Prodi Agribisnis Gelar Lokakarya Tinjauan Struktur Kurikulum

Selasa (23/5), Fakultas Pertanian melaksanakan lokakarya secara hybrid membahas tinjauan struktur kurikulum prodi baru Agribisnis yang akan berjalan semester depan. Lokakarya ini dihadiri oleh 6 dosen Agribisnis dan beberapa dosen dari prodi lain. Hadir sebagai narasumber Rayndra Syahdan Mahmudin, S.ST., M.MA. (Duta Petani Milenial Young Ambassador di Yess Programme CEO CIPTA VISI GROUP) dan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas, S.P., M.MA.

Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P., Dekan Fakultas Pertanian, dalam sambutannya menyampaikan agar semua yang hadir dapat memberi masukan, sehingga rancangan kurikulum akan semakin baik. “Kurikulum perlu dirancang sedemikian rupa agar mahasiswa lulus tepat waktu, sehingga mahasiswa bisa lulus di semester 7 atau 8,” ungkap Joko Sutrisno.

Rancangan kurikulum prodi baru dipaparkan oleh salah satu dosen Agribisnis, Wike Oktasari, S.P, M.Sc. “Prodi Agribisnis sudah mendapatkan izin pembukaan pada bulan Februari 2023. Diharapkan mahasiswa prodi Agribisnis bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu pada semester 7 atau 8.  Semester 1-5 mahasiswa belajar mata kuliah wajib, lalu di semester 6-7 mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan atau MBKM. Ada 9 jenis MBKM yang nantinya akan ditawarkan dalam prodi Agribisnis,” urainya.

Sementara Rayndra Duta Petani Milenial memberikan masukan agar kurikulum Agribisnis lebih banyak praktik dan mengamati kondisi real yang ada dalam masyarakat. Mahasiswa perlu dibekali mengenal potensi wilayah berupa kearifan lokal, berlatih berkomunikasi dengan pihak yang terkait, lebih banyak menganalisis, dan memecahkan masalah. Kegiatan praktik dalam mata kuliah koperasi dan kelembagaan perlu ditambahkan karena pengalaman dan ilmu harus berjalan sejajar. Adanya mata kuliah tentang bisnis plan juga penting pada zaman sekarang, bisa melalui canva, youtube, tiktok, maupun media sosial lainnya untuk menaikkan branding,” paparnya.

Narasumber kedua Ade Sri Kuncoro menyampaikan beberapa permasalahan yang sering terjadi pada bisnis pertanian. “Bisa dilihat dari isu-isu yang terjadi di masyarakat, seperti banyaknya petani bubar dengan alasan manajemen SDM, dan latahnya petani menanam komoditas yang sedang booming, namun kemudian bisnisnya stuck atau tidak berkembang. Permasalahan lain adalah lahan pertanian yang semakin berkurang khususnya di Magelang, yang banyak berubah menjadi tempat pariwisata, padahal Magelang adalah wilayah agribisnis yang cukup potensial. Belum lagi subsidi pupuk yang berkurang, serta banyaknya usaha kuliner dan kafe tetapi kurangnya pemasok untuk bahan bakunya.

(RN/Ahm – Humas Faperta)

 

FKIP Gelar Kuliah Umum “Peran Dewan Pendidikan dan Guru Penggerak dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan”

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menyelenggarakan Kuliah Umum bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Sabtu (13/5) di Gedung Dr.H.R. Suparsono. Kuliah Umum kali ini mengangkat materi “Peran Dewan Pendidikan dan Guru Penggerak dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan”, dengan menghadirkan narasumber Kartono M.Pd. (Dewan Pendidikan Kota Magelang) dan Sri Rochani, S.Pd., M.Pd. (Pengajar Praktik Program Guru Penggerak/PGP).

Ketua Panitia, Afi Normawati S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Kuliah Umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa terkait pendidikan. “Mahasiswa diharapkan mengikuti dengan sebaik-baiknya, karena ilmu pengetahuan dan pendidikan menjadi senjata yang kuat untuk melakukan perubahan,” tegasnya.

