HADAPI MEA, UPT BAHASA TINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS MAHASISWA UNTIDAR

MAGELANG – Pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) mendesak masyarakat Indonesia untuk mulai meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing. UPT Bahasa Universitas Tidar menyadari pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa global sehingga dapat menjembatani masalah komunikasi antar negara.

Dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya mahasiswa, UPT Bahasa menyelenggarakan pelatihan bahasa inggris untuk mahasiswa. Pelatihan ini difokuskan pada penguasaan ketrampilan komunikasi yaitu pelatihan English Conversation untuk menambah ketrampilan berkomunikasi dan berinteraksi dalam bahasa Inggris.

“Pelatihan ini tidak dipungut biaya sedikitpun dan masih dibuka kesempatan bagi mahasiswa yang belum sempat mendaftar,” tutur Kepala UPT Bahasa, Dr. Farikah, M.Pd.

Pelaksanaan pelatihan bahasa Inggris ini dimulai bulan April – November 2016. Pelatihan dilaksanakan setiap hari dari Senin – Jumat pukul 14.30 – 16.00 dan 16.00 – 17.30 di ruang UPT Bahasa. Instruktur pelatihan merupakan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

“Sampai saat ini sudah ada 236 mahasiswa yang mendaftar dan kemudian dibagi menjadi 9 kelas dengan jadwal hari dan waktu pelatihan yang berbeda-beda,” tambah Farikah.

Menurutnya, mahasiswa yang belum lancar berbahasa Inggris tidak perlu kecil hati. Para instruktur siap membimbing mahasiswa tahap demi sehingga mahasiswa mampu menyerap dan mempraktekkan materi yang diberikan dengan baik dan lancar. Tujuan akhir pelatihan ini adalah membekali mahasiswa UNTIDAR dengan kemampuan berbahasa Inggris baik tulis maupun lisan untuk level dasar dengan pemberian sertifikat pada akhir pelatihan.

Pelatihan Bahasa Inggris ini sudah dimulai Senin (18/04/2016) lalu. Minggu perdana pelatihan ini diisi dengan materi introducing yourself and introducing someone. Berlanjut ke minggu kedua dengan materi checking information, minggu ketiga describing work and school, dan seterusnya sampai minggu ke-20.

2.1

“Saya mengikuti pelatihan ini karena ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris saya. Jadi ketika lulus nanti selain mendapat gelar juga fasih berbahasa Inggris,” kata Sani, salah satu peserta pelatihan bahasa, mahasiswi D3 Akutansi semester 4.

Penguasaan bahasa Inggris mendapat poin tersendiri ketika melamar pekerjaan dan membantu kelancaran dalam bekerja jika mendapat klien atau partner kerja dari luar negri. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, maka manfaatkanlah kesempatan pelatihan bahasa Inggris oleh UPT Bahasa ini, bagi mahasiswa yang belum mendaftar bisa menghubungi Ibu Farikah (085642737806).

TONG SAMPAH “CANTIK” UNTUK LINGKUNGAN YANG LEBIH BAIK

MAGELANG – Tong sampah lekat dengan kesan kumuh dan kotor. Walaupun keberadaannya sering disepelekan yaitu hanya sebagai tempat menampung sampah namun, tong sampah mempunyai peranan penting bagi kebersihan lingkungan. Bagaimana jika tong sampah yang kumuh itu disulap menjadi “cantik” dan menarik, harusnya tidak ada lagi yang “lupa” membuang sampah ditempatnya bukan?

Panitia Dies Natalis Ke-2 Universitas Tidar khususnya bidang pengabdian masyarakat menggadakan lomba melukis tong sampah antar SMA dan SMK se-Ekskaresidenan Kedu, Sabtu (23/04/2016). Lomba ini tidak dipungut biaya dan panitia menyediakan media lukisnya yaitu tong sampah plastik.

“Tema kali ini adalah kelestarian lingkungan. Hasil lukisan pada tong sampah ini diharapkan mampu menjadi pengingat untuk membuat sampah pada tempatnya,” tutur Rangga Asmara, koordinator lomba.

Puluhan peserta diberi kebebasan dalam memilih alat lukis dan diberikan waktu selama 2 jam untuk menyelesaikan lukisannya. Selain kesesuaian dengan tema, peserta diwajibkan melukis logo UNTIDAR atau logo Dies Natalis.

