Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Tidar Lolos Seleksi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun Pendanaan 2016

Magelang, 23 Februari 2016

Sebanyak 15 proposal PKM Universitas Tidar berhasil lolos seleksi tingkat Kemristekdikti. Kepastian tersebut diperoleh melalui pengumuman hasil evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa 5 Bidang untuk pendanaan tahun anggaran 2016 dalam surat Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Nomor 117/B3.1/KM/2016 pada tanggal 22 Februari 2016.

Pencapaian ini meningkat 50% dibandingkan tahun 2015. Dari  proposal yang diusulkan sejumlah 144, prosentase tingkat keberhasilan proposal telah mencapai target yakni 10,42%.

Universitas Tidar termasuk salah satu dari 87 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang turut memperoleh Hibah PKM, dari 134 PTN yang mengajukan proposal. Sementara itu, dilihat dari jumlah proposal yang diterima, Universitas Tidar menduduki ranking 39 dan berkedudukan sama dengan Universitas Bengkulu dan Universitas Negeri Medan.

Selain peningkatan jumlah proposal yang lolos seleksi, hasil ini juga menunjukkan bahwa Universitas Tidar mampu berkompetisi dan meningkatkan kompetensinya terhadap PTN-PTN lain baik PTN yang telah lama berdiri maupun PTN baru. Mengingat dalam PKM ini pengajuan proposal didasarkan dari jumlah Program Studi, maka rasio lolos 15 proposal berbanding dengan 10 Prodi yang dimiliki Universitas Tidar merupakan suatu catatan keberhasilan, dengan melihat sebagian besar PTN lain yang notabene relatif memiliki lebih banyak Program Studi.

Mahasiswa pelaksana dari Universitas Tidar yang memperoleh hibah PKM untuk PTN Tahun 2016 yakni:

NO NAMA PELAKSANA JURUSAN/PRODI JUDUL PROPOSAL SKEMA
1 Muhammad Cahyo Purnomo Agroteknologi Budidaya Jamur Merang Metode SUNBATHING BERO (Upaya Pemanfaatan Cahaya Matahari pada Musim Bero) PKMK
2 Hafidha Ade Luthfiana Agroteknologi Penggemukan Kelinci Rex Murah Dengan Pakan Fermentasi Limbah PKMK
3 Siti Naili Sholikhah Pendidikan Bahasa Inggris MIMIK BALON (Miniatur Mobil Antik dari Limbah Paralon) Perintis Suvenir Ramah Lingkungan PKMK
4 Bayu Setiaji Muslih Teknik Sipil Budidaya Lele Sangkuriang Secara Organik Dengan Metode Konservasi Air Tanah PKMK
5 Ummi Farida Fitriani Agroteknologi METARIL PLUS Media Tanam Steril Arang Sekam Plus PGPR Sebagai Media Tanam PKMK
6 Sahrul Mubarok Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia La Segar(Lukisan Dari Serbuk Gergaji) Solusi Jitu Daur Ulang Limbah Serbuk Gergaji yang Ramah Lingkungan PKMK
7 Arif Rizal Agroteknologi Nanas MinNanas Mini, Tanaman Unik Penghias Mejai, Tanaman Unik Penghias Meja PKMK
8 Destiana Rizqi Fauzia Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ‘JENDOL BANG POPEYE” (Jenang Dodol Batang Pohon Pepaya) Pemanfaatan White Milky Latex pada Batang Pohon Pepaya sebagai Jajanan Sehat Anti Tumor dan Kanker. PKMK
9 Vivanti Puspitasari Pendidikan Bahasa Inggris Khimar ‘Nature’ Inovasi Hijab Syar’i dan Trendy Bertema Alam PKMK
10 Ratna Wulandari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani di Desa Gondang Wayang, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung melalui “PERMEN 3 IN 1” (Pelatihan Fermentasi Limbah Cangkang Kopi, Bekatul, dan Ampas Tahu) dengan Sistem Bank Limbah sebagai Pakan Alternatif Pengganti Rumput di Musim Kemarau PKMM
11 Windiya Nur Alita Ilmu Administrasi Negara Pengelolaan Sistem Pengairan Terpadu Di Dusun Sedono Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Yang Belum Terfasilitasi Air Bersih PKMM
12 Intan Mustika Gunawan Teknik Sipil Pelatihan: Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Menjadi Biogas Sebagai Energi Baru

