UTM Gandeng Universitas Bengkulu untuk Program Mobilisasi Dosen Pakar/Ahli (PMDP-A)

Untuk melaksanakan PMDP-A, Universitas Semarang dan UTM sudah menandatangani piagam kesepahaman (MoU) dengan Universitas Bengkulu. MoU antara Universitas Semarang dan Unib ditandatangni langsung oleh rektor masing-masing, Prof. Dr. H. Pahlawansjah Harahap, SE, M.E dan Prof. Dr. Ir. H. Zainal Muktamar, M.Sc, Ph.D di ruang rapat I rektorat Unib, Jumat (24/5) lalu.
Dan penandatanganan MoU antara UTM dan Unib dilaksanakan pada waktu terpisah, yaitu Selasa (28/5), di tempat yang sama. Penandatanganan juga dilakukan langsung oleh rektor masing-masing, Prof. Dr. Zainal Muktamar selaku Rektor Unib dan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd rektor UTM.
Pada Selasa pagi, Prof. Cahyo Yusuf datang ke Unib didampingi Pembantu Rektor I Bidang Akademik UTM, Ibrahim Nawawi, M.Eng. Setibanya di Unib, orang nomor satu di UTM itu disambut para unsur pimpinan Unib mulai dari Rektor, Pembantu Rektor I Bidang Akademik sekaligus Plt. Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Ir. Fahrurrozi, M.Sc, Pembantu Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Prof. Dr. Wachidi, M.Pd, Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Drs. Azhar Marwan, M.Si, Kepala Biro AUK, Kepala Biro AAKPSI dan para Kabag serta Kasubbag.
Rektor UTM sangat senang telah disambut baik oleh para pimpinan Unib, dan Ia juga berterimakasih serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unib yang telah dipilih oleh Dirjen Dikti untuk menjadi pembimbing atau Pertisum bagi UTM untuk melaksanakan PMDP-A.
"UTM merupakan Perguruan Tinggi Swasta. Ini sebuah perguruan tinggi yang tidak besar, tapi juga tidak kecil. Peningkatan kualitas SDM serta pembenahan-pembenahan manajerial masih sangat dibutuhkan agar UTM mampu sejajar dengan perguruan tinggi yang lebih maju," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unib Prof. Zainal Muktamar juga menyambut baik kedatangan Rektor UTM untuk melakukan MoU dalam rangka pelaksanaan PMDP-A. Program Mobilisasi Dosen Pakar yang dikoordinir Dirjen Dikti itu kata Prof. Zainal dapat memberikan azas manfaat yang besar baik kepada PT sebagai Pertisas maupun PT yang dipercaya sebagai Pertisum.
"Melalui PMDP-A ini diharapkan masalah tingginya disparitas kualitas antar perguruan tinggi di Indonesia dapat teratasi. Kemudian, program ini juga dapat meningkatkan kompetensi baik institusi perguruan tinggi maupun bagi para dosen pakar atau ahli," ujar Prof. Zainal seraya memberikan selayang pandang atau perkenalan singkat tentang Universitas Bengkulu.
Sesuai dengan Panduan PMDP-A yang dikeluarkan Dirjen Dikti, tugas-tugas dosen senior Unib nantinya melakukan pembinaan kegiatan Triharma Perguruan Tinggi dan peningkatan kapasitas UTM. Pembinaan dimaksud meliputi bidang pembelajaran, bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan perguruan tinggi dan pembinaan sumber daya manusia. Jangka waktu penugasan yaitu 13 hari kalender secara tidak terputus.

http://www.unib.ac.id/ina/berita-395-utm-juga-gandeng-unib-untuk-pmdpa.html?PHPSESSID=46003335d8c2f07279cce0b06bf889d0

Dahlan Iskan, Menteri BUMN – Seminar Kewirausahaan di UTM (10/5/2013)

Ciri pengusaha adalah ketika gagal ia segera bangkit. Gagal lagi, dia bangkit lagi dan derajatnya naik. Kemudian bangkit lagi dan derajatnya naik lagi. Sebaliknya jika gagal ia kapok, maka dia bukan pengusaha.

Dahlan: Kalau Gampang Kapok Jangan Jadi Pengusaha

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berbagi kiat suksesnya ke ribuan mahasiswa
di Dies Natalis ke-34 Universitas Tidar Magelang (UTM). Menurut dia, seorang pengusaha sukses tidak boleh takut gagal.

