PELAKSANAAN KRS MAHASISWA PROGRAM MERDEKA BELAJAR – KAMPUS MERDEKA (MBKM) UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2021

Menindaklanjuti Surat Nomor: T/2045/UN57/TM.01.01/2021 tertanggal 12 Agustus 2021 perihal Perpanjangan Jadwal Pelaksanaan KRS Semester Gasal T.A. 2021/2022 dan memperhatikan hasil Sosialisasi Penggunaan KRS dalam rangka Mendukung Program MBKM tanggal 30 Agustus 2021, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut KLIK DISINI

UPT PKPP UNTIDAR DAMPINGI DESA NGARGOGONDO RAIH PREDIKAT DESA WISATA MANDIRI

Kekayaan sumber daya alam dan budaya di kawasan pedesaan, memiliki potensi kuat untuk meningkatkan daya saing negara yang dimulai dari desa. Salah satu desa di Kawasan Borobudur yang memiliki potensi dan berpeluang untuk memanfaatkan fenomena Global Village dalam sektor pariwisata adalah Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Berdasarkan data Index Desa Membangun (IDM) 2019, Desa Ngargogondo termasuk dalam kategori desa berkembang hal ini salah satunya didukung oleh akses informasi dan komunikasi di Desa Ngargogondo yang sudah memadai. Selain itu Desa Ngargogondo memiliki potensi wisata edukasi yaitu Desa Bahasa. Desa Bahasa di Desa Ngargogondo menawarkan paket edukasi yang dipadukan dengan aktivitas berwisata.

Potensi sumberdaya alam Desa Ngargogondo yang terletak di barisan Pegunungan Menoreh tepatnya tiga kilometer arah tenggara Objek Wisata Candi Borobudur memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat menunjang pembangunan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.  Potensi tersebut salah satunya adalah sungai yang melintas desa yang dipercaya oleh masyarakat desa sebagai sungai purba yaitu Sungai Sileng. Selain sumberdaya alam, Desa Ngargogondo juga memiliki potensi budaya diantaranya beberapa Dusun di Desa Ngargogondo masih melestarikan Nglaras Madyo sebagai salah satu kebudayaan yang dilestarikan.

Dalam rangka akselerasi pengembangan Desa Wisata di Desa Ngargogondo serta dalam rangka mewujudkan mewujudkan kebijakan Kampus Merdeka dengan memberikan ruang yang lebih besar kepada mahasiswa untuk ikut terlibat dalam program-program pemberdayaan desa maka dibutuhkan kolaborasi berbagai stakeholder. Bukan hanya masyarakat desa sebagai sebagai eksekutor utamanya, tetapi juga pemerintah sebagai regulator, pihak swasta sebagai akselerator dan perguruan tinggi sebagai fasilitator dapat berkolaborasi mengembangkan Desa Wisata di Desa Ngargogondo sesuai tugas pokok dan fungsinya. Berdasarkan latarbelakang tersebut maka Universitas Tidar melalui UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) berkolaborasi dengan Pemerintah Kab. Magelang khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab Magelang, Pemerintah Desa Ngargogondo dan Wirausaha Magelang sebagai komunitas wirausaha di Magelang bekerjasama menyusun Program Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata berbasis Pendampingan di Desa Ngargogondo, Kec. Borobudur, Kab. Magelang, dilanjutkan dengan pengembangan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Pengelola Desa Wisata/ Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),

“Sasaran program pengembangan desa wisata berbasis pendampingan ini adalah Aparatur Desa, Pengelola BUMDes, Pengelola Balkondes, UMKM, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karangtaruna, dan Masyarakat Desa sebagai pelaku wisata”, ujar Lucia Rita Indrawati, M.Si., Kepala UPT PKPP UNTIDAR.

