LPM MATA UNTIDAR Ajak Mahasiswa Kaji Media dan Isu Sosial Lewat MATA Festival

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa MATA (LPM MATA) Universitas Tidar menggelar talkshow dan pameran karya MATA Festival 2023 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, Selasa (24/10). Acara ini menghadirkan penulis Ginanjar Teguh dan stand up comedian Gregorius Jatayu sebagai narasumber.

Mewakili Rektor UNTIDAR, Kepala Tim Kerja Hubungan Masyarakat, UNTIDAR, Danu Wiratmoko, A.Md. menyampaikan tentang pentingnya menulis dan menyampaikan gagasan untuk sesama. “Memang tugas dari sivitas akademika adalah salah satunya memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan. Seperti kata Pramudya Ananta Toer, ‘Menulislah, karena orang boleh pandai setinggi langit tapi kalau tidak menulis, kamu akan hilang dalam masyarakat dan sejarah.’ Jadi, tulisanmu bisa berwujud macam-macam dan dialihwahanakan. Seperti narasumber kita. Tulisan menjadi film, stand up comedy, hingga komik,” tuturnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Acara ini menggarisbawahi pentingnya anak muda memahami isu-isu sosial dan mengajak mereka untuk turut serta berkarya. Pembina LPM MATA, Jaduk Gilang Pembayun, S.I.Kom., M.I.Kom. dalam sambutannya mengharapkan agar peserta lebih mengenal jurnalistik dan perannya dalam memengaruhi isu sosial. “Bertema ‘Menilik Campur Tangan Media dalam Isu Sosial’, tentunya diharapkan dapat meningkatkan serta menumbuhkan serta meningkatkan daya kritis teman-teman semua terhadap segala aspek di kehidupan sosial sekitar kita,” katanya.

Kegiatan ini juga menampilkan beragam karya LPM MATA dan mahasiswa umum, seperti majalah, foto jurnalistik, opini, dan puisi. Menurut, pemimpin umum LPM MATA Zahratul Istifaizzah, melalui festival ini, mahasiswa bisa melihat sisi lain dari lembaga pers dan berita.

Ginanjar Teguh menyampaikan materi di Mata Festival. Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Kita dapat melihat bagaimana campur tangan media dalam menyoriti isu sosial dari sudut pandang yang berbeda. Bagi kami, lembaga pers mahasiswa bukan hanya menulis untuk berita, namun karya sastra yang berupa foto, puisi, komik, dan lain sebagainya merupakan bentuk lain dari tulisan kami,”  ungkap Zahra.

Acara ini juga sebelumnya mengadakan rangkaian perlombaan, yaitu opini, fotografi, dan poster infografis. Harapannya, setiap orang selain menjadi konsumen media massa juga dapat menjadi kreator yang menyuarakan isu-isu yang penting untuk dipahami banyak orang.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Malam Kolaborasi UKM Bengkel Seni UNTIDAR: Harmoni Musik dan Kreativitas Mahasiswa

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bengkel Seni Universitas Tidar menggelar Malam Kolaborasi, Jumat (13/10/2023) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono. Kegiatan ini merupakan pentas produksi tahunan yang berkolaborasi dengan UKM GST dan IQSAN serta beberapa musisi lokal Magelang, seperti Adin Sax, Berkah Dalem, Katon Art, dan Chain Tone.

Syafiq Rofiqi selaku Lurah UKM Bengkel Seni UNTIDAR menyebutkan dalam sambutannya, malam kolaborasi ini telah melalui persiapan yang panjang. Para anggota UKM Bengkel Seni beserta penampil lainnya telah berlatih dan mencoba menjadikan acara ini ruang berkarya. Selain menampilkan musik-musik populer, acara ini juga menampilkan karya musik original karya para mahasiswa anggota UKM Bengkel Seni.

Foto : Dok. BS

Salah satu pengunjung asal Magelang, Juned menyampaikan, malam kolaborasi ini amat menghibur dan menarik. “Tadi ada beberapa part menarik, misalnya ketika musik digunakan sebagai latar dan ada beberapa adegan. Itu jadi bisa menghidupkan musiknya. Jadi nggak cuma pengalaman audio, tapi visual juga,” katanya

Adi Safari, salah seorang penampil band juga menyampaikan rasa senangnya, tak lama usai tampil. “Senang banget. Soalnya dari dulu rasanya waktu di kampus lebih sepi. Karena mungkin mahasiswanya lebih sedikit, ya. Animo teman-teman mahasiswa sekarang untuk ikut acara ini besar dan antusias sekali,” ujarnya.

Foto : Dok. BS

Tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi Malam Kolaborasi juga menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk terus mengejar minat dan hobi para mahasiswa terlepas dari jurusan yang dipilih.

“Intinya apa pun jurusan kalian, kuliah apa pun, hari besok ‘kan nggak ada yang tahu, ya, kita akan jadi apa. Kalau ada keahlian atau hobi lain di luar jurusan kalian dan kalian merasa senang dan nyaman, why not?” pungkas Adi.

Penulis dan Editor : Isaka

 

Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa, Tim PKM-K Arcadia Tesi Siap Dampingi Bersama Para Ahli.

Isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini cukup populer dibahas khususnya yang menimpa Generasi Z atau anak kelahiran 2000-2010. Mirisnya, Gen-Z ini adalah generasi yang diprediksi akan menjadi calon pemimpin Indonesia Emas pada 2045 mendatang.

Permasalahan mental health ini pastinya harus segera diatasi karena mempunyai pengaruh besar pada  perkembangan kondisi sosial dan ekonomi baik di masyarakat sekitar dan negara ini pada umumnya.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Arcadia Tesi Universitas Tidar, menggagas sebuah event talkshow dan workshop terkait pelayanan kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan mahasiswa UNTIDAR dengan pakar ahli di bidang kesehatan mental.

“Banyak yang belum menyadari bahwa dirinya sedang dalam keadaan ‘tidak baik-baik saja’ seperti depresi, trauma, insomnia dll. Beberapa yang sudah menyadari pun enggan terbuka dengan masalahnya karena bingung mau konsultasi kemana. Maka itu kami membuat event khusus yang membahas tentang kesehatan mental,” jelas Ketua PKM-K Arcadia Tesi, Siti Lailatul Khusna.

Siti menambahkan sebagai Event Organizer atau penyelenggara kegiatan pelayanan kesehatan mental mempunyai potensi bisnis yang cukup menjanjikan.

“Maraknya isu kesehatan mental yang akhir-akhir ini muncul tentunya meningkatkan kebutuhan pelayanan kesehatan mental seperti konseling, terapi dan pendampingan psikologi lainnya,” tambahnya.

Salah satu kegiatan diselenggarakan Tim PKM-K Arcadia Tesi adalah Talkshow dan Workshop Pendampingan dan Kesehatan Mental Mahasiswa UNTIDAR pada awal Oktober lalu. Kegiatan yang bekerja sama dengan Counseling Center UNTIDAR dan Catatan Psikologi diikuti oleh 80 orang mahasiswa UNTIDAR.

Peserta Arcadia Tesi membayar biaya Rp. 15,000 per tiketnya. Biaya ini tentunya masih bisa dijangkau mahasiswa jika dibandingkan dengan event serupa yang diselenggarakan pihak lain. Peserta mendapatkan fasilitas 2 kali pendampingan dalam bentuk talkshow dan workshop serta bonus adanya mental check up terkait kondisi mereka. Selain itu, peserta juga mendapat terapi berupa writing for healing dan Watercolor Art Therapy.

Foto : Tim PKM K Arcadia

Tim Arcadia Tesi terdiri dari 4 orang yaitu Siti Lailatul Khusna (Prodi Manajemen) sebagai Ketua dan 4 anggota lainnya yaitu Ika Amalia Nurunnisa (Prodi Manajemen), Aditya Indra Kusuma (Prodi Manajemen), Anisa Zahra Khaerani (Prodi Manajemen) dan Dati Mega Utami (Pendidikan Biologi).

 

Pentingnya Kesehatan Mental

Kesejahteraan diri merupakan hal yang penting bagi mahasiswa di tengah kehidupannya menginjak dewasa. Beberapa persoalan berawal dari banyaknya tugas kuliah, hubungan pertemanan, percintaan, kekeluargaan hingga ke arah yang lebih sensitif yakni hubungan mental dengan diri sendirinya sendiri.

Dari Counceling Center UNTIDAR hadir narasumber Ferisa Prasetyaning U, S.Pd., M.Pd. dan Rini Setiawati, M.Pd. yang keduanya adalah Dosen Bimbingan Konseling di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR.

“Setiap hubungan harus memiliki kesamaan tujuan, mampu saling menghargai, saling membahagiakan, dan saling mempercayai bahwa mereka akan bertumbuh bersama sehingga akan muncul kepuasan atas hubungan yang mereka jalani,” jelas Ferisa Prasetyaning U, S.Pd., M.Pd.

Tidak bisa dipungkiri bahwa masa kuliah adalah masa mulai mengenal hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini bisa jadi motivasi positif namun juga bisa menjadi faktor negatif jika tidak di manage dengan baik.

“Jangan lupa mencari kegiatan yang membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan selalu menggali energi positif untuk disebarkan kepada orang lain,” tambahnya.

Catatan Psikologi yaitu digital platform yang menyediakan edukasi dan program seputar psikologi, kesehatan mental dan pengembangan diri menghadirkan 2 narasumber yaitu Jainal Ilmi, M.Psi., Psikolog, CHt. dan Baiq Sopia Iswari A., M.Psi., Psikolog.

Foto : Tim PKM K Arcadia

Narasumber dari Catatan Psikologi memberikan layanan melalui kegiatan workshop kepada audiens. Dimulai dengan terapi berupa Writing For Healing kemudian dilanjutkan dengan terapi Watercolor Art Therapy. Writing For Healing membebaskan kepada audiens menuliskan apapun mengenai perasaan mereka, baik emosi yang positif maupun negatif. Begitu juga dengan terapi Watercolor Art Therapy yang memberikan kebebasan untuk menggambarkan apapun keluh kesah mereka melalui tiga warna yakni merah, kuning, dan hitam.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan  dapat membantu mahasiswa UNTIDAR dapat berdamai dengan mental mereka dan semakin  memahami  arti penting  dalam mencintai diri sendiri, terutama  pada kesehatan  mental masing-masing  individu.

Penulis : Ika Amalia Nurunnisa

Editor : Humas UNTIDAR

Tim PKM-RSH Universitas Tidar Teliti Stigma Negatif Lapangan Kerja di Bidang Pertanian dan Pengaruhnya bagi Mahasiswa Pertanian

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Tidar melakukan riset Stigma Negatif Lapangan Kerja di Bidang Pertanian di lingkungan Kota dan Kabupaten Magelang.

Tim yang beranggotakan 4 mahasiswa yang terdiri dari 3 mahasiswa Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian yaitu Nurul Fajar Amini, May Ningsih Wigati dan Nabila Istiqomah serta 1 anggota dari Prodi Ilmu Komunikasi, Fisipol yaitu Diana Rahmawati.

“Banyak stigma negatif berkembang di masyarakat terkait Lapangan Kerja di Bidang Pertanian. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan rendahnya minat generasi muda dalam bidang pertanian,” ujar Nurul Fajar Amini, Ketua Tim PKM RSH, Kamis (12/10)

Nurul mengaku salah satu tujuan dari penelitian ini mampu mendapatkan solusi dan menarik minat mahasiswa pertanian sehingga tercipta regenerasi tenaga kerja pada sektor pertanian yang prospektif dengan sistem pertanian berkelanjutan.

Pengambilan data penelitian ini diawali dengan penyebaran kuisioner, pelaksanaan pengambilan data melalui wawancara, lalu pengolahan data sehingga dapat diambil kesimpulan. Proses wawancara dilaksanakan mulai tanggal 1 September hingga 22 September 2023.  Penelitian kali ini melibatkan total 60 responden yang terdiri dari 30 responden mahasiswa, responden lain dari sisi akademisi yang diwawancarai yaitu dekan, wakil dekan, ketua jurusan, koordinator program studi, dan 3 dosen dari masing-masing program studi di Faperta UNTIDAR. Responden lain yang diwawancara yaitu alumni Faperta UNTIDAR, dan penyedia lapangan pekerjaan di bidang pertanian, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang.

Riset yang dilakukan berjudul 3D (Dirty, Dangerous, Difficult): Stigma Negatif Lapangan Kerja di Bidang Pertanian dan Pengaruhnya Terhadap Mahasiswa Pertanian. Latar belakang penelitian ini adalah pandangan masyarakat umum diketahui bahwa bidang pertanian masih terkenal kolot, konvensional, tidak menjanjikan (berbahaya) dan kotor yang menyebabkan generasi muda enggan untuk turun di bidang pertanian.

Stigma negatif utama yang terkenal di bidang pertanian yaitu dirty, dangerous, difficult. Penelitian dilakukan kepada responden dengan cara pengisian kuesioner lalu diikuti in-depth interview atau wawancara mendalam dengan bertanya terkait pandangan mereka terhadap bidang pertanian.

Foto : Tim PKM RSH

Dekan Fakultas Pertanian, UNTIDAR, Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. salah satu narasumber riset berpendapat stigma negatif tersebut dapat diantisipasi dengan melakukan inovasi-inovasi yang mampu mengubah pekerjaan bidang pertanian konvensional menjadi pertanian modern.

“Seorang mahasiswa pertanian seharusnya mampu berpikir luas karena bidang pertanian jangkauannya sangat luas sehingga adanya persepsi negatif di dalamnya dapat disingkirkan agar tercipta regenerasi tenaga kerja di bidang pertanian agar Indonesia mampu kembali mewujudkan swasembada pangan,” ungkap Dr. Joko.

Ivana, mahasiswa agroteknologi semester 3 Universitas Tidar sebagai salah satu responden penelitian menyampaikan bahwa baginya stigma negatif yang berkembang tidak mempengaruhi untuk terus belajar pertanian. Menurutnya masyarakat hanya perlu diberikan hasil nyata terkait pertanian modern yang menjanjikan.

“Masyarakat masih memahami pertanian secara konvensional, realitanya saat ini banyak wirausaha sukses dalam bidang pertanian dengan memanfaatkan metode pertanian modern. Sebagai mahasiswa pertanian, tugas kami merubah pemikiran tersebut dengan hasil kerja nyata,” pungkasnya.

Foto : Tim PKM RSH

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Pak Among yang juga sebagai salah satu responden penelitian menyampaikan bahwa mahasiswa pertanian harus terjun ke lapangan sebagai agen of change yang mana bidang pertanian ini tidak selalu identik dengan hal yang kotor.

“Mahasiswa pertanian haruslah terjun ke bidang pertanian yang mana sebagai agen of change di bidang pertanian karena yang akan meregenerasi di bidang pertanian adalah mahasiswa pertanian itu sendiri,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa menarik minat dan solusi mahasiswa pertanian agar berkontribusi di bidang pertanian dengan menumbuhkan motivasi untuk terjun di bidang pertanian dengan pembekalan sedari dini, selain itu pengembangan IPTEK diperlukan untuk mendukung pertanian berkelanjutan dengan pengembangan teknologi yang lebih modern yang akan menarik minat mahasiswa. Adanya peran media massa juga perlu digunakan sebagai media untuk mempublikasikan hal-hal positif mengenai lapangan pekerjaan di bidang pertanian, agar generasi muda termotivasi untuk terjun di bidang pertanian serta mampu memotivasi generasi muda untuk menuju pertanian yang lebih modern.

 

Penulis : Tim PKM RSH SIBER3D

Editor : Humas UNTIDAR

TOKACA Raih Juara LKTI Nasional Universitas Bangka Belitung 2023

Tiga mahasiswa Universitas Tidar meraih juara ketiga dalam LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT NASIONAL “FESCO 2023” yang diadakan oleh Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung.

Mahasiswa tersebut adalah Muhammad Maulana Yusup (S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik), Wahyu Karunia (S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik), dan Nisa Ulinnawa (S1 Pendidikan Biologi, FKIP). Ketiganya tergabung dalam tim yang Bernama “Tidar Squad” dengan pembimbing R. Faiz Listayanda, S.T., M.Eng., Dosen Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNTIDAR.

Festival Economics Competition (Fesco) Tahun 2023 ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung pada penyelenggaraan kali ini mengusung tema “Optimalisasi SDM di Era 5.0: Meningkatkan Kualitas dan Eksistensi SDM Berbasis Digital, Inovasi, dan Kolaborasi Guna Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”.

Foto : Tim Tokaca

Kompetisi karya tulis ilmiah nasional ini terbuka bagi mahasiswa aktif dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkolaborasi aktif dan mengasah kreativitas dalam merencanakan Pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Tim Tidar Squad menggagas TOKACA (TOTEBAG KAIN PERCA) BERBASIS QR-CODE untuk mengurangi limbah kain perca yang dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan sekitar.

Kain perca merupakan limbah yang sulit terurai alami. Penanganan saat ini yang umum dilakukan masyarakat yaitu dengan menimbunnya atau membakar limbah perca yang mengakibatkan pencemaran udara.

Berdasarkan studi literatur dan eksperimen  yang telah dilakukan oleh tim Tidar Squad, kain perca dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam jenis kerajinan yang mempunyai nilai estetika, fungsional, dan mampu mengurangi limbah sisa kain. Produk kerajinan yang dihasilkan dari kain perca, diantaranya, masker, totebag, sarung bantal, taplak meja, dan lain sebagainya. Selain itu, produk kerajinan yang dihasilkan sapat dijadikan bisnis, sehingga dapat meningkatkan ekonomi Masyarakat.

Foto : Tim Tokaca

Berangkat dari fenomena tersebut, Tim Tidar Squad merancang sebuah karya tulis dengan pemanfaatan limbah kain perca batik sebagai totebag dengan menggunakan limbah kain perca batik dari seluruh Nusantara dan penggunaan fitur scan pada QR-Code sebagai pemanfaatan teknologi. Fitur scan tersebut dapat digunakan sebagai sarana menampilkan dokumen yang berisi pengenalan budaya-budaya daerah khususnya batik. Dokume ini terdapar di Google Drive yang dapat disimpan secara mandiri, dan dibuka tanpa menggunakan sambungan internet. QR-Code pada sisi bawah totebag memiliki jenis yang berbeda sesuai motif batik yang terdapat pada totebag. Pada dokumen tersebut terdapat beberapa halaman yang berisi mengenai:

  1. Halaman awal berisi desain dan ringkasan terkait motif batik yang digunakan pada Tokaca .
  2. Selanjutnya, dipaparkan lebih dalam terkait sejarah perkembangan, asal daerah, makna simbolis, dan cara pembuatan dari motif tersebut.
  3. Halaman berikutnya berisi latar belakang, visi misi, dan tujuan dibuatnya Tokaca.
  4. Selain itu, pada akhir terdapat informasi seputar akun Instagram, TikTok, Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Informasi pada dokumen dikemas dengan detail menggunakan gambar animasi yang diambil melaui jurnal, maupun situs web resmi pemerintah. Gambar animasi tersebut diharapkan dapat msenambah wawasan masyarakat mengenai batik, sehingga dapat mendukung program ekonomi berkelanjutan.

Selain dapat mengurangi limbah kain perca, totebag TOKACA ini recananya dapat dipasarkan dengan harga jual sekitar Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 dengan target para mahasiswa maupun semua kalangan usia.

Secara singkat, karya tulis ini menyajikan ide dengan menciptakan sebuah produk totebag yang menjadi tren fashion nak muda yaitu “TOKACA”. Totebag ini berasal dari limbah kain perca batik yang diintegrasikan teknologi QR-Code dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. QR-Code tersebut berfungsi sebagai sarana memindai dokumen yang berisi deskripsi batik sesuai motif pada totebag. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dan eksperimen dalam mengumpulkan data yang relevan. Hasilnya, “Tokaca” dapat dijadikan sebagai inovasi totebag kain perca batik berbasis QR-Code, dikarenakan penggunaan motif batik dan QR-Code pada totebag dapat menambah nilai estetika, memperkuat identitas budaya Indonesia, meningkatkan pemahaman mengenai batik pada tiap daerah, dan mendukung program pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Mahasiswa saat ini dituntuk untuk mampu memberikan inovasi yang memberikan dampak positif untuk lingkungan sekitarnya, contohnya TOKACA ini. Harapannya inovasi karya tulis ilmiah kami ini dapat menginpirasi masyarakat luas dalam mengelola sampah khusunya kain perca,” jelas Nisa, salah satu tim Tidar Squad.

Penulis: Ulinnawa

Editor : Humas UNTIDAR

Rayakan Bulan Bahasa, Mahasiswa PBSI UNTIDAR Gelar Diksatra

Himpunan Mahasiswa Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia (Himaprodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menggelar Semarak Bulan Bahasa Diksatra di Gedung dr. H. R. Suparsono, Rabu (4/10).

Diksatra tahun ini mengangkat tema “Mengesistensikan Budaya Negeri Melalui Kreasi Gelar Seni Mahasiswa PBSI”. Mahasiswa PBSI menampilkan beragam pentas seni seperti tari tradisional, musik, pembacaan puisi, monolog, dan teater.

Foto : Panitia Diksatra

“Senang sekali ada acara semacam ini, ada Diksatra 2023 untuk memperingati bulan bahasa. Menurut saya ini kegiatan yang sangat mendorong apresiasi sastra. Kegiatan apresiasi sastra harus diperbanyak. Ke depan, teman-teman bisa untuk menghadirkan peserta dari luar dan peserta berperan aktif sebagai penampil,” tutur Koordinator program studi PBSI Liana Shinta Dewi, M.Pd.

Diksatra menyuduhkan 20 penampilan yang terdiri dari 4 penampilan tari, 1 monolog, 7 penyanyi, 6 penampilan puisi, dan 1 penampilan teater.

Sependapat dengan Liana, Siti Roqidah, salah satu penampil mengaku senang karena kegiatan ini menjadi unjuk karya dan keterampilan apik para mahasiswa PBSI. Seni, bahasa, dan sastra berkolaborasi menjadi satu tontonan menarik.

“Kegiatan ini jadi kesempatan buat kami semua untuk menunjukkan bakat dan keinginan kami untuk mengeksistensikan sastra dan bahasa itu sendiri. Apalagi, ini untuk perayaan bulan bahasa. Untuk saya pribadi, perayaan bulan bahasa yang diadakan tahun 2023 ini oleh himaprodi PBSI ini benar-benar keren dan seru banget,” kata Roqi.

Foto : Panitia Diksatra

Kelompok Saniandakara sukses menampilkan Teater dengan judul Senja Dua Kelelawar di malam puncak acara. Berkisah mengenai polemik kisah cinta antara Mursiwi, Suwarto, dan Ismiyati.

Diperankan oleh Kartika Devi Nur Aisyah (Mursiwi), Siti Roqidah (Ismiyati), Riski Adhi (Suwarto), dan Anand De Arfianshah (Sulaiman). Penampilan kelompok teater ini cukup mendapat banyak perhatian dari pengunjung.

Memeriahkan acara, beragam stand-stand bazaar tersedia menjual beragam produk mahasiswa PBSI. Acara terbuka untuk umum dan gratis sehingga ramai dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa UNTIDAR, dosen, dan tamu undangan.

Penulis: Asmitaayu

Editor : Isaka

Dukung Inovasi Lanjutan, UNTIDAR Danai 54 PKM Internal

Universitas Tidar memberi pendanaan internal untuk 54 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) internal tahun 2023. Kegiatan penandatangan kontrak pendanaan ini diikuti oleh seluruh ketua tim PKM di Ruang Multimedia, Rabu (4/10).

Setiap tim PKM skema delapan bidang memperoleh Rp3.000.000. Sementara itu, setiap tim PKM insentif mendapatkan Rp1.000.000.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendukung kepada tim-tim PKM yang tahun ini belum lolos pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Foto : Kemahasiswaan UNTIDAR

“Kalian luar biasa. Ini sebuah prestasi membanggakan. Kompetisi PKM itu menjadi satu kompetisi yang bergengsi tingkat nasional. Apalagi, banyak pula yang mengikuti program PKM Kewirausahaan yang sesuai dengan visi UNTIDAR. Harapannya, kalian mendapatkan pendanaan  pelaksanaan PKM untuk ke depan membawa nama baik mahasiswa, prodi, fakultas, maupun UNTIDAR,” kata Prof. Parmin.

Salah satu ketua tim PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT), Angelli Ana menyatakan, bantuan pendanaan ini sangat membantu timnya.

“Tim saya kebetulan belum lolos pendanaan di Belmawa. Pendanaan intensif ini membantu tim saya untuk merealisasikan ide tim saya,” katanya.

Angelli dan tim mengajukan PKM-GFT dengan judul “Analisis Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoe batatas L.) sebagai alternatif Feedlot Domba Wonosobo”. Nantinya, artikel penelitian yang sudah dibuat akan diikutsertakan dalam lomba karya tulis ilmiah sesuai subtema.

“Harapannya setelah hasil PKM kita dipublikasikan dapat memberikan manfaat dan inovasi bagi pembaca agar bisa diterapkan,” pungkasnya.

Pendanaan internal ini juga bertujuan memberikan semangat bagi para mahasiswa untuk berkompetisi kembali di PKM tahun depan dan memperoleh hasil yang lebih baik.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Persiapkan PIMNAS, UNTIDAR Gelar Simulasi Persiapan Penilaian Kemajuan PKM

Universitas Tidar menggelar Pelatihan Simulasi Persiapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Gedung dr.H.R. Suparsono, Jumat (29/9). Kegiatan diikuti oleh mahasiswa tim PKM dan dosen pendamping.

Sebanyak 21 tim PKM dari UNTIDAR mendapat bantuan dana dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kemendikbudristekdikti. Tim tersebut terdiri dari 19 tim PKM 8 Bidang (PKM-K, PKM-PM, PKM-KI, PKM-RE, dan PKM-RSH) dan 2 tim (PKM AI).

Foto : Kemahasiswaan UNTIDAR

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa peserta PKM menghadapi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

“Kegiatan ini tujuannya untuk persiapan Pimnas 21 tim dari UNTIDAR. Bagi 8 tim PKM 8 Bidang diarahkan untuk evaluasi laporan kemajuan, simulasi presentasi dan teknik presentasi persiapan PKP2. Sedangkan untuk 2 tim PKM AI mendapatkan masukan terkait poster dan laporan final. Masing-masing tim dikaji dan diberikan masukan langsung dari narasumber yang berkompeten,” tutur Prof. Parmin.

Menurutnya, pendampingan intensif diperlukan agar setiap tim tetap fokus dan maksimal dalam setiap tahapannya sehingga harapannya dapan lolos ke PIMNAS.

Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, dosen Universitas Negeri Semarang narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan materi terkait kiat-kiat lolos PIMNAS. Ada 2 hal penting yang perlu diperhatikan untuk lolos pimnas yaitu seleksi administrasi dan substansi.

Foto : Kemahasiswaan UNTIDAR

“Ingat, 100% patuh pada pedoman, dibimbing dan didampingi dosen. Perhatikan laporan kemajuan, PPT dan teknik presentasi. Belajar dari pemenang terdahulu,” jelas Prof. Amin Retnoningsih.

Masing-masing tim PKM melakukan simulasi praktik presentasi berguna untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam presentasi, visualisasi presentasi, dan pelaporan kemajuan pelaksanaan PKM. Di akhir acara, presentasi tersebut dievaluasi dan dinilai oleh Prof. Amin Retnoningsih.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

UNTIDAR Job Fair 2023 Buka Peluang Karier untuk Para Jobseeker

Dua puluh perusahaan nasional dan multinasional berpartisipasi dalam UNTIDAR Job Fair 2023 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Rabu (27/9). Kegiatan ini merupakan kerja sama Unit Pelaksana Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNTIDAR dengan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR.

Wakil Walikota Magelang, K.H. Drs. M. Mansyur, M.Ag., menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil. Tenaga kerja yang terdidik memiliki peran penting dalam menggerakkan sektor industri yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah Kota Magelang senantiasa memfasilitasj dan berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berpihak pada usaha swasta yang banyak menyerap tenaga kerja. Kami menyadari, sektor industri sangat berperan dalam membangun ekonomi daerah. Pembangunan ekonomi Kota Magelang pun sangat bergantung pada sektor industri. Sektor industri mampu menyerap tenaga kerja dan menciptakan nilai tambah pada setiap komoditi serta menjadikannya salah satu penentu pertumbuhan ekonomi,” ungkap K.H. Drs. M. Mansyur, M.Ag. dalam sambutannya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR Prof. Parmin, M.Pd. menyampaikan, acara ini adalah bukti nyata keseriusan UNTIDAR untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki keunggulan dan daya saing.

“Perguruan tinggi sekarang dituntut tanggung jawabnya. Bagaimana universitas tidak hanya menerima mahasiswa, memproses melalui kegiatan perkuliahan dan lain-lain. Lebih dari itu, kualitas perguruan tinggi juga ditentukan dari karier para lulusannya. Bahkan di kementerian itu sudah jelas, terpantau sistem,” jelas Prof. Parmin, M.Pd.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Ketua panitia UNTIDAR Job Fair 2023 Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. dalam laporannya menyebutkan, acara ini membantu calon pencari kerja melalui pameran karier, talkshow karier, hingga walk in interview untuk memfasilitasi pencarian pekerjaan langsung.

“Kami ingin menjembatani para pencari kerja yang sedang membutuhkan pekerjaan agar dapat terhubung dengan perusahaan atau dunia industri yang sedang mencari tenaga kerja. Jadi, akan ada simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara pencari kerja dan dunia industri,” jelas Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng.

Selain stand perusahaan, UNTIDAR Job Fair 2023 juga menyediakan stand Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) UNTIDAR. Stand ini diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin berkonsultasi terkait karier dengan para konselor profesional.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

UKM Pelita UNTIDAR Kenalkan Budidaya Maggot di Desa Kenalan Borobudur

Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan pengabdian di Desa Kenalan, Borobudur, Kabupaten Magelang dengan menggelar sosialisasi Budidaya Maggot.

“Kami ingin mengajak warga Desa Kenalan bisa mengelola sampah organik untuk dimanfaatkan dalam program budidaya maggot, sampah bisa dikelola dan warga bisa panen maggot untuk pakan ternak,” jelas Verjunnea Ali Choiriyan, Ketua Panitia Pelita Mengabdi, Selasa (26/9).

Kegiatan Pelita Mengabdi bertema “Peran mahasiswa dalam memanfaatkan limbah organik di Desa Kenalan melalui Budidaya Maggot ” diselenggarakan pada tanggal 23 September 2023 di Aula Balai Desa Kenalan.

“Kegiatan ini dihadiri 35 warga yang merupakan pengurus bank sampah, pemilik usaha slondok, serta warga yang memiliki hewan peliharaan ternak dan unggas,” tambahnya.

Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P., Pembina UKM Pelita sekaligus Dosen Prodi Peternakan Fakultas Pertanian, UNTIDAR memberikan materi pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot.

“Budidaya maggot sebenarnya tidak sulit namun butuh ketelatenan dan konsisten untuk menjalankannya. Siklusnya berputar dari telur menetas menjadi baby maggot/larva, kemudian maggot dewasa, pre pupa, pupa, dan lalat BSF (Black Soldier Fly). Sumber pakan bisa menggunakan sampah organik dapur, kotoran hewan/ayam yang mudah di dapat di sekitar Desa Kenalan,” papar Tri Puji.

Foto : Dok UKM Pelita

Maggot merupakan pakan ternak dengan protein tinggi yang baik digunakan untuk ternak unggas. Hasil maggot bisa dimanfaatkan warga yang juga berprofesi sebagai peternak untuk mengurangi biaya pakan ternak atau bisa juga dijual ke peternak unggas diluar desa.

Selain budidaya maggot, Syaiful Khusnul dari UKM Pelita mengajak diskusi warga terkait pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan di Desa Kenalan.

Warga diajak mulai mengenal jenis-jenis sampah, cara untuk mengatasinya, dan mengevaluasi/menyimpulkan apakah cara yang selama ini dilakukan cukup efektif untuk mengatasi sampah. Warga juga diberi penjelasan mengenai sampah, jenis, cara efektif mengatasi, serta gambaran perbandingan sampah dan pengelolaannya antara di Indonesia vs di luar (di Singapura).

Kepala Desa Kenalan, Agus Waluyo berharap sosialisasi ini dapat mengajak warganya lebih bijak dalam mengelola sampah.

“Mari mulai mengelola sampah baik yang organik dengan budidaya maggot salah satunya dan mulai mengelola sampah anorganik menjadi berbagai macam kerajinan,” tuturnya.

Agus juga menghimbau bahwa pengelolaan sampah ini tidak bisa dikerjakan hanya per individu saja namun setiap warga harus berkerja bersama-sama. Jika sampah bisa dikelola tentunya lingkungan menjadi bersih, nyaman dan sehat.

Foto : Dok UKM Pelita

Kegiatan Pelita Mengabdi merupakan Pelita Mengabdi ini merupakan proker tahunan dari Divisi Hibah, UKM dimana bertujuan memberikan kesempatan mahasiswa untuk terjun langsung membantu dan meningkatkan keswadayaan masyarakat serta memberikan wawasan yang luas kepada masyarakat awam. Untuk agenda kali ini, Pelita Mengabdi mengambil tema mengatasi masalah pencemaran sampah dengan implementasi budidaya maggot di Desa Kenalan.

Penulis : UKM Pelita UNTIDAR

Editor : Humas UNTIDAR