Dalam paparannya, Kartono M.Pd. menyampaikan “Peran Dewan Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”. Peran dewan pendidikan dan komite sekolah terdapat pada UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 56. Selain itu, disampaikan juga peran dan fungsi dewan pendidikan yaitu sebagai advisory agency, supporting agency, controlling agency dan sebagai mediator antara eksekutif dan legislatif dengan masyarakat.

700 Mahasiswa FKIP Ikuti Kuliah Umum di GKU dr. H.R. Suparsono

Sesi selanjutnya merupakan penyampaian materi “Cita-Citaku Ingin Menjadi Guru” oleh Sri Rochani, S.Pd., M.Pd., seorang Pengajar Praktik Program Guru Penggerak yang juga Kepala SMP Negeri 3 Magelang. Sri Rochani menyebutkan bahwa ada 2 kurikulum yang saat ini dilaksanakan, yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Ada beberapa perbedaan dari kedua kurikulum tersebut, seperti: kerangka dasar, kompetensi yang dituju, dan struktur kurikulum. Ia juga menyampaikan materi mengenai Merdeka Belajar, sebagai konsep pengembangan pendidikan yang mengharapkan pemangku kepentingan dapat menjadi agen perubahan. Pemangku kepentingan yang dimaksud adalah keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat. Lebih lanjut, Sri Rochani, S.Pd., M.Pd. menyebutkan bahwa salah satu cara untuk memajukan pendidikan Indonesia adalah dengan menciptakan suasana pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik melalui Program Guru Penggerak.

Kuliah umum yang dihadiri kurang lebih 700 mahasiswa semester 4 FKIP ini berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam melakukan diskusi dan tanya jawab. Kuliah umum ini diharapkan dapat memberi suntikan semangat bagi mahasiswa untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Notulis kegiatan : Rafi Marcelino, Annisa Tiara Nurinda Rahardja
Penulis : BW

Pengenalan Lahan Gambut Potensi Sumberdaya Pertanian, Melalui Program Praktisi Mengajar

Magelang – Senin, (8/5) Program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar berkolaborasi dengan praktisi, lewat pertukaran ilmu dan keahlian secara mendalam, di Gedung dr. H. R. Suparsono, UNTIDAR. Program Praktisi Mengajar digelar dengan 3 tujuan utama. Pertama, menutup kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja. Kedua, mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan industri. Ketiga, mempersiapkan SDM unggul bagi Indonesia.

Kolaborasi kali ini, mengundang praktisi dari Dosen UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Ir. Ali Munawar, Ph.D., melalui mata kuliah Teknologi Pengelolaan Tanah dan Air. Prof. Ali menerangkan mengenai karakteristik lahan gambut. “Lahan Gambut merupakan tanah jenuh air yang terbentuk dari endapan penumpukan sisa-sisa jaringan tumbuhan masa lampau yang melapuk dengan ketebalan lebih dari 50 cm. Lahan gambut bersifat anaerob sehingga proses humifikasi lebih lambat. Lahan gambut mempunyai sifat dan konsekuensi : mudah amblas (subsiden), mudah kering, mudah terbakar, mudah menipis atau hilang, tingkat yirulensi, atau serangan HPT tinggi, dan tanaman keras/tahunan mudah tumbang. Oleh karena itu lahan gambut merupakan ekosistem yang khas dan rentan terhadap gangguan,” urainya.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa sangat antusias dalam memberikan pertanyaan kepada narasumber. Pertanyaan yang diajukan mahasiswa yaitu apakah ada perlakuan khusus pada saat mengolah lahan gambut, apakah kendala dalam proses pengelolaan lahan gambut, dan upaya kuratif yang dapat dilakukan apabila terjadi kebakaran lahan gambut.
Prof Ali menyampaikan bahwa proses pengolahan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tipe geologi tanahnya. Beliau kemudian menjelaskan tentang klasifikasi lahan gambut berdasarkan proses pembentukan, ketebalan serta klasifikasi lainnya. Selain itu, kebakaran hutan di lahan gambut sulit dihindari, sehingga dilakukan penanggulangan dengan pemadaman secara bertahap. Komponen utama pengelolaan gambut untuk pertanian meliputi drainase dan pengaturan air, persiapan lahan, ameliorasi, pemupukan, dan pengendalian OPT. “Dengan pengelolaan yang tepat, lahan gambut dapat menjadi sumberdaya yang sangat besar untuk bidang pertanian, tanaman pangan, hortikultura hingga tanaman perkebunan,” pungkasnya.

