TENAGA AHLI MENTERI KOMINFO DAN PENULIS BUKU HABIBIE THE SERIES BERBAGI INSPIRASI DAN MOTIVASI DI KEGIATAN TIDAR MANAGEMENT ORGANIZATION

Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2022 di lingkungan Universitas Tidar yang baru saja dilantik, mengikuti kegiatan Tidar Management Organization (TMO). TMO merupakan kegiatan pembekalan agar Pengurus Ormawa UNTIDAR memahami dan menguasai berbagai peran yang dimiliki. Selama mengikuti TMO, Pengurus Ormawa menerima berbagai materi diantaranya arah dan kebijakan kemahasiswaan, motivasi berorganisasi, pengendalian diri, penyusunan dan pengembangan program kerja, penjabaran rencana kerja dan kepanitiaan, administrasi kemahasiswaan, administrasi simkatmawa, dilengkapi dengan Forum Grup Diskusi (FGD) serta studi kasus. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat meningkatkan mutu dan pengembangan pada organisasi mahasiswa sehingga menghasilkan organisasi mahasiswa yang berkualitas, berprestasi, dan selalu berinovasi mengikuti perkembangan era globalisasi.

            TMO dilaksanakan selama 2 hari, Jumat-Sabtu (4-5/3). Di hari pertama Pengurus Ormawa UNTIDAR menerima materi tentang Arah  dan Kebijakan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni oleh Wakil Rektor Bidang III, dilanjutkan materi tentang Kebijakan Bidang Akademik di tingkat Universitas oleh Wakil Rektor Bidang I, kemudian materi tentang Kebijakan Bidang Umum dan Keuangan  oleh Wakil Rektor Bidang II.

            Di hari kedua Pengurus Ormawa UNTIDAR mendapatkan kesempatan yang berharga karena TMO menghadirkan 2 orang narasumber yang sarat akan prestasi dan pengalaman yaitu Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA, Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret, dan Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum, Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI.

            Mengawali TMO hari kedua, Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev., selaku Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan tentang 3 pilar kegiatan kemahasiswaan UNTIDAR, yaitu Pilar 1:Pembinaan Karakter Mahasiswa, Pilar 2:Prestasi Mahasiswa, serta Pilar 3:Karir, Kesejahteraan dan Alumni. “TMO adalah bagian dari pilar 1. Diharapkan kegiatan ini bisa menumbuhkan komitmen ormawa untuk mewujudkan kualitas, loyalitas, dan solidaritas berorganisasi, dengan harapan para pengurus ormawa dan pembina dapat memiliki komitmen dan konsisten dalam mewujudkan organisasi yang berkualitas, loyal, dan solid,” jelasnya.

            Materi motivasi di hari kedua TMO disampaikan oleh Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA., yang saat ini menjabat sebagai Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS. Selain dikenal sebagai penulis buku Habibie The Series, ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pemakalah Ilmiah Terbaik 2010 versi Dikti. “Mahasiswa harus selalu dinamis dan mau bergerak maju. Mahasiswa juga harus selalu kritis apalagi di saat krisis, harus turut andil mengoleksi problem yang terjadi lalu bawa ke kampus, ke ruang diskusi untuk merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah,” urainya. “Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa berkesempatan untuk mengoptimalkan bakat, minat dan kreatifitasnya, jangan sia-siakan. Untuk penalaran sudah diwadahi dengan kegiatan riset, magang profesional, pertukaran mahasiswa, kampus mengajar, dsb. Untuk bakat minat bisa mengikuti kegiatan kewirausahaan, project independen, project kemanusiaan, dsb.” tambahnya.

Pembicara kedua adalah Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum, Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Dr. Devie menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kepiawaian dalam berkomunikasi. Para “Sultan” di dunia seperti Jeff Bezos, Warren Buffet, dan Elon Musk adalah komunikator yang handal. Mereka lihai melakukan komunikasi yang efektif kepada investor dan kepada customer. Kunci sukses bukan karena mereka pewaris harta keluarga, melainkan kemampuan berkomunikasi,” tuturnya.

“Riset yang cukup panjang (30 tahun) yang pernah dilakukan di John Hopkins University menyimpulkan, akibat komunikasi yang lemah atara petugas kesehatan kepada pasien, telah membuat  400 ribu nyawa melayang. Dari hasil riset tersebut, industri kesehatan Amerika pun mulai berbenah. Dari sini kita bisa tahu begitu pentingnya kemampuan berkomunikasi,” imbuhnya. Tak lupa Ia menekankan pentingnya masyarakat di era sekarang untuk melek digital. “Kementerian Kominfo bersama Siberkreasi dan Japelidi sudah meluncurkan 4 modul digital yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital dan Aman Bermedia Digital. Silahkan diakses. Jadikan ruang digital mata air kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan menjadi air mata kehancuran dan kerusakan,” pungkasnya. Selain mendapatkan suntikan motivasi dari Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA. dan Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum., peserta TMO juga menerima penjelasan umum tentang strategi pencapaian kinerja utama dan tambahan oleh Staff Ahli Bidang III, penjelasan dari Bidang Hukum dan Tata Laksana Rumah Tangga Universitas Tidar, serta melakukan praktek pengisian Sipresma

