STAND UP COMEDY UNTIDAR MAKIN EKSIS

Rabu 25 Februari 2015, Komunitas Stand Up Comedy Untidar menggelar acara Valentine-Up Comedy. ini merupakan kali kedua Stand Up Comedy Untidar unjuk gigi. Tak kalah dengan penampilan perdananya beberapa bulan yang lalu, Rabu kemaren komika-komika Untidar yang kesemuanya adalah mahasiswa Untidar berhasil mengocok perut 200 penonton yang memadati Auditorium Untidar. Mereka adalah Masna Abulloh, Mirza Unyu, Bayu Bokir, Adazidiz, Wen-wen, Ucok Korep, dan Umar Ucil. Acara semakin meriah dengan penampilan 2 MC Gokil yang juga penggagas komunitas Stand Up Comedy Untidar yaitu Andika John dan Hary Wax. Keduanya saat ini merupakan alumnus Untidar.

 

"Stand Up Comedy adalah  gaya komedi yang pintar.Karena para StandUp Comedian atau biasa disebut comic mengobservasi sendiri materi yang akan dibawakan, bukan hanya mengandalkan ekspresi, kostum, dan mencela orang lain saja supaya terlihat lucu, para comic lebih mengandalkan otak mereka untuk membuat sebuah materi yang original, cerdas, dan tentu saja lucu. 
Dan yang membuat StandUp Comedy berbeda dengan segelintir comedy lainnya adalah materi yang dilemparkan para comic timbul dari keresahan dan kejujuran para comic atau juga pengalaman pribadi si comic itu sendiri.

 

Rupanya Stand Up Comedy juga merupakan atraksi yang sangat ditunggu oleh para muda. Lebih dari 200 orang begitu terhibur oleh penampilan komika Untidar, ditambah lagi dengan penampilan Bintang Tamu dari Stand Up Comedy Metro TV yaitu Tantoko Yawo, Gigih Adiguna dan Mukti Entut. Mirza Unyu Ketua Komunitas Stand Up Comedy Untidar mengaku puas dengan penampilan kali ini. "Penonton tidak beranjak sampai akhir acara. Ini membuktikan kalau mereka bisa menikmati dan terhibur dengan penampilan para komika Untidar", jelas Mirza. Selain disuguhi dengan guyonan cerdas, penonton juga dipuaskan dengan berbagai doorprize yang disediakan oleh Sponsor Acara. 

BEM DAN HMJ FKIP MILIKI KETUA BARU

           Dekan, Wakil Dekan, Fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar berkumpul di Ruang Multimedia Untidar dalam acara serah terima Ketua dan Pengurus BEM dan HMJ FKIP. Acara dimulai pukul 10.00, dibuka dengan sambutan Dekan FKIP Drs. Samingin, M.Hum. "Meskipun aktif berorganisasi, kuliah jangan sampai keteteran", itu yang terpenting", tegas Samingin. "Berorganisasi adalah kegiatan yang sangat positif, karena mahasiswa akan belajar untuk bersosialisasi, memecahkan masalah dan melatih kemampuan analitis serta kreatif. Meski demikian jangan sampai sering absen kuliah. Itu tidak diharapkan" tambah Samingin. Dalam kesempatan tersebut Dekan FKIP juga memberikan apresiasi atas kinerja pengurus lama yang telah sukses mengadakan berbagai kegiatan positif seperti Bakti Sosial, Pembekalan, Acara Keakraban dsb. 
           

Dalam acara reorganisasi ini masing-masing Ketua memaparkan kegiatan apa saja yang telah dilakukan selama periode 1 tahun. BEM FKIP menaungi 2 Himpunan Mahasiswa Jurusan Yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris atau English Student Association (ESA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Di periode lalu ESA sukses menggelar berbagai kegiatan seperti Lomba Story Telling, Speech Contest, High School English Drama dsb. Sementara HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia aktif mengadakan seminar dan rutin mengadakan berbagai kegiatan setiap peringatan Bulan Bahasa. "Meski demikian masih banyak kegiatan yang belum terealisasi, semoga bisa terlaksana pada periode kepengurusan 2015 ini", kata Ardhiyan Nugrahanto, Ketua HMJ Bahasa Inggris yang telah selesai masa jabatannya. Ketua HMJ Periode 2015 dipegang oleh Kartiko. Brian Kusuma Jati digantikan oleh Eka Restu Adi sebagai Ketua BEM FKIP. Ketua HMJ Bahasa Indonesia yang sebelumnya dipegang oleh Puguh Setiawan kini digantikan oleh Aswin Khoirul.

