KOMARUDDIN HIDAYAT : MINI BANK UNTIDAR BERPOTENSI JADI PUSAT PELATIHAN PERBANKAN

MAGELANG – Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyatakan bahwa Mini Bank UNTIDAR direncanakan menjadi pusat pelatihan perbankan. “Bukan hanya untuk mahasiswa UNTIDAR namun, kedepannya instansi atau universitas lain dapat mengikuti pelatihan perbankan disini,” jelasnya saat berkunjung ke Mini Bank UNTIDAR, Kamis (13/10) lalu.

Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswan, Fakultas Ekonomi, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si., Mini Bank UNTIDAR perlu melalui beberapa proses terlebih dahulu sebelum bisa dijadikan pusat pelatihan perbankan. “Sebagai persiapan, awal November nanti akan diselenggarakan TOT (training of trainer) pelatihan sistem perbankan dari BRI Syariah Cabang Yogjakarta. Peserta untuk TOT yang pertama ini difokuskan kepada dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi,” tutur Lucia saat ditemui Senin (17/10).

Dalam waktu dekat ini, Mini Bank UNTIDAR difungsikan sebagai laboratorium praktek mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan dan Akuntansi untuk selanjutnya akan dibuka untuk mahasiswa UNTIDAR dari luar Fakultas Ekonomi lalu pada akhirnya nantinya akan dibuka untuk masyarakat umum. “Mahasiswa dapat berperan menjadi teller, customer service, analis, dan lainnya seperti halnya di bank. Namun, praktek di Mini Bank lebih difokuskan pada pelayanan Bank Syariah,” tambahnya.

2

Prof. Dr. Komaruddin HIdayat (tengah) Bersama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswan, Fakultas Ekonomi, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. (kiri) dan segenap jajaran rektorat UNTIDAR, menuju lokasi Mini Bank UNTIDAR di gedung Fakultas Ekonomi lantai 1.

Setiap mahasiswa yang menjalani pelatihan perbankan di Mini Bank UNTIDAR akan mendapatkan sertifikat resmi. Tujuannya mahasiswa UNTIDAR mendapat “nilai tambah” ketika lulus nanti sehingga mendapat peluang yang lebih besar ketika ingin meneruskan karir di bidang perbankan.

Mini Bank UNTIDAR merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dengan BRI Syariah Cabang Yogjakarta. Mini Bank berlokasi di gedung Fakultas Ekonomi, lantai 1. Suasana dan tatanan dekorasi pun disesuaikan seperti halnya Bank pada umumnya. Sistem perbankan yang akan diterapkan pada Mini Bank UNTIDAR akan difasilitasi dari Bank BRI Syariah dimana mengadopsi sistem perbankan syariah. (DN)

MAHASISWA UNTIDAR TERIMA ASURANSI DARI KAMPUS

MAGELANG – Jiwasraya menyerahkan 3401 polis asuransi mahasiswa kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. untuk selanjutnya diserahkan kepada perwakilan mahasiswa, Widyo Mangesti (UKM Radio) pada acara Serah Terima Polis Asuransi UNTIDAR, Kamis (13/10) di ruang multimedia.

“Saya berharap tidak akan terjadi apa-apa, namun asuransi ini bisa menjadi suatu perlindungan bagi mahasiswa,” tutur WR III, UNTIDAR.

Jenis asuransi yang diberikan adalah asuransi kecelakaan diri (personal accident) yaitu perlindungan bagi mahasiswa dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti dari pembayaran Premi dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh mahasiswa berupa kecelakaan diri dan meninggal dunia.

“Mahasiswa tidak dipungut biaya apapun. Tiap mahasiswa dibiayai Rp 20.000 tiap tahunnya, dan sudah masuk anggaran universitas,” kata Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si.

Widyo Mangesti. perwakilan mahasiswa menerima polis asuransi kecelakaan diri dari WR III UNTIDAR.

Widyo Mangesti. perwakilan mahasiswa menerima polis asuransi kecelakaan diri dari WR III UNTIDAR.

