ENGINEERING CUP 2016, LAJUR KIRI FC MASIH BELUM TERKALAHKAN

MAGELANG – Setelah berhasil meraih gelar juara pada kejuaraan futsal Dies Natalis ke-2 Universitas Tidar lalu, Lajur Kiri FC kembali menduduki kursi juara pertama pada Engineering Cup 2016. Pada pertandingan futsal antar mahasiswa dan alumni yang berlangsung Sabtu-Minggu (28-29/05/2016), tim mahasiswa Prodi Teknik Elektro ini berhasil membuat Blumbang FC menyerah pada skor akhir 4:1.

“Pemenang ditentukan dengan adu tendangan penalti karena skor kedua tim seri,” jelas Hani Prasetyo, Ketua Panitia Engineering Cup 2016.

Kejuaraan futsal yang baru pertama kali diadakan oleh BEM Teknik ini diikuti 20 tim futsal yang masing-masing terdiri dari 8 pemain dan 1 orang official. Pertandingan futsal yang diselenggarakan di GOR Samapta kali ini menggunakan sistem gugur dengan durasi pertandingan 2×10 menit untuk babak penyisihan dan 2×15 menit untuk babak final.

“Ada tim dari alumni Fakultas Teknik, Blumbang FC. Sejalan dengan tujuan utama acara ini yaitu mempererat silaturahmi antar mahasiswa dan tidak terkecuali dengan para alumni maka alumni kami libatkan dalam kejuaraan ini,” jelas Hani.

Tak hanya memberikan penghargaan kepada para juara futsal, panitia Engineering Cup 2016 juga memberikan penghargaan khusus bagi tim suporter paling kreatif dan suportif. Best Suporter diberikan kepada tim suporter Civil Squad yang mendapatkan penghargaan uang tunai sebesar Rp 300ribu.

Penyerahan tropi dan hadiah uang tunai dari Ketua Panitia Engineering Cup 2016 (kanan) kepada perwakilan Lajur Kiri FC (kiri) usai pertandingan berakhir.

Penyerahan tropi dan hadiah uang tunai dari Ketua Panitia Engineering Cup 2016 (kanan) kepada perwakilan Lajur Kiri FC (kiri) usai pertandingan berakhir.

Juara 1 Engineering Cup, Lajur Kiri FC (Teknik Elektro) mendapatkan tropi dan uang tunai sebesar Rp 900ribu sedangkang untuk juara ke-2 Blumbang FC (alumni FT) dan ke-3 Omswastiatu (Ekonomi Pembangunan) mendapatkan tropi dan uang tunai masing-masing Rp 700ribu dan Rp 500ribu. Hadiah diserahkan langsung oleh ketua panitia kepada masing-masing perwakilan tim.

Menurut Hani, kejuaraan futsal ini diharapkan bisa dilaksanakan kembali tahun depan bahkan dengan lingkup peserta yang lebih luas lagi. “Suporter menjadi bagian penting dalam menyemangati para pemain namun, akan lebih baik jika suporter lebih suportif lagi dan menghindari tindakan anarkis,” tandas Hani.

RACANA UNTIDAR WAKILI KOTA MAGELANG DI KEMAH BAKTI PANDEGA SE-JATENG

MAGELANG – Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227 mendapat mandat dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Kota Magelang untuk berpartisipasi dalam Kemah Bakti Kwartir Daerah Jawa Tengah 2016, Kamis – Minggu (26-29/05/2016).

RACANA UNTIDAR WAKILI KOTA MAGELANG DI KEMAH BAKTI PANDEGA SE-JATENG, 1

“Peserta kemah bakti dan warga sekitar bekerjasama membangun talut, membersihkan makam dan membuat tangga,” tutur Dila.