“Karena medianya terbuat dari plastik, teknik paling aman adalah melapisinya dengan cat dasar terlebih dahulu atau lebih mudahnya menggunakan pilox,” jelas Agus Supriyono, salah satu juri.

Menurut Agus yang kesehariannya menjadi guru privat melukis ini, lomba melukis seperti ini memang tepat ditujukan kepada anak usia SMA/SMK. Selain sebagai bentuk ekspresi, kegiatan sejenis ini sebagai wadah untuk menyalurkan potensi seni lukis/mural daripada mereka mengekspresikannya di jalan atau tembok-tembok rumah. Selain aliran ekspresionisme, beberapa peserta lomba juga melukis dengan aliran dekoratif atau kita sering menyebutnya dengan doodle.

“Mungkin karena sudah terlalu asik melukis banyak peserta yang lupa menggambar logo sehingga banyak yang didiskualisifikasi,” tambah Ipung Tri Purnomo, juri lainnya.

Kriteria penilaian melukis tong sampah yaitu kesesuaian dengan tema, komposisi warna serta kreativitas. Berdasarkan hasil penilaian juri maka diputuskan Juara 1 diperoleh Annisa Kurnia Fajrin dari SMA N 4 Magelang; Juara 2, Rafly Aprianata dari SMA N 5 Magelang dan Juara 3, B. Deni Nanda W dari SMA Kristen 1 Magelang. Masing-masing juara mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000 untuk juara pertama, Rp 750.000 untuk juara kedua dan Rp 500.000 untuk juara ketiga.

1.1

Tong sampah hasil lukisan para peserta lomba selain akan digunakan di lingkungan UNTIDAR juga akan dibagikan ke wilayah sekitar kampus. Pentingnya melestarikan lingkungan khususnya dari hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya terkadang dilupakan sebagian orang. Terlebih Kota Magelang sebagai Kota Adipura Kencana sepatutnya kita sebagai warga yang baik harus mampu hidup dengan budaya peduli lingkungan paling tidak dimulai dari hal kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya.

 

 

PENERIMAAN PEGAWAI KONTRAK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2016

PENGUMUMAN
Nomor : 515/UN57/KP/2016

TENTANG

PENERIMAAN PEGAWAI KONTRAK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR
TAHUN 2016

Universitas Tidar membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang mempunyai potensi, kreatifitas, dan profesional dalam mengembangkan Universitas Tidar sebagai Pegawai Kontrak dengan ketentuan sebagai berikut:

Pengumuman Rekruitment Pegawai Kontrak 2016

PENJELASAN TAMBAHAN TENTANG PENERIMAAN PEGAWAI KONTRAK

LPPM-PMP UNTIDAR DAN PROFESOR UNIVERSITAS MAHASARAKHAM THAILAND BICARAKAN KEMUNGKINAN KERJASAMA

MAGELANG – Prof. Chayan Picheansoonthon, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasarakham sekaligus salah satu penasehat Raja Thailand, berkunjung ke Universitas Tidar, Rabu (06/04/2016). Perjalanannya ke Indonesia kali ini dalam rangka menyusun monografi tanaman obat Thailand yang akan dipersembahkan kepada Permaisuri Raja Thailand, Ratu Sirikit yang berulang tahun pada bulan Agustus nanti.

“Beberapa tanaman obat adalah tanaman asli Indonesia seperti kayu manis dan kemukus,” kata Chayan.

Chayan mengunjungi kebun Bedono, wilayah Jambu, Kabupaten Semarang untuk melihat langsung pohon kayu manis dan kemukus serta proses pengolahannya. Sebelum menuju Borobudur, anggota The Royal Society of Thailand ini mengunjungi UNTIDAR. Kehadirannya disambut Ketua LPPM-PMP, Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D., Staf Ahli Rektor, R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng., serta perwakilan dari masing-masing fakultas di kantor LPPMP-PMP.

“Pertemuan ini merupakan rintisan awal untuk menjalin kerja sama antara UNTIDAR dengan Universitas Mahasarakham”, tutur Usman.

thailand 2

Menurut penuturan Chayan, Thailand memfokuskan pengembangan program pendidikannya pada tiga aspek yaitu engineering, agriculture dan education. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk pengadaan kerja sama diluar bidang tersebut seperti sosial, politik, budaya atau bidang lainnya.

