PERTAMA KALI, UNTIDAR KIRIMKAN 25 MAHASISWA BERLAGA DI PEKSIMIDA JATENG 2016

MAGELANG – Universitas Tidar siap berpartisipasi dalam Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah (Peksimida) Jawa Tengah Tahun 2016 yang dilaksanakan, Selasa-Minggu (26-31/07). Peksimida Jateng kali ini diselenggarakan di 6 lokasi yang berbeda yaitu Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Muhamadiyah Surakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Universitas Muria Kudus dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto.

Sebanyak 25 mahasiswa mengikuti 4 tangkai lomba yang terdiri dari 2 orang lomba baca puisi, 4 orang lomba solo vocal, 7 orang lomba tari dan 12 orang lomba vocal group. “Mahasiswa diseleksi terlebih dahulu lewat Peksimitas awal Juni lalu,” kata Drs. Hari Wahyono, M.Pd.

Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Universitas (Peksimitas) dilaksanakan Rabu-Kamis (1-2/06) sebagai ajang seleksi antar mahasiswa UNTIDAR. Hasil seleksi tingkat perguruan tinggi inilah yang akhirnya menjadi perwakilan dalam Peksimida.

“Semenjak menjadi perguruan tinggi negeri, kali ini pertama kalinya UNTIDAR mengikuti Peksimida,” tutur Hari, Senin (18/07) pada acara koordinasi dan pengarahan Peksimida di ruang Multimedia UNTIDAR.  Hari sekaligus Ketua Pelaksana Seleksi Peksimida UNTIDAR memberi arahan kepada tiap-tiap tangkai lomba untuk giat berlatih dan menjaga stamina tubuh sehingga dapat tampil maksimal pada hari perlombaan. “Walau masih anak baru, saya harap perwakilan UNTIDAR bisa masuk final di Peksiminas nantinya,” tambahnya.

Berdasarkan seleksi pada Peksimitas UNTIDAR, jumlah total mahasiswa yang lolos seleksi sejumlah 26 mahasiswa yang akan mewakili Peksimida Jateng dalam 5 tangkai lomba. Namun, salah satu mahasiswa dari perwakilan tangkai lomba monolog mengundurkan diri karena alasan pribadi. Sehingga akhirnya hanya 25 mahasiswa saja yang mewaili UNTIDAR di Peksimida Jateng.

Tim tangkai lomba tari intensif berlatih di auditorium UNTIDAR.

Tim tangkai lomba tari intensif berlatih di auditorium UNTIDAR.

Latihan rutin dilakukan masing-masing tangkai lomba bersama pendampingnya. “Kami mendatangkan pelatih tari dari UNY yang melatih para mahasiswa tari berjudul Bumi Pertiwi,” tutur Winda Candra Hantari, S.S., M.A, pendamping tangkai lomba tari. Latihan rutin dilakukan seminggu ini di auditorium UNTIDAR sebagai persiapan lomba pada 25-26 Juli 2016 di Pendopo ISI Surakarta. Sama halnya dengan tari, tim vocal group juga intensif mengadakan latihan bersama coach mereka Alex Henry Eko Prabowo yang akan berlaga di Universitas Kristen Satya Wacana pada 26 Juli 2016 mendatang. Sedangkan lomba puisi akan diadakan pada 27 Juli 2016 di Universitas Muria Kudus dan lomba solo vocal di Universitas Muhamadiyah Purwokerto pada 29 Juli 2016.

Peksimida adalah agenda rutin dua tahunan yang diselenggarakan BPSMI Jawa Tengah untuk menjaring perwakilan Jawa Tengah di ajang Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) yang akan diadakan pada 11-17 Oktober 2016 di Kendari, Sulawesi Tenggara. (DN)

KELUARGA MAHASISWA UNTIDAR SERAHKAN BANTUAN KE DESA DONORATI PURWOREJO

Setelah menggelar aksi penggalangan dana dari warga Magelang, Keluarga Mahasiswa UNTIDAR kemudian menyalurkan bantuan ini secara langsung ke Desa Donorati, Purworejo, Selasa (28/06) lalu. Total bantuan yang disalurkan sebanyak Rp 42.993.000 beserta 6 paket pakaian pantas pakai, 1 kardus mie instan dan 1 paket sembako. Bantuan diserahkan oleh perwakilan Keluarga Mahasiswa UNTIDAR kepada Kepala Desa Donorati, Paryoto.

“Bantuan berupa uang tidak kami belanjakan sama sekali agar dapat digunakan warga sesuai dengan kebutuhannya seperti perbaikan rumah atau pembangunan infrastruktur,” kata Dwi Purwanti.

Kondisi Desa Donorati pasca bencana tanah longsor.

Kondisi Desa Donorati pasca bencana tanah longsor.

Desa Donorati dipilih menjadi lokasi penyerahan bantuan berdasarkan informasi dari Adi salah satu anggota Mapala Sulfur UNTIDAR yang juga ikut menjadi relawan SAR Magelang. Menurut Adi yang ikut membantu evakuasi korban pada saat bencana terjadi, akses jalan ke desa ini terganggu sehingga pasokan bantuan untuk warga kurang.

Penggalangan dana oleh Keluarga Mahasiswa UNTIDAR dimulai di lingkungan kampus selama beberapa hari dan ditutup dengan menyusuri jalan-jalan protokol Kota Magelang mengumpulkan bantuan dari warga yang ingin berpartisipasi ikut meringankan beban para korban bencana pada Sabtu (25/06).

“Simpati saja dengan status facebook atau comment di media sosial tidaklah cukup. Kita butuh aksi nyata,” kata Oke Amar Saputra, anggota BEM KM UNTIDAR.

Keluarga Mahasiswa UNTIDAR berfoto bersama seorang petugas Kepolisian disela-sela penggalangan dana di sekitar Alun-alun Magelang.

Keluarga Mahasiswa UNTIDAR berfoto bersama seorang petugas Kepolisian disela-sela penggalangan dana di sekitar Alun-alun Magelang.

Berkumpul di alun-alun Kota Magelang setelah seharian berbagi tugas di berbagai titik penggalangan dana para mahasiswa melepas lelah dan berbuka bersama dengan menu seadanya. “Semua biaya operasional ditanggung masing-masing ormawa bahkan pribadi seperti bensin atau takjil buka puasa tanpa memotong sedikitpun uang hasil sumbangan,” jelas Bagas Dwi Prakoso, Ketua BEM Fakultas Teknik.

Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Himepa) membagikan bunga kertas sebagai tanda terima kasih kepada para donatur. Walaupun hanya bunga kertas namun hasil karya mahasiswa ini diharapkan dapat mewakili rasa terima kasih mereka akan kepedulian para donatur atas kepercayaannya menitipkan bantuan kepada para korban di purworejo kepada Keluarga Mahasiswa UNTIDAR.

Penggalangan dana ini bertepatan pada bulan puasa sekaligus dalam jadwal Ujian Akhir Semester (UAS), para mahasiswa ini berjuang melawan terik matahari dan mencuri-curi waktu di sela waktu ujian. (DN)

PKMM 2016 : PERMEN 3 IN 1, MENGOLAH LIMBAH CANGKANG KOPI, BEKATUL DAN AMPAS TAHU MENJADI PAKAN TERNAK BERNUTRISI

Berawal dari keinginannya untuk lolos seleksi PKM 2016, Ratna Wulandari (PBSI/FKIP) mencari ide untuk memanfaatkan beberapa limbah di sekitar rumahnya menjadi sesuatu yang berguna. “Penduduk di desa saya banyak yang bekerja sebagai petani kopi.  Namun, setelah biji kopi diolah, cangkang kopi tidak dimanfaatkan,”tutur Ratna.

Selain cangkang kopi, ia melihat potensi yang sama pada bekatul dan ampas tahu. “Bau yang tidak sedap dari limbah pengolahan tahu atau ampasnya membuatnya langsung dibuat begitu saja, saya tertantang untuk mengolahnya juga,” imbuh Ratna.

Bersama dua temannya Veronica Melinda Nurhidayati (PBSI/FKIP) dan Heri Susanto (Agroteknologi/FP), Ratna menyusun proposal Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) dengan judul Perberdayaan Masyarakat Kelompok Tani di Desa Gindang Wayang, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung melalui “PERMEN 3 IN 1” (Pelatihan Fermentasi Limbah Cangkang Kopi, Bekatul, dan Ampas Tahu) dengan Sistem Bank Limbah sebagai Pakan Alternatif Pengganti Rumput di Musim Kemarau yang lolos seleksi pada Februari 2016 lalu dan berhasil didanai oleh Kemristekdikti.

1

Suasana pelatihan di Desa Gondang Wayang, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

“Fermentasi dari cangkang kopi, bekatul dan ampas tahu memiliki nutrisi yang lengkap untuk hewan ternak,” tambah Ratna. Hasil olahan ketiga limbah tersebut sukses disulap menjadi pakan ternak yang siap dikonsumsi dan dipasarkan.

Pelatihan Fermentasi Limbah Cangkang Kopi, Bekatul dan Ampas tahu yang disingkat menjadi “PERMEN 3 in 1” di Desa Gondang ini diharapkan mampu terlaksana secara berkelanjutan, mengingat pakan ternak yang dihasilkan sangat bermanfaat bagi para peternak saat musim kemarau tiba. “Pada musim kemarau, peternak kesulitan mencari rumput, kami harap Permen 3 In 1 dapat membantu masyarakat sekitar sehingga tidak harus mencari rumput hingga luar kota untuk ternaknya,”tambahnya.

 Berdasarkan presentasi mereka pada kegiatan MONEV PKM hari ke dua (Rabu, 29/06/2016) di UNTIDAR, program pelatihan PERMEN 3 IN 1 ini sudah selesai 100%. (NV)

UNTIDAR JADI TUAN RUMAH MONEV PKM 2016

MAGELANG – Sejumlah 31 tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mengikuti Monitoring dan Evaluasi (Monev), Selasa-Rabu (28-29/06) di ruang Multimedia Universitas Tidar. Peserta Monev kali ini tidak hanya berasal dari UNTIDAR namun juga dari 2 perguruan tinggi lainnya yaitu Universitas Muhamadiyah Magelang dan Universitas Ciputra Surabaya.

Monev PKM yang didanai tahun 2016 ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Kota Magelang dan UNTIDAR diberikan kepercayaan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dirjen Dikti) menjadi tuan rumah. Dalam sambutannya, Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. berharap ide kreaif mahasiswa tidak berakhir bersamaan dengan berakhirnya program PKM akhir tahun ini.

 “Semoga PKM ini terus dijalankan dan tidak berhenti begitu saja saat program ini selesai,” tutur Prof. Cahyo.

Masing-masing peserta diberi kesempatan untuk melaporkan sejauh mana perkembangan PKM mereka. Selain bertujuan memberikan penilaian, presentasi peserta juga menentukan seberapa besar kemungkinan mereka akan lolos maju ke PIMNAS. Tri Murtini, M.Pd, reviewer PKM DIKTI yang didampingi Yoga Aditia Ragil, S.Pd mengapresiasi seluruh kerjakeras para peserta PKM sampai di tahap Monev ini.

“Adanya mitra usaha memiliki peran penting untuk mendukung PKM,” kata Tri.

Menurutnya, mayoritas kendala yang dialami peserta yaitu belum tercapainya Break Event Point (BEP), belum selesainya mesin atau prototype serta belum maksimalnya peran masyarakat dalam program PKM. “Mereka harus bergegas hingga akhir Juli nanti dalam menyelesaikan hingga meng-upload laporan PKM atau konsekuensinya harus mengembalikan dana yang telah diberikan,” tambah Tri. Sesuai panduan PKM tahun 2016, peserta PKM yang tidak bisa menyelesaikan laporan hingga Juli 2016 harus mengembalikan dana yang sudah diberikan oleh DIKTI.

Tim PKMK La Segar, Lukisan dari serbuk gergaji saat mempresentasikan perkembangan PKM mereka di depan tim Monev PKM Dikti.

Tim PKMK La Segar, Lukisan dari serbuk gergaji saat mempresentasikan perkembangan PKM mereka di depan tim Monev PKM Dikti.

Peserta Monev PKM terdiri dari 31 tim yang terdiri dari 15 tim dari UNTIDAR, 15 tim dari UM Magelang dan 1 tim dari Universitas Ciputra Surabaya. Presentasi dilaksanakan dalam 2 hari, hari pertama 18 tim dan hari kedua 13 tim.

Sebanyak 15 PKM UNTIDAR mengikuti monev ini terdiri dari 9 Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), 3 Program Kreatifitas Pengabdian Masyarakat (PKMM) dan 3 Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi (PKMT). “Semoga peserta Monev PKM kali ini lolos menuju Pimnas,” kata Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada saat penutupan acara. (NV/DN)

SELAMAT DATANG 375 CALON MAHASISWA UNTIDAR JALUR SBMPTN 2016

MAGELANG – Universitas Tidar menerima 375 calon mahasiswa lewat jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2016. Pengumuman resmi dikeluarkan panitia pusat lewat laman sbmptn.ac.id dan beberapa halaman mirror resmi lainnya, Selasa (28/06).

Dari 375 peserta yang diterima ini terdiri dari 181 calon mahasiswa Sains dan Teknologi (Saintek) dan 194 calon mahasiswa Sosial dan Humaniora (Soshum).

Berdasarkan data dari panitia SBMPTN UNTIDAR, total jumlah pendaftar yaitu 4803 peserta untuk 8 program studi. Peserta pendaftar terbanyak pada prodi Ekonomi Pembangunan yaitu 875 peserta dan peringkat kedua adalah prodi Administrasi Negara dengan 826 peserta.

Total keseluruhan penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2016/2017 UNTIDAR sebanyak 1125 mahasiswa. Sebelumnya 420 peserta lolos seleksi SNMPTN namun 78 mahasiswa tidak melakukan daftar ulang sehingga hanya 342 peserta yang dinyatakan resmi menjadi calon mahasiswa UNTIDAR.

“Tidak hanya di UNTIDAR, hampir diseluruh perguruan tinggi mengalami kelebihan peserta bidikmisi padahal kuota yang disediakan pemerintah terbatas. Maka itu, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sedang dalam proses mengupayakan penambahan kuota,” tambah Prof. Ali. Sama halnya dengan SNMPTN, pada SBMPTN peserta terbagi menjadi dua jalur yaitu reguler (non bidikmisi) dan bidikmisi.

Mengingat kuota tersebut maka calon mahasiswa pemegang “pin” nantinya akan diseleksi kembali di tingkat universitas. “Kami akan memastikan bahwa penerima bidikmisi nantinya benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Calon mahasiswa baru diwajibkan mengisi biodata tentang sosial-ekonomi melalui laman http://ukt.untidar.ac.id. dengan menggunakan nomor peserta dan KAP SBMPTN Tahun 2016 pada tanggal 12 – 15 Juli 2016 untuk menentukan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam pengisian biodata ini, calon mahasiswa baru harus mengunggah surat pernyataan penghasilan orang tua/wali/penanggungjawab biaya pendidikan yang telah dibubuhi materai Rp 6000. Selanjutnya data pendukung harus diverifikasi pada saat registrasi. Tata cara registrasi akan diumumkan pada tanggal 18 Juli 2016 mendatang lewat laman www.untidar.ac.id

Dari total calon mahasiswa jalur SNMPTN sejumlah 342 peserta dan SBMPTN sejumlah 375 peserta, UNTIDAR menyisakan 408 kursi yang akan dialokasikan untuk Seleksi Mandiri (SM) UNTIDAR mendatang. (DN)

Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN Universitas Tidar Tahun 2016

Rektor Universitas Tidar mengumumkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Tidar tahun 2016, bahwa peserta dengan kode dan nama yang tercantum dalam daftar lampiran dinyatakan lulus seleksi.

Pengumuman Hasil Seleksi
Lampiran hasil seleksi

PKMK 2016 : LA SEGAR, SENI MELUKIS DENGAN SERBUK GERGAJI

Serbuk gergaji adalah sisa pemotongan kayu yang sering ditemukan dipabrik-pabrik meubel. Biasanya serpihan kayu berukuran kecil yang mirip serbuk ini hanya dibuang begitu saja. Tapi, ditangan Sahrul Mubarok dkknya limbah ini disulap menjadi lukisan bernilai ratusan hingga jutaan rupiah.

“Sepertinya baru La Segar saja yang menggunakan media serbuk gergaji dalam lukisan. Sebelumnya yang pernah kami temui menggunakan media pasir,” kata Sahrul Mubarok.

Berawal dari melihat banyaknya limbah serbuk gergaji di sekitar rumahnya yang tidak terpakai membuat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 2 ini tergerak memanfaatkannya menjadi barang yang mempunyai nilai jual tinggi. Sahrul yang kebetulan berasal dari Menganti, Jepara ini memanfaatkan serbuk gergaji berbagai jenis kayu sisa pembuatan meubel di pabrik ayahnya.

“Semuanya dari alam jadi tidak ada penggunaan pewarna sintetik sama sekali, tidak akan luntur dan awet bahkan jika terkena air tinggal dijemur saja,” tambahnya.

La Segar memanfaatkan serbuk gergaji dari kayu sonokeling, sengon dan waru.

La Segar memanfaatkan serbuk gergaji dari kayu sonokeling, sengon dan waru.

Warna hitam diperoleh dari serbuk gergaji kayu sonokeling, warna merah dari kayu sengon dan putih dari kayu waru. Pilihan warna masih terbatas karena baru memanfaatkan serbuk gergaji dari ketiga kayu tersebut saja.

Lukisan dari Serbuk Gergaji “La Segar” merupakan PKMK UNTIDAR 2016 yang terdiri dari 5 orang yaitu Sahrul (PBSI/FKIP) sebagai Ketua, Muhammad Fauzan (PBSI/FKIP), Akhmad Saiful Anas (PBSI/2), Khoirullummah (Agroteknologi/FP) dan Anita Choiriyah (Agroteknologi/FP). Kelima mahasiswa ini merupakan mahasiswa semester 2.

Pemasaran La Segar masih sebatas promosi dari mulut ke mulut dan media sosial. Proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 3 hari – 1 minggu masih menjadi kendala karena itu produk La Segar belum bisa diproduksi dalam jumlah yang besar. Harga produk La Segar berkisar dari Rp 200ribu untuk ukuran F4, Rp 300ribu untuk ukuran A3 hingga Rp 1 juta untuk ukurang paling besar yaitu 1 x 1 m.

La Segar menerima pesanan vintage wall letters, kaligrafi, sketsa wajah, logo/lambang, lukisan foto keluarga, lukisan alam, dan lain-lainnya disesuaikan dengan permintaan konsumen. Pemesanan bisa langsung menghubungi nomor 085713048151 atau melalui Facebook La Segar, Instagram La_Segar, email Lasegar111@gmail.com dan Line wheo286a. Produk La Segar menawarkan promo bebas ongkos kirim di seluruh wilayah Pulau Jawa.

Salah satu karya La Segar yaitu lukisan lambang Universitas Tidar berukuran 1 x 1 M berhasil menarik perhatian Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. yang kemudian membeli karya tersebut dan dipajang di gedung rektorat lantai 2. “Kalau bukan kita yang memulai untuk menghargai karya mahasiswa lalu siapa lagi. Lukisannya bagus dan rapi,” kata Prof. Cahyo. (DN)