PERPUSTAKAAN UNTIDAR BERBENAH, PENGUNJUNG MENINGKAT 1000%
MAGELANG – Perpustakaan Universitas Tidar terus meningkatkan performanya sebagai penyedia pelayanan dan sumber referensi bagi seluruh sivitas akademika. Berdasarkan data, sepanjang tahun 2016 ini khususnya mulai bulan Maret jumlah kunjungan sebanyak 181 pengunjung terus meningkat. Bahkan pada minggu kedua bulan September ini pengunjung sudah mencapai 2029 orang.
“Dalam 7 bulan terakhir, jumlah pengunjung meningkat hingga 1000%. Capaian ini merupakan hasil kerja keras tim perpustakaan mulai dari pengembangkan sistem, penambahan koleksi buku serta pelayanan dan pengkondisian perpustakaan agar menjadi lokasi yang nyaman bagi pengunjungnya,” kata salah satu staff Perpustakaan, Ginanjar Kurniawan, SIP.
Penerapan SLIMS (Senayan Library Management System) mulai tahun 2014 lalu efektif membantu perpustakaan UNTIDAR terutama dalam hal sirkulasi koleksi buku. Aplikasi open source yang pertama kali diterapkan di Perpustakaan Kementrian Pendidikan Nasional, Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Kementrian Pendidikan Nasional ini mempermudah sistem manajemen perpustakaan (library management system) yang meliputi manajemen keanggotaan, inventarisasi koleksi, laporan dan statistik, pengelolaan terbitan berkala, dan masih banyak fungsi penunjang lainnya. Aplikasi ini disediakan dalam berbagai macam bahasa yaitu Indonesia, Inggris, Spanyol, Arab, dan Jerman.

Mahasiswa dapat memanfaatkan ruang perpustakaan untuk berdiskusi dan mengerjakan tugas kuliah.
“Pengunjung dapat mencari judul buku serta mengecek ketersediaan buku secara online. Sayangnya masih terbatas local host. Jadi pencarian hanya bisa dilakukan di wilayah kampus serta hanya berfungsi di jam kerja saja,” tutur Dicky
Sampai saat ini koleksi buku perpustakaan UNTIDAR terdiri dari buku teks cetak sebanyak 11.731 judul dan 55.521 buku teks elektronik. Jurnal nasional terakreditasi sebanyak 12 judul dengan jumlah copy sejumlah 70 eksemplar. Jurnal internasional cetak 2 eksemplar dan elektronik sebanyak 6.282 serta prosiding cetak 5 eksemplar dan elektronik sebanyak 81 dengan jumlah copy sebanyak 10 eksemplar.
“Perpustakaan kami buat senyaman mungkin untuk membaca, mengerjakan tugas, berdiskusi atau bahkan bersantai sambil menunggu jam kuliah,” tambah Ginanjar. Fasilitas pendukung lainnya adalah spot untuk foto/selfie serta pembagian cokelat bagi pengunjung di hari-hari tertentu. Pembagian cokelat sebagai wujud apresiasi kepada pengunjung perpustakaan dan direncanakan akan menjadi agenda rutin dua kali dalam sepekan.
Sayangnya fasilitas pendingin ruangan sampai saat ini belum bisa terpenuhi secara maksimal. Pihak Perpustakaan menyatakan sudah mengusahakannya namun belum bisa terpenuhi dalam waktu dekat ini. Selain pendingin ruangan, pemenuhan koleksi buku internasional juga masih mengalami kendala.
“Suasana cukup nyaman dan koleksi buku mencukupi. Tapi, kalau bisa ditingkatkan lagi sehingga semakin banyak yang datang ke perpustakaan,” kata Gita Setyaningsih, mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). (DN)

Pengunjung perpustakaan mendapatkan cokelat pada Hari Kunjung Pepustakaan, Rabu (14/09) dan direncanakan akan menjadi agenda rutin 2 kali daalam sepekan.
HIMAGRO UNTIDAR RAIH JUARA 2 KEJUARAAN FUTSAL HIMAGRI CUP SE-JATENG & DIY
MAGELANG – Prestasi membanggakan diukir Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagro) UNTIDAR yang berhasil membawa pulang piala Juara kedua pada HIMAGRI CUP, Sabtu-Minggu (17-18/09/2016). Sempat tampil maksimal di babak penyisihan, performa Himagro UNTIDAR mulai menurun pada babak final dan akhirnya dikalahkan oleh tim Himagro Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY).
