Musyawarah Regional ke-5, Ajang Curhat Mahasiswa Penerima Bidikmisi

Tadjus Sobirin, Siswo Eriyanto dan Azwar Anas sebagai perwakilan Himadiktar Untidar dalam Musyawarah Wilayah Bidikmisi ke-5 Jateng-DIY di UII Yogyakarta

Tadjus Sobirin, Siswo Eriyanto dan Azwar Anas sebagai perwakilan Himadiktar Untidar dalam Musyawarah Wilayah Bidikmisi ke-5 Jateng-DIY di UII Yogyakarta

MAGELANG – Perwakilan Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Untidar (Himadiktar) Tadjus Sobirin, Siswo Eriyanto, dan Azwar Anas mengikuti Musyawarah Wilayah Bidikmisi ke-5 wilayah Jateng DIY di Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat-Minggu (25-27/03/2016). Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa penerima bidikmisi dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jateng DIY. “Dalam acara ini kami bisa bertemu mahasiswa penerima bidikmisi dari universitas lain dan sharing pengalaman masing-masing. Membangun solidaritas bersama serta saling bersilaturahmi,” kata Tadjus Sobirin, Ketua Himadiktar.

Perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi diberikan kesempatan “curhat” seputar kegiatan maupun kendala seputar bidikmisi. “Trending topic permasalahan bidikmisi adalah seputar pencairan dana yang tidak tepat waktu,” tutur Tadjus. Menurutnya, permasalahan pencairan dana disebabkan oleh masalah birokrasi atau pada pengiriman dokumen/laporan terkait penerima bidikmisi ke pusat yang terlambat sehingga proses pencairan pun terkendala. Masalah lain yang juga menjadi pembahasan adalah tidak semua perguruan tinggi memiliki himpunan/organisasi mahasiswa bidikmisi. Walaupun sering dianggap sepele, keberadaan himpunan mahasiswa bidikmisi memiliki peranan yang penting dalam “keberlanjutan” penerimaan tunjangan. “Himadiktar contohnya, dibentuk berdasarkan kebutuhan informasi mengenai hak dan kewajiban penerima bidikmisi,” jelasnya. Dalam perkembangannya, organisasi himpunan mahasiswa penerima bidik misi Untidar ini juga menjembatani anggotanya dalam meningkatkan potensi diri dalam bidang non akademik seperti PKM, PHBD maupun Mawapres.

Musyawarah Wilayah V Bidikmisi yang diselenggarakan di Gedung Prof. Dr. Sardjito, UII, Yogyakarta ini, sekaligus menjadi acara pembentukan struktur organisasi Perkumpulan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi (Permadani Diksi) wilayah Jateng-DIY. Perwakilan dari Untidar, Siswo Eriyanto mendapat kesempatan menjabat sebagai Sekretaris 2 dalam himpunan ini.

Menurut pasal 76 UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan, berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi, bidikmisi berfokus kepada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi. Mahasiswa bidikmisi dituntut unggul dalam prestasi baik secara akademik maupun kegiatan lainnya. “Kita sudah “berhutang” pada negeri ini, maka bukankah sepantasnya membayarnya kembali dengan prestasi,” tutup Tadjus.

Lomba Fotografi HMTMD3 Angkat Tema Potret Kehidupan di Magelang

Para undangan mendengarkan sambutan dari Setya Pambudi, Ketua HMTMD3 Untidar, Minggu (27/03/2016) di Auditorium.

Para undangan mendengarkan sambutan dari Setya Pambudi, Ketua HMTMD3 Untidar, Minggu (27/03/2016) di Auditorium.

MAGELANG – Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin (HMTM) D3 mengumumkan pemenang lomba fotografi “Potret kehidupan di Magelang”, Minggu (27/03/2016). Juara pertama diraih M. Fahruriza Ridwan (Teknik Mesin S1). Pengumuman tersebut merupakan bagian dari acara peringatan HUT HMTMD3 Untidar ke-1 yang diselenggarakan di Auditorium Untidar.

“Pemilihan tema berdasarkan pengamatan kehidupan sehari-hari di Magelang yang dirasa memiliki banyak cerita unik yang bisa ditangkap lewat foto,” kata Arif Fatchurahman, Ketua Panitia HUT HMTMD3. Peserta diwajibkan mengirimkan materi lomba baik dalam bentuk hardfile maupun soffile kepada panitia. Aspek yang dinilai seputar kesesuaian dengan tema, kualitas foto, sudut pandang gambar serta kesesuaian dengan ketentuan lain (editing brightness, dll).

