PENETAPAN PENERIMA DANA BANTUAN BIDIK MISI MAHASISWA BARU UNTIDAR T.A. 2016/2017

BIDIKMISI 001BIDIKMISI 002 BIDIKMISI 003 BIDIKMISI 004 BIDIKMISI 005 BIDIKMISI 006 BIDIKMISI 007 BIDIKMISI 008

Bagi mahasiswa yang tidak mendapatkan Bidikmisi periode Semester Gasal Tahun Akademik 2016/2017 dikenai UKT sebesar Rp 500.000. Tata cara beserta tanggal pembayaran akan diumumkan pada pengumuman selanjutnya.

SUGIMIN : MAHASISWA WAJIB PAHAM ETIKA DI DALAM & LUAR KAMPUS

MAGELANG – Kapolsek Magelang Utara Resor Magelang, Kompol Sugimin menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa mengenai etika dalam berperilaku baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar kampus saat mengisi materi dalama Otadama 2016 gelombang kedua, Sabtu (20/08) di auditorium UNTIDAR.

“Etika menentukan sejauh mana masing-masing indivudu dapat bergaul dan bersosialisasi dimana nantinya berpengaruh juga dalam membedakan mana yang baik dan buruk untuk dilakukan,” jelas Sugimin.

Sepakat dengan pendapat Sugimin, Lurah Potrobangsan, Drs. Arifudin menyatakan bahwa banyak mahasiswa khususnya yang datang dari luar kota belum menerapkan etika bermasyarakat yang baik. “Ada anggapan karena dari luar kota, hanya menumpang kost, maka tidak perlu berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di sekitarnya, ini salah,” tutur Arifudin.

Drs. Budiono, M.Pd. saat berbincang dengan salah satu peserta Otadama 2016.

Drs. Budiono, M.Pd. saat berbincang dengan salah satu peserta Otadama 2016.

Selain Kapolsek Magelang Utara dan Lurah Potrobangsan, Dosen FKIP, Drs. Budiono, M.Pd. jura turut memberikan materi seputar nilai, etika dan budaya. Sebanyak 546 mahasiswa baru ini juga mendapat materi “Penyesuaian Diri di Perguruan Tinggi” oleh dosen Fakultas Teknik, Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., “Kegiatan Akademik di Perguruan Tinggi” oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si.

“Pelayanan mahasiswa dan pelayanan pendidikan paling tinggi ada dalam perguruan tinggi. Kunci sukses belajar di perguruan tinggi yaitu mempunyai keseimbangan hati, kepala, pikiran, tangan, dan mempunyai cita-cita,” kata Drs. Hari wahyono, M.Pd.

Wakil dekan bidang akademik dan kemahasiswaan ini berkesempatan mengisi materi mengenai penyesuaian dalam perguruan tinggi. Seperti halnya pada gelombang pertama Otadama 2016 ini, pada hari pertama, peserta mendapatkan beragam materi yang dipersiapkan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan perkuliahan nantinya. Selain itu juga ada materi dari pengusaha muda, Agus Hadi Prayitno yang berbagi pengalaman wirausahanya di bidang kuliner D’Gejrot Kemek asal Yogjakarta. Agus mengusung usaha kuliner ayam gejrot/ayam marinasi dengan bumbu rempah yang khas.  (WK/DN)

OTADAMA 2016 100% BEBAS PLONCO

MAGELANG – Panitia Otadama 2016 menegaskan tidak ada perploncoan dalam masa orientasi mahasiswa UNTIDAR. Peserta hanya diwajibkan membawa caping dan pom-pom bewarna. “100% tidak ada tugas-tugas aneh atau bentuk perploncoan lainnya,” tutur Raedy Hendarto, Ketua Panitia Otadama.

Beni Azwar Suganda mahasiswa asal Riau menuturkan bahwa atribut yang harus dibawa tidak memberatkan tapi bagi mahasiswa asal luar kota seperti dirinya perlu pengarahan lebih dari panitia khususnya lokasi dimana mendapatkan atribut tersebut. “Agak kesulitan mendapat caping karena beberapa tempat sudah habis atau ramai. Jadi saya sampai ke pasar Bandongan akhirnya dapat,” jelas Beni.

Sebelumnya, atribut dan persyaratan dapat diakses di akun facebook Otadama 2016 seminggu sebelum acara dimulai. Panitia juga menerima segala pertanyaan lewat aplikasi message dan contact person yang tertera. Selain seputar ketentuan Otadama, panitia juga membantu mahasiswa asal luar kota yang kesulitan mencari alamat indekost.