Terbarukan Di Dusun Trenten Desa Trenten Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang

PKMM
13 Hidayatullah Teknik Mesin Si Pintor’ Mesin Pemipih Melinjo Dengan Metode Roll PKMT
14 Danang Henri Wibowo Teknik Mesin Si Jambrong’ Mesin Sate Jagung Dan Berondong: Mesin Serbaguna Untuk Membuat Jagung Bakar Dan Berondong Dengan Menjaga Kualitas Rasa Alami PKMT
15 Bagas Dwi Prakoso Teknik Mesin Aplikasi Mesin Pengupas Kacang Tanah Tipe Ruji Sebagai Peningkat Efisiensi Produksi Di Kelompok Tani Putro Makaryo, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung PKMT

15 Proposal yang lolos tersebut akan dikompetisikan di tingkat nasional mewakili Universitas Tidar ke seleksi tahap berikutnya.

Mekanisme penyaluran dana hibah akan dilakukan melalui kontrak kerja antara Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar setelah mengisikan Formulir Isian Kontrak PKM 2016 berikut dokumen-dokumen yang diperlukan.

Berdasarkan hasil seleksi tersebut, Universitas Tidar melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar (Dr. Bambang Kuncoro, M.Si.), memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa yang telah berhasil mewakili Universitas Tidar dan memberikan pendampingan pelaksanaan hingga kompetisi PIMNAS ke-29. Bagi mahasiswa yang belum lolos, akan terus dipacu dalam penyusunan proposal untuk diusulkan tahun 2016 dengan target usulan 600 proposal dengan target lolos seleksi sebesar 10% (60 proposal).

Sumber: http://simlitabmas.dikti.go.id/

PENGUMUMAN LOLOS ADMINISTRASI SELEKSI PEGAWAI KONTRAK TAHUN 2016

Berdasarkan hasil seleksi administrasi seleksi Pegawai Kontrak (Dosen dan Tenaga Kependidikan) berikut daftar nama pelamar yang dinyatakan LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI, daftar nama terlampir pada pengumuman ini.

Kepada pelamar yang dinyatakan lolos, diharuskan mengikuti Tes Kompetensi Bidang (Tes Teori sesuai dengan formasi) yang akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal    : Kamis/21 Januari 2016

Waktu             : 13.00 – 15.00 WIB

Tempat            : Ruang Kuliah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Pada saat mengikuti tes peserta diwajib
kan
membawa KTP asli

Why You Should Read Every Day

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English.

Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).

There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable.

If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet.

It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.

The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.

Relaxing after work

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English.

Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).

There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable.

If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet.

It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.

The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.

Menristek Tanam Pohon di Areal Pengembangan Untidar

Magelang, Antara Jateng – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melakukan penanaman bibit pohon penghijauan di areal pengembangan Kampus Universitas Tidar, di kawasan Sidotopo, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa.    

"Penanaman pohon penghijauan ini sama dengan menanam kehidupan. Kalau menanam kehidupan sehingga perlu memelihara dengan baik sebagai bagian merawat kehidupan kita," katanya di Magelang, Selasa.

Hadir pada kegiatan dalam rangkaian Munas Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia IX hingga Minggu (24/1) itu, antara lain Rektor Untidar Cahyo Yusuf, Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman, dan Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Dwi Yuwono Puji Sugiharto, serta perwakilan mahasiswa peserta Musda BEM SI IX.

Pengelola Untidar mendapatkan hibah dari Pemerintah Kota Magelang berupa areal seluas sekitar lima hektare di kawasan Sidotopo, Kecamatan Magelang Utara, yang rencananya untuk membangun gedung rektorat, auditorium, kampus Fakultas Kedokteran, Politeknik, dan klinik kesehatan berbasis herbal.

Ia mengemukakan pentingnya pepohonan di kawasan itu mendapatkan perawatan secara optimal. Beberapa bibit pohon yang ditanam pada kesempatan itu, antara lain gayam, mahoni, dan trembesi.