Juara Pertama Lomba Fotografi HUT ke-1 HMTMD3 Untidar, Karya M. Fahruriza Ridwan (Manual Mode|No Flash|1/500s|f/9|Lensa Wide|ISO400)

Juara Pertama Lomba Fotografi HUT ke-1 HMTMD3 Untidar, Karya M. Fahruriza Ridwan (Manual Mode|No Flash|1/500s|f/9|Lensa Wide|ISO400)

Fahruriza Ridwan sebagai juara pertama mengangkat tema kehidupan petani yang sedang menanam padi di lingkungan tempat tinggalnya. “Ini kali pertama saya mengikuti lomba fotografi dan tidak disangka mendapatkan juara pertama,” tutur Ridwan yang sudah menggeluti dunia fotografi semenjak duduk di kelas 2 SMA. Mahasiswa Fakultas Teknik ini mengakui memang sudah kegemarannya mengambil foto landscape atau pemandangan. Juara pertama lomba fotrografi mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 300.000 beserta piala dan piagam penghargaan. Juara kedua diraih oleh M. Yaskur (PBSI) dan juara ketiga M. Dwi Raharjo (PBSI) masing-masing mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 200.000 dan Rp 100.000 beserta piala dan piagam penghargaan.

Selain sebagai ajang pengumuman juara lomba fotografi, rangkaian acara HUT ke-1 HMTMD3 ini juga diisi acara lain seperti potong tumpeng dan makan bersama “adat mesin”. “Makan bersama Adat Mesin adalah makan bersama berhadap-hadapan satu sama lain. Berapapun jumlah makanannya dibagi rata dan dimakan bersama-sama. Tujuannya agar satu dan yang lainnya dapat saling berkenalan, menjaga silaturahmi,” tambah Arif. Dalam acara ini, Dekan Fakultas Teknik, Ir. Kun Suharno, M.T berkesempatan memberikan sambutan serta menerima potongan pertama tumpeng syukuran HUT HMTMD3 dari Ketua HMTMD3 Untidar, Setya Pambudi.

Saat ini, HMTMD3 Untidar tergabung dalam Forum Komunikasi Teknik Mesin Jogjakarta (FKTMJ) Korwil V. Beberapa perwakilan FKTMJ juga turut hadir dalam acara ini seperti perwakilan dari UGM, UNY, UMS, dan UNS. Forum ini menjembatani mahasiswa teknik mesin untuk saling berbagi ilmu, diskusi dan membahas teknologi terbaru seputar dunia mesin. “Kegiatan terakhir dari FKTMJ yang kami ikuti kemarin adalah seminar mengenai drone,” tutup Arif.

Dekan Fakultas Teknik, Ir. Kun Suharno, M.T (kanan) berfoto bersama dengan juara Lomba Fotografi HMTMD3, Juara pertama M. Fahruriza Ridwan (Teknik Mesin S1), Juara kedua M. Yaskur (PBSI) dan juara ketiga M. Dwi Raharjo (PBSI).

Dekan Fakultas Teknik, Ir. Kun Suharno, M.T (kanan) berfoto bersama dengan juara Lomba Fotografi HMTMD3, Juara pertama M. Fahruriza Ridwan (Teknik Mesin S1), Juara kedua M. Yaskur (PBSI) dan juara ketiga M. Dwi Raharjo (PBSI).

HUT Ke-35 Menwa Batalyon 922 “Macan Tidar”

Menwa "Macan Tidar" Untidar berfoto bersama dengan Menwa Universitas Muhamadiyah Magelang (UM Magelang), Universitas Muhamadiyah Purworejo (UMP), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan dan Institut Agama Islam negeri (IAIN) Salatiga.

Menwa “Macan Tidar” Untidar berfoto bersama dengan Menwa Universitas Muhamadiyah Magelang (UM Magelang), Universitas Muhamadiyah Purworejo (UMP), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan dan Institut Agama Islam negeri (IAIN) Salatiga.

