lokasi) dan DKI Jakarta (1 lokasi)”, tambahnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

TIM DEBAT UNTIDAR, SIAP MELAJU DI AJANG KDMI TINGKAT NASIONAL 2021

Setelah mengikuti seleksi tingkat wilayah (wilayah VI Jawa Tengah), saat ini Tim KDMI Untidar yaitu Muhammad Khoiruddin, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia semester 7 dan Danar Putri Miranda, mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi semester 7, bersiap untuk mengikuti seleksi KDMI tingkat nasional.

Sebelum maju ke tingkat wilayah, telah diadakan seleksi KDMI tingkat Universitas.  Perwakilan dari 5 fakultas dengan masing-masing 3 perwakilan harus melalui babak preliminary, semi final, dan grand final untuk menentukan Juara 1, 2, dan 3 tingkat universitas.  Setelah selesai kompetisi tingkat universitas, peserta dari 8 besar tim terbaik mengikuti seleksi individu untuk mendapatkan 2 perwakilan yang akan mewakili UNTIDAR menuju ke tingkat wilayah.

“Sebelum berlaga di tingkat Wilayah VI Jawa Tengah, kami digembleng dengan latihan rutin dan pemantapan selama 12 hari oleh Muhammad Rafy, praktisi debat yang juga salah satu juri seleksi KDMI tingkat UNTIDAR. Beliau ini memiliki banyak pengalaman menjadi mentor untuk mahasiswa peserta KDMI yang akan bertanding di tingkat Nasional. Kami juga didampingi oleh beberapa dosen yaitu Bu Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, S.S., M.Pd., Bu Firstya Evi Dianastiti, S.Pd., M.Pd., dan Bu Agnira Rekha, M.Pd”, tutur Putri. “Seleksi dan latihan yang kami jalani sangat menguras tenaga, pikiran dan emosi, karena durasi latihan yang padat dan tantangan latihan yang berat. Tapi kegiatan ini sangat menyenangkan karena kampus mendukung penuh, dan alhamdulillah kami bisa meraih rangking 4 dari 31 tim yang berlaga di tingkat wilayah VI Jawa Tengah. Seperti halnya tahun lalu, seleksi KDMI tahun 2021 menggunakan sistem daring. Yang pasti kami akan berjuang semaksimal mungkin di tingkat nasional, dan berharap bisa mempersembahkan kemenangan untuk UNTIDAR”, tambah Putri.

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia adalah ajang tahunan yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya untuk membangun 6 C, yaitu collaboration (kerjasama), creativity (kreatifitas), critical thinking (berfikir kritis), communication (berkomunikasi), citizenship (kewarganegaraan), dan character (karakter) pada generasi muda.  Keleluasaan mahasiswa dalam mengolah informasi dan membuat keputusan yang rasional sangat lekat dengan prinsip kemerdekaan dalam belajar. Aktualisasi mahasiswa dalam kompetisi debat merupakan wujud dari kebijakan Kampus Merdeka. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk menunjukkan sekaligus meningkatkan kemampuan akademis mereka melalui wahana kompetisi.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

PENYESUAIAN JADWAL PELAKSANAAN SELEKSI PENERIMAAN CPNS KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI TAHUN 2021

Sehubungan dengan proses verifikasi administrasi CPNS Kemdikbudristek Tahun 2021 yang sampai saat ini masih berlangsung serta mempertimbangkan Surat Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Nomor 6602/B-KS.04.01/SD/E/2021 tanggal 30 Juli 2021 tentang Perpanjangan Masa Verifikasi dan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi, maka dengan ini disampaikan penyesuaian rencana penjadwalan sebagai berikut :  KLIK DISINI



