Tim PKM-T UNTIDAR Cetuskan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming

Desa Candi merupakan desa yang terdapat di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.  Di desa ini terdapat kelompok tani bernama Makmur Andini yang memiliki anggota 18 orang, dengan aktivitas rutin memelihara 58 ekor sapi. Sapi-sapi tersebut berumur sekitar 7-29 bulan. Dengan jumlah sapi yang cukup banyak, kelompok tani ini masih menggunakan sistem beternak manual, terutama pada pembersihan kotoran sapi. Hal ini membuat banyak waktu dan tenaga terkuras serta hasilnya kurang bersih dan efisien. Selain itu, rata-rata usia peternak sudah diatas 50 tahun sehingga tenaga yang dikerahkan mereka berbeda dengan saat muda.

Berangkat dari persoalan ini, 5 orang mahasiswa UNTIDAR yaitu Zaki Farros Rusydi (Prodi S1 Peternakan), Dzikron Muchlisin (Prodi S1 Teknik Mesin), Linda Fauziyah (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Aisyah Aulia (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan), dan Alfiyah Ibni Aqil (Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) mencoba menawarkan solusi dengan menciptakan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming. Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming adalah alat yang memudahkan peternak mengontrol kandang ternak karena tidak menguras banyak biaya dan tenaga. “Kelompok kami menggunakan alat yang dapat membersihkan kandang secara otomatis dan efisien. Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan  Sistem Smart Farming sangat menghemat biaya dan waktu karena hanya membutuhkan satu tenaga manusia untuk mengontrol kandang serta menerapkan konsep smart farming. Hal ini juga sangat membantu untuk memutus penularan COVID 19”, kata Zaki.

Lebih lanjut Zaki menjelaskan, dengan alat ini peternak hanya perlu satu orang sebagai operator yang akan mengontrol kandang lewat smartphone. Peternak bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja. Sistem ini dapat digerakkan beberapa kali dan hasilnya lebih bersih dari sistem konvensional. Ini yang menjadi keunggulan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming daripada sistem konvensional atau alat-alat sebelumnya.

“Penyerok pada alat ini menggunakan bentuk yang menyesuaikan bentuk kandang sehingga dapat membersihkan secara menyeluruh dan dapat memaksimalkan pembersihan sampai di pojok kandang. Penyerok berbentuk sedemikian rupa sehingga dapat memaksimalkan pembersihan. Penyerok Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming terbuat dari bahan stainless steel sehingga bebas kuman dan bakteri”, urai Zaki.

Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) merupakan program bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk mitra usaha berskala mikro atau kecil (toko, industri rumahan, pedagang kaki lima atau koperasi) dan menengah bahkan berskala besar sesuai persoalan atau kebutuhan prioritas mitra program. Bantuan iptek dapat berupa peningkatan mutu produk, perbaikan proses produksi, peningkatan kapasitas produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu, kemasan dan lain-lain, atau bantuan manajemen seperti konflik sosial SDM, pemasaran, pembukuan, status usaha, hak cipta, dan lain-lain. Mitra usaha PKM-T yang dimaksud adalah kelompok masyarakat yang berorientasi pada profit termasuk kelompok tani, kelompok nelayan, sanggar tari, klinik bersalin dan lain-lain. Sebelum menyusun proposal PKM-T, mahasiswa harus sudah bertukar pikiran dengan mitra dalam rangka mengidentifikasi permasalahan atau kebutuhan mitra, karena produk PKM-T merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Jadi persoalan PKM-T bukan merupakan inisiatif mahasiswa, tetapi berasal dari permintaan mitra. Diharapkan melalui program ini mahasiswa dapat termotivasi untuk aktif berinteraksi membangun jejaring profesional dengan dunia usaha, mengidentifikasi persoalan atau kebutuhan mitra usaha dan menemukan solusinya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Mahasiswa UNTIDAR Manfaatkan Buah Mengkudu Sebagai Produk Desinfektan

Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak permasalahan timbul, tak terkecuali di sektor peternakan.  Sebelum pandemi melanda, peternak menerapkan biosecurity kandang yaitu penerapan tata kelola serta sanitasi terhadap kegiatan peternakan dengan melakukan penyemprotan desinfektan guna mencegah bakteri dan virus menyerang hewan ternak.  Selama pandemi distribusi bahan-bahan yang dibutuhkan dalam produksi desinfektan mengalami banyak hambatan. Hal ini tentunya sangat mengganggu proses penerapan biosecurity kandang, sehingga perlu adanya terobosan dengan memanfaatan sumber daya alam yang ada.