UKM PENCAK SILAT KUNJUNGI PADEPOKAN MERPATI PUTIH JOGJA

Sabtu dan Minggu, 7 – 8 Februari 2015 UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar, mengunjungi Padepokan Merpati Putih Parangkusumo Bantul Yogyakarta. Tujuan kegiatan adalah mengenalkan anggota baru UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar mengenai seluk beluk padepokan, mengenalkan pada tokoh-tokoh pendiri, serta mengenalkan nilai-nilai budaya Merpati Putih sebagai beladiri asli Indonesia. 

         Sebanyak 25 anggota UKM Pencak Silat Merpati Putih, yang didominasi anggota baru bertolak dari Kampus Untidar pukul 09.30. Sampai di Lokasi sekitar Pukul 12.00, diterima oleh Suroyo yang bertugas menjaga padepokan Merpati Putih. Setelah istirahat dan makan siang, anggota baru UKM Merpati Putih Untidar mendapatkan kilas balik materi mengenai Perguruan Pencak Silat Merpati Putih. Selama ini Pencak Silat kerapkali dianggap memiliki akar yang identik dengan suatu agama. Pandangan ini tidak bisa dipungkiri karena sebagian perguruan menggunakan atribut agama, seperti penggunaan mantra dan ritual-ritual yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan agama tertentu. Adanya penggunaan mantra-mantra itu juga membuat orang melihat Pencak Silat sebagai suatu aktivitas klenik. Sebab, itu tak heran bila segmentasi pencak silat kurang meluas. Namun citra negatif itu perlahan terkikis dengan hadirnya seumlah perguruan silat yang lebih inklusif, dan modern, seperti Merpati Putih (MP). Modern karena semua keilmuan yang ada, didasarkan metode latihan yang bisa dikaji secara logis dan ilmiah, tanpa embel-embel ritual keagamaan atau yang berbau klenik. 

          Setelah sholat azar kegiatan dilanjutkan dengan latihan bersama. Malamnya anggota UKM Pencak Silat Merpati Putih mendapatkan pencerahan dan motivasi dari para senior. Minggu Pagi kegiatan yang dilaksanakan adalah latihan fisik sampai siang hari. "Pukul 14.30 kami sudah meninggalkan padepokan Merpati Putih dan kembali ke Magelang". jelas Ardhiyan, Ketua UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar. 

 

 

Mapala Sulfur Untidar Taklukkan Gua Jomblang

 

    Sabtu dan Minggu, 31 Januari s.d. 1 Februari 2015, 10 orang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam Sulfur Untidar adakan caving di Gua Jomblang. Caving atau Jelajah Gua adalah aktivitas yang biasa dilakukan oleh Mahasiswa Pecinta Alam. Bagi anggota Mapala Sulfur ini adalah untuk pertama kalinya. Caving adalah salah satu kegiatan petualangan di alam bebas. Kegiatan yang disukai karena tantangannya sangat berbeda dengan kegiatan lain, semisal mendaki gunung atau arung jeram. Caving atau susur gua adalah kegiatan alam yang mencoba menelusuri alam di bawah tanah dalam keadaan gelap dan hanya menggunakan penerangan kecil, semisal senter. Tapi bagi para Caver ( Penggiat susur gua ), itu menjadi tantangan tersendiri. Mapala Sulfur memilih untuk berpetualang di Gua Jomblang. Salah satu alasannya Gua Jomblang merupakan salah satu gua dari ratusan goa di kawasan Gunungkidul yang terkenal karena keunikan dan keindahannya. Tidak heran jika Gua Jomblang pernah dijadikan tempat pengambilan gambar acara Amazing Race Amerika pada tahun 2011 dan ini juga yang semakin membuatnya populer.

    Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang bertipe collapse doline. Goa ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Itulah yang membuat unik karena di dalam goa terdapat luas mulut goa sekitar 50 meter. Mulut goa inilah yang sering disebut dengan nama Luweng Jomblang. Untuk memasuki Goa Jomblang yang tingginya 80 meter ini diperlukan nyali yang besar. Juga diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). 80 meter bukanlah jarak yang pendek. Untuk menuruninya juga harus perlahan. Namun setelah beberapa meter turun biasanya rasa panik akan hilang dan berganti rasa yang sangat menyenangkan. Gua Jomblang juga dikenal dengan Hutan Purba di dalamnya. Ini yang menjadi daya tarik tersendiri. Karena Caving bukan hal yang mudah, tidak semua anggota Mapala mengikuti kegiatan ini. Hanya 8 orang anggota laki-laki dan 2 orang perempuan yang mengikuti ekspedisi kali ini. Meskipun medan cukup berat, 10 Caver Untidar berhasil menaklukkan Goa Jomblang.

Mapala Sulfur Untidar selama ini memang sangat aktif mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan alam. Mapala Sulfur  memiliki 6 divisi yaitu Rimba Gunung, Caving, Olahraga Arus Deras, Lingkungan Hidup, Panjat dan SAR. 
    

BENGKEL SENI SUKSES PENTASKAN “SANG DURJANA SENJA”

Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Seni Untidar untuk kesekian kalinya menggelar "Pentas Perdana Gladhen 16". Pentas Perdana adalah penampilan dari cantrik-cantrik Bengkel Seni yang baru saja bergabung menjadi anggota Bengkel Seni. Pentas Perdana kali ini diwujudkan dalam "Sang Durjana Senja". "Sang Durjana Senja" adalah sebuah penampilan kolaborasi enam unsur seni yaitu seni teater, musik, film, sastra, tari dan dan seni rupa. Mereka yang tampil adalah para cantrik baru bengkel seni yang notabene adalah mahasiswa semester 1 Untidar. Sebelum menjadi anggota bengkel seni, calon anggota diwajibkan untuk mengikuti gladhen. Pentas perdana merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan cantrik baru dalam berkesenian. "Sang Durjana Senja" bercerita tentang fenomena kehidupan rakyat kecil yang jauh dari kemewahan, dan harus rela hidup dalam kekurangan, karena seringkali secara tidak langsung dirugikan oleh ulah pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk melakukan korupsi, kolusi dan sejenisnya. Penampil berjumlah kurang lebih 44 orang. Selama kurang lebih 2 jam, 400 penonton yang memadati auditorium Untidar menyaksikan aksi teater, tari, seni rupa, film, dan sastra yang dikemas apik, disutradarai oleh Guntur Nugroho. " Kurang lebih 2 bulan kami mempersiapkan ini. Karena tidak mudah menyatukan 44 artis dalam satu kolaborasi". Meskipun penampilan kali ini belum sempurna, tapi kami cukup puas dengan penampilan para cantrik baru ", kata Welly Handoko selaku Lurah/Ketua Bengkel Seni. Saya juga senang karena apresiasi mahasiswa Untidar begitu tinggi. "Terbukti kurang lebih 400 orang datang menyaksikan acara ini, tambah Welly". Pentas Perdana ini menandai 16 tahun eksistensi Bengkel Seni sebagai sebuah unit kegiatan mahasiswa yang konsisten mewadahi minat dan kreativitas mahasiswa Untidar dalam berkesenian. Bengkel Seni terdiri dari 6 Divisi yaitu Tari, Teater, Sastra, Rupa, Musik dan Film. Berbagai kegiatan rutin dilaksanakan diantaranya Gladhen Cantrik, Pentas Perdana, Latihan Bersama,  dan di tahun 2015 ini beberapa kegiatan baru akan dilaksanakan diantaranya Pagelaran tari, Pameran Seni Rupa (Art Exibition), Kompilasi Layar Indie, dan Antologi Puisi.

Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang Seleksi Anggota Brigsus

RACANA PANGLIMA POLIM-NYI AGENG SERANG UNTIDAR SELEKSI ANGGOTA BRIGADE KHUSUS

      Untuk pertama kalinya Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang akan membentuk Brigade Khusus (Brigsus). Brigade Khusus adalah satuan elit yang solid dan loyal dalam mengembangkan kegiatan di Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang. Satuan yang memiliki kecakapan khusus dan siap mengabdikan diri di satuan gugus depan maupun di masyarakat. Pandu yang memiliki kecakapan khusus dan kemampuan lebih namun tetap berpegang teguh pada norma agama dan norma kemasyarakatan. "Akan dipilih 10 anggota, untuk menjadi bagian dari Brigsus".jelas Puguh Muhammad Setyawan, Ketua Racana Panglima Polim-Nyi ageng Serang.  

      Tes tertulis kali ini diikuti oleh 31 peserta. Selain tes tertulis, juga akan dilaksanakan tes fisik dan mental. Nantinya mereka yang lolos seleksi akan rutin mengikuti berbagai latihan agar menguasai pengetahuan umum dan kepramukaan, trampil serta memiliki watak yang kuat dan kreatif.  "Targetnya Maret 2015, Brigsus sudah terbentuk. Setelah terbentuk Brigsus akan berkomitmen untuk lebih mengaktifkan kegiatan Kepramukaan di Untidar", kata Puguh. 

       Pramuka adalah kegiatan yang sangat positif, jauh dari kegiatan hura-hura dan hedonis. Selain membentuk karakter disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan gemar menolong sesama, Pramuka juga mengajarkan anggotanya untuk selalu mencintai lingkungan.  "Diharapkan dengan adanya Brigsus dalam tubuh Racana Panglima Polim-Nyi Ageng Serang Untidar, Kegiatan Kepramukaan di lingkungan Universitas Tidar bisa semakin berkembang, banyak mahasiswa yang mau terlibat aktif, sehingga akan menghasilkan generasi muda yang unggul, mandiri namun tetap rendah hati", tambah Puguh. 

 

Mahasiswa Untidar Gali Ilmu Melalui Kopi Tidar

             Selama kuliah, mahasiswa diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada dalam diri sebaik-baiknya. Selain berkutat dengan kegiatan akademis, perlu juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dalam rangka mengembangkan softskill yang dimiliki. Pengembangan softskill bisa didapatkan salah satunya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa. Di Universitas Tidar saat ini ada sekitar 12 Unit Kegiatan Mahasiswa yaitu Resimen Mahasiswa, Mahasiswa Pecinta Alam, Bengkel Seni, Lembaga Pers Mahasiswa, Pramuka, Unit Kegiatan Agama Islam, Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani, UKM Olahraga, Paduan Suara, Pencak Silat, Taekwondo dan Radio Untidar. Mahasiswa bisa memilih UKM sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. 
              Meskipun sudah banyak UKM yang ada, masih banyak ketrampilan yang perlu digali. Berangkat dari pemikiran ini, muncullah ide untuk mendirikan Komunitas Kopi Tidar. Adalah Anendya Enggar Pradipta, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Tidar Semester 1 yang menggagas Kopi Tidar bersama dengan teman teman satu kelompok yang saat itu bersama-sama mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Untidar. 
                Kopi Tidar adalah singkatan dari Komunitas Penggali Ilmu Tidar. Meskipun Penggeraknya adalah mahasiswa Untidar namun tiap kali mengadakan acara, bisa diikuti oleh mahasiswa dari luar kampus Untidar. Sejak 2 Desember 2014, Kopi Tidar rutin mengadakan pertemuan mingguan. Acara biasanya diadakan setiap hari Rabu, membahas tema tertentu dan menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya. Sampai saat ini sudah 5 kali pertemuan diadakan. Acara selalu dikemas santai tapi serius. Yang dibahas beragam seperti materi Tentang Public Speaking, Orasi, Pidato, Presentasi dll. Arfi salah seorang aktivis Kopi Tidar mengatakan kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan membuatnya tahu banyak hal baru. Materi yang didapat selama pertemuan biasanya memang belum terlalu mendalam. Namun paling tidak cukup memberi gambaran mengenai suatu bidang atau ilmu yang bisa digali lebih dalam lagi sesuai dengan minat masing-masing peserta. Banyak mahasiswa Untidar yang antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Kedepan Enggar yang saat ini menjadi Ketua Kopi Tidar berharap semakin banyak mahasiswa yang mau mengikuti pertemuan yang diadakan, sehingga semakin terbuka wawasannya untuk mengembangkan softskill yang dimiliki yang tentunya akan sangat bermanfaat saat lulus kuliah nanti.  

