KKN Bukan Sekadar “Pindah Tidur”, Pesan Penting Bagi Mahasiswa KKN Untidar Periode Januari 2026
Magelang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (LPPM Untidar) melalui Pusat Layanan (Kuliah Kerja Nyata) KKN memberikan pembekalan kepada 476 mahasiswa peserta KKN Periode Januari–Februari 2026 sebelum diterjunkan ke masyarakat, pada Jumat (2/1) di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono. Sebanyak 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mendampingi kegiatan ini.
Pembekalan menjadi tahap penting untuk menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan tinggal sementara di desa atau “pindah tidur”, melainkan proses belajar sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa dibekali pemahaman etika, kepemimpinan, serta kemampuan menyusun program kerja yang berdampak dan sesuai dengan kebutuhan desa.
Hal itu disampaikan oleh Kepala LPPM, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., dalam sambutannya ia menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya bagi mahasiswa. ”Ada berbagai hal yang perlu dilakukan sebelum terjun ke desa, mulai dari membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, memahami perbedaan biaya hidup di tiap wilayah, hingga menghitung kebutuhan secara rasional dengan tetap menghormati kearifan lokal.” Sebutnya.
Program KKN juga harus disusun berbasis permasalahan yang ada di desa, selaras dengan tema lingkungan, dikerjakan secara kolaboratif lintas disiplin ilmu, serta menjunjung tinggi etika, baik dalam interaksi langsung maupun dalam pembuatan konten.
Pembekalan KKN dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Suyitno. Dalam arahannya, Prof. Suyitno berpesan agar mahasiswa bersikap dewasa dan menikmati masa-masa KKN.
Selama pembekalan, mahasiswa mengikuti berbagai sesi materi, antara lain etika dan perilaku mahasiswa KKN, strategi penyusunan program KKN berdampak, pemetaan permasalahan desa, pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual (PPKS), bahaya stunting dan upaya pencegahannya di Jawa Tengah, penguatan kepemimpinan mahasiswa yang etis dan tangguh mental, hingga praktik penyusunan program kerja KKN. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.
Para mahasiswa KKN akan diterjunkan ke 43 desa dan kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan, meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Bantul, Kebumen, Purworejo, serta Kota Magelang.
Melalui pembekalan ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan KKN sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian yang bermakna. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang peka terhadap persoalan desa, beretika dalam bertindak, serta berkontribusi melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis: Riza Ayu Kristiani
Editor: Danu Wiratmoko



