UPT PKPP UNTIDAR Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/Berdikari

UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Perdesaan (UPT PKPP) mendapatkan amanah dari Rektor UNTIDAR untuk memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar Kledung (desa Kwadungan Gunung), dimana di wilayah tersebut terdapat tanah UNTIDAR, hibah dari Bupati Temanggung. UPT PKPP diharapkan bisa menghidupkan wilayah sekitar Kledung melalui kegiatan ekonomi dan sosial serta pengembangan dan peningkatan SDM. Tim UPT PKPP merancang program pendampingan agar Desa Kwadungan bisa mandiri/ berdikari dengan cara mengkolaborasikan potensi sumber daya manusia dan alam, serta potensi sentra usaha yang sudah berjalan, dengan dinas terkait.

Senin (3/9) UPT PKPP melaksanakan kegiatan Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/ berdikari. Kegiatan diisi dengan diskusi bersama tokoh dari organisasi yang ada (Bumdes, Karang Taruna, PKMD, dst), rencana pembuatan Pokdarwis dan AD/ART Bumdes, perencanaan program pengembangan desa sesuai IDM dan peninjauan tanah yang dihibahkan ke UNTIDAR. Lurah Desa Kwadungan Gunung sangat mendukung upaya pengembangan dan pengintegrasian potensi desa (kesenian, wisata, sumber daya alam) demi kemajuan dan  kesejahteraan warga desa.  Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dra. Gema Artisti W, M.M. menyampaikan bahwa Desa Kwadungan Gunung ini masuk pada kriteria desa yang berkembang dengan skor capaian 0,6. Sedangkan untuk menuju Desa Mandiri harus mencapai skor IDM 0,8. “Diharapkan kedepan pendampingan UNTIDAR bisa mendukung tercapainya skor. Adanya pembukaan Agro Techno Park UNTIDAR secara otomatis juga akan meningkatkan aspek aspek terkait perekonomian. Kami berharap niatan baik dari UPT PKPP ini bisa diimbangi dengan peranan pemerintah desa Kwadungan Gunung”, jelasnya.

 Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/ berdikari yang diadakan oleh UPT PKPP ini menghadirkan narasumber Novanda Alim Setya N, S.S, M.Hum, Founder Desa Berdikari Kabupaten Kebumen. “Desa Mandiri adalah desa yang memiliki 3 aspek ketahanan, yaitu Ketahanan Sosial, Ketahanan Ekonomi dan Ketahanan Ekologi”, jelas Novanda. “Pendampingan dari UPT PKPP yang memiliki tim dosen tentunya mempercepat langkah Desa Kwadungan Gunung menuju Desa Mandiri. Dengan status tersebut, bantuan dari pemerintah bisa lebih cepat didapatkan. Birokrasi yang seharusnya melewati 3 tahap, dengan menyandang status Desa Mandiri bisa melalui 2 tahap saja. Pokdarwis juga menjadi hal yang mutlak harus ada. Dengan Kelompok Sadar Wisata, sektor wisata punya wadah yang jelas, sehingga lebih mudah untuk dikembangkan”, tambahnya.

Dra. Lucia Rita Indrawati, M,Si., Ketua UPT PKPP UNTIDAR menyampaikan, dengan adanya pendampingan diharapkan bisa menggerakkan warga masyarakat untuk menuju desa yang mandiri dan berdaya saing. “Kami juga mengedukasi warga masyarakat agar mau mengembangkan diri dengan peningkatan kapasitas. Selain itu UPT PKPP berupaya mengintegrasikan potensi yang ada bagi kesejahteraan masyarakat desa Kwadungan Gunung”, jelasnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

PROKES KETAT, WISUDA KE 58 UNTIDAR DISELENGGARAKAN SECARA OFFLINE

Universitas Tidar menyelenggarakan Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Ahli Madya ke 58 secara luring/offline pada Sabtu, (25/11) di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono.

Dilaksanakan dalam masa PPKM, prosesi wisuda diselenggarakan secara ketat sesuai protokol Kesehatan dalam rangka penyebaran Covid 19. Sedikit berbeda dengan penyelenggaraan wisuda sebelumnya, sesuai anjuran Satgas Covid Kota Magelang para wisudawan membawa bukti Rapid Antigen maksimal 2×24 jam sebelum acara berlangsung.