Dalam acara ini, Racana UNTIDAR mengirimkan 6 perwakilan yaitu Dila Muhamad Ali, Mufida Ulin, Andika Anjas, M. Wildan I.P, Khoirunisa Dwi Astaraini dan Tama Arini Puspita. Perkemahan yang diselenggarakan di Desa Nglimut, Gonoharjo, Kabupaten Kendal ini mengajak para peserta untuk melakukan kegiatan bakti fisik dan non fisik. Bersama warga sekitar para pandega dari 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah bahu membahu bekerjasama membuat talut, membersihkan makam dan membuatan tangga menuju ke makam. Selain bakti fisik di wilayah sekitar, sebagian Pandega juga melakukan bakti fisik dengan menanam mangrove.

“Kami juga melakukan penyuluhan dan pelatihan dengan Ibu PKK sekitar sebagai perwujudan bakti non fisik,” jelas Mufida Ulin, salah satu peserta kemah bakti yang juga merupakan Ketua Dewan Racana UNTIDAR.

RACANA UNTIDAR WAKILI KOTA MAGELANG DI KEMAH BAKTI PANDEGA SE-JATENG, 3

Selain kegiatan bakti fisik dan non fisik, pada hari terakhir kemah bakti masing-masing kelompok Pandega perwakilan kota/kabupaten se-Jateng membuat stand di balai desa. “Kami membawa beberapa makanan khas Magelang seperti pothil, keripik tempe dan tahu yang diluar dugaan banyak diminati para pengunjung,” tambah Ulin.

Selain makanan, Racana UNTIDAR juga membawa beberapa hasil PKM mahasiswa seperti “La Segar” Lukisan dari Sebuk Gergaji. Tak ketinggalan mereka juga membagikan brosur UNTIDAR untuk mengenalkan dan mempromosikan universitas.

“Kelompok stand Pandega dari Purworejo, Kebumen dan Magelang atau stand Kedu mendapat penghargaan sebagai stand terbaik,” jelas Ulin.

Kemah Bakti Kwarda Jateng yang baru pertama kalinya diadakan ini diharapkan mampu menjadi wadah silaturahmi antar Pandega se-Jateng juga menjadi ajang sharing kegiatan masing-masing.

130 PESERTA SBMPTN SUB PANLOK MAGELANG DINYATAKAN GUGUR

MAGELANG – Sebanyak 2723 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melaksanakan ujian tulis di Sub Panlok Magelang, Selasa (31/05/2016). Dari keseluruhan pendaftar awal 2853 peserta, 130 peserta dinyatakan gugur karena tidak hadir saat ujian berlangsung.

“4,6% atau sebanyak 130 peserta dinyatakan tidak lulus. Sejauh ini pelaksanaan SBMPTN berjalan aman dan lancar,” kata Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D., Ketua SBMPTN 2016 Sub Panlok Magelang.

Jumlah peserta ujian SBMPTN Panlok 42 Semarang yang terbagi dalam 4 perguruan tinggi yaitu Undip, Unnes, UIN Walisongo dan UNTIDAR sebanyak 36.051 peserta terbagi atas 33.198 peserta di 47 lokasi di Semarang dan 2853 peserta tersebar di 6 lokasi di Kota Magelang.

Drs. Lorentino Togar Laut, salah satu pengawas ujian di SMA N 3 Magelang sedang membagikan LJK dan soal ujian.

Drs. Lorentino Togar Laut, salah satu pengawas ujian di SMA N 3 Magelang sedang membagikan LJK dan soal ujian.

Peserta ujian di Sub Panlok Magelang meningkat 30% dari tahun lalu yang hanya berkisar 2100an peserta. Dari seleksi SBMPTN, UNTIDAR akan menerima 268 peserta dari 4800an yang telah mendaftar. “Prodi yang paling diminati adalah ekonomi pembangunan dan administrasi negara,” tambah Prof. Ali.

