RON A. HARRIS : WHO’S MOST AT SEISMIC AND TSUNAMI HAZARDS IN INDONESIA?

MAGELANG – Sebagai wilayah yang dilalui Ring of Fire atau jalur cincin api Pasifik sekaligus menjadi tempat bertemunya beberapa lempeng bumi seperti lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik, Indonesia berpotensi mengalami gempa bahkan tsunami.

So, who’s most at seismic and tsunami hazards in Indonesia? Can we reduce the risk?,” tanya Ron A. Harris, Profesor ahli Geologi dari Brigham Young University, US.

Pada kunjungan akademiknya, Jumat (27/05/2016), Prof. Harris membagikan sebagian kecil dari hasil penelitiannya mengenai sejarah gempa di Indonesia kepada semua tamu undangan yang hadir di ruang LPPM-PMP saat itu. “Apakah Sumatera saja, Jawa saja atau orang lain? Kita semua harus siap saat bencana itu seketika terjadi,” jelasnya.

Menurutnya, pengetahuan mitigasi bencana penting untuk mengurangi resiko jatuhnya korban pada saat bencana terjadi. Pada tahun 2013, Juliana, seorang warga Ambon yang juga anggota dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendapatkan pelatihan dari WAVES sebuah tim riset yang bergerak dalam bidang mitigasi bencana asuhan Prof. Harris berhasil menyelamatkan lebih dari 2500 orang di Negri Lima, Ambon dari tanah longsor dan banjir bandang. “Juliana menginformasikan pada warga sekitar bagaimana mendekteksi datangnya bencana dan bagaimana upaya penyelamatan diri,” kata Prof. Harris.

Selama 20 tahun melakukan penelitian di Indonesia, Prof. Harris berhasil menemukan dokumen sejarah kegempaan di Indonesia dalam bahasa Belanda. Dokumen ini memaparkan catatan gempa dan tsunami di Indonesia mulai dari tahun 1500an sampai 1800an. Disebutkan bahwa telah terjadi lebih dari 1000 gempa bahkan 130 diantaranya termasuk gempa besar dan lebih dari 95 tsunami pernah terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan gempa yang akhir-akhir ini terjadi diprediksi merupakan “pengulangan” siklus gempa yang pernah terjadi pada saat itu. Keterlambatan dalam mengetahui sejarah gempa dan tsunami ini membuat beberapa lokasi rawan bencana sudah terlanjur dijadikan lokasi tempat tinggal penduduk setempat. “Segera kami alih bahasakan dokumen ini dalam bahasa Inggris bahkan Indonesia, sehingga semua orang tahu dan memulai usaha pencegahan bencana dimulai dari pemilihan lokasi tempat tinggal atau membuat tempat tinggal tahan gempa,” tambahnya.

Perwakilan masing-masing Fakultas serta anggota LPPM-PMP UNTIDAR menyimak penjelasan mengenai mitigasi bencana dan sejarah kegempaan di Indonesia.

Perwakilan masing-masing Fakultas serta anggota LPPM-PMP UNTIDAR menyimak penjelasan mengenai mitigasi bencana dan sejarah kegempaan di Indonesia.

Singkat cerita, founder Harm’s Way, sebuah organisasi yang bergerak dalam hal mitigasi bencana ini didampingi Rr. Leslie Retno Angeningsih, Ph.D. dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta membuka kesempatan dengan Universitas Tidar untuk menjalin kerjasama khususnya dalam bidang sosialisai mitigasi bencana. Pasca bencana tsunami di Banda Aceh tahun 2004 silam, ribuan korban jiwa berjatuhan seharusnya bisa dicegah ketika masyarakat bisa memprediksi tanda-tanda tsunami saat itu dan segera menyelamatkan diri.

Kedatangan Prof. Harris disambut antusias oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. kemudian dilanjutkan dengan presentasi singkatnya di hadapan para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ka. Biro dan beberapa perwakilan bidang dan fakultas di UNTIDAR. “Saya harap setelah pertemuan ini, komunikasi tetap terjalin bahkan akan lebih baik jika berlanjut pada sebuah kerjasama UNTIDAR dengan Anda (Prof. Harris), Brigham Young University maupun Harm’s Way,” kata Prof. Dr. Soekarno, M.Si., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

REKTOR UNTIDAR HIMBAU MAHASISWA SEIMBANGKAN KEGIATAN AKADEMIK DAN ORGANISASI

MAGELANG – Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., melantik Ketua dan Wakil Ketua Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 922 “Macan Tidar” serta Pendamping Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Sabtu (28/05/2016) di auditorium.

“Saya mendukung mahasiswa yang aktif dalam organisasi namun harus tetap fokus pada kegiatan akademiknya juga. Tujuan utama mahasiswa kan tentunya dilihat dari prestasi akademiknya sedangkan organisasi sebagai nilai tambahnya,” tutur Prof. Cahyo pada saat memberikan sambutan.

Universitas juga membuka komunikasi seluas-luasnya bagi tiap-tiap UKM dalam hal kegiatan organisasi maupun hal lainnya. Selain itu, para anggota BEM dan BLM sebagai representatif mahasiswa diharapkan mampu memahami kondisi UNTIDAR yang masih dalam masa transisi. “Masih ada beberapa kekurangan namun, bukannya menjadi baik itu butuh sebuah proses?,” tambahnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menandatangani SK pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua BEM dan BLM, Komandan Menwa “Macan Tidar” serta Pendamping UKM Tahun 2016, Sabtu (28/05/2016).

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menandatangani SK pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua BEM dan BLM, Komandan Menwa “Macan Tidar” serta Pendamping UKM Tahun 2016, Sabtu (28/05/2016).

Rektor UNTIDAR menandatangi dan menyerahkan langsung SK Pengangkatan Ketua dan Wakil Ketua BEM, BLM dan pendamping UKM Tahun 2016 kepada masing-masing perwakilan. Kemudian dilanjutkan dengan penanggalan penyematan atribut komandan dan wakil komandan Menwa UNTIDAR.

Pada acara ini, para anggota Menwa menunjukkan kemampuannya dalam pertunjukan Bela Diri Militer. Selain itu, tim Grandio Sonora Tidar juga ikut menyemarakkan acara ini dengan mempersembahkan beberapa lagu secara akustik.

Berikut daftar nama Ketua dan Wakil Ketua BEM dan BLM, Komandan Menwa “Macan Tidar” dan Pendamping UKM UNTIDAR Tahun 2016/2017 :

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Badan Legislatif Mahasiswa (BLM)
Nama Jabatan Nama Jabatan
Krisnaldo Triguswinri Ketua Rama Sujana Sujati Ketua
Bayu Setiaji Muslih Wakil Ketua I Danang Henri Wibowo Wakil Ketua I
Rian Widiyanto Wakil Ketua II Muhammad Nur Khabib E. Wakil Ketua II
Agung Setyo Pamungkas Wakil Ketua III Luthfi Nur Cholis Majid Wakil Ketua III
Heri Susanti Wakil Ketua IV Silviani Fajrin Wakil Ketua IV

Resimen Mahasiswa (MENWA)
Nama Jabatan
Prihtian Pambudi Komandan

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Nama Jabatan
Rektor Universitas Tidar Pengarah
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Penanggungjawab
Pendamping UKM  
  •  Bidang Penalaran
 
a.       UKM Penelitian (PHBD) Ir. Historiawati, M.P.
b.      UKM Kreativitas Mahasiswa Xander Salahudin, S.T., M.Eng.
c.       UKM Pers Mahasiswa Dra. Mursia Ekawati, M.Hum.
d.      UKM Radio Ali Imron, S.S., M.Hum.
e.      UKM Bahasa Asing Moch. Malik Al Firdaus, S.Pd., M.Pd.
  • Bidang Seni
 
a.       UKM Bengkel Seni dan Tari Drs. Budiono, M.Pd.
  Winda Candra Hantari, S.S., M.A.
b.      UKM Paduan Suara Drs. Hari Wahyono, M.Pd.
  • Bidang Olahraga
 
a.       UKM Olahraga dan Beladiri Imam Baihaqi, S.Pd., M.Pd.
b.      UKM Mapala Sulfur Retno Dewi P.A., SIP., M.P.A.
  • Bidang Kesejahteraan
 
a.       UKM Agama Islam dan MTQ Ir. Hadi Rianto, M.Sc.
  Dr. Farikah, M.Pd.
b.      UKM Kristiani Lorentino Togar Laut, S.E.
c.       UKM Koperasi Mahasiswa Nuwun Priyono, S.E.Akt., M.Akt.
d.      UKM Mahasiswa Wirausaha Siti Arifah, S.E.Akt., M.Akt.
  • Bidang Khusus
 
a.       UKM Resimen Mahasiswa Drs. Hendrarto, M.Si.
b.      UKM Pramuka Drs. Whinarko Julipriyatno, M.Si.
c.       UKM Korps PMI Retmasari, M.Pd.

UNTIDAR KEJAR TARGET RUMUSKAN KURIKULUM 2016

MAGELANG – Dewasa ini, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang mempunyai nilai tawar di era globalisasi. Produk lulusan tidak hanya relevan dengan pembangunan nasional namun juga terampil di dunia industri. Menyikapi hal ini, Universitas Tidar mempersiapkan rumusan kurikulum baru berbasis KKNI & SN DIKTI.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang bisa menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka  pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor, Peraturan Presiden (PP) Nomor 8 Tahun 2012.

Selain KKNI, kurikulum juga harus mengacu pada Standar Nasional (SN) Pendidikan Tinggi. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 pada pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa SN Dikti wajib dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran berdasarkan kurikulum pada program studi.

Pada Selasa (24/05/2016) UNTIDAR menggelar kembali workshop kurikulum dengan pokok pembahasan Draft Kurikulum 2016. Sebagai acara lanjutan dari pembahasan kurikulum yang telah diadakan sebelumnya, pada acara ini lebih ditekankan pada bagaimana alur penyusunan kurikulum dan cara mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Materi pada sesi pertama dibawakan oleh Rektor UNTIDAR, Prof.Dr.Cahyo Yusuf, M.Pd dan Dekan Fakultas Ekonomi, Prof.Joko Widodo.

=Peserta Workshop “Draft Kurikulum 2016” menyimak materi dengan seksama, Selasa (24/05) di auditorium UNTIDAR.

Peserta Workshop “Draft Kurikulum 2016” menyimak materi dengan seksama, Selasa (24/05) di auditorium UNTIDAR.

Peserta workshop kali ini terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, serta para dosen masing-masing fakultas di UNTIDAR. “Dengan kurikulum 2016 diharapkan UNTIDAR dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dan menghasilkan lulusan yang lebih baik serta berkualitas,” tutur Rektor UNTIDAR.

BUKAN HANYA SOAL PERJOKIAN TAPI PENGISIAN DATA PESERTA JUGA JADI PERHATIAN UTAMA PENGAWAS UJIAN SBMPTN

MAGELANG – Hasil evaluasi pelaksanaan SBMPTN tahun 2015, selain masalah perjokian kesalahan penulisan data peserta pada Lembar Jawab Komputer (LJK) juga menjadi salah satu penyebab gugurnya peserta ujian. “30% LJK peserta SBMPTN tahun lalu tidak bisa dikoreksi karena salah penulisan data,” kata Nuwun Priyono, S.E., M.Ak., Akt. Ketua PMB Universitas Tidar tahun 2016.

Pada sosialisasi Pelaksanaan Ujian Tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Selasa (24/05/2016), seluruh panitia dan pengawas ujian mendapat penjelasan mengenai tugas sebelum, saat, dan setelah ujian berlangsung.

“Pengawas ujian khususnya, tidak hanya paham bagaimana cara mengisi dokumen laporan ujian namun juga bagaimana cara mengisi data peserta. Sehingga ketika ada yang salah, maka bisa dikoreksi sebelum ujian berakhir,” tutur Ir. Hadi Rianto, M.Sc. sebagai Penanggung Jawab Lokasi (PJL) lokasi ujian di Kampus UNTIDAR.

Aturan SBMPTN 2016 ini juga lebih diperketat seperti peserta hanya boleh membawa pensil, peraut dan penghapus di meja ujiannya. Bahkan ada anjuran pengawas di setiap ruangan terdiri dari Bapak dan Ibu. “Tujuannya agar pengawas bisa melakukan pemeriksaan pada tubuh siswa untuk menghindari pemakaian alat perjokian, Ibu pengawas kepada peserta perempuan dan bapak pengawas pada peserta laki-laki,” tambahnya.

BUKAN HANYA SOAL PERJOKIAN TAPI PENGISIAN DATA PESERTA JUGA JADI PERHATIAN UTAMA PENGAWAS UJIAN SBMPTN, 2

Sosialisasi pelaksanaan SBMPTN sub Panlok Magelang dilaksanakan pada Selasa – Kamis/ (24-26/05/2016) di kampus UNTIDAR, SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4, dan SMA N 5 Magelang. Selain tata cara pelaksanaan ujian serta pengisian dokumen, berbagai masalah yang diprediksi muncul saat ujian juga ikut dibahas diantaranya identitas peserta meragukan atau tidak membawa ijazah/dokumen/kartu peserta. “Peserta tetap dapat mengikuti ujian namun ada ketentuan lain yang harus dipenuhi yaitu dicatat di berita acara ujian dan setelah selesai ujian menghadap panitia lokal,” jelas Ir. Hadi.

Selain sebagai lokasi ujian SBMPTN, pada tanggal yang sama, Selasa (31/05/2016), Kampus UNTIDAR juga menjadi lokasi registrasi calon mahasiswa yang lolos ujian SNMPTN 2016.

MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN DENGAN LTA

MAGELANG – Mengutip kalimat dari John Quincy Adam, If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader. Presiden ke-6 Amerika Serikat ini memberi kita definisi bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah sebuah ketetapan dari seseorang namun hasil dari tindakan diri sendiri. Lalu tindakan pemimpin seperti apa yang ideal dewasa ini?

“Pemimpin masa kini harus bisa bersikap luwes. Mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan dan perubahan yang ada,” kata Oke Amar Saputra, Humas BEM KM Universitas Tidar.

Tindakan seorang pemimpin menentukan kemajuan organisasi khususnya dalam mencapai tiap-tiap tujuannya. Maka itu, BEM KM UNTIDAR mengadakan kegiatan Leadership Training Academy (LTA) sebagai wadah pembentukan karakter pemimpin yang ideal, Jumat-Sabtu (20-21/05/2016) di Secaba Rindam IV Diponegoro Magelang.

Mengangkat tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Berdedikasi dan Berkontribusi dalam Organisasi”, para peserta yang sebagian dari perwakilan masing-masing organisasi mahasiswa di UNTIDAR diajak untuk membentuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta kekompakan.

“Pada sesi PBB, kami diajak memahami arti loyalitas dalam organisasi,” tambahnya.

MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN DENGAN LTA, 2

Sesi Pelatihan Baris Berbaris (PBB) dipimpin oleh Harjanto dari Secaba. Sesi ini menggambarkan bentuk loyalitas dari organisasi untuk pemimpin atau ke atas dengan mematuhi pemimpin tanpa mengeluh, loyalitas ke samping dengan membentuk kesamaan dari kekurangan yang ada dan loyalitas ke bawah adalah apabila terjadi kesalahan perlu diingatkan.

Sebelumnya, kegiatan kuliah LTA telah dilaksanakan, Minggu (15/05/2016) lalu di ruang multimedia. Sedangkan LTA Camp merupakan kegiatan lanjutan dan baru dilaksanakan seminggu setelahnya. Secara umum, kegiatan tahunan BEM KM ini fokus pada pelatihan manajemen organisasi, pembentukan karakter dan mengasah intelektual kepemimpinan.

“Kerja keras panitia terbayar karena peserta tetap semangat mengikuti acara hingga akhir walaupun cuaca kurang mendukung,” tutur Oke. Harapannya kepada para peserta LTA semoga semua ilmu dan pengalaman yang mereka dapat bisa diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari terutama pada kegiatan organisasi masing-masing.

OPTIMIS HADAPI MEA, DOSEN HARUS LEBIH PRODUKTIF

MAGELANG – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memberi dampak global terutama dalam dunia pendidikan tinggi. Salah satu upaya penguatan perguruan tinggi dalam menghadapi era global dan MEA adalah mendorong peningkatan kualitas proses-belajar mengajar dan tenaga pendidik dan kependidikan yang unggul. Dosen dan mahasiswa harus siap dan optimis menghadapi sistem perdagangan bebas antar negara ASEAN ini salah satunya dengan revolusi mental.

OPTIMIS HADAPI MEA, DOSEN HARUS LEBIH PRODUKTIF

“Mengapa Korea Selatan, negara yang merdeka 2 hari sebelum Indonesia sekarang jauh lebih maju? Karena mereka punya karakter yang kuat,” kata Prof. Dr. Ali Gufron Mukti, M.Sc., Ph.D.

Pengalaman diajah oleh Jepang membentuk karakter tiap warganya untuk optimis membangun negaranya jauh lebih maju dan berkembang daripada negara penjajahnya dulu. Keinginan kuat untuk mengalahkan Jepang ini membentuk karakter yang pantang menyerah selalu mengembangkan berbagai aspek di negaranya terutama pendidikan dan teknologi.

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti ini memaparkan arti penting revolusi mental dalam pembentukan karakter yang ideal untuk kemajuan bangsa pada acara Sosialisasi dan Dialog “Implementasi Sumber Daya Kemristekdikti”, Kamis (26/05/2016) di Auditorium Universitas Tidar. Moderator pembicara adalah Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T.

“Dosen perguruan tinggi masih “tertidur”,” tambah Prof. Ali Gufron. Menurutnya, kualitas dosen masih butuh peningkatan terutama dalam hal menulis terutama untuk jurnal internasional. Publikasi jurnal Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Berdasarkan data Kemristekdikti smapai tahun 2014, jumlah publikasi jurnal Malaysia mencapai 25.330, Singapura 17.198 jurnal dan Indonesia hanya 5.499 jurnal. “Mengapa Malaysia lebih tinggi jumlahnya daripada Singapura, karena jumlah dosennya lebih banyak. Bagaimana dengan Indonesia?,” jelasnya.

Pada acara ini, selain dosen dan mahasiswa UNTIDAR juga dihadiri perwakilan dari Universitas Muhamadiyah Magelang, STIMIK Bina Patria, Politeknik Muhamadiyah Magelang dan Akademik Teknik Tirta Wiyata. Sebelum acara dimulai, Prof. Ali Gufron beserta Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dan jajaran rektorat lainnya menyempatkan diri berkeliling kampus untuk melihat perkembangan pembangunan UNTIDAR.

BEM DAN BLM ADAKAN AUDIENSI DENGAN JAJARAN REKTORAT UNTIDAR

MAGELANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) mengadakan audiensi dengan jajaran rektorat Universitas Tidar, Kamis (19/05/2016). Dalam kegiatan ini calon pengurus BEM dan BLM tahun 2016/2017 memaparkan sejumlah permasalahan yang dihadapi BEM Fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta mencari solusi yang tepat dalam menangani permasalahan tersebut.

“Pengajuan proposal mahasiswa belum ada format yang baku sehingga kadang proposal sering direvisi dan dikembalikan pada mahasiswa,” tutur Dodidio Octa Wibawa.

Octa sebagai Kepala Departemen Kajian dan Strategi BEM membacakan satu persatu permasalahan yang dihadapi masing-masing UKM dan BEM Fakultas hasil rapat koordinasi pada Selasa (10/05/2016) serta kajian dan advokasi, Selasa-Rabu (17-18 Mei 2016).

“Saya mengapresiasi kegiatan semacam ini. Ketika ada permasalahan baiknya di-sharing seperti ini kemudian bersama-sama kita cari solusinya. Kegiatan mahasiswa juga menjadi sarana publikasi universitas,” kata Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Menurut beliau, mahasiswa harusnya memahami kondisi universitas yang sedang dalam masa transisi, baik secara sistem maupun kondisi fisik kampus. Pihak kampus sedang berproses membenahi, meningkatkan serta mencari sistem atau solusi yang tepat dalam menangani setiap permasalahan di dalam kampus.

BEM DAN BLM ADAKAN AUDIENSI DENGAN JAJARAN REKTORAT UNTIDAR, 2

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T menanggapi permasalahan bidang keuangan dan pengadaan barang. Sedangkan permasalahan bidang kemahasiswaan ditanggapi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. Dalam kesempatan ini turut hadir juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yudhi Arnandha,S.T., M.T., dan Staff PPK, Andi Setiawan, A.Md.

“Pengajuan proposal idealnya 1 bulan sebelum acara sedangkan SPJ dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah acara berlangsung,” jelas Yudhi. Selama ini banyak pengajuan proposal yang terlalu mepet sehingga mempengaruhi proses penerimaan pendanaan. Mahasiswa juga harus aktif menelusuri sampai mana atau sejauh mana proposal sudah diproses.

RINTIS UPT KARIR & KEWIRAUSAHAAN, UNTIDAR SIAPKAN LULUSAN “SIAP” KERJA

MAGELANG – Tim pelaksana Pusat Karir dan Kewirausahaan Universitas Tidar menggelar rapat perdana membahas pokok-pokok kegiatan yang akan dilaksanakan mulai Mei – November 2016, Jumat (20/05/2016) di ruang UPT Bahasa. Rintisan Pusat Karir dan Kewirausahaan ini merupakan program hibah dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang bertujuan membentuk Pusat Karir di tingkat perguruan tinggi.

“Universitas tidak hanya meluluskan namun juga memberi pelatihan-pelatihan agar mereka (alumni) siap menghadapi dunia kerja,” jelas Dra. Mursia Ekawati, M.Hum. sebagai Kepala Pusat Karir dan Kewirausahaan.

Program Hibah Pusat Karir (PHPK) PT ini bertujuan untuk memfasilitasi pendirian dan pengembangan pusat karir PT, fungsi dan kegiatannya. Selain itu dilakukan juga pembinaan pusat karir di tingkat PT. Luaran program ini adalah terbentuk dan berfungsinya sistem karir di tingkat PT.

“UNTIDAR belum punya UPT pusat karir jadi hibah ini difokuskan pembentukan UPT sedangkan bagi perguruan tinggi yang sudah punya pusat karir, hibahnya difokuskan pada tracer study,” tambah Mursia.

Kedepannya UPT Pusat Karir dan Kewirausahaan UNTIDAR diharapkan mampu menyediakan informasi lowongan kerja kepada mahasiswa tingkat akhir dan alumni, memfasilitasi proses rekrutmen tenaga kerja dan menyelenggarakan dan atau seminar untuk meningkatkan employalibility bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni baru.

Tim Pusat Karir dan Kewirausahaan UNTIDAR terdiri dari Dra. Mursia Ekawati, M.Hum. sebagai Kepala Pusat Karir dan Kewirausahaan; Dr. Farikah, M.Pd. sebagai sekretaris; Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. sebagai Kepala Divisi Pengembangan Karir dan Pelatihan; serta Nuwun Priyono, S.E., M.Ak., Akt. Sebagai Kepala Divisi Pengembangan Kewirausahaan dan Pelatihan.

EVALUASI SNMPTN “PERTAMA” UNTIDAR

MAGELANG – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diumumkan pada awal Mei lalu, sebanyak 420 peserta lolos seleksi masuk Universitas Tidar. Setelah melewati berbagai proses seleksi, tim panitia menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi SNMPTN UNTIDAR 2016, Jumat-Sabtu (20-21/05/2016) di Hotel Amanda Hills Bandungan, Semarang.

“Pertama kali mengikuti SNMPTN, banyak hal yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan untuk tahun selanjutnya,” jelas Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Ketua 3 SNMPTN UNTIDAR ini setiap proses seleksi mulai dari pengolahan data nilai, penyerahan data PTN, seleksi PTN 1, input hasil PTN 1, update data PTN 2, seleksi PTN 2, input hasil seleksi PTN 2, penyerahan hasil UN, sinkronisasi UN dengan SNMPTN, rapat hasil seleksi dan cetak SK, pengumunan kelulusan serta cetak koran sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Sedangkan untuk registasi pada 31 Mei 2016 nanti, syarat dan ketentuan yang harus dipersiapkan calon mahasiswa dapat diunduh pada laman untidar.ac.id.

Total pendaftar yg diterima sebanyak 420 peserta dari total 2331 peserta terdiri dari 236 Bidikmisi dan 184 non Bidikmisi. Tiga besar rangking tingkat kompetisi adalah Prodi Agroteknologi, Ekonomi Pembangunan dan Administrasi Negara,

“Promosi universitas perlu ditingkatkan lagi,” tambah Prof. Ali.

Para pendaftar SNMPTN UNTIDAR berasal dari 17 provinsi di Indonesia. Mayoritas pendaftar masih didominasi daerah Jawa Tengah sebanyak 88,33% sedangkang mayoritas asal kota pendaftar adalah Kota Magelang sebanyak 123 peserta dan Kabupaten Magelang sebanyak 57 orang. Harapan kedepannya para pendaftar bisa lebih merata keseluruh daerah di Indonesia maka itu promosi universitas perlu ditingkatkan seperti peningkatan konten website serta pemanfaatan media sosial.

Evaluasi SNMPTN, 2

 FGD Evaluasi Pelaksanaan SNMPTN UNTIDAR 2016 ini dihadiri Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaa dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan masing-masing fakultas serta seluruh tim panitia SNMPTN UNTIDAR. Acara dibuka oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dilanjutkan evalusi oleh masing-masing bidang.

UNTIDAR SIAPKAN 2853 KURSI PESERTA UJIAN SBMPTN 2016

MAGELANG – Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) Universitas Tidar mempersiapkan 2853 kursi peserta ujian. Seperti halnya tahun lalu, pelaksanaan ujian tidak hanya berlokasi di kampus UNTIDAR saja tapi tersebar di beberapa tempat di Kota Magelang.

“Lokasi tempat ujian meliputi Kampus UNTIDAR, SMA N 1, SMA N 2, SMA N 3, SMA N 4 dan SMA N 5 Magelang,” jelas Dr. Farikah, M.Pd pada final checking SBMPTN UNTIDAR, Senin (23/05/2016).

SBMPTN sendiri merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (PBT) atau menggunakan komputer (CBT) atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian ketrampilan calon mahasiswa.

Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 yaitu kelompok ujian sains dan teknologi (saintek), kelompok ujian sosial dan humaniora (soshum) dan kelompok ujian campuran. Kelompok ujian saintek berlokasi di SMA N 1 dan SMA N 4 Magelang. Kelompok ujian soshum berlokasi di SMA N 2, SMA N 3 dan SMA N 5 Magelang. Sedangkan kampus UNTIDAR di Jalan Kapten Suparman 39 Potrobangsan akan digunakan untuk kelompok ujian campuran dan saintek.

Total 2853 peserta ujian di sub panitia lokal (panlok) Magelang terbagi dalam kelompok ujian saintek sebanyak 1201, kelompok soshum 1425 peserta dan campuran 227 peserta. Sub panlok Magelang yang diselenggarakan oleh UNTIDAR merupakan bagian dari panlok 42 Semarang, Jawa Tengah.

“Belajar dari pengalaman tahun lalu, penyelenggaraan ujian SBMPTN tahun ini harus lebih baik lagi,” tutur Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Menurutnya, kekurangan-kekurangan tahun lalu seharusnya bisa disempurnakan tahun ini. Koordinator masing-masing bagian dituntut aktif berkoordinasi baik dengan ketua panita maupun koordinator lainnya. Menjelang ujian SBMPTN pada 31 Mei 2016 mendatang, kegiatan sosialisasi/coaching pengawas sub panlok Magelang akan dilaksanakan pada tanggal 24-26 Mei 2016.