KPRU Gelar Debat Calon Presiden Mahasiswa

Komisi Pemilu Raya Universitas (KPRU) Universitas Tidar  (Untidar) mengadakan kegiatan “Debat Calon Presiden Mahasiswa dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa Periode 2014/ 2015” dengan tema  “Mau Dibawa Kemana Universitas Tidar”.  Acara ini diadakan di ruang Multimedia Untidar dengan panelis Ali Ahmad, alumni  dan sekaligus mantan anggota Badan Legistatif Mahasiswa Untidar.

            Kegiatan tersebut dibagi menjadi lima sesi. Sesi pertama adalah pemaparan visi dan misi Capres dan Cawapresma. Sesi kedua yaitu pertanyaan yang sama dari panelis untuk ketiga kandidat. Sedangkan sesi berikutnya tanya jawab tanpa tanggapan antar ketiga kandidat. Untuk sesi keempat, tanya jawab langsung dengan dua pertanyaan dan dua tanggapan. Adapun Sesi terakhir adalah Final Statement.

            Setiap kandidat calon mempunyai program-program baru dan menjadi unggulan bagi mereka. Diantaranya dari calon nomor urut 1 adalah menciptakan Kementerian Wirausaha. Kementerian ini nantinya akan mempunyai tugas memfasilitasi mahasiswa dalam berwirausaha. Hal ini sejalan dengan visi misi Kampus Untidar yang sedang menggalakkan program kewirausahaan bagi mahasiswanya. Begitu pula dengan masing- masing fakultas yang juga memprogramkan kegiatan yang sama pula. Sedangkan program unggulan dari pasangan nomor urut dua yaitu Subsidi Kreativitas yang ditujukan bagi unit-unit kemahasiswaan yang ada di Untidar. Nantinya, calon pasangan urut dua, akan mengalokasikan sebagian dana yang diperoleh BEM dari pihak Rektorat untuk program Subsidi Kreativitas per-unit kemahasiswaan. Kemudian untuk pasangan ketiga, program unggulan adalah menggemakan BEM KM Untidar di lingkungan karesidenan kedu sampai nasional dan akan ada penambahan UKM.

            Sesi keempat menjadi sesi yang paling menarik. Hal ini disebabkan adanya saling serang pertanyaan antar ketiga calon kandidat. Calon nomer urut tiga yang pada tahun ini masih menjadi angggota BEM KM, dalam sesi ini menjadi sasaran tembak bagi kedua calon yang lain. Sesi terakhir yaitu Closing atau Final Statement digunakan untuk  memperkuat visi dan misi serta meyakinkan pemilih bahwa mereka layak memimpin Untidar untuk Satu Tahun kedepan. (AB/MF/Humas)   

Mahasiswa Semester V PBSI Gelar Pameran Fotografi Jurnalistik

Mahasiswa Semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan acara Pameran Fotografi Jurnalistik (FJ). Acara berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari Kamis-Sabtu (13-15/11) dan bertempat di Auditorium Untidar. Pameran FJ merupakan rangkaian dari Tugas Mata Kuliah Praktik Jurnalistik yang diampu oleh Drs. Hari Wahyono, M.Pd. Selain sebagai tugas mata kuliah, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menunjukan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, namun juga mampu berkarya secara nyata.

Acara dibuka oleh Dekan FKIP, Drs FX Samingin M.Hum. “ Pameran ini sangat baik dan bermanfaat. Kami harap mahasiswa tidak hanya memenuhi syarat pendidikan atau sekadar formalitas saja, tapi bisa mengembangkan di luar bangku kuliah.” Kata Dekan FKIP saat membuka acara. Pameran FJ tahun ini bertepatan dengan Ujian Tengah Semester (UTS), jadi hanya beberapa dosen yang hadir pada saat pembukaan. Sampai acara penutupan, kurang lebih 300 orang mengunjungi pameran.  