(RN/AHM Humas Pertanian)

Kuliah Umum: Penguatan Kebijakan Manajemen Pendidikan dan Implementasi Pengembangan Konten Pembelajaran

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar menyelenggarakan kuliah umum dengan tajuk “Penguatan Kebijakan Manajemen Pendidikan dan Implementasi Pengembangan Konten Pembelajaran”, Sabtu (6/5) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar. Hadir pada acara ini, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar, Dr. Ahmad Muhlisin, M.Pd. Pemateri kuliah umum yaitu Imam Baihaqi, S.Pd., M.Pd., (Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang), dan Jovita Ridhani, S.Pd., M.Ed. (GENIUS), dengan dipandu oleh moderator yaitu Muhammad Nur Hanif, S.S., M.A. Peserta kuliah umum adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar.

Imam Baihaqi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi mengenai Manajemen Pendidikan. Ia menyampaikan 4 unsur pendukung sekolah, yaitu : kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, peserta didik/siswa dan sarana prasana. Ia juga membahas pokok permasalahan yang sering ditemui seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kurikulum, yaitu banyaknya guru yang belum menguasai kurikulum merdeka, pelatihan kurikulum merdeka yang sangat terbatas, pelatihan kurikulum merdeka dilaksanakan secara mandiri dan lebih banyak ke online, serta menyita banyak waktu dan terkesan membosankan. “Solusinya bisa dengan pelatihan, pengembangan kurikulum merdeka, serta studi banding ke sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka lebih awal,” tegas Iman Baihaqi.

Pemateri kedua, Jovita Ridhani, S.Pd., M.Ed. membahas mengenai “Intructional Designer & Pengembangan Konten”. “Pada masa sekarang ini dimana teknologi berkembang pesat, aplikasi dan pengembangan lainnya pun sudah semakin maju. Dalam sektor pendidikan media pengembangan semakin beragam, seperti pemanfaatan aplikasi belajar dan teknologi lainnya yang mendukung pendidikan.” urai Jovita.

Pada sesi tanya jawab, peserta kuliah umum begitu antusias mengajukan pertanyaan. Menanggapi pertanyaan tentang peran guru, apakah menjadi semakin kecil dan ringan mengingat saat ini platform penyedia informasi pendidikan semakin banyak dan beragam, Jovita menjelaskan bahwa adanya perkembangan teknologi di bidang pendidikan yang ditandai dengan munculnya banyak platform penyedia informasi dan materi pendidikan, tidak mengurangi peran guru sebagai penyampai informasi. “Adanya platform ini justru membantu guru dalam menyempurnakan konsep pemahaman siswa mengenai suatu materi. Karena platform-platform tersebut menyediakan multimedia pembelajaran yang variatif dan menjangkau pembahasan materi yang sulit dipahami,” jelasnya.

Setelah sesi tanya jawab, kegiatan kuliah umum diakhiri dengan foto bersama. Tidak hanya materi tentang Penguatan Kebijakan Manajemen Pendidikan dan Implementasi Pengembangan Konten Pembelajaran, mahasiswa FKIP secara marathon akan mendapatkan berbagai materi pada sesi kuliah umum yang diadakan di setiap hari Sabtu, di bulan Mei ini.

Notulis kegiatan : Rafi Marcelino
Penulis : BW
Editor Humas UNTIDAR

Prodi S1Teknik Industri UNTIDAR Kunjungi Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada

Rabu, (10/5), Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar (UNTIDAR) melakukan kunjungan ke Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar dalam memulai perkuliahan tahun ini.