Asuransi ini berlaku mulai 22 September 2016, terhitung dari penandatanganan kontrak kerjasama sampai pada 22 September 2017. Dalam kesempatan ini Kepala Jiwasraya Cabang Magelang, Sri Winih, S.E. menjelaskan bahwa pengajuan klaim serta pencairan dana santunan hanya bisa dilakukan melalui pihak universitas. “Mahasiswa harus mengajukan klaim kepada kampus. Setelah proses berlangsung, dana santunan juga nantinya diserahkan Jiwasraya kepada kampus untuk diteruskan kepada mahasiswa,” tuturnya.

Hak peserta asuransi terdiri dari 2 jenis yaitu jaminan kecelakaan diri dan Jaminan Kematian (JKM). Jaminan kecelakaan diri meliputi biaya inap rumah sakit maksimal 40% dari uang asuransi, santunan cacat, santunan kematian akibat kecelakaan dan penyakit kecelakaan yang ketentuannya sudah ditetapkan di dalam perjanjian kerjasama. Jaminan Kematian meliputi santunan kematian akibat kecelakaan sebesar 100% dari uang asuransi dan santunan kematian karena kecelakaan sebesar 200% dari uang asuransi. (HDN/DN)

APRILA DWINING TYAS SUKSES BAWA PULANG MEDALI EMAS DAN PERAK CABOR ARUNG JERAM, PON XIX JABAR 2016

MAGELANG – Aprila Dwining Tyas, mahasiswi semester 1 program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar berhasil meraih medali emas untuk kategori Down River Race R6 Putri dan medali perak untuk kategori Sprint R6 Putri cabang olahraga Arung Jeram pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.

“Baru 1 tahun ini serius di bidang arung jeram, itupun awalnya karena ajakan kakak untuk mengikuti latihan arung jeram untuk kejuaraan Dulongmas,” kata Tyas, panggilan akrabnya.

Pada Kejuaraan Porwil Kedu, Pekalongan dan Banyumas (Dulongmas) Tahun 2015 lalu Tyas dan timnya berhasil meraih 3 perunggu dan 1 perak. Semenjak itu, Tyas semakin yakin untuk menekuni arung jeram dan berlanjut mengikuti Kejuaraan Arung Jeram tingkat provinsi sekaligus sebagai ajang penyeleksian atlet perwakilan Jawa Tengah dalam PON XIX Jabar 2016 pada Agustus lalu.

“Setiap pengcab (pengurus cabang) kemudian mengirimkan 2 wakilnya untuk seleksi lanjutan di Banjarnegara. Alhamdulillah, setelah berbagai tahap seleksi, saya lolos sebagai salah satu atlet yang mewakili Jawa Tengah dalam cabang arung jeram,” tuturnya.

Tyas dan kelima temannya sebagai atlet perwakilan Jateng mengikuti karantina selama 1 bulan di Banjarnegara sebelum kemudian mengikuti kejuaraan PON pada 18 – 22 September 2016 yang berlokasi di Sunga Citatih dan Sungai Cimandiri, Sukabumi, Jawa Barat.

Walaupun dengan persiapan yang singkat, kurang lebih 3 bulan, kontingen Jawa Tengah berhasil mengalahkan tim tuan rumah yaitu Kontingen Jawa Barat yang telah menjuarai World Rafting Championship 2015.

Tyas (kanan) menceritakan pengalaman selama lomba kepada Rektor, Selasa (11/10).

Tyas (kanan) menceritakan pengalaman selama lomba kepada Rektor, Selasa (11/10).

“Saya bangga dengan prestasinya (Tyas). Tidak hanya bermain menggunakan kemampuan fisik tetapi juga mengedepankan strategi yang cerdas,” kata Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd, Rektor UNTIDAR saat bertemu Tyas pada Selasa (11/10) di Rektorat.