"Kalau sudah ditanam dengan baik, jangan dipotong atau dicabut. Anggaplah ini bagian kehidupan kita," katanya.

Pada kesempatan itu, ia mengharapkan pengelola Untidar mewajibkan para mahasiswa baru juga melakukan penanaman pohon di kawasan setempat, terutama sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan mengatasi persoalan pemanasan global.

"Semoga menjadi kampus yang memperhatikan masalah konservasi lingkungan, dengan mahasiswa yang baik, dan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing dalam era global," katanya.

Rektor Untidar Cahyo Yusuf mengatakan beberapa waktu lalu, para rektor yang kampusnya berada di kawasan Daerah Aliran Sungai Progo, Opak, dan Serayu juga melakukan penanaman bibit pohon di areal setempat yang kemudian diberi nama "Hutan Rektor".

Lokasi penanaman bibit pohon penghijauan terkait dengan Munas BEM SI IX (18-24 Januari 2016), katanya, bisa diberi nama "Hutan BEM".

"Ini bisa menjadi kebanggaan untuk mahasiswa karena telah menjadi bagian dari upaya konservasi lingkungan dan penanganan masalah pemanasan global," katanya.

http://www.antarajateng.com/detail/menristek-tanam-pohon-di-areal-pengembangan-untidar.html

SIVITAS AKADEMIKA UNTIDAR IKUTI REFLEKSI AKHIR TAHUN 2015

Sebagai bahan pijakan menentukan kebijakan Universitas Tidar di tahun 2016, diperlukan review dan refleksi terhadap semua kebijakan dan kegiatan tahun sebelumnya. Untuk itulah diadakan kegiatan Refleksi Akhir tahun 2015 yang diikuti oleh semua komponen Untidar

Kegiatan ini sebagai sarana mempererat persaudaraan dari semua kalangan di lingkungan Untidar, memperoleh umpan balik bagi penyusunan  kebijakan  di masa depan, dan sarana sosialisasi kepada semua pihak tentang berbagai kebijakan agar diperoleh satu kesepahaman tentang perkembangan Untidar

Refleksi akhir tahun diikuti oleh pimpinan Universitas, Dosen, Tenaga Kependidikan dan perwakilan mahasiswa Untidar 

Acara diawali pukul 09.00 WIB dengan sambutan Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. "Banyak kemajuan yang sudah diraih diantaranya jumlah mahasiswa yang meningkat pesat, gedung Fakultas Ekonomi yang telah selesai sesuai target, pembangunan Gedung Fakultas Teknik, dan terealisasinya pembangunan dan renovasi gedung di Kampus Tuguran. Meski demikian masih banyak hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan di tahun 2016. Sistem Akademik, Pembenahan Kurikulum, Penataan Pegawai, termasuk Tata Lingkungan Kampus perlu terus dibenahi", jelas Rektor. "Di tahun 2016 berbagai rencana telah disiapkan diantaranya Pembukaan beberapa Prodi Baru dan Akreditasi Institusi. Sistem Informasi Akademik yang terintegrasi dengan semua sistem informasi yang ada dalam kampus juga lebih disempurnakan dan melaksanakan Revitalisasi Pembelajaran di Untidar", tambah Rektor

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Bambang Kuncoro, M.Si mengatakan di bidang kemahasiswaan, kuantitas dan kualitas kegiatan kemahasiswaan berkembang pesat. Namun untuk prestasi mahasiswa di tingkat regional maupun nasional perlu lebih ditingkatkan. 