Sebelumnya, perwakilan panitia SBMPTN Sub Panlok Magelang menghadiri upacara pembukaan naskah soal SBMPTN 2016 di Gedung Widyapuraya, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Minggu (29/05/2016). Acara ini turut dihadiri perwakilan dari Unnes, Undip, dan UIN Walisongo dimana masing-masing perwakilan ini melakukan pembukaan naskah ujian untuk lokasi masing-masing panitia SBMPTN 2016 yang terdiri dari Penanggung Jawab Dokumen Ujian dan Humas. Untuk selanjutnya soal yang telah dibuka dan dibagi akan didistribusikan ke masing-masing universitas dengan pengawalan oleh penanggung jawab dokumen dan pihak kepolisian, hal ini dilakukan agar naskah soal tidak bocor atau menghindari hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

“Walaupun masih dalam Panlok yang sama, naskah ujian Sub Panlok Magelang dibuat khusus berbeda dengan yang berlokasi di Semarang,” jelas Humaidi, salah satu penanggung jawab pengiriman naskah dari Panlok 42 Semarang ke Sub Panlok Magelang.

Dokumen ujian SBMPTN tiba di UNTIDAR pada Senin malam (30/05/2016) diterima oleh Panitia SBMPTN Sub Panlok Magelang serta Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. di ruang multimedia. Pada saat yang bersamaan dilakukan potong tumpeng oleh Rektor yang diserahkan kepada Ketua Panitia SBMPTN sebagai simbol peresmian penerimaan dokumen serta dimulainya persiapan SBMPTN untuk esok harinya.

Pemotongan tumpeng oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. (kanan) didampingi Ketua SBMPTN Sub Panlok Magelang, Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Pd.D. saat  penerimaan dokumen ujian, Senin (30/05/2016).

Pemotongan tumpeng oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. (kanan) didampingi Ketua SBMPTN Sub Panlok Magelang, Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Pd.D. saat penerimaan dokumen ujian, Senin (30/05/2016).

RON A. HARRIS : WHO’S MOST AT SEISMIC AND TSUNAMI HAZARDS IN INDONESIA?

MAGELANG – Sebagai wilayah yang dilalui Ring of Fire atau jalur cincin api Pasifik sekaligus menjadi tempat bertemunya beberapa lempeng bumi seperti lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik, Indonesia berpotensi mengalami gempa bahkan tsunami.

So, who’s most at seismic and tsunami hazards in Indonesia? Can we reduce the risk?,” tanya Ron A. Harris, Profesor ahli Geologi dari Brigham Young University, US.

Pada kunjungan akademiknya, Jumat (27/05/2016), Prof. Harris membagikan sebagian kecil dari hasil penelitiannya mengenai sejarah gempa di Indonesia kepada semua tamu undangan yang hadir di ruang LPPM-PMP saat itu. “Apakah Sumatera saja, Jawa saja atau orang lain? Kita semua harus siap saat bencana itu seketika terjadi,” jelasnya.

Menurutnya, pengetahuan mitigasi bencana penting untuk mengurangi resiko jatuhnya korban pada saat bencana terjadi. Pada tahun 2013, Juliana, seorang warga Ambon yang juga anggota dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendapatkan pelatihan dari WAVES sebuah tim riset yang bergerak dalam bidang mitigasi bencana asuhan Prof. Harris berhasil menyelamatkan lebih dari 2500 orang di Negri Lima, Ambon dari tanah longsor dan banjir bandang. “Juliana menginformasikan pada warga sekitar bagaimana mendekteksi datangnya bencana dan bagaimana upaya penyelamatan diri,” kata Prof. Harris.

Selama 20 tahun melakukan penelitian di Indonesia, Prof. Harris berhasil menemukan dokumen sejarah kegempaan di Indonesia dalam bahasa Belanda. Dokumen ini memaparkan catatan gempa dan tsunami di Indonesia mulai dari tahun 1500an sampai 1800an. Disebutkan bahwa telah terjadi lebih dari 1000 gempa bahkan 130 diantaranya termasuk gempa besar dan lebih dari 95 tsunami pernah terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan gempa yang akhir-akhir ini terjadi diprediksi merupakan “pengulangan” siklus gempa yang pernah terjadi pada saat itu. Keterlambatan dalam mengetahui sejarah gempa dan tsunami ini membuat beberapa lokasi rawan bencana sudah terlanjur dijadikan lokasi tempat tinggal penduduk setempat. “Segera kami alih bahasakan dokumen ini dalam bahasa Inggris bahkan Indonesia, sehingga semua orang tahu dan memulai usaha pencegahan bencana dimulai dari pemilihan lokasi tempat tinggal atau membuat tempat tinggal tahan gempa,” tambahnya.

Perwakilan masing-masing Fakultas serta anggota LPPM-PMP UNTIDAR menyimak penjelasan mengenai mitigasi bencana dan sejarah kegempaan di Indonesia.

Perwakilan masing-masing Fakultas serta anggota LPPM-PMP UNTIDAR menyimak penjelasan mengenai mitigasi bencana dan sejarah kegempaan di Indonesia.

Singkat cerita, founder Harm’s Way, sebuah organisasi yang bergerak dalam hal mitigasi bencana ini didampingi Rr. Leslie Retno Angeningsih, Ph.D. dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta membuka kesempatan dengan Universitas Tidar untuk menjalin kerjasama khususnya dalam bidang sosialisai mitigasi bencana. Pasca bencana tsunami di Banda Aceh tahun 2004 silam, ribuan korban jiwa berjatuhan seharusnya bisa dicegah ketika masyarakat bisa memprediksi tanda-tanda tsunami saat itu dan segera menyelamatkan diri.

Kedatangan Prof. Harris disambut antusias oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. kemudian dilanjutkan dengan presentasi singkatnya di hadapan para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ka. Biro dan beberapa perwakilan bidang dan fakultas di UNTIDAR. “Saya harap setelah pertemuan ini, komunikasi tetap terjalin bahkan akan lebih baik jika berlanjut pada sebuah kerjasama UNTIDAR dengan Anda (Prof. Harris), Brigham Young University maupun Harm’s Way,” kata Prof. Dr. Soekarno, M.Si., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

REKTOR UNTIDAR HIMBAU MAHASISWA SEIMBANGKAN KEGIATAN AKADEMIK DAN ORGANISASI

MAGELANG – Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., melantik Ketua dan Wakil Ketua Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 922 “Macan Tidar” serta Pendamping Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Sabtu (28/05/2016) di auditorium.

“Saya mendukung mahasiswa yang aktif dalam organisasi namun harus tetap fokus pada kegiatan akademiknya juga. Tujuan utama mahasiswa kan tentunya dilihat dari prestasi akademiknya sedangkan organisasi sebagai nilai tambahnya,” tutur Prof. Cahyo pada saat memberikan sambutan.

Universitas juga membuka komunikasi seluas-luasnya bagi tiap-tiap UKM dalam hal kegiatan organisasi maupun hal lainnya. Selain itu, para anggota BEM dan BLM sebagai representatif mahasiswa diharapkan mampu memahami kondisi UNTIDAR yang masih dalam masa transisi. “Masih ada beberapa kekurangan namun, bukannya menjadi baik itu butuh sebuah proses?,” tambahnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menandatangani SK pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua BEM dan BLM, Komandan Menwa “Macan Tidar” serta Pendamping UKM Tahun 2016, Sabtu (28/05/2016).

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menandatangani SK pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua BEM dan BLM, Komandan Menwa “Macan Tidar” serta Pendamping UKM Tahun 2016, Sabtu (28/05/2016).

Rektor UNTIDAR menandatangi dan menyerahkan langsung SK Pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua BEM, BLM dan pendamping UKM Tahun 2016 kepada masing-masing perwakilan. Kemudian dilanjutkan dengan penanggalan penyematan atribut komandan dan wakil komandan Menwa UNTIDAR.

Pada acara ini, para anggota Menwa menunjukkan kemampuannya dalam pertunjukan Bela Diri Militer. Selain itu, tim Grandio Sonora Tidar juga ikut menyemarakkan acara ini dengan mempersembahkan beberapa lagu secara akustik.

Berikut daftar nama Ketua dan Wakil Ketua BEM dan BLM, Komandan Menwa “Macan Tidar” dan Pendamping UKM UNTIDAR Tahun 2016/2017 :

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Badan Legislatif Mahasiswa (BLM)
Nama Jabatan Nama Jabatan
Krisnaldo Triguswinri Ketua Rama Sujana Sujati Ketua
Bayu Setiaji Muslih Wakil Ketua I Danang Henri Wibowo Wakil Ketua I
Rian Widiyanto Wakil Ketua II Muhammad Nur Khabib E. Wakil Ketua II
Agung Setyo Pamungkas Wakil Ketua III Luthfi Nur Cholis Majid Wakil Ketua III
Heri Susanti Wakil Ketua IV Silviani Fajrin Wakil Ketua IV

Resimen Mahasiswa (MENWA)
Nama Jabatan
Prihtian Pambudi Komandan

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Nama Jabatan
Rektor Universitas Tidar Pengarah
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Penanggungjawab
Pendamping UKM  
  •  Bidang Penalaran
 
a.       UKM Penelitian (PHBD) Ir. Historiawati, M.P.
b.      UKM Kreativitas Mahasiswa Xander Salahudin, S.T., M.Eng.
c.       UKM Pers Mahasiswa Dra. Mursia Ekawati, M.Hum.
d.      UKM Radio Ali Imron, S.S., M.Hum.
e.      UKM Bahasa Asing Moch. Malik Al Firdaus, S.Pd., M.Pd.
  • Bidang Seni
 
a.       UKM Bengkel Seni dan Tari Drs. Budiono, M.Pd.
  Winda Candra Hantari, S.S., M.A.
b.      UKM Paduan Suara Drs. Hari Wahyono, M.Pd.
  • Bidang Olahraga
 
a.       UKM Olahraga dan Beladiri Imam Baihaqi, S.Pd., M.Pd.
b.      UKM Mapala Sulfur Retno Dewi P.A., SIP., M.P.A.
  • Bidang Kesejahteraan
 
a.       UKM Agama Islam dan MTQ Ir. Hadi Rianto, M.Sc.
  Dr. Farikah, M.Pd.
b.      UKM Kristiani Lorentino Togar Laut, S.E.
c.       UKM Koperasi Mahasiswa Nuwun Priyono, S.E.Akt., M.Akt.
d.      UKM Mahasiswa Wirausaha Siti Arifah, S.E.Akt., M.Akt.
  • Bidang Khusus
 
a.       UKM Resimen Mahasiswa Drs. Hendrarto, M.Si.
b.      UKM Pramuka Drs. Whinarko Julipriyatno, M.Si.
c.       UKM Korps PMI Retmasari, M.Pd.

UNTIDAR KEJAR TARGET RUMUSKAN KURIKULUM 2016

MAGELANG – Dewasa ini, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang mempunyai nilai tawar di era globalisasi. Produk lulusan tidak hanya relevan dengan pembangunan nasional namun juga terampil di dunia industri. Menyikapi hal ini, Universitas Tidar mempersiapkan rumusan kurikulum baru berbasis KKNI & SN DIKTI.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang bisa menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka  pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor, Peraturan Presiden (PP) Nomor 8 Tahun 2012.

Selain KKNI, kurikulum juga harus mengacu pada Standar Nasional (SN) Pendidikan Tinggi. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 pada pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa SN Dikti wajib dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran berdasarkan kurikulum pada program studi.

Pada Selasa (24/05/2016) UNTIDAR menggelar kembali workshop kurikulum dengan pokok pembahasan Draft Kurikulum 2016. Sebagai acara lanjutan dari pembahasan kurikulum yang telah diadakan sebelumnya, pada acara ini lebih ditekankan pada bagaimana alur penyusunan kurikulum dan cara mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Materi pada sesi pertama dibawakan oleh Rektor UNTIDAR, Prof.Dr.Cahyo Yusuf, M.Pd dan Dekan Fakultas Ekonomi, Prof.Joko Widodo.

=Peserta Workshop “Draft Kurikulum 2016” menyimak materi dengan seksama, Selasa (24/05) di auditorium UNTIDAR.

Peserta Workshop “Draft Kurikulum 2016” menyimak materi dengan seksama, Selasa (24/05) di auditorium UNTIDAR.

Peserta workshop kali ini terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, serta para dosen masing-masing fakultas di UNTIDAR. “Dengan kurikulum 2016 diharapkan UNTIDAR dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dan menghasilkan lulusan yang lebih baik serta berkualitas,” tutur Rektor UNTIDAR.

BUKAN HANYA SOAL PERJOKIAN TAPI PENGISIAN DATA PESERTA JUGA JADI PERHATIAN UTAMA PENGAWAS UJIAN SBMPTN

MAGELANG – Hasil evaluasi pelaksanaan SBMPTN tahun 2015, selain masalah perjokian kesalahan penulisan data peserta pada Lembar Jawab Komputer (LJK) juga menjadi salah satu penyebab gugurnya peserta ujian. “30% LJK peserta SBMPTN tahun lalu tidak bisa dikoreksi karena salah penulisan data,” kata Nuwun Priyono, S.E., M.Ak., Akt. Ketua PMB Universitas Tidar tahun 2016.

Pada sosialisasi Pelaksanaan Ujian Tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Selasa (24/05/2016), seluruh panitia dan pengawas ujian mendapat penjelasan mengenai tugas sebelum, saat, dan setelah ujian berlangsung.

“Pengawas ujian khususnya, tidak hanya paham bagaimana cara mengisi dokumen laporan ujian namun juga bagaimana cara mengisi data peserta. Sehingga ketika ada yang salah, maka bisa dikoreksi sebelum ujian berakhir,” tutur Ir. Hadi Rianto, M.Sc. sebagai Penanggung Jawab Lokasi (PJL) lokasi ujian di Kampus UNTIDAR.

Aturan SBMPTN 2016 ini juga lebih diperketat seperti peserta hanya boleh membawa pensil, peraut dan penghapus di meja ujiannya. Bahkan ada anjuran pengawas di setiap ruangan terdiri dari Bapak dan Ibu. “Tujuannya agar pengawas bisa melakukan pemeriksaan pada tubuh siswa untuk menghindari pemakaian alat perjokian, Ibu pengawas kepada peserta perempuan dan bapak pengawas pada peserta laki-laki,” tambahnya.

BUKAN HANYA SOAL PERJOKIAN TAPI PENGISIAN DATA PESERTA JUGA JADI PERHATIAN UTAMA PENGAWAS UJIAN SBMPTN, 2

Sosialisasi pelaksanaan SBMPTN sub Panlok Magelang dilaksanakan pada Selasa – Kamis/ (24-26/05/2016) di kampus UNTIDAR, SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4, dan SMA N 5 Magelang. Selain tata cara pelaksanaan ujian serta pengisian dokumen, berbagai masalah yang diprediksi muncul saat ujian juga ikut dibahas diantaranya identitas peserta meragukan atau tidak membawa ijazah/dokumen/kartu peserta. “Peserta tetap dapat mengikuti ujian namun ada ketentuan lain yang harus dipenuhi yaitu dicatat di berita acara ujian dan setelah selesai ujian menghadap panitia lokal,” jelas Ir. Hadi.

Selain sebagai lokasi ujian SBMPTN, pada tanggal yang sama, Selasa (31/05/2016), Kampus UNTIDAR juga menjadi lokasi registrasi calon mahasiswa yang lolos ujian SNMPTN 2016.

MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN DENGAN LTA

MAGELANG – Mengutip kalimat dari John Quincy Adam, If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader. Presiden ke-6 Amerika Serikat ini memberi kita definisi bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah sebuah ketetapan dari seseorang namun hasil dari tindakan diri sendiri. Lalu tindakan pemimpin seperti apa yang ideal dewasa ini?

“Pemimpin masa kini harus bisa bersikap luwes. Mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan dan perubahan yang ada,” kata Oke Amar Saputra, Humas BEM KM Universitas Tidar.

Tindakan seorang pemimpin menentukan kemajuan organisasi khususnya dalam mencapai tiap-tiap tujuannya. Maka itu, BEM KM UNTIDAR mengadakan kegiatan Leadership Training Academy (LTA) sebagai wadah pembentukan karakter pemimpin yang ideal, Jumat-Sabtu (20-21/05/2016) di Secaba Rindam IV Diponegoro Magelang.

Mengangkat tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Berdedikasi dan Berkontribusi dalam Organisasi”, para peserta yang sebagian dari perwakilan masing-masing organisasi mahasiswa di UNTIDAR diajak untuk membentuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta kekompakan.

“Pada sesi PBB, kami diajak memahami arti loyalitas dalam organisasi,” tambahnya.

MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN DENGAN LTA, 2

Sesi Pelatihan Baris Berbaris (PBB) dipimpin oleh Harjanto dari Secaba. Sesi ini menggambarkan bentuk loyalitas dari organisasi untuk pemimpin atau ke atas dengan mematuhi pemimpin tanpa mengeluh, loyalitas ke samping dengan membentuk kesamaan dari kekurangan yang ada dan loyalitas ke bawah adalah apabila terjadi kesalahan perlu diingatkan.

Sebelumnya, kegiatan kuliah LTA telah dilaksanakan, Minggu (15/05/2016) lalu di ruang multimedia. Sedangkan LTA Camp merupakan kegiatan lanjutan dan baru dilaksanakan seminggu setelahnya. Secara umum, kegiatan tahunan BEM KM ini fokus pada pelatihan manajemen organisasi, pembentukan karakter dan mengasah intelektual kepemimpinan.

“Kerja keras panitia terbayar karena peserta tetap semangat mengikuti acara hingga akhir walaupun cuaca kurang mendukung,” tutur Oke. Harapannya kepada para peserta LTA semoga semua ilmu dan pengalaman yang mereka dapat bisa diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari terutama pada kegiatan organisasi masing-masing.

OPTIMIS HADAPI MEA, DOSEN HARUS LEBIH PRODUKTIF

MAGELANG – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memberi dampak global terutama dalam dunia pendidikan tinggi. Salah satu upaya penguatan perguruan tinggi dalam menghadapi era global dan MEA adalah mendorong peningkatan kualitas proses-belajar mengajar dan tenaga pendidik dan kependidikan yang unggul. Dosen dan mahasiswa harus siap dan optimis menghadapi sistem perdagangan bebas antar negara ASEAN ini salah satunya dengan revolusi mental.

OPTIMIS HADAPI MEA, DOSEN HARUS LEBIH PRODUKTIF

“Mengapa Korea Selatan, negara yang merdeka 2 hari sebelum Indonesia sekarang jauh lebih maju? Karena mereka punya karakter yang kuat,” kata Prof. Dr. Ali Gufron Mukti, M.Sc., Ph.D.

Pengalaman diajah oleh Jepang membentuk karakter tiap warganya untuk optimis membangun negaranya jauh lebih maju dan berkembang daripada negara penjajahnya dulu. Keinginan kuat untuk mengalahkan Jepang ini membentuk karakter yang pantang menyerah selalu mengembangkan berbagai aspek di negaranya terutama pendidikan dan teknologi.