Rektor UNTIDAR juga berjanji akan memberikan penghargaan khusus untuk Putri Kepala Desa Tegalrejo, Kabupaten Magelang ini. Penyerahan penghargaan akan disampaikan saat upacara peringatan Sumpah Pemuda pada akhir Oktober mendatang. (DN)

 

WISUDA ANGKATAN KE-6, UNTIDAR LULUSKAN 117 WISUDAWAN

MAGELANG – Universitas Tidar meluluskan 117 wisudawan/wisudawati pada Sabtu (08/10) bertempat di auditorium UNTIDAR. Wisudawan angkatan ke-6 setelah UNTIDAR menyandang status sebagai perguruan tinggi negeri ini terdiri dari 149 sarjana dan 28 ahli madya.

“Semoga saudara sekalian mampu mengisi kehidupan dengan ilmu, ketrampilan, dan sikap yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNTIDAR sekaligus berkompetisi dalam kesempatan kerja dan atau membuka lapangan kerja,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

Pada sambutannya kali ini, Rektor menegaskan kembali bahwa lulusan UNTIDAR harus berani keluar dari zona aman. Pasca lulus masih banyak alumni yang hanya fokus untuk mendapat pekerjaan sebagai pegawai atau PNS. Padahal kesempatan untuk sukses menjadi pengusaha masih terbuka lebar.

Pada wisuda periode Oktober 2016 ini sebanyak 14 mahasiswa mendapat predikat cumlaude (pujian). Panyandang IPK tertinggi tingkat universitas program sarjana diraih oleh Anggi Ayu Risanti dengan IPK 3,82 dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Indah Ayu Astuti dengan IPK 3,83 dari program diploma, program studi Akuntansi.

Penghargaan diberikan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas, terbaik tiap prodi, pujian (cumlaude) serta wisudawan wirausaha. Penghargaan-penghargaan ini diberikan oleh BNI, BRI dan BPD Jateng Cabang Magelang serta penghargaan khusus dari Rektor. Penghargaan wisudawan wirausaha kali ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada wisudawan yang memiliki usaha sendiri. “Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan contoh bagi wisudawan lainnya,” tambah Rektor.

Penghargaan wirausahawan diberikan kepada 9 mahasiswa yaitu Budi Hasan Waskito, Cahyo Indro Saputro, Dewi Pahlewi Nuswantari, Ima Nur Hapsari, Mistamiroh, Nur Fitri Septaningrum, Nurul Amalina, Propa Hutama, dan Wahid Nurman Nudin. Jenis usaha pun bervariasi mulai dari konfeksi kaos, budidaya ikan, wedding organizer, distributor makanan ringan, dll.

Rektor UNTIDAR (kiri) menyerahkan penghargaan Wisudawan Wirausaha kepada Propa Hutama.

Rektor UNTIDAR (kiri) menyerahkan penghargaan Wisudawan Wirausaha kepada Propa Hutama.

Sambutan wakil wisudawan disampaikan oleh Propa Hutama, wisudawan program sarjana, program sarjana, program studi teknik mesin, fakultas teknik. “Kesuksesan ini tidaklah semata-mata berasal dari perjuangan kami (wisudawan) semata tapi juga berasal dari jasa, bantuan, bimbingan dan kesabaran Bapak dan Ibu dosen, karyawan, serta segenap Civitas Akademika UNTIDAR,” tutur Propa.

Pada kesempatan ini, Rektor juga menyampaikan perkembangan UNTIDAR terutama perkembangan pembangunan kampus. Saat ini UNTIDAR sedang menyelesaikan pembangunan 2 gedung Fakultas Teknik yang diprediksi akhir tahun 2016 ini dapat segera digunakan untuk mendukung proses perkuliahan. Pada tahun 2017 direncanakan akan memulai pembangunan kampus FKIP di Giri Wetan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Selain di wilayah Kabupaten Magelang, UNTIDAR juga berencana membangun kampus di wilayah Wonosobo. (DN)