Wisudawan yang tidak membawa bukti rapid antigen diwajibkan melakukan skrining menggunakan GeNose yang disediakan oleh pihak UNTIDAR. Hanya wisudawan yang boleh memasuki area kampus dan mereka tidak dianjurkan untuk membawa kendaraan sendiri.

Wisuda ke 58 diikuti oleh 266 wisudawan dimana 127 orang diantaranya meraih predikat Cumlaude/Lulus dengan Pujian.

Rincian :

Rincian Jumlah Wisudawan
Fakultas Ekonomi
S1 Ekonomi Pembangunan 34
S1 Manajemen 1
D3 Akuntansi 11
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
S1 Ilmu Administrasi Negara 47
S1 Ilmu Komunikasi 2
S1 Hukum 3
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
S2 Pendidikan Bahasa Indonesia 1
S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 48
S1 Pendidikan Bahasa Inggris 36
S1 Pendidikan IPA 16
Fakultas Pertanian
S1 Agroteknologi 19
Fakultas Teknik
S1 Teknik Elektro 24
S1 Teknik Sipil 10
S1 Teknik Mesin 10
D3 Teknik Mesin 4
Jumlah 266

Wisudawan Terbaik

  1. Fitriya Ningrum
3,92 S1 PBSI
  1. Dita Ayu Maharani
3,9 S1 PBSI

Sambutan Rektor :

Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc.

“Pada situasi pandemi saat ini, wisuda kali ini dilaksanakan dengan lebih sederhana tanpa menghadirkan orang tua maupun keluarga wisudawan. Namun kita semua harus teteap bersyukur dapat mengikuti acara hari ini dalam keadaan sehat,” kata Rektor UNTIDAR.

Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua dan kerabat wisudawan yang menyaksikan prosesi wisuda dari rumah via Kanal Youtube Universitas Tidar telah mendampingi putra-putrinya selama ini sehingga dapat menyelesaikan studinya.

Rektor menyampaikan 3 harapan untuk para wisudawan yaitu tidak terhanyut oleh arus yang sekarang cenderung turbulen, kontribusi pada masyarakat dan tidak hanya mengandalkan predikat lulus dan ijazah untuk meraih kesuksesan.

“Saudara lulus tepat pada saat keadaan anomaly di semua aspek kehidupan, karena hantaman pandemic Corona Virus Desease-19 dan gelombang revolusi Industri 4.0 yang telah dipercepat merambat ke semua sendi kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Ribuan jenis pekerjaan yang bersifat rutin dan keterampilan sederhana akan hilang digantikan oleh sistem otomasi, kecerdasan buatan dan hiperkonektivitas digital. Tetapi bersamaan dengan itu akan dating ribuan peluang kerja baru, peningkatan produktifitas dan peningkatan layanan publik.

Sambutan Alumni :

Ratno Timur, S.T., M.T. (Alumni Teknik Sipil 2011)

Selepas mendapat lulus dan mendapat gelar wisudawan diharapkan dapat memenfaatkan ilmu yang dimilikinya sehingga memiliki kebermanfaatan untuk orang banyak.

“Alumni UNTIDAR mampu bersaing dengan lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya. Yakinlah kalian akan menjadi pribadi yang sukses dikemudian harinya,” kata Ratno.

Ratno Timur, S.T., M.T. adalah alumni program studi (prodi) Teknik Sipil, Fakultas Teknik yang lulus pada tahun 2011. Beliau saat ini merupakan Manager Perusahaan Infrastruktur/VP Infrastruktur BUMN Pariwisata PT TWV Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (persero) semenjak tahun 2016.

Selain itu, Ratno juga menggeluti bisnis Akomodasi Homestay “Jogan Gumelar” di Borobudur dan pengembangan suku usahanya meliputi Property Catering/Rental Equipment untuk pesta dan gathering, tourism organizer serta franchise friedchicken.

“Untuk menemukan peluang pekerjaan atau usaha setelah lulus, wisudawan perlu memiliki 4 hal yaitu Visi, Pasion, Action dan Collaboration,” jelasnya.

Visi atau sebuah cita-cita wajib dimiliki untuk mengalirkan energi positif. Tanamkan dalam pikiran “saya akan sukses, saya akan kaya” sebagai motivasi dan semangat. Keinginan yg luar biasa “pasion” harus diimbangi dengan aksi/usaha. Jangan berdiam diri Ketika ada kesempatan yang datang.