Menutup Refleksi Akhir Tahun 2015 ini Rektor menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama segenap elemen sivitas akademika Untidar yang telah bekerja dengan baik selama tahun 2015, kedepan semoga semakin solid, semakin meningkatkan kinerja dan meraih banyak pencapaian di tahun 2016

UNTIDAR ADAKAN BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN DAN PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA GUNA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA KEBONSARI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG

Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang merupakan desa yang cukup berkembang. Tetapi perkembangan desa ini terhambat karena berbagai hal diantaranya karena perekonomian desa ini hanya bertumpu pada hasil-hasil pertanian tadah hujan dan pekarangan/perkebunan. Beberapa petani yang targabung dalam Gapoktan (gabungan kelompok tani) dalam perjalanannya masih terdapat beberapa kendala, baik yang berasal dari keterbatasan sumber daya maupun keadaan alam. Salah satu diantaranya adalah keterbatasan pasokan air ke lahan persawahan yang ada. Permasalahan lain adalah Kelompok Usaha Bersama Bambu Carangan yang menaungi sekitar 93 orang pengrajin di desa Kebonsari masih dijalankan dengan manajemen yang masih seadanya dikarenakan keterbatasan sumberdaya manusia yang terampil. Sementara itu pemuda pemudi Karang Taruna Desa Kebonsari dalam perjalanannya beberapa tahun belakangan sedang dalam kondisi pasif. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan semangat para pemuda dalam mencapai tujuan organisasi. Keberadaan karang taruna kurang dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan selanjutnya akan diarahkan untuk mengurangi kendala yang dihadapi oleh masyarakat Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk pemberian penyuluhan dan pendampingan sesuai dengan masyarakat sasaran, yakni gapoktan, pengrajin bambu, dan para pemuda Desa Kebonsari melalui upaya pemberdayaan karang taruna. "Dari kegiatan ini diharapkan akan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta manajemen usaha di Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat" jelas Siti Arifah, S.E.,Akt.,M.Si selaku Ketua Pelaksana Kegiatan.

Kegiatan pengabdian diawali dengan survei kondisi lapangan di lingkungan Desa Kebonsari untuk memperoleh gambaran mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi, serta menggali aspirasi dari berbagai pihak terkait guna meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Sesudahnya diadakan berbagai kegiatan seperti penyuluhan dan diskusi mengenai berbagai permasalahan yaitu pemanfaatan lahan sawah dan lahan pekarangan, menajemen usaha, pemberdayaan karang taruna dan penyuluhan peran karang taruna untuk meningkatkan minat belajar anak usia SD. Juga diadakan berbagai pelatihan dengan cara mempraktekkan secara langsung tentang penanganan hama tanaman padi, pemeliharaan tanaman tumpangsari yang ada, penanaman dan pemeliharaan tanaman obat-obatan di lahan pekarangan, serta pelatihan membuat alat guna menambah pasokan air ke lahan persawahan. Selain itu dilaksanakan pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran online dengan cara memberikan contoh bagaimana cara melakukan pembukuan usaha dan penghitungan laba/rugi dalam perkembangan usaha, serta memberikan pelatihan bagaimana cara membuat blog blog beserta model tampilannya sebagai sarana pemasaran online. Pelatihan lainnya adalah penyusunan program kerja dilaksanakan dengan memberikan contoh tentang berbagai program kerja yang dapat dijadikan alternatif pilihan dan dapat dilaksanakan oleh karang taruna dalam rangka meningkatkan perekonomian Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang dan Pelatihan menumbuhkan minat belajar anak dilaksanakan dengan mengumpulkan anak-anak kemudian personel dari tim pengabdian Untidar memberikan contoh dalam rangka pendampingan belajar anak-anak. Kegiatan pendampingan dilaksanakan sebanyak 2 kali oleh masing-masing nara sumber dalam jangka waktu 2 bulan yakni bulan Oktober sampai dengan Desember 2015. Di akhir kegiatan tim pengabdian masyarakat Untidar juga memberikan pompa air kepada warga Kebonsari.

Evaluasi kegiatan dilaksanakan setelah keseluruhan program terlaksana. Evaluasi ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat sasaran, pemerintah Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, dan LPPMPMP Universitas Tidar. Hasil evaluasi kegiatan akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan keberlanjutan program, baik kegiatan penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat lanjutan. Untuk jangka panjang diharapkan program ini dapat berkelanjutan dengan program yang lebih sistematis dan terarah, sehingga amanah pasal 27 ayat (2), pasal 33 dan 34 UUD 1945 untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai terutama masyarakat di Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang dapat tercapai.