PUSKOM UNTIDAR “LAUNCHING” TRACER STUDY UNTUK JARING INFORMASI ALUMNI

MAGELANG – Calon wisudawan/wisudawati UNTIDAR periode Oktober 2016 mengikuti pembekalan kewirausahaan, Kamis (06/10) sebelum resmi diwisuda Sabtu mendatang. Pada acara yang sama, UPT Teknologi, Informasi dan Komunikasi mensosialisasikan pertama kalinya laman alumni.untidar.ac.id. Laman ini diperuntukan untuk melacak aktivitas para lulusannya setelah masa pendidikan tinggi, baik masa transisi maupun pergerakan alumni di dunia kerja serta melacak jejak lulusan/alumni setelah 2 (dua) tahun setelah lulus.a

“Laman ini berisi konten tracer study, lowongan kerja, lamaran kerja serta data statistik persebaran alumni. Kedepannya lulusan UNTIDAR bisa saling sharing lowongan pekerjaan bagi sesama alumni serta tidak menutup kemungkinan sekaligus mengirim lamaran melalui laman ini,” kata Kepala UPT TIK, Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T.

Tampilan laman untidar.ac.id

Tampilan laman untidar.ac.id

Laman ini diperuntukan juga untuk melakukan pendataan alumni serta update data pribadi alumni. Data ini hanya bisa diakses alumni dan pengelola data sehingga dapat dijamin kerahasiaannya. Data ini nantinya dapat dijadikan rujukan kepada bidang akademik maupun bidang lain yang terkait untuk mengevaluasi berbagai program yang berhubungan dengan peningkatan kualitas lulusan. “Nantinya dapat diketahui rata-rata waktu lulusan UNTIDAR mendapat pekerjaan atau apakah sudah tepat dengan jurusan yang ditempuhnya,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menekankan bahwa mahasiswa jangan hanya fokus menjadi pegawai, bukan hanya sebagai job seeker namun juga job creator. “Pegawai itu tiap bulannya hanya menunggu gaji. Kalau pengusaha sebaliknya memberi gaji bahkan penghasilannya melebihi pegawai negeri,” tuturnya.

Beberapa mahasiswa yang juga seorang wirausahawan berbagi pengalaman mereka dalam membangun usahanya dari nol. Pengalaman ini menjadi pemotivasi bagi mahasiswa lainnya untuk memulai usaha sejak dini.

Pembekalan ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk memberikan pembekalan kewirausahaan kepada seluruh calon wisudawan/wisudawati. Wisuda kedua, bulan Oktober tahun 2016 ini meluluskan 177 mahasiswa. (DN)

PENTAS DRAMA, STRATEGI JITU TINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA

MAGELANG – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sukses menampilkan drama berjudul “No Me Ames No Se Puede”, Senin (03/10) di auditorium UNTIDAR. Pentas drama berbahasa Inggris yang melibatkan sekitar 80 orang mahasiswa semester 5 terinspirasi dari novel “Dan Bidadari Pun Mencintaimu” karya Ali Imron, S.S., M.Hum, penulis buku sekaligus dosen PBI/FKIP UNTIDAR.

“Inilah saat dimulainya revolusi ilmu keguruan dan pendidikan Bahasa Inggris khususnya di UNTIDAR dengan muatan sastra positif. Sastra yang membangun karakter mahasiswa dan mendukung pengajaran Bahasa Inggris,” kata Ali yang populer dengan nama pena, Ali Imron El Shirazy.

Menurutnya, praktek drama dalam kegiatan perkuliahan mendukung pemahaman mahasiswa sampai diatas 70%. Pentas drama ini merupakan implementasi hasil akhir mata kuliah literary appreciation yang ditempuh pada semester 4 lalu. Pada mata kuliah ini mahasiswa dituntut dapat mengapresiasikan sastra dalam konteks perbandingan nilai moral sastra Indonesia dan Inggris. Apresiasi yang dimaksud adalah mencerna sastra tersebut kemudian mengalihkannya dalam wahana lain. “Contohnya dari novel diapresiasikan ke dalam bentuk pentas drama seperti ini,” tambahnya.

Ali Imron El Shirazy (kanan) saat memberikan apresiasi kepada para mahasiswanya yang mampu tampil maksimal dalam pementasan drama.