“Pada jaman ini tidak boleh bekerja sendiri. Salahsatunya kerjasama dengan teknologi. Bisnis pariwisata mengajari saya kolaborasi dengan teknologi akan membuahkan peluang yang luar biasa serta mampu bertahan dalam kondisi pandemi seperti ini,” pungkasnya.

 

WISUDAWAN TERBAIK

Fitriya Ningrum wisudawan dari Program Studi (prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) berhasil mendapatkan IPK 3,92 dan meraih predikat wisudawan terbaik dalam Wisuda ke-58 Universitas Tidar Tahun 2021 yang diselenggarakan Sabtu, (25/11).

Putri dari bapak Supodo dan Ibu Nurul Ngafiah ini berasal dari Gentan Rt 01, Rw 01 pasuruhan, Mertoyudan, Magelang ini menyelesaikan kuliahnya dalam jangka waktu 3 tahun 9 bulan 23 hari.

“Selepas lulus SMA, sebenarnya saran dari sekolah dijuruskan untuk kuliah jurusan prodi Akuntansi di sebuah perguruan tinggi di Semarang. Namun, orang tua tidak memperbolehkan kuliah di luar Magelang lalu saya merubah pilihan ke UNTIDAR dan memilih prodi PBSI,” kata Fitriya,

Anak pertama dari 2 bersaudara ini awalnya mengaku pesimis mengambil jurusan PBSI karena menurutnya nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia tertinggal jauh daripada nilai ilmu sosial dan matematika. Tapi berkat ridho kedua orang tua dan kemantapan hati, saya diterima di UNTIDAR lewat jalur SNMPTN di prodi PBSI.

“Awalnya pesimis namun setelah saya berkecimpung dalam dunia sastra, ternyata saya menyukainya. Bahkan saya tidak tahu kalau ternyata mempunyai bakat dalam puisi,” tuturnya.

Berasal dari keluarga sederhana, tidak menyurutkan semangatnya untuk mewujudkan cita-citanya sebagai Guru. Walau banyak yang meragukan kemampuannya karena kondisi ekonominya. Fitriya mampu membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi yang terbaik di sekolahnya terdahulu dan sekarang menjadi wisudawan terbaik.

“Sejujurnya, saat  SD dan SMP saya malu karena selalu diejek teman-teman. Mereka bilang bau sampah begitu. Tapi Mak’e dan Pak’e selalu membersarkan hati saya dan mengajak melihat kondisi sekitar dimana masih banyak yang kondisi ekonomimnya jauh dibawah keluara kami,” terang Fitriya

Semenjak itu, Fitriya berusaha selalu membanggakan kedua orang tuanya.  Apapun pekerjaan keduanya, mereka selalu bersyukur dan berusaha keras untuk membuat anak-anaknya lebih unggul dari mereka. Bapaknya dulu bekerja sebagai pemilah sampah di TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) sejak 1998. Kemudian diangkat menjadi tukang sapu oleh DLH Kabupaten Magelang pada 2019 dan pada tahun 2021 dijadikan penjaga malam oleh Dinas Lingkungan Hidup. Ibu saya tetap menjadi pemilah sampah di TPSA sampai saat ini.

Kini Fitriya sudah bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia di MA Al Huda serta menjadi tentor mengajik dan tematik SD kelas 3 di Smart Collage Pandan Sari.

“Seekor burung yang bertengger di ranting tidak takut rantingnya patah, karena mereka percaya dengan kekuatan sayapnya sendiri. Maka buat adek-adek yang sama seperti saya jadilah kalian pribadi yang kuat, tangguh, dan mandiri dalam menggapai mimpi. Yakinlah pada kekuatan diri sendiri karena kekuatan terbesar ada pada kemauan diri kita sendiri. bukan tergantung seberapa kaya materi yang dimiliki orang tua. Selalu cari terobosan buat tetap berdiri dan meraih mimpi,” pungkasnya.

Penulis : Kusumo Wardani

UNTIDAR-POLRES MAGELANG GELAR VAKSINASI MASSAL KUOTA 3000 DOSIS

Universitas Tidar bekerjasama dengan Polres Magelang Kota menggelar vaksinasi massal kepada 3000 mahasiswa UNTIDAR dan masyarakat umum, Rabu dan Kamis (22-23/09). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono, UNTIDAR dimulai pukul 07.00 – 13.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Bangkit, Sinergitas BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Mengangkat tajuk Vaksinasi Merdeka Serentak, kegiatan ini dilaksanakan di 96 titik di seluruh Indonesia. Salah satu titiknya adalah di Universitas Tidar.