“Adapun target program pengembangan desa wisata berbasis pendampingan di Desa Ngargogondo  yaitu terbentuknya Kelembagaan Desa Wisata di Desa Ngargogondo dan Pengelola BUMDes memiliki SOP Pengelolaan Desa Wisata. Selain itu Pengelola Balkondes, UMKM, Pokdarwis, Karangtaruna dan Masyarakat sebagai pelaku wisata di Desa Ngargogondo, Kec. Borobudur, Kab. Magelang ditargetkan memiliki kompetensi Digital Marketing. Target lainnya adalah Pelaku Wisata memiliki paket wisata unggulan  dan Desa Ngargogondo, Kec. Borobudur, Kab. Magelang mendapatkan SK Desa Wisata dari Bupati Kab.Magelang. Untuk mewujudkan target tersebut ada banyak pelatihan yang kami adakan diantaranya Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata (Paket Wisata, Story Telling, Best Practice Village Tourism, Community Readiness), serta Pelatihan dan Praktik Digital Marketing. Kami juga mengadakan FGD Penyusunan Kelembagaan Desa Wisata dan SOP Pengelolaan Desa Wisata serta melakukan Pendampingan Pengajuan SK Desa Wisata”, tambahnya.

“Di tahun 2021 ini kami melaksanakan berbagai program diantaranya  Pelatihan & Praktek Promosi Terintegrasi. Lalu Pelatihan serta Praktik Bahasa Inggris, Hospitality, Budaya, dan Karakteristik Wisatawan. Kami juga mengadakan Pelatihan Pengembangan Kelompok Usaha,Workshop Fasilitator, serta Peningkatan Kapasitas Organisasi Desa Multi Disiplin. Kami berharap melalui berbagai program yang kami laksanakan ini, UPT PKPP bisa turut andil dalam pengembangan dan peningkatan SDM  Pengelola Desa Wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Ngargogondo. Dalam jangka panjang tentunya kita semua berharap Desa Ngargogondo dengan segala potensinya bisa menjadi Desa Wisata yang maju dan mandiri”, urai Lucia menutup wawancara.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

FURNITURE KAMAR KOST, PELUANG USAHA MENNJANJIKAN DI LINGKUNGAN KAMPUS UNTIDAR

Melihat peluang banyaknya mahasiswa yang membutuhkan meja dan rak buku untuk furniture kos, sementara barang-barang tersebut di Kota Magelang masih sulit dicari dan harganya relatif mahal. Mudhofar Zudi Tobiin, mahasiswa S1 Hukum UNTIDAR bersama dengan Muhammad Yazid Fathoni (S1 Manajemen), Hanafi Mazi Syaputra (S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), dan Tri Hendri Saputra (S1 Hukum) berinisiatif untuk membuka usaha Asesoris Kos: Furniture Kamar.

“Kami hadir untuk menawarkan produk penunjang bagi mahasiswa ataupun pelajar agar mendapatkan kenyamanan dalam belajar, sehingga hasil studi yang didapatkan lebih maksimal,” jelas Mudhofar.

“Berkat usaha tim, proposal usaha kami ini lolos program KBMI (Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia) Tahun 2021 sehingga kami mendapatkan dana stimulus dari Kemendikbudristek yang bisa digunakan untuk memajukan usaha ini,” tambah Mudhofar.

Mudhofar menjelaskan perdagangan eceran furniture berbahan dasar kayu dipilih setelah sebelumnya menyebarkan kuesioner kepada 100 orang calon pelanggan. Hasil kuesioner menunjukkan responden yang memilih perlengkapan kamar/kos yang berbahan dasar kayu sebanyak 65 %, 30% responden menyukai yang berbahan plastik, dan 5% responden menginginkan berbahan besi.

Dalam menjalankan bisnis kami bermitra dengan beberapa pihak, yaitu mitra pengrajin kayu, mitra pengrajin cermin, dan organisasi perkumpulan mahasiswa serta komunitas kampus yang membantu promosi produk.