Ali Imron El Shirazy (kanan) saat memberikan apresiasi kepada para mahasiswanya yang mampu tampil maksimal dalam pementasan drama.

Drama “No Me Ames No Se Puede” yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah “jangan cintai aku jika itu mustahil” ini menceritakan tentang kehidupan yang berlatarbelakang lingkungan pesantren. Diperankan 3 tokoh utama yaitu Sherly Briliantika (Pelangi), Arif Budianto (Ghozali) dan Ahmad Abi (Guntur) drama ini menceritakan kisah Pelangi yang jatuh hati kepada Ghozali, seorang pemuda yang alim dan pandai. Namun, Guntur selalu berusaha memisahkan mereka berdua dengan membuat rumor negatif tentang Ghozali agar Pelangi mulai menjauhinya. Di lubuk hati yang paling dalam, Ghozali pun jatuh hati kepada Pelangi namun, masa lalunya yang kelam membuatnya rendah diri untuk berani membuka hati untuk wanita sempurna sepertinya.

“Persiapan sekitar 2-3 bulan. Walaupun sangat sulit untuk mempertemukan semua anggota untuk latihan bersama namun penampilan teman-teman sudah maksimal malam ini,” kata Erlinda Putri Purnamasari, sutradara pentas drama. Ratusan penonton menyaksikan drama yang dimulai pukul 19.00 WIB ini tak hanya berasal dari kalangan internal UNTIDAR, drama ini juga ditonton oleh khalayak umum dari sekitar kampus. Disela-sela drama, dibagikan beberapa doorpize yang dipandu pembawa acara kocak yang mampu memeriahkan suasana.

Beberapa penonton drama pada pentas "No Me Ames No Se Puede”, Senin (03/10) di auditorium UNTIDAR.

Beberapa penonton drama pada pentas “No Me Ames No Se Puede”, Senin (03/10) di auditorium UNTIDAR.

Pentas drama yang direncanakan dijadikan agenda tahunan ini ditanggapi positif oleh Dekan FKIP, Prof. Dr. Sukarno, M.Si. “Mahasiswa dapat bebas berkespresi. Acara semacam ini akan didukung penuh oleh Fakultas untuk kedepannya bahkan dimasukkan dalam agenda rutin fakultas,” pungkasnya. (DN)

TINGKATKAN KEMAMPUAN PERBANKAN, WAKIL REKTOR BIDANG AKADEMIK RESMIKAN MINI BANK UNTIDAR

MAGELANG – Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Prof. Ir. Ali Munawar, M.sc., Ph.D. bersama dengan Erdianto Sigit Cahyono, Direktur Bisnis Mikro dan Dana, BRI Syariah Pusat dan Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. meresmikan mini banking hasil kerjasama Fakultas Ekonomi dengan Bank BRI Syariah Yogjakarta, Rabu (29/09). Mini Banking ini diharapkan dapat mewadahi mahasiswa dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan perbankan melalui praktik dan pendampingan langsung.

“Kehadiran mini banking di UNTIDAR diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar khususnya untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi,” kata Prof. Ali.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNTIDAR, Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D. meresmikan Mini Bank kerjasama Fakultas Ekonomi dan BRI Syariah Cabang Yogjakarta.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNTIDAR, Prof. Ir. Ali Munawar, M.Sc., Ph.D. meresmikan Mini Bank kerjasama Fakultas Ekonomi dan BRI Syariah Cabang Yogjakarta.

Senada dengan pendapatnya, Erdianto menyatakan bahwa mini banking ini dapat difungsikan sebagai prototipe bank dimana mahasiswa dapat belajar menjadi teller, customer service, analis dan lainnya. “Jika lulus nanti dan kebetulan mendapat pekerjaan di bank, lulusan UNTIDAR sudah tidak kaku karena sudah mendapatkan pengalaman perbankan sewaktu masih kuliah dahulu,” katanya.

Mini Bank UNTIDAR berlokasi di lantai 1, gedung Fakultas Ekonomi. Seperti halnya bank konvensional lainnya, mini banking ini dilengkapi dengan meja teller, customer service serta kursi tunggu. BRI Syariah Cabang Yogyakarta dalam waktu dekat akan melengkapinya dengan sistem perbankan serta menyelenggarakan pelatihan tentang bagaimana mengoperasikan sistem tersebut sekaligus pelatihan lainnya yang mendukung dalam pengoperasian mini bank.

Di hari yang sama, Fakultas Ekonomi juga menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call for Papers “Strategi Pengembangan UMKM dan Industri Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” di auditorium UNTIDAR. Seminar yang akan dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya di bulan yang sama ini menghadirkan Prof. Dr. Purbayu Budi Santosa, M.S., Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro dan Erdianto Sigit Cahyono, Direktur Bisnis Mikro dan Dana, BRI Syariah Pusat sebagai pembicara utama. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa semester 5 dan 7 serta para dosen Fakultas Ekonomi.

Prof. Dr. Purbayu Budi Santosa, M.S., (kiri) Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro dan Erdianto Sigit Cahyono, (tengah) Direktur Bisnis Mikro dan Dana, BRI Syariah Pusat narasumber utama Seminar Nasional dan Call for Papers “Strategi Pengembangan UMKM dan Industri Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” .

Prof. Dr. Purbayu Budi Santosa, M.S., (kiri) Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro dan Erdianto Sigit Cahyono, (tengah) Direktur Bisnis Mikro dan Dana, BRI Syariah Pusat narasumber utama Seminar Nasional dan Call for Papers “Strategi Pengembangan UMKM dan Industri Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” .

“Pemerintah mendorong perkembangan perbankan syariah dilandasi oleh keyakinan bahwa perbankan syariah akan membawa maslahat bagi peningkatan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” kata Erdianto saat memaparkan materi mengenai “Peran Perbankan Syariah bagi UKM dan Pembangunan Daerah”.

Bank syariah dinilai lebih dekat dengan sektor riil, tidak terdapat produk-produk yang bersifat spekulatif (gharar) dan sistem bagi hasil yang menjadi ruh perbankan syariah akan membawa manfaat yang lebih adil bagi semua pihak sehingga diyakini “ideal” dalam mendukung perkembangan ekonomi dimulai dari pembangunan daerah dan UKMnya.

Intelectual, bussines dan goverment merupakan kunci sukses pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Purbayu Budi Santosa.

Menurutnya, intellectuals merupakan titik awal aktivitas-aktivitas penciptaan baru yang mempunyai daya tawar ke masyarakat yang berpotensi ditransformasikan menjadi sebuah nilai ekonomi business kemudian didukung oleh goverment yang memberikan program insentif, iklim bisnis yang kondusif dan arahan edukatif kepada masyarakat dalam mengembangkan UMKM dan industri kreatif. Selain seminar utama, terdapat seminar paralel yang diikuti 32 pemakalah dari luar kampus UNTIDAR dan 19 pemakalah dari Fakultas Ekonomi UNTIDAR sendiri. (DN/HDN)

PUSAT KARIR & KEWIRAUSAHAAN UNTIDAR MAGANGKAN MAHASISWA DI UMKM KOTA & KABUPATEN MAGELANG

MAGELANG – Setelah melakukan rekruitmen dan proses seleksi pertengahan September lalu, Pusat Karir dan Kewirausahaan UNTIDAR akhirnya mengumumkan 10 mahasiswa yang berhasil lolos seleksi Program Belajar Terpadu (PBBT) / Cooperative Education (Co-op) 2016. Kesepuluh mahasiswa ini mengikuti acara pembekalan, Selasa (27/09) di ruang multimedia, UNTIDAR.

“Peserta diberi pembekalan soft skill, pembukuan UMKM serta pemasaran online sebelum mereka melaksanakan magang selama 3 bulan di beberapa UMKM wilayah Kota dan Kabupaten Magelang,” kata Dr. Farikah, M.Pd., Ketua Pelaksana Co-op 2016 UNTIDAR.