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti ini memaparkan arti penting revolusi mental dalam pembentukan karakter yang ideal untuk kemajuan bangsa pada acara Sosialisasi dan Dialog “Implementasi Sumber Daya Kemristekdikti”, Kamis (26/05/2016) di Auditorium Universitas Tidar. Moderator pembicara adalah Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T.

“Dosen perguruan tinggi masih “tertidur”,” tambah Prof. Ali Gufron. Menurutnya, kualitas dosen masih butuh peningkatan terutama dalam hal menulis terutama untuk jurnal internasional. Publikasi jurnal Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Berdasarkan data Kemristekdikti smapai tahun 2014, jumlah publikasi jurnal Malaysia mencapai 25.330, Singapura 17.198 jurnal dan Indonesia hanya 5.499 jurnal. “Mengapa Malaysia lebih tinggi jumlahnya daripada Singapura, karena jumlah dosennya lebih banyak. Bagaimana dengan Indonesia?,” jelasnya.

Pada acara ini, selain dosen dan mahasiswa UNTIDAR juga dihadiri perwakilan dari Universitas Muhamadiyah Magelang, STIMIK Bina Patria, Politeknik Muhamadiyah Magelang dan Akademik Teknik Tirta Wiyata. Sebelum acara dimulai, Prof. Ali Gufron beserta Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dan jajaran rektorat lainnya menyempatkan diri berkeliling kampus untuk melihat perkembangan pembangunan UNTIDAR.

BEM DAN BLM ADAKAN AUDIENSI DENGAN JAJARAN REKTORAT UNTIDAR

MAGELANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) mengadakan audiensi dengan jajaran rektorat Universitas Tidar, Kamis (19/05/2016). Dalam kegiatan ini calon pengurus BEM dan BLM tahun 2016/2017 memaparkan sejumlah permasalahan yang dihadapi BEM Fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta mencari solusi yang tepat dalam menangani permasalahan tersebut.

“Pengajuan proposal mahasiswa belum ada format yang baku sehingga kadang proposal sering direvisi dan dikembalikan pada mahasiswa,” tutur Dodidio Octa Wibawa.

Octa sebagai Kepala Departemen Kajian dan Strategi BEM membacakan satu persatu permasalahan yang dihadapi masing-masing UKM dan BEM Fakultas hasil rapat koordinasi pada Selasa (10/05/2016) serta kajian dan advokasi, Selasa-Rabu (17-18 Mei 2016).

“Saya mengapresiasi kegiatan semacam ini. Ketika ada permasalahan baiknya di-sharing seperti ini kemudian bersama-sama kita cari solusinya. Kegiatan mahasiswa juga menjadi sarana publikasi universitas,” kata Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Menurut beliau, mahasiswa harusnya memahami kondisi universitas yang sedang dalam masa transisi, baik secara sistem maupun kondisi fisik kampus. Pihak kampus sedang berproses membenahi, meningkatkan serta mencari sistem atau solusi yang tepat dalam menangani setiap permasalahan di dalam kampus.

BEM DAN BLM ADAKAN AUDIENSI DENGAN JAJARAN REKTORAT UNTIDAR, 2

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T menanggapi permasalahan bidang keuangan dan pengadaan barang. Sedangkan permasalahan bidang kemahasiswaan ditanggapi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. Dalam kesempatan ini turut hadir juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yudhi Arnandha,S.T., M.T., dan Staff PPK, Andi Setiawan, A.Md.

“Pengajuan proposal idealnya 1 bulan sebelum acara sedangkan SPJ dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah acara berlangsung,” jelas Yudhi. Selama ini banyak pengajuan proposal yang terlalu mepet sehingga mempengaruhi proses penerimaan pendanaan. Mahasiswa juga harus aktif menelusuri sampai mana atau sejauh mana proposal sudah diproses.