BEKERJASAMA DENGAN PEMKAB WONOSOBO UNTIDAR HELAT GELAR BUDAYA

Masih dalam rangkaian Dies Natalis Pertama, Universitas Tidar Menghelat Acara Gelar Budaya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Acara diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015. Sebelum Pentas Kesenian, dibuka dengan upacara Hardiknas dipimpin oleh Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dan Bupati Wonosobo Kholiq Arif. Rektor Untidar dalam upacara yang diikuti oleh ribuan pelajar dan dihadiri Bupati, Sekda beserta unsur FKPD Kabupaten Wonosobo tersebut meminta agar para pelajar Wonosobo tak mudah menyerah dalam mencapai cita-cita. "Setiap siswa harus mampu tampil sebagai pembelajar sepanjang hayat, yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan demi kemajuan diri", tegas Cahyo.  

Setelah upacara Hardiknas, 2000 pelajar putri dari SMP/MTs, SMA, MA dan SMK secara kolosal menarikan Tari Angruwat dengan gemulai dan rancak. Menurut Mulyani, koreografer tari Angruwat, tari kolosal ini memaknai aksi melepas raga dan jiwa dari belenggu kebodohan. Gelar Budaya juga dimeriahkan dengan penampilan Elang Band, yaitu band dosen dan karyawan Untidar dengan vokalis utamanya Rektor Untidar Profesor. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., penampilan kolaborasi musik kontemporer dan tari persembahan Bengkel Seni Untidar, berbagai penampilan dari para pelajar SMU Wonosobo dan berbagai kesenian tradisional. 

 

UNTIDAR ADAKAN WORKSHOP PENULISAN BUKU TEKS DAN BUKU AJAR

Kamis 30 April 2015 Workshop PenulisanBuku Ajar danBuku Text, serta Pemenangan Hibah diadakan di auditorium Untidar. Acara ini dihadiri oleh Dosen Universitas Tidar dari semua program studi.

 

Workshop dibuka oleh Rektor Untidar Prof.Dr.Cahyo Yusuf, M.Pd. "Setiap dosen memiliki kewajiban utama mengajar. Mengajar bias dengan metode ceramah maupun metode-metode yang lain. Nah itulah yang bisa dituangkan dalam bentuk buku ajar. Karena itu diharapkan apapun yang akan diajarkan di kelas ditulis terlebih dahulu, sehingga tulisan tulisan itu nantinya bias dikompilasi, diformula, didokumentasikan menjadi buku ajar. Dosen setelah menempuh pendidikan S1, S2 dan S3 tentu memiliki kekayaan intelektual yang tinggi.  Banyak gagasan dan pikirankritis. Sudah waktunya dituangkan menjadibuku text" kata Cahyo. Memulai menulis buku, yang harus dilakukan pertama adalah merangkai ilmu pengetahuan atas dasar urutan standard kompetensi dan kompetensi dasar. Ketika itu dilakukan karya akan menjadi buku ajar, dan jika menulis sesuai logika keilmuan akan menjadi buku teks". tambahProf.Cahyo. 

 

Workshop Penulisan Buku Ajar dan Buku Text Serta Pemenangan Hibah, menghadirkan pemateri Prof. Ali Saukah Ph.D. sertaProf.Dr.Cahyo Yusuf, Mpd.

Prof Ali Saukah adalah Guru Besar Pendidikan BahasaInggris di Universitas Negeri Malang. Prof. Ali Saukah memberikan tips mengenai cara untuk memenangkan hibah penulisan buku ajar dan buku text. Setiap tahun sekitar 100 karya bukuakan dipilih oleh Dikti sebagai pemenang hibah sebesar 22 juta. Meski demikian yang terpenting adalah bukan memenangkan hibah dan mendapatkan royalty. Lebih dari itu bias menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui buku adalah kepuasan batin yang tidak terkira. Prof. Ali Saukah adalah penulis buku text Bahasa Inggris yang di tahun 1994, bukunyadipakai di seluruh Indonesia. Suatu kebanggaan tersendiri ketika bertemu siswa yang mengapresiasi buku tersebut. Prof. Ali memotivasi para dosen agar memanfaatkan kesempatan untuk memenangkan hibah penulisan buku text. Buku bias karya sendiri atau tim. Bukan hasil terjemahan, bukans aduran atau kompilasi dari berbagai sumber dan bebas dari plagiarism

 

Dalam paparannya Prof Cahyo menjelaskan mengenai penulisanBuku Ajar dan Buku Text. Buku Ajar dan Buku Text adalah BukuPegangan Suatu Mata Kuliah yang ditulis oleh pakar  yang diterbitkan secararesmi dan disebarkan kepada peserta mata kuliah. Pengalaman ketika memberikan kuliah bias dituangkan dalam buku ajar. Buku text adalah buku yang substansinya mengenai suatu bidang. Embrionya adalah dari hasil penelitian. Buku akan menjadi hebat apabila buku yang ditulis baik buku teks maupun buku ajar secara induktif. Tidak dimulai dari teori tapi memberikan pemahaman terlebih dahulu. Acara yang dimulai pukul 10.00 ini berakhir pukul 16.00

 

 

SEMINAR METODOLOGI PEMBELAJARAN “MENYEDERHANAKAN YANG RUMIT” BERSAMA PROFESOR YOHANNES SURYA DIGELAR DI AUDITORIUM UNTIDAR

Rabu, 29 April 2015, Seminar Metodologi Pembelajaran bertema "Menyederhanakan Yang Rumit" diselenggarakan di Auditorium Universitas Tidar. Acara ini merupakan seminar keempat yang diadakan dalam rangkaian Dies Natalis Pertama Universitas Tidar. Seminar kali ini menghadirkan Pakar Pendidikan yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional yaitu Profesor Yohannes Surya Ph.D. Profesor Yohannes Surya adalah pendiri dan President dari Surya University. Surya University adalah Universitas berbasis riset yang berdiri sejak 2013. Prof. Yohannes adalah Professor Lulusan College of William and Mary USA. Pendidik yang berhasil meretaskan para pemenang Olimpiade Science Tingkat Internasional. Bahkan di tahun 2006, berhasil membimbing tim pelajar Indonesia menjadi juara dunia mengalahkan 86 negara.

            Acara ini dihadiri oleh Dosen Untidar, Dosen perguruan tinggi yang ada di wilayah kopertis VI Jawa Tengah, guru SMP/SMA/SMK dan MA di wilayah eks karesidenan kedu dan mahasiswa Universitas Tidar. Acara dimulai pukul 9 pagi. Dalam paparannya Profesor Yohannes Surya memberikan trik, tips, gambaran dan motivasi mengenai proses pembelajaran.

 

Dalam pemikiran beliau tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar dari guru yang baik dengan metode yang baik dan benar. Pemikirannya ini dibuktikan dengan upayanya membimbing anak anak dari pelosok Papua. Anak yang tadinya tidak naik kelas, setelah dibimbing secara intensif dengan metode yang tepat ternyata bisa menjadi juara matematika tingkat nasional. Seorang pendidik dituntut untuk kreatif dan inovatif sehingga peserta didik termotivasi dan senang belajar "Belajar harus fun dan asyik". Saat anak sudah menyukai sesuatu hal maka dia akan bersemangat belajar. Butuh kreatifitas pendidik, agar peserta didik bisa paham konsep di awal. Tinggal nanti bagaimana dia dididik untuk rajin berlatih " kata Profesor Yohannes Surya. “Ketika manusia berpikir, maka sel-sel syaraf otaknya akan saling terhubung. Semakin banyak sel syaraf yang terhubung, semakin banyak jaringan syaraf terbentuk, maka orang akan semakin lihai. Otak akan bekerja semakin efektif jika kita sering berlatih. Jadi rahasia sukses adalah rajin berlatih, Ini berlaku di segala bidang. Rahasia seorang ekspert atau ahli adalah 10.000 jam. Katakanlah jika dalam sehari orang mau meluangkan waktu untuk berlatih selama 3 jam, maka untuk menjadi ekspert dibutuhkan waktu 10 tahun. Semakin sering berlatih, semakin cepat menjadi ahli “ kata Prof. Yohannes.

Dalam seminar ini Prof. Yohannes juga memberikan beberapa trik matematika sederhana yang membuat hitungan hitungan sulit menjadi sangat mudah dikerjakan. Juga memberikan trik cara menghafal sesuatu. Begitu dipraktekan hadirin langsung bisa menerapkan cara-cara praktis yang diajarkan.

Kepiawaian Prof. Yohannes Surya dalam mengajar dan metodenya yang membumi adalah alasan Rektor Untidar untuk mengundangnya. "Semoga setelah seminar ini, bapak ibu dosen dan guru yang hadir bisa terinspirasi untuk mencari design/metode mengajar yang menarik untuk peserta didik" Jika ada 50 peserta seminar yang menunjukkan keseriusan dengan membuat design/model pembelajaran yang menarik, akan kami datangkan lagi Prof. Yohannes Surya untuk memberikan tutorial secara langsung" tutur Prof. Cahyo. Acara diakhiri pukul 12.00 dengan pemberian tanda mata kepada Prof. Yohannes Surya Ph.D. oleh Rektor Untidar. 

PENGUMUMAN LOWONGAN KERJA SEBAGAI PROGRAMER

Universitas Tidar memberikan kesempatan berkarir untuk bergabung bersama team pengembang web programmer PHP/ASP sebagai Programer. Informasi selengkapnya silahkan download.

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PELAMAR KEPALA BIRO UNIVERSITAS TIDAR

Berdasarkan hasil seleksi wawancara calon Kepala Biro di Lingkungan Universitas Tidar Tahun 2015, Panitia Seleksi Pejabat Universitas Tidar menyatakan pelamar yang Memenuhi Persyaratan seleksi wawancara adalah sebagai berikut :

  1. Drs. Giri Atmoko, M.Si.
  2. Among Wiwoho, S.E., M.M.

Informasi selengkapnya dapat di download DISINI

HMJ BAHASA IINDONESIA GELAR TALKSHOW BERSAMA PENULIS “SUPERNOVA” DEWI LESTARI

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tidar bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Seni Untidar mengadakan Talkshow Sastra menghadirkan Penulis Papan Atas Indonesia Dewi Lestari Simangunsong.

Kegiatan diselenggarakan di Auditorium Universitas Tidar dimulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati hari Sastra Indonesia. Dalam Kesempatan ini juga diadakan Launching Buku Spektrum Frasa karya Bengkel Seni Untidar dan Celoteh Anak Sastra yang merupakan antologi naskah drama kelas PBSI semester 4. 

Dalam talkshow ini  Dewi Lestari banyak bercerita mengenai bagaimana proses menghasilkan sebuah karya berikut kendala yang dihadapi.  Dewi Lestari yang akrab dipanggil Dee sempat sharing kalau dirinya pernah menulis dengan sangat cepat yaitu 2 lembar dalam sehari, namun juga pernah menulis dengan sangat lama yaitu 2 lembar dalam 8 bulan. Untuk menjadi lihai memang butuh proses. Butuh ketekunan untuk menjalani proses tersebut. Dee sebenarnya tidak pernah bercita-cita menjadi penulis, namun sejak kecil tepatnya di umur 9 tahun, Dee memimpikan buku karyanya bisa dipajang di toko buku.

Peserta Talkshow banyak yang merasa penasaran dengan karya Dee, Supernova yang begitu spektakuler, baik cerita, tokoh, maupun alurnya. Cerita dan tokoh yang begitu menarik, alur yang mengalir dan tidak membosankan. Kegelisahan Spiritual yang dialami Dee pada saat itu yang membuatnya mendapatkan banyak inspirasi. Banyak membaca, banyak mencari tahu membuat Dee mendapatkan banyak ide dan mengemasnya dalam Supernova. Dee memotivasi peserta yang didominasi mahasiswa Untidar untuk gigih dan tak pantang menyerah dalam menulis. Setiap karya membutuhkan cermin sebagai kritik dan masukan. Kritik, masukan dan tanggapan pembaca akan membuat karya semakin berkembang. Karya paling buruk adalah karya yang tidak bisa dibagikan. Karya tidak untuk dinikmati seorang diri, tapi harus bisa menginspirasi banyak orang menuju perubahan yang positif. Meskipun belum menjadi buku, Dee memotivasi peserta untuk membagikan tulisannya melalui blog, facebook dan media sejenis, sehingga tulisan bisa dibagikan kepada khalayak. Kegiatan yang berakhir jam 12 siang ini juga dimeriahkan oleh hiburan akustik dan tarian modern dari Bengkel Seni Untidar, serta demo kecantikan dari Natasha Skin Clinic Center. Di akhir acara Drs. Budiono, M.Pd, dosen FKIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Untidar yang juga menjadi moderator acara ini menyerahkan cindera mata kepada Dewi Lestari Simangunsong, yang telah banyak berbagi dan memotivasi.

 

MELALUI “ENGLISH FOR TOURISM” MAHASISWA PRODI BAHASA INGGRIS UNTIDAR BERINTERAKSI LANGSUNG DENGAN WISATAWAN MANCANEGARA

Mahasiswa Semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar mengikuti mata kuliah English For Tourism in Practise, yang mengharuskan mereka untuk terjun langsung ke lapangan. Selama satu semester, sekitar 60 mahasiswa yang dibagi menjadi 12 kelompok ditempatkan di beberapa Homestay dan objek wisata di sekitar candi Borobudur yaitu di Omah Garengpoeng, Efata Homestay, Supoyo Gerabah and Keramik, Rajasa Homestay, Lotus 1, dan Lotus 2.

English For Tourism adalah mata kuliah yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan Bahasa Inggris terutama yang berhubungan dengan kepariwisataan . English for Tourism atau EFT adalah mata kuliah pilihan sebanyak 6 SKS yang dibagi menjadi EFT 1, EFT 2, dan EFT in Practise. Melalui EFT in Practise mahasiswa kesempatan untuk langsung berinteraksi dengan wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Indonesia. Kali ini mereka bisa berinteraksi dengan wisman yang sedang menikmati liburan di wilayah Borobudur dan sekitarnya. Mahasiswa  tidak hanya bertugas menjadi guide namun juga belajar mengenai "hospitality management", yaitu bagaimana melayani tamu mulai dari reservasi, menyediakan makanan, dan pelayanan kerapian dan kebersihan kamar. 

Lilia Indriani M.Pd., dosen pengampu mata kuliah English for Tourism mengatakan dengan berinteraksi langsung dengan tourist, mahasiswa akan mendapatkan banyak pengalaman yang tidak mereka dapatkan pada perkuliahan tatap muka. Selama 5 bulan, mahasiswa diwajibkan untuk minimal 2 hari tiap minggunya yaitu pada saat akhir pekan, bisa menemani para tourist yang menginap di homestay dan tourist yang berkunjung ke objek wisata yang telah ditunjuk menjadi mitra. Bertemu dan melayani tourist dari berbagai negara akan memberikan pengalaman lintas budaya yang semakin meningkatkan kemampuan English for Tourism mahasiswa. Setiap minggu mahasiswa wajib untuk mencatat aktivitas mereka di Buku Progress Report. Dengan begitu akan senantiasa terpantau proses belajarnya. Lilia juga menggunakan fasilitas Facebook Group sehingga mahasiswa semester 6 yang berjumlah 60 orang, masing-masing bisa saling berinteraksi dan melaporkan aktivitas selama melayani tourist. Nita salah seorang mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini mengatakan sangat terkesan dan exited karena banyak pengalaman yang didapatkan selama mendampingi para tourist yang menginap di homestay dan mendampingi mereka selama berwisata. Selain melatih ketrampilan berbahasa Inggris, juga bermanfaat menambah koneksi dan pertemanan dengan orang asing. 

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PELAMAR KEPALA BIRO UNIVERSITAS TIDAR

Berdasarkan hasil seleksi administrasi dokumen pelamar lowongan Kepala Biro di Lingkungan Universitas Tidar Tahun 2015, Panitia Seleksi Pejabat Universitas Tidar menyatakan pelamar yang Memenuhi Persyaratan Administrasi dapat diunduh dari file berikut.

Download

PENGUMUMAN HASIL PSIKOTES DAN WAWANCARA SELEKSI TENAGA KONTRAK FORMASI SEKRETARIS REKTORAT TAHUN 2015

Berdasarkan hasil Psikotest dan Wawancara Seleksi Tenaga Kontrak Formasi Sekretaris Rektorat Tahun 2015, berikut daftar pelamar yang dinyatakan Memenuhi Persyaratan untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya.

Download File

TEMU BLM, BEM, DAN ALUMNI UNIVERSITAS TIDAR DIGELAR DI AUDITORIUM UNTIDAR

Masih Dalam Rangkaian Dies Natalis Pertama Untidar, digelar acara Temu Badan Legislatif Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa dan Para Alumnus Untidar yang tergabung dalam Keluarga Alumni Universitas Tidar (GANIDAR). Acara berlangsung di Auditorium Universitas Tidar, dimulai jam 10.00 WIB. Acara ini merupakan forum silaturahmi antar Dosen, Mahasiswa dan Alumnus Untidar. Acara dibuka dengan sambutan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Untidar Moch. Choerul Imam. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dies Natalis I Untidar, yang diwakili oleh Eny Boedi Orbawati, M.Si., dan sambutan Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd. 

Dalam sambutannya Rektor mengatakan forum ini merupakan media untuk silaturahmi sekaligus diskusi. Melalui forum ini Rektor berharap para alumnus bisa memberikan sumbang saran bagi kemajuan Untidar kedepan. Diskusi pada pertemuan ini menghadirkan beberapa alumnus sebagai pembicara yaitu Ir. Hendro Dwi Purwanto, mewakili alumnus Fakultas Pertanian, M. Besari, D.Miss. mewakili Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Drs. Suryantoro, mewakili Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Djoni Supardi, M.T mewakili Fakultas Teknik dan Wawan Setiadi S.E., M.SE, M.A mewakili Fakultas Ekonomi. 

Ir. Hendro Dwi Purwanto yang saat ini menjadi pengusaha di bidang pertanian mengatakan perlunya peningkatan fasilitas bagi mahasiswa, seperti STUDENT CENTER yang cukup luas untuk tempat berdiskusi dan berkegiatan. Selain itu mahasiswa juga perlu dibekali dengan bermacam pengetahuan dan pengalaman lapangan. Misalnya mahasiswa pertanian, tak ada salahnya turun ke sawah dan belajar dari para petani, sehingga bisa mendapatkan banyak pengalaman bagaimana mengelola dan mengembangkan lahan pertanian. Sementara itu M.Besari M.Miss yang saat menjadi Dosen Pengajar di sebuah perguruan tinggi di Jogja memberikan masukan mengenai perlunya pengembangan softskill mahasiswa. Beberapa persoalan yang dialami lulusan adalah IPK yang rendah dan gagap komunikasi sehingga menghambat di saat proses wawancara kerja. Perlu adanya penataan sistem perkuliahan  untuk menghasilkan alumni yang kompetitif dan memiliki kecerdasan emosional. 

Drs Suryantoro yang saat ini menjadi staf ahli Walikota Magelang memberikan masukan agar mahasiswa aktif berorganisasi saat kuliah. Mahasiswa yang memiliki pengalaman organisasi akan lebih cekatan menyelesaikan tugas dan permasalahan yang dihadapi di dunia kerja. Untidar juga perlu memiliki keunggulan yang spesifik agar siap bersaing. Ir Djoni Supardi M.T yang saat ini menjadi staf pengajar di sebuah PT di Magelang memberikan masukan perlunya tenaga pendidik di Untidar yang tak hanya memenuhi persyaratan akademik, namun benar-benar memiliki kompetensi. Perlu diadakan sistem penilaian tenaga pengajar dan tenaga administrasi berbasis profesionalisme. Wawan Setiadi S.E., M.S.E, M.A yang pernah mendapatkan Stuned Scholarship memotivasi mahasiswa agar jangan minder dengan mahasiswa PTN lain. Terus tingkatkan kemampuan dan ketrampilan.