Kegiatan dibuka oleh I Gusti Bagus Budi Dharma, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Pascasajana Teknik Industri FT UGM. Sebelum acara inti dimulai, Dekan Fakultas Teknik UNTIDAR Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan DTMI UGM untuk menerima kunjungan dari prodi S1 Teknik Industri UNTIDAR. Tak lupa beliau juga menymapaikan maksud dan tujuan kunjungan ini adalah untuk sharing mengenai kurikulum yang dilaksanakan di UNTIDAR dan laboratorium yang dibutuhkan selama perkuliahan.

Acara dilanjutkan pemaparan oleh Ketua Program Studi S1 Teknik Industri Dr.Eng. Titis Wijayanto, ST., M.Des.. Beliau menjelaskan mengenai SKS yang ditempuh di Program Studi S1 Teknik Industri UGM adalah 151 sks. Jumlah tersebut terdiri dari math & basic sciences 31 sks, IE specific topics 70 sks, IE design 30 sks, dan general education 20 sks.

Salah satu mata kuliah di prodi S1 Teknik Industri UGM adalah proyek terpadu. Mata kuliah ini mengharuskan mahasiswa untuk memecahkan masalah dengan berkolaborasi dengan instansi lain. Beberapa instansi di tingkat wilayah maupun nasional. Diharapkan mahasiswa dapat menerapkan teori-teori yang telah dipelajari sebelum mengambil mata kuliah proyek terpadu.

Setelah paparan selesai, rombongan dari UNTIDAR diajak untuk melihat laboratorium yang ada. Ada 5 laboratorium yaitu laboratorium ergonomika, laboratorium proses dan sistem produksi, laboratorium teknik mutu dan keandalan, laboratorium teknik rantai pasok dan logistik, serta laboratorium desain dan pengembangan produk. Kegiatan ditutup dengan mengunjungi laboratorium ergonomika.

Melalui kegiatan kunjungan ini diharapkan Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar lebih maksimal dalam mempersiapkan perkuliahan yang akan dimulai tahun ini. Tidak hanya untuk persiapan perkuliahan, tapi juga untuk mempersiapkan akreditasi. Kedepannya Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar menargetkan dapat terakreditasi secara internasional, dimana hal itu dapat meningkatkan daya tarik calon mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Program Studi S1 Teknik Industri UNTIDAR, dan mendorong program studi untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar output yang dihasilkan dapat bersaing di dunia kerja.

Mahasiswa Prodi Peternakan Praktikum Lapang Status Faali Domba di Kledung Research Park

Kledung Research Park – Minggu (7/5) Mahasiswa Peternakan angkatan 2022 Universitas Tidar mengikuti kegiatan praktikum untuk mendalami ilmu peternakan. Kali ini, sebanyak 141 mahasiswa mengikuti Praktikum Status Faali Ternak yang berlangsung selama dua hari di Kledung Research Park, Universitas Tidar.

Dalam kegiatan praktikum lapang ini, mahasiswa mempelajari cara mengukur status faali domba, seperti respirasi, denyut nadi, jantung, serta temperatur rektal. Selain itu, mahasiswa juga belajar cara menghandle dan menenangkan domba. Hal ini penting untuk mengetahui kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak seperti domba dan hewan ruminansia lainnya, serta untuk mengaplikasikan ilmu ternak pada kehidupan nyata.

Kegiatan praktikum lapang ini sangat penting bagi mahasiswa peternakan, karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari teori di kelas. Selain itu, lokasi praktikum yang berada di Kledung Research Park memberikan suasana alam yang asri dan menenangkan, sehingga para mahasiswa merasa senang dan antusias mengikuti kegiatan praktikum ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang untuk membuka wawasan dan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi para mahasiswa peternakan di Universitas Tidar.

Kledung Research Park sendiri merupakan tempat praktikum dan riset yang dimiliki Universitas Tidar. Kledung Research Park terletak di area dataran menengah yang diapit oleh 2 gunung yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Selain untuk pemelihaaan domba area Kledung Research Park saat ini digunakan untuk pembesaran anggrek dan riset riset lainnya.

(Mhs/DN/Ahm – Humas Faperta)

Calon WPJL dan Calon Pengawas Sekolah Mitra UNTIDAR Ikuti Coaching UTBK SNBT 2023

Sebanyak 186 Calon Wakil Penanggung Jawab Lokasi (WPJL) dan Calon Pengawas dari Sekolah Mitra UNTIDAR dalam penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2023, mengikuti coaching di GKU dr. H.R. Suparsono, Kamis (4/5). UNTIDAR sebagai salah satu Panlok UTBK 2023, akan menyelenggarakan ujian dalam 2 gelombang, dengan diikuti 7879 orang peserta. Gelombang 1 dilaksanakan 8-14 Mei 2023, sedangkan gelombang 2 akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2023.

“Saya berharap UNTIDAR bisa menjadi contoh penyelenggara UTBK yang berintegritas, bersih dan amanah. Kasus kecurangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru yang terjadi di beberapa perguruan tinggi, harus kita hindari,” tegar Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya. “Tak lupa saya menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada bapak ibu guru yang turut berkontribusi dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNBT. Semoga semua berjalan lancar tanpa adanya kendala yang berarti,” tambahnya.

Panlok UNTIDAR, tahun ini mengadakan UTBK di 7 lokasi. 2 lokasi di kampus UNTIDAR (kampus Tuguran dan kampus Sidotopo), dan 5 lokasi tersebar di sekolah mitra yaitu SMAN 2 Magelang, SMAN 4 Magelang, SMAN 5 Magelang, SMKN 1 Magelang, dan SMKN 2 Magelang.
“Ada 29 ruang yang akan digunakan (13 ruang di UNTIDAR, 16 ruang di mitra) dengan total 265 PC di lokasi mitra, jelas Koordinator Pelaksana UTBK SNBT UNTIDAR, Dr. Arif Rahman Saleh, M.T. Ia menambahkan bahwa dalam 1 hari ujian akan dilaksanakan dalam 2 sesi, sesi pagi dimulai pukul 06.45, dan sesi siang dimulai pukul 12.30, kecuali di hari Jumat dimulai pukul 13.15. “Seperti halnya tahun lalu, nantinya bapak ibu guru akan bertugas di sekolah masing masing. Mohon para pengawas untuk jeli selama ujian berlangsung, karena tahun ini sudah tidak ada body screening sebelum pelaksanaan ujian. Mungkin ada yang memakai kacamata atau kancing baju yang tampak mencurigakan, segera tulis di berita acara untuk dilaporkan,” tegas Arif.

Ia juga mengingatkan kepada para pengawas untuk memastikan bahwa dokumen yang dibawa peserta sesuai dengan persyaratan. “Salah satu dokumen yang harus ditunjukkan saat ujian adalah Kartu Tanda Peserta UTBK-SNBT 2023. Lalu, bagi angkatan 2023 harus menunjukkan Surat Keterangan Kelas 12 asli yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, serta berisi nama siswa, NISN Siswa, NPSN Sekolah, dilengkapi dengan pasfoto berwarna terbaru, dan dibubuhi cap sekolah, atau Surat Keterangan Lulus (SKL), atau Ijazah/Legalisir Ijazah. Berikutnya, untuk lulusan 2021 dan 2022 harus menunjukkan Ijazah/Legalisir Ijazah. Syarat lain yang harus disiapkan yakni identitas diri lain seperti KTP, SIM, atau Kartu Pelajar. Berpakaian rapi, sopan, serta bersepatu,” urainya.

Dalam kegiatan coaching ini, calon pengawas UTBK SNBT juga menerima penjelasan terkait teknis penggunaan aplikasi pengawas oleh Kepala UPA Teknologi, Informasi dan Komunikasi UNTIDAR, Agung Trihasto, S.T., M.Eng. Sehari sebelumnya, dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR juga telah mengikuti kegiatan serupa. Mereka nantinya akan bertugas selama pelaksanaan UTBK SNBT 2023 di Kampus UNTIDAR Tuguran dan Kampus UNTIDAR Sidotopo.

Humas UNTIDAR

HTK Sosialisasikan Percepatan Pengakuan Hasil PAK Dosen

Bertempat di GKU d.r. H.R. Suparsono, Bidang Hukum, Tata Laksana dan Kepegawaian UNTIDAR melaksanakan kegiatan Sosialisasi Percepatan Pengakuan Hasil PAK Dosen, Sesuai PermenpanRB Nomor 1 Tahun 2023. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. (Tim PAK Ditjen Diktiristek-Guru Besar ITB) dan Prof. Dr. Suranto, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar UNS)

Dalam paparannya Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. menyampaikan perlunya pengaturan mekanisme pengakuan hasil penilaian angka kredit dosen, dikarenakan terbatasnya waktu yaitu hingga 30 Juni 2023. Adapun pengaturannya bersumber pada basis data dari sistem informasi Kemdikbudristek dan sistem informasi lainnya yang valid, diantaranya : PD Dikti, SINTA, BIMA, SISTER, LL Dikti, SIM PTN/PTS/PT-KL.

“Kita menganut prinsip Adil, Objektif, Akuntabel, Transparan, Otonom dan Penjaminan Mutu. Adanya pengaturan ini akan memudahkan Pimpinan PTN, LL Dikti, dan PT-KL dalam melaksanakan pengakuan hasil penilaian angka kredit secara tepat sesuai ketentuan perundangan yang berlaku; menjamin mutu pelaksanaan pengakuan hasil penilaian angka kredit di PTN, LL Dikti, PTKL; dan menjadi dasar pertimbangan bagi Direktorat Jenderal Dikti Ristek Kemdikbudristek dalam penetapan angka kredit dosen,” urainya.
Pemateri kedua Prof. Dr. Suranto, M.Sc., Ph.D. menyampaikan materi mengenai percepatan dosen ke Lektor Kepala dan ke Guru Besar. “Perguruan Tinggi memiliki kepentingan memiliki banyak Guru Besar. Karena itu dosen bergelar doktor harus dipacu agar segera menjadi Guru Besar,” tandasnya.

Prof. Suranto memberikan motivasi dan trik agar para dosen UNTIDAR segera mengajukan kenaikan untuk jabatan fungsional mereka. Harapannya semoga setelah sosialisasi ini, dosen-dosen UNTIDAR yang telah memenuhi syarat dapat segera mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk naik ke jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar.

Humas UNTIDAR

Kuliah Praktisi Agroklimatologi Gencarkan Sebaran Pengetahuan Soal Iklim

Program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar Kuliah Praktisi Agroklimatologi untuk mahasiswa di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jumat (10/03). Bertajuk “Pengaruh Adaptasi Iklim terhadap Ketahanan Pangan”, kegiatan ini menghadirkan praktisi ahli Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kuliah praktisi disampaikan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Sukasno, STP., MM. Ia menjelaskan bahwa seiring dengan peningkatan suhu udara bumi, ketahanan pangan menjadi perhatian penting. Terlebih, di Jawa Tengah, terjadi variasi peningkatan dan penurunan curah hujan yang berdampak langsung pada hasil pertanian. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami dan mengatasi perubahan iklim.

“Cara mengendalikan iklim ada banyak sekali. Salah satunya hidup ramah lingkungan. Kebanyakan mahasiswa naik mobil dan motor yang menghasilkan CO2. Gas CO2 ini menyuplai perubahan iklim karena terperangkap dalam atmosfer yang akan menyebabkan suhu naik. Maka, kita harus berusaha menyeimbangkan alam. Misalnya dengan menanam tanaman dan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan,” jelas Sukasno, STP., MM.