MAGELANG – Markas Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Batalyon 922 “Macan Tidar” menggelar acara HUT yang ke-35 di Ruang Multimedia Untidar, Rabu (23/06/2016). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) “senior” Untidar ini mengadakan acara potong tumpeng, pembacaan puisi serta renungan bersama. “Acara ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara Menwa dan UKM lain di Untidar, semoga kedepannya kami bisa lebih kompak lagi,” tutur Bunga Umi Lutfiyani selaku Humas Menwa.

Acara diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Dr. Bambang Kuncoro, M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang diserahkan kepada Taufik Aji Virmandi, Plt. Komandan Menwa Untidar. “Kami mengapresiasi kehadiran para tamu undangan, acara diadakan malam hari tapi para undangan masih bersedia hadir bahkan teman-teman Menwa dari luar kota juga datang,” kata Taufik. Beberapa pihak kampus yang menghadiri acara ini diantara lain Drs. Giri Atmoko, M.Si., Ka. BAKPK; Drs. Hendarto, M.Si, pembina Menwa dan Hadi Susilo, S.T., Ka. Alumni Menwa Untidar. Selain mengundang pihak internal dari Untidar baik dari birokrasi atau UKM Untidar, Menwa juga mengundang pihak luar yaitu Menwa dari universitas lain diantaranya Universitas Muhamadiyah Magelang (UM Magelang), Universitas Muhamadiyah Purworejo (UMP), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan dan Institut Agama Islam negeri (IAIN) Salatiga.

HUT ke-35 Menwa Batalyon 922 "Macan Tidar" dihadiri Dr. Bambang Kuncoro, M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Giri Atmoko, M.Si., Ka. BAKPK; Drs. Hendarto, M.Si, pembina Menwa dan Hadi Susilo, S.T., Ka. Alumni Menwa Untidar serta perwakilan UKM se-Untidar.

HUT ke-35 Menwa Batalyon 922 “Macan Tidar” dihadiri Dr. Bambang Kuncoro, M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Giri Atmoko, M.Si., Ka. BAKPK; Drs. Hendarto, M.Si, pembina Menwa dan Hadi Susilo, S.T., Ka. Alumni Menwa Untidar serta perwakilan UKM se-Untidar.

“Demi bangsa, rela kau taruhkan nyawamu. Maut menghadang di depan. Kau bilang itu hiburan…,” tutur Kusbandiah dengan khidmat membacakan sebuah puisi berjudul Puisi untuk Pahlawanku. Sepenggal kata-kata puisi tersebut menyiratkan perjuangan seorang pahlawan yang rela berkorban nyawa tanpa pamrih untuk bangsanya. Seperti halnya tokoh pahlawan dalam puisi tersebut Menwa Untidar juga berharap mampu memberikan sumbangsih tanpa pamrih khususnya untuk kampus dan masyarakat pada umumnya. “Salah satu fungsi Menwa adalah sebagai stabilisator dan dinamisator, kami berusaha semaksimal mungkin dalam menjaga kestabilan dan ketentraman khususnya di wilayah kampus misalnya dengan mencegah tawuran, penjagaan acara maupun kegiatan lainnya,” tambah Bunga.

Menilik dari pengertian Menwa itu sendiri, diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah penguatan ketahanan nasional serta menjadi ajang pelatihan keprajuritan menjadi komponen pertahanan negara. Peringatan usia ke-35 tahun “Macan Tidar” menjadi sebuah “pengingat” bahwa kedepannya Menwa Untidar harus lebih baik lagi baik dan menjadi panutan bagi organisasi kampus lainnya baik dalam segi keorganisasian, kegiatan keseharian serta kegiatan lainnya.

HMTMD3 Untidar Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

MAGELANG – Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin (HMTM) progam diploma (D3) bersama PMI Kota Magelang menggelar acara bakti sosial donor darah, Kamis (24/03/2016) di auditorium Untidar. “Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT HMTMD3 yang pertama,” kata Setya Pambudi, Ketua HMTMD3 Untidar.

Puluhan calon pendonor baik dari kalangan mahasiswa maupun karyawan Untidar turut berpartisipasi dalam acara ini. “Tidak ada target jumlah pendonor dalam acara ini. Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 37 orang dan yang lolos untuk mendonorkan darahnya sebanyak 24 orang,” ucap Sigit Eka, Humas HMTMD3. Aksi donor darah yang diadakan oleh HMTM ini merupakan kali ketiganya yang diadakan di lingkungan Untidar. Sebelumnya telah diadakan donor darah dalam rangka Dies Natalis Untidar dan Peringatan Kelahiran Baden Powell oleh Racana.