Atribut caping dan pom-pom bewarna digunakan dalam pembentukan formasi bendera merah-putih dan “Otadama”, Jumat pagi (19/08) di depan gedung Fakultas Ekonomi. “Walaupun hasilnya belum memuaskan tapi kerjasama peserta dan panitia sudah maksimal. Besok pada gelombang kedua kami pastikan lebih baik lagi,” kata Vicky Jihan Ababa, koordinator dokumentasi.

Penampilan UKM Bengkel Seni saat menunjukkan kebolehannya di hadapan para mahasiswa baru.

Penampilan UKM Bengkel Seni saat menunjukkan kebolehannya di hadapan para mahasiswa baru.

Berbeda dengan hari pertama yang sebagian besar diisi oleh pemaparan materi, hari kedua ini peserta disuguhkan beraneka hiburan dari masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Setiap UKM memperkenalkan kegiatannya yang dibungkus dalam pertunjukan seni seperti menyanyi dan parodi.

Selain penampilan UKM, peserta diberi materi tentang “Sosialisasi Layanan Mahasiswa” oleh pemateri PUSKOMINFO dan BAKPK UNTIDAR, Pemutaran Film Gerakan Mahasiswa dan pensi sebagi penutup Otadama Gelombang 1. (WK/DN)

573 MAHASISWA IKUTI OTADAMA 2016 GELOMBANG PERTAMA

MAGELANG – Setelah resmi menjadi keluarga besar sivitas akademika UNTIDAR, 573 mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 mulai menjalani masa orientasi. Panitia Otadama (Orientasi Muda Tidar) memutuskan untuk melaksanakan kegiatan orientasi mahasiswa tahun ini dalam 2 gelombang yang masing-masing terdiri dari 2 hari dikarenakan keterbatasan tempat.

“Gelombang pertama pada 18-19 Agustus 2016 dan gelombang kedua pada 20-21 Agustus 2016. Pembagian mahasiswa dalam dua gelombang bertujuan agar mahasiswa teteap kondusif menerima materi dengan kondisi tempat yang terbatas,” kata Raedy Hendarto, Ketua Panitia Otadama 2016.

Otadama 2016 bertujuan untuk mengenalkan dan memahami lingkungan akademis yaitu kampus UNTIDAR serta membekali mahasiswa baru dengan materi-materi dasar baik yang nantinya digunakan dalam kehidupan perkuliahan maupun bermasyarakat.

Materi pada hari pertama dimulai dengan wawasan perguruan tinggi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc. Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., dan Dekan FKIP, Prof. Dr. Soekarno, M.Si.

Selain dari pihak kampus, materi juga diberikan oleh Letkol. Arm. Joko Purnomo, perwakilan dari Gubernur AKMIL Magelang yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan”. “Wawasan Kebangsaan yaitu agar memahami bela negara dan cinta tanah air. Di Indonesia banyak sekali koruptor, tawuran, bandar narkoba. Korupsi di bela mati, maraknya korupsi. Siapapun warga negara wajib pembela warga negara kita, kata Joko Purnomo Gubernur Akmil. Wawasan Kebangsaan merupakan orang pandang Bangsa Indonesia dengan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan,” kata Joko.

Kepala Kelurahan Potrobangsan, Dr. Arifudin dan Kapolsek Magelang Utara, Kompol. Sugimin, S.H juga turut menjadi pemateri mengenai “Pengenalan Nilai, Budaya, dan Etika”. “Lurah dan Kapolsek diharapkan secara langsung dapat memberikan acuan bagaimana bermasyarakat yang baik dan mampu berbaur dalam kehidupan sosial bagi di lingkungan tempat tinggal maupun dalam kampus,” tutur Wiji Kusumaningsih, Humas Otadama 2016. (WK/DN)