“Keunggulan produk kami dibandingkan kompetitor diantaranya harga yang jauh lebih murah, barang dapat diantar sampai lokasi konsumen, produk ringan dan mudah dipindah, bentuknya sederhana dan tahan lama setidaknya hingga 5 tahun. 6, serta ramah lingkungan karena terbuat dari kayu sehingga mudah terurai. Adapun produk yang kami jual yaitu meja besar untuk belajar, meja kecil untuk belajar, rak besar untuk menyimpan buku, meja besar 1 meter, rak kecil untuk menyimpan buku, meja saku kecil dengan alas dibawah, meja saku besar dengan alas dibawah, rak susun serbaguna, rak hexagonal kecil, rak hexagonal besar, stand cermin kecil,  stand cermin besar, cermin tembok kecil, dan cermin tembok besar”, urai Mudhofar.

Asesoris Kos: Furniture Kamar adalah satu dari 5 proposal mahasiswa Untidar yang lolos program Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam rangka mendorong munculnya wirausahawan muda di perguruan tinggi.

Program KBMI diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah yang tertuang dalam Renstra Kemendikbudristek dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Program KBMI diharapkan juga dapat menghasilkan karya kreatif dan inovatif dalam membuka peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

BITO WIKANTOSA : MAHASISWA ADALAH MOTOR PENGGERAK PEMBANGUNAN DESA

Universitas Tidar menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema Mahasiswa sebagai Generasi Muda Unggul dalam Membangun Desa dan Daerah Tertinggal secara daring Sabtu (28/08). Kuliah umum ini dapat diikuti kurang lebih 2940 mahasiswa baru UNTIDAR Tahun 2021 via zoom meeting serta ditayangkan secara Live Streaming dari Kanal Youtube Universitas Tidar.

“Mahasiswa sebagai generasi muda dapat menjadi penggerak dalam pembangunan pedesaan yang berarah untuk percapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bukan hanya untuk menghabiskan dana yang ada,” jelas Bito Wikantosa, S.S., M. Hum,  Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Kemendesa, PDT dan Transmigrasi RI.

Sesuai yang tercantum dalam, Undang-Undang Desa memandatkan Desa berhak memperoleh sumber-sumber pendapatan salah satunya adalah Dana Desa yang bersumber dari APBN. Presiden Joko Widodo meberikan arahan pada 22 Oktober 2019 bahwa Dana desa harus dirasakan seluruh warga desa, terutama golongan terbawah dan Desa harus berdampak pada peningkatan Ekonomi dan SDM Desa.

Sesuai arahan tersebut Kemendesa PDTT menggunakan metode SDGs Global yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke dalam pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Selanjutnya disusun SDGs Desa sebagai upaya terpadu Pembangunan Desa untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan merupakan arah kebijakan Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Digitalisasi Desa mulai diselenggarakan untuk menerapkan kebijakan satu desa – satu data –satu peta, keterpaduan pembangunan desa berbasis aset dan digitalisasi pembangunan desa. Data-data desa yang diinput pada dashboard Kemendesa PDTT juga sebagai salah satu upaya pengendalian implementasi SDGs Desa,” tuturnya.

Digitalisasi Desa merupakan salah satu program yang telah disusun Kemendesa PDTT untuk meningkatkan pembangunan Desa tentunya membutuhkan bantuan dari berbagai pihak salah satunya mahasiswa sebagai motor penggerak dalam pencapaian SDGs Desa.

Keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan desa juga merupakan salah satu implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Banyak jalan menuju kompetensi unggul salah satunya dengan program kampus merdeka. Mahasiswa dapat mengembangkan potensi, cita-cita, aspirasi, passion yang berbeda satu dengan lainnya. Mahasiswa diberi kesempatan merdeka untuk memilih jalan terbaik mengembangkan potensi diri melalui pembelajaran yang fleksibel,” jelas Prof. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Program Kampus Merdeka memberikan kesempatan mahasiswa menjalani perkuliahan 1 semester diprodi lain dan 2 semester di kampus kehidupan/diluar perguruan tinggi. Kegiatan Kampus Merdeka meliputi :

  1. Pertukaran mahasiswa
  2. Magang
  3. Mengajar di sekolah – Kampus mengajar
  4. Penelitian
  5. Membangun desa
  6. Studi proyek mandiri
  7. Kewirausahaan mahasiswa
  8. Proyek kemanusiaan – relawan covid 
  9. Bela Negara

“PTN harus berani keluar dari zona nyaman dengan menyiapkan skil dan kompetensi baru untuk setiap lulusannya. Kita harus siap mengikuti perubahan era dunia kerja baru. Selembar ijazah kini tidak cukup untuk menjamin anda dapat menghadapi dunia kerja pada saat lulus nanti,” tambah Prof. Nizam.

