MENGUAK KEKUATAN SASTRA DALAM DUNIA INDUSTRI KREATIF

MAGELANG – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMJPBSI) menggelar seminar bertajuk Bersastra di Era Industri Kreatif, Kamis (12/05/2016) di Auditorium Universitas Tidar. Pada seminar ini hadir dua sastrawan nasional yaitu Ahmad Tohari dan Triyanto Triwikromo yang sekaligus didaulat menjadi pembicara inti.

“Sastra itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Gaya kepemimpinan Soekarno maupun Bung Hatta tidak terlepas dari kebiasaan beliau membaca novel atau karya sastra lainnya,” tutur Ahmad Tohari.

Menurut penulis novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini, Soekarno dan Bung Hatta merupakan pembaca sastra yang baik. Dimasa sekolah menengahnya dahulu, mereka diwajibkan membaca 16-32 novel. Kebiasaan ini mempengaruhi gaya kepemimpinan beliau yang tegas namun humanis, lebih sensitif. Secara ilmiah, gemar membaca novel juga mengaktifkan kerja otak kanan dan kiri secara seimbang. “Dewasa ini banyak pemimpin cerdas namun kurang sense jadinya korupsi,” tambahnya.

MENGUAK KEKUATAN SASTRA DALAM DUNIA INDUSTRI KREATIF

Sastra juga tidak melulu soal novel, puisi atau cerpen. Cerpenis sekaligus redaktur sastra Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo menyampaikan bahwa sastra mulai menyusup ke dalam berbagai subsektor industri kreatif.

“Sastra tak implisit menjadi mata subsektor industri kreatif seperti periklanan, video dan film, seni pertunjukan, musik. Televisi dan radio, serta riset dan pengembangan,” kata Dosen Fakultas Sastra, Universitas Diponegoro ini.

Beberapa film box office Indonesia seperti Sang Penari, Laskar Pelangi, Ayat – Ayat Cinta, Dunia Tanpa Koma, Pendekar Tongkat Emas serta Ada Apa dengan Cinta berawal dari karya sastra yang berwujud novel. “Pemilihan kata untuk tagline iklan seperti Terus Terang Philip Terang Terus dan My Life My Adventure dari Djarum tidak dapat dilepaskan dari sastra,”tuturnya.

Menurut Muhammad Zamroni, ketua panitia seminar, peserta yang mendaftar dan hadir melebihi target perkiraan awal. “Peserta bahkan beberapa datang dari luar kota seperti Temanggung dan Kebumen. Tidak hanya mahasiswa atau guru bahasa Indonesia banyak juga masyarakat umum dan mahasiswa dari jurusan lain ikut serta dalam acara ini,” kata mahasiswa FKIP PBSI semester 4 ini.

Dalam kesempatan ini, Bengkel Seni UNTIDAR berkesempatan menampilkan mini teater. Kali mereka menampilkan cerita mengenai mainstream dan anti mainstream. “Orang-orang yang berpegang teguh pada pendirian atau ideologinya sendiri sering dipandang menjadi orang aneh yang akhirnya dikucilkan dan ditertawakan orang-orang sekitarnya,” jelas Nurul Huda.

MENGUAK KEKUATAN SASTRA DALAM DUNIA INDUSTRI KREATIF2

CALON MAWAPRES UNTIDAR KUASAI BAHASA ASING

MAGELANG – Sebanyak 16 mahasiswa dari berbagai program studi mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka di depan tim juri Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Tidar, Selasa (03/05/2016). “Sebagian besar peserta menggunakan bahasa Inggris dalam mempresentasikan karya ilmiahnya,” kata Wandi Arnandi, S.T., M.T.

Menurut juri yang juga dosen Fakutas Teknik ini, jika dibandingkan dengan tahun lalu, penguasaan bahasa Inggris peserta seleksi Mawapres tahun 2016 semakin baik. Kondisi ini membuktikan bahwa kualitas peserta Mawapres UNTIDAR juga mengalami peningkatan khususnya dalam penguasaan bahasa asing.

Penguasaan bahasa Inggris/asing merupakan salah satu komponen penilaian selain Indeks Penilaian Kumulatif (IPK) minimal 3.0, karya tulis ilmiah, dan prestasi/kemampuan yang diunggulkan minimal tingkat universitas. Penilaian bahasa Inggris/asing dilakukan melalui dua tahap yaitu penulisan ringkasan (bukan abstrak) karya tulis ilmiah dan presentasi/diskusi.