Dalam pameran tahun ini, ada 37 mahasiswa yang ikut berpartisipasi. Mereka diwajibkan mengumpulkan 10 foto, terdiri dari 7 foto berita dan 3 foto picture dengan tema bebas. Jumlah total keseluruhan foto yang dipamerkan adalah 380 foto dan 10 foto di antaranya hasil karya dari Drs. Hari Wahyono, M.Pd. Sebelum pameran diselengarakan, mahasiswa diberikan pelatihan terlebih dahulu, kurang lebih selama tiga bulan yaitu dengan mengumpulkan satu foto tiap minggunya. Evaluasi juga dilakukan agar kemampuan mengenai Fotografi Jurnalistik dapat meningkat. Semua itu bertujuan agar ketika pameran mahasiswa mampu memberikan hasil foto yang berkualitas dan memenuhi  standar. Persiapan pameran sendiri membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. “Foto-fotonya bagus dan unik. Semoga hal ini terus ada tiap tahunnya, karena sangat menginspirasi.” Kata Sya’adah salah satu pengunjung pameran.

Pameran semacam ini telah dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut. Panitianya berasal dari mahasiswa semester V PBSI. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok. Selain Pameran FJ, acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Band dari Bengkel Seni (BS) Untidar dan beberapa kolaborasi mahasiswa lainnya.

 Untuk pendanaan, murni berasal dari sawadaya semua mahasiswa semester V PBSI.  “Ini acara mandiri jadi kami yang mendanai. Kemarin juga ada saran dari Dekan untuk di jadikan sebagai agenda kegiatan fakultas, ya semoga kedepannya bisa terealisasi.” Tandas Heri. Dana yang dikumpulkan digunakan panitia untuk menyewa sketsel, konsumsi, publikasi dsb

Pameran di tutup pada hari Sabtu, pukul 15.00 WIB oleh Drs. Hari Wahyono M.Pd., sekaligus dilakukan evaluasi dengan tujuan mahasiswa kedepannya mampu mengembangkan kemampuan fotografi jurnalistik di luar bangku perkuliahan. (M.Ab/Humas)

 

Menwa Adakan Pradiksar

Pradiksar (Pra Pendidikan Dasar) Resimen Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) merupakan latihan sebelum menuju Diksar (Pendidikan Dasar). Hal itu sekaligus sebagai pemantapan anggota baru Resimen Mahasiswa Macan Tidar. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dari Sabtu sampai Selasa (15-18/11), di lingkungan kampus Untidar.

 

Menurut Prasetyo Adi selaku Komandan Menwa, dalam acara ini anggota dilatih menjadi mahasiswa Plus. Diharapkan nantinya mereka menjadi Mahasiswa yang memiliki kedisiplinan seperti militer dengan tidak meninggalkan kewajiban sebagai mahasiswa yaitu aktif dalam perkuliahan. Pradiksar tahun ini diikuti oleh 15 peserta dan dihadiri oleh Ketua Alumni Menwa serta tamu dari Kodim.

 

Dalam kesempatan kali ini anggota dilatih oleh Kodim langsung sekaligus diperkenalkan dengan jenis-jenis senjata seperti Pistol, SS1, M 16 dan juga pengenalan meriam. “Sebagai anggota mereka wajib tahu dan mengenal senjata asli karena Menwa sendiri adalah komponen cadangan Militer. Agar sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap”, jelas Prasetyo Adi. “Kegiatan ini disimulasikan layaknya pelatihan militer, tujuannya agar ketika nantinya mereka terjun ke lapangan, mereka sudah terbiasa” tambahnya.

 

Selain itu ajang yang digunakan sebagai pemanasan sebelum Diksar ini juga diharapkan bisa memperkenalkan mereka akan tugas-tugas pokok dan tanggung jawab sebagai seorang Resimen Mahasiswa.  

 

KKN VOKASI DI KLASTER IKM SLONDOK SUMURARUM GRABAG KABUPATEN MAGELANG

Jawa Tengah sebagai propinsi yang dikenal sebagai The Heartland of SMEs saat ini memiliki sentra-sentra industri kecil dan menengah yang belum tergarap optimal.  Tak terkecuali di Kabupaten Magelang banyak juga sektor potensial untuk dikembangkan mengingat sektor tersebut mempunyai kaitan inter maupun intra sektoral yang luas, memiliki potensi penciptaan nilai tambah yang tinggi dan berpotensi menyerap banyak tenaga kerja, yang antara lain : sektor pariwisata, industri pahat batu, industri makanan, dan beberapa usaha lainnya