Mahasiswa harus dipersiapkan memiliki kompetensi adaptive, agile learners, self directed, entrepreneur, complex problem solver, digital literacy, multi-diciplinary, dan global citizenship. Softskill tidak bisa didapatkan didalam ruang kuliah maka itu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dimunculkan.

Mahasiswa harus berkontribusi aktif dan positif dalam melaksanakan pembangunan desa dan daerah tertinggal yang ada di Indonesia. UNTIDAR sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menjadi tempat mahasiswa dalam menuntut ilmu dan memiliki kewajiban untuk membekali mahasiswa, agar mereka mampu berkontribusi secara baik dalam membangun desa dan daerah tertinggal. 

UNTIDAR berkomitmen menjadi lembaga yang mampu memberikan manfaat bukan hanya kepada dunia pendidikan akan tetapi juga pada lingkungan sekitarnya, baik itu dari segi seperti ekonomi maupun sosial budaya. UNTIDAR perlu membekali mahasiswa tentang pentingnya peran mahasiswa dalam membangun desa dan daerah tertinggal dengan kuliah umum Universitas Tidar tahun 2021.

“Kemajuan teknologi dan infrastruktur sudah mulai masuk ke daerah pedesaan. Kini tinggal anda, mahasiswa sekaligus generasi penerus bangsa untuk menggerakkan roda perekonomian pedesaan dengan berbagai ide dan inovasi,” tutur Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. pada sambutannya.

Rektor UNTIDAR menyampaikan bahwa ketimpangan desa dan kota itu masih ada. Kehadiran teknologi dan infrastruktur memerlukan SDM unggul untuk dapat menggerakkan roda perekonomian desa dengan mempertimbangkan potensi masing-masing wilayah.

“Berdagang atau wirausaha sekarang sudah bisa dilaksanakan di rumah. Hasil pertanian yang ada di pedesaan dapat di pasarkan via online misalnya,” tambahnya.

Mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan era “pekerjaan baru” yang mungkin dahulu belum pernah ada dan kini mulai bermunculan salah satunya perdangan online sekaligus pembayaran dan pengiriman barang yg semuanya bisa dilakukan di rumah saja.

Dunia pendidikan tinggi menfasilitasi pembangunan pedesaan dan daerah tertinggal salah satunya dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mahasiswa diberi kesempatan untuk memberikan ide dan kerja nyata dalam membantu pengembangan pedesaan.

Penulis : Kusumo Wardani

Kuliah Umum UNTIDAR 2021 dapat disaksikan pada Kanal Youtube Universitas Tidar KLIK DISINI

PENGUMUMAN BANTUAN PAKET KUOTA DATA INTERNET TAHUN 2021

Mahasiswa dan Dosen di lingkungan Universitas Tidar wajib mengikuti arahan pada Pengumuman berikut KLIK DISINI untuk mendapatkan Bantuan Paket Kuota Internet dari Kemendikbudristek Tahun 2021.

Mohon perhatikan data nomor handphone dan alamat yg tertera di WS Feeder. Bagi yang telah merubah data kami anjurkan untuk cek ulang karena telah dilakukan penyesuaian sistem.

MAHASISWA BARU UNTIDAR IKUTI WEBINAR SOSIALISASI KIP K UNTIDAR 2021

Mahasiswa Baru Untidar yang berhasil lolos seleksi  untuk mendapatkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Kamis 26 Agustus 2021 mengikuti sosialisasi terkait hak dan kewajiban termasuk privilege sebagai mahasiswa penerima (KIP-K) secara daring. Selama mengikuti acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB ini, mahasiswa mendapatkan banyak informasi dan pencerahan.