Tema Mawapres 2016 adalah “Iptek & Inovasi untuk Daya Saing Bangsa”. Sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tema tersebut dijabarkan kebeberapa sub tema seperti anti korupsi, anti narkoba, HAM, hubungan internasional dll yang dapat dijadikan acuan dalam penulisan karya tulis ilmiah.

“Ada anjuran tema karya tulis disesuaikan dengan jurusan mahasiswa tersebut namun, tidak ada larangan juga untuk mahasiswa yang ingin memilih tema yang tidak berhubungan langsung dengan jurusannya,” tutur Dr. Farikah, M.Pd, juri lainnya.

Vina Ardiyani, mahasiswi semester 2 dari Prodi Agroteknologi membuat karya tulis berjudul “Post Harvest Tomatoes as MOL”. Menurutnya, petani di Indonesia khususnya petani tomat perlu diberikan pengetahuan dan pelatihan bagaimana memanfaatkan sebagian tomat yang melimpah pasca panen menjadi MOL atau lebih dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal. MOL dapat digunakan sebagai bahan pengurai pupuk atau pestisida nabati.

Berbeda dengan Vina yang mengangkat judul karya tulis sesuai dengan jurusannya, Yudhana Priambodo Rahman, mahasiswa Teknik Sipil ini memilih macapat sebagai kajian utama karya tulisnya. Berdasarkan pengalamannya sebagai Juara Kedua Lomba Macapat di UNNES semasa SMA, Yudhana memilih judul “Upaya Melestarikan Budaya Jawa Tengah Melalui Apresiasi Tembang Macapat” untuk karya tulis ilmiahnya.

Juri penyeleksian Mawapres tingkat UNTIDAR terdiri yaitu Dr. Farikah, M.Pd (koordinator juri) dari FKIP, Wandi Arnandi, S.T., M.T. (FT), Ir. Hadi Rianto, M.Sc. (FAPERTA), Dra. Lucia Indrawati, M.Si. (FE), dan Dra. Eni Boedi Orbawati, M.Si (FISIPOL). Juara dalam seleksi tingkat universitas ini nantinya akan diikutkan ke Mawapres Tingkat Nasional yang akan dimulai pendaftarannya pada 25 Mei 2016 mendatang.

Lomba Fotografi HMTMD3 Angkat Tema Potret Kehidupan di Magelang

Para undangan mendengarkan sambutan dari Setya Pambudi, Ketua HMTMD3 Untidar, Minggu (27/03/2016) di Auditorium.

Para undangan mendengarkan sambutan dari Setya Pambudi, Ketua HMTMD3 Untidar, Minggu (27/03/2016) di Auditorium.

MAGELANG – Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin (HMTM) D3 mengumumkan pemenang lomba fotografi “Potret kehidupan di Magelang”, Minggu (27/03/2016). Juara pertama diraih M. Fahruriza Ridwan (Teknik Mesin S1). Pengumuman tersebut merupakan bagian dari acara peringatan HUT HMTMD3 Untidar ke-1 yang diselenggarakan di Auditorium Untidar.

“Pemilihan tema berdasarkan pengamatan kehidupan sehari-hari di Magelang yang dirasa memiliki banyak cerita unik yang bisa ditangkap lewat foto,” kata Arif Fatchurahman, Ketua Panitia HUT HMTMD3. Peserta diwajibkan mengirimkan materi lomba baik dalam bentuk hardfile maupun soffile kepada panitia. Aspek yang dinilai seputar kesesuaian dengan tema, kualitas foto, sudut pandang gambar serta kesesuaian dengan ketentuan lain (editing brightness, dll).

Juara Pertama Lomba Fotografi HUT ke-1 HMTMD3 Untidar, Karya M. Fahruriza Ridwan (Manual Mode|No Flash|1/500s|f/9|Lensa Wide|ISO400)

Juara Pertama Lomba Fotografi HUT ke-1 HMTMD3 Untidar, Karya M. Fahruriza Ridwan (Manual Mode|No Flash|1/500s|f/9|Lensa Wide|ISO400)

Fahruriza Ridwan sebagai juara pertama mengangkat tema kehidupan petani yang sedang menanam padi di lingkungan tempat tinggalnya. “Ini kali pertama saya mengikuti lomba fotografi dan tidak disangka mendapatkan juara pertama,” tutur Ridwan yang sudah menggeluti dunia fotografi semenjak duduk di kelas 2 SMA. Mahasiswa Fakultas Teknik ini mengakui memang sudah kegemarannya mengambil foto landscape atau pemandangan. Juara pertama lomba fotrografi mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 300.000 beserta piala dan piagam penghargaan. Juara kedua diraih oleh M. Yaskur (PBSI) dan juara ketiga M. Dwi Raharjo (PBSI) masing-masing mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 200.000 dan Rp 100.000 beserta piala dan piagam penghargaan.

Selain sebagai ajang pengumuman juara lomba fotografi, rangkaian acara HUT ke-1 HMTMD3 ini juga diisi acara lain seperti potong tumpeng dan makan bersama “adat mesin”. “Makan bersama Adat Mesin adalah makan bersama berhadap-hadapan satu sama lain. Berapapun jumlah makanannya dibagi rata dan dimakan bersama-sama. Tujuannya agar satu dan yang lainnya dapat saling berkenalan, menjaga silaturahmi,” tambah Arif. Dalam acara ini, Dekan Fakultas Teknik, Ir. Kun Suharno, M.T berkesempatan memberikan sambutan serta menerima potongan pertama tumpeng syukuran HUT HMTMD3 dari Ketua HMTMD3 Untidar, Setya Pambudi.

Saat ini, HMTMD3 Untidar tergabung dalam Forum Komunikasi Teknik Mesin Jogjakarta (FKTMJ) Korwil V. Beberapa perwakilan FKTMJ juga turut hadir dalam acara ini seperti perwakilan dari UGM, UNY, UMS, dan UNS. Forum ini menjembatani mahasiswa teknik mesin untuk saling berbagi ilmu, diskusi dan membahas teknologi terbaru seputar dunia mesin. “Kegiatan terakhir dari FKTMJ yang kami ikuti kemarin adalah seminar mengenai drone,” tutup Arif.

Dekan Fakultas Teknik, Ir. Kun Suharno, M.T (kanan) berfoto bersama dengan juara Lomba Fotografi HMTMD3, Juara pertama M. Fahruriza Ridwan (Teknik Mesin S1), Juara kedua M. Yaskur (PBSI) dan juara ketiga M. Dwi Raharjo (PBSI).

Dekan Fakultas Teknik, Ir. Kun Suharno, M.T (kanan) berfoto bersama dengan juara Lomba Fotografi HMTMD3, Juara pertama M. Fahruriza Ridwan (Teknik Mesin S1), Juara kedua M. Yaskur (PBSI) dan juara ketiga M. Dwi Raharjo (PBSI).

Peserta Donor Darah Racana Untidar Melebihi Target

MAGELANG – Dalam rangka memperingati hari lahir Bapak Pandu, Lord Baden-Powell, Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227 mengadakan acara donor darah Selasa (15/03/2016) di Auditorium. Acara yang bekerjasama dengan PMI Kota Magelang ini mampu menarik banyak partisipan baik dari mahasiswa, dosen atau masyarakat sekitar. “Diluar dugaan kami, peserta yang mendaftar melebihi target,” kata Andi Nadaa Dita Ramadhani, Humas Donor Darah Racana.

Lord Baden-Powell adalah pendiri gerakan kepanduan yang lebih dikenal di Indonesia dengan Pramuka. Beliau lahir di London, Inggris, 22 Februari 1857. Bukunya Scouting For Boys tahun 1908 menjadi sebuah karya yang berperan penting dalam bidang kepanduan dan selanjutnya berkembang ke seluruh dunia.

“Banyak diantaranya yang penasaran bagaimana “rasa”nya donor darah, namun kedepannya saya harap mereka mendonorkan darah karena manfaatnya dari segi kesehatan maupun sosial,” ucap Agus dari PMI Kota Magelang. Donor darah yang berlangsung pukul 09.00 – 13.00 mampu menarik partisipasi 62 orang peserta dan sekitar 40 orang yang lolos screening untuk diambil darahnya.

21

Happy Night Economy, Save Thalassemia!

Kreatifitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Tidar mengemas sebuah acara charity dengan cara yang berbeda. Acara yang bertajuk Happy Night Economy ini diselenggarakan di Auditorium Untidar pada Sabtu, 5 Maret 2016 menarik ratusan pengunjung baik dari kalangan mahasiswa maupun pihak luar Untidar. “Tujuan utama acara ini adalah penggalangan dana untuk para anak-anak penyandang thalassemia,” tutur Agung Setyo Pamungkas selaku ketua panitia sekaligus Ketua BEM FE.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah atau disebut dengan hemoglobin yang tidak berfungsi normal. Penderita Thalassemia memiliki kadar hemoglobin yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh lebih rendah dari manusia dalam keadaan normal. Maka tingkat oksigen dalam tubuh penderita thalassemia rendah. Penanganan yang terlambat dapat mengakibatkan gagal jantung, penyakit hati sampai kerusakan organ tubuh lainnya.

Berawal dari pengalaman pribadi bertemu dengan pasien anak-anak pengidap thalassemia, menginspirasi Agung untuk membuat sebuah acara penggalangan dana, “penggalangan dana sampai saat ini masih seputar mahasiswa Ekonomi saja tetapi kedepannya tidak menutup kemungkinan pihak luar ikut bergabung,” tambahnya. Semua hasil penggalangan dana akan diserahkan pada Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) perwakilan Magelang. Penyandang Thalassemia harus menjalani serangkaian perawatan rutin tiap bulannya seperti transfusi dan cuci darah. Perawatan ini tentunya memakan biaya yang tidak sedikit.

Acara yang digelar dari pukul 15.00 – 22.00 WIB ini menampilkan beberapa pengisi acara seperti Pethobeat Production, Seven Ska Paradise, Eswe Sherif Woody, Stay Blues, Ksatria, Straight Path, Galih Wave Magic Syndicate Management serta penampilan dari mahasiswa ekonomi. Puncak acara diisi oleh penampilan Bravesboy, band indie asal Yogyakarta yang mengusung aliran reggae, ska dan jamaican sound disambut antusias oleh para penonton. Bravesboy menyumbang 9 buah lagu dengan salah satu hits-nya “putuskan saja pacarmu”.

Untidar Meriahkan International Food and Culture Festival

Dalam upaya untuk memberikan wadah dan kesempatan tukar menukar informasi kebudayaan antar negara diantara mahasiswa international dan lokal, maka International Office Universitas Diponegoro menyelenggarakan International Food and Culture Festifal (IFCF) 2015. Acara dikemas dalam bentuk expo makanan dan pentas seni tradisional negara-negara di dunia.

Menurut Jati Utomo PhD selaku Direktur IO Undip acara bertujuan sebagai ajang perkenalan diri dan budaya masing-masing negara. Selain itu, acara yang dikemas dalam suasana penuh kekeluargaan ini diharapkan dapat menumbuhkan atmosfir belajar yang kondusif dan menyenangkan.

IFCF 2015 berlangsung lebih meriah dari tahun sebelumnya. Tahun ini, Undip berkolaborasi dengan tujuh universitas lain yang ada di wilayah Semarang dan sekitarnya. Ketujuh universitas tersebut Univertitas Kristen Satya Wacana, Universitas Sultan Agung, Universitas Dian Nuswantoro, Stikubank, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas Tidar

Turut berpartisipasi dalam acara ini beberapa Atase Budaya negara-negara lain. Tiap peserta menyajikan makanan tradisional dari negara bersangkutan yang juga bisa dinikmati bersama antar peserta dan para pengunjung. Masing-masing peserta juga menampilkan seni budaya tradisional mereka. Acara berlangsung sangat semarak. Universitas Tidar sebagai salah satu peserta menyajikan Gethuk sebagai makanan khas Magelang. Perwakilan dari Untidar yaitu Esterika Kuswardani beserta tim menampilkan Kompilasi Tarian Jawa dan Seni Pedalangan. Selain itu acara dimeriahkan dengan penampilan berbagai kesenian tradisional yaitu Korean Singing Performance, Thailand Music Performance, Turkish Singing Performance, Tari Merak, Japaneese Traditional Dance Surambusi Libyan Culture, Tari Dzikir Putri dari Thailand juga Afganistan Dance Performance

HIMEPA Adakan Seminar Kewirausahaan “Open Our Mind To Be Young Entrepreneurs Who Are Ready to Face ASEAN Economic Community”

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Tidar mengadakan kegiatan Seminar Kewirausahaan dengan tema "Open Our Mind To Be Young Entrepreneurs Who Are Ready to Face ASEAN Economic Community'', Selasa 24 November 2015. Acara berlangsung di Auditorium Untidar diikuti oleh sekitar 150 peserta. "Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan dapat terbuka wawasan dan pengetahuannya mengenai Kewirausahaan. Bisa menanamkan mindset dan tergerak untuk berwirausaha setelah lulus kuliah nantinya", kata Muhammad Nur Khabib Ketua HMJ Ekonomi Pembangunan Untidar. 