Calon pendonor wajib memenuhi beberapa persyaratan tertentu sebelum diambil darahnya oleh petugas PMI. Syarat-syarat tersebut diantara lain mempunyai berat badan minimal 48kg, tekanan darah sistolik/atas minimal 110 mmHg, nilai normal hemoglobin (hb) minimal 12,5 gr/dl, tidak sedang menstruasi, hamil atau menyusui, dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu minimal 3 hari terakhir. “Mayoritas pendonor bergolongan darah O dan B, paling langka adalah pendonor darah dengan golongan AB. Tiap pendonor diambil 350 cc darahnya atau 1 kantong,” jelas Diana Anggraeni, Petugas PMI Kota Magelang. Darah yang didonorkan perlu melalui proses lagi sebelum bisa digunakan. Pemeriksaan lanjutan meliputi uji saring terhadap Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (ILMTD) seperti Hepatitis B (HBs Ag), Hepatitis C (Anti HCV), HIV (Anti HIV) dan sifilis (TPHA).

“Ini pengalaman pertama saya mendonorkan darah. Setelah donor agak pening dan lemas. Tapi pengalaman hari ini menjawab rasa penasaran selama ini, dan kemudian hari mungkin saya akan mendonorkan darah lagi,” tutur Muhammad Rifki Mustakim, salah satu pendonor yang juga mahasiswa D3 Teknik Mesin semester 2. Menurut Diana, motivasi mendonorkan darah atas dasar rasa penasaran terkadang membuat beberapa calon pendonor terkejut. “Beberapa sampai teriak, nangis atau gelisah bahkan ada yang memtuskan untuk tidak jadi mendonorkan darah karena takut sewaktu proses pengecekan hb,” tambahnya.

Kegiatan donor darah merupakan kegiatan bakti sosial yang sering diadakan baik dari organisasi mahasiswa seperti HMTMD3 atau instansi-instansi lain. Dibalik anggapan kegiatan sosial yang “biasa” ini menyimpan banyak manfaat baik bagi pendonor atau penerima donor darah, setetes darah anda nyawa bagi sesama.

Yoan dan Amalia Siap Mewakili Untidar di NUDC se-Jateng

Yoan Natalia Matahelumual dan Amalia Sasanti pemenang best speaker sekaligus wakil Untidar di NUDC se-Jateng April 2016

Yoan Natalia Matahelumual dan Amalia Sasanti pemenang best speaker sekaligus wakil Untidar di NUDC se-Jateng April 2016

MAGELANG – Yoan dan Amalia berhasil lolos seleksi Untidar English Debating Camp 2016 sebagai wakil Universitas Tidar dalam National University Department Championship (NUDC) tingkat Jawa Tengah April mendatang. Agenda acara yang diselenggarakan, Sabtu-Minggu 19-20 Maret 2016 ini meliputi debating seminar, debating exhibition, dan debating championship. ”EDS Untidar memfasilitasi penyeleksian tim debat tingkat universitas. Peserta diberi pembekalan terlebih dahulu seperti simulasi debat sebelum diseleksi,” tutur Moch. Malik Al Firdaus, S.Pd., M.Pd., panitia English Debating Camp 2016.

Juara pertama Untidar English Debating Camp 2016 diraih Yoan Natalia Matahelumual dan Silviani Fajrin (PBI, FKIP); juara kedua Amalia Sasanti  dan Adalina Natarina Wibowo (Agroteknologi, Pertanian), Juara ketiga Siti Marfuah dan Haryanto Kristanto (Akuntansi, Ekonomi)  dan Juara keempat adalah Ryza Linda Fatimah Ahmad dan Niken Titi Arumsih (Teknik Sipil, Teknik). Yoan merupakan anggota tim Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Amalia adalah anggota tim Prodi Agroteknologi yang berhasil masuk babak final dan terpilih sebagai best speaker sekaligus wakil Untidar di NUDC tingkat Jawa Tengah.