Penulis : Humas

HIKMAH ISRA MI’RAJ UNTUK KESELARASAN INTERELASI TUHAN-MANUSIA-ALAM DI MASA NEW NORMAL

Memperingati Isra Mi’raj 1443 Hijriah, Takmir Masjid Mambaul Ulum Universitas Tidar, mengundang Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dan Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng. untuk membawakan Mauidhoh Hasanah bertema “Keselarasan Interelasi Tuhan-Manusia-Alam di Masa New Normal. Acara diadakan secara hybrid, Sabtu (26/2). Peringatan Isra Mi’raj dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi di lingkungan UNTIDAR, panitia Peringatan Isra Mi’raj, sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat umum.

            Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, yaitu Surah Al Isra Ayat 1, dengan saritilawah multilingual (bahasa Indonesia, Inggris dan Jawa). Dalam sambutannya Ketua Takmir Masjid Mambaul Ulum yaitu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengingatkan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, kesehatan, kesempatan, dan keterbukaan hati untuk bersilaturrohim dan tholibul ilmi. “Semoga nikmat yang kita syukuri akan membuahkan nikmat yang jauh lebih besar,” katanya. Sebagai makhluk kita harus tunduk dan taat pada apapun yang ditentukan Allah. Beruntung kita memiliki tauladan taukhid yaitu Nabi Muhammad SAW. Dari peristiwa Isra Mi’raj kita bisa belajar banyak hal. Salah satunya jangan takut bermimpi setinggi mungkin. Sebagai generasi muda harus memiliki mimpi yang tinggi untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun jangan sampai lupa dengan bumi yang kita pijak. Isra Miraj mengajarkan kita untuk selalu berpikir  transversal dan horizontal,” tambahnya.

            Pada kesempatan yang sama Rektor UNTIDAR mengingatkan agar selalu mawas diri, supaya tidak mudah lupa akan tuntunan agama seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. “Topik yang akan disampaikan pemateri sungguh sangat relevan dalam menghadapi permasalahan terkini yang kita alami bersama. Semoga melalui peringatan Isro Mi’roj, kita bisa selalu instrospeksi atas apa yang kita kerjakan, dalam beribadah kepada Allah dan berhubungan dengan sesama manusia, maupun  alam sekitar. Jangan sampai pandemi ini membuat kita menjadi manusia tanpa empati.” jelasnya.

            Prof. Dr. Komarudin Hidayat menyampaikan materi yang begitu menarik, yaitu tentang Spiritualitas Sebagai Energi dan Panduan Hidup. “Ada nasehat orangtua berbunyi : ojo dumeh, ojo kagetan, ojo gumunan. Nasehat yang sederhana, namun sangat berarti, apalagi jika dikaitkan dengan era digital seperti sekarang ini. Kita harus memiliki digital literasi agar punya tanggungjawab moral saat menggunakan jari. Jarimu harimaumu, bisa juga jarimu nerakamu. Hati-hati, jangan sampai kita ikut menyebarkan hal-hal yang tidak benar,” tandasnya.

            “Kita harus punya pusat orientasi hidup, yaitu Allah. Jangan sampai sekolah tinggi-tinggi, terobsesi jabatan, tapi berakhir masuk bui. Apakah seperti itu kemuliaan hidup yang dikejar? Rasululloh mengajarkan kita sholat supaya selalu ingat pada Allah, dzikir juga bisa dimana mana dan kapanpun, sehingga kalbu selalu ingat pada Allah. Beragama dengan senang, senyum, indah, penuh kasih sayang, produktif, bukan dengan marah marah,” jelas Prof. Komarudin.

            Pemateri kedua dalam Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng. (Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada). “Manusia diturunkan ke dunia diminta untuk mewujudkan kemaslahatan bukan kemungkaran. Dalam berperilaku jangan sampai keji dan mungkar dalam arti harus selalu  menggelorakan/membangkitkan spirit untuk melestarikan dan tidak merusak lingkungan sekitar,” tegasnya. “Global warming di mana mana, bumi makin panas, es mencair, air laut naik. Ada tantangan pemanasan global yang kita hadapi, sehingga sudah seharusnya turut berpartisipasi mengurangi emisi. Ini adalah tugas kekhalifahan, kita harus berbuat baik kepada sesama manusia, dan juga pada alam di sekitar kita,” pungkasnya.