Webinar Sosialisasi Program KIP-K dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Kondisi ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi. Mahasiswa penerima KIP-K harus banyak bersyukur karena pemerintah memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki permasalahan ekonomi untuk bisa kuliah dengan memberikan bantuan KIP-K. Yang melamar ribuan, namun setelah diseleksi, hanya 500-an yang terpilih”, kata Prof. Sugiyarto.

“Cara merealisasikan rasa syukur adalah dengan menyadari ini adalah amanah, bukan uang cuma-cuma. Dana KIP-K berasal dari uang rakyat, karena itu harus bisa mempertanggungjawabkan untuk kepentingan yang sesuai dengan harapan pemerintah yaitu untuk menjadi generasi yang berbudi luhur dan berprestasi”, tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR juga berpesan agar mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP-K bersungguh-sungguh melaksanakan kegiatan perkuliahan. “Selain berprestasi secara akademik juga diharapkan punya prestasi tambahan (lomba non akademik atau memenangkan hibah dari pemerintah). Jadilah mahasiswa yang luar biasa rajin dalam perkuliahan, juga rajin beraktivitas karena sudah ada wadahnya. Penerima KIPK akan tergabung di Himadiktar sebagai wadah berprestasi dan bersosialisasi. Selain itu jangan merasa minder menjadi mahasiswa, karena mahasiswa penerima KIP-K memiliki hak yang sama dengan mahasiswa non KIP-K”, urai Prof. Sugiyarto.

“Visi UNTIDAR adalah menjadi universitas yang unggul di bidang kewirausahaan. Berjiwa wirausaha bukan berarti harus memiliki bisnis yang besar, melainkan memiliki sikap mental berdikari yang bisa dibentuk jika kita berkolaborasi dan bersinergi satu sama lain. Bukan berarti mencari untung untuk kepentingan pribadi, tapi dengan berwirausaha artinya memberikan kontribusi bagi universitas karena UNTIDAR sudah mendeklarasikan diri sebagai universitas yang unggul di bidang kewirausahaan”, tambah Prof. Sugiyarto.

Pada kesempatan ini mahasiswa penerima KIP-K juga mendapatkan penjelasan dari Koordinator Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, David Budi Hartono, S.E., M.M. Dijelaskan bahwa KIP-Kuliah lahir karena pemerintah tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa kuliah karena terkendala biaya. Pemerintah perlu mewujudkan keterjangkauan dan pemerataan yang berkeadilan dalam memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kepentingan masyarakat bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan. “Mahasiswa baru UNTIDAR yang memiliki Kartu Indonesia Pintar tidak otomatis menerima KIP-K. Tahun ini penerima KIP-K berjumlah 556 orang. Jika tahun lalu untuk biaya hidup per semester mahasiswa menerima Rp 4.200.000,- tahun ini menerima Rp 6.600.000,- “, jelasnya.

Pada webinar kali ini, mahasiswa baru penerima KIP-K juga mendapatkan arahan dari Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu Dr. Abdul Kahar, M.Pd. Selain itu mahasiswa juga mendapatkan informasi terkait mekanisme penyaluran dana KIP Kuliah oleh narasumber dari  BRI Cabang Magelang, paparan mengenai mekanisme kemudahan pembiayaan kebutuhan laptop oleh narasumber dari Bank Basar 69 Kabupaten Magelang, serta pengenalan Himadiktar sebagai wadah bagi mahasiswa penerima KIP-K UNTIDAR.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

REKTOR UNTIDAR TANDATANGANI MOU TERPADU DENGAN 7 PTN

“Jangan sampai habis energi untuk berkompetisi. Lebih baik  bersama sama meraih prestasi dengan berkolaborasi. Masing masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang melaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman memiliki keunggulan dan kekhasan. Kalau bisa saling bantu dan bekerjasama tentunya bisa saling menguatkan, sehingga bisa menjalankan program jauh lebih baik dengan hasil yang jauh lebih besar”, jelas Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. saat membuka acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Terpadu Versi Digital Bersama Dengan 7 PTN yaitu Universitas Siliwangi, Universitas Tadulako, Universitas Bangka Belitung, Universitas Samudra, Universitas Singaperbangsa, Universitas Teuku Umar dan Universitas Trunojoyo, Rabu, 25 Agustus 2021.

Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak dari 8 Perguruan Tinggi bersepakat dan setuju untuk melakukan Kerja Sama berlandaskan prinsip kemitraan dan saling memberi manfaat dalam rangka pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi dan fungsi kelembagaan masing-masing, demi pengembangan karakter bangsa, dalam kerangka pelaksanaan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Para Rektor yaitu   Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. (Rektor Universitas Tidar), Prof. Dr. H. Rudi Priyadi, Ir., M.S. (Rektor Universitas Siliwangi), Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP. (Rektor Universitas Tadulako), Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si. (Rektor Universitas Bangka Belitung), Dr. Bachtiar Akob, M.Pd. (Rektor Universitas Samudra), Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA (Rektor Universitas Teuku Umar), Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si (Rektor Universitas Trunojoyo) dan Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak.CA. (Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang).

Karena Pandemi Covid-19 belum berlalu, sementara di berbagai daerah di Indonesia masih memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan secara daring. “Alhamdulillah, meskipun diselenggarakan secara daring, UNTIDAR di Magelang, Universitas Siliwangi di Tasikmalaya, Universitas Tadulako di Palu, Universitas Singaperbangsa di Karawang, Universitas Samudra dan Universitas Teuku Umar di Aceh, Universitas Bangka Belitung di Sumatera, dan Universitas Trunojoyo di Madura, penandatangan nota kesepahaman bisa berjalan dengan baik. Kedepan segera difollow up dengan berbagai program untuk meningkatkan kualitas kegiatan tridharma perguruan tinggi”, kata Prof. Arifin.“

Pada kesempatan ini Rektor Untidar menyampaikan bahwa UNTIDAR sedang gencar mengembangkan program-program pembelajaran, salah satunya adalah magang. “Fakultas Pertanian misalnya, mahasiswa bisa melaksanakan magang untuk mempelajari anggrek selama 6 bulan, setelah lulus bisa membuka usaha anggrek. Lalu mahasiswa prodi peternakan bisa melaksanakan program magang selama 6 bulan di peternakan sapi perah, sehingga setelah lulus bisa membuka usaha serupa. Sementara itu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bisa magang di sekolah internasional dan pondok pesantren modern. Saat lulus sudah siap menjadi guru yang kompeten dan siap mengajar di sekolah umum, sekolah swasta, sekolah internasional maupun pondok pesantren modern. Mahasiswa Fakultas Teknik bisa melaksanakan magang di industri pengecoran baja/logam, industry otomotif’”, jelas Prof. Arifin. “Saya yakin di PTN lain juga banyak program unggulan terkait MBKM. Dengan adanya kerjasama ini kita bisa saling sharing, saling support dan maju bersama”, tambahnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Rektor UNTIDAR, Rektor Universitas Bangka Belitung menyampaikan kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk maju dan bergerak bersama. “Mengidentifikasi potensi apa saja yang dimiliki untuk kemudian bisa saling mengisi demi kemajuan bersama”, ucap Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si. “Daerah Bangka Belitung memiliki kelebihan pada sumber daya alam timah/tambang. Mungkin ini bisa dijadikan bahan kajian bersama”, tambahnya. Pada closing statementnya Rektor UNTIDAR mengucapkan terimakasih atas dukungan dan partisipasi dari 7 PTN. Rektor memohon kepada para Wakil Rektor Bidang Akademik agar nota kesepahaman jangan hanya menjadi dokumen, tetapi segera merancang program atau kegiatan apa saja yang akan ditawarkan lengkap dengan kebutuhan yang harus disiapkan mahasiswa, termasuk kapan kegiatan akan dimulai. “Insyaallah kalau pandemi sudah reda, kita bisa bertemu secara fisik dan mendiskusikan banyak hal untuk menghasilkan berbagai karya dan inovasi”, kata Prof Arifin saat menutup acara.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