Salah satu sektor yang akan dikembangkan di bidang industri makanan adalah industri slondok. Pengembangan industri slondok di Kabupaten Magelang merujuk pada strategi pengembangan industri Indonesia ke depan dan mengadaptasi pemikiran-pemikiran terbaru yang berkembang saat ini, sehubungan dengan era globalisasi dan perkembangan teknologi abad 21, yaitu pendekatan pengembangan industri melalui konsep klaster

Klaster IKM Slondok di Desa Sumurarum Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang merupakan klaster yang potensial untuk dikembangkan. Bahan baku industri sangat mudah didapat, banyak menyerap tenaga kerja dan apabila dibina secara intensif tidak menghadapi kendala yang berarti dalam pemasaran hasil industri. 

Melalui beberapa kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian yang dilakukan Fakultas Ekonomi Untidar dan Klaster IKM Slondok yang difasilitasi oleh FEDEP, Magelang Pokja Klaster Slondok Bappeda dan Dinas Perindustrian Kabupaten Magelang, meskipun saat ini IKM Slondok Sumurarum telah menjadi sentra slondok terbesar di Kabupaten Magelang,  dapat diidentifikasi adanya permasalahan yang dihadapi yaitu :
1. Akses terhadap pasar yang terbatas
2. Diversivikasi produk, belum adanya inovasi
3. Kemasan produk masih sederhana
4. Pemahaman paten merek dan design yang terbatas
5. Permodalan yang terbatas dan akses ke pemodal yang kurang
6. Pembukuan usaha belum dilakukan
7. Teknologi mesin kurang efisien
8. Sumber daya manusia masih terbatas ketrampilannya

Berangkat dari permasalahan tersebut, maka disusunlah Program Penerapan dan Pengembangan KKN Desa Vokasi dengan judul "Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumurarum Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Sebagai Desa Vokasi Melalui Program Pendampingan". Program diketuai oleh Dosen Fakultas Ekonomi Untidar Drs. Lorentino Togarlaut Pakpahan dengan melibatkan 10 orang mahasiswa dari 3 Program Studi.  Tujuan dari program ini adalah untuk menghasilkan sumber daya manusia anggota klaster industri slondok yang mampu menciptakan dan menghasilkan produk/jasa yang bernilai ekonomi tinggi, menciptakan inovasi kemasan produksi yang bersifat unik, mampu menjalin kepada sumber permodalan dan pelaku usaha, mampu mencatatkan pengelolaan usaha dalam pembukuan yang sederhana, sehingga pada akhirnya pelaku usaha dapat meningkat pendapatannya.

Program ini sendiri memiliki beberapa kegunaan diantaranya :
1. Peningkatan usaha klaster industri slondok
2. Meningkatkan kualitas produksi
3. Untuk menghasilkan kemasan produksi yang menarik
4. Meningkatnya peluang usaha dan meningkatnya pendapatan masyarakat pelaku usaha
5. Desa Sumurarum menjadi desa vokasi yang menjadi percontohan desa-desa lain.

 

KKN VOKASI DILAKSANAKAN DI KELURAHAN PANJANG KOTA MAGELANG

Mahasiswa Semester 7 Universitas Tidar laksanakan KKN Vokasi 

Desa Vokasi adalah kawasan pedesaan yang menjadi sentra penyelenggaraan kursus/pelatihan berbagai kecakapan vokasional dan pengelolaan unit-unit usaha (produksi/jasa) berdasarkan keunggulan lokal dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan, sehingga mampu mengembangkan berbagai layanan pendidikan ketrampilan (vokasi) dan kelompok usaha untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi, bersifat unik dan menggali dan mengembangkan potensi desa yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif berbasis kearifan lokal.

Bertolak dari hal ini, mahasiswa Untidar melaksanakan KKN Vokasi di Kelurahan Panjang Kota Magelang. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Peningkatan Kualitas Lingkungan melalui Pendampingan Penyuluhan dan pengolahan Sampah dengan Sistem 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).  Mahasiswa melaksanakan kegiatan ini selama 45 hari atau setara dengan 2 sks.  Terdiri dari 7 hari survey dan pembekalan, 30 hari kegiatan di lapangan dan 8 hari penyusunan laporan.  