“Bersyukur bisa meraih prestasi ini padahal persiapan hanya 2 kali latihan ditambah seluruh tim harus rela bolak-balik Magelang-Jogja selama mengikuti kejuaraan futsal ini,” tutur Alfian.
Menurutnya, stamina tim mulai menurun pada babak final dikarenakan kelelahan menempuh perjalanan Magelang-Jogja selama 2 hari mengikuti kejuaraan Himagri Cup di Gelanggang Olahraga UGM.
Tim Himagro UNTIDAR terdiri dari Arsa Bela Cahyadi, Restu Dika Alvian, Bagas Wahyu P., Putra Eko P., Angga Septiawan, M. Cahyo Purnomo, Nuzulul Madiasto S., Sabastian Adi P., dan Muhammad Alfian M. Semuanya merupakan anggota Himagro UNTIDAR yang duduk di semester 1, 5 dan 7.

Bagas Wahyu P. (kanan) Ketua timfutasal Himagro UNTIDAR saat menerima hadiah dari panitia HImagri Cup di Gelanggang Olahraga UGM.
Himagri Cup merupakan kejuaraan futsal pertama antar mahasiswa jurusan agroteknologi/agrobisnis/agronomi yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK Himagri) koordinantor wilayah 3 Jateng dan DIY. Pada kesempatan perdana ini, Ikatan Mahasiswa Agronomi dan Pemuliaan Tanaman (IMAGRO) Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada berkesempatan menjadi penyelenggara. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan komunikasi dan kerjasama serta meningkatkan kualitas dan prestasi mahasiswa melalui kegiatan olahraga.
“Rencana kedepannya kegiatan sejenis ini akan dijadikan agenda rutin sebagai ajang silaturahmi dan sharing sesama mahasiswa agroteknologi/agronomi/agrobisnis se-Jateng & DIY,” tambah Alfian.
Himagro UNTIDAR sebagai juara 2 Himagri Cup 2016 membawa pulang trophi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000. Selamat Untuk Tim Futsal HIMAGRO UNTIDAR, Teruslah berkarya untuk kemajuan Bersama. (DN)
PENETAPAN PENERIMAAN BEASISWA (PPA) MAHASISWA UNTIDAR ANGKATAN TAHUN 2016
[pdfviewer]https://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2016/09/PENETAPAN-PENERIMAAN-BEASISWA-PPA-MAHASISWA-UNTIDAR-ANGKATAN-2016.pdf[/pdfviewer]
PENGUMUMAN SELEKSI AKHIR DOSEN UNTIDAR
Berdasarkan hasil Ujian Tahap II Tes Microteaching dan Wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 5 September 2016 dan rapat akhir Panitia Seleksi Pegawai Kontrak (Formasi Dosen) Universitas Tidar tanggal 13 September 2016, dengan ini diumumkan bahwa peserta yang namanya tercantum pada Lampiran Pengumuman ini dinyatakan lulus seleksi dan memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Pegawai Kontrak Universitas Tidar.
Sebagai tindak lanjut proses selanjutnya, peserta dimohon hadir dalam pengarahan yang akan dilaksanakan pada :
- Hari, tanggal : Senin, 19 September 2016
- Pukul : 10.00 WIB – selesai
- Tempat : Ruang rapat rektorat Universitas Tidar
Demikian untuk menjadi perhatian.
REKTOR UNTIDAR SERAHKAN BANTUAN BIDIKMISI TAHUN 2016
MAGELANG – Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan bantuan Bidikmisi tahun 2016 kepada 180 mahasiswa di auditorium UNTIDAR, Kamis (08/09). Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Mistiyah (FE/Ekonomi Pembangunan) dan Afif Nuur Hidayat (FT/Teknik Elektro).
“Kalian adalah mahasiswa pilihan yang lolos seleksi tingkat universitas. Tunjukan dengan prestasi akademik minimal IPK 3.00, lulus maksimal 8 semester dan aktif dalam kegiatan lain yang mendukung perkuliahan misalnya riset atau penelitian,” Prof. Cahyo.