MAHASISWA UNTIDAR TEMUKAN SALEP PENJINAK TUMOR DAN KANKER PAYUDARA

Tanaman bambu merupakan sumber flavonoid yang berguna bagi kesehatan tubuh. Berbagai riset menyebutkan bahwa daun bambu adalah sumber flavonoid yang sangat baik. Kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu tubuh untuk melawan serta mencegah beragam penyakit. Kandungan antibakteri di dalam daun bambu dapat bermanfaat sebagai obat luka pada kulit. Kandungan antibakteri dan antiinflamasi yang ada di dalam daun bambu merupakan sumber penyembuhan yang baik untuk mengobati infeksi dan pendarahan yang menyertainya Teori pengobatan tradisional di Bali, China dan lainnya menyebutkan bahwa daun bambu memiliki potensi dikembangkan menjadi obat antikanker. Berangkat dari latar belakang inilah Silvi Fatika Wulandari (Program Studi S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian Untidar), Dessy Syafitri Yani (Program Studi S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian UNTIDAR), Hipit Putri Apriasih (Program Studi S1 Akuakultur Fakultas Pertanian UNTIDAR), Faiz Aulia Rizky (Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi UNTIDAR ), dan Wahyudi (Program Studi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik UNTIDAR) berinisiatif untuk membuat salep herbal dari ekstrak daun bambu dengan meminimalisasi penggunaan sediaan kimiawi, sekaligus mencari tahu potensi salep tersebut dalam mengatasi gangguan tumor dan kanker payudara.

Silvi beserta tim kemudian melakukan penelitian menggunakan mix method dengan model sequential exploratory, dengan didahului metode kualitatif untuk kemudian dilanjutkan dengan metode kuantitatif. Tujuan penelitian adalah membuat salep sinergi dari ekstrak daun bambu, meniran dan biji pepaya dengan basis vaseline putih untuk mengatasi tumor dan kanker payudara. Metode pengumpulan data menggunakan eksperimen dengan metode prevalensi berupa responden yang sudah terkena tumor dan kanker payudara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Dengan menimbang berbagai jurnal yang menjadi referensinya, Silvi memutuskan membuat salep daun bambu dengan meminimalisasi penggunaan sediaan kimiawi. “Komposisinya adalah 10 % ekstrak daun bambu + 80 % vaseline + 5 % ekstrak meniran + 5 % ekstrak biji pepaya. Proses ekstraksi daun bambu dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95 %. Salep yang dihasilkan memiliki bentuk krim, warna coklat, beraroma ekstrak daun bambu dengan pH 6,5. Daya sebar salep 3,5 cm dan daya lekat 3,66 detik”, jelas Silvi.

“Hasil uji efficacy menunjukkan bahwa penderita tumor payudara dengan ukuran sebiji salak (3-5 cm) dengan pemakaian salep 3x sehari selama 124 hari mengecil hingga seukuran biji pepaya (0,5-1 cm). Pemakaian salep dinilai lebih efektif daripada menggunakan kubis dan obat-obatan kimiawi dari dokter. Beberapa responden penderita kanker payudara stadium IIA dengan pemakaian salep 3x sehari selama 17 – 37 hari rasa sakit pada benjolan kanker hilang dan tekstur benjolannya melembek (menjadi lunak)”, tambahnya.

Salep Penjinak Tumor dan Kangker Payudara adalah karya inovasi yang belum lama ini memperolah Gold Medal dalam ajang AKIA Global Inventions Leader Award 2021 yang diadakan oleh Yayasan Aku Indonesia. Inovasi yang dihasilkan oleh Silvi dan kawan kawan ini membuktikan bahwa mahasiswa Untidar juga aktif  berkontribusi dalam menghasilkan penemuan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tentunya ini merupakan stimulus bagi mahasiswa lainnya agar selalu bergerak maju, mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan sumbangsih bagi Indonesia.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

PENERIMA KIP K MAHASISWA BARU UNIVERSITAS TIDAR TAHUN AKADEMIK 2021/2022

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Tidar Nomor: 1197 /UN57/K/HK.02/2021 tentang Penetapan Penerima Kartu lndonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Mahasiswa Baru Universitas Tidar Tahun Akademik 2021/2022, dengan ini Rektor Universitas Tidar mengumumkan bahwa nama mahasiswa yang tercantum pada lampiran ini dinyatakan lolos sebagai Penerima KIP K Universitas Tidar Tahun Akademik 2021/2022. Info lengkap KLIK DISINI