Desinfektan yang selama ini digunakan biasanya berupa bahan kimia sintetis yang mempunyai kelebihan dapat mengurangi bakteri dengan cepat, tetapi meninggalkan residu dan sulit terurai, maka dari itu perlu digantikan dengan desinfektan alami. Berangkat dari latar belakang inilah 5 orang mahasiswa Universitas Tidar yaitu Muhammad Rizal Prakosa (Prodi S1 Peternakan), Yeni Rahmawati (Prodi S1 Peternakan), Elisa Anggraeni (Prodi S1 Agroteknologi), Tri Wahyu Ningsih (Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris), dan Wisnu Romadhon (Prodi S1 Peternakan), dengan dibimbing oleh Dosen Pendamping Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. memunculkan gagasan penggunaan buah mengkudu untuk bahan desinfektan alami.

“Buah mengkudu mempunyai peran aktif dalam membunuh bakteri penyebab penyakit pada ternak. Gagasan ini kami angkat sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi pandemi sekarang ini”, kata Rizal. Lebih lanjut Rizal menjelaskan buah mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan salah satu tanaman atau buah yang jarang dikonsumsi oleh banyak orang, tetapi mempunyai kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa antibakteri flavonoid dan fenol dalam buah mengkudu juga efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Selain itu pada buah mengkudu juga terdapat senyawa antibakteri yang mampu mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, dan Bacillus subtilis. Senyawa  antibakteri ini dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) sehingga dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan desinfektan.

“Gagasan ini kami realisasikan dengan produk Ekstra Mengkudu Spesial (EKSUSIAL) yaitu produk desinfektan yang terbuat dari pengolahan ekstrak buah mengkudu. Usaha produksi EKSUSIAL dilakukan di Dusun Menowo RT 05 RW 03 Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Ketersediaan bahan baku mudah didapatkan di pasar lokal serta ketersediaannya melimpah di sekitar Magelang. Penggunaan desinfektan ini sangat praktis, hanya dengan menyemprotkannya ke area kandang. Produk desinfektan mengkudu adalah hal baru dimasa pandemi covid-19, sehingga kami perlu melakukan pengenalan agar produk kami dikenal oleh masyarakat khususnya peternak, sehingga mereka tertarik untuk mencoba. Di era serba digital ini promosi kami lakukan dengan pemanfaatan media sosial, dan pemasangan iklan di berbagai media, sehingga produk dapat dikenal”, urai Rizal.

“Pemanfaatan Buah Mengkudu Sebagai Produk Desinfektan Dalam Penerapan Biosecurity Peternakan” adalah karya mahasiswa UNTIDAR yang tahun ini mendapatkan hibah pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Dari PKM-K ini diharapkan mahasiswa dapat berwirausaha dengan menemukan ide-ide baru dengan melihat masalah dan peluang pasar serta dapat memberikan hasil berupa produk yang kreatif dan inovatif. Menjadikan produk ini memiliki nilai jual yang tinggi dan daya saing dalam berwirausaha di bidang peternakan.

Webinar “Melahirkan Generasi Qur’ani di Era Pandemi” Buka Rangkaian Kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran Tidar Nusantara

Membuka rangkaian kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran Tidar Nusantara (MTQ-TN), Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al Quran dan Seni Rebana Universitas Tidar (UKM IQSAN UNTIDAR) mengadakan Web Seminar (Webinar) Senin (04/10). Menghadirkan pemateri K.H. Ahmad Labib Asrori, S.E., M.M. dan Gus Sabrang Mowo Damar Panuluh, kegiatan Webinar mengangkat tema “Melahirkan Generasi Qur’ani di Era Pandemi”.