RESMI, 1119 MAHASISWA BERGABUNG DI KELUARGA BESAR SIVITAS AKADEMIKA UNTIDAR

MAGELANG – Setelah melewati proses penerimaan mahasiswa baru mulai dari SNMPTN, SBMPTN hingga SM-UNTIDAR, Rabu (17/08), akhirnya 1119 mahasiswa resmi bergabung dalam keluarga besar sivitas akademika Universitas Tidar. “Total keseluruhan pendaftar ke UNTIDAR sebanyak 8443. Anda yang berada disini adalah mahasiswa pilihan maka, ingatlah untuk belajar sebaik-baiknya,” tutur Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Rektor UNTIDAR menyematkan topi pada dua perwakilan mahasiswa yaitu Fransina Aucsilia Kedeikoto dan Dede Romadhan Pambudi sebagai simbolisasi peresmian status mereka yang sebelumnya calon mahasiswa menjadi mahasiswa UNTIDAR tahun akademik 2016/2017. Fransina merupakan mahasiswi prodi Administrasi Negara yang berasal dari Nabire, Papua sedangkan Dede adalah mahasiswa prodi Teknik Mesin S1 asal Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara. “Kedua mahasiswa ini sebagai salah satu bukti bahwa UNTIDAR sudah mulai dikenal dan menjadi pilihan mahasiswa dari luar Kota Magelang bahkan luar Jawa untuk melanjutkan pendidikannya,” tutur ketua PMB UNTIDAR, Nuwun Priyono, S.E., Akt., M.Ak.

Rektor UNTIDAR, Dede Romadhan, Fransina Aucsilia dan Wakil Rektor Bidang Akademik saat serah terima mahasiswa.

Rektor UNTIDAR, Dede Romadhan, Fransina Aucsilia dan Wakil Rektor Bidang Akademik saat serah terima mahasiswa.

Berdasarkan data dari Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNTIDAR, Fransina adalah mahasiswi dari daerah asal terjauh. Kini, Fransina tinggal bersama kedua orang tua asuhnya Tri Subiarti dan Gatot Wibowo di Magersari, Magelang. “Sempat mengalami kendala registrasi karena keterbatasan sarana informasi bahkan hampir didiskualisifikasi. Akhirnya UNTIDAR memberikan kesempatan dan saat ini saya sudah resmi menjadi mahasiswi di kampus ini,” kata Fransina.

Menurut, mahasiswi kelahiran Homeyo, 11 Juli 1996 ini UNTIDAR sudah direkomendasikan orang tua asuhnya semenjak dirinya masih duduk di bangku SMA. “Lega rasanya bisa datang ke Magelang khususnya UNTIDAR. Iklimnya nyaman, biaya makan dan lainnya tidak semahal di tempat tinggal saya. Orang-orangnya ramah dan baik,” tambahnya.

Sama seperti Fransina, Dede, mahasiswa UNTIDAR asal Tanjung Selor, Kalimantan Utara ini sekarang juga tinggal bersama kedua orang tua asuhnya Bambang Waluya dan Dasmiyati di Jogonegoro, Mertoyudan. Demi mengenyam pendidikan yang lebih lagi Dede dan Fransina serta ratusan mahasiswa dari luar Jawa Tengah bahkan Pulau Jawa rela meninggalkan tanah kelahirannya.

Keseluruhan jumlah mahasiswa baru UNTIDAR 2016/2017 terdiri dari 326 mahasiswa jalur SNMPTN, 303 jalur SBMPTN dan 490 jalur SM-UNTIDAR. Disaat bersamaan juga diumumkan penghargaan pendidik dan tenaga kependidikan berpresasi tingkat UNTIDAR serta penghargaan bagi mahasiswa berprestasi dalam bidang kemahasiswaan seperti PKM, PHBD dan Duta Wisata Kota Magelang. (DN)

PENGUMUMAN SERAH TERIMA MAHASISWA BARU UNTIDAR TH 2016/2017

maba 17 agustus-page-001

  • Acara Serah Terima Mahasiswa baru TH 2016/2017 diadakan setelah Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-71 di Halaman Parkir FKIP UNTIDAR, maka itu seluruh mahasiswa baru WAJIB mengikuti rangkaian upacara dari awal.
  • Setelah acara Serah Terima akan diadakan Technical Meeting Orientasi Tidar Muda (Otadama) 2016
  • Seluruh informasi terkait OTADAMA 2016 dapat dilihat pada akun Facebook OTADAMA 2016 atau Contact Person Humas OTADAMA : Hidayat (08976801661)

INFORMASI KEPADA SELURUH MAHASISWA BARU FAKULTAS EKONOMI UNTIDAR

Kepada Seluruh Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi Universitas Tidar diwajibkan hadir pada :

Hari : Selasa

Tanggal : 16 Agustus 2016

Pukul : 09.00 WIB (wajib datang tepat waktu)

Tempat : Auditorium Untidar

Acara : Penjelasan Persiapan Orientasi Tidar Muda (OTADAMA)

Atas perhatianya diucapkan terimakasih.

 

Tertanda

DEKAN FAKULTAS EKONOMI

 

PKMK 2016 : BUDIDAYA LELE ORGANIK DENGAN METODE KONSERVASI AIR TANAH

Air merupakan hal paling krusial dalam usaha budidaya ikan. Maka itu, mayoritas pembudidaya ikan hanya muncul di daerah dengan pasokan air melimpah. Bayu Setiaji Muslih (Teknik Sipil/FT), David Pamungkas (Ekonomi Pembangunan/FE) dan Hata Agung Pambudi (Agroteknologi/Faperta) mencoba mematahkan stigma ini dengan memperkenalkan metode konservasi air tanah dimana air limbah kolam dapat diolah dan digunakan kembali. “Air kolam yang bau dan kotor biasanya langsung dialirkan ke selokan atau saluran irigasi. Kebiasaan seperti ini dapat mencemari lingkungan. Maka itu kami memilih untuk mengolahnya dan menjadikannya cadangan air disaat musim kemarau,” kata Bayu.

Bayu, David dan Hata yang tergabung dalam tim PKMK UNTIDAR yang lolos didanai Kemristekdikti tahun 2016 dengan judul “Budidaya Lele Sangkuriang secara Organik dengan Metode Konservasi Air Tanah” memilih lokasi Daerah Sojomerto Kidul, Sidomulyo, Kecamatan Salaman sebagai lokasi pembudidayaan. “Pasokan air di daerah ini cukup melimpah disaat musim hujan tetapi disaat musim kemarau pasokan air berkurang drastis bahkan terjadi kekeringan,” tambahnya.

Menyiasati permasalahan tersebut, Bayu dan teman se-timnya menerapkan metode konservasi air tanah pada air limbah kolam lele mereka. Mulanya mereka membuat sebuah sumur resapan yang difungsikan sebagai filter limbah kolam tersebut. Kotoran pada air akan terfilter ke dalam tanah sehingga air kembali menjadi bersih dan bisa digunakan kembali. Upaya konservasi air tanah ini mampu menjaga stabilitas volume air tanah saat musim kemarau sehingga meminimalisir terjadinya kekeringan.

Bibit lele sangkuriang usia 50 hari yang siap jual.

Bibit lele sangkuriang usia 50 hari yang siap jual.

Berbeda dengan pembudidaya ikan lele pemula lainnya, Bayu memilih budidaya bibit bukannya pembesaran lele. “Berdasarkan hasil observasi, masih sedikit yang mengembangkan usaha pembibitan sehingga kami yakin pangsa pasarnya masih terbuka luas,” tutur Bayu. Selain itu, bibit lele yang dihasilkan tanpa menggunakan bahan kimia yang biasanya digunakan untuk mencegah bibit terserang penyakit. “Kunyit dan bawang putih dijadikan pengganti bahan kimia dan dicampurkan di pelet ikannya,” jelasnya.

Proses pemijahan, penetasan hingga bibit siap jual memakan waktu 50 hari. Dalam sekali panen, 6 kolam Ikan lele yang masing-masing berukuran 2×4 m yang disewa im Bayu ini mampu menghasilkan 40 ribu bibit yang terbagi dalam 3 ukuran yaitu kecil (2-3 cm), sedang (3-4 cm) dan besar (4-6 cm). Bibit lele ukurang kecil dijual Rp 55/ekor, sedang Rp 70/ekor dan besar Rp 120/ekor. Jadi jika dirata-rata, dalam sekali panen Bayu dan teman se-timnya memperoleh penghasilan kotor Rp 2.800.000

Semua hasil pembudidayaan langsung dijual di Pasar Ikan di daerah Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY. “Semua hasil panen selalu habis terjual bahkan kami terkadang keteteran melayani pesanan,” kata Bayu. Menurutnya, pasca program PKM berakhir pun usaha pembibitan ikan lele ini akan terus dilanjutkan dan memiliki prospek yang bagus di masa depan. (NV/DN)

TINGKAT PENGADUAN HAM KOTA MAGELANG & KAB. TEMANGGUNG RENDAH, KOMNAS HAM CURIGA

MAGELANG – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, Dr. Otto Nur Abdullah menyatakan bahwa jumlah pengaduan kasus HAM di Kota Magelang dan Kabupaten Temanggung tergolong rendah. “Harapannya tidak ada pengaduan berarti tidak ada masalah. Bukan sebaliknya, banyak yang bermasalah tapi tidak tahu harus mengadu kemana,” tutur Otto.

Pembicara utama pada kuliah umum bertemakan “Hak Asasi Manusia (HAM)” di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UNTIDAR, Kamis (11/08) ini memaparkan pentingnya masyarakat memahami definisi pelanggaran HAM dan bagaimana cara pengaduannya sehingga sedapat mungkin masalah tersebut dapat diselesaikan.

Menurut data laporan pengaduan periode Juli 2016, menurut klasifikasi pelanggaran, hak memperoleh keadilan menduduki peringkat pertama dan hak atas kesejahteraan di urutan kedua terbanyak. Pihak yang paling banyak dilaporkan adalah kepolisian dan korporasi. Sedangkan korban terbanyak adalah perseorangan dan kelompok masyarakat.

Selain itu, dalam menghadapi permasalahan apapun hendaknya nurani tetap dijadikan salah satu bahan pertimbangan. Jika masalahnya tidak terlalu besar baiknya diselesaikan dengan kekeluargaan, tidak terburu-buru melibatkan aparat penegak hukum.

“Komnas HAM dituding membela Freddy Budiman karena menolak vonis hukuman mati kepadanya,” jelasnya. Jika dipandang sebagai seorang manusia atau warga negara, tidak hanya Freddy Budiman si gembong narkoba, pembunuh, penculik, rampok atau orang lainnya tetap berhak mendapatkan hak hidup. Penjatuhan vonis hukuman bisa diproses selain hukuman mati karena faktanya, hukuman mati tidak memberikan efek jera.

Peserta kuliah umum Komnas HAM saat mendengarkan materi di gedung Fisipol UNTIDAR

Peserta kuliah umum Komnas HAM saat mendengarkan materi di gedung Fisipol UNTIDAR

Pada hari dan tempat yang sama, Bagian Dukungan Pelayanan Pengaduan Komnas HAM RI membuka Pos Penerimaan Pengaduan pada pukul 10.00 – 12.00 WIB di Lobi Fisip UNTIDAR. Kuliah umum dan pembukaan pos pengaduan ini merupakan bagian dari kegiatan Konsultasi dan Penerimaan Pengaduan Pro Aktif di Kab. Temanggung dan Kota Magelang pada 9 – 12 Agustus 2016.

“Kalau tidak ada pengaduan dari masyarakat terlebih dahulu bagaimana kami tahu ada kasus pelanggaran HAM. Maka itu kami mengajak mahasiswa Fisipol atau UNTIDAR untuk menyebarluaskan info mengenai tata cara pengaduan HAM,” kata Ceria Alamiyati, staff Komnas HAM.

Pengaduan Komnas HAM harus disampaikan secara tertulis yang memuat dan dilengkapi dengan data pribadi pengadu, rincian pengaduan, serta bukti yang menguatkan pengaduan yang bisa diakses di Kantor Perwakilan Komnas HAM terdekat atau www.komnasham.go.id (DN)

PERGURUAN TINGGI RESOURCE UTAMA WUJUDKAN INOVASI NASIONAL

MAGELANG – World Economic Forum (WEF) tahun 2015-2016 menyatakan bahwa daya saing Indonesia berada di peringkat 37 dari 140 negara. Sesama negara ASEAN, kita tertinggal dari Singapura di posisi ke-2, Malaysia di posisi ke-18 dan Thailand di posisi ke-32. “Indikator peningkatan daya saing terkait Iptek dan pendidikan tinggi yaitu pilar pendidikan tinggi dan training, kesiapan teknologi dan inovasi perlu ditingkatkan kembali,” tutur Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D.

Pada upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-21, Rabu (10/08), Prof. Ali selaku Wakil Rektor Bidang Akademik berkesempatan menjadi pembina upacara membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Inovasi nasional menjadi pokok bahasan utama dimana perguruan tinggi mempunyai peran penting dalam mewujudkan hal tersebut.

“Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan produk inovasi,” tambahnya. Perguruan tinggi sebagai salah satu garda terdepan dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dalam meningkatkan daya saing bangsa. Hasil riset-riset perlu disinergikan dengan berbagai stakeholder sehingga dapat didorong menjadi produk-produk inovasi sehingga memberikan kontribusi dominan dalam pembangunan perekonomian bangsa.

Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227 menjadi petugas upacara Harteknas ke 21 di UNTIDAR

Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227 menjadi petugas upacara Harteknas ke 21 di UNTIDAR

Petugas Upacara dalam peringatan Harteknas ke-21 yang mengusung tema “Inovasi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa,” di UNTIDAR kali ini adalah UKM Pramuka atau dikenal dengan Dewan Racana Universitas Tidar Gudep 21-227. Tim upacara ini pernah mengikuti lomba Pengibaran Bendera dalam rangka Dies Natalis UNY pada Mei 2016 lalu. Tim paduan suara Grandio Sonora Tidar juga ikut andil dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri. (DN)