SK Penetapan KIP K UNTIDAr KLIK DISINI

PENCABUTAN STATUS BIDIKMISI MAHASISWA UNTIDAR SEMESTER GASAL T.A. 2021/2022

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Tidar Nomor :1798/UN57/K/HK.02/2021 tentang Pencabutan Status Mahasiswa Bidikmisi UNTIDAR pada Semester Gasal . Info lengkap KLIK DISINI



SK Pencabutan Bidikmisi KLIK DISINI

LABORATORIUM AGRONOMI FAPERTA UNTIDAR BUDIDAYAKAN ANGGREK HIBRIDA DENGAN METODE KULTUR JARINGAN

Fakultas Pertanian UNTIDAR menginisiasi pembudidayaan dan pengembangkan anggrek hibrida secara kultur jaringan. Diharapkan nantinya Anggrek Hibrida (anggrek hybrid) ini menjadi produk unggulan ciri khas dari Fakultas Pertanian (Faperta).  Selain itu anggrek hibrida diharapkan  dapat menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, sehingga dapat dikembangkan sebagai kegiatan wirausaha setelah lulus kuliah”, jelas Dr. Tri Suwarni Wahyudiningsih, Kepala Laboratorium Jurusan Agronomi Faperta yang menjadi PIC pilot project anggrek hibrida ini. “Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah kepala laboratorium dan teknisi laboratorium  dengan dukungan penuh dari Pimpinan Fakultas. Nantinya mahasiswa akan dilibatkan ketika kegiatan belajar mengajar dan praktikum sudah bisa dilakukan secara tatap muka”, tambahnya.

Proses Penanaman Anggrek di Laboratorium kultur jaringan (Dokumentasi Faperta UNTIDAR)

Dr. Tri Suwarni Wahyudiningsih menjelaskan bahwa anggrek hibrida merupakan tanaman anggrek yang tumbuh dan berkembang dengan adanya campur tangan manusia, baik disilangkan antar kultivar, populasi atau antar galur dalam satu spesies, dengan tujuan untuk mencari bibit unggul yang mampu memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap suhu suatu lingkungan. Agar budidaya anggrek hibrida membuahkan hasil seperti yang diharapkan dibutuhkan konsistensi dalam perawatannya.

Bunga Anggrek bulan yang telah berhasil disilangkangkan (Dokumentasi Faperta UNTIDAR)

“Dalam membudidayakan anggrek hibrida, Faperta memilih metode kultur jaringan. Proses pelaksanaan kultur jaringan berlangsung di dalam ruangan dengan berbagai alat dan bahan tertentu (laboratorium), membutuhkan modal awal yang besar dan harus dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang ini. Kultur Jaringan  sering disebut juga perbanyakan tanaman secara in vitro, yaitu budidaya tanaman yang dilakukan dengan media khusus dan alat-alat yang serba steril. Sistem perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan ini dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Tanaman baru yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat fisiologi dan morfologi. yang sama dengan sifat induknya. Sehingga sistem budidaya jaringan ini lebih hemat tenaga, waktu, tempat dan biaya. Dibidang pengendalian penyakit tanaman, kultur jaringan dapat menghasilkan tanaman yang bebas patogen yaitu melalui kultur meristem. Dibidang konservasi, dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman yang hampir punah, atau untuk penyimpanan plasma nutfah.” terangnya.

Bunga Anggrek Dendrobium Siap disilangkan (Dokumentasi Faperta UNTIDAR)

Hony Kharisma Sejati, S.P., teknisi laboratorium Faperta yang juga turut serta dalam project ini menyampaikan dengan metode kultur jaringan pengecambahan bibit anggrek lebih efektif dibandingkan dengan cara konvensional. “Ini merupakan metode dengan pemeliharaan minimal, dan dapat digunakan untuk menyelamatkan hibrida dari spesies yang tidak kompetibel”, jelasnya.