Moch. Malik Al Firdaus, S.Pd., M.Pd., Ketua Panitia English Debating Camp 2016 memberikan tropi kepada Juara Pertama Yoan Natalia Matahelumual dan Silviani Fajrin (PBI, FKIP)

Moch. Malik Al Firdaus, S.Pd., M.Pd., Ketua Panitia English Debating Camp 2016 memberikan tropi kepada Juara Pertama Yoan Natalia Matahelumual dan Silviani Fajrin (PBI, FKIP)

Tiap prodi mengirimkan 2 tim debat yang masing-masing terdiri dari 2 orang mahasiswa. “Sebelumnya ada seleksi tim debat tingkat prodi ada juga yang mendapat rekomendasi langsung dari dosen. Debat bahasa Inggris itu sebenarnya sulit tapi challengging bagi saya,” kata salah satu peserta, Eliana Utami Puspitadewi mahasiswi Prodi Teknik Mesin.

Hari pertama diisi dengan pembekalan World Parliamentary Debating Rules oleh Imam Kholaemi dari tim EDS Untidar. Selanjutnya untuk debating exhibition, disimulasikan debat bahasa inggris yang dikonsep sesuai standarisasi aturan NUDC. Sistem english debate yang digunakan adalah British Parlementary. Debat terdiri dari 2 sisi parlemen, government side akan mendukung mosi yang terdiri dari tim opening goverment dan closing government sedangkan opposition side akan menentang mosi terdiri dari opening opposition dan closing opposition, total terdapat 4 tim pada setiap sesi. Masing-masing peserta debat diberi kesempatan mengutarakan pendapatnya selama 7 menit dan membuka kesempatan untuk point of information (POI) kepada tim lawan. Tim yang melakukan simulasi terdiri dari tim debat dari Universitas Muhamadiyah Purworejo (UMP), Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) dan Untidar dengan tema Lesbian, Gay, Bisesual, and Transgender (LGBT) School.

Setelah melalui tahap seleksi diperoleh 4 tim yang masuk babak final pada hari kedua Untidar English Debating Camp 2016. Tim tersebut adalah tim Prodi Teknik Sipil dan Prodi Akutansi sebagai goverment side serta Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Agroteknologi sebagai opposition side. Motion atau topik debat pada babak final mengangkat permasalahan perdagangan oleh pengungsi di wilayah/negara tempat pengungsian. “Masih banyak kemampuan peserta yang bisa digali lebih dalam lagi terutama pengetahuan umum. Beberapa peserta masih belum maksimal mengembangkan argumen bahkan cenderung masih terikat dengan background jurusan mereka masing-masing,” tutur Dahniyar Sri Widyaningrum salah satu ajudicator sekaligus alumni dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Pasangan Ganda Putra Rahyan/Huda Sabet Gelar Juara Bulutangkis se-Untidar

Juara pertama; Rahyan/Huda (kanan), wasit pertandingan, Koweri (tengah); dan juara kedua Janur/Abi.

Juara pertama; Rahyan/Huda (kanan), wasit pertandingan, Koweri (tengah); dan juara kedua Janur/Abi.

MAGELANG – Gelar juara bulutangkis Dies Natalis ke-2 Untidar diberikan kepada pasangan ganda putra Muhammad Rayhan Nasif (Rahyan) dan Muhammad Zainul Huda (Huda), Jumat (18/03/2016). Pasangan ini berhasil mengalahkan Janur Seto Kasari (Janur) dan Ahmad Abi Fahrizal (Abi) dengan skor terakhir 30-29. “Pertandingan final berjalan cukup sengit, kedua belah pemain cukup seimbang dalam hal ketangkasan dan strategi. Faktor kelelahan cukup mengganggu performa sehingga banyak kesalahan sepele yang terulang menjelang pertandingan berakhir,” ucap Koweri, wasit pertandingan final bulutangkis.

Suasana pertandingan final bulutangkis Dies Natalis ke-2 Untidar, Jumat (19/03/2016) di Auditorium.

Suasana pertandingan final bulutangkis Dies Natalis ke-2 Untidar, Jumat (19/03/2016) di Auditorium.

