Stand Up Comedy Show

Komunitas Standup Comedy UTM, akan hadir mengobati kegalauan, setelah masa Ujian Tengah Semester Usai. Masna, Wenwen, AndikaJohn, KuryYusuf, Wax, MirzaUnyu dan UcokKorep akan menggila, menghentak dengan sejuta tawa, di Gedung Multimedia UTM, Rabu 13 November 2013, Start Jam 7 Malam. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan MC sekaligus penghibur handal Tri Maskenthir.

Workshop E Learning Berbasis Open Source Awali Aktivitas Hibah Model Pembelajaran Non Konvensional Berbasis TI

Tahun ini Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UTM memperoleh Hibah Kompetisi dari Direktorat Pembelajaran dan Mahasiwa Dirjen Pendidikan Tinggi.  Aktivitas pelaksanaan hibah diawali dengan Workshop E-Learning Berbasis Open Source, dengan menghadirkan pemateri Vincent Bayu Tapa Brata (praktisi TI dari Jakarta/Pengelola TI Sekolah Citra Buana). Dalam workshop tersebut, beliau memaparkan beberapa keunggulan open source seperti Linux dan generasinya, diantaranya :

  1. Efisien karena pengguna tidak perlu membayar lisensi (yang biasanya mahal)
  2. Etika, Tepat untuk institusi perguruan tinggi untuk memakai open source daripada memakai program lain tetapi bajakan akibat mahalnya lisensi (lebih etis)
  3. Terbuka untuk perbaikan terus menerus

Open source memiliki keunggulan sebagai milik bersama. Ketika ada kelemahan bisa dishare dan ada yang mengatasinya

  1. Kemudahan
  2. Keamanan

Misalnya virus dari Microsoft tidak dapat menyerang Linux dan generasinya.  Disamping itu beberapa aplikasi HP seperti Android saat ini juga telah menggunakan aplikasi open source.  Sementara untuk aplikasi e-learning wacana akan digunakan Moodle yang memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap untuk e-learning

Ketua Hibah Dra Mursia Ekawati, M.Hum mengatakan workshop ini sangatlah penting untuk dilaksanakan, mengingat open source saat ini belum banyak diketahui kemudahan dan manfaatnya oleh kalangan akademisi. Workshop ini diikuti oleh Dosen dari prodi Teknik, FKIP, dan Ekonomi. Juga mahasiswa UTM dan Mahasiswa STMIK Bina Patria.

SUARA MERDEKA PELATIHAN RELEASE

MAGELANG, suaramerdeka.com – Jajaran redaksi Suara Merdeka (SM) turun gunung menyebar virus jurnalistik ke sejumlah mahasiswa perguruan tinggi di Jawa Tengah. Termasuk mahasiswa Universitas Tidar Magelang (UTM) yang mendapat ilmu jurnalistik dari para ahli/praktisi di bidangnya masing-masing.  Dalam sebuah ruangan auditorium kampus setempat, Sabtu (26/10), virus yang dikemas pelatihan jurnalistik ini langsung disebar Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara Merdeka Amir Machmud NS. Lalu Redaktur Senior H Bagas Pratomo dan Redaktur Wacana Cocong Arief Priyono.

Sekitar 100 peserta dari Rektor Prof Cahyo Yusuf, dosen, hingga mahasiswa serius mengikuti pelatihan yang dipandu Kepala Perwakilan Suara Merdeka Kedu Utara, Doddy Yulianto ini. Hingga pukul 16.00, para peserta menyerap semua ilmu yang diberikan para punggawa Suara Merdeka tersebut.  Amir Machmud dengan gaya khasnya menyampaikan perihal "Menulis di media apa sulitnya?" yang berisi penjelasan bagaimana cara menulis artikel di media masa. Sebelumnya dijelaskan, artikel adalah tulisan yang berisi pendapat subjektif penulis tentang suatu masalah.

"Artikel yang cocok di media masa, terutama cetak adalah artikel populer atau ilmiah populer.  Keduanya memiliki kemasan bahasa lebih populer dan mudah dipahami dengan isi kajian, pandangan, atau argumentasi tentang suatu masalah," ujarnya bersemangat.

ANISATUL FUADIYAH, LULUSAN FKIP BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UTM SATU DARI 35 ORANG GURU PERINTIS, SIAP MENGABDI DI PUNCAK PAPUA

"Kabupaten Puncak merupakan salah satu daerah terisolir di Indonesia, mengalami beberapa tantangan geografis yang berdampak bagi pembangunan sosial budaya, terutama pendidikan. Sarana prasarana pendidikan masih sangat minim dan tenaga pengajar yang belum mencukupi", kata Kepala Kelompok Kerja Papua UGM Drs Bambang Purwoko dalam acara Pembukaan Seleksi Guru Perintis di Yogyakarta.

Program guru perintis merupakan hasil kerjasama antara Kelompok Kerja Papua dan Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fisipol UGM dengan Pemerintah Kabupaten Puncak. Ketiga puluh lima guru perintis yang dikirim merupakan guru dari berbagai daerah yang dinyatakan lolos dalam proses rekrutmen yang dilakukan di Yogyakarta dan Makasar.

Mereka yang berkesempatan untuk mengikuti seleksi tidak hanya lulusan UGM, namun juga lulusan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Satu diantara 35 Guru Perintis yang lolos seleksi adalah Anisatul Fuadiyah, lulusan FKIP UTM Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Sesuai rencana Anis bersama 34 Guru Perintis akan ditempatkan di Kabupaten Puncak Papua, untuk mendedikasikan kemampuan sesuai latar belakang pendidikannya. Guru yang dibutuhkan dalam program Guru Perintis tahun ini adalah Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Inggris, Fisika, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia dan IPA

Setelah melewati proses seleksi yang cukup panjang, sebanyak 35 guru perintis dikirim ke Kabupaten Puncak, Papua.  Mereka akan bertugas sebagai tenaga perintis dan penggerak untuk bahu-membahu memajukan pendidikan warga Kabupaten Puncak, salah satu wilayah paling terisolir di Indonesia.

Kabupaten Puncak terletak di ketinggian antara 3.000 sampai 4.800 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kabupaten Puncak di pegunungan tengah Provinsi Papua terdiri dari bukit-bukit yang menjulang tinggi dan jurang yang dalam. Akibatnya, banyak distrik dan kampung yang terisolir dan tidak mempunyai akses transportasi maupun komunikasi sama sekali. Angka tuna aksaranya pun sangat tinggi, yakni 76,88 persen pada tahun 2013.

Berbeda dengan program serupa yang telah ada, peserta seleksi guru perintis haruslah merupakan sarjana studi pendidikan. Dengan demikian, mereka telah memiliki bekal keilmuan yang cukup untuk mengajar para calon muridnya.

PARA PENGGIAT PERFILMAN HADIRI ACARA APRESIASI FESTIVAL FILM DAERAH DI KAMPUS UNIVERSITAS TIDAR MAGELANG

Dunia Perfilman adalah lahan kreatif yang akan selalu ranum dari masa ke masa. Untuk itu perlu selalu digiatkan, terutama oleh generasi muda Indonesia. Tema sentral inilah yang menjadi bahan diskusi dalam acara Apresiasi Festival Film Daerah, yang diadakan di Auditorium Universitas Tidar Magelang. Diskusi menghadirkan Wastuti, S.T., M.M dari Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Akhlis Suryapati, Ketua Umum Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia, dan Luthfan Makmun, S.T., M.P., pemerhati film.

Agenda acara meliputi Diskusi Perfilman, Screening/Pemutaran Sejarah Film, dan Pemutaran Film Pemenang Magelang Film Festival 2013 (Film berjudul Aminah), dan Pemberian Penghargaan Perfilman, yang diantaranya diberikan kepada Sutanto dari Grabag TV mewakili penggiat perfilman, dan Film Aminah sebagai Pemenang Maffest 2013,

            Sebelumnya acara serupa telah diadakan di Kampus Universitas Negeri Semarang. Acara ini adalah program dari Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerjasama dengan Sekretariat Kine Klub Indonesia. Tujuannya untuk kembali menggairahkan industri film Indonesia, dan menggali minat sineas muda di daerah-daerah. Selama ini Semarang, Solo, Purbalingga, Salatiga dan Magelang telah menunjukkan geliat yang positif di bidang ini. Diharapkan dengan adanya dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, semakin memberikan aura positif bagi sineas sineas di daerah untuk berkreativitas.  Acara ini dihadiri oleh para pelajar SMA, Komunitas-komunitas film di Magelang, Jogja dan sekitarnya, Komunitas-komunitas seni lainnya, Perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa dari Kampus-kampus yang ada di Magelang dan sekitarnya, juga para penggiat film. 

Siap Dinegerikan, Universitas Tidar Magelang MoU dengan Unnes Siap Dinegerikan, Universitas Tidar Magelang MoU dengan Unnes

Universitas Tidar Magelang (UTM) menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama juga dicanangkan guna menjalin hubungan kelembagaan dalam melaksanakan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UTM Prof Dr Cahyo Yusuf MPd dengan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Rabu (16/10) di Rektorat kampus Sekaran.

“Nota kesepahaman ini jadi bagian persiapan UTM untuk mempersiapkan perubahan status UTM dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri,” kata Rektor UTM Prof Dr Cahyo Yusuf MPd.

Prof Cahyo Yusuf juga mengemukakan, UTM perlu banyak belajar kepada Unnes dalam pengelolaan keuangan perguuruan tinggi karena sistem pengelolaan keuangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangat berbeda sehingga perlu melakukan banyak penyesuaian.

Menurutnya, pengelolaan keuangan universitas swasta itu berbeda dengan pengelolaannya di negeri yakni jika di swasta dikelola secara mandiri, adapun keuangan universitas negeri bersumber pada keuangan negara. Proses pencairan dan pertanggungjawaban dua skema ini pun berbeda pula.

Dia menambahkan, selama empat tahun terakhir proses penegerian UTM mengalami kemajuan yang cukup berarti. Antara lain telah memperoleh lahan 15 hektare dari 25 hektare yang disyaratkan Dirjen Dikti. Selain lahan di kampus Magelang, Prof Cahyo Yusuf juga menjelaskan telah mendapat lahan di Kabupaten Wonosobo dan Temanggung, di mana UTM bersinergi dengan pemerintah kabupaten.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengungkapkan dukungannya agar UTM segera menjadi universitas negeri. Pihaknya siap membantu UTM dalam proses penegerian maupun dalam proses adaptasi.

Menurut Prof Fathur, kerja sama Unnes dengan UTM sudah terjalin sejak lama, bahkan saat Unnes masih menjadi IKIP Semarang. Sejumlah dosen UTM diketahui adalah alumni IKIP Semarang.

BUDIDAYA SEMUT, SUKSES BERSAING DI LAGA PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 2013

“Ooo, ternyata larva semut (kroto) bisa membuat burung kicauan jadi lebih nyaring ya suaranya ?”, Itulah celetukan yang keluar dari mulut Sam ( panggilan Budi Sambodo, mahasiswa Semester 7 Faperta UTM ) ketika bertandang ke rumah seorang teman, dan melihat ada beberapa toples plastik bekas makanan ringan, berisi koloni semut rang-rang.

Berawal dari rasa penasaran, Sam pun mulai banyak bertanya tentang bagaimana hal ikhwal budidaya semut. Mulai dari berapa modal yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha ini, bagaimana prospeknya, bagaimana agar semut bisa terus berkembang biak dan menetaskan banyak larva dan lain sebagainya. Baginya ini menarik, karena sebelumnya Sam tidak pernah terpikir kalau telur semut bisa di “Bisniskan”. Tak cukup sampai di sini, Sam juga mencari berbagai literatur dari buku maupun internet, tentang “Budidaya Semut”.

Kroto (Oecophylla smaragdina) merupakan larva dari semut rang-rang yang mempunyai daya genjot yang cukup bagus terhadap burung ocehan.  Kroto diberikan agar burung menjadi lebih sehat sehingga rajin bunyi, karena kroto mengandung protein tinggi yang relatif mudah dicerna, sehingga sebagian besar kicau mania merekomendasikan pemberian kroto walaupun dengan porsi yang berbeda-beda. Secara umum kroto diberikan hanya 1 sendok bisa pagi atau sore, bisa tiap hari atau dua hari sekali, ada juga yang pemberian kroto hanya dilakukan menjelang turun lomba saja.

Ide untuk Membudidayakan Semut akhirnya membuatnya yakin untuk ikut serta dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2013, bidang kegiatan PKM Kewirausahaan. Bersama dengan Dua Mahasiswa Fakultas Pertanian lainnya, yaitu Feri Anitasari dan Fitriana Eka Priyanti, Sam mengikutsertakan proposal berjudul “Mendulang Rupiah Dari Toples Melalui Budidaya Semut “. Sebenarnya sudah sejak lama Sam memiliki keinginan untuk turut serta dalam Ajang PKM, hanya saja masih merasa belum percaya diri. Namun, setelah sering berkonsultasi dengan Dosen Pembimbingnya, Ir. Rahayu Sawitri, M.P., keyakinan mulai muncul. Keyakinan inilah yang membawa proposal pertamanya lolos bersaing, dan dinyatakan berhasil mendapatkan dana hibah dari Dikti. Selanjutnya selama kurun waktu 5 bulan, penerima dana PKM, diwajibkan untuk merealisasikan proposal. Bagaimana program yang direncanakan diaplikasikan di lapangan, untuk kemudian di evaluasi.

Teknologi yang dikembangkan Sam dkk. adalah merekayasa kondisi lingkungan hidup dan pakan semut rangrang. Untuk lingkungan hidup yaitu dengan menggunakan sarang buatan yang terbuat dari toples dan semut di kondisikan tetap berada dalam rak agar perawatan dan pengawasanya mudah. Disamping itu pakan yang digunakan adalah larva serangga ataupun serangga dewasa diantaranya yaitu ulat hongkong dan jangkrik. Sementara minuman yang digunakan adalah larutan air gula sehingga kebutuhan akan gizi bagi keberlangsungan hidup dan kualitas telur semut rangrang bisa terjamin. Dengan keadaan yang demikian hasil dapat dipanen setiap waktu dengan prediksi waktu yang sudah ditentukan, tanpa terpengaruh oleh keadaan musim

Saat ini program sudah terealisasi dengan baik, hanya saja hasil yang didapat belum optimal. Meski demikian, Sam secara pribadi menyatakan kalau PKM telah berhasil membangkitkan semangat wirausahanya. Terbukti, tahun ini, Sam semakin tertantang untuk kembali mengirimkan dua proposalnya untuk bersaing di Ajang PKM 2014.

 

VIVA UTM

Universitas Tidar Magelang

Unggul, Berbasis Kewirausahaan

 

DUTA BESAR PALESTINA KUNJUNGI KAMPUS UTM BANYAK TERINSPIRASI DARI PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

     Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Faris N Mehdawi, berbicara di forum seminar "Perkokoh Nasionalisme dan Karakter Bangsa Melalui Wawasan Kebangsaan" di aula Universitas Tidar Magelang, Sabtu (12/10/2013) sore. Di hadapan peserta seminar yang sebagian besar adalah mahasiswa Universitas Tidar Magelang, Dubes Palestina mengingatkan pentingnya generasi muda untuk selalu menanamkan semangat nasionalisme. Apalagi jika mengingat dahulu para pejuang telah mengerahkan jiwa raga untuk bisa merdeka. Setiap negara tentu menginginkan Merdeka dan Berdaulat. Terbebas dari campur tangan bangsa lain. Hal inilah yang sampai saat ini masih terus diperjuangkan oleh rakyat Palestina. Faris N Mehdawi menjelaskan perjuangan masyarakat Palestina tidak didasarkan agama, namun jiwa dan semangat nasionalisme. 
    Dubes Palestina juga sampaikan kekagumannya pada Bangsa Indonesia yang bisa bersatu dalam keberagaman. Hal ini turut menginspirasi Palestina dalam upaya meraih Kemerdekaannya saat ini. Ada yang berbeda dari bentuk penjajahan zaman dulu dan sekarang. kalau dulu, penjajah ingin menguasai hasil bumi yang dimiliki Indonesia, sementara sekarang Palestina harus berjuang dari upaya Bangsa lain yang ingin menguasai tanah secara keseluruhan termasuk Karakter Bangsanya. "Palestina sebenarnya memperjuangkan tanah negaranya yang sudah lama ditempati. PBB juga mendukung perjuangan rakyat Palestina," katanya.
    Dubes sempat berpesan kepada mahasiswa agar tak segan selalu berdiskusi dengan para dosen. Jangan takut untuk berdiskusi, karena ini juga sarana melatih mahasiswa agar menjadi politisi yang tegas. 
Sudah sejak dulu, bangsa Indonesia banyak membantu perjuangan rakyat Palestina. Karena itu persahabatan antara Indonesia dan Palestina harus senantiasa terjalin. Di akhir acara seminar, Dubes Palestina yang hadir bersama sekretarisnya menerima cinderamata dari Rektor UTM Prof Dr H Cahyo Yusuf MPd, dan menerima 3 buah buku dari Bambang Eko Prasetyo (salah satu budayawan Magelang).

PENDAFTARAN ANGGOTA CLUB KEWIRAUSAHAAN INTERNET

— Kegiatan PUSKOMINFO :: CLUB KEWIRAUSAHAAN INTERNET —

Bagi seluruh mahasiswa Universitas Tidar Magelang semua Program Studi yang mempunyai kelebihan atau berminat di bidang TEKNOLOGI INFORMASI segera bergabung dengan PUSKOMINFO untuk ikut serta dalam CLUB KEWIRAUSAHAAN INTERNET.
 

Silahkan isi Formulir Pendaftaraan secara Online pada link dibawah ini :

https://docs.google.com/a/utm.ac.id/forms/d/1ymtM6ETjM8DaLpFX-Ce9G0EFxyTXgyNGdI3Y9GpoocI/viewform

Pelatihan Sumber Daya Peneliti Perguruan Tinggi 2013

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Ditlitabmas Ditjen Dikti bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tidar Magelang mengadakan Pelatihan Sumber Daya Peneliti Perguruan Tinggi . Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 16-17 September 2013, di Auditorium Universitas Tidar Magelang. Acara ini diikuti oleh 43 peserta, terdiri dari 35 Dosen dari Universitas Tidar Magelang, dan 8 dari Perguruan Tinggi Swasta di Magelang lainnya yaitu dari Universitas Tidar Magelang, STMIK Bina Patria, Politeknik Muhammadiyah Magelang dan Akademi Teknik Tirta Wiyata. Materi Pelatihan meliputi Kebijakan Program dan Kegiatan Ditlitabmas Ditjen Dikti, Pengajuan Proposal Penelitian Secara Online, Teknik Penyusunan Proposal Penelitian Dosen Pemula, Teknik Penyusunan Proposal Penelitian Hibah Bersaing, Rencana Induk Penelitian Perguruan Tinggi, serta Penyusunan dan Teknik Penelitian Dosen Pemula dan Hibah Bersaing. Bertindak selaku pemateri adalah Prof. Dr. Wasmen Manalu dan Prof. Dr. Kamsul Abraha dari Ditlitabmas Ditjen Dikti, serta Prof. Dr Cahyo Yusuf, Rektor Universitas Tidar Magelang.