Faperta Adakan Sarasehan di Auditorium Untidar

       Sabtu, 24 Januari 2015, Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi berkumpul di auditorium Universitas Tidar mengikuti acara Sarasehan Faperta. Dalam suasana santai baik dosen, karyawan maupun mahasiswa secara bergantian tanya jawab mengenai berbagai persoalan, mulai dari kegiatan akademis/perkuliahan, kegiatan ekstrakurikuler, field trip dsb. Dekan Fakultas Pertanian Ir. Hadi Riyanto, M.Sc memberikan banyak penjelasan mengenai kegiatan kurikuler. "Mahasiswa Faperta di semester 2 nanti harus lebih giat kuliah, karena sarana dan prasarana sudah mendukung. Saat ini di semua ruang kelas sudah dilengkapi dengan LCD proyektor sehingga kegiatan kuliah tatap muka bisa lebih efektif", ungkap Hadi."Kuliahlah tepat waktu dan lulus dengan nilai yang memuaskan", tambahnya.  Selain penjelasan dari Dekan Faperta, dalam kesempatan ini Wakil Rektor I Untidar Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc yang baru saja dilantik berkenalan lebih dekat dengan sivitas akademika Faperta. Prof. Ali yang memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Tanah, akan mengajar beberapa mata kuliah di Fakultas Pertanian. 
          Dalam forum ini juga dilaksanakan Pelantikan Ketua dan Fungsionaris BEM Faperta. Ketua BEM Hony Kharisma mengatakan bahwa salah satu komitmen BEM Faperta kedepan adalah melakukan pendampingan semua Proposal PKM, PMW dan PHBD yang diajukan mahasiswa Fakultas Pertanian. Tahun ini BEM Perta meraih prestasi yang membanggakan karena 5 dari 10 poposal PKM Untidar yang lolos adalah proposal yang diajukan BEM Faperta. Hony berharap kedepan semakin banyak proposal PKM yang lolos dan mengharumkan nama Untidar. 

MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN ADAKAN FIELDTRIP KE PTPN IX DAN CIMORY ON THE VALLEY

Rabu, 3 Desember 2014, sebanyak 87 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Untidar, didampingi oleh Dosen Pembimbing melaksanakan kegiatan FieldTrip ke PT Perkebunan Nusantara IX, dan Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory.

Rombongan berangkat dari kampus Untidar pukul 07.30 WIB. Tempat yang pertama dituju adalah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero).  PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) saat ini memiliki 2 Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu. Produk-produk PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dipasarkan di pasar domestik maupun pasar luar negeri sebagian besar dalam bentuk bulk. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) juga memproduksi dan memasarkan produk-produk hilir berupa teh kemasan, teh celup, serta gula pasir dan kopi bubuk dalam kemasan.

Dalam acara FieldTrip kali ini, Dosen dan Mahasiswa Faperta mengunjungi Pabrik Pengolahan Kopi milik PT Perkebunan Nusantara IX Banaran. Selama di sana dijelaskan mengenai proses pengolahan Kopi, baik melalui Wet Process maupun Dry Process. Juga diperlihatkan alat yang digunakan dalam proses pengolahan kopi, baik yang dijalankan oleh mesin maupun yang ditangani oleh manusia. Rombongan juga meninjau tempat penyimpanan kopi setelah panen.

Setelah kunjungan ke Pabrik Pengolahan Kopi, Rombongan mengunjungi Kebun Getas milik PTPN IX. Di sana melakukan peninjauan ke tempat pembibitan, penyambungan, belajar juga mengenai  proses pemotongan. Selanjutnya menuju ke lahan karet yang mau disadap termasuk belajar bagaimana teknik penyadapan. Dari pabrik pengolahan karet, rombongan bertolak menuju ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Di sana diperlihatkan bermacam jenis sapi, juga belajar cara memerah sapi secara manual. Rombongan juga mengunjungi pabrik pengolahan susu sapi untuk diolah menjadi berbagai Dairy Product seperti yoghurt, keju, dsb.