Pertandingan final berlangsung cukup lama jika dibandingkan dengan pertandingan kualisifikasi sebelumnya. Kedua belah pemain bersaing menambah poin hingga masing-masing memperoleh poin 15 pada set pertama. Deuce terus menerus terjadi hingga masing-masing mendapat poin 29, maka diputuskan pemain yang mendapatkan poin 30 akan memenangkan pertandingan. Pertandingan final berjalan 2 set dengan skor terakhir 30-29 untuk pasangan Rayhan dan Huda, mahasiwa Fakultas Fisipol dan Staf Bagian Pengadaan Untidar.

Seperti halnya pertandingan tenis meja, civitas akademika Untidar menanggapi pertandingan bulutangkis ini dengan antusias. Sebanyak 32 peserta baik dari kalangan mahasiswa maupun karyawan turut berpartisipasi. Peraturan pertandingan dari panitia mengacak pasangan pemain yang dikombinasikan antara mahasiswa dan karyawan. “Pengacakan pemain agar permainan menjadi fair,” jelas Imam Baihaqi, panitia pertandingan bulutangkis.

Performa Muhammad Rayhan Nasif (AN,Fisipol) dan Muhammad Zainul Huda (Staff Bag. Pengadaan).

Performa Muhammad Rayhan Nasif (AN,Fisipol) dan Muhammad Zainul Huda (Staff Bag. Pengadaan).

Pertandingan bulutangkis yang diselenggarakan di Auditorium Untidar ini sebagian diikuti mahasiswa UKM Bulutangkis dan karyawan yang rutin berlatih bulutangkis. “Juara ketiga, Danang, ketua UKM Bulutangkis tahun 2014. Sekarang UKM Bulutangkis sudah jauh berkembang baik dalam struktur organisasi, perlengkapan dan bahkan dalam waktu dekat akan mendatangkan pelatih. Latihan rutin dilakukan hari senin di Bandongan, Rabu di Auditorium, dan Kamis di Sanden,” kata Wahyu Triawan, anggota UKM Bulutangkis Untidar yang sekaligus menjadi wasit. Beberapa diantara peserta juga bergabung dalam klub bulutangkis Kabupaten Magelang seperti Rahyan dalam PB Salaman dan Abi dalam PB Bhineka Grabag.

Berikut daftar nama pemenang kejuaraan bulutangkis Dies Natalis ke-2 Untidar; Juara pertama, Muhammad Rayhan Nasif (AN,Fisipol) dan Muhammad Zainul Huda (Staff Bag. Pengadaan); juara kedua Janur Seto Kasari (Staff FKIP) dan Ahmad Abi Fahrizal (PBI,FKIP); dan juara ketiga Maulana Fajar Setiaji (Teknik Elektro) dan Danang Hendri Wibowo (Teknik Mesin). Setiap juara akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan yang akan diserahkan pada penutupan acara Dies Natalis.

Kuliah Sehari Bersama Balai Diklat Kepemimpinan Kementrian Keuangan

MAGELANG – Balai Diklat Kepemimpinan Magelang bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar mengadakan acara kuliah sehari, Kamis (17/03/2016). Materi yang disampaikan seputar kegiatan di Kementrian Keuangan. Kuliah dilaksanakan di lantai 2, gedung Fakultas Ekonomi dengan peserta kuliah dari mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan. “Kegiatan hari ini merupakan rangkaian diklat peningkatan kompetensi public speaking for profesional leader bagi pejabat di kalangan Menkeu. Para peserta diklat dilatih untuk mampu berbicara di depan khalayak banyak, menyampaikan materi serta memotivasinya,” tutur Anton Suharyanto, S.E., M.M. selaku salah satu widyaiswara madya Balai Diklat Kepemimpinan Magelang.

Ahmad Wiyoso, S.E., M.M. salah satu peserta Diklat Kepemimpinan sedang memberikan materi mengenai pengelolaan kas negara, Kamis (17/03/2016). Beliau merupakan Kasi Analisa Statistik dan Penyusunan Laporan Keuangan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur.

Ahmad Wiyoso, S.E., M.M. salah satu peserta Diklat Kepemimpinan sedang memberikan materi mengenai pengelolaan kas negara, Kamis (17/03/2016). Beliau merupakan Kasi Analisa Statistik dan Penyusunan Laporan Keuangan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur.

Diklat public speaking for profesional leader merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Kepemimpinan untuk meningkatkan kompetensi public speaking khususnya dalam menjalankan perannya sebagai pejabat diwilayahnya masing-masing sehingga mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan anggotanya dengan lebih baik serta mampu berinteraksi dengan masyarakat luas pada umumnya. Peserta diklat adalah pejabat di Kemenkeu dari seluruh Indonesia. Terdapat kriteria tertentu yang harus dipenuhi dengan kuota yang dibatasi pula sebanyak 30 peserta tiap angkatannya. Angkatan ke-4 Tahun 2016 ini melaksanakan diklat pada 14-20 Maret 2016 di Balai Diklat Kepemimpinan, Alun-alun Magelang,

Public speaking yang diajarkan bukan seperti halnya pembawa acara atau berpidato tapi lebih kepada bagaimana mengolah pesan sehingga dapat diterima dengan jelas dengan menggunakan bahasa yang sederhana,” jelas Hindri Asmoko, Ak., M.Si., widyaiswara madya lainnya. Pengajar atau pendidik di Balai Diklat Kepemimpinan dikenal dengan sebutan widyaiswara sedangkan untuk wilayah Magelang terdapat 8 orang yang terdiri dari widyaiswara utama dan widyaiswara madya.

Selain sebagai ajang “praktik” bagi peserta diklat, acara kuliah sehari ini juga diharapkan memberi manfaat untuk para audiensnya. Peserta diklat memberikan wawasan mengenai tugas-tugas Kementrian Keuangan serta memberi motivasi leadership untuk bekal pengembangan. Beberapa topik yang disampaikan seputar bea cukai, APBN, pengelolaan kas negara, e-Filing, SBN Ritel, pelayanan lelang, dan tugas Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Selain itu juga disampaikan topik seputar kehidupan sehari-hari mahasiswa salah satunya mengenal Narkoba.

Sebagai hasil akhir dalam diklat yang dilaksanakan selama seminggu, peserta diharap mampu merubah mindset masyarakat mengenai instansi “ekslusif” ini. “Sejatinya kami ingin lebih dekat dengan masyarakat dengan berinteraksi dan berbagi pendapat misalnya mengenai pajak atau bea cukai dan kontribusi masyarakat terhadap kemajuan pembangunan di Indonesia,” tutup Anton Suharyanto.

UNIVERSITAS TIDAR GELAR SEMINAR NASIONAL PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA

MAGELANG – Universitas Tidar menggelar seminar nasional bertajuk “Pengelolaan Keuangan Negara Dalam Rangka Mewujudkan Clean Governance dan Optimalisasi Penyerapan Anggaran”, Senin (21/03/2016) di Auditorium Untidar. Pada seminar ini hadir Prof. Dr. H. Jamal Wiwoho, S.H., M. Hum., Inspektural Jenderal (Irjen) Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Dr. Drs. Mahendro Sumardjo, MM., selaku Inspektur Utama Badan Pemeriksa (BPK) RI sebagai pembicara.

Jamal menuturkan bahwa bentuk sinergi pengelolaan keuangan negara di pusat terdiri dari perencanaan anggaran, pelaksanaan serta pelaporan dan pertanggungjawaban APBN. Pihak-pihak yang terlibat diantaranya adalah Pemerintah Pusat (Kementrian Keuangan, Bappenas, K/L); DPR dan DPD; Pemerintah Daerah, BUMN; dan BPK. “Pokok pengelolaan keuangan negara meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, pengelolaan aset dan utang, pertanggungjawaban pelasanaan APBN dan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tambahnya.

Melengkapi penjelasan sebelumnya, Mahendro Sumardjo menjelaskan peranan BPK terkait pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Tugas dan wewenang BPK diatur secara tegas dalam UU No. 15 Tahun 2004 dan UU No. 15 Tahun 2006. ”Hasil pemeriksaan semester 1 Tahun 2015, BPK menemukan permasalahan yang terdiri dari kelemahan SPI dan ketidak patuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berpotensi berdampak pada kerugian negara dan kekurangan penerimaan,” jelas Mahendro.

Hampir setiap tahun daya serap anggaran menurun yang disebabkan terlambatnya anggaran, perencanaan dan pengawasan yang kurang serta tidak berani mengambil resiko. Jamal Wiwoho menambahkan bahwa optimalisasi penyerapan anggaran memerlukan beberapa strategi khusus. “Perencanaan yang baik, penguasaan hal yang terkait dengan keuangan, pertimbangan integritas rekanan pada pengadaan, menguasai update soal anggaran dan keuangan negara serta berani mengambil resiko pada putusan yang diambil ditujukan untuk kepentingan umum bukan untuk diri sendiri atau orang lain,” tutur mantan Wakil Rektor II UNS Surakarta yang juga kelahiran Magelang 54 tahun yang lalu.