“Laboratorium Faperta sudah mengembangkan anggrek hibrida sejak 1 tahun yang lalu. Kami memiliki target Fakultas Pertanian dapat memproduksi anggrek hibrida skala besar”, jelas Dr. Tri Suwarni menutup wawancara.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

KARSALOKA TINGKATKAN LITERASI PENDIDIKAN DI DUSUN SEKENDI KABUPATEN MAGELANG

Kelas Belajar Anak Desa Berbasis Kearifan Lokal (KARSALOKA) merupakan konsep peningkatan literasi bagi anak-anak di dusun Sekendi, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Konsep ini dilaksanakan dengan tiga pendekatan. Pendekatan yang pertama adalah pendidikan dan pengajaran melalui kelas mentoring pengetahuan umum, kelas motivasi, dan perpustakaan desa. Pendekatan yang kedua adalah program pertanian melalui kelas menanam dan ruang tanam. Pendekatan yang ketiga adalah pelestarian budaya melalui kelas budaya, dan branding kebudayaan lokal.

KARSALOKA yang digagas oleh Khoirin Aisyah dan tim yang kesemuanya adalah mahasiswa Untidar, berupaya secara aktif dan masif membantu pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dengan memberikan motivasi bagi siswa SD dan SMP agar dapat berjuang menggapai cita-citanya ditengah keterbatasan.  Melalui program ini mahasiswa juga bisa mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi poin ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan praktik transfer ilmu kepada siswa SD dan SMP di desa dan daerah tertinggal.

Dusun Sekendi Desa Pogalan dipilih karena wilayahnya jauh dari pusat kota, mengakibatkan sulitnya akses internet untuk pembelajaran. Dimasa pandemi ini mereka dipaksa untuk beradaptasi dengan sistem sekolah daring, yang pada realitanya mengakibatkan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Diharapkan melalui KARSALOKA kendala atau permasalahan yang dihadapi masyarakat di Dusun Sekendi bisa mendapatkan solusi.

“Nantinya kami akan mengadakan Kelas Mentoring Pengetahuan Umum. Kelas Mentoring Pengetahuan Umum ini menjadi program di mana mentor dan juga pemuda-pemudi dusun akan menjadi fasilitator bagi siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Kelas ini akan dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, dan Rabu pada pukul 08.00-10.00”, jelas Khoirin selaku ketua pelaksana kegiatan. “Selain itu kami juga akan mengadakan kelas motivasi agar para siswa mendapatkan insight positif dan bersemangat untuk meraih mimpi. Selanjutnya kami juga merencanakan perpustakaan desa sebagai closing event yang diharapkan mampu menjadi sumbangsih para partner strategis serta donatur. Mereka akan menyerahkan buku bacaan, alat tulis, serta logistik lainnya yang bermanfaat bagi pelajar di dusun Sekendi”, tambahnya.

Disamping Program Pendidikan dan Pengajaran, melalui KARSALOKA Khoirin dan kawan-kawan juga mencetuskan Program Pertanian dan Program Pelestarian Budaya. Program Pertanian yang dimaksud mengarah pada pelestarian lingkungan dan juga pengetahuan seputar tanaman. Sementara Program Pelestarian Budaya berupa pengenalan kebudayaan lokal dusun Sekendi kepada generasi mudanya khususnya Seni Jathilan, dan branding kebudayaan dengan pembuatan dan pengelolaan platform media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook dan TikTok.

Ide yang digagas oleh Khoirin Aisyah bersama 12 anggota tim lainnya yaitu Rizki Sariningtias, Adi Ahmad Saputra, Ali Yasfi, Robi Hardika, Nisa Fadilah, Ichsan Nur Muchammad, Mayangsari Prameswari, Al Ihya Sanny, Mariska Naila Zifi An Najmi, Sobri Khausan Al Muis, Wimba Kamaludin, dan Aisyah Fitri Haryani ini, merupakan satu dari 6 proposal mahasiswa Untidar yang berhasil lolos dalam Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Kemdikbud Tahun 2021. Khoirin dkk. berharap melalui KARSALOKA nantinya akan ada pemuda pemudi desa yang melakukan pendampingan pembelajaran secara berkelanjutan, semakin meningkatnya minat dan keinginan siswa dalam belajar dan mendapatkan pendidikan, meningkatnya literasi anak-anak desa, kebudayaan lokal terus lestari, dan terbentuknya kelembagaan lokal yang dalam jangka panjang akan meneruskan dan mengelola program KARSALOKA.