Kegiatan diikuti oleh mahasiswa semester 1, 3 dan 5. Kegiatan ini menghadirkan 2 pembicara yaitu Priyo Trimanto, alumnus Untidar yang telah sukses berwirausaha dan Febriyo Hadikusuma atau lebih dikenal dengan nama Bio Hadikusuma. Bio adalah lulusan UGM yang merupakan bussiness owner Digibooks, Konsultan Bisnis, Penulis, Public Speaker yang pernah berbicara di hadapan 100 ribu peserta dan Dosen Kewirausahaan FMIPA UGM. 

Priyo yang merupakan Direktur Kospin Mitra Abadi Jaya menuturkan tak perlu terlalu pintar untuk menjadi pengusaha. Tapi harus gigih dan ulet. "Untuk menjadi pengusaha juga tidak harus dengan modal yang besar Dengan modal yang kecil apabila kita yakin dan dengan kemampuan sendiri serta dibarengi dengan keuletan maka usaha yang kita lakukan juga bisa sukses. Gagal itu pasti. Asal bertahan dan tak pantang menyerah, kesuksesan pasti diraih" jelasnya. 

Bio yang tampil sebagai pembicara kedua menuturkan untuk mencapai sebuah impian kita harus berusaha dengan semangat dan yakin bahwa yang kita kerjakan tidak akan sia sia. Usaha harus dimulai dari kecil lalu dikembangkan terus, karena jika dimulai langsung usaha besar akan kurang pengalaman, sehingga jika ada cobaan akan sulit untuk menanganinya. " Menjadi wirausahawan banyak untungnya. Kita bisa meraih penghasilan ekstra, kebebasan finansial, pengembangan diri, bisa membantu orang lain, memperbanyak relasi, bisa pensiun dini dsb. Bisnis adalah solusi sebuah masalah.Kegagalan dan keberhasilan ada di jalur yang sama.Usaha asal dilakukan karena niat untuk mencari Ridho Allah insyaallah akan berkah dan keberhasilan akan mudah diperoleh" tuturnya. 

Acara seminar kewirausahaan ini merupakan seminar pertama yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan. Pada seminar ini sekaligus diadakan launching/ peresmian Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Himepa) Universitas Tidar. Diresmikan dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Drs.Sri Bondan, M.Si dan diberikan kepada perwakilan mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan dari semester 1, 3 dan 5. 
 

Taekwondo Untidar Ucap Janji di Puncak Tidar

63 anggota Taekwondo Dojang Untidar mengikuti Makrab (Malam Keakraban). Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari tanggal 2-3 Oktober 2015 di Gedung Multi Media Kampus Untidar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat, niat, serta menyatukan Visi dan Misi bagi anggota baru Taekwondo. Sebagai Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Magelang, Narko Krisbudianto. Dalam sambutannya Koko menyampaikan sejarah perkembangan Taekwondo, maksud dan arti bendera, logo, serta visi dan misi Taekwondo Indonesia. Beliau berharap Untidar dapat segera mengirimkan atletnya untuk berlaga di kejuaraan lokal maupun nasional.

Narasumber yang juga dihadirkan dalam makrab kali ini adalah Sabeum Tomi, pelatih Taekwondo yang sudah meraih Dan V. Dalam paparannya Sabeum Tomi menyampaikan agar anggota baru lebih serius mengikuti latihan, sebagai bekal ketika mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 25 Oktober 2015. Sebagai organisasi baru di Untidar, Taekwondo harus belajar dari UKM – UKM yang lain agar organisasi ini bisa berjalan dengan baik.

Sabtu, 3 Oktober 2015 seluruh Atlet melakukan jalan kaki dari Universitas Tidar sampai Puncak Gunung Tidar untuk mengikuti acara Out Bond dan serah terima pengurus lama ke pengurus baru Taekwondo periode 2015-2015. Sherly Brilliantika Ketua Taekwondo Untidar periode 2015 – 2016 berharap seluruh anggota tidak melupakan dan meninggalkan kegiatan perkuliahan. "Taekwondo adalah kegiatan Ekstra saja bukan utama. Jadi kuliah adalah yang utama, tapi berorganisasi di Taekwondo dapat mengenalkan nilai-nilai sosial, kebersamaan, toleransi,  semangat pantang menyerah, mandiri dan bertanggung jawab.” paparnya. Kegiatan ditutup dengan pembacaan sumpah dan janji Taekwondo Indonesia.