Humas : Penulis

SYAHRIL MAULA YAHYA : PENGALAMAN BERHARGA BISA MENGIKUTI PROGRAM STUDI INDEPENDEN BERSERTIFIKAT BATCH 1

Syahril Maula Yahya adalah satu dari 10 mahasiswa UNTIDAR yang lolos program Studi Independen Bersertifikat batch 1, sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Syahril berbagi pengalaman mengikuti  Studi Independen Bersertifikat di Alterra Academy, yang merupakan penyedia coding bootcamp untuk semua orang, baik yang memiliki latar belakang IT maupun non-IT untuk menjadi programmer dengan kualitas yang memenuhi standar industri. Alterra Academy membuka peluang bagi mahasiswa yang tertarik dalam bidang IT untuk mengikuti program Studi Independen dengan materi fullstack engineering. Program ini berlangsung dari 21 Agustus 2021 sampai 31 Januari 2022. Program Studi Independen fullstack engineering ini berisikan materi tentang bagaimana proses pembuatan web dari awal hingga akhir dan diakhir sesi ada final project yang mana bisa dijadikan sebagai portofolio untuk melamar pekerjaan karena tema final project yang diberikan sangat relevan dengan dunia industri.

“ Banyak pengalaman yang saya dapat selama 5 bulan belajar di Alterra Academy. Saya jadi tahu seluk beluk pembuatan website, belajar critical thinking, professional skill seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu dan lain-lain. Selama tujuh minggu awal materi yang dipelajari adalah backend engineering dengan bahasa pemrogaman Golang. Backend engineering ini dalam pembuatan sebuah website berfungsi untuk mentransfer data dari database ke tampilan sebuah website. Selama belajar backend engineering, saya mendapat banyak sekali ilmu baru, seperti seluk beluk pemrogaman Golang, desain arsitektur seperti MVC (model view controller) dan Clean Architecture, bagaimana transfer data yang terjadi di internet, dan melakukan deployment sebuah aplikasi ke cloud server agar dapat diakses banyak user. Akhir sesi backend engineering ini ditutup dengan mini project untuk membuat aplikasi backend,” urai Syahril.

“Minggu ke-8 diisi dengan materi professional skill. Sesi ini belajar tentang soft skill yang harus dikuasai untuk terjun ke dunia industry seperti skill komunikasi, manajemen waktu, pembuatan CV, pengetahuan tentang jenjang karir, dan lain-lain.

Minggu ke-9 sampai 15 diisi dengan materi frontend engineering. Materi ini belajar mengenai bagaimana membuat tampilan sebuah website agar menarik dan interaktif. Materi ini meliputi HTML, CSS, JavaScript, ReactJS, GraphQL, dan deployment. Akhir sesi ini setiap peserta diharuskan membuat sebuah website yang menarik, namun masih menggunakan GraphQL untuk backend-nya, bukan dengan Golang.

Minggu ke-16 sampai 24 setiap peserta diharuskan membuat final project dengan tema yang telah ditentukan oleh tim mentor Alterra Academy. Tema-tema yang diberikan sangat relevan dengan kenyataan di industri, sehingga hasil dari final project ini dapat dijadikan portofolio ketika melamar sebuah pekerjaan,” tambahnya.

“Kesan yang dirasakan selama mengikuti program ini sangat menyenangkan karena banyak belajar hal baru, dan yang paling berkesan adalah ketika belajar Clean Architecture karena teknologi tersebut menurut saya sangat efektif dan efisien daripada MVC. Saya juga sangat bersemangat ketika mengikuti program, karena dibimbing oleh mentor yang professional dan komunikatif,” pungkasnya.

Studi Independen Bersertifikat adalah bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperlengkapi diri dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang dicari oleh dunia usaha dan dunia industri. Pada program  Studi Independen Bersertifikat batch 1, 10 orang mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos mengikuti kegiatan selama 1 semester. Pada batch 2, jumlah mahasiswa UNTIDAR yang lolos meningkat yaitu 33 orang, yang akan mengikuti kegiatan dari 23 Februari s.d 22 Agustus 2022.

Penulis : Humas

Si Dokkes Polres Magelang Kota dan UNTIDAR Gelar Percepatan Vaksinasi

Seksi Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan (Si Dokkes Sidokkes)  Polres Magelang Kota, bekerjasama dengan Universitas Tidar (UNTIDAR) mengadakan kegiatan Percepatan Vaksinasi, Jumat (25/2). Kegiatan diadakan di Gedung H.R. Suparsono UNTIDAR. Percepatan Vaksinasi diikuti oleh Pegawai UNTIDAR (Dosen dan Tenaga Kependidikan) beserta anggota keluarganya, dan masyarakat di sekitar kampus UNTIDAR.

Aipda Ampuh Satya Wibawa selaku Ka. Si Dokkes menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan pegawai UNTIDAR dan masyarakat sekitar kampus mendapatkan akses vaksinasi Covid-19. Sasaran dari kegiatan ini adalah Pegawai yang belum tervaksin dosis 1, Pegawai yang belum tervaksin dosis 2 menggunakan AstraZeneca, Pegawai yang sudah tervaksin dosis 1 dan 2 menggunakan Sinovac atau AstraZeneca, keluarga pegawai dan masyarakat sekitar, minimal berusia 18 tahun  (belum tervaksin dosis 1, belum tervaksin dosis 2 menggunakan AstraZeneca, dan sudah tervaksin dosis 1 dan 2 menggunakan Sinovac atau AstraZeneca)

“Total pegawai, keluarga pegawai dan masyarakat sekitar kampus UNTIDAR yang melakukan vaksinasi hari ini sebanyak 354 orang,” kata Aipda Ampuh Satya. “Persyaratan untuk mengikuti kegiatan vaksinasi ini cukup mudah, hanya membawa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP),” tambahnya.

Kegiatan Percepatan Vaksinasi di Gedung H.R. Suparsono dilaksanakan mulai pukul 08.00 s.d. 12.00, oleh Tim Si Dokkes Polres Magelang Kota sejumlah 18 orang, turut dibantu oleh beberapa mahasiswa anggota Tim Korps Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) UNTIDAR. “Kita semua berharap, dengan semakin banyaknya masyarakat yang tervaksinasi, maka semakin cepat tercapai herd immunity. Demikian juga jika pegawai UNTIDAR dan masyarakat sekitar kampus semakin banyak yang tervaksinasi, maka situasi akan semakin kondusif, sehingga kita semua bisa beraktifitas normal seperti sedia kala,” kata Kepala Biro Umum dan Keuangan UNTIDAR, Among Wiwoho, S.E., M.M.

DEPARTEMEN SYIAR UKAI AR-RIBATH GELAR GRAND OPENING KARE DAN NBO

Departemen Syiar UKAI Ar-Ribath menggelar Grand Opening KARE dan NBO, Kamis (24/2). Grand Opening KARE dan NBO ini menjadi pembuka program kerja dari Departemen Syiar UKAI Ar-Ribath. KARE merupakan kegiatan Kajian Kamis Sore, sedangkan NBO adalah kegiatan Ngaji Bareng Ormawa dan UKM. KARE dan NBO merupakan dua diantara empat program kerja dari Departemen Syiar yang memiliki peran dalam penguatan ukhuwah antar mahasiswa dan antar ormawa serta UKM di Universitas Tidar. Selain itu juga menjadi ladang amal dan keilmuan bagi masyarakat umum yang mengikuti secara daring.

Grand Opening KARE dan NBO dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, dihadiri oleh pengurus dan anggota UKAI Ar-Ribath, Delegasi Ormawa dan UKM Universitas Tidar, Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pembina UKAI Ar-Ribath I sekaligus pemateri kajian, Hadi Rianto, M.Sc. selaku Pembina UKAI Ar-Ribath II, dan jamaah dari mahasiswa dan masyarakat umum

Sambutan pertama disampaikan oleh  Ketua UKAI Ar-Ribath, Teguh Rahayu Widodo. Ia memberikan pengenalan tentang KARE dan NBO yang memiliki manfaat sebagai sarana keilmuan yang dapat dimanfaatkan bagi kalangan sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat. Teddy Firmansyah, Ketua BEM KM sebagai perwakilan Ormawa dan UKM Universitas Tidar mengatakan bahwa kegiatan seperti ini (Grand Opening KARE dan NBO) merupakan kegiatan yang positif bagi semua pihak, dan semakin mempererat hubungan antar organisasi kampus.

“Di masa pandemi yang berkepanjangan seperti sekarang ini, menjaga kesehatan sangat penting, apalagi dengan meningkatnya status Magelang ke PPKM level 4. KARE bisa menjadi sarana untuk menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Jadi janganlah terlalu hanya fokus ke agama, atau sebaliknya terlalu fokus ke dunia saja. Artinya antara keduanya harus dijalankan dengan seimbang.” tutur Hadi Rianto, M.Sc.

Materi KARE disampaikan oleh Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I. Ia menyampaikan bahwa dalam keadaan apapun kita harus berniat tholabul ilmi. Tholabul ilmi ini tidak harus ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan atau ilmu kauniyah. “Contoh kita melihat kupu-kupu yang beterbangan di lahan dengan beraneka ragam sayapnya yang menarik. Kita dapat menikmati kupu-kupu itu diantara dedaunan dan bunga yang ada. Tetapi dari keberadaan kupu-kupu itu dapat diambil hikmahnya. Kupu-kupu yang kita lihat itu berasal dari ulat yang awalnya menakutkan bahkan menjadi hama lalu menjadi sebuah kepompong yang tidak menikmati keindahan dunia. Dari bertapa itu maka muncul kupu-kupu yang indah. Maka sejalan dengan tholabul ilmi, kita harus berpikiran demikian. Kita bisa mendapatkan ilmu yang baik selama kita dalam belajar mau besungguh-sunguh. Maka seandainya kita bisa menghilangkan hal-hal yang mengganggu dalam belajar, insyaAllah kita dapat beterbangan layaknya kupu-kupu,” jelas Nur Rofiq.

Nur Rofiq juga menyampaikan materi tentang Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW. Sejarah penting dalam peradaban kehidupan Islam dan merupakan tonggak sejarah dari perintah sholat yang merupakan bagian dari rukun Islam. “Diantara hikmah dan pelajaran yang perlu kita ketahui adalah :

  1. Tingginya derajat kehambaan, hal ini dilakukan oleh Rasulullah terhadap Allah SWT.
  2. Dengan Isra Mi’raj ini dakwah Rasulullah yang semula berat cobaannya, maka setelah terjadinya Isra Mi’raj inilah, Rasulullah merasa ada angin segar untuk berdakwah dan memberanikan diri dalam berdakwah.
  3. Perjalan Isra Mi’raj ditempuh beribu-ribu kilo dengan waktu yang sebentar. Ketika seseorang tidak menggunakan keimanan sebagai tendensinya maka tidak akan mempercayainya.
  4. Dengan adanya Isra Mi’raj maka orang-orang tunduk dan mengakui risalah Nabi Muhammad SAW dan menjadikan syarat bahwa Nabi Muhammad SAW telah menghapus syariat-syariat sebelumnya. Artinya risalah-risalah tauhid Nabi-Nabi sebelumnya itu menjadi satu yaitu risalah Islamaiyah.
  5. Keistimewaan Masjidil Aqsa. Sebelum terjadinya Isra Mi’raj itu Al-Aqsa dinamakan Baitul Maqdis. Perjalanan Isra Mi’raj yang dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sampai menuju langit ke tujuh kemudian ke Sidratul Muntaha yang merupakan isyarat bahwa Masjidil Aqsa memiliki keistimewaan bagi umat islam karena menjadi rute perjalanan Nabi untuk bertemu Allah SWT.  Bahkan, sampai saat ini apabila kita sholat di Masjidil Aqsa pahala sholatnya setara dengan 500x lipat dibanding kita sholat di masjid biasa,” urainya.

Grand Opening KARO dan NBO berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam, dengan kajian yang padat dan sangat bermanfaat.

Penulis : Humas

UNIT KEGIATAN MAHASISWA “IQSAN” RAYAKAN HARLAH KE-2

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ilmu Al Quran dan Seni Rebana (IQSAN) UNTIDAR, rayakan Puncak Harlah ke-2, Sabtu (19/2) di Balai Desa Dlimas Tegalrejo. Puncak Harlah sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H/2022 M, dengan tema “Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Kaum Milenial di Era Digital”, dengan menghadirkan K. H Utsman Ali dan Habib Fata Zahir Al-Attas. Sebelumnya UKM IQSAN juga melaksanakan kegiatan Ziarah Auliya zona Jawa Timur.

            Acara yang diikuti oleh seluruh pengurus UKM IQSAN ini, dibuka oleh Ketua Panitia, Farich Shidana. Pada saat acara, Habib Fata Zahir Al-Attas memberikan nasehat kepada pengurus UKM IQSAN UNTIDAR, supaya tidak melupakan kuliah meskipun aktif berorganisasi. Habib Fata Zahir Al-Attas juga memberikan pandangan tentang ‘wayang’ yang menurutnya diperbolehkan, bahkan dahulu digunakan para wali terutama Sunan Kalijaga dalam kegiatan dakwah syiar Islam. Pada acara puncak perayaan Harlah IQSAN, Habib Fata Zahir Al-Attas mengumandangkan sholawat di hadapan seluruh hadirin, membuat suasana syahdu dan indah, apalagi saat Mahalul Qiyam.

            Disusul Mauidhoh Hasanah dari K. H. Utsman Ali yang menekankan agar umat muslim senantiasa  mendekatkan diri kepada Sang Ilahi. “Hidup itu kebiasaan, maka biasakanlah hidup baik. Keluarlah untuk mencari ilmu. Orang sukses mergo kreatif, rajin, istiqomah. Kudu sholat, mergo sholat iku sumber kebahagiaan, sumber ketenangan, sumber kesuksesan. Sholato sing tenanan,” jelasnya.

            Puncak Harlah UKM IQSAN diisi dengan Sholawatan, Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, Tahlil dan Doa, Khotmil Qur’an, Serah Terima Jabatan Ketua Umum Lama ke Ketua Umum Baru, Pembacaan Mawalidurrasul, Mauidhoh Hasanah, Mahallul Qiyam, Pemotongan Tumpeng dan Pemutaran Film.

Cerita Mahasiswa UNTIDAR Ikuti Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka Batch 1       

Mengikuti Program Magang Bersertifikat sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), adalah pengalaman yang begitu berharga bagi Muhammad Misbachul Muhaimin (Prodi S1 Teknik Sipil UNTIDAR). Misbach adalah satu dari 7 mahasiswa UNTIDAR yang berhasil lolos program Magang Bersertifikat Batch 1. Selama 6 bulan, Misbach melaksanakan program pemagangan di PT Citiasia Internasional atau lebih dikenal sebagai Citiasia Inc., yang  merupakan perusahaan jasa konsultan manajemen dan pembangunan yang berfokus pada bidang smart city, dan memiliki visi mendukung kemajuan pembangunan di Indonesia. Citiasia Inc. membuka peluang kepada mahasiswa untuk bergabung menjadi pemagang selama 6 bulan yaitu dari 23 Agustus 2021 sampai 23 Februari 2022. Peserta yang lolos program ini mendapatkan konversi 20 sks atas persetujuan dari prodi maupun jurusan asal peserta.

“Salah satu divisi yang ada di Citiasia Inc. adalah smart city analyst, yaitu divisi yang ditugaskan untuk membantu penyusunan masterplan smart city pada lokasi -lokasi project Citiasia Inc. dan melakukan penyusunan paper (working paper, white paper, artikel, presentasi) terkait smart city yang akan dipublikasikan melalui website, buku publikasi, jurnal dan lain sebagainya,” tutur Misbach.

            Lebih lanjut Misbach menguraikan pengalaman yang didapat selama 6 bulan menjadi smart city analyst, seperti penyusunan masterplan smart city Kabupaten Wonogiri. “Sangatlah menyenangkan bisa berdiskusi secara langsung dengan Bupati Wonogiri, terkait arah gerak pembangunan smart city Kabupaten Wonogiri,” katanya. “Karena berasal dari jurusan Teknik Sipil, maka lebih difokuskan pada penyusunan smart city dimensi smart living yang membahas mengenai system transportasi cerdas, harmonisasi tata ruang berupa jalan, jembatan irigasi dan air bersih serta dimensi environment yang membahas mengenai proteksi lingkungan, tata kelola sampah dan limbah, tata kelola energy,” tambahnya.

            Selain terlibat dalam penyusunan masterplan smart city Kabupaten Wonogiri secara langsung, Misbach juga turut membantu penyusunan smart city kawasan Borobudur dan kawasan Tanjung Kelayang atau Belitung. Kawasan Tanjung Kelayang terdiri dari 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Fokus utama kawasan Belitung yaitu pariwisata,  karenanya dilakukan observasi lapangan ke beberapa pantai yang ada di pulau Belitung dan beberapa objek wisata lainnya.

            “Saya sangat tertantang dengan jobdesk yang diberikan selama magang, karena menuntut kreativitas, inovasi yang tinggi serta kemampuan dalam menulis buku masterplan smart city. Dimana keterjangkauan sebuah program yang disusun dapat dirasakan masyarakat secara luas untuk memudahkan mobilitas, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat sesuai tujuan smart city. Selain itu saya begitu terkesan bisa turut berkolaborasi dalam satu team, dan berkomunikasi dengan para pejabat pemda, pembimbing dan tenaga ahli smart city bahkan kementerian,” pungkasnya.

Magang bersertifikat memberi mahasiswa kesempatan mendapat pengalaman kerja di dunia industri atau dunia profesi nyata selama 1-2 semester. Dengan pembelajaran langsung di tempat kerja mitra magang, mahasiswa akan mendapatkan hard skill dan soft skill agar mahasiswa semakin mantap memasuki dunia kerja dan karier. Pada program Magang Bersertifikat Batch 1, 7 orang mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos. Pada program Magang Bersertifikat Batch 2, UNTIDAR berhasil meloloskan 12 orang mahasiswa yang akan melaksanakan pemagangan di PT Gama Inovasi Berdikari, PT Petrokimia Gresik, Yayasan Hasnur Centre, PT INKA, PT Suri Tani Pemuka, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, PT Indonesia Power, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan Kementerian Perdagangan.

Penulis : Humas

Peringati Hari Sampah Nasional, GenBI UNTIDAR Gandeng DLH Kabupaten Magelang Gelar Sosialisasi Lingkungan Hidup

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Tidar (UNTIDAR) mengadakan kegiatan sosialisasi lingkungan hidup untuk memperingati hari Sampah nasional.GenBI UNTIDAR bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang untuk memberikan edukasi dan wawasan terkait dengan sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di  Balai Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang dan di SD Negeri Tampir Wetan 1 pada Sabtu, (19/2/2022).

Mengusung tema “Together To Manage  Waste With Genbi“ atau Olah dan Pilah Sampah Bernilai Guna, sebagai sarana motivasi untuk masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang dari adanya sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih serta sehat. Acara sosialisasi di hadiri oleh 30 audien, yang terdiri dari 11 anak SD Tampirwetan 1 dan 19 masyarakat umum.

Ketua panitia, Tiara mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya dua kegiatan ini adalah untuk mengembangkan minat dan semangat warga Tampir Wetan dalam pengelolaan bank sampah dan edukasi pada anak-anak mengenai jenis-jenis sampah.

“Anak-anak dapat lebih paham tentang pemilahan sampah antara organik atau non organik. Kami juga ingin mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar,” katanya.

Ditemui ditempat yang sama, Wahyu Hantoro, Kepala Desa Tampir Wetan mengucapkan terimakasih kepada GenBI UNTIDAR yang telah menyelanggarakan acara Sosialisasi Lingkungan Hidup yang sangat bermanfaat sekali bagi warga. “Kegiatan  ini sangat bagus, dan diharapkan dapat menjadi kegiatan yang berlanjut untuk menjaga lingkungan bersih”,tuturnya.

Ia berharap semoga kedepannya warga semakin aktif dan semangat dalam memelihara lingkungan khususnya pemanfaatan dan pengelolaan sampah. Senada dengan itu Tri, Wali Kelas 4 SDN Tampir Wetan 1 mengatakan, “Saya sangat senang dengan dilbatkannya anak-anak dalam rangkaian acara Sosialisasi Lingkungan Hidup. Luar biasa sekali anak-anak sangat semangat dalam mengikuti acara tadi dengan kakak MAPALA, pastinya anak-anak lebih paham terhadap pemilahaan sampah”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Tri mengucapkan terimakasih kepada GenBI UNTIDAR karena telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan meriah. Sosialisasi Lingkungan Hidup mendatangkan dua pemateri diantaranya Soko Wibowo, S.E., Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, DLH Kabupaten Magelang dan pemateri kedua dari  anggota MAPALA UNTIDAR.

Materi yang disampaikan oleh Soko Wibowo, S.E berupa cara pengelolahan sampah dan ajakan untuk mengelola sampah dengan baik dan bijak.Selain itu beliau mengatakan “Saya sangat mengapresiasi GenBI UNTIDAR karena telah melaksanakan kegiatan ini, serta besar harapan saya untuk kedepannya kegiatan pengelolaan Bank Sampah di dusun-dusun dapat berlanjut dan terus mendapat dukungan dari kami.” ungkapnya

Selanjutnya anak-anak SDN Tampir Wetan mendapatkan edukasi dari anggota MAPALA UNTIDAR yang diwakili oleh Uma Laila dan Zahra, mengenai cara membedakan sampah organik dan non organik serta menonton video bersama yang berisi ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Masyarakat Tampir Wetan sangat menyambut positif acara tersebut dan berantusias mengikuti acara hingga selesai.

Penulis : MA

Editor : Humas UNTIDAR

WEBINAR PERSIAPAN DUNIA KERJA GenBI UNTIDAR: Your Future Your Responsibility

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Tidar (UNTIDAR) menyelenggarakan Webinar Persiapan Dunia Kerja dengan tema “Your Future Your Responsibility. Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu, (19/02) secara daring melalui media Zoom Cloud Meeting yang diikuti oleh 110 peserta.

“Sebuah perusahaan tidaklah mencari karyawan yang terbaik namun yang paling cocok. Sehingga dibutuhkan karyawan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang cocok dengan perusahaan tersebut,” ujar Ravika Geofanny, M.Psi., Psikologi Industri dan Organisasi.

Sejalan dengan pendapat tersebut, pemateri Muhamad Haris Nugraha, S.Kel, memberikan tips dan trik bagaimana membuat CV yang menarik HRD untuk membacanya, salah satunya dengan menyesuaikan warna CV dengan warna yang menggambarkan perusahaan yang akan dilamar.

“Warna CV yang menggambarkan warna perusahaan akan lebih berpotensi untuk dibaca karena HRD sudah terbiasa dan nyaman dengan warna tersebut” jelasnya.

Hania Puspitaning Tyas, Ketua Panitia kegiatan tersebut, mengatakan bahwa “Kami merespon keresahan mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja dengan mengadakan webinar persiapan dunia kerja. Dengan adanya acara ini diharapkan memberikan wawasan dan motivasi mengenai dunia kerja yang sesungguhnya”.

Webinar yang mendatangkan dua pemateri yaitu Muhamad Haris N. S.Kel., dan Rafika Geofanny M.Psi., mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Menurut Shanisa, peserta Webinar Persiapan Dunia Kerja, Narasumber yang dihadirkan memiliki wawasan yang luas sehingga membuat peserta memiliki ketertarikan yang tinggi.

Peserta yang mayoritas adalah mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia sangat antusias dalam kegiatan pagi tadi. Lebih lanjut, peserta webinar mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan narasumber mengenai persiapan diri dalam menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja saat ini.

Selain membagikan pengalaman dunia kerja, narasumber juga membagikan tips dan trik pembuatan Curriculum Vitae serta akun LinkedIn yang menarik maupun kiat sukses wawancara kerja.  Pemateri Muhamad Haris Nugraha, S.Kel mengatakan bahwa “LinkedIn merupakan jaringan profesional terbesar di internet. Kita bisa menggunakan LinkedIn untuk menemukan pekerjaan yang tepat, terhubung dengan profsional, dan belajar banyak hal didalamnya.”

Ditemui di tempat yang sama, Ketua GenBI Komisariat UNTIDAR, Eka Widyawati sejalan dengan Pembina Genbi Komisariat UNTIDAR, Siti Afidatul Khotidjah, S.E., M.Ak. mengapresiasi adanya kegiatan ini. “Adanya Webinar Persiapan Dunia Kerja diharapkan dapat membantu mahasiswa maupun masyarakat untuk memberikan motivasi, tips dan trik memasuki dunia kerja yang nyata. GenBI sebagai fasilitator memberikan kesempatan untuk tanya jawab anatar peserta webinar dengan narasumber yang luar biasa dan berpengalaman.” ujar Ketua dan Pembina GenBI Universitas Tidar.