Sesuai dengan visi UNTIDAR yaitu universitas berbasis riset dalam mengembangkan ipteks dan kewirausahaan, mahasiswa dituntut menerapkan prinsip-prinsip riset khususnya dalam dunia perkuliahan. Mayoritas kendala mahasiswa adalah pada tahap penyelesaian tugas akhir atau skripsi. Mahasiswa belum memahami atau baru pertama kali melakukan riset pada skripsinya sehingga berkali-kali harus melakukan revisi yang berakibat pada molornya waktu lulus/wisuda. Riset dapat dimulai dari berbagai program kemahasiswaan contohnya Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Program Hibah Bina Desa (PHBD).

Rektor UNTIDAR saat memberikan pengarahan pada acara Sosialisasi Bidikmisi Tahun 2016, Kamis (08/09) di auditorium UNTIDAR.
Sependapat dengan pernyataannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. juga mendorong mahasiswa penerima Bidikmisi mulai akftif mengikuti PKM, PMW dan program sejenisnya mulai dari semester awal ini. Disamping dapat mengembangkan ketrampilan riset, mahasiswa juga berpeluang mendapat tambahan bantuan biaya hidup jika proposal mereka disetujui.
Bantuan Bidikmisi yang diterima sebesar Rp 6 juta tiap semesternya, dipotong untuk biaya UKT Rp 2,4 juta dan sisanya dikembalikan kepada mahasiswa sebagai biaya hidup. “Bantuan biaya hidup sejumlah Rp 3,6 juta melalui rekening bank yang sudah ditentukan,” tutur Ketua Panitia Bidikmisi UNTIDAR, Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P.
Mahasiswa Bidikmisi UNTIDAR diberikan kewajiban untuk meraih dan mempertahankan IPK minimal 3.0. Pada 3 semester awal jika mahasiswa tidak dapat memenuhi kriteria tersebut maka Bidikmisi akan dicabut dan dialihkan kepada mahasiswa lainnya. Selain itu, keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya mendapat poin tersendiri. Bantuan biaya hidup diberikan triwulanan pada bulan September dan Desember di semester ganjil lalu bulan Maret dan Juni untuk semester genap. “Selain batas IPK, mahasiswa perlu memperhatikan ketentuan lain yang dapat menyebabkan dicabutnya Bidikmisi mereka seperti, menikah, cuti, drop out dan non aktif,” jelas Koordinator Bidikmisi UNTIDAR, David Budhi Hartono, S.E. (DN)
PKMK 2016 : POTENSI BUDIDAYA JAMUR MERANG PADA LAHAN BERO DENGAN METODE SUNBATHING
Tidak semua lahan pertanian di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Khususnya di Desa Ngendrokilo, beberapa lahan pertanian tidak mendapat aliran air yang cukup pada musim kemarau sehingga tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
“Jika musim kemarau sudah terlalu parah maka lahan pertanian berubah menjadi lahan bero yang kering kerontang. Air hujan menjadi sumber utama untuk mengairi lahan, jadi jika tidak ada air, lahan pun tidak bisa digunakan,” kata Muhammad Cahyo Purnomo.
Cahyo, mahasiswa semester 5, prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UNTIDAR ini bersama kedua temannya Gilar Yuliantoro (FP/Agroteknologi) dan Aryandhini Intan Pradipta (FT/Teknik Sipil) memanfaatkan lahan bero yang terbengkalai ini sebagai tempat budidaya jamur merang hitam yang dapat dijadikan sumber penghasilan alternatif petani di daerah tersebut disaat musim kemarau datang. Ketiga mahasiswa ini tergabung dalam tim PKMK “Budidaya Jamur Merang Metode Sunbathing Bero, Upaya Pemanfaatan Cahaya Matarhari pada Musim Bero” yang merupakan salah satu PKM dari UNIDAR yang lolos pendanaan oleh Kemristekdikti Tahun 2016 ini.
“Jamur mulai dapat dipanen mulai umur 2-5 minggu. Percobaan pertama, kami mendapatkan hasil 2-10kg jamur pada tiap sungkup/kumbung/rumah jamur. Lalu hasilnya meningkat seiring dibuatnya sungkup lainnya,” tambah Cahyo.
Jamur merang hitam masing jarang dibudidayakan terutama di Kecamatan Kaliangkrik. Maka itu harga jual jamur ini juga masing terbilang tinggi yaitu Rp 17.000/kg harga ini masih bisa meningkat di kisaran Rp 20.000 di pasaran. Masa panen yang tidak terlalu lama juga menjadikan budidaya jamur ini menjanjikan sebagai sumber penghasilan alternatif para petani Desa Ngendrokilo.

Proses pemindahan jerami ke dalam sungkup untuk segera ditanami bibit jamur tiram.
Budidaya jamur merang metode sunbathing gagasan Cahyo dan teman-temannya ini memanfaatkan panas terik matahari di musim kemarau dan jerami sebagai media tanam yang cukup mudah didapatkan disekitar Kecamatan Kaliangkrik. “Jamur merang hitam dapat tumbuh baik dalam suhu 30-38 derajat celsius, kelembapan 80-85% dan pH 5,0 – 8,0. Sehingga metode sunbanthing atau terpaan matahari langsung cocok untuk budidaya jamur ini,” tambahnya.
Tidak seperti budidaya jamur yang pada umumnya yang berada di dalam ruangan, budidaya jamur merang hitam metode sunbathing ini berada diluar ruangan. Budidaya dilakukan di sungkup berukuran 9 x 1,5 m yang dialasi dan ditutupi dengan mulsa plastik. Sebelum dijadikan media tanam, jerami perlu diproses mulai dari pengeringan, perendaman, pengukusan dan pendinginan sebelum siap ditanami bibit jamur.
“Sebagai mahasiswa pertanian, saya dan Gilar bertanggung jawab penuh selama masa persiapan jerami sebagai media tanam. Sedangkan tempat tanam yang kami sebut sungkup, kami serahkan kepada Intan yang notabene mahasiswa teknik sipil lalu sisanya kami lakukan bersama-sama,” tambah Cahyo.
Dalam hal pemasaran hasil panen, Cahyo mengakui tidak menemui kendala bahkan mereka tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Sambutan konsumen yang diluar prediksi ini bahkan membuat para petani di Ngendrokilo mulai tertarik dengan budidaya jamur merang ini. (DN)
PESERTA LIVE IN UNTIDAR 2016 ASAH BAKAT SENI DAN KREATIFITAS PENGHUNI PANTI
MAGELANG – Mahasiswa peserta program Live In mempresentasikan beragam kegiatan yang mereka jalani di masing-masing lokasi penugasan, Sabtu (03/09) dalam acara Expose Live In UNTIDAR 2016. Selain tinggal bersama dan mengikuti kegiatan keseharian penghuni panti, peserta Live In juga mengajarkan beberapa kesenian serta pelatihan kreatifitas.
“Kami mengajarkan tari kupu-kupu dan kuda lumping. Walau tidak semua bisa mengikuti dengan baik namun dengan mereka ikut bergerak sebisanya sudah membuat kami senang,” kata Reza Hendrawan, salah satu peserta Live In di Panti Asuhan SLBC Rindang Kasih, Secang.
Bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini, para peserta Live In UNTIDAR melatih anak-anak berlenggak-lenggok dan meningkatkan kepercayaan dirinya sebagai persiapan lomba fashion show. “Anak-anak juga kami ajari tari pinguin. Selain sebagai hiburan juga melatih gerak dan motorik mereka,” jelas Destiana Rizqi Fauzia.

Reza Hendrawan, salah atu mahasiswa UNTIDAR peserta Live In di SLBC Rindang Kasih, Secang sedang mengajari beberapa anak menari kuda lumping.
Berbeda dengan dua lokasi lainnya, peserta Live In di Panti Wreda Pelkrim mengajak oma-oma yang tinggal di panti untuk bermain congklak. Walaupun sudah berumur namun, strategi oma-oma dalam permainan congklak masih sulit untuk dikalahkan. Bahkan belum ada satu pun mahasiswa Live In UNIDAR yang berhasil mengalahkannya. Selain itu mereka juga diajari untuk membuat pigura dari stik es krim.
Tahun kedua program Live In UNTIDAR ini diikuti 17 orang peserta dilaksanakan pada 2 – 29 Agustus 2016 di tiga lokasi yang berbeda yaitu Panti Asuhan SLBC Rindang Kasih Secang, Panti Wreda Pelkrim Magelang dan BBRSBG Kartini Temanggung. Program ini dilaksanakan pada masa liburan mahasiswa jadi tindak mengganggu masa perkuliahan.