Seremonial MoU dapat diakses pada Kanal Youtube Universitas Tidar KLIK DISINI

REKTOR SEMATKAN SATYA LENCANA KARYA SATYA KEPADA 7 ASN UNTIDAR

Senin, 23 Agustus 2021, secara simbolis Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. menyematkan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada 7 orang Pegawai Negeri Sipil UNTIDAR yaitu Drs. Giri Atmoko, M.Si. (Satyalancana Karya Satya XXX Tahun), Dr. Ir. Sri Hidayati, M.P. (Satyalancana Karya Satya XXX Tahun), Dr. Astuty, M.Pd. (Satyalancana Karya Satya XXX Tahun), RM Mahendradi, M.Si. (Satyalancana Karya Satya XXX Tahun), Dr. Lilis Hartati, S.Pt., M.P. (Satyalancana Karya Satya XX Tahun), Tri Suwarni Wahyudiningsih, S.Si., M.Si (Satyalancana Karya Satya XX Tahun) dan Sopii, S.Ag, M.M. (Satyalancana Karya Satya X Tahun).

Satya Lencana Karya Satya dianugerahkan kepada Pegawai Negeri Sipil, sebagai penghargaan bahwa selama melaksanakan tugasnya telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan serta telah bekerja terus menerus sekurang-kurangnya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.

Acara penyematan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rutin Apel Pagi yang diadakan setiap hari Senin secara daring sebelum pegawai UNTIDAR bekerja. “Semoga bisa memotivasi pegawai yang lain untuk selalu menunjukkan prestasi kerja. Selalu ingin maju dan melakukan inovasi agar memperoleh hasil yang optimal,” tegas Rektor dalam sambutannya.

“Bekerja tidak semata-mata menunaikan kewajiban, akan tetapi diharapkan setiap pegawai memiliki keinginan untuk terus memperbaiki diri agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, inovatif serta berdaya saing. Selalu berorientasi ke depan, kaya ide-ide yang cemerlang, berpikir rasional dan berprasangka baik, menghargai dan menggunakan waktu sebaik-baiknya,” tambah Rektor.

Dalam sambutannya Rektor mengingatkan agar seluruh pegawai UNTIDAR tetap bersemangat dalam bekerja, namun tetap menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya karena pandemi Covid-19 masih melanda. Rektor juga berpesan agar semua pegawai disiplin mengikuti kegiatan Apel Pagi. Petugas Apel juga diharapkan mempersiapkan acara dengan baik untuk menghindari terjadinya kesalahan selama kegiatan berlangsung.

Sesuai Surat Edaran nomor 1972/UN57/SE/KP.00.01/2021, serta dalam rangka memelihara dan meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air, pengabdian terhadap Negara dan rakyat Indonesia, serta ketaatan terhadap ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, maka seluruh pejabat dan pegawai di semua unit di lingkungan UNTIDAR diwajibkan untuk mengikuti Apel pada hari Senin setiap minggu pada pukul 08.00 WIB, mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada hari Selasa dan hari Kamis di setiap minggu pada pukul 10.00 WIB dan membaca naskah Pancasila pada hari Rabu dan Jumat setiap minggu pada pukul 10.00.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

HASIL SANGGAH ADMINISTRASI PENERIMAAN CPNS KEMENDIKBUDRISTEK TAHUN 2021

Merujuk pada pengumuman nomor 54279/A.A3/KP.01.00/2021 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021 dan sanggahan pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Administrasi pada tanggal 13 s.d. 16 Agustus 2021 melalui akun masing-masing pelamar di laman https://sscasn.bkn.go.id, info lengkap KLIK DISINI