Mantan bos PT PLN (Persero) tersebut mengingatkan setiap pengusaha sukses pasti pernah gagal. Namun, yang terpenting adalah bagaimana bisa bangkit dari kegagalan tersebut.

“Ciri pengusaha adalah ketika gagal ia segera bangkit. Gagal lagi, dia bangkit lagi dan derajatnya naik. Kemudian bangkit lagi dan derajatnya naik lagi. Sebaliknya jika gagal ia kapok, maka dia bukan pengusaha”,” jelas Dahlan seperti diungkapkan Kepala Humas BUMN Faisal Halimi saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (10/5/2013).

Pada kesempatan itu, Dahlan berdialog langsung dengan mahasiswa yang hadir. Dia melontarkan sebuah pertanyaan berhadiah Rp 1 juta bagi mahasiswa yang menjawab dengan benar.

Seorang mahasiswa bernama Eko menjawab dengan benar. Lucunya, ketika dia menerima uang yang diberikan Dahlan, Eko menghitung kembali hadiah itu. Kejadian ini membuat semua yang hadir tertawa.

“Inilah ciri pengusaha yang benar, dia tidak mudah percaya dengan siapapun juga,” kata Dahlan.

AKMIL Jalin Kejasama dengan UTM

Lembah Tidar (30/9). Kepala Penerangan dan Hubungan Masyarakat Akademi Militer (Kapenhumas Akmil) Letnan Kolonel Caj Drs. Taufik. M., M.Phil., berkunjung ke Universitas Tidar Magelang (UTM). Kunjungan tersebut, dilaksanakan dalam rangka koordinasi awal tentang rencana kunjungan Gubernur Akmil ke UTM dan kerjasama antara Akmil dengan UTM. Bertempat di gedung Rektorat UTM, Kapenhumas Akmil diterima langsung oleh Rektor UTM Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. yang didampingi oleh Wakil Rektor I Bapak Ibrahim Nawawi, S.T., M.T.. Rencana kerjasama tersebut mendapat respon yang positif dari pihak Universitas Tidar Magelang baik dalam bidang akademis maupun lainnya.

Upacara Hari Pendidikan Nasional dan Pembukaan Dies Natalis UTM ke-34

2 Mei 2013, Civitas Akademika Universitas Tidar Magelang mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, yang juga bertepatan dengan Hari Jadi Universitas Tidar Magelang ke 34. Upacara diikuti oleh mahasiswa semester 2, 4, dan 6 dari semua program studi yang ada, dosen, dan karyawan. Bertindak selaku inspektur upacara adalah Rektor UTM, Prof. Dr Cahyo Yusuf, M.Pd.

Di akhir upacara, Rektor menyerahkan penghargaan kepada Mahasiswa berprestasi UTM. Rektor juga menyerahkan penghargaan kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang berhasil lolos Program Mahasiswa Wirausaha Dirjen Dikti. Sesuai pengumuman Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), proposal 6 mahasiswa UTM yang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil memenangkan persaingan. Mereka yang berhasil meraih PKM di bidang kewirausahaan yakni Aditia Arif Sarifudin, Budi Sambodo, Hony Kharisma Sejati, Sekar Ranis Anggita Pahlevi, Takas Oda Imtihan. Sementara Ali Ahmad berhasil meraih PKM dibidang pengabdian masyarakat. Peningkatan dari tahun sebelumnya, sebab di tahun 2012 hanya terdapat satu kelompok PKM yang berhasil lolos dan didanai oleh Dikti.

Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan Pembukaan Dies Natalis UTM, ditandai dengan penyerahan tongkat dan mahkota kepada Ketua Dies Natalis ke 34 UTM, Dr. Dwi Winarsih, M.Pd. Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Tidar Magelang (UTM) ke-34, serangkaian acara digelar. Diantaranya Bazaar Fakultas Ekonomi, Seminar, Pertandingan Futsal, Bulutangkis, Tennis, Lomba Karaoke Dosen dan Mahasiswa, Malam Pentas Seni, Festival Film Bengkel Seni, Workshop, dan masih banyak lagi acara lainnya. Rangkaian acara Dies Natalis diadakan selama bulan Mei dan Juni 2913.

Tema Dies kali ini adalah Peningkatan Kualitas Hidup Yang Lebih Bermartabat baik fisik maupun akademis. Turut dimeriahkan oleh Tarian Rakyat yang ditarikan oleh mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, diiringi calung yg dibunyikan oleh mahasiswa semester 6 kelas regular prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UTM. Acara pembukaan Dies Natalis berlangsung meriah. Diwarnai gegap gempita seluruh civitas akademika, menandai umur UTM yang semakin matang dan dewasa.

DIRGAHAYU UTM

Peduli Sampah Harta Melimpah Lestari Bumiku

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Tidar Magelang (MAPALA-UTM) "SULFUR" bersama beberapa organisasi lain yakni Cosspala (Sispala SMKN 2 Magelang), STUPA (Sispala SMKN 1 Magelang), Perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UTM menggelar aksi dengan tema "Peduli Sampah Harta Melimpah Lestari Bumiku", Selasa (23/04) kemarin. Kegiatan yang diikuti sekiranya 70 pecinta alam ini dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh tanggal 22 April 2013.

Selain itu, tujuan diadakannya acara ini yaitu mengajak semua masyarakat Magelang dan masyarakat Indonesia bahkan dunia untuk mempunyai kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan sampah dengan baik. "Oleh karena sampah yang dikelola secara arif dapat menguntungkan bagi kita secara ekonomis dan menjaga ekosistem. Kelestarian bumi adalah tanggung jawab bersama, baik golongan masyarakat biasa maupun pejabat sekaligus" kata Ana, salah satu aktivis Mapala Sulfur

Bagi Ana, lingkungan merupakan unsur-unsur yang paling berkaitan satu dengan lain. Sehingga apabila salah satu unsur telah rusak, makan unsur lain akan mendapatkan imbasnya. "Sebab dari hal tersebut, pada hari ini kami ingin mempersatukan kata, pandangan dan niat bahwa bumi adalah milik kita dan kitalah yang wajib menjaganya. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi?" katanya dengan lantang.

Dikatakan harapan ke depan agar acara ini dapat melibatkan seluruh lapisan pemuda di UTM. "Sebab masih banyak civitas akademika dan teman-teman dari UKM yang kurang berpartisipasi terhadap acar kemarin," tambahnya.

Komitmen THF Mengawal Penegerian UTM

Individu dapat dikatakan sukses jika sudah berhasil memberikan manfaat bukan hanya bagi diri sendiri dan orang-orang terdekatnya melainkan juga bermanfaat bagi daerah asal individu tersebut lebih luas lagi bagi negara dan bumi tercinta. Hal inilah yang menjadi dasar Tidar Heritage Foundation (THF) didirikan.

THF didirikan pada tahun 2006 oleh putra-putra terbaik yang lahir di sekitar gunung Tidar, Magelang. Yayasan ini tidak berorientasi laba. Kekayaan legenda Gunung Tidar dan Candi Borobudur serta kekayaan di daerah Magelang dan sekitarnya yang menjadi pendorong utama pendirian yayasan ini.

Prof. Komaruddin Hidayat yang merupakan salah satu pendiri yayasan THF, dalam wawancara dengan The President Post mengatakan bahwa THF didirikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Magelang.

THF mulai dengan mendukung program pemerintah setempat untuk mengembangkan Magelang. "Kami mencoba mendengarkan apa yang menjadi agenda pemerintah, kemudian apa yang bisa kerjasama dengan kami. Minimal kami berkawan, bukan menjadi kompetitor pemerintah, melainkan mitra yang ingin membantu," ungkap Komaruddin yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lebih lanjut Komaruddin menjelaskan bahwa di Magelang banyak terdapat SMA akan tetapi untuk berkuliah kebanyakan terserap di Jogja dan Semarang.

"Kami ingin membangun universitas yang bagus di Magelang. Dimulai dari berusaha untuk me-negeri-kan UTM (Universitas Tidar Magelang). Sekian hektar tanah sudah dibebaskan. Semoga sebelum Agustus sudah bisa disetujui oleh Presiden," jelas Komaruddin.

Menurutnya, dengan adanya Perguruan Tinggi Negeri maka akan semakin banyak orang yang datang ke Magelang dan juga akan mendukung Perguruan Tinggi Swasta di sekitarnya.

Dengan begitu ekonomi Magelang akan berkembang, kata Komaruddin. Ekonomi yang berkembang adalah ekonomi yang meningkatkan perbaikan hidup rakyat setempat. "Ekonomi berkembang maka pendidikan maju, begitu juga sebaliknya," katanya.

Menurutnya, membangun masyarakat dan bangsa harus dengan membangun lembaga pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Pendidikan yang bagus adalah yang mempunyai akar di masyarakat, yang dapat membangun nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat.

"Kita ini anak kandung budaya, lahir sampai meninggal kita dibentuk oleh budaya, mestinya jangan mengotori budaya. Kita boleh membuka diri terhadap budaya lain, tetapi jangan sampai mengotorinya dengan terlalu banyak berburu budaya lain sehingga budaya sendiri dilupakan," terangnya.

Kedepannya, THF memiliki banyak hal yang ingin dicapai untuk semakin memajukan daerah Magelang. "THF punya mimpi besar tapi dimulai dari langkah nyata setapak demi setapak sehingga ketika kita melangkah mantap dan hasilnya nyata," ujar Komaruddin.

Selain Prof. Komaruddin Hidayat, para pendiri THF lainnya adalah Hendarman Supandji, Prof. Budi Susilo Supandji, Prof. Bambang Pranowo, Mayjen (Purn) Bachrul Ulum, Brigjen (Purn) Sutriman, Sarwediono dan S.D. Darmono (Ketua PATA Indonesia Chapter). Mereka sangat unggul dalam bidang kerjanya masing-masing dan juga menjalani ajaran-ajaran spiritual dan sangat menaruh perhatian pada kelestarian alam, memiliki pandangan bahwa kedamaian di dunia bisa ditemukan dengan cara mencintai alam, budaya dan ajaran spiritual.

Para pendiri Tidar Heritage Foundation (THF) telah membuat misi untuk mempromosikan dan melestarikan Warisan Budaya yang berkembang di sekitar Gunung Tidar beserta keindahan alam sekitarnya kepada dunia sebagai suatu cara mendukung perdamaian dan harmoni melalui pariwisata, budaya dan sebagai pusat pembelajaran lintas agama, memajukan pendidikan serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang kurang mampu (JFS/TPP).

http://thepresidentpostindonesia.com/?p=3692

Antusiasme Mahasiswa ISID Kunjungi UTM

Sebagai program tahunan Istitut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, Ponorogo mengadakan kunjungan ke Universitas Tidar Magelang (UTM), Rabu (3/4). Robongan ISID sebanyak delapan puluh mahasiswa dan tiga orang pembimbing. Mahasiswa Fakultas Tarbiyah (FT) ISID khususnya mengunjungi mahasiswa FKIP yang ada di UTM. Dalam kunjungan tersebut selain mengadakan diskusi, kedua institut ini juga bertukar pengalaman mengenai keoorganisasian mahasiswa.

Sebagai pembuka, Dekan FKIP, F.X. Samingin, M.Hum, memberikan sambutan ucapan selamat datang kepada rombongan ISID yang telah bersedia mengunjungi UTM. Selain itu, beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena ada beberapa dosen FKIP yang tidak bisa menyambut kedatangan kunjungan ISID karena berbagai hal yang tidak bisa ditinggalkan.”Sebelumnya saya meminta maaf, karena ada dosen FKIP tidak dapat menyambut kedatangan rombongan karena ada keperluan yang tidak dapat ditinggalkan”.

Perwakilan dosen ISID menyampaikan terimakasih atas sambutan dari pihak UTM yang menyenangkan. Dalam sambutanya, beliau juga menyampaikan informasi bahwa mahasiswa yang mengikuti kunjungan dikhususkan dari Fakultas Tarbiyah.

Pada acara inti, diadakan diskusi namun lebih tepatnya bertukar pengalaman antar kampus dalam keoorganisasian. Muji Sholikin sebagai moderator mempersilakan dahulu perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UTM untuk presentasi. Diawali oleh Ahmad Khazin menjelaskan tentang struktural BEM FKIP dan manfaat dari diadakanya kunjungan ini. “Sangat bermanfaat bagi kita, pertama sebagai silaturahmi antara Gontor dan FKIP. Juga untuk share masalah akademik yang dicapai masing-masing instansi, memotivasi kami agar semakin tertantang untuk lebih maju dalam struktural BEM. Agar mampu mengadakan acara bertaraf Internasional kelak, amin”, jelas ketua BEM FKIP.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) juga mempresentasikan kepengurusan HMJ periode itu. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diwakili oleh Ginanjar mahasiswa semester empat. Dari Bahasa Inggris diwakili oleh Mirza mahasiswa semester empat. ISID sendiri diwakili oleh dua mahasiswa FT. Mereka menjelaskan tentang keadaan kampus sekarang. Selain menjelaskan kepengurusan mereka juga mengenalkan lingkungan kampus ISID dan pondok Gontor.