Acara ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara daring. Tampak hadir di lokasi, Walikota Magelang, dr H. Muhammad Nur Aziz, Sp.PD, ketua Kejaksaan Negeri Kota Magelang, Siti Aisyah, S.H., M.H., dan Kapolres Magelang Kota, AKBP Asep Mauludin S.I.K., M.H., didampingi Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Sc.

Pada pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal ini, Dikerahkan sekitar 50 tenaga kesehatan dari RSU Magelang, Rumah Sakit Budi Rahayu, Klinik Indonesia, dan Dokkes Polres Magelang. Tenaga Kesehatan ditugaskan untuk melakukan tensi, screening, dan pemberian vaksin. Sedangkan untuk bagian pendaftaran dan pengaturan peserta vaksin dibantu oleh 100 tenaga pendukung/panitia dari BEM KM UNTIDAR.

Dalam kesempatan ini, Mukh Arifin mengungkapkan kepuasannya atas kinerja panitia. “Terima kasih kepada Polres Magelang Kota serta BEM KM UNTIDAR yang telah berkolaborasi mewujudkan program vaksinasi ini dalam rangka percepatan herd immunity,” kata Mukh Arifin.

Di kesempatan yang sama, Asep Mauludin menyampaikan apresiasi kepada peserta vaksin. “Kami mengapresiasi tingginya semangat untuk mengikuti vaksin dari mahasiswa UNTIDAR dan masyarakat umum. BEM KM UNTIDAR juga sangat membantu, mulai dari koordinasi awal hingga pelaksanaan pada hari ini.” tuturnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Kartiko Budiyono menjelaskan bahwa Pengumuman pendaftaran vaksinasi mulai dipublikasikan mulai 19 September 2021 melalui media sosial resmi UNTIDAR maupun BEM KM UNTIDAR. Informasi juga disebar melalui WA Group dan partner media lokal. “Antusiasme mahasiswa UNTIDAR serta masyarakat cukup tinggi untuk mengikuti kegiatan vaksin. Terbukti kuota 3000 dosis vaksin terpenuhi”, tambahnya.

Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinovac. Untuk mencegah kerumuman, vaksinasi dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 22 dan 23 September 2021. Pembagian jumlah peserta, alur serta teknis pelaksanaan vaksinasi telah diatur oleh Polres Magelang Kota. Pelaksanaan vaksin akan kembali dilasksanakan 28 hari kedepan. Pemberian vaksin lanjutan ini akan diinformasikan kepada peserta vaksinasi via grup telegram yang dikelola oleh BEM KM UNTIDAR.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

PELAKSANAAN WISUDA PROGRAM PASCASARJANA, SARJANA, DAN AHLI MADYA PERIODE KE-58 TAHUN 2021

Sehubungan dengan pelaksanaan Wisuda Program Pascasarjana, Sarjana, dan Ahli Madya Periode ke-58 Tahun 2021, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  • Form Deteksi Diri bit.ly/Self_Assessment58
  • Form Wisudawan Berhalangan Hadir bit.ly/WisudawanBerhalanganHadir58
  • Video Simulasi Wisuda KLIK DISINI
  • Denah Tempat Duduk Wisudawan KLIK DISINI
  • Hasil Rapid Antigen Maksimal 2×24 jam menjelang Prosesi Wisuda
  • Bagi yang telah mengisi form Deteksi Diri sebelum hari Rabu, 22 September 2021 diharapkan mengisi ulang form dengan melampirkan Hasil Swab sesuai ketentuan terbaru.
  • Form Deteksi Diri dibuka kembali pada Rabu, 22 September 2021 pukul 15.00 Wib dan maksimal pengisian pada Jumat, 24 September 2021 pukul 15.00 Wib
  • Gladi Bersih Wisuda Program Pascasarjana, Sarjana, dan Ahli Madya Periode ke-58 Tahun 2021 secara Online via Zoom Meeting pada Kamis, 23 September 2021 Pukul 09.00 Wib – selesai. Meeting Id dan Pasword menghubungi TU Fakultas masing-masing atau ke WA Helpdesk UNTIDAR

PENGUMUMAN TENTANG PELAKSANAAN WISUDA PROGRAM PASCASARJANA, SARJANA, DAN AHLI MADYA PERIODE KE-58 TAHUN 2021



Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR Kembangkan Ekowisata di Sekitar Candi Selogriyo

Candi Selogriyo terletak di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Candi ini memiliki keunikan, yaitu terletak di kaki Bukit Giyanti dan Bukit Condong, dengan pemandangan yang sangat indah. View paling ikonik adalah adanya terasering seperti di Ubud Bali. Hal ini menjadi kelebihan dari Candi Selogriyo.