Penulis : HPT

Editor : Humas UNTIDAR

Peneliti Untidar Berhasil Ciptakan Prototipe Coil untuk Mencegah Pendarahan Otak

Peneliti UNTIDAR, Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. berhasil menciptakan Prototipe Coil yang dapat digunakan untuk mencegah pendarahan otak. Otak bersama saraf tulang belakang berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat. Saat otak mengalami pendarahan, pasti akan mempengaruhi seluruh tubuh manusia.

Coiling adalah metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma. Aneurisma otak adalah penonjolan atau pembengkakan pada arteri di otak. Aneurisma yang menonjol menekan saraf atau jaringan otak. Membengkaknya bagian pembuluh darah mengakibatkan resiko pecahnya pembuluh darah ke jaringan di sekitarnya yang disebut pendarahan. Aneurisma yang pecah dapat menyebabkan stroke hemorrhagic, kerusakan otak, sakit kepala yang hebat, koma, dan bahkan kematian.

Prototipe coil yang dibuat dengan bahan Paduan Platinum-Tungsten

Aneurisma otak umumnya terjadi pada orang dewasa antara usia 30 dan 60 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Semua aneurisma cerebral berpotensi pecah dan menyebabkan pendarahan di dalam otak atau area sekitarnya.

Telah dilaporkan bahwa sekitar 2% dari populasi dunia menderita aneurisma intracranial. Tingkat kematian dari kasus-kasus ini adalah sekitar setengahnya. Para pasien yang meninggal sebelum sampai ke rumah sakit adalah sekitar 10-15%.

Metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma adalah coiling. Coiling merupakan metode kateterisasi melalui pembuluh darah untuk memasukkan coil serat logam yang sangat halus pada gelembung aneurisma. Coil dimasukkan tabung plastik berongga (kateter) ke dalam arteri, dan memasukkannya melalui tubuh ke aneurisma otak dan digulung di dalam aneurisma. Gulungan coil memblokir aneurisma dan mengurangi aliran darah ke aneurisma. Prosedur ini mungkin perlu dilakukan lebih dari sekali selama hidup orang tersebut karena aneurisma yang diobati dengan penggulungan terkadang dapat kambuh.

Coiling ini memerlukan coil yang dimasukkan pada gelembung aneurisma dan instrument untuk memasang coil. Coil merupakan kumparan berukuran 250 mikron dari serat logam berdiameter 50 mikron.

Teknologi coil telah matang untuk negara-negara maju. Negara-negara berkembang adalah pengguna produk. Meningkatnya kasus aneurisma intrakranial di negara berkembang perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan produksi coil di negara berkembang.

Peneliti dari Teknik Mesin Universitas Tidar berkolaborasi dengan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Jurusan Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan memproduksi coil di dalam negeri.

Tim peneliti ini berhasil mengidentifikasi proses, bahan dan instrument untuk coil dan pemasangan coil. Bahkan telah dihasilkan prototipe coil dengan material paduan Platinum-Tungsten oleh Dr. Suyitno, S.T., M.Sc (Dosen Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Tidar). “Paduan Platinum-Tungsten merupakan material yang memenuhi persyaratan untuk Coil. Pengembangan material dilakukan di ITS Surabaya, sedangkan pengujian material dikerjakan Departemen Teknik Mesin SV-UGM,” jelas Suyitno.

Ujicoba pemasangan prototipe coil pada model aneurisma

“Prototipe coil yang dihasilkan telah dilakukan uji coba pemasangan pada model aneurisma di RS UNAIR. Prototipe coil berhasil dimasukkan pada model, selain itu prototipe ini menunjukkan sifat mampu dideteksi dengan X-rays. Sifat ini penting agar coil bisa dipantau secara langsung selama pemasangan dengan X-rays,” tambahnya.

Ia menguraikan riset selanjutnya adalah adalah proses perlakuan prototipe coil agar mampu bertindak sebagai material shape memory. Selain itu instrument untuk pemasangan coil juga menjadi agenda pengembangan selanjutnya.

“Keberhasilan mewujudkan prototipe coil ini memacu peneliti untuk bisa menyelesaiakan penelitian sampai ke tahap siap diproduksi. Meskipun masih banyak riset diperlukan, keberhasilan membuat prototipe ini membawa optimisme kepada tim peneliti,” imbuhnya.

Prototipe coil di dalam kateter

Tim peneliti adalah: Dr. Ir. Suyitno, ST., M.Sc., IPM, dari Universitas Tidar, dr. Yudhi Adrianto, Sp.S, FINR, FINS dan dr. Achmad Firdaus Sani, Sp.S dari Universitas Airlangga, Dr. Agung Purniawan ST. M.Eng. dari Institut Teknologi Sepuluh November, dan Dr. Lilik Dwi Setyana, ST., M.Eng. dari Universitas Gadjah Mada.

Universitas Tidar sendiri berkomitmen dalam penelitian dan pengembangan alat-alat kesehatan dan permesinan. Komitmen itu diwujudkan dalam pembentukan kelompok riset (group research) MEDice (Medical and Mechanical Devices Innovation Centre). Kelompok riset ini berguna untuk mewadahi peneliti yang berkomitmen untuk mendukung pengembangan alat kesehatan dan permesinan di Indonesia.