Seluruh kegiatan yang dilakukan manusia selalu menghasilkan sampah. Dalam rangka meminimalisir timbulnya sampah maka muncullah konsep 3R yaitu Reduce atau mengurangi, Reuse atau menggunakan kembali dan Recycle atau mendaur ulang.  Konsep 3R akan berpengaruh pada berkurangnya volume timbunan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Juga mendukung terjaganya kualitas lingkungan terutama daerah padat penduduk. Bantuan teknis pengembangan persampahan 3R merupakan penerapan pengelolaan sampah terpadu yang perlu dilakukan di daerah kawasan aliran sungai, kawasan pemukiman, kawasan pasar, dan kawasan pabrik. 

Kelurahan Panjang merupakan daerah perkotaan yang terletak di tepi sungai Manggis. Jumlah penduduk sekitar 5000 jiwa dengan 1500 KK. Rata-rata penduduk berpendidikan SMP.  Mata pencaharian sebagian besar adalah pedagang, tenaga bangunan dll. 

Faktor pemilihan tempat KKN di Kelurahan Panjang karena letaknya di tepi sungai, sehingga KKN memiliki misi untuk menjaga kebersihan di sekitar sunggai manggis.  Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat kurang peduli terhadap lingkungan. Sehingga tiap pagi maupun sore masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai. Di sisi lain lokasi Kelurahan Panjang yang dekat dengan pasar Ngasem merupakan potensi untuk pembuatan sampah organik untuk dijadikan pupuk.  Selain itu sampah organik juga bisa digunakan menjadi berbagai souvenir yang dapat dipasarkan di pasar Ngasem.  Hingga kini kelurahan Panjang belum memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) dalam hal pengolahan sampah organik maupun an-organik, oleh karena itu melalui kegiatan KKN Desa Vokasi ini diharapkan dapat membentuk KUB yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan nilai ekonomis sampah. 

Mahasiswa Semester 7 FKIP Untidar Ikuti pembekalan Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar merupakan lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang bertujuan menghasilkan guru yang profesional, yang menguasai empat kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Disamping itu, guru juga diharapkan mampu melakukan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB).

            Untuk mewujudkan tujuan tersebut, FKIP Untidar melaksanakan program-program kurikuler untuk mendukung tercapainya kompetensi guru bagi lulusannya. Salah satu komponen mata kuliah pendukungnya adalah Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan mata kuliah aplikatif dan disajikan untuk memperkuat landasan perilaku berkarya sehingga diharapkan dapat memberikan kecakapan profesional (professional skill).

            Bertempat di Auditorium Universitas Tidar, Senin 4 Agustus 2014, mahasiswa semester 7 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengikuti acara Pembekalan Program Pengalaman Lapangan. Acara diikuti oleh 145 mahasiswa, yang terdiri dari 101 mahasiswa FKIP Bahasa Inggris dan 34 mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia. Nantinya para mahasiswa ini akan melaksanakan praktek mengajar di beberapa SMA di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang, juga Kabupaten Temanggung. Selama pembekalan, mahasiswa akan mendapatkan materi untuk pengembangan wawasan mahasiswa tentang pelaksanaan pendidikan yang relevan dan kebijakan-kebijakan baru bidang pendidikan dan materi yang terkait dengan teknis PPL

            Program Pengalaman Lapangan akan memfasilitasi mahasiswa untuk melaksanakan praktik mengajar yang meliputi perencanaan, pelaksankaan, evaluasi, serta pelaporan. Layanan kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran yang diampu, dan praktik persekolahan yaitu partisipasi dalam layanan dan pengelolaan sekolah, dibawah bimbingan dosen guru dan kepala sekolah.

            Setelah mengikuti pembekalan ini, akan dilaksanakan penyerahan peserta PPL ke sekolah-sekolah tujuan pada tanggal 6-9 agustus 2014. Dilanjutkan dengan Observasi Pembelajaran pada tanggal 11-16 Agustus 2014, dan Observasi Persekolahan pada tanggal 18-23 Agustus 2014. Pelaksanaan PPL sendiri dimulai tanggal 28 Agustus dan berakhir 27 Desember 2014.