Membangun jejaring kerja sama baik domestik maupun internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja UNTIDAR di era global. Sebelumnya, pada September 2015 lalu, UNTIDAR juga dikunjungi oleh Frank B. Matta, Ph.D., Profesor Hortikultura dari Missisippi State University, Amerika Serikat. Pertemuan tatap muka langsung dengan universitas dari luar negeri ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama khususnya untuk pengembangan mutu pendidikan UNTIDAR.

 

 

KARTINIAN UNTIDAR : NASI GORENG BALA-BALA SUKSES JADI PRIMADONA

MAGELANG – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Darma Wanita Universitas Tidar menggelar lomba memasak nasi goreng khusus bapak-bapak, Jumat (22/04/2016). Acara yang diadakan di auditorium UNTIDAR ini diikuti 16 tim yang masing-masing terdiri dari dua orang peserta.

Panitia menyediakan bahan-bahan yang diperlukan seperti nasi putih, telor, bumbu-bumbu yang diperlukan serta garnish untuk mempercantik penyajian. Peserta hanya diperbolehkan membawa alat masak dan piring untuk penyajian. Bagi yang membawa bahan tambahan diluar ketentuan maka akan disita.

“Beberapa peserta membawa bumbu yang sudah jadi, maka kami sita,” tutur Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Sebelum lomba masak dimulai, Wakil Rektor III bersama dengan Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno. M.Si. melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk menyita bahan-bahan tambahan yang dibawa oleh peserta. Kedua inspektor ini berhasil menyita berbagai macam bahan tambahan mulai dari bumbu instan atau bumbu yang sudah jadi sampai bahan tambahan seperti kerupuk atau sayuran untuk garnish makanan.

Segera setelah pembawa acara memberi aba-aba lomba memasak dimulai, peserta langsung cekatan mengambil bahan-bahan nasi goreng sesuai dengan nomer peserta di meja yang sudah disediakan. Selama 30 menit waktu yang ditentukan panitia, dapat terlihat peserta mana yang sudah terbiasa dan tidak terbiasa memasak sebelumnya. Pasangan Jati dan Rasyid, tim dari LPPMPP menarik perhatian juri dari mulai proses memasak sampai penyajian. Nasi goreng bala-bala ini berhasil menyingkirkan 15 nasi goreng lainnya hingga merebut gelar juara pertama.

“Nasi gorengnya enak, garnish-nya cantik seperti buatan ibu-ibu biasanya,” tutur Lucia, salah satu tim juri yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi.

Tim juri berasal dari perwakilan masing-masing fakultas yaitu Anis Rakhmawati, Sri Dayati, Lucia Rita Indrawati, Dwi Winarsih dan Sri Rahayu Safitri. Penilaian juri ditentukan dalam beberapa kategori antara lain kebersihan, cara kerja, ketepatan waktu, penampilan dan rasa.

Lomba memasak nasi goreng ini juga sekaligus menjadi acara perdana Darma Wanita UNTIDAR setelah sekian lama dalam masa vakum. Menurut penuturan Suwerli, Ibu Rektor, harapannya kegiatan Darma Wanita akan mulai aktif kembali dengan berbagai kegiatan yang variatif dan bermanfaat baik bagi anggota maupun bagi UNTIDAR.

Berikut daftar pemenang Lomba Memasak Nasi Goreng dalam Rangka Hari Kartini UNITIDAR : Juara 1 (Jati&Rasyid,LPPMP), Juara 2 (Hari Wahyono&Imam,FKIP), Juara 3 (Purba&Gentur,FE), Harapan 1 (Yogi&Reza,Rektorat), Harapan 2 (Ardi&Dwi,Staff Driver) dan Harapan 3 (Hatma&Ma’un,BAU).

 

ROBI & DINA, MAHASISWA UNTIDAR BER-IPK 4 TERIMA BEASISWA ASTRA

MAGELANG – Setelah menyeleksi ratusan pendaftar, akhirnya diputuskan 20 orang mahasiswa yang berhak menerima beasiswa dari Yayasan ASTRA Honda Motor. Mereka adalah mahasiswa pilihan yang melalui proses seleksi ketat di tingkat universitas dengan poin utama yang diperhatikan adalah nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

“Semua mahasiswa UNTIDAR yang terpilih mendapatkan beasiswa nilai IPK-nya lebih dari batas minimal bahkan ada 2 orang yang mendapatkan IPK 4.0 yaitu Afiat Robiyahya & Dina Eka Cahyani,” tutur Drs. Giri Atmoko, M.Si.