Sudah banyak terobosan dilakukan di sekitar kawasan Candi Selogriyo untuk mengembangkan wisata candi ini. Namun dalam pelaksanaan secara keseluruhan belum berjalan sempurna. Di kawasan luar candi yaitu di sekitaran jalan menuju candi masih banyak hal yang perlu diperbaiki, seperti banyak ditemukan kayu dan sampah organik yang berserakan. Hal ini tentu akan mengurangi keindahan candi. Permasalahan lain adalah sarana dan prasarana ke candi yang kurang memadai dan akses menuju candi yang belum terkondisi.

Banyaknya masalah yang belum teratasi dikarenakan faktor pendanaan dan masyarakat yang belum sadar serta belum mampu mengelola potensi desa dengan baik. Padahal di desa Campurejo terdapat beberapa usaha yang bisa dikembangkan yaitu keset dari kain perca, kopi khas Dusun Campurejo, dan kerajinan anyaman besek. Berdasarkan latar belakang inilah Dian Pangestuti bersama dengan tim yang kesemuanya adalah mahasiswa program studi Pendidikan Biologi yaitu Yuni Anisa Widiyanti, Tri Wahyuningsih, Meyta Adi Triyani, Yuda Fahrurozi, Aulia Salsabilla, Dewi Febriyana, Akhmat Sofiyan, Erik Setiawan dan Ivana Riqoh Aprilia berinisiatif untuk mengembangkan sebuah konsep wisata yang mampu meningkatkan jumlah pengunjung Candi Selogriyo sekaligus memberikan alternatif peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Jika melihat dari potensi-potensi yang ada di Desa Kembangkuning maka pengembangan ekowisata sangat cocok untuk dilakukan. “Sasaran program adalah mereka yang  tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran, namun dapat berkontribusi dan berkomitmen dalam kegiatan pemberdayaan dari awal hingga akhir program. Diperlukan juga tokoh masyarakat yang bertugas menjadi pengurus, misalnya pemuda karang taruna atau aparat desa untuk  membantu kelancaran pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat ini. Masyarakat disini harus berperan aktif karena hal ini akan membantu pengembangan baik untuk masyarakatnya dan juga untuk desanya, terutama untuk wisata Candi Selogriyo yang bisa semakin dikenal”, jelas Dian.

“Tahap awal adalah perencanaan program, meliputi persiapan alat dan bahan, pembentukan pengurus/kelompok, proses perizinan, dan sosialisasi program kepada masyarakat. Keberlanjutan program akan terlaksana dengan adanya pembentukan satgas atau karang taruna yang sinergis. Setelah persiapan kami mengadakan sosialisasi dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Peserta dalam sosialisasi merupakan masyarakat sasaran yang sudah ditentukan sesuai dengan kriteria dan tokoh-tokoh masyarakat di Dusun Campurejo. Tahap selanjutnya adalah pembinaan dan pelatihan dengan menggunakan metode pendampingan, bekerja sama dengan  pihak terkait. Pelaksanaan program yaitu dengan pengembangan ekowisata yang terdiri atas penambahan rice field tourism, spot selfie, UMKM-Corner dan pementasan kesenian Jathilan. Program ini dilakukan untuk menarik minat pengunjung Candi Selogriyo. Tak lupa kami melakukan kegiatan pemasaran dengan cara promosi melalui sosial media serta menyebarkan brosur di jalan-jalan atau di tempat umum. Dengan promosi ini maka orang-

orang mengetahui bahwa di candi terdapat spot selfie yang indah. Promosi melalui media sosial diharapkan mampu menarik banyak pengunjung terutama kamu millenial. Luaran yang ingin kami capai adalah Candi Selogriyo berkembang menjadi ekowisata, ekonomi warga Dusun Campurejo bisa meningkat dan terjalinnya kemitraan antara desa dan UNTIDAR”, urai Dian.

“Kami senang karena proposal kami lolos seleksi Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa sehingga mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek. Kami jadi bersemangat turut andil dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning Windusari Magelang”, pungkas Dian.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

HIMA S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTIDAR Kembangkan Pesona Wisata Bukit Grhadika Garden

Kabupaten Magelang terkenal sebagai daerah yang dikelilingi oleh gunung seperti Gunung Sumbing, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Hal tersebut menjadikan daerah Kabupaten Magelang memiliki pemandangan yang memanjakan mata. Pariwisata menjadi sektor paling menjanjikan dan potensial. Salah satu tempat wisata di Kabupaten Magelang yaitu di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Di sini terdapat bukit yang memiliki pemandangan yang indah yaitu Bukit Grhadika Garden. Namun, pengelolaan serta pemanfaatan lahan yang ada di bukit tersebut masih kurang maksimal.

Wisata Bukit Grhadika Garden ini berada di barisan Bukit Menoreh atau di lereng Bukit Menoreh, sehingga mempunyai keuntungan berupa tanah yang subur. Mayoritas masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai petani dengan hasil pertanian berupa padi serta umbi-umbian. Hanya saja di sekitar bukit Grhadika Garden tanahnya tidak stabil dan rawan longsor. Dalam pengembangan wisata tidak terlepas dari permasalahan. Di Desa Kalirejo akses jalan masih terbatas, yang mengharuskan pengunjung hanya bisa melewatinya dengan motor. Selain itu sumber daya dan pengetahuan masyarakat sekitar dalam hal pengembangan wisata juga masih kurang.

Berangkat dari persoalan ini, Umi Kulsum bersama dengan tim yang kesemuanya adalah mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTIDAR yaitu Septiana Nurul Ulum, Indri Adinda Asha, Syahrani Wangi Puspita, Febri Setiyawan, Riris Atifah, Diyah Arum Wulandari, Atika Kiki Maharani, Edho Soekarno Putra, Annurlia Hanifah, dan Indra Trisna Septiawan memiliki inisiatif untuk melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Kalirejo. “Dengan dana stimulasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang digulirkan melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa, kami akan melaksanakan 5 kegiatan untuk menunjang kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh warga sekitar. Adapun kegiatannya antara lain dengan mengadakan agro eduwisata, kemudian memaksimalkan tersedianya model agrowisata dengan berbagai rangkaian kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi pertanian sebagai obyek wisata, baik pemandangan alam, kawasan pertanian maupun keanekaragaman aktivitas produksi. Kami juga membuat video profil tempat wisata dan pengenalan multimedia.  Sosialisasi pengelolaan pariwisata dan pengembangan SDM juga kami lakukan disamping penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) guna mencegah penyebaran virus Covid-19, dengan menyediakan tempat cuci tangan dan pengukur suhu.  Agar tempat wisata lebih tertata, terjaga kebersihan dan kelestariannya, kami menyediakan tempat sampah, melengkapi fasilitas parkir, serta membuat tiket box, diantaranya tiket kelompok dan tiket live in”, urai Umi.

Umi menjelaskan luaran yang diharapkan dari adanya program ini  adalah adanya buku panduan tentang tata cara pengelolaan wisata Bukit Grhadika Garden, tersedianya buku profil wisata, poster profil dan promosi wisata Bukit Grhadika Garden. “Kami memiliki target adanya promosi wisata Bukit Grhadika Garden melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Youtube. Terdapat pengelolaan media sosial yang baik bagi kelompok pengelola wisata Bukit Grhadika Garden, terdapatnya wahana edukasi di wisata Bukit Grhadika Garden, terpublikasinya artikel mengenai pengabdian masyarakat di koran dan jurnal serta terjalinnya kemitraan antara tim pelaksana dengan mitra yang dibuktikan dengan perjanjian kerjasama”, tambahnya.

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu terbentuknya kelompok masyarakat yang mandiri, yang mampu melakukan pengelolaan desa wisata, sehingga masyarakat di sekitar Bukit Grhadika Garden akan memperoleh peningkatan pendapatan. Bertambahnya lapangan pekerjaan juga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa. “Semoga melalui program pemberdayaan yang kami lakukan, partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam pengembangan dan pengelolaan  Bukit Grhadika Garden semakin meningkat”, tambahnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

VAKSINASI MASSAL 1500 MAHASISWA UNTIDAR

Universitas Tidar bekerjasama dengan RST dr. Soedjono Magelang menggelar vaksinasi massal kepada 1500 mahasiswa, Kamis (09/09). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono, UNTIDAR dimulai pukul 07.00 – 16.00 Wib.

“Terima kasih kepada pihak RST dr. Soedjono serta BEM KM UNTIDAR yang telah membantu sehingga kegiatan vaksinasi massal bagi mahasiswa UNTIDAR dapat terleselenggara pada hari ini,” tutur Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Sc.

Sesuai pengumumuman nomor: B/2297/UN57/PK.01.03/2021 perihal Himbauan Vaksinasi kepada Mahasiswa UNTIDAR dijelaskan bahwa rencana kegiatan perkuliahan dan praktikum mulai dilaksanakan offline/tatap pada Oktober 2021 atau setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021.

“Ada beberapa syarat yang harus kami penuhi untuk pelaksanaan kuliah tatap muka, salah satunya adalah mahasiswa sudah melakukan vaksin. Maka itu, kami himbau untuk seluruh mahasiswa UNTIDAR untuk proaktif mengikuti program vaksinasi di lingkungan masing-masing,” tambah Rektor UNTIDAR.

Ijin dari Satgas Covid Kota Magelang serta kelengkapan standar ruang kuliah dan perlengkapan pendukung lain dalam pelaksanaan kuliah tatap muka dalam masa pandemi Covid-19 tengah dilakukan oleh pihak UNTIDAR.

“Kami mengapresiasi tingginya semangat untuk mengikuti vaksin dari mahasiswa UNTIDAR. BEM KM UNTIDAR juga sangat membantu, mulai dari koordinasi awal hingga pelaksanaan pada hari ini. Bahkan ini pertama kalinya, tenaga pendukung juga menggunakan APD Gow,” tutur Kolonel ckm dr. Dedy Firmansyah, Spot, Kepala RST dr. Soedjono, Magelang.

Pada pelaksanaan kegiatan vaksinasi masal ini, pihak RST mengerahkan 50 tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan ditugaskan untuk melakukan tensi, screening dan pemberian vaksin. Sedangkan untuk bagian pendaftaran dan pengaturan peserta vaksin dibantu oleh 65 tenaga pendukung/panitia dari BEM KM UNTIDAR.

Pengumuman pendaftaran vaksinasi mulai dipublikasikan mulai 6 September 2021 melalui media sosial resmi UNTIDAR maupun BEM KM UNTIDAR. Informasi juga disebar melalui WA Group masing-masing jurusan di lingkungan UNTIDAR.

“Informasi tersebar dengan cepat dan ternyata antusias mahasiswa UNTIDAR cukup tinggi untuk mengikuti kegiatan vaksin. Menurut data yang kami dapat, ada 1800 mahasiswa yang sudah ikut mendaftar namun hanya bisa 1500 mahasiswa yang mengikuti vaksin pada hari ini,” jelas Ketua BEM KM UNTIDAR, Ali Yasfi.

Ada 2 jenis vaksin yang digunakan pada hari ini yaitu yaitu 500 vaksin Sinovac dan 1000 vaksin AstraZeneca. Pada saat pendaftaran online, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memilih jenis vaksin yang mereka kehendaki.

Untuk mencegah kerumuman, Panitia Vaksinasi BEM KM UNTIDAR telah membagi peserta menjadi 7 kelompok dengan waktu vaksin yang berbeda.

“Untuk mahasiswa yang akan divaksin Sinovac kami bagi 2 kelompok yaitu kelompok 1 untuk pukul 07.00 – 08.00 Wib dan kelompok 2 untuk pukul 08.00 – 09.00 Wib. Masing-masing kelompok terdiri dari 250 peserta,” tambah Ali.

Pembagian selanjutnya dari pukul 09.00 – 16.00 dibagi menjadi 5 kelompok untuk AstraZeneca. Pembagian jumlah peserta, alur serta teknis pelaksanaan vaksinasi juga telah berkoordinasi dengan pihak RST Soedjono.

Pelaksanaan vaksin akan kembali dilasksanakan 28 hari kedepan untuk Sinovac dan 12 minggu untuk AstraZeneca. Pemberian vaksin lanjutan ini akan diinformasikan kepada peserta vaksinasi via grup telegram yang dikelola oleh BEM KM UNTIDAR.

Penulis : Kusumo Wardani

Mahasiswa Pendidikan Matematika Untidar, Berdayakan Masyarakat Desa Trasan Olah Ampas Tahu Menjadi Produk Berdaya Jual Tinggi

Kabupaten Magelang saat ini sedang gencar melaksanakan berbagai program  untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Kabupaten yang memiliki 1.299.859 jiwa ini, memiliki persentase angka rata-rata kemiskinan sebesar 11,27% pada maret 2020, lebih tinggi dibanding maret 2019 yang sebesar 10,67%. Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan masyarakat guna menurunkan angka kemiskinan daerah Kabupaten Magelang. Berangkat dari latar belakang inilah 15 orang mahasiswa UNTIDAR dari program studi Pendidikan Matematika yaitu Rista Nur Eka Budiyani, Bagas Ardiyanto, Gunawan, Zakkiyatun Nisaa Fadhilatullathifi, Maryam Abdulloh, Isna Chofifah, Lailatul Asria, Hemas Nabila Ardelia Arrofat, Fitriyanti, Tri Astutiningsih, Recka Suci Meliani, Nur Layaliya Buraidah, Fitriani Lestari, Zahro Ulfa Auliya, dan Yulhana Faradilla menggagas LALISTA APIK (Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kripik), sebuah program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Magelang, tepatnya di Dusun Sengon Desa Trasan Kecamatan Bandongan.

Berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh Rista dan tim di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, ditemukan Pabrik Tahu dengan pengolahan limbah ampas tahu yang belum maksimal, sehingga bau yang ditimbulkan sering kali menyengat. Hal ini menyebabkan desa dengan penduduk 7.881 jiwa tersebut merasa tidak nyaman.  “Tercetus ide LALISTA APIK (Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kripik). Selain dapat menjadi solusi dari permasalahan limbah ampas tahu, ampas tahu bisa diolah agar bernilai ekonomis dan menjadi sumber pendapatan di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang melalui pemberdayaan ibu-ibu PKK”, ujar Rista. “Kami juga membantu cara mempromosikan dan mempublikasikan LALISTA APIK sebagai sebuah industri kreatif baru yang memiliki nilai jual tinggi. Selain itu kami juga berupaya mengembangkan potensi desa binaan berbasis industri kreatif yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat”, tambah Rista.

Berdasarkan hasil survey awal di wilayah Kabupaten Magelang, Kecamatan Bandongan tepatnya di Dusun Sengon Desa Trasan, Rista dan tim menemukan potensi usaha yang dapat dikembangkan secara optimal yakni limbah ampas tahu untuk dijadikan camilan inovatif yaitu menjadi kripik ampas tahu. Meski demikian masyarakat setempat memiliki keterbatasan terkait pendanaan. Masalah lain yang dihadapi adalah kurangnya partisipasi dari masyarakat, minimnya sarana prasarana yang dimiliki, dan kurangnya kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah ampas tahu menjadi produk yaang lebih kreatif agar mendapatkan nilai jual yang tinggi. “ Sehingga diperlukan adanya kerjasama antara masyarakat dengan pihak ketiga untuk melakukan sosialisasi, pendampingan dan juga pelatihan guna meningkatkan kemampuan, kualitas dan ketrampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha pengolahan limbah ampas tahu”, jelas Rista.

“Setelah melakukan berbagai persiapan dan sosialisasi, kami mengadakan pelatihan dengan menggunakan metode pendampingan rutin bekerjasama dengan fasilitator (pemilik home industry pabrik tahu di Desa Trasan). Kami juga mengadakan pelatihan komunikasi publikasi untuk mengenalkan masyarakat pada platform-platform penunjang publikasi produk dengan memanfaatkan media sosial yang sedang trend di kalangan masyarakat. Selain itu dalam hal publikasi pemasaran akan dibuat website resmi produk serta pemanfaatan akun-akun jual beli online. Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk jejaring sosial yang dapat dioperasionalkan oleh lembaga masyarakat lokal terkait”, urai Rista.

LALISTA APIK adalah program pemberdayaan masyarakat yang tahun 2021 ini berhasil lolos seleksi PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa)  Kemendikbudristek. Melalui PHP2D diharapkan bisa menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum