Tim PPK Ormawa HIMAPBIO Untidar Bawa Petani Muda Desa Mangli Menuju Pertanian Berkelanjutan Ubah Sampah Jadi Cuan

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) Universitas Tidar melaksanakan pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), Selasa (20/08).

Berlokasi di Green House Berkah Surya Setaman, Dusun Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang kegiatan ini menggandeng Bapak Widi salah satu founder dari Mina Cikal Sari Wates, Magelang.

“Maggot BSF mampu mengubah sampah organik menjadi protein dalam waktu singkat, dan proses ini lebih higienis dibandingkan metode pembusukan dengan maggot jenis lain,” jelasnya.

Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, maggot BSF juga dapat dijadikan sebagai pakan alternatif bagi ternak seperti lele dan unggas karena kandungan protein, lemak, dan asam amino esensial yang tinggi.

“Kita perlu mengenalkan pada masyarakat cara memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan limbah hasil pertanian menjadi pakan untuk maggot BSF,” tambah praktisi dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam budidaya maggot ini.

Pengelolaan sampah organik dengan maggot juga dapat mengurangi bau yang dihasilkan oleh pembusukan sampah dan menghasilkan pupuk organik (kasgot) sebagai produk sampingan.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup pemahaman siklus hidup maggot, persiapan pakan maggot, pembuatan komposter tumpuk, serta teknik pemanenan maggot dan komposnya. Peserta juga berkesempatan untuk mempraktikkan langsung cara menyiapkan pakan maggot pada tahap baby maggot dan pengolahan kompos dari limbah maggot.

Ketua Sanggar Ambawani Tani, Walyudi, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat menghargai inisiatif ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Beliau berharap para pemuda di desanya bisa berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah dapur dan sampah organik sebagai pakan maggot, yang berpotensi menjadi peluang usaha di masa depan.

Bersama para warga Dusun Mangli, Tim PPK Ormawa Himapbio, dosen pendamping serta volunteer memgikuti tahapan demi tahapan dalam pelatihan maggot ini salah satunya adalah pembuatan komposter.

Turut hadir, Dosen yang juga Guru Besar Untidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

“Saya sangat tertarik dengan inovasi budidaya maggot ini. Meskipun terlihat sederhana, manfaatnya sangat banyak dan mudah diterapkan di rumah, serta berpotensi memberikan keuntungan yang signifikan,” jelasnya.

Penulis : Tim PPK Ormawa Himapbio

Editor : Humas Untidar

PENERIMA BEASISWA MAHASISWA BERPRESTASI KOTA MAGELANG TAHUN 2024 (BAGI MAHASISWA UNTIDAR)

Pengumuman Penerima Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Kota Magelang Tahun 2024 dapat diakses KLIK DISINI

Bagi penerima beasiswa WAJIB dalam kegiatan Penyerahan Beasiswa pada Sabtu, 24 Agustus 2024 pukul 12.00 Wib di GKU dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Universitas Tidar mengenakan pakaian rapi, sopan, bersepatu dan jas almamater.

 

Tim PPK ORMAWA HIMAPBIO UNTIDAR Ajak Petani Desa Mangli Tingkatkan Nilai Produk Pertanian di Era Modern

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) menggelar Workshop Diversifikasi Hasil Pertanian, Senin (05/08) di Gedung Serbaguna Dusun Mangli, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

“Siapa sangka sayuran yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjelma menjadi produk yang lezat? dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Rifqi Nashiruddin, tim PPK Ormawa Himapbio Untidar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi kuliner dengan bahan utama hasil pertanian lokal yaitu brokoli dan daun bawang. Peserta workshop yaitu anggota Sanggar Tani Muda Sawiji Wani, yang terdiri dari pemuda-pemudi Dusun Mangli, serta anggota Koperasi Berkah Surya Setaman yang terdiri dari ibu rumah tangga diajak untuk membuat berbagai olahan seperti nugget brokoli, es krim brokoli, wonton brokoli, serta stik dan pangsit daun bawang.

Demonstrasi dipandu langsung oleh tim PPK Ormawa HIMAPBIO yang berkomitmen untuk mendorong diversifikasi produk pertanian. Diversifikasi dilakukan untuk menggali potensi pertanian yang ada di Desa Mangli.

“Workshop ini diharapkan agar potensi hasil pertanian di Desa Mangli dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani di sini,” tambahnya.

Selain itu, pelaksanaan diversifikasi hasil pertanian ini juga bertujuan untuk menggerakkan inovasi dan semangat para petani muda serta anggota koperasi di Desa Mangli.

“Sebelumnya tidak terpikirkan akan olahan brokoli dan daun bawang seperti ini, padahal di sini melimpah dan biasanya hanya dijual ke pengepul saja,” ungkap salah satu peserta workshop dengan antusias.

Pengolahan stik daun bawang bertujuan agar hasil yang melimpah dari  petani bisa dimanfaatkan maksimal dan memberikan hasil tambahan dari hasil olahan ini.

“Pengolahan brokoli dalam bentuk es krim dan nugget pastinya digemari anak-anak, sehingga mereka lebih tertarik mengkonsumsinya dan memberikan tambahan gizi,” tambah Rifqi.

Produk diversifikasi hasil pertanian yang diperkenalkan terdiri dari empat produk utama: nugget brokoli, dimsum brokoli, es krim brokoli, dan stik daun bawang. Pembuatan produk-produk tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, menyesuaikan adonan dengan masing-masing bahan yang telah dijelaskan oleh Tim PPK Himapbio Untidar sehingga menghasilkan produk pangan yang siap dikonsumsi.

“Workshop diversifikasi hasil pertanian ini melalui banyak percobaan trial and error sehingga hasilnya paten dan terjamin kualitasnya. Pembuatan hasil olahan pertanian oleh mahasiswa Himapbio Untidar merupakan pembelajaran yang didapatkan dari para usahawan sukses, sehingga produk ini akan mudah dipasarkan,” jelas Dr. Setiyo Prajoko, S.Pd., M.Pd., dosen pendamping Tim PPK Ormawa Himapbio.

Produk diversifikasi hasil pertanian ini dapat menjadi produk niche yang diminati oleh konsumen yang mencari alternatif makanan sehat. Produk ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut dan dipasarkan ke daerah lain terutama yang menggemari makanan sehat dan unik.

Penulis : Tim PPK Ormawa

Editor : Humas Untidar

Untidar Pastikan Tidak Ada Perpeloncoan di PKKMB Untidar 2024

 

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si menyampaikan tidak akan ada perpeloncoan di rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Tidar hal ini merupakan salah satu upaya pembentukan idealisme dan karakter cinta tanah air pada mahasiswa baru.

“Saya pastikan tidak ada perpeloncoan di Untidar. PKKMB diselenggarakan untuk membantu mahasiswa lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan di kampus. Program ini dirancang untuk melewati transisi dari siswa menjadi mahasiswa yang mandiri dan memiliki pengetahuan IPTEK untuk berbakti kepada masyarakat, lingkungan alam dan sosial,”  jelasnya.

Rektor berharap mahasiswa baru mulai menyadari bahwa saat ini telah menyandang gelar mahasiswa yang akan menjadi perintis dan pelaku yang berperan serta membawa marwah bagi kehidupan bangsa.

“Kegiatan ini juga dapat dijadikan titik tolak pembentukan idealisme dan penguatan karakter cinta tanah air,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan PKKMB Tahun 2024 resmi dibuka pada Senin (5/8) di Gedung dr. H. R Suparsono, Kampus Tuguran, Untidar.

Penyematan jas dan topi kepada perwakilan mahasiswa baru tahun 2024 oleh Rektor Untidar. Foto : Dewangga Tri Pradani, Tim PDD PKKMB

Setelah melakukan penandatanganan dokumen serah terima mahasiswa baru dengan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., Rektor memakaikan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa baru yaitu Dandi Setiawan dari Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fisipol dan Zahwa Aulia Faiza dari Prodi Gizi, Faperta diikuti seluruh mahasiswa baru sebagi tanda telah resminya menyandang status sebagai mahasiswa Untidar.

Walikota Magelang. dr. Aziz menyatakan selalu mengamati perkembangan Untidar utamanya mahasiswanya. Foto : Bagus, Untidar TV

Walikota Magelang, dr.H.Muchammad Nur Aziz menyampaikan maba Untidar 2024 merupakan calon penerus bangsa. Pemkot Magelang akan selalu mendukung Untidar dalam mencetak penerus bangsa yang unggul.

“Untidar merupakan kebanggaan Kota Magelang, sebagai orang yang mengikuti perkembangan Untidar dari dulu, saya melihat perkembangan yang cukup pesat dan semoga kedepannya lebih banyak lagi orang yang menyadari betapa hebatnya Untidar. Pemkot akan selalu berusaha untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Universitas Tidar,” tuturnya.

Ketua Panitia PKKMB Untidar 2024, Mashud Syahroni S.Pd., M.Pd. menekankan PKKMB di Untidar diselenggarakan atas 3 asas yaitu keterbukaan, demokratis, dan humanis.

“PKKMB tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan kampus baik akademik maupun non akademik. Oleh karena itu, PKKMB harus dilaksanakan atas 3 asas yaitu  keterbukaan, demokratis dan humanis. Apabila mahasiswa baru menemukan atau mengalami perpeloncoan dalam pelaksanaan PKKMB yang tidak berasaskan atau melanggar 3 asas tadi maka harap melaporkannya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil sidang senat, total pendaftar mahasiswa baru di Untidar sebanyak 26.169 calon mahasiswa sementara jumlah calon mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa baru sebanyak 3.880 mahasiswa. Dari 3.880 mahasiswa baru, sebanyak 940 diantaranya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi, sebanyak 674 mahasiswa berasal dari Fakultas Pertanian, sebanyak 785 mahasiswa berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan 708 mahasiswa berasal dari Fakultas Teknik.

Kegiatan Pembukaan PKKMB ini juga disertai pembekalan materi pengenalan sistem pendidikan di Indonesia, perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. Dilanjutkan dengan pemaparan materi pengembangan karakter mahasiswa agar mempunyai sikap intelektual, growth mindset, dan kampus sehat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.. Terakhir, penyampaian materi kehidupan berbangsa, bernegara, dan pembinaan kesadaran bela negara oleh Brigjen TNI Afianto dari Akademi Militer.

Seluruh mahasiswa baru akan mengikuti serangkaian PKKMB selama satu minggu yaitu pada 5-12 Agustus 2024. Dimana 2 hari pertama yaitu 5-6 Agustus 2024 merupakan PKKMB tingkat Universitas dan dilanjukkan PKKMB tingkat fakultas. Rangkaian terkahir pada 12 Agustus 2024 akan dilakukan papermob di Kampus Sidotopo Untidar.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Tim PPK ORMAWA KSPM FE 2024 Bangun Sistem Bank Sampah Digital di Desa Bandongan

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi (KSPM FE) Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi kegiatan PPK ORMAWA di Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang pada Jumat (26/07).

Tahun 2024 ini, PPK ORMAWA KSPM FE mengangkat topik Rumah Sampah Digital dengan judul sub proposal “Optimalisasi Pemasaran Hasil Bank Sampah Melalui Rumah Sampah Digital di Desa Bandongan”.

Melalui aplikasi “Pasar Hijau”, Bank Sampah di Desa Bandongan menerapkan sistem digital untuk setiap bank sampah unit dalam bentuk aplikasi. Dengan memperkenalkan sistem digital dalam pemasaran sampah, sistem operasional bank sampah menjadi lebih efisien dan optimal.

Perbedaan signifikan terdapat pada proses inventarisasi data nasabah. Pada bank sampah konvensional, data sampah yang ditabung akan dicatat di buku tabungan nasabah secara manual. Sementara pada rumah sampah digital ini, pencatatan dilakukan menggunakan aplikasi “Pasar Hijau” yang akan terintegrasi langsung dengan sistem terpadu.

Kepala Desa Bandongan, Bapak Sujono, S.A.P., menyampaikan kegiatan ini akan sangat berdampak positif bagi masyarakat Desa Bandongan.

“Saya yakin program ini akan berjalan dengan baik dan akan berdampak positif untuk masyarakat, karena penjualan sampah tidak lagi door to door, tetapi menggunakan aplikasi. Pemerintah Bandongan dan kelembagaan menunggu hasil dari apa yang PPK ORMAWA KSPM Untidar kerjakan,” ungkapnya.

Senada dengan Kepala Desa, Camat Bandongan, Bapak H. Haryono, S.Pd., M.Pd., berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Bandongan.

“Program ini tidak salah sasaran dan Desa Bandongan memang sudah pas menjadi sasarannya. Mudah-mudahan selama 5 bulan ini kegiatan bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Terakhir, harapan pak camat ini semoga sampah menjadi hilang dan berkah sehingga bisa mensejahterakan kita semua,” harapannya.

Karunia Galih Permadani, S.Pd., M.Sc., selaku Dosen Pendamping Tim PPK Ormawa KSPM berharap program ini dapat berlanjut dan lolos Abdidaya.

“PPK ORMAWA dari Untidar yang didanai oleh kementerian sejumlah 17 tim. Disini antusias dan dukungannya sangat tinggi dari desa dan pihak-pihak terkait. Jadi kami mohon dukungannya lagi agar programnya tidak hanya stop disitu tapi bisa menjadi program yang berkelanjutan. Semoga PPK KSPM bisa maksimal menjalankan tugasnya dan bisa berlanjut lolos ke Abdidaya. Selain tim, mitra dari PPK juga bisa diajukan untuk mengikuti nominasi di Abdidaya dan mengikuti kompetisi di Bali,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator PPK ORMAWA Universitas Tidar, Ibu Karunia Galih Permadani, S.Pd., M.Sc., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bapak Axel Giovanni, S.E., M.M., Kepala Kecamatan Desa Bandongan, Bapak H. Haryono, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Bandongan, Bapak Sujono, S.A.P, Mitra Bank Sampah Induk Kota Magelang, Kepala Kepolisian Sektor Desa Bandongan, Komandan Rayon Militer 03/Bandongan, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bandongan, Ketua Bank Sampah Desa Bandongan, Pengurus TPS3R, Pengurus Rumah Maggot, Karang Taruna, Ketua TP PKK, serta Masyarakat Desa Bandongan.

Dalam kesempatan ini, Tim PPK Ormawa KSPM menyerahan bak sampah organik dan anorganik kepada Ketua Bank Sampah Desa Bandongan sebagai simbol peresmian PPK ORMAWA KSPM FE di Desa Bandongan.

Penulis : Tim PPK Ormawa KSPM

Editor : Kerin, Humas Untidar

 

 

PPK Ormawa Himakta Untidar Gelar Sosialisasi PHBS dan Pengelolaan Sampah Mandiri untuk Atasi Stunting di Desa Wonoroto.

Tim Program Penguatan Kapasistas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himakta) Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah secara mandiri di Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Senin (29/7).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak secara optimal,” ujar Auralia Admyrals Salsabilla Aidi, Ketua Tim PPK Ormawa Himakta Untidar.

Pasca kegiatan ini masyarakat Desa Wonoroto dapat lebih memahami dan menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Penerapan PHBS dan pengolahan sampah ini harapannya membantu menekan angka stunting di wilayah ini,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Kecamatan Windusari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang selaku mitra PPK Ormawa Himakta, masyarakat Desa Wonoroto, ketua Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Ormawa Himakta, dan tim PPK Ormawa Himakta.

Ika Ernia Wirawanti, S.KM., selaku perwakilan Puskesmas Kecamatan Windusari, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut, khususnya mengenai PHBS.

“Ada beberapa PHBS dalam tatanan rumah tangga seperti konsumsi aneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, dan menggosok gigi minimal 2 kali sehari,” jelasnya.

Di sisi lain, Robi Hari Marhesa, S.T., M.Ling, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Magelang menuturkan, pemilahan sampah memungkinkan bahan-bahan yang masih bisa digunakan untuk diproses kembali, mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru, dan membantu melestarikan sumber daya alam.

“Terdapat lima cara pemilahan sampah dalam rumah tangga yaitu sampah yang mudah terurai oleh alam, sampah yang dapat digunakan kembali, sampah yang dapat didaur ulang, sampah B3 dan limbah B3 seperti kemasan obat, serta sampah residu,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi PHBS dan pengelolaan sampah mandiri pada masyarakat Desa Wonoroto, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menerapakan PHBS serta cara pengelolaan sampah yang efektif, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan nyaman bagi semua warga desa.

Penulis : Tim PPK Ormawa Himakta

Editor : Humas Untidar

Untidar Tuan Rumah Peksimida Jawa Tengah Tangkai Lomba Monolog 2024

Universitas Tidar menyelenggarakan Pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2024 tangkai Lomba Monolog, Senin malam (29/7) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R Suparsono.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyatakan Untidar selalu siap untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tingkat provinsi dimana momentum seperti ini mempererat persaudaraan dan saling mendukung “keluarga” Jawa Tengah.

“Tentu saja Jawa Tengah akan menemukan penantang-penantang hebat di Peksiminas nanti. Jangan biarkan seleksi monolog ini bersaingnya berlebihan, silahkan nikmati saja perlombaannya. Jangan sampai kebersamaan luntur, toh, nanti yang mewakili Jateng satu, mari kita saling mendukung,” tuturnya.

Prof. Parmin panggilan akrabnya, mengapresiasi panitia yang terdiri kolaborasi dosen, tendik, dan mahasiswa Untidar pada pelaksanaan Peksimida tangkai Lomba Monolog ini. Semoga kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari yaitu 29 – 31 Juli 2024 ini berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan ini turut hadir, Sekretaris Umum Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng, Iswoyo S.Pt.M.P.

“Terima kasih atas fasilitas dan bantuan yang diberikan Untidar. Jateng tahun ini mengemban misi yang berat. Pada tanggal 2-7 September nanti, pada pelaksanaan Peksiminas di Jakarta, Jawa tengah mengemban misi mempertahankan juara umum. Mohon dukungannya kepada seluruh pihak,” ungkapnya.

Peksimida Tangkai Monolog Jawa Tengah diikuti oleh 28 perguruan tinggi di Jawa Tengah meliputi Universitas Sebelas Maret, Universitas Muria Kudus, Universitas An Nur, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Pekalongan, Universitas Veteran bangun Nusantara, Universitas Negeri Semarang, Universitas Aisyiah Surakarta, Universitas Muhamadiyah Purwokerto, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Aki, Universitas Semarang, Universitas Muhamadiyah Surakarta, Universitas Muhamadiyah Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Ngudi Waluyo, Politeknik harapan Bersama, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tidar, Universitas Wahid Hasyim, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Slamet Riyadi, Universitas PGRI Semarang dan Universitas Diponegoro.

 

Menggandeng 3 juri professional dari kalangan akademisi yaitu Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, dari kalangan seniman yaitu Ibu Tentrem Lestari, M.Sc. dan Praktisi Nasional Tri Setyo Nugroho, S.E. yg lebih dikenal dgn nama Mas Gepeng Nugroho.

PIC Peksimida Jawa Tengah 2024 Tangkai Lomba Monolog, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A. mengungkapkan peserta tahun ini sangat antusias mengikuti perlombaan.

“Tangkai seni monolog selain menjadi perlombaan terakhir dalam Peksimida Jawa Tengah, juga menjadi pementasan antar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Disini mereka tidak hanya berkompetisi tapi tampilnya itu yang menjadi kebanggaan mereka,” ungkapnya.

Dalam laporan kegiatan, mengungkapkan pelaksanaan Peksimida di Untidar ini merupakan ide dan kerja keras mahasiswa.

“Perlu diketahui bahwa apa yang telah kami persiapkan hari ini, di sini, 80% adalah hasil karya mahasiswa-mahasiswa Untidar, sesuai dengan nama kegiatannya adalah kegiatan kemahasiswaan maka kami sangat mengapresiasi ide/gagasan dan karya-karya mahasiswa kami di sini,” jelasnya.

Peksimida Jateng 2024 tangkai lomba monolog dibuka oleh Sekretaris umum Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng secara simbolis dengan memukul gong. Sorak peserta dan hadirin terdengar menggelegar di ruangan yang telah disulap menjadi Gedung Teater. Kegiatan dilanjutkan dengan technical meeting yang diikuti oleh seluruh peserta. Antusiasme peserta makin nampak saat banyak peserta yang bertanya dan memberikan pendapat. Kegiatan hari pertama berakhir setelah mendapatkan kesepakatan antara panitia dan peserta.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Tim Ppk Ormawa Himatika Untidar Bersama Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Magelang Lakukan Penyuluhan Toga di Desa Sukosari

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tanaman obat keluarga (toga) dengan tema “Menuju Kampung Konservasi Toga Sukosari”, Jumat (12/07) di Balai Desa Sukosari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang.

Tim PPK Ormawa Himatika bekerja sama dengan Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ir. Budi Setiyo, MM. dan Cahya Edy Pramana, S. HUT. untuk memberikan informasi dan pemahaman jenis-jenis tumbuhan obat yang mudah ditanam, cara budidaya, serta cara penggunaan kepada masyarakat desa Sukosari.

Ir. Budi Setiyo, MM. mengungkapkan kegiatan ini dapat sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam rangka kerjasama dengan PPK ORMAWA terkait konservasi toga, kami mengadakan penyuluhan budidaya tanaman obat keluarga. Kami sangat tertarik dan mendukung kegiatan ini. Semoga nantinya dapat berlanjut dan memungkinkan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkup keluarga maupun desa. Tanaman obat keluarga dapat dimanfaatkan untuk obat herbal, ini yang sangat menarik kami untuk mengajarkan kepada masyarakat Desa Sukosari. Semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sukosari” tuturnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam bentuk talkshow. Masyarakat Desa Sukosari yang tergabung dalam Kelompok Konservasi Toga nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa dari masyarakat yang datang juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan menarik terkait budidaya tanaman obat.

“Alhamdulillah hari ini sudah dapat ilmu dari teman-teman PPK dan juga dari narasumber Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Semoga ilmunya ini bermanfaat, kita bisa mempraktikkan untuk tanaman toganya dan nanti juga kita bisa mengambil untungnya dari bertanam toga. Terimakasih dan sukses selalu teman-teman PPK” ujar Pak Khoir selaku Ketua Kelompok Tani ‘Al-Huda’.

Penulis : Tim PPK Ormawa Himatika

Editor : Kerin

UM Purworejo dan Untidar Kolaborasi KKN PMM Gelar Sosialisasi Anti Stunting

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Penanganan kasus stunting perlu melibatkan seluruh pihak secara holistik.

Seiring dengan kebijakan tersebut, Bidang Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek, melalui skema KKN Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diketuai oleh Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si., dan Lukman Fadhiliya, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) sebagai anggota tim, mengajak kolaborasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar (Untidar) yang sekaligus sebagai Dewan Pengarah, Prof. Dr. Parmin, M.Pd., dalam menginisiasi program terkait penanganan stunting di Desa Karangsari Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (24/07).

Program KKN PMM ini melibatkan 22 mahasiswa dari berbagai prodi yakni prodi Peternakan, Gizi, Pendidikan Eknomi, dan Manajemen  dari kedua Universitas tersebut. KKN PMM terkait penanganan stunting dilakukan sebagai upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Purworejo yang juga mendukung target nasional penurunan sebanyak 14% pada tahun 2024. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, pada tahun 2023 angka stunting di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan 0,7% dari tahun sebelumnya yakni menjadi 20,6%.

Kegiatan KKN PMM ini  juga melibatkan beberapa Dinas di Kabupaten Purworejo, yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanian (DLHP), Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb), dan Puskesmas Kecamatan Bener.

Prof Dr. Parmin, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa program KKN PMM adalah wujud kepedulian akademisi, baik dosen maupun mahasiswa terhadap permasalahan yang ada di desa. “Tentu dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa Karangsari.  Namun tetap harus bersinergi dengan pihak terkait, seperti dinas di Pemda setempat.” Imbuhnya.  

Dalam kesempatan itu secara simbolis diberikan alat-alat dan bahan transfer teknologi yang mendukung program penanganan stunting dan alat untuk inisiasi usaha kepada ketua kader posyandu dan UMKM. Selain itu kepada mitra kelompok ikan dan kelompok tani ternak diberikan bantuan berupa mesin pendukung produktivitas perikanan dan ternak guna mendukung ketersediaan sumber protein hewani.

Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si menuturkan bahwa program ini wujud komitmen kampus dalam penurunan stunting melalui hilirisasi riset inovasi pangan fungsional berbasis bahan lokal, dalam mendukung kemandirian pangan dan ekonomi. “Secara bertahap, Kader posyandu juga akan dibuatkan Posyandu berbasis web untuk mempermudah input data-data anggota posyandu. Termasuk akan dibangun percontohan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan sumber sayur-mayur dan buah secara mandiri.” Pungkasnya.

Editor : Humas Untidar

Mahasiswa Untidar Ciptakan Inovasi Pembelajaran Menyenangkan dalam Ajang PKM-PM 2024

Lima mahasiswa Universitas Tidar mengembangkan model pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bertajuk Science Adventure dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2024.

Tim PKM-PM Science Adventure mengusung tema “Science Adventure: Penguatan Literasi Sains untuk Mengatasi Miskonsepsi Sains Siswa MTS Yakti Tegalrejo dengan Pendekatan Game Based Learning”. Kegiatan ini berlangsung antara bulan Mei hingga Juli tahun 2024. 

Science Adventure terdiri dari empat tahapan, yaitu tahapan diawali dengan Let’s Learning Together yang berisi pengenalan konsep awal dan pemberian motivasi belajar. Tahapan kedua yaitu Looking for Traces yang berisi tiga misi utama diantaranya Find and Work On, Draw What You Think, dan Fun Experiment. Tahapan ketiga yaitu Sharing With Us yang berisi tahap refleksi antara guru dan siswa. Serta terakhir yaitu End Exploration yang mengajak para siswa untuk melaksanakan perlombaan dalam Olimpiade Gebyar Sains.

Kepala MTs Yakti Tegalrejo, Wahyu Mubarok, S.Pd., menyatakan bahwa Science Adventure merupakan salah satu metode pembelajaran yang cukup efektif, menyenangkan, dan variatif. 

“Science Adventure sangat membantu siswa belajar terutama dengan adanya misi yang harus dikerjakan anak dan anak dikompetisikan pada olimpiade dapat meningkatkan pemahaman konsep dan merupakan implementasi pembelajaran yang sangat baik,” jelasnya.

Ketua PKM-PM Science Adventure, Nidham Khaerizakia menyampaikan Science Adventure sebagai upaya untuk menjadikan pembelajaran IPA terasa lebih menarik dan menyenangkan.

“Science Adventure mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, pemahaman konsep mendalam juga membantu meningkatkan keterampilan literasi sains dan mereduksi tingkat miskonsepsi siswa dalam pembelajaran,” ungkapnya. 

Dosen Pembimbing PKM-PM Science Adventure, Novitasari, M.Pd. berharap bahwa model pembelajaran ini mampu menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan di berbagai sekolah sehingga mampu meningkatkan literasi sains siswa dan mereduksi miskonsepsi tentang sains pada pembelajaran IPA di sekolah menengah.

Tim PKM-PM yang terdiri dari Nidham Khaerizakia (Pendidikan IPA 2021), Risma Nanda Handayani (Pendidikan IPA 2021), Ij’al Li Lisana Shidqi (Pendidikan Biologi 2021), Khoffifatul Munawarroh (Pendidikan Bahasa Indonesia 2021), dan Masngadun Nashih (Teknik Mesin 2021).

Penulis : Tim PKM-PM

Editor : Kerin