Menurutnya, prestasi yang sudah mereka capai ini patutnya terus dipertahankan serta ditambah dengan pengembangan potensi lainnya lewat program-program kemahasiswaan. “Syarat utama penerima beasiswa ASTRA adalah nilai IPK minimal 3.0. Mahasiswa yang dianggap kurang memenuhi syarat seperti penurunan nilai IPK bisa saja langsung dicabut beasiswanya,” tambah Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) ini.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada Robi & Dina didampingi Ida Nur Rubia, Pimpinan Bank Bukopin Cabang Magelang. Pengelolaan beasiswa yang mencapai 3 juta rupiah tiap mahasiswanya akan dikelola Bank Bukopin sampai akhir masa beasiswa, Semester 6 untuk mahasiswa D3 dan semester 8 untuk mahasiswa S1. “Kami memfasilitasi mahasiswa dalam mengelola keuangannya. Jika beasiswa diberikan langsung secara tunai maka besar kemungkinan akan langsung habis dibelanjakan,” jelas Ida.

Selain mendapatkan buku rekening, mahasiswa akan mendapatkan Kartu ATM Co-Branding Bukopin. “Setiap kartu ATM co-branding terdapat nama dan foto dari pemilik rekening beserta logo UNTIDAR dan Bukopin. Kartu ini dapat digunakan untuk penarikan di seluruh ATM Bank Bukopin, ATM Bersama dan jaringan Prima,” tambah Ida.

Kerjasama antara Bank Bukopin dan UNTIDAR dalam pengelolaan dana beasiswa kali ini bukanlah yang pertama. Tahun lalu, Bukopin juga memfasilitasi pengelolaan dana beasiswa PPA. Dalam kesempatan ini, Ida Nur Rubia juga menyatakan bahwa Bank Bukopin membuka kesempatan magang kerja bagi mahasiswa UNTIDAR.

 

JAWA TENGAH DOMINASI PENDAFTAR SNMPTN UNTIDAR

MAGELANG – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) telah memasuki tahap seleksi tingkat perguruan tinggi. Jalur seleksi dengan menggunakan nilai rapor siswa ini baru pertama kali dilaksanakan di Universitas Tidar. Menurut data dari pusat, jumlah pendaftar SNMPTN ke UNTIDAR masih didominasi dari wilayah Provinsi Jawa Tengah.

“Mayoritas pendaftar masih dari provinsi sendiri (Jawa Tengah) namun, beberapa pendaftar ada juga yang berasal dari Papua, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi,” jelas Humas SNMPTN UNTIDAR, Yogi Prayogo.

SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/MK dan SMK yang masa belajarnya 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai semester 7 (tujuh) bagi SMK yang masa belajarnya 4 (empat) tahun, serta Portofolio Akademik. SNMPTN merupakan tahap pertama penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan tinggi, sebelum Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri (SM).

Rektor, Wakil Rektor beserta Tim Panitia SNMPTN UNTIDAR menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Hasil Akhir PTN 1, Sabtu-Minggu (16-17/04/2016) di Laras Asri Resort & Spa Salatiga. PTN 1 yang dimaksud adalah kelompok pendaftar yang memilih UNTIDAR sebagai pilihan pertama. Bagi pendaftar PTN 1 yang tidak lolos seleksi otomatis diikutkan kembali pada seleksi PTN 2 pada akhir April 2016.

FGD ini dipimpin oleh Rektor Universitas Tidar, Prof.Dr. Cahyo Yusuf,M.Pd dan Wakil Rektor I, Bidang Akademik, Prof.Ir. Ali Munawar,M.Sc.,Ph.D. Menurut keterangan dari panitia SNMPTN UNTIDAR, jumlah pendaftar kelompok PTN 1 ini mencapai 610 orang. Pada FGD ini ditetapkan jumlah calon mahasiswa SNMPTN PTN 1 yang dinyatakan lolos yang nanti akan diumumkan pada 10 Mei 2016.

SOSIALISASI SNMPTN UNTIDAR 2016 BAGI PIMPINAN FAKULTAS DAN UNIVERSITAS  

MAGELANG – Menindaklanjuti Focus Group Discussion (FGD) penetapan hasil akhir PTN 1 SNMPTN di Salatiga, tim panitia menggelar acara Sosialisasi Pelaksanaan SNMPTN 2016 bagi pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Universitas Tidar, Selasa (19/04/2016) di Hotel Atria Magelang.