UKAI Bekerjasama Dengan Takmir Masjid Mambaul Ulum Adakan MTQ Untidar 2015

Memperingati Maulud Nabi Besar Muhammad SAW 1437 Hijriah, UKAI Bekerjasama dengan Takmir Masjid Mambaul Ulum adakan MTQ Untidar 2015. Lomba yang diadakan meliputi Tilawah, Tahfizh Juz 1 atau 30 dan Musabaqoh Makalah Ilmiah Al Quran (M2IQ) dengan tema Arti Kehidupan dalam Prespektif Al Quran. Cabang Tilawah diikuti oleh 8 orang peserta putra dan 8 peserta putri. Cabang Tahfizh diikuti oleh 3 peserta putra dan 8 peserta putri, dan cabang M2IQ  diikuti oleh 5 peserta putra dan 5 peserta putri. Peserta lomba adalah mahasiswa Untidar dari semua program studi. 

Dalam perlombaan Tilawah kali ini Maqra atau materi bacaan tidak ditentukan oleh panitia melainkan pilihan sendiri. Adapun unsur-unsur yang dinilai meliputi ilmu baca (tajwid) seni ( lagu dan suara) serta adab atau etika. Untuk cabang Musabaqoh Makalah Ilmiah Alquran peserta diwajibkan untuk mengkaji atau menganalisis kandungan Al Quran dikaitkan dengan kehidupan manusia di berbagai aspek dan bukan merupakan hasil penelitian yang bersifat eksperimen. Dalam M2IQ peserta  diharuskan menulis dengan tulisan tangan bukan mesin ketik manual, komputer maupun laptop. Peserta boleh membawa Al Quran, Tafsir, Buku atau Jurnal tetapi tidak diperkenankan membawa laptop dan browsing pada saat hari H. Untuk hasil tulisan yang dinilai meliputi tata tulis dan tata bahasa, pendahuluan, kajian teori, metodologi, hasil dan pembahasan serta kesimpulan dan saran. Adapun yang dinilai saat presentasi hasil M2IQ adalah penyajian ketepatan waktu dan ketrampilan menyajikan makalah dan merespons dalam sesi tanya jawab. Untuk cabang Tahfidz Maqra sudah ditentukan oleh panitia. Adapun unsur yang dinilai meliputi ilmu baca atau tajwid, kelancaran, seni yaitu lagu dan suara serta adab etika. 

"Lomba semacam ini baru pertama kali diadakan, namun kami cukup puas karena mahasiswa Untidar responnya sangat positif. Diharapkan dengan adanya lomba semacam ini bisa memotivasi mahasiswa untuk berkompetisi secara sehat, sekaligus sebagai ajang untuk mencari bibit unggul di bidang MTQ untuk mewakili Untidar di tingkat propinsi maupun nasional" tutur Ir Hadi Riyanto, M.P., selaku pembina UKAI. 

Tim Dewan Juri yang terdiri dari Nurrofiq M. Ag, Faizal, Abdul Haris S.Ag, Heriawan S.T., Dr. Bambang Surendro, M.T, dan Agung Trihasto, M.T memutuskan para pemenang sebagai berikut

LOMBA TILAWAH 
PUTRA
Juara 1 : Andhi Rispata (FISIP)
Juara 2 : Moh Ibah Alfauzi (D3 Teknik Otomotif)

PUTRI
Juara 1 : Maryam Alvi Nur (PBSI)
Juara 2 : Zaitun Harba Azizah (S1 Ekonomi Pembangunan)

TAHFIZH
PUTRA
Juara 1 : Prastyo Tri Utomo (S1 Agroteknologi)
Juara 2 : Hamzah Miftakhul Iman (D3 Akutansi)

PUTRI
Juara 1 : Durrotun Nafisah (FKIP Bahasa Inggris)
Juara 2 : Umu Hanifah (FKIP Bahasa Inggris)

M2IQ
PUTRA
Juara 1 : Sahrul (FKIP Bahasa Indonesia)
Juara 2 : Sukroni (FKIP Bahasa Indonesia)

PUTRI
Juara 1 : Putra Anik Solekhah (FKIP Bahasa Inggris)
Juara 2 : Arizka Nurul ( FKIP Bahasa Inggris)