cc

Pendidikan Dasar Kepramukaan (DIKSARPRAM) Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang

Pendidikan Dasar Kepramukaan (DIKSARPRAM) Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang Universitas Tidar Magelang diikuti oleh mahasiswa semester satu. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari hari Senin hingga Rabu (21-23/2). Adanya kegiatan ini dimaksudkan untuk memperdalam ilmu mengenai kepramukaan dan ajang pengesahan menjadi anggota sangga kerja baru.

Pada hari pertama kegiatan dilaksanakan di Universitas Tidar Magelang dengan acara pendalaman materi seperti materi kepramukaan, pengetahuan tentang SAR, leadership, kepemimpinan, kewirausahaan dan materi tentang desain grafis . "Menurut saya kegiatan kemarin cukup menyenangkan dan menambah pengetahuan tentang beberapa materi yang telah disampaikan. Semoga kegiatan berikutnya bisa terkonsep dengan baik," harap Tresno Bayu salah satu peserta DIKSARPRAM yang ditemui kemarin (4/2).

Agenda kegiatan hari berikutnya yakni kemah bakti yang tepatnya dilaksanakan di bumi perkemahan Wonoroto, Windusari, Kabupaten Magelang. "Kegiatan berlangsung sukses walaupun setiap lini masih ada cacat, tapi hal ini sebagai modal pembelajaran untuk anggota Racana agar kelak ketika mengadakan lagi untuk dipersiapkan lebih matang.

Selain itu, antusiasme dan keseriusan peserta DIKSARPRAM menjadi tolak ukur keberhasilan awal untuk meniti tugas di organisasi gerakan pramuka Universitas Tidar Magelang. Pengalaman yang peserta peroleh sebelum mengikuti kepramukaan di kampus dan potensi dasar mereka sangat berpengaruh kedepannya. "Ini merupakan kali pertama saya merasa bangga setelah sekian lama mengadakan kegiatan, belum pernah semeriah ini.", kata Nur Wakhid selaku ketua panitia.

Suhu udara yang dingin dan keadaan tanah lapangan yang becek tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Salah satunya acara api unggun minimalis yang hanya menggunakan lilin-lilin sebagai simbol dari obor dan api unggun. Dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB adalah saat yang sakral dimana sealuruh peserta membacakan Tri Satya dan Janji Pramuka, sebagai penanda telah disahkannya mereka sebagai Sangga Kerja Baru tahun 2013.

Musyawarah Komisariat IV Aptisi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berbagi kiat suksesnya ke ribuan mahasiswa
di Dies Natalis ke-34 Universitas Tidar Magelang (UTM). Menurut dia, seorang pengusaha sukses tidak boleh takut gagal.

Mantan bos PT PLN (Persero) tersebut mengingatkan setiap pengusaha sukses pasti pernah gagal. Namun, yang terpenting adalah bagaimana bisa bangkit dari kegagalan tersebut.

“Ciri pengusaha adalah ketika gagal ia segera bangkit. Gagal lagi, dia bangkit lagi dan derajatnya naik. Kemudian bangkit lagi dan derajatnya naik lagi. Sebaliknya jika gagal ia kapok, maka dia bukan pengusaha”,” jelas Dahlan seperti diungkapkan Kepala Humas BUMN Faisal Halimi saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (10/5/2013).

Pada kesempatan itu, Dahlan berdialog langsung dengan mahasiswa yang hadir. Dia melontarkan sebuah pertanyaan berhadiah Rp 1 juta bagi mahasiswa yang menjawab dengan benar.

Seorang mahasiswa bernama Eko menjawab dengan benar. Lucunya, ketika dia menerima uang yang diberikan Dahlan, Eko menghitung kembali hadiah itu. Kejadian ini membuat semua yang hadir tertawa.

“Inilah ciri pengusaha yang benar, dia tidak mudah percaya dengan siapapun juga,” kata Dahlan.

Laga Tanding Karyawan UTM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berbagi kiat suksesnya ke ribuan mahasiswa
di Dies Natalis ke-34 Universitas Tidar Magelang (UTM). Menurut dia, seorang pengusaha sukses tidak boleh takut gagal.

Mantan bos PT PLN (Persero) tersebut mengingatkan setiap pengusaha sukses pasti pernah gagal. Namun, yang terpenting adalah bagaimana bisa bangkit dari kegagalan tersebut.

“Ciri pengusaha adalah ketika gagal ia segera bangkit. Gagal lagi, dia bangkit lagi dan derajatnya naik. Kemudian bangkit lagi dan derajatnya naik lagi. Sebaliknya jika gagal ia kapok, maka dia bukan pengusaha”,” jelas Dahlan seperti diungkapkan Kepala Humas BUMN Faisal Halimi saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (10/5/2013).

Pada kesempatan itu, Dahlan berdialog langsung dengan mahasiswa yang hadir. Dia melontarkan sebuah pertanyaan berhadiah Rp 1 juta bagi mahasiswa yang menjawab dengan benar.

Seorang mahasiswa bernama Eko menjawab dengan benar. Lucunya, ketika dia menerima uang yang diberikan Dahlan, Eko menghitung kembali hadiah itu. Kejadian ini membuat semua yang hadir tertawa.

“Inilah ciri pengusaha yang benar, dia tidak mudah percaya dengan siapapun juga,” kata Dahlan.

Pelantikan Presiden Mahasiswa Baru Universitas Tidar Magelang

Tiga minggu pasca pesta demokrasi Pemilu Raya Universitas (Pemira) Universitas Tidar Magelang, Komisi Pemilu Raya Universitas (KPRU) melaksanakan acara pelantikan Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan Presiden Mahasiswa beserta jajarannya yang terpilih 2 Juli lalu melalui jalur pemungutan suara tradisional ala pemilu Nasional. Pemira yang dilaksanakan di pintu masuk utama kampus tersebut menjaring 297 suara mahasiswa dari keseluruhan 1300 mahasiswa aktif yang memiliki hak pilih, berbekal 9 orang anggota, KPRU membuka tenda pemilihan sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Dengan 38,61% dari keseluruhan mahasiswa, penghitungan pun dilakukan pada sore harinya secara langsung setelah kegiatan pencontrengan ditutup. Terdapat 3 calon dari 4 partai dalam event setahun sekali ini, calon presiden dan wakil presiden mahasiswa yang pertama diusung Partai PIS yaitu Sobiin dan Masna Abdulloh, kemudian pada nomor urut dua Partai GANDEM mengusung Andika Bangun Manggala dan Muhammad Khabib Baiturrohman dan koalisi Partai PMMI dan PPSM yang menjadikan Arifin dan Maryatul Qibtiyah sebagai ujung tombaknya. Proses penghitungan yang cukup cepat menghasilkan kurang lebih 110 suara rusak, sehingga hanya sisanya yang bisa “terhitung”. Didampingi saksi-saksi dari masing-masing partai, maka ditetapkanlah pasangan Sobiin Masna atau yang lebih dikenal dengan BIMA sebagai Presiden dan Wakil Presiden serta Agus Cahyono sebagai Ketua BLM untuk periode 2012/2013. Sehingga pada hari ini dilantiklah para pemimpin baru tersebut oleh Rektor Universitas Tidar Magelang Prof. DR. Cahyo Yusuf, M.Pd dengan membacakan ikrar dan penyerahan bendera BEM secara simbolik disaksikan oleh puluhan aktivis kampus yang diundang di ruang Multimedia Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan tersebut. Di sela-sela sambutannya, bapak Rektor menegaskan permasalahan pembatasan zona untuk seluruh fungsionaris kampus, “mahasiswa sah-sah saja meng-advokasi kebijakan kami, namun jangan terlalu berlebihan hingga urusan kuliah malah terlupakan gara-gara sibuk mengurusi rektorat, toh keseluruhan kegiatan kami 99% muaranya adalah untuk mahasiswa”. Nampaknya pesan beliau memang perlu direnungkan mengingat realita di kampus yang kebanyakan didominasi mahasiswa semester “melayang” yang sebagian besar pula menjadikan kampus atau kegiatan kampus sebagai alasan mengapa mereka molor wisuda. Disambut tangan-tangan dan otak-otak baru, mari kita sambut Kabinet baru UTM, kampus ini bukan seperti plastisin hangat yang mudah dibentuk-bentuk menjadi apapun, kampus ini adalah sebuah gua gelap berdinding keras yang memiliki banyak lubang, dalam dan memiliki suara-suara misterius yang kadang menggemakan suara kita sendiri hingga menyobek genderang telinga. Selamat datang pak masinis baru, dengan gerbong dan rel baru serta arah dan tujuan baru pastinya, Hidup Mahasiswa! (Diposkan oleh Bangkit Nuvola di 09.21)

Dahlan Iskan Jadi Duta Desa Bahasa Borobudur

MAGELANG, KOMPAS.com – Keinginan warga “Desa Bahasa”, Desa Ngargondo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang untuk bertemu langsung dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan akhirnya terpenuhi, Jumat (10/5/2013) malam.

Warga yang sudah menanti-nanti sejak pagi tampak antusias menanti kedatangan rombongan mantan Dirut PLN itu. Warga memang sempat kecewa karena kabar yang bersedar Dahlan Iskan urung datang.

Namun ternyata Dahlan memenuhi janjinya meski terpaksa molor beberapa jam dari jadwal yang telah ditentukan.

Tidak hanya warga, Dahlan sendiri takjub dengan warga desa setempat yang ternyata amat mahir berbahasa Inggris, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Ya, Desa Bahasa merupakan julukan untuk Desa Ngargogondo, salah satu desa di kawasan Candi Borobudur dimana telah menjadi pusat belajar Bahasa Inggris sejak 1998 silam. Bahasa Inggris bahkan telah menjadi bahasa percakapan sehari-hari sebaga warga setempat dan sekitarnya.

Keunikan itulah yang kemudian mendorong Dahlan Iskan untuk tetap berkunjung desa yang ada di bawah kaki pegunungan Menoreh itu. Padahal sebelumnya, Dahlan telah mewakilkan kunjungan tersebut kepada istrinya, Nafsiyah Sabri pada Jumat sore.

“Sebelum ke desa bahasa, Dahlan Iskan menjadi pembicara dalam Seminar Kewirausahaan di Universitas Tidar Magelang (UTM). Kemudian ke Yayasan Al-Qodoriyah Windusari dan Pondok Pesantren API Tegalrejo, baru kemudian bisa berkunjung ke Ngagogondo,” ujar Lutfi, Panitia Lokal Kunjungan Dahlan Iskan.

Pada kesempatan tersebut, Dahlan Iskan diberi penghormatan oleh warga sebagai Duta Desa Bahasa Borobudur. Karena sosok Dahlan dinilai sebagai orang yang mampu mengangkat kualitas bangsa Indonesia.

“Pak Dahlan itu menurut kami sosok yang sederhana, low profile, mempunyai karisma dan kecerdasan yang luar biasa sebagai seorang pemimpin. Termasuk dalam hal bahasa. Beliau menguasai banyak bahasa selain Indonesia,” kata Hani Sutrisno, Perintis Desa Bahasa Borobudur.

Terpilihnya Dahlan Iskan, Hani berharap, dapat memacu semangat warga khususnya anak-anak untuk terus belajar dan mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Mengingat, desa Ngargogondo dekat dengan taman wisata Candi Borobudur yang setiap hari dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara.

“Bahasa Inggris juga merupakan bekal menghadapi perdagangan bebas, dapat meningkatkan kesejarteraan ekonomi dan pendidikan,” imbuh Hani.

Sementara itu, pada kesempatan itu pula Dahlan Iskan sangat mengapresiasi upaya warga Desa Bahasa yang begitu kuat untuk maju. Dahlan juga kagum, ternyata di desa jauh dari hiruk pikuk perkotaan itu mereka menemukan cara belajar Bahasa Inggris mudah dan menyenangkan.

“Saya merenung tadi dan ternyata kuncinya anak-anak ini belajar dengan gembira, saya dulu belajar dengan stres, dan itu sangat cocok dengan anak-anak,” ungkap Dahlan.

Dahlan yakin, pada 2015 nanti warga sekitar Candi Borobudur akan bisa menguasai Bahasa Inggris. Dengan begitu, kata Dahlan, akan mampu member multiplier effect kepada kunjungan wisata ke Candi Budha terbesar di dunia itu.

Dalam kunjungan itu, Dahlan didampingi istri, Nafsiyah Sabri. Tampak pula Direktur Pemasaran PT. TWCBPRB Agus Canny serta Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH M. Yusuf Chudlori. Dahlan juga berkesempatan berziarah ke makam KH Abdurrahman Chuldorim seorang tokoh Nahdlatul Ulama Indonesia di Tegalrejo.