English Student Association adakan MAKRAB

Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris atau ESA ( English Student Association ) adalah salah satu organisasi di Universitas Tidar yang memiliki tujuan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa dalam menyalurkan aspirasi dan kreatifitas. Demi terwujudnya kegiatan tersebut, Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris mengadakan kegiatan ‘Barbeque Party 2015’ yang merupakan gabungan dari agenda tahunan 2 jam bersama progdi, malam keakraban (makrab), dan FIESTA (Festival of English Students’ Association) 2015. FIESTA (Festival of English Students’ Association) 2015 adalah kompetisi antar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk mahasiswa semester 1 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Universitas Tidar. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa semakin meningkatkan kemampuan berbahasanya khususnya speaking skill dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. 

‘Barbeque Party 2015’ kali ini bertema Express Your Talent And Taste Togetherness (Ekspresikan Bakatmu dan Rasakan Kebersamaan). Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercapai beberapa tujuan yaitu :
a.   Terbinanya keterbukaan di Prodi Bahasa Inggris  Universitas Tidar dengan adanya wahana yang baik.
b.   Sebagai salah satu wadah dan wahana sharing Prodi Bahasa Inggris Universitas Tidar dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.
c.   Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris serta menciptakan hubungan persahabatan  antarmahasiswa. 
d.   Mentransformasikan nilai-nilai intelektual melalui berbagai perlombaan.
e.   Membangun semangat berkompetisi dan persaingan yang sehat antarpeserta.
f.    Menyosialisasikan pentingnya berbahasa pada mahasiswa.

MAHASISWA UNTIDAR JALANI “LIVE IN” SEBAGAI BAGIAN DARI KEGIATAN PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA

Di era digital seperti sekarang ini, hampir semua hal yang kita inginkan bisa didapat dengan mudah dan instan. Bagaikan pedang bermata dua. Yang satu mengarah pada kemajuan, namun yang lain mengarah pada kehancuran kehidupan manusia sebagai bangsa yang bermartabat. 

Fenomena menunjukkan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya siap menghadapi dunia modern ini. Tampak pada gaya dan perilaku generasi muda yang kurang memiliki daya juang, malas, ingin serba gampang dan hedonis. Tak jarang kita temukan anak muda yang hobi berlama-lama nongkrong di cafe dengan tangan kanan memegang hp dan tangan kiri memegang rokok. Sementara itu para pejabat tak sungkan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme serta berperilaku tidak adil, yang tentunya menyakiti hati mereka yang kecil dan lemah. 

Prihatin dengan kondisi semacam ini, Team Pendidikan Karakter Untidar melakukan kegiatan Live In – Bakti Sosial Dalam Usaha Meningkatkan Kepedulian Sosial Dalam Rangka Pembinaan Karakter Mahasiswa Untidar. 

"Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap sesama, terlebih yang lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Kepedulian terhadap sesama diharapkan mendorong munculnya rasa tanggung jawab untuk memperjuangkan keadilan, kejujuran, dan kebenaran dalam masyarakat yang lebih luas", tutur Dra. MG. Supeni, M.Si selaku Ketua Pelaksana Kegiatan ini. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan agar wawasan dan pemahaman mahasiswa terhadap berbagai macam kondisi fisik dan psikis manusia semakin luas. "Mahasiswa diharapkan semakin meningkat rasa empati, toleransi dan kasih sayangnya kepada mereka yang kurang beruntung. Kepedulian sosial harus terus dikembangkan, agar mahasiswa tidak hedonis dan hanya mementingkan diri sendiri", tambah Supeni.

Kegiatan Live In dilaksanakan di Panti Wreda Pelkrim Magelang, Panti Asuhan SLBC Rindang Kasih Secang, Balai Rehabilitasi Sosial Tuna Grahita Temanggung, Panti Asuhan Sayap Ibu I Depok Sleman dan Panti Asuhan Sayap Ibu II Kalasan Yogyakarta.

Kegiatan Live In diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan 4 yang lolos seleksi. Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu. Selama Program Live-In dijalankan, mahasiswa berkewajiban melayani dan membantu warga panti dengan sebaik-baiknya. Kegiatan Live-In berlangsung mulai tanggal 20 Juli dan berakhir pada 31 Agustus 2015