Muhammad Syafi’i selaku ketua senat rombongan mengatakan sebelum mengunjungi UTM mereka berkunjung ke Taruna. Dia juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas sambutan dari mahasiswa UTM yang menyenangkan.”Dari kunjungan sebelumnya, UTM sangat berantusias untuk menyambut kami. Saat datang dibuat pagar betis bersalaman begitu jadi itu sangat mengesankan,”tegas dia dalam wawancara kemarin. Mereka memilih Magelang sebagai objek kunjungan karena dipendidikan luar seperti di PGA, SPG sudah dihapuskan, tetapi di UTM masih terus eksis dan aktif mempertahankan FKIP. Jadi mereka penasaran untuk mengetahui mengapa sebabnya perlu dipertahankan.

Setelah mengunjungi UTM rencananya mereka akan berkunjung ke Ketep, Salatiga. Selain itu, mereka juga mengunjungi pondok Gontor enam yang ada dekat di wilayah Magelang dan berbagai wisata lainya di Jogjakarta.

Seminar Tata Kelola Persiapan UTM Jadi PTN

Universitas Tidar Magelang (UTM) adakan seminar, Kamis (28/3), mengenai tata kelola, meliputi perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan dalam persiapan UTM menjadi PTN. Seminar dilaksanakan di gedung auditorium Universitas Tidar Magelang. Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M. Si., Rektor Universitas Negeri Semarang adalah pemateri dalam acara ini. Seminar juga dihadiri Walikota Magelang beserta jajarannya, Bupati Temanggung, dan Bupati Wonosobo. Tujuan dari diadakanya seminar adalah memberikan pencerahan terhadap rencana penegerian UTM.

Prof. Dr. Cahyo Yusuf memberikan sambutan mengenai persiapan yang telah dilakukan untuk penegerian UTM. Tanah yang direncanakan untuk kampus UTM tersebar di daerah Kedu. Diantaranya Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Tanah seluas 15 Ha sudah diserahkan pada 17 Desember 2012. Selain itu, beliau juga meminta dukungan dari berbagai pihak agar proses penegerian UTM segera terlaksana. Seminar juga dihadiri H. Mardiyanto, yang selama ini bertindak sebagai staf ahli penegerian UTM.

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M. Si. Membahas tentang Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri. Rektor Universitas Negeri Semarang ini menjelaskan tentang tiga hal yang dibutuhkan dalam proses perubahan PTS menjadi PTN. Untuk menjadi PTN harus memiliki visi misi yang unik/different, agar tidak terkesan mengikuti PTN yang telah ada. Perubahan PTS menjadi PTN harus tetap mengikuti norma secara utuh, mempunyai komitmen tinggi sebagai penyesuaian diri. Pembahasan terakhir adalah harus terpenuhinya SDM untuk mendukung proses UTM menjadi PTN.

Mahasiswa Ikuti Kegiatan Forum Studi Islam

Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar Magelang mengadakan kegiatan keagamaan hari minggu (17/3) di pondok pesantren Sirojul Huda Magelang. Kegiatan FOSIM (Forum Studi Islam Mahasiswa) menjadi pertemuan pertama setelah fakum sejak 2001. Tujuan acara ini untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa Islam yang ada di kampus UTM, diikuti oleh mahasiswa semester enam khususnya dan sebagian mahasiswa dari semester lain.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Acara dibuka oleh Drs. Budiono yang mewakili sambutan dari dosen FKIP, "Memang baru sedikit mahasiswa yang datang tetapi untuk kegiatan selanjutnya diharapkan mahasiswa antusias untuk mengikuti". Dilanjutkan dengan acara inti yaitu diskusi keagamaan yang dipimpin oleh Gus Khafidz dari Kreten, Secang, Magelang. Dengan diadakanya kegiatan ini, dimaksudkan agar mahasiswa dapat meperdalam ilmu keislaman dan keimanan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam acara diskusi dengan mengajukan pertanyaan. Selain itu kegiatan yang pernah fakum ini akan terus berlanjut untuk bulan berikutnya, rencana dari panitia akan dilaksanakan tanggal 14 bulan April 2013.

 

Rilis dikirim oleh Wahyu Hidayati (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Source : http://media.kompasiana.com/new-media/2013/03/19/mahasiswa-utm-ikuti-kegiatan-fosim-544009.html