Selain itu, Sukasno juga memaparkan pentingnya mempelajari iklim bagi para petani. Hal tersebut dilakukan agar petani tidak merugi karena mengabaikan faktor cuaca. Oleh karena itu, diadakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) oleh BMKG agar para petani mampu beradaptasi dan berstrategi tanam.
Kuliah praktisi ini diharapkan memantik kepedulian para mahasiswa agar semakin menyadari tanda-tanda perubahan iklim di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Acara ini juga diharapkan mampu menginspirasi dan mendukung inovasi mahasiswa dalam mengatasi masalah perubahan iklim.

Humas UNTIDAR

Mahasiswa Prodi Agroteknologi Laksanakan Praktikum Kunjung Lapang ke PT. Perkebunan Nusantara IX

Senin (06/03), 129 mahasiswa Agroteknologi semester 4, didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, Ir Hadi Rianto, M.Sc. dan Siti Nurul Iftitah, S.P., M.P. mengikuti kegiatan praktikum lapang mata kuliah Teknologi Produksi Tanaman Tahunan di PT. Perkebunan Nusantara IX, divisi Tanaman Tahunan Sukamangli. Selama kegiatan berlangsung mahasiswa dipandu oleh staf PTPN IX.

PT. Perkebunan Nusantara IX merupakan badan usaha milik negara yang bergerak di bidang perkebunan, divisi tanaman tahunan. Terdapat dua komoditas tanaman tahunan yang diolah oleh PTPN IX Sukamangli, yakni tanaman kopi dan tanaman karet. Pada praktikum kali ini yang dipelajari oleh mahasiswa adalah tanaman karet. Mahasiswa diajak untuk mengetahui bagaimana proses kegiatan budidaya tanaman karet hingga pengelolaan paska panen tanaman karet.

Di lahan pembibitan, mahasiswa dijelaskan mengenai proses pembibitan tanaman karet mulai dari pengisian media tanam, penyemaian biji, pindah tanam hingga perbanyakan secara generatif, dengan menggunakan teknik okulasi apabila tanaman karet sudah berumur 1 tahun. Setelahnya mahasiswa diajak untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan lahan yang baik untuk menanam tanaman karet di lahan terbuka. Mahasiswa dijelaskan terkait SOP pengolahan lahan yang menjadi acuan dalam penanaman dan mempraktekkan proses penanaman tanaman karet sesuai standar perkebunan. Pada lahan pembibitan mahasiswa juga diajarkan terkait proses pemupukan, pupuk apa saja yang digunakan, tata cara pemupukan yang sesuai SOP perkebunan, serta pengendalian hama penyakit pada tanaman karet.

Dari lahan pembibitan mahasiswa beralih ke lahan perkebunan tanaman karet yang sudah menghasilkan yakni tanaman karet yang sudah dapat disadap untuk diambil lateksnya. Mahasiswa diajarkan terkait proses aturan-aturan penyadapan, teknik penyadapan serta alat-alat penyadapan yang digunakan. Mahasiswa juga dijelaskan terkait tanaman karet yang layak dan tidak layak untuk disadap. Selain itu mahasiswa juga dapat praktik secara langsung terkait penyadapan pada tanaman karet yang telah disiapkan oleh petugas PTPN IX

Lokasi terakhir yang dikunjungi oleh mahasiswa yakni pengolahan paska panen tanaman karet. Mahasiswa diajak untuk mengunjungi gedung produksi pengolahan lateks. Pada lokasi ini mahasiswa dapat melihat secara langsung proses pengolahan lateks mulai dari kebun, kemudian diolah melalui beberapa tahapan hingga menjadi rubber sheet. Tidak hanya sampai disitu saja, mahasiswa juga diajak untuk mengatahui proses penyortiran rubber sheet untuk dikirimkan ke berbagai pasar lokal maupun internasional.
Adanya praktikum lapang di PTPN 9 Kebun Sukomangli ini memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa. Mahasiswa memiliki pengetahuan baru mengenai pembudidayaan tanaman karet Melalui praktikum lapang ini diharapkan mahasiswa dapat menambah ilmu, wawasan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk meniti masa depan dalam bidang pertanian, terkhusus pada bidang perkebunan tanaman tahunan.

Humas UNTIDAR