Program Pendidikan Karakter dibawah naungan Bidang Kemahasiswaan UNTIDAR ini bertujuan meningkatkan empati serta meningkatkan kecerdasan emosional mahasiswa. “Tinggal bersama dan masuk dalam kehidupan keseharian di dalam sebuah panti itu tidak mudah. Ada suka dukanya namun saya percaya setelah program ini mereka akan mempunyai rasa empati yang lebih dibanding teman-teman lainnya,” tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. (DN)
HARI TANOESOEDIBJO : SUKSES ITU BERAWAL DARI DESTINY HIDUP YANG JELAS LALU BAGAIMANA KAMU MEWUJUDKANNYA
MAGELANG – CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menekankan bahwa setiap orang sukses pasti mempunyai destiny atau tujuan hidup yang jelas. “Pelajari, pahami lalu tentukan destiny hidupmu. Selanjutnya bekerja keraslah dalam mewujudkannya,” kata Hary.
Keinginannya bergelut dalam pasar modal saat remaja dahulu, membuat anak bungsu dari 6 bersaudara ini tahu betul hal apa saja yang harus dilakukannya untuk mewujudkannya. Pada suatu waktu, Hary remaja yang saat itu malas belajar dan gemar balap motor mengaku insaf. “Awalnya hanya karena ingin lulus kuliah lebih cepat dari kakak saya. Maka saya mulai membiasakan diri rajin belajar. Lama-lama malah rajinnya berlebihan,” tambahnya.
Tidak hanya rajin, speed, quality, disiplin serta konsekuen dalam melakukan tiap usaha menghantarkannya pada kesuksesan memimpin 35.000 pegawai dibawah naungan MNC Group yang terdiri dari 110 perusahaan baik lokal maupun internasional.
Sukses itu tidak ditentukan dari latar belakang keluarga “berpunya” atau tidak. Semua tergantung seberapa besar usaha masing-masing individu. Sukses tidak bergantung lama bekerja tapi juga memperhatikan timing dan speed yang tepat. “Jack Ma mendobrak kebiasaan transaksi jual beli tradisional ke arah digital dengan mendirikan e-commerce alibaba.com tahun 1999 lalu. Walau sempat mengalami kendala, kini alibaba.com menduduki tempat keempat perusahaan teknologi paling kaya sedunia setelah Apple, Google dan Microsoft,” kata Hary.
Mengusung tema “Membangun Ekonomi Indonesia Menghadapi Persaingan Ekonomi Global”, kuliah umum pada Senin (05/09) di auditorium UNTIDAR ini diikuti ribuan peserta yang terdiri dari mahasiswa, karyawan dan dosen. Menurut CEO yang memulai karirnya 27 tahun lalu ini ekonomi Indonesia belum siap menghadapi era global. Bukannya pesimis namun masyarakat belum siap. Terutama penggerak ekonomi dari daerah. “Jika roda ekonomi tiap daerah berjalan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan membuat roda perekonomian nasional juga baik,” jelasnya.
Selain itu, semua industri diseluruh dunia sudah tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan era digital yang semakin canggih. Jarak dan waktu dapat diatasi dengan mudah dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada pada saat ini.
Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengapresiasi kesediaan Hary Tanoesoedibjo menjadi narasumber pada kuliah umum kali ini. “Sosok pengusaha sukses seperti Hari Tanoesudibjo ini saya harap dapat menjadi panutan dan inspirasi bagi mahasiswa UNTIDAR. Harapannya jika lulus nanti tidak melulu menjadi pegawai tapi bisa menjadi pengusaha,” tuturnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. bersama Hari Tanoe dan perwakilan mahasiswa penerima beasiswa dari MNC Group.
Dalam kesempatan ini, Hari Tanoesudibjo mewakili MNC Group memberikan beasiswa dengan total Rp 25 juta kepada 25 mahasiswa terpilih UNTIDAR. Beasiswa ini diharapkan mampu membantu kelancaran perkuliahan mahasiswa serta memotivasi mereka untuk lebih rajin belajar lagi. (DN)



