Kunjungi Untidar, UNSIQ Pelajari Manajemen Organisasi Mahasiswa

Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) mengunjungi Universitas Tidar dalam rangka studi tiru mengenai manajemen organisasi mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) di Ruang Multimedia, Rabu (7/2). Perwakilan ormawa Untidar dan UNSIQ dalam forum ini saling membagikan pengalaman organisasi, khususnya mengenai tips dan trik capaian UNTIDAR dalam Abdidaya PPK Ormawa 2023 lalu.

“Intinya UNTIDAR dan UNSIQ ‘kan berdekatan, bersaudara, masuk ke dalam perguruan tinggi Kedu raya. Oleh karena itu bagaimana Untidar dan UNSIQ jaya dan keren bersama melalui organisasi mahasiswa,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.

Prof. Parmin juga menyoroti data Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang menunjukkan hanya 20% lulusan S1 di Indonesia yang bekerja sesuai bidang keilmuannya.  Ia mengharapkan, kecakapan wirausaha dan berorganisasi mampu memberikan nilai tambah kepada mahasiswa Untidar dan UNSIQ.

“Besarnya prosentase lulusan perguruan tinggi yang menganggur makin hari makin mengkhawatirkan. Jadi ormawa kita memberikan hal yang sangat spesial, kenapa? Karena secara data nasional, mahasiswa yang mau bergabung menjadi pengurus ormawa makin menurun. Kurang dari 20% mahasiswa Indonesia yang mau aktif di organisasi. Maka harus kita pupuk dan rawat,” tambahnya.

Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Alumni, Inovasi Teknologi, dan PMB UNSIQ, Latu Menur Cahyadi, SE. menyampaikan, adanya wadah diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan prestasi organisasi mahasiswa UNSIQ.

“Semoga prestasi Untidar dan UNSIQ semakin meningkat. Kami butuh sharing bagaimana manajemen organisasi mahasiswa dan PPK Ormawa yang sudah berjalan di Untidar. Selanjutnya kita akan melakukan diskusi dan studi tiru, sehingga hal-hal baik dapat kita kembamgkan di UNSIQ untuk berdarmabakti kepada masyarakat,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi mengenai kondisi organisasi mereka, seperti tantangan program kerja hingga pengelolaan pendanaan.

Penulis : Isaka

Editor : Humas Untidar

Mapala Sulfur UNTIDAR Jaga Ekosistem dengan Kegiatan Resik Kali

Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sulfur UNTIDAR mengadakan kegiatan resik kali di Sungai Kalibening, RW 4 Potrobangsan, Kota Magelang, Rabu pagi (10/1). Kegiatan resik kali yang diikuti tiga puluh anggota Mapala Sulfur UNTIDAR mampu mengumpulkan sepuluh kantong berisi sampah sungai.

“Kegiatan ini bertujuan membuat aliran sungai menjadi bersih, mengembalikan ekosistem sungai yang baik, serta  menghindari penumpukan sampah yang bisa mengakibatkan banjir,” kata anggota Mapala Sulfur, Hanan.

Tiga puluh anggota Mapala Sulfur dibagi menjadi dua tim di dua lokasi untuk mempercepat proses pembersihan sungai.  Ia melanjutkan, kegiatan ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat sekitar.

“Masyarakat sekitar ingin mengembalikan ekosistem aliran air menjadi sama seperti dulu. Ketika datang pertama kali ke Magelang tahun 1960-an, aliran air masih sangat jernih dan ekosistemnya masih sangat terjaga,” kata Adi, Ketua RW 4 Potrobangsan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Anggrek Potrobangsan, serta tergabung dalam Komunitas Lingkungan Kali Bersih.

Ia berharap, kegiatan resik kali dapat terus berjalan untuk mengupayakan ekosistem aliran air Sungai Kalibening yang lebih baik sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat sekitar dengan mahasiswa UNTIDAR.

Salah seorang peserta resik kali, Arjuna, juga membagikan pengalamannya. Menurutnya, kegiatan ini bentuk kepedulian mahasiswa UNTIDAR terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Kegiatan yang sangat positif dan menghasilkan output yang positif. Kegiatan yang harus terus berjalan dan terus berkembang. Sehingga, terus terjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Caranya dengan saling menjaga dan peduli akan lingkungan,” pungkasnya.

 

Reporter: Hanan, Mapala Sulfur
Editor: Isaka, Magang Humas Untidar

Silvi Fatika meraih Juara Pertama Lomba Esai Nasional Pameran Arsip UGM 2023

Silvi Fatika Wulandari mahasiswi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar meraih Juara 1 dalam Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Kertas UGM dalam rangka Pameran Arsip dengan tema “Archiving the Pandemic Covid-19: Sejarah, Perjuangan, dan Harapan”.

Kreativitas Mahasiswa Kearsipan Universitas Gadjah Mada (Kertas UGM) merupakan forum mahasiswa kearsipan yang menyelenggarakan event tahunan Pameran Kearsipan yang terdiri dari berbagai kegiatan yaitu Lomba Esai, Lomba Infografis dan Lomba Video Pendek.

Foto : Dok. Silvi

Dalam lomba kali ini, Silvi Fatika Wulandari mengambil tema “Perjuangan dan Ketahanan Masyarakat” dengan judul esai “Filantropi Pertanian: Benteng Pertahanan Perekonomian Petani Tradisional di Kabupaten Cilacap.” Judul ini berkaitan dengan bagaimana strategi para petani di Kabupaten Cilacap dalam menyikapi Pandemi Covid-19.

Kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat pedesaan akibat pandemic Covid-19 menjadi waktu yang tepat untuk mengatakan bahwa tradisi yang baik dari praktik-praktik filantropi perlu untuk dilestarikan.

Praktik filantropi pertanian yang ada di Kabupaten Cilacap seperti bawon, ngasak, dan singgang terbukti mampu menjadi benteng pertahanan warga dari ancaman krisis ekonomi akibat terpaan badai pandemi Covid-19.

“Pemilik sawah dan warga sekitarnya sama-sama mampu bertahan di tengah kontraksi ekonomi nasional Indonesia. Semangat gotong-royong dan saling berbagi menjadi kekuatan dahsyat pertahanan ekonomi kelurga tani di Kabupaten Cilacap pada masa pandemi Covid-19,” terang Silvi.

Perjuangan dan harapan dalam praktik-praktik filantropi pertanian terbukti mampu mengatasi kelangkaan pangan dan kesulitan ekonomi pada keluarga petani. Sejarah tentang perjuangan dan harapan para petani Kabupaten Cilacap layak untuk diarsipkan menjadi sebuah referensi survival yang sangat bernilai bagi bangsa Indonesia.

Penulis : Silvi Fatika Wulandari

Editor : Humas UNTIDAR

Mahasiswa UNTIDAR Gagas Ide Batako dari Limbah Perca

Tiga mahasiswa Universitas Tidar membuat konsep produk batako dengan campuran limbah kain perca dalam lomba karya tulis ilmiah Scientific Festival 2023. Pada ajang yang digelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPA UNTIDAR tersebut, Muhamad Maulana Yusup (Teknik Mesin 2022), Fitria Noviastuti (Teknik Sipil 2022), dan Nisa Ulinnawa (Pendidikan Biologi 2022) berhasil meraih juara kedua.

Konsep produk batako yang dikreasikan tim tersebut bertajuk “Repawa (Recycling Patchwork Waste): Inovasi Batako Dengan Campuran Limbah Kain Perca Sebagai Solusi Dalam Mewujudkan Sustainability”. Konsep ini sejalan dengan tema lomba, yaitu “mewujudkan generasi muda yang intelektual, kreatif, dan bertalenta.”

Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2022, limbah kain menyumbang sekitar 500 ribu ton dari total sampah di Indonesia.

“Bahan yang digunakan pada batako Repawa menggunakan limbah kain perca dari segala jenis kain, sehingga dapat meminimalisir pencemaran yang dihasilkan oleh limbah kain perca,” jelas Maulana selaku ketua tim.

Industri fast fashion menjadi penyumbang 10% total emisi karbon di dunia. Emisi ini bahkan diperkirakan meningkat hingga 50% pada tahun 2030 jika masalah tak segera diatasi. Sehingga, inovasi ini adalah langkah tepat dan berdampak pada lingkungan.

“Selain itu, batako Repawa telah diuji melalui software simulasi, sehingga dapat dianalisis mengenai bagian yang terkena kuat tekan, perubahan panjang, dan displacement (perpindahan) pada Repawa,” pungkas Maulana.

 

Penulis : Muhamad Maulana Yusup

Editor : Isaka, Humas UNTIDAR

 

 

PPK Ormawa UKM Pelita Lestarikan Budaya Melalui Sanggar Reswara Budhoyo

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) Universitas Tidar meresmikan  Sanggar Reswara Budhoyo di Desa Kenalan, Borobudur, Kamis (26/10). Sanggar Reswara Budhoyo adalah hasil inisiatif PPK Ormawa UKM Pelita untuk melestarikan seni karawitan, angklung, dan batik.

Peresmian sanggar ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein, S.E. M.M. mewakili Bupati Magelang. Ia mengapreasiasi dedikasi UNTIDAR, Desa Kenalan, dan para seniman dalam memperjuangkan keberlanjutan budaya dan seni.

Foto : Tim PPK Ormawa UKM Pelita

“Terima kasih kepada para seniman dan budayawan yang senantiasa mendukung pengembangan seni budaya di Kabupaten Magelang. Semoga upaya dan semangat nguri-uri kabudayan senantiasa tersemat dalam diri kita semua. Olah budaya yang dilaksanakan dengan berdirinya Sanggar Reswara Budhoyo menjadi salah satu kontribusi kepada pemerintah dalam upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai perkembangan zaman,” kata Slamet Ahmad Husein, S.E. M.M.

Resmi berdiri, Slamet Ahmad Husein, S.E. M.M. menyerahkan piagam peresmian sanggar kepada Ketua Sanggar Reswara Budhoyo, Henricus Suroto. Menurutnya, peresmian sanggar ini adalah momen bersejarah yang menandai kemajuan pelestarian dan pengembangan kesenian di Kabupaten Magelang.

“Semoga Sanggar Reswara Budhoyo ini, dapat menjadi tempat inspirasi bagi para seniman untuk mengeksplorasi dan memperkaya seni tradisi, serta menjadi tujuan bagi para penikmat seni untuk menikmati keindahan budaya,” tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi sanggar serta pertunjukan angklung dan karawitan. Pada kesempatan ini, Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., ikut memainkan gamelan didampingi oleh Kepala Desa Kenalan, Agus Waluyo, S.Pd.I.

Permainan Karawitan bersama pimpinan UNTIDAR Foto : Tim PPK Ormawa UKM Pelita

Dosen pendamping PPK Ormawa UKM Pelita, Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. memastikan keberlanjutan program ini. Apalagi, Desa Kenalan memiliki banyak potensi seni dan budaya yang bisa dikembangkan.

“Program yang sudah berjalan di Desa Kenalan akan tetap berlanjut. UKM Pelita akan terus melakukan monitoring berkaitan dengan program seni budaya di Desa Kenalan. Selain itu, UKM Pelita juga menjadikan Desa Kenalan sebagai desa binaan selama tiga tahun ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Nafisa Khoiriah

Editor : Isaka, Humas UNTIDAR

Belmawa Kemendibudristek Lakukan Kunjungan dan Monitoring Lima Desa PPK Ormawa UNTIDAR

Direktorat Belmawa Kemendibudristek melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Tidar, Selasa-Rabu (31/10-1/11 2023).

Tim visitasi PPK Ormawa UNTIDAR yaitu Prof. Uyu Wahyudin, M.Pd., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  dan Dhaniek Wardhanie R., S.S., Sub. Koordinator Organisasi Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud mengunjungi 5 desa bimbingan PPK Ormawa di wilayah Kabupaten Magelang.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Desa yang dikunjungi di antaranya Desa Ngepanrejo binaan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMIK), Desa Tempurejo binaan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO), Desa Pogalan binaan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIPOL), Desa Sukomulyo binaan UKM KSR-PMI dan Desa Sumberarum binaan UKM IQSAN.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, M.Pd. menyampaikan UNTIDAR mulai “membumikan” PPK Ormawa sebagai program unggulan kemahasiswaan. Pasalnya, tahun ini, UNTIDAR berhasil meloloskan 12 subproposal PPK Ormawa untuk didanai Belmawa. Capaian tersebut bahkan meraih peringkat kedua terbanyak nasional.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Inovasi UNTIDAR untuk PPK Ormawa berkualitas dapat terwujud karena semua pihak turun. Kami gregetnya luar biasa. Bahkan, kami menerbitkan peraturan rektor baru tentang penyetaraan prestasi mahasiswa.  Hasilnya 12 tim berhasil lolos pendanaan karena kita memang punya strategi jitu,” tutur Prof. Dr. Parmin, M.Pd.

Prof. Uyu Wahyudin, M.Pd., tim visitasi Belmawa usai mengunjungi desa menuturkan, PPK Ormawa UNTIDAR memerlukan keberlanjutan program dan pengembangan kemitraan.

“Perlu pengembangan produk-produk yang dihasilkan oleh desa. Selain itu juga perlu kemitraan yang menggandeng dinas-dinas terkait, pihak swasta yang memang kaitannya dengan hasil binaan yang prospektif. Itu harus dikolaborasikan sehingga potensi unggulan lokal ini semakin berkembang,” katanya.

Prof. Uyu Wahyudin, M.Pd. mencontohkan binaan UKM KSR-PMI yang mendirikan sekolah perempuan Desa Sukomulyo. Sekolah perempuan ini memberikan beragam pelatihan mengenai pengolahan hasil unggulan lokal, manajemen keluarga, pertanian, pemasaran, hingga pengembangan potensi wisata.

“Seperti slondok hasil olahan lokal ini bagus, ada juga hidroponik. Sayuran hasil hidroponik ini bisa ke rumah-rumah makan. Semua itu dari kemasan, kualitas, alat-alat, dan pemasarannya harus berkembang sehingga ada konektivitas dan kemitraan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Dhaniek Wardhanie R., S.S. selaku tim visitasi Belmawa menyampaikan, PPK Ormawa UNTIDAR tahun ini variatif dan menarik. “Para mahasiswa sungguh-sungguh dan serius. Itu yang saya apresiasi. Juga bimbingan dan kolaborasi ormawa berperan penting di sini. Ormawanya ikut turun membantu tim pelaksana PPK dan bekerja sama membantu masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu memfasilitasi kerja sama dengan pemerintah daerah agar saling membantu masyarakat untuk memberdayakan diri bersama. Terkait kerja sama, sebelumnya UNTIDAR telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kabupaten Magelang dan perjanjian kerja sama dengan 11 desa di Kabupaten Magelang mengenai PPK Ormawa pada 11 Juli lalu.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

 

195 Atlet Jateng Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Krida Satria UNTIDAR 2023

Universitas Tidar menggelar kejuaraan pencak silat Krida Satria UNTIDAR di Gedung Olahraga (Gor) Samapta, Sabtu-Minggu (28-29/10/2023). Kejuaraan tingkat provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh 195 atlet remaja dan mahasiswa pada untuk memperebutkan piala Rektor UNTIDAR.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya memberikan semangat untuk para atlet.

“Selamat datang kepada para tamu undangan, para atlet kejuaraan pencak silat, mahasiswa penerima beasiswa pemerintah Kota Magelang, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang. Acara ini merupakan komitmen UNTIDAR dalam pengembangan olahraga di lingkungan kampus. Dukungan dan semangat kami sampaikan bagi peserta untuk meraih kesuksesan dalam bidang olahraga dan pengembangan diri,” tuturnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Kegiatan diawali dengan prosesi pemukulan gong sebagai tanda dibukanya acara. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara UNTIDAR dengan KONI Kota Magelang. Selain itu, pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi S.Sos., M,si. secara simbolis menyerahkan beasiswa mahasiswa berprestasi pemerintah Kota Magelang kepada mahasiswa UNTIDAR.

Dengan adanya penandatanganan perjanjian kerja sama, Ketua KONI Kota Magelang Ali Sobri Sungkar berharap, KONI dapat menjadi mitra strategis UNTIDAR untuk memajukan olahraga khususnya untuk mahasiswa. Tak hanya sebagai ajang prestasi, acara ini diharapkan dapat memupuk kebersamaan dan memberikan inspirasi bagi semua yang terlibat.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Kerja sama yang baik antara kampus dan KONI sangat vital dalam menciptakan lingkungan olahraga yang sehat dan berkualitas. Semoga kerja sama dengan KONI dapat terus ditingkatkan demi memberikan manfaat yang maksimal, terutama dalam mengembangkan olahraga di lingkungan universitas,” kata Ali Sobri Sungkar.

Kejuaraan pencak silat terdiri dari dua kategori, yakni kategori seni dan kategori laga. Setiap kategori terbagi menjadi kelompok remaja dan mahasiswa/dewasa. Kontingen TS PIMDA 07 Magelang meraih juara umum dengan perolehan 7 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Sementara itu, juara favorit diraih atlet remaja kontingen PSHT Jambewangi dan atlet dewasa kontingen TS PIMDA 07 Magelang.

Informasi Daftar Juara silahkan KLIK DISINI

Penulis : Hasna Anisah Putri N.

Editor : Isaka, Humas UNTIDAR

Jaring Atlet Mahasiswa, UNTIDAR Teken Kerjasama dengan KONI

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Magelang, Ali Sobri, A.Md.Ak. resmi menandatangi dokumen kerjasama, Sabtu (28/10) di Gedung Olahraga (GOR) Samapta.

Kerjasama ini memberikan dasar hukum bagi UNTIDAR dan KONI untuk melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemampuan, Minat dan Bakat Olahraga Mahasiswa serta meningkatkan prestasi di bidang olah raga.

“Besar harapan kami mulai muncul atlet-atlet potensial dari UNTIDAR dan juga bisa memotivasi atlet di Magelang untuk tidak perlu kuliah diluar kota tapi bisa melanjutkan kuliah di UNTIDAR lewat jalur prestasi,” tutur Ketua KONI, Ali Sobri.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Dalam kesempatan yang sama diselenggarakan seremonial penyerahan Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Kota Magelang, Rektor Cup Turnamen Tenis Lapangan dan Kejuaraan Pencak Silat Krida Satria.

Hamza, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Magelang yang hadir mewakili Walikota berharap beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa asal Kota Magelang ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan memebrikan motivasi dalam perkuliahannya.

“Harapannya agar bantuan beasiswa ini dapat menjadi motivasi untuk belajar, bekerja, berkaya dan berprestasi lebih tinggi dimasa yang akan datang,” kata Hamza, Sekda Kota Magelang.

Beasiswa Mahasiswa Beprestasi Kota Magelang Tahun 2023 diterima oleh 55 mahasiswa UNTIDAR dimana setiapa orangnya menerima bantuan sebesar 3 juta rupiah. Seleksi beasiswa telah dilaksanakan sekitar bulan Juni 2023, proses seleksi dilaksanakan Dispora Kota Magelang dan Bagian Kemahasiswaan UNTIDAR.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Senada dengan Sekda Kota Magelang, Rektor UNTIDAR juga berharap beasiswa pendidikan dari Pemkot ini bisa menjadi salah satu cara menaikkan indeks pendidikan di Kota Magelang.

“Beasiswa ini merupakan wujud nyata tanggung jawab Pemkot Magelang menaikkan indeks pendidikan di Kota Magelang. Putra putri Magelang bisa terbantu dengan beasiswa ini. UNTIDAR dan Pemkot akan terus berkolaborasi untuk kemajuan Kota Magelang,” ujar Rektor.

Rektor Cup

UNTIDAR di hari yang sama juga menyelenggarakan Rektor Cup Turnamen Tenis Lapangan se-Karesidenan Kedu. Peserta dibagi adalam 2 kelompok, tournamen antar mahasiswa dari 6 tim dari 4 perguruan tinggi yaitu Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Akademi Teknik Tirta Wiyata (AKATIRTA), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) dan UNTIDAR.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Juara 1 diperoleh oleh AKATIRTA, Juara 2 oleh UMP dan Juara 3 adalah UNTIDAR. Sedangkan kelompok 2 adalah kelompok eksebisi antara pegawai UNTIDAR dan Pemkot Magelang.

Penulis : Recka

Editor : Humas UNTIDAR

Novanda dan Danang Cetuskan Ide Desa Mandiri Energi Manfaatkan Tenaga Surya dan Air

Dua mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Tidar, Novanda Yoga Astaraga (Teknik Sipil ’21) dan Danang Wicaksono (Teknik Elektro ’20) merumuskan sebuah konsep desa mandiri energi dengan mengkolaborasikan potensi tenaga surya dan air.

STROM : Strategi Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pembangkit Listrik PhotovoltaicMikrohidro terintegrasi IoRa sebagai Upaya Penguatan Desa Mandiri Energi.

“Konsep STROM merupakan pembangkit listrik hybrid yang memadukan beberapa jenis pembangkit listrik seperti surya dan air. Pembangkit ini ditujukan untuk dapat mengoptimalisasi potensi energi pada suatu daerah dan menutupi kelemahan setiap pembangkit,” terang Novanda, Ketua Tim STROM.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan Novanda dan Danang, beberapa desa di Kabupaten Magelang telah memiliki instalasi panel surya dan dimanfaatkan untuk penerangan dan kebutuhan listrik di wilayahnya. Namun, ada potensi aliran sungai dan irigasi yang juga bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan hasil listrik yang diperoleh.

“Pemanfaatan konsep STROM diharapkan dapat memenuhi 60% dari total kebutuhan energi desa (listrik) dengan memberdayakan potensi sumber daya daerah yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian desa,” tambahnya.

Suplai energi yang dibutuhkan ramah lingkungan dan merupakan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar sebagai solusi energi berkelanjutan dan rendah emis

Menamai timnya “Paku Bumi”, konsep STROM berhasil meriah juara 1 dalam Lomba Esai tingkat nasional “Pesta Ilmiah Sriwijaya” yang digelar Universitas Sriwijaya, Palembang pada Rabu, 17  Oktober 2023.

Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah mengenai peran generasi muda nusantara dalam restorasi budaya melalui kreasi dan inovasi mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Sedangkan konsep STROM yang menitikberatkan pada energi baru merupakan salah satu perwujudan SDGs poin ketujuh, yakni energi bersih dan terjangkau.

Foto : Tim Paku Bumi

Prestasi Novanda dan Danang kali ini merupakan hasil dari pantang menyerah dalam mengikuti berbagai lomba. Sebelumnya, mereka sudah beberapa kali mengikuti berbagai lomba, baik daring maupun luring, secara tim maupun pribadi. Lewat pengalaman itu, mereka mengunjungi berbagai kota di Indonesia, seperti Medan dan Makassar, meskipun tak selalu mendapatkan juara.

“Jangan takut mencoba. Kita kembangkan bakat kita. Kita uji aja, seberapa jauh energi dan potensi kita. Kita maksimalin aja. Manfaatkan waktu mengenali potensi diri dan ciptakan ide-ide yang bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Novanda.

Penulis : Isaka dan Tim Paku Bumi

Editor : Humas UNTIDAR

 

Peluang Bisnis Bantal Raja Eco, Ubah Sampah Jadi Cuan

Tiga mahasiswa Himadiktar (Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar) yaitu Taufiq Rahmansyah (S1 Teknik Elektro 2020), Adit Triyono (S1 Teknik Sipil 2020), dan Ahmedayevikramullahirubba (S1 Teknik Elektro 2020) membuat ide Business Plan mengelola sampah plastik menjadi bantal.

Foto : Tim Himadiktar

Busines plan ini berjudul Bantal Raja Eco : Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Bantal dengan Motif Ecoprint yang Bernilai Ekonomis Mendukung SDGs Menuju Indonesia Emas 2045. Selain sebagai solusi pengelolaan sampah non organik, ide ini juga bisa menjadi peluang bisnis berkelanjutan.

“Limbah plastik diolah menjadi potongan yang lebih kecil dan dimanfaatkan menjadi isi bantal. Sedangkan untuk sarung bantalnya, menggunakan bahan ecoprint yang ramah lingkungan,” jelas Taufik, selaku ketua Tim.

Data dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, rata-rata jumlah sampah yang dihasilkan per orang dewasa adalah 0,3 kg/hari, apabila jumlah Kabupaten Magelang sebesar 1,2 juta jiwa, maka sampah yang dihasilkan sebesar 360.000 kg/hari atau 360 ton sampah/hari.

“Mengingat besarnya jumlah sampah di Kabupaten Magelang, jika rencana bisnis Bantal Raja Eco bisa dijalankan pastinya bisa mengurangi limbah sampah plastik dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya.

Output yang diharapkan dari rencana bisnis Bantal Raja Eco adalah produk yang inovatif, berkualitas dan ramah lingkungan; penciptaan lapangan kerja; pengembangan bisnis berkelanjutan dan usaha pemanfaatan limbah plastik menjadi bantal tidur secara langsung berkontribusi terhadap beberapa SDGS menuju Indonesia Emas 2025.

Rencana bisnis Bantal Raja Eco membutuhkan modal awal sekitar 5 juta rupiah. Jika bisa memproduksi 100 bantal tiap bulannya dengan harga jual Rp 60.000 proyeksi laba tahun pertama bisa mencapai 27 juta rupiah.

Busines plan Bantal Raja Eco yang diusung Taufik, Adit dan Ahmed ini meraih Juara 1 dan Best Paper pada Lomba Business Plan Nasional PENA ADIKSI Batch V yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-Kuliah (ADIKSI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto pada 7 Oktober 2023.

 

Penulis : Adit Himadiktar

Editor : Humas UNTIDAR