Selain tema utama, peran dan fungsi SPI terutama di ringkup perguruan tinggi juga diharapkan dapat menjadi “perpanjangan tangan” dari Kemenristek terutama dalam hal pengawasan dan pemeriksaan. “Sebagai perpecahan dari Kemendikbud, kami (Kemenristek) membutuhkan auditor-auditor handal yang direkrut dari SPI. Dari idealnya 100an auditor hingga saat ini baru ada 76 orang auditor yang direkrut dari beberapa perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia,” tutup Jamal.

 Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar menyampaikan pertanyaan pada sesi tanya jawab.

Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar menyampaikan pertanyaan pada sesi tanya jawab.

Peserta Donor Darah Racana Untidar Melebihi Target

MAGELANG – Dalam rangka memperingati hari lahir Bapak Pandu, Lord Baden-Powell, Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227 mengadakan acara donor darah Selasa (15/03/2016) di Auditorium. Acara yang bekerjasama dengan PMI Kota Magelang ini mampu menarik banyak partisipan baik dari mahasiswa, dosen atau masyarakat sekitar. “Diluar dugaan kami, peserta yang mendaftar melebihi target,” kata Andi Nadaa Dita Ramadhani, Humas Donor Darah Racana.

Lord Baden-Powell adalah pendiri gerakan kepanduan yang lebih dikenal di Indonesia dengan Pramuka. Beliau lahir di London, Inggris, 22 Februari 1857. Bukunya Scouting For Boys tahun 1908 menjadi sebuah karya yang berperan penting dalam bidang kepanduan dan selanjutnya berkembang ke seluruh dunia.

“Banyak diantaranya yang penasaran bagaimana “rasa”nya donor darah, namun kedepannya saya harap mereka mendonorkan darah karena manfaatnya dari segi kesehatan maupun sosial,” ucap Agus dari PMI Kota Magelang. Donor darah yang berlangsung pukul 09.00 – 13.00 mampu menarik partisipasi 62 orang peserta dan sekitar 40 orang yang lolos screening untuk diambil darahnya.

21

Dua Warga Temanggung Dapatkan Hadiah “Balon” Dies Natalis Untidar

MAGELANG – Dua kupon hadiah yang diterbangkan dengan balon saat pembukaan acara Senam dan Jalan Santai Dies Natalis, Jumat (04/03/2016) lalu, telah “kembali”. Kupon yang masing-masing bernilai Rp 500.000 itu diberikan kepada Slamet Suwalno (26) dan Sumadiyo (38) yang berasal dari Kabupaten Temanggung pada Senin (07/03/2016) di Universitas Tidar.

“Kebetulan keduanya berasal dari Temanggung, mungkin arah angin memang sedang ke arah sana,” tutur Siti Arifah, SE.Akt, M.Si perwakilan panitia yang menyerahkan hadiah. Seperti yang tercantum di kupon, penukaran hadiah dilakukan di Universitas Tidar dengan membawa kupon asli beserta identitas diri sebagai bukti pada jam kerja.

“Saya menemukannya secara tidak sengaja sewaktu berjalan dibukit kecil sekitar rumah. Masih terpasang di balon dan tulisan Untidar bewarna kuning,” tutur Slamet Suwalno saat dihubungi penulis. Hadiah senilai Rp 500.000 merupakan rejeki yang tidak terduga baginya dan langsung dibelanjakan untuk modal dagangan “sekalian ke Magelang untuk menukarkan hadiah terus langsung buat kulakan dara (membeli merpati),” tambahnya.

Berdasarkan salinan data diri yang disimpan panitian Dies Natalis, Slamet Suwalno merupakan warga Mangunsari rt 9 rw 4 Desa Rowo Kecamatan Kandangan yang berprofesi sebagai wiraswasta. Sedangkan Sumadiyo adalah warga Dusun Cepi rt 3 rw 1 Gongdangwayang Kecamatan Kedu yang berprofesi sebagai petani.