Budi Sambodo salah seorang peserta acara FieldTrip ini mengatakan sangat terkesan dengan kunjungan ke PTPN IX dan Ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Hal yang mengesankan saat mengunjungi PTPN IX adalah ketika tahu bahwa proses pengolahan Lateks ternyata sangat bergantung pada air.  Sementara itu hal yang paling membuatnya berkesan ketika mengunjungi Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory adalah Zero Wish Concept, yaitu kebijakan yang selama ini menjadi komitmen Cimory untuk mengoptimalkan setiap langkah pengolahan agar berdaya guna. Sapi-sapi dirawat sebaik-baiknya agar bisa menghasilkan susu segar, sehingga menghasilkan dairy product yang juga  berkualitas. Kotoran sapi bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan berbagai tanaman baik sayur atau buah, yang hasilnya bisa digunakan di restorant yang dikelola. Komitmen yang ramah lingkungan dan patut diapresiasi. 

Wakili Jateng dalam Bakti Pemuda Antar Propinsi Kurniawan Setya Aji Mengaku Lebih Mengenal Indonesia

Menjadi perwakilan Jawa Tengah dalam Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP), bagi  Kuniawan Setya Aji (20), adalah hal yang membanggakan.  Mahasiswa Universitas Tidar Semester V Progdi Bahasa Inggris ini mengaku bangga bisa berada di Sei Gohong, Palangkaraya Kalimantan Tengah, dalam mengemban misi yaitu Pertukaran Antar Budaya, selama kurang lebih 1 bulan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober- 26 Nopember 2014. Acara ini adalah kegiatan rutin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Tujuannya agar peserta dapat membagi ilmu yang dimiliki khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan kepada peserta lain yang berasal dari provinsi yang berbeda.

Bukan perkara yang mudah untuk mengikuti BPAP bagi Aji. Pasalnya ia harus cuti dari perkuliahan selama 1 bulan. Saat diwawancarai, ia menceritakan tentang konflik batin yang ia rasakan antara tetap tinggal di kampus untuk melakukan segala aktivitas sebagai mahasiswa atau mengikuti  BPAP dan berpisah untuk sementara waktu dari keluarga dan teman-temannya. Namun atas dorongan dari keluarga ia memilih opsi yang kedua. Ternyata intuisinya tidak salah. Seleksi yang diikutinya berbuah manis dengan diterimanya Aji sebagai perwakilan Jateng.” Kebetulan saya dan Niti, yang berasal dari Untidar masuk seleksi, dan akhirnya dapat mengikuti kegiatan ini.” tandas Aji.

Sebelum ia mendapatkan Daerah Penempatan yaitu Kalimantan Tengah, pada tanggal 22-26 Oktober terlebih dahulu ia mendapat pembekalan di Semarang. Kemudian tanggal 26 Nopember seluruh peserta BPAP berkumpul di Pelataran Candi Prambanan Untuk mengikuti acara awal sebelum BPAP yaitu Jambore Tingkat Nasional (JTN). Barulah di tanggal 2 November kemarin, mereka berangkat ke tempat tujuan.

Aji menceritakan bahwa kegiatan yang ia lakukan di sana, ditemani 5 peserta dari daerah yang berbeda. Mereka berasal dari Gorontalo, Riau dan Maluku Utara. Dalam ceritanya ia memaparkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan hampir mirip dengan KKN namun lebih menitik beratkan pada masalah Budaya. Mereka berlatih tari dan kesenian yang lain serta mengajar di SD kelurahan setempat. ”Kebetulan SD tempat mengajar saya berada di depan rumah yang menampung kami.” papar Aji.

Ada banyak kendala yang dirasakan oleh laki-laki yang berasal dari Pakis  Magelang ini. Adaptasi dengan cuaca yang panas, menjadi tantangan baginya untuk tetap teguh pada pendiriannya dalam menjalankan misi sebagai Perwakilan Jateng. Cuaca di Kalimantan berbeda dengan Jawa, yang berhawa sejuk. Pertama kali tiba di sana ia merasa tidak nyaman. Ditambah lagi karakter masing masing peserta yang berbeda, dan keadaan kampung yang jika malam hari sangat sepi dan gelap.” Hidup disini tidak seperti di Jawa tapi dengan kegiatan ini saya menjadi mengerti tentang Indonesia.” Tegas Aji.

Rencana Aji akan kembali ke Magelang pada tanggal 27 Nopember, setelah mengakhiri rangkaian acara tersebut dan berkumpul terlebih dahulu di Semarang selama dua hari. Harapan laki-laki yang masih lajang ini, agar kedepannya ada perwakilan dari Untidar yang mengikuti jejaknya, menjadi perwakilan Jawa Tengan dalam acara  serupa.