Co-op 2016 ini merupakan program hibah dari Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang bertujuan menciptakan lulusan sarjana yang lebih terampil, berjiwa enterpreneur, dan siap menciptakan lapangan kerja. Program ini memberikan bekal ketrampilan bagi para mahasiswa sebelum lulus dengan menjalani program belajar bekerja (magang) selama kurun waktu tertentu (3-4 bulan) di industri/Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Peserta Co-op 2016 UNTIDAR akan disebar di lima lokasi UMKM yang berbeda di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. UMKM tersebut diantaranya Harmony Brownis (Japunan), Nur Cake (Bogeman), UMKM makanan ringan dan pembuatan keset di Balesari, Kecamatan Windusari dan satu lokasi di Kota Magelang yang masih dalam konfirmasi.

“Kami mengarahkan mahasiswa untuk magang di UMKM dengan harapan kedepannya menumbuhkan jiwa wirausaha mereka sehingga besar harapannya selepas kegiatan ini berakhir akan bermunculan wirausahawan muda dari UNTIDAR,” tambah Farikah.

Peserta Co-op 2016 UNTIDAR terdiri dari 10 mahasiswa semester 7/9 atau yang telah menyelesaikan 110 SKS.

Peserta Co-op 2016 UNTIDAR terdiri dari 10 mahasiswa semester 7/9 atau yang telah menyelesaikan 110 SKS.

Pembekalan materi soft skill disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. dan materi pembukuan UMKM oleh Siti Arifah, SE.Akt, M.Si., dosen jurusan Akuntasi UNTIDAR. Khusus materi pemasaran online diisi pemateri dari luar kampus UNTIDAR yaitu Rizal Kasim, S.Kom., seorang strategic planner yang juga merupakan manager director dari ceraproduction.com dan Hansel Indonesia.

“Jangan sok tahu dalam memulai usaha! Pahami masalah (situasi) lalu susun strategi lanjut ke eksekusi,” tegas Rizal.

Penerima penghargaan Indonesia Youth Startup Icon 2013 dan Wirausaha Muda Mandiri 2015 ini menuturkan bahwa banyak pengusaha muda yang terlalu terburu-buru menentukan strategi sebelum memahami betul kondisi usahanya. “Riset produk, konsumen dan pesaing menentukan strategi apa yang harus dilakukan seorang pengusaha dalam mengembangkan produk serta pemasarannya,” tambahnya.

Menjamurnya bisnis online yang menawarkan kemudahan pemasaran produk serta luasnya pangsa pasar yang dapat dijangkau memberikan tantangan tersendiri bagi calon-calon pengusaha muda bagaimana membuat atau menempatkan produknya “berbeda” dengan produk para pesaingnya.

“Kesempatan praktik langsung di lapangan dalam hal berwirausaha ini harapannya bisa dimanfaatkan mahasiswa dengan kuota lebih banyak lagi,” tutur Tabah Riyadi salah satu peserta Co-op 2016.

Peserta Co-op 2016 UNTIDAR adalah Tabah (FKIP), Rohmad Budi Setiawan (FKIP), Hindratno (FT), Diah Kusumawardhani (FISIP), Muhammad Nur Khabib (FE), Aprilia Herdianti (FKIP), Choirunisa Dwi Astarini (FKIP), Listiyono Wardoyo (FKIP), Liya Fitiyani (Fisip), dan Kusnita Mawarni (FKIP). Seluruh peserta merupakan mahasiswa semester 7 & 9 atau yang sudah menempuh 110 SKS, berjiwa wirausaha dan menyanggupi mengikuti magang full time 6-7 jam per hari di tiap-tiap lokasi UMKM.

Tabah dan kesembilan rekannya mulai menjalani masa magangnya pada Kamis (29/09) dan berakhir 3 bulan kedepan sekitar bulan Desember 2016. Peserta Co-op akan mendapatkan pengalaman mentoring wirausaha, sertifikat ketrampilan pendamping ijasah serta uang kompensasi. (DN/HDN)

SOC VII 2016, ASAH KEMAMPUAN NAVIGASI & ANALISA MEDAN