“Proses seleksi dilaksanakan secara adil, akuntabel dan transparan serta tanpa membeda-bedakan,” tutur Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.d., Wakil Rektor Bidang Akademik.

Prof. Ali yang sekaligus menjadi pembicara utama dalam sosialisasi ini memaparkan proses tahapan seleksi secara rinci. Materi yang disampaikan meliputi proporsi jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan daya tampung.

Saat ini proses seleksi sudah memasuki tahap penetapan calon seleksi yang lolos PTN 1. Akhir April 2016 ini akan dilanjutkan kepada proses seleksi SNMPTN untuk kategori PTN 2 atau pendaftar yang memilih UNTIDAR pada pilihan keduanya ditambah pendaftar PTN 1 yang tidak lolos seleksi.

“Jumlah calon mahasiswa PTN 1 yang lolos seleksi sudah ditetapkan, namun masih dirahasiakan serta menunggu hasil seleksi PTN 2 akhir April nanti,” jelas Humas SNMPTN UNTIDAR, Yogi Prayogo.

Jumlah keseluruhan pendaftar SNMPTN UNTIDAR yang lolos seleksi adalah penjumlahan dari hasil seleksi PTN 1 dan PTN 2 yang nantinya akan diumumkan pada 10 Mei 2016.  Dalam kesempatan ini hadir Rektor Universitas Tidar, Wakil Rektor I dan 2, Dekan dari semua Fakultas, Kepala Biro, Kepala UPT, Satuan Pengawas Internal, dan tim seleksi SNMPTN Universitas Tidar.

 

21 WISUDAWAN RAIH PENGHARGAAN KEWIRAUSAHAAN DARI REKTOR UNTIDAR

MAGELANG – Wisuda sarjana dan ahli madya Universitas Tidar periode April 2016 meluluskan 133 mahasiswanya, Sabtu (16/04/2016). Berbeda dengan wisuda sebelumnya, selain wisudawan dengan IPK terbaik dari masing-masing fakultas atau wisudawan dengan pujian (cumlaude) dari seluruh fakultas, kali ini wisudawan yang juga sebagai pelaku usaha (wirausahawan) mendapat penghargaan khusus dari Prof. Cahyo Yusuf M.Pd., Rektor UNTIDAR.

“Saya bangga dengan semangat mereka dalam berwirausaha, terutama mahasiswa yang merintis usahanya dari nol terlebih dari program-program kewirausahaan seperti PMW atau PKM,” tuturnya.

UNTIDAR berkomitmen membekali lulusannya dengan ketrampilan berwirausaha sehingga setelah lulus nanti mereka mampu menciptakan peluang usaha sendiri. Kampus memberi kesempatan seluas-luasnya untuk mahasiswa yang ingin merintis usaha dengan berbagai program mahasiswa terkait kewirausahaan.

Beberapa wisudawan yang memperoleh penghargaan kewirausahaan diantaranya adalah Edi Priyanto (FISIPOL), Farid Alwan (FT), Erwin Setya (FISIPOL), Rizky Nuurasyiddyah (FKIP), Syafira Andika (FKIP), Vivanti Puspitasari (FKIP), Bagus Kurniawan (FISIPOL), dan Hony Kharisma Sejati (Pertanian). Jenis usaha yang mereka kembangkan pun beragam mulai dari bidang kuliner, jasa sampai pembibitan tanaman.

Wisuda periode pertama di tahun 2016 ini meluluskan 17 wisudawan cumlaude dengan IPK tertinggi 3.80 yang diraih oleh Ambarwati mahasiswi Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) program studi Bahasa Inggris dan Eko Sulistyanto mahasiswa Fakultas Teknik (FT) program studi Teknik Mesin.

Badai Rosy Putra, salah satu wisudawan cumlaude yaitu dengan IPK 3,71 yang sekaligus mendapat predikat terbaik di Fakultas Ekonomi juga merupakan salah satu wirausahawan muda yang sukses. Saat ditemui usai acara wisuda, wisudawan asal Kelurahan Magersari Kecamatan Magelang Selatan ini mengaku ayahnya adalah inspirasi awalnya dalam membuat usaha sendiri. “Sama-sama di jasa konstruksi namun CV saya lebih kepada jasa pertamanan,” tutur Badai.

CV. Puspita Loka mulai dijalankan Badai pada bulan Juni 2015. Bermodal awal dari sang ayah kini usaha jasa konstruksi dan pengadaan barang khusus pertamanan ini bahkan sudah pernah bekerjasama dengan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang. Selamat dan sukses para wisudawan wisudawati UNTIDAR periode April 2016, wisuda bukanlah akhir namun awal dari sukses besar Anda suatu saat nanti.

 

REKTOR UNTIDAR AJAK MAHASISWA JADI WIRAUSAHAWAN MUDA

MAGELANG – Sesuai dengan Visi Universitas Tidar yaitu universitas berkeunggulan dalam Tridarma Perguruan Tinggi yang berbasis wirausaha dalam kancah nasional dan global, pasca wisuda mahasiswa diharapkan bukan saja menjadi job seeker namun sebagai job creator. “Lulusan UNTIDAR harusnya mampu menciptakan kerja, menjadi pelaku usaha bukan pencari kerja apalagi menjadi pengangguran intelektual,” jelas Rektor, Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd.

Calon wisudawan/wisudawati periode April 2016 diwajibkan mengikuti Orientasi Kewirausahaan, Kamis (14/04/2016) di auditorium UNTIDAR. Mereka mendapat pembekalan materi kewirausahaan dari Rektor dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro M.Si. serta berbagi pengalaman dengan beberapa wirausahawan yang juga sesama calon wisudawan.

“Saya senang ternyata banyak mahasiswa yang sudah mencoba berwirausaha. Mereka patut didukung dan saya siap membuka “jalan” untuk mereka,” tutur Bambang.

Sebelumnya, beliau pernah melakukan beberapa penelitian antara lain mengenai pengadaan snack untuk acara kampus. Frekuensi acara dan jumlah peserta yang cukup banyak harusnya bisa ditangkap sebagai sebuah peluang wirausaha. “Sayangnya sampai saat ini, mahasiswa belum tergerak mengambil peluang emas ini,” tambahnya.

Menurut ahli sosiolog David McClelland, idelanya sebuah negara setidaknya membutuhkan 2% wirausahawan dari total penduduk. Untuk ukuran penduduk Indonesia, berarti perlu 50 juta wirausahawan. Menurut data survei tahun 2015 jumlah wirausaha kita hanya 1,65% dari 250 juta penduduk masih kalah jauh dengan negara-negara ASEAN lainnya. UNTIDAR sebagai pusat iptek dan kewirausahaan memfasilitasi dan mendampingi mahasiswa dalam mengkaji dan mengembangkan kewirausahaan. Mempersiapkan, mengelola dan membekali mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha baru serta ikut menyelesaikan pengangguran dan kemiskinan. Terlebih dengan adanya UPT Kewirausahaan yang dipimpin oleh Drs. Sri Bondan M.Si. mahasiswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkonsultasi seputar kewirausahaan.

Rizky Nuurasyiddah calon wisudawati dari FKIP yang sudah merintis usaha facial wajah tanpa rasa sakit sejak 3 tahun lalu membagikan pengalamannya.

Rizky Nuurasyiddah calon wisudawati dari FKIP yang sudah merintis usaha facial wajah tanpa rasa sakit sejak 3 tahun lalu membagikan pengalamannya.

 

Beberapa calon wisudawan juga berkesempatan berbagi pengalaman wirausahanya diantara lain Edi Priyanto (FISIPOL) pengusaha pengisian ulang tabung Alat Pemadam Kebakaran (APAR), Farid Alwan (FT) pengusaha angkringan, Erwin Setya (FISIPOL) pengusaha krupuk rambak dan Rizky Nuurasyidah (FKIP) pengusaha jasa facial wajah tanpa rasa sakit. “Setiap tempat usaha harusnya memiliki alat pemadam. Peluang ini saya manfaatkan sebagi usaha dan terbukti terus berkembang sampai sekarang hingga beberapa cabang,” tutur Edi yang juga memiliki usaha lain seperti bakso kerikil, penyewaan Gedung Olah Raga (GOR) dan jual beli mobil. Pengalaman dari mereka ini diharapkan mampu menginspirasi calon wisudawan serta membuka peluang kerjasama bagi yang sudah mulai merintis usaha.