Mahasiswa Semester 7 FKIP Untidar Ikuti pembekalan Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar merupakan lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang bertujuan menghasilkan guru yang profesional, yang menguasai empat kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Disamping itu, guru juga diharapkan mampu melakukan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB).

            Untuk mewujudkan tujuan tersebut, FKIP Untidar melaksanakan program-program kurikuler untuk mendukung tercapainya kompetensi guru bagi lulusannya. Salah satu komponen mata kuliah pendukungnya adalah Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan mata kuliah aplikatif dan disajikan untuk memperkuat landasan perilaku berkarya sehingga diharapkan dapat memberikan kecakapan profesional (professional skill).

            Bertempat di Auditorium Universitas Tidar, Senin 4 Agustus 2014, mahasiswa semester 7 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengikuti acara Pembekalan Program Pengalaman Lapangan. Acara diikuti oleh 145 mahasiswa, yang terdiri dari 101 mahasiswa FKIP Bahasa Inggris dan 34 mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia. Nantinya para mahasiswa ini akan melaksanakan praktek mengajar di beberapa SMA di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang, juga Kabupaten Temanggung. Selama pembekalan, mahasiswa akan mendapatkan materi untuk pengembangan wawasan mahasiswa tentang pelaksanaan pendidikan yang relevan dan kebijakan-kebijakan baru bidang pendidikan dan materi yang terkait dengan teknis PPL

            Program Pengalaman Lapangan akan memfasilitasi mahasiswa untuk melaksanakan praktik mengajar yang meliputi perencanaan, pelaksankaan, evaluasi, serta pelaporan. Layanan kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran yang diampu, dan praktik persekolahan yaitu partisipasi dalam layanan dan pengelolaan sekolah, dibawah bimbingan dosen guru dan kepala sekolah.

            Setelah mengikuti pembekalan ini, akan dilaksanakan penyerahan peserta PPL ke sekolah-sekolah tujuan pada tanggal 6-9 agustus 2014. Dilanjutkan dengan Observasi Pembelajaran pada tanggal 11-16 Agustus 2014, dan Observasi Persekolahan pada tanggal 18-23 Agustus 2014. Pelaksanaan PPL sendiri dimulai tanggal 28 Agustus dan berakhir 27 Desember 2014. 

MAHASISWA UNTIDAR GELAR ACT FOR PALESTINA

Berbagai komunitas bergabung dalam gerakan penggalangan dana dengan tajuk "Galang Dana Peduli Palestina #Act For Gaza". Aksi kepedulian ini dilaksanakan Sabtu, 12/7 pukul 15.00. Secara teknis aksi penggalangan dana tersebut dilaksanakan di 11 titik. yaitu di Armada Estate, Kupatan, Menowo, Kebonpolo, Canguk, Artos, Pakelan, Kejuron Cacaban, Alun-alun, Pecinan dan Shoping. Untuk Alun Alun karena public centre, banyak masyarakat yang berkumpul di situ, dibagi menjadi 9 titik. Masna Abullah, Ketua BEM Universitas Tidar mengatakan aksi kepedulian ini berangkat dari sisi kemanusiaan, di mana peperangan yang sejenis dengan bencana tersebut wajib mendapatkan perhatian, khususnya dari sisi korban dan pengungsi. 

                        Koordinator aksi, Fatur menuturkan sebanyak 20 komunitas turut andil, diantaranya Komunitas Stand Up Komedy UNTIDAR, Berbagi Nasi, Fotografer, Housepreneur, Vixion, juga beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa UNTIDAR yaitu Mapala, Bengkel Seni, UKM Olahraga, UKAI, Pramuka, Menwa dan BEM UNTIDAR. Anggota Komunitas yang hampir semuanya anak muda begitu antusias melaksanakan kegiatan ini. Total dana yang terkumpul lebih dari 7 juta rupiah dan akan langsung didonasikan ke Palestina melalui Aksi Cepat Tanggap ACT yang merupakan Lembaga Kemanusiaan Nasional

PARADE DRAMA MAHASISWA FKIP BAHASA INDONESIA UNTIDAR

Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untidar, Selasa hingga Kamis 17 – 19 Juni 2014, tampil dalam Parade Drama yang merupakan tugas akhir mata kuliah "Drama Pentas". Mahasiswa dari semester 4. 6 dan 8, terbagi menjadi total 10 kelompok, unjuk kebolehan di Auditorium Untidar. Parade Drama dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB

Ini merupakan kali pertama Parade Drama Pentas diadakan secara terbuka bisa ditonton oleh civitas akademika Untidar dari semua prodi. Wahyu Widodo, mahasiswa semester 4 Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, yang merupakan Ketua Pelaksana Kegiatan ini mengatakan 11 Judul akan dipentaskan. Di hari pertama dipentaskan Kisah Cinta di hari Rabu (Teater Ubur-ubur), Jumiati (Teater Batu Karang), Ayahku Pulang (Teater Manteb), dan Anak Sayang Anak Malang (Teater Mandala). Keempat Teater ini adalah mahasiswa semester 8 Untidar. Sementara di hari kedua dipentaskan Ayahku Pulang (Teater Mentari Senja), Warisan (Teater Terang Bulan), dan Dukun-dukunan (Teater Jingga). Kesemuanya adalah mahasiswa semester 6. Di hari terakhir dipentaskan 3 judul yaitu Janji Senja (Teater Senja), Hujan Belum Reda ( Teater Indarus) dan Warisan oleh Ceria Teater. Kesemuanya mahasiswa semester 4.

Parade Drama dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Drs. Samingin, M.Hum. Dalam sambutannya Drs. Samingin, M.Hum sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena dengan adanya Parade Drama ini, mahasiswa benar benar bisa menjiwai bagaimana sebuah drama yang berawal dari naskah, bisa menjadi sebuah tontonan yang sarat makna, dan menghibur. Dengan adanya Parade Drama ini, mahasiswa jadi punya pengalaman untuk tampil di depan umum dan belajar untuk memvisualisasikan naskah dengan baik dan benar.

Parade drama ini merupakan tugas akhir mata kuliah drama pentas yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester 4, 6, dan 8. Tri Setyo Nugroho, SE dosen pengampu mata kuliah 
drama pentas memberikan penghargaan untuk kelompok dengan penampilan terbaik.
Untuk semester 4, penghargaan tersebut jatuh pada kelompok Indarus dengan 
drama berjudul Hujan Belum Reda. Untuk semester 6, kelompok mentari dengan drama
berjudul Ayahku Pulang. Untuk semester 8, kelompok Mantab dengan judul Ayahku Pulang.

Selain itu, ada juga penghargaan untuk sutradara, aktor, dan aktris terbaik. 
Untuk semester 4, penghargaan sutradara terbaik diberikan kepada Wahyu Widodo,
aktris terbaik diberikan kepada Ika Fitri Astorina dan aktor terbaik diberikan kepada Puguh
Muhammad Setyawan. Untuk semetser 6, penghargaan sutradara terbaik diberikan kepada
Diah Susilowati, aktris terbaik diberikan kepada Nindya Hutami, dan aktor terbaik 
diberikan kepada Ahmad Sholikin. Sementara untuk semester 8, penghargaan sutradara 
terbaik diberikan kepada Saeful Mustakim, aktris terbaik diberikan kepada Intan Wijayanti
dan Sherlin Dhisa Faidha, serta aktor terbaik diberikan kepada Muhammad Khabib.

Parade Drama ditutup dengan drama berjudul Republik Burung yang dipentaskan
oleh dosen pengampu mata kuliah drama pentas dan beberapa dosen lainnya. 

Wakil Universitas Tidar Magelang masuk 20 besar dalam Call for Paper Student Communication Summit (CS2) HUTKOM 25 FISIP Universitas Airlangga

20 besar abstrak tersebut adalah 3 tim dari Universitas Brawijaya (UB), 3 tim dari Universitas Indonesia (UI), 2 Tim Universitas Airlangga (UA), 3 Tim dari Universitas Paramadina Jakarta, 2 tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Tidar Magelang, Institut Manajemen Telkom, Universitas Padjajaran, Universitas Pasundan, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.