Acara dibuka oleh Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Mukh. Arifin, M.Si. Dalam sambutannya Rektor Untidar menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mewujudkan terselenggaranya MTQ-TN 2021. “Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik, sangat tepat diselenggarakan di saat bangsa kita sedang dihadapkan dengan banyak permasalahan seperti pandemi Covid-19, permasalahan isu-isu kebangsaan, isu-isu kemerosotan akhlak generasi muda, isu-isu tentang gempuran kebebasan bereksperesi, kebebasan menyampaikan pendapat, dan kebebasan mengakses berbagai informasi dari media sosial, sementara masyarakat kita masih rendah kemampuannya dalam memilih dan memilah informasi yang layak atau tidak layak untuk diterima dan disebarluaskan. MTQ-TN merupakan satu ikhtiar yang sangat baik, karena bisa memberikan motivasi bagi generasi muda untuk kembali mencintai Al Quran. Kalau generasi muda sudah termotivasi untuk mencintai, mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an, maka dampak buruk dari adanya pandemi Covid-19 dan dampak buruk gelombang liberalisasi teknologi dan informasi dapat kita tangkal, sehingga tujuan pendidikan untuk menghasilkan generasi penerus yang memiliki akhlak mulia bisa kita capai bersama-sama”, jelas Rektor.

Webinar dengan tema “Melahirkan Generasi Qur’ani di Era Pandemi” wajib diikuti oleh seluruh peserta yang akan berlomba di ajang MTQ-TN 2021. Selama seminar berlangsung, peserta begitu antusias mengikuti ceramah dan diskusi yang dibawakan oleh pemateri. K.H. Ahmad Labib Asrori, S.E., M.M. dengan dipandu moderator Muhammad Daniel Fahmi Rizal, S.S., M.Hum. K.H. Ahmad Labib Asrori, menyampaikan materi tentang Urgensi Peranan Al Qur’an Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. “Studi tentang Al Qur’an, tentang Firman Allah, tentang kalimat-kalimat Allah tidak akan pernah ada habisnya. Al Qur’an sebagai petunjuk juga tidak akan pernah out of date. Akan selalu up to date sampai akhir zaman. Hanya saja untuk memahami, menafsirkan dan mengimplementasikan dalam kehidupan membutuhkan banyak perangkat ilmu. Karena di zaman akhir banyak orang menafsirkan Al Qur’an dengan pendapatnya sendiri dan  hanya menafsirkan secara tekstual. Padahal Rasulullah Muhammad S.A.W. pernah mengatakan bahwa barang siapa menafsirkan Al Qur’an dengan pendapatnya sendiri bahkan dengan hawa nafsu dan dilandasi berbagai kepentingan, ancamannya adalah neraka”, urai K.H. Ahmad Labib Ansori.

Gus Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau selama ini lebih dikenal sebagai Noe vokalis group band Letto sebagai pemateri kedua, menyampaikan materi tentang bagaimana seharusnya cara pandang kita terhadap Al’Qur’an. Anak pertama dari budayawan Emha Ainun Najib ini menyampaikan sudah seharusnya Al Qur’an menjadi pedoman hidup yang mengisi seluruh pikiran bawah sadar manusia. “Al Quran bukan hanya sebuah peristiwa, bukan hanya pola atau struktur, melainkan pembentuk mental model manusia”, tuturnya. Diskusi bersama Gus Sabrang Mowo Damar Panuluh dengan moderator Danu Wiratmoko, A.Md., juga diikuti dengan sangat antusias oleh peserta Webinar. Selain menghadirkan 2 pemateri, Webinar juga menghadirkan H. Ahmad Saihu, S.Pd.I. dan Wafiq Azizah sebagai pengisi acara.

 

Web Seminar dengan tema “Melahirkan Generasi Qur’ani di Era Pandemi” merupakan kegiatan yang mengawali Musabaqah Tilawatil Qur’an Tidar Nusantara (MTQ-TN) tahun 2021. Kegiatan yang sebelumnya bertajuk FERSERI (Festival Seni Religi) ini adalah agenda rutin dari Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al Quran dan Seni Rebana Universitas Tidar (UKM IQSAN UNTIDAR). Peserta tidak hanya dari mahasiswa UNTIDAR, namun juga mahasiswa dari PTN/PTS lain dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengolah potensi dan menunjukkan prestasi yang mereka miliki di bidang seni Al-Qur’an. Tak hanya itu, MTQ-TN juga berfungsi untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah antarmahasiswa dan ajang  pembinaan mental dan spiritual bagi mahasiswa untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan pemahaman dan penghayatan terhadap isi dan kandungan Al-Qur’an.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Setelah 6 Bulan Mengabdi, GenBI UNTIDAR Tutup Kegiatan Bina Desa

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Tidar sukses menyelenggarakan acara penutupan Bina Desa dan Peresmian GenBI Corner pada Sabtu (2/08). Acara yang menjadi puncak Bina Desa GenBI UNTIDAR dilaksanakan di MI Al Islam Purwosari, Dusun Mertan, Desa Purwosari, Salaman, Magelang. GenBI sendiri adalah komunitas Mahasiswa penerima beasiswa dari Bank Indonesia. Bina Desa ini menjadi salah satu poin kegiatan yang mesti dijalankan oleh GenBI.

Terhitung sudah enam bulan GenBI UNTIDAR melaksanakan kegiatan Bina Desa di Dusun Mertan, yaitu mulai 13 Februari sampai 2 Oktober 2021. Sasaran dari program kerja Bina Desa GenBI UNTIDAR ini adalah Siswa MI Al Islam Purwosari dan Masyarakat Mertan.

Rangkaian kegiatan Bina Desa yang telah dilaksanakan antara lain: Kula Nuwun Mertan, GenBI Menanam, Bersih Indonesia, Pelatihan Membuat Kerajinan Anyaman Bambu seperti tenggok dan srengkot, Sosialisasi Masuk Dunia Kerja, Sosialisasi Ubah Sampah Jadi Berkah, Latihan Menari, Bedah Film, dan yang terakhir yaitu Penutupan Bina Desa dan Peresmian GenBI Corner.

Dalam menjalankan programnya, GenBI UnTidar menggandeng pihak Dinas, yaitu Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Magelang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang.

Acara Bina Desa oleh GenBI UnTidar mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar, Prof. Sugiyarto. “Suatu kehormatan bagi kami melihat GenBI yang berhasil membuat acara yang ramai dan dihadiri oleh banyak perangkat desa. Setelah enam bulan melaksanakan Bina Desa di Dusun Mertan, saya berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan silaturahmi antara GenBI UnTidar dan warga Dusun Mertan tetap terjaga.” ungkapnya.

Selain itu, apresiasi juga diberikan Pembina GenBI UNTIDAR, Siti Afidatul Khotijah, S.E., M.Ak. “Menurut saya, Bina Desa yang telah dilaksanakan oleh GenBI UnTidar di Dusun Mertan sangat luar biasa, karena dengan adanya Bina Desa ini bisa memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk terjun ke masyarakat dan membagikan ilmunya di desa sehingga masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya.” sebutnya.

Ditemui di tempat yang sama, salah satu warga Mertan, Siti Fadillah turut berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Alhamdulillah adanya kegiatan Bina Desa seperti ini bisa menambah ilmu yang bermanfaat bagi kami semua. Semoga kedepannya GenBI UNTIDAR bisa terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan tetap menjaga silaturahmi dengan kami,” ucapnya.

Menanggapi acara penutupan Bina Desa, Ketua GenBI Komisariat UnTidar, Yuninda Dewi, mengucapkan terima kasih kepada Dusun Mertan dan MI Al-Islam Purwosari yang telah memberikan dukungan terhadap program-program yang telah dijalankan oleh GenBI Komisariat UnTidar. “Semoga rangkaian program kerja yang telah dilaksanakan dengan masyarakat dapat memberikan kebermanfaatan dan semoga pembelajaran dari kami GenBI Komisariat UnTidar tidak dilupakan begitu saja, melainkan tetap harus dikembangkan lagi sehingga dapat memajukan masyarakat Dusun Mertan.” pungkasnya.

Penulis : DSA

Editor : Danu Wiratmoko

Mahasiswa Universitas Tidar Ciptakan Snackbar Peningkat Imunitas Tubuh dengan Campuran Asam Jawa

Empat mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR) berinovasi menciptakan produk olahan oatmeal dan asam jawa yang diberi nama Bismeal Tradisional “Tamarindus Indica”. Mereka adalah Fendi Yayuki, Anissa Rachman, Diva Aisya Febriyanti, dan Zuvita Rahma Sari dari program studi S1 Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar. Keempatnya dibimbing oleh dosen prodi peternakan Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. “Keunggulan dan tujuan dibuatnya bismeal tradisional “Tamarindus Indica” adalah sebagai camilan sehat rendah kalori dan kaya vitamin, sehingga dapat memperkuat daya tahan tubuh atau imunitas tubuh di masa pandemi agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Selain itu juga mampu menurunkan berat badan”, jelas Fendi selaku Ketua Tim. “Perpaduan rasa asam dari asam jawa dan manisnya oatmeal yang dicampur susu akan memberikan rasa yang khas tradisional. Yang pasti sangat baik untuk meningkatkan imunitas. Selain memiliki rasa yang lezat, bismeal tradisional “Tamarindus Indica” dapat dibeli dengan harga yang terjangkau. Kami mencoba untuk mengemasnya dalam bentuk camilan sehat yang kaya akan vitamin dan baik untuk meningkatkan imunitas dengan sangat menarik, agar masyarakat tertarik untuk membelinya dan dapat bersaing dengan snack bar yang ada dipasaran”, tambahnya.

 

Produk Bismeal Tradisional “Tamarindus Indica” sudah dipasarkan sejak tiga bulan yang lalu, tepatnya pada Juli 2021. Bismeal tradisional “Tamarindus Indica” bermanfaat sebagai alternatif penurun berat badan dan bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Produk ini aman untuk dikonsumsi semua orang terkecuali anak dibawah usia 3 tahun. “Target pasar produk kami adalah semua kalangan, baik usia remaja, maupun usia dewasa. Penentuan lokasi outlet produk kami pilih dekat dengan tempat keramaian, pusat perbelanjaan, sekolah, perguruan tinggi dan akses jalan raya”, urai Fendi. Dikemas secara sederhana dan menarik, produk Bismeal Tradisional “Tamarindus Indica” dijual dengan harga Rp 7.000,00. Dengan harga tersebut, pembeli bisa memperoleh 1 buah Bismeal Tradisional “Tamarindus indica” dengan berat @25 gram per kemasannya. Informasi lebih lengkap mengenai bismeal ini juga dapat diakses melalui media sosial Instagram @bismealaj_id.

Melalui produk ini, diharapkan masyarakat dari usia muda hingga dewasa dapat mengonsumsi makanan sehat secara mudah dan tidak bosan. Selain itu, Bismeal Tradisional “Tamarindus Indica” juga dikategorikan sebagai EFP (Emergency Food Product) yaitu pangan yang dapat dikonsumsi pada saat darurat yang memiliki gizi yang beragam dan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi harian.

Bismeal Tradisional “Tamarindus Indica” adalah produk inovatif mahasiswa UNTIDAR yang tahun ini lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). PKM-K adalah Program yang diluncurkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada laba (profit). Tujuan PKM-K adalah menghasilkan karya kreatif, inovatif dalam membuka peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

INKUBATOR BISNIS UNTIDAR BATCH IV PRAKTIK FOTO PROMOSI PRODUK

Media promosi daring yang sangat efektif dalam memasarkan produk usaha, harus disambut dengan  persiapan yang mencukupi oleh pelaku usaha. Salah satunya adalah membuat foto produk untuk diunggah melalui media sosial maupun market place. Maka, teknis pemotretan produk perlu dipelajari lebih mendalam. Untuk itu, UPT Pendidikan Kewirausahaan dan Pengembangan Pedesaan (PKPP) Universitas Tidar memfasilitasi mahasiswa dan pelaku UMKM di sekitar kampus dalam sebuah pelatihan fotografi produk yang bertajuk: ‘Pelatihan Dan Praktik Pembuatan Foto Promosi Produk Bagi Usaha Mahasiswa dan Pelaku UMKM di Lingkungan Sekitar Untidar’.

Kegiatan ini dilangsungkan di Gedung FT 3 UNTIDAR, Jumat, (01/09/2021) mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari, dengan mengundang 2 orang narasumber, yaitu Naufal Luthfi Albaihaqi, S.Sn. dan Noor Hidayat Suyudi, S.T. Peserta kegiatan ini adalah Mahasiswa Wirausaha PMW 2021, KIBM, KBMI, mahasiswa non penerima hibah dan beberapa Pelaku Usaha Di Sekitar Lingkungan Kampus Universitas Tidar.

Kepala UPT PKPP Untidar, Dra. Lucia Rita Indrawati, M,Si. Dalam sambutannya menjelaskan bahwa Keberadaan UPT ini bertujuan untuk mendukung kinerja Rektor di bidang kewirausahaan sesuai dengan Visi Universitas, yaitu ‘Unggul Dalam Bidang Kewirausahaan Berbasis Sumber Daya dan Kearifian Lokal’. “Kami juga sengaja mengundang pelaku UMKM di sekitar Kampus dalam rangka pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Di samping itu, untuk membangun sinergisitas, menjalin hubungan, agar kelak bisa saling mendukung antar UMKM.” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini narasumber memaparkan Teknik-teknik fotografi produk menggunakan alat-alat sederhana. Hanya menggunakan lampu belajar, kertas karton, Styrofoam, dan kertas kalkir. “Perekam cukup pakai HP saja. HP sekarang sudah cukup memenuhi kualitas yang diharapkan. Pelaku usaha tidak perlu minder atau bingung harus mengundang fotografer profesional untuk memotret produknya,” demikian disampaikan Naufal.

Peserta diberi waktu untuk mencoba memotret produknya dan dievaluasi setelahnya. Banyak peserta mengaku mendapatkan ilmu baru selama mengikuti kegiatan ini.

Penulis : Danu Wiratmoko

Bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), UNTIDAR Adakan Sosialisasi Urgensi Pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi (LKPT) dan Pengelolaan Arsip Dinamis

Kamis (30/9), Universitas Tidar (UNTIDAR) bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan Sosialisasi Urgensi Pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi (LKPT) dan Pengelolaan Arsip Dinamis. Acara berlangsung di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh Pimpinan Universitas, Pimpinan Fakultas, Koordinator dan perwakilan tenaga kependidikan dari semua unit kerja di lingkungan Universitas Tidar. “Dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari, harus selalu berpijak pada pedoman yang ada, demikian juga terkait kearsipan harus selalu berpedoman pada peraturan yang ada. Di UNTIDAR saat ini tenaga kependidikan dengan Jabatan Fungsional Arsiparis berjumlah 13 orang. Diharapkan bisa saling bersinergi agar dapat memberikan kontribusi kepada institusi dalam mengelola kearsipan”, kata Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Mukh. Arifin, M.Sc., saat membuka acara. “Kedepan semua tenaga kependidikan di UNTIDAR harus memiliki revolusi cara kerja, bersedia untuk selalu mengupgrade kemampuan dan wawasan agar bisa memberikan support pergerakan UNTIDAR ke arah yang lebih baik.”, tambahnya.

Sosialisasi Urgensi Pembentukan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi (LKPT) dan Pengelolaan Arsip Dinamis menghadirkan narasumber Drs. Azmi, M.Si., Direktur Kearsipan Pusat ANRI dan Susanti, S.Sos., M.Hum., Arsiparis Ahli Madya ANRI. “Sangat penting bagi perguruan tinggi memiliki Lembaga Kearsipan agar menjamin ketersediaan arsip perguruan tinggi yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah, mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan perguruan tinggi sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu, dan banyak tujuan penting lainnya”, jelas Azmi dalam paparannya. Ia juga menjelaskan tentang alur penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Universitas Tidar dan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip. “Sangat perlu melakukan pembinaan kearsipan baik internal maupun eksternal. Dimulai dengan pengawasan kearsipan, penyelenggaraan kearsipan, tertib arsip, dan penyelamatan arsip statis UNTIDAR dengan pengolahan arsip, akuisisi arsip dan preservasi arsip. Tertib arsip tentunya akan berkontribusi pada upaya Reformasi Birokrasi di lingkungan UNTIDAR”, jelasnya.

Susanti , S.Sos., M.Hum., memaparkan tentang Pengelolaan Arsip Dinamis, Aktif dan Inaktif. Ia menjelaskan permasalahan yang sering dihadapi terkait pemeliharaan aktif dinamis diantaranya ruang kerja yang penuh dengan arsip, perbedaan arsip aktif dan inaktif yang tidak jelas, tidak ada petugas khusus yang menangani arsip, informasi tidak aman, arsip disimpan sesuai kepentingan pegawai masing-masing dan arsip susah ditemukan secara cepat dan tepat. “Untuk itulah harus ada solusi yaitu adanya asas pengelolaan arsip, sistem pengelolaan arsip, sarana kearsipan dan SDM yang memadai”, katanya.

Banyak ilmu baru kearsipan yang dijelaskan dalam acara sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 09.00 s.d 16.00 ini. Tentunya memberikan pengetahuan dan wawasan yang bermanfaat bagi tenaga kependidikan UNTIDAR dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis bagi seluruh stakeholder UNTIDAR.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Teh Biji Semangka, Karya Inovasi Untuk Obati Penyakit Jantung dan Kanker

Empat orang mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar berinovasi menciptakan OK Teh, yaitu produk teh yang memiliki manfaat sebagai obat herbal untuk penderita penyakit jantung dan kanker. Rofiqotul Fitria bersama empat orang anggota tim yaitu  Ani Kurnia Lestari, Fitriani Lestari, Zahro Ulfah Auliya dan Sherla Salsabila Adawiyah menciptakan inovasi dengan mengganti teh yang biasanya terbuat dari bunga melati dengan bahan lain yaitu biji semangka. “ Teh Biji Semangka ini adalah minuman yang aman dikonsumsi oleh siapapun dari berbagai kalangan, baik dari kalangan anak-anak sampai dewasa. Selain itu juga menyehatkan karena menurut banyak penelitian biji semangka memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Disamping itu pembuatannya tanpa menggunakan bahan kimia”, jelas Fitria. “Teh Biji Semangka yang kami produksi memiliki variasi rasa yang beragam seperti rasa original, apel, leci, dan mangga.  Proses produksinya higienis , dan memiliki kemasan yang unik”, tambahnya.

Ide untuk membuat teh biji semangka berawal dari pemikiran untuk memanfaatkan limbah biji semangka yang terbuang. Di berbagai tempat, jus buah menjadi salah satu alternatif minuman sehat. Salah satu buah yang bisa dijadikan jus yaitu buah semangka. Banyak sekali penjual jus yang memanfaatkan buah semangka sebagai produk jus yang dijualnya. Namun, seringkali penjual membuang limbah biji semangka karena merasa tidak bisa dimanfaatkan kembali. “Maka dari itu, kami berinisiatif memanfaatkannya menjadi teh biji semangka, sehingga bisa turut andil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari limbah biji semangka”, ujar Fitria. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tak banyak orang mengetahui bahwa biji semangka memiliki banyak manfaat yang dapat menyehatkan tubuh. Zat yang terkandung dalam biji semangka mampu membantu mengatur tekanan darah. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai peluruh kencing, menyejukkan radang kandung kemih, melembabkan usus, dan menyehatkan ginjal dan anti kanker. “Lycopene merupakan suatu zat yang terdapat di dalam semangka dan biji semangka, yang berfungsi sebagai obat anti kanker. Artinya, zat lycopene dapat membasmi bibit kanker dan memperbaharui jaringan sel yang rusak dalam tubuh. Selain itu biji semangka juga bermanfat bagi para lansia yaitu dapat memulihkan kesehatan setelah sakit dan berkhasiat menajamkan daya ingat. Bahkan menurut sebuah penelitian, biji semangka mempunyai protein yang setara dengan kedelai. Ekstrak biji semangka juga dapat membantu penyembuhan luka”, jelasnya.

Untuk pemasaran Fitria dan tim memanfaatkan outlet yang berada keramaian, seperti Alun-Alun Kota Magelang. Juga memanfaatkan media sosial yaitu Instagram dan Facebook. “Selain itu kami berinovasi menyediakan variasi rasa teh yang berbeda-beda, antara lain rasa original, apel, leci, dan mangga. Kami juga mengaitkan produk dengan kampanye “Jaga Jantungmu Dengan OK Teh”, agar jantung menjadi sehat dan terhindar dari penyakit”, pungkas Fitria. OK Teh: Teh Biji Semangka Sebagai Obat Herbal Jantung dan Anti Kanker adalah satu proposal mahasiswa UNTIDAR yang lolos dan mendapatkan dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K). PKM adalah kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek untuk memandu mahasiswa menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan; kreatif dan inovatif; serta objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

17 Tim Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik Laksanakan Monitoring dan Evaluasi

Selasa 28 September 2021, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung FT3  Universitas Tidar, 17 tim Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Fakultas Teknik melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang disyaratkan. Pada kegiatan monev kali ini, mahasiswa diwajibkan melaporkan hasil kegiatan PMW yang telah dilaksanakan  selama kurang lebih 2 bulan. Masing-masing tim wajib mempresentasikan produk wirausahanya di depan reviewer. 9 orang dosen Fakultas Teknik bertindak sebagai reviewer yaitu Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Nani Mulyaningsih, S.T., M.Eng., Muhammad Amin, S.T., M.T., Anis Rakhmawati, S.T., M.T., Fuad Hilmy, S.T., M.T., Risky Via Yuliantari, S.Pd., M.Eng., Hery Teguh Setiawan, S.T., M.Eng., dan Lalu Samsul Aswadi, S.T., M.Eng.

Kegiatan monev dibuka oleh  Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik, Ibrahim Nawawi, S.T., M.T. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kegiatan PMW Fakultas Teknik Tahun 2021 berjalan dengan sangat baik meskipun masih dalam situasi pandemi. “Saya sangat mengapresiasi semangat dari teman-teman mahasiswa untuk menghasilkan karya wirausaha yang kreatif dan inovatif”, jelasnya.  “Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Mahasiswa Wirausaha  ini dilaksanakan guna memastikan usaha dari masing-masing kelompok telah berjalan sesuai rencana. Karena masing-masing tim wajib mempertanggungjawabkan dana stimulus yang telah digunakan”, tambahnya. Acara Monev PMW Fakultas Teknik juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Saya menyampaikan penghargaan kepada Fakultas Teknik yang telah menginisiasi Program Mahasiswa Wirausaha ini. Selain sejalan dengan visi misi UNTIDAR, program ini juga wadah yang sangat tepat bagi mahasiswa di tingkat fakultas untuk mengembangkan jiwa wirausahanya”, urainya.

17 tim yang melaksanakan monev yaitu :

  1. Adi Nurcahyo dan tim : Vasco Da Gama (Vas Coffee dan Gerakan Asrih Mencintai Alam)
  2. Joko Prohantoro dan tim : Pemanfaatan Batere Laptop Bekas Sebagai Powerbank Guna Mengurangi Limbah Logam Berbahaya.
  3. Dzikron Muchlisin dan tim : Penggiling dan Pencetak Pelet Berbahan Limbah Sayuran Sebagai Pakan Ikan Bernilai Ekonomis
  4. Adit Triyono dan tim : Plakat Tidar : Inovasi Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Menjadi Barang Bernilai Jual
  5. Rizal Mantovani Akbar dan tim : Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Sebagai Media Penanaman Bibit Jamur
  6. Sefrizal Eka Putra dan tim : Smart Egg Incubator Mesin Tetas Telur Berbasis Internet of Things Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Penetasan Telur
  7. Erfian Gunawan Syah dan tim : Pistonic Kaos Corak Desain Keteknikan
  8. Siti Nurhidayati dan tim : Pot Beton Plastik Ramah Lingkungan’
  9. Muhamad Khoirul Sholeh dan tim : Jam Akrilik Analog Millenial
  10. Dzilan Aulia Sulthon dan tim : Sepeda Mesin Patun Padi
  11. Aditya Ganang Nugroho dan tim : Paving Block Berbahan Limbah Plastik
  12. Kania Titi Serti dan tim : Lukisan Cahaya El Wire
  13. Afrinta Putri Shalma dan tim : Tuin Van Java : Kaos Tie Dye UNTIDAR
  14. Mochamad Riyanto Yanuar dan tim : Manufacturing Services Furniture Jati Belanda
  15. Muhammad Irvan Wicaksono dan tim : Wong Magelang Asli : Kaos Dengan Custom Ikonik Magelang Berbasis Teknologi Augmented Reality
  16. Andika Prasetya dan tim : Miniatur Bonsai Dari Kawat Tembaga
  17. Ahmedayevikramullahirrubba : Tidar Smart Swicth Menggunakan Smartphone

Tim Reviewer Monev PMW melakukan tinjauan terhadap produk yang diciptakan. Poin-poin yang menjadi pertimbangan penting antara lain keunggulan dari produk sejenis yang ada di pasaran, bagaimana sistem penjualan produk, pengaruh inovasi produk dari hasil penjualan, pemodalan serta pengelolaan keuangan. Selain itu reviewer juga melakukan tinjauan terkait pemakaian bahan baku, tenaga kerja yang dibutuhkan dalam menciptakan produk serta pengembangan usaha dalam jangka satu tahun mendatang.

Program Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik adalah kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa Fakultas Teknik yang memiliki minat berwirausaha dapat mengembangkan usahanya lebih dini. Hasil akhir yang diharapkan tentunya semakin berkembangnya wirausahawan-wirausahawan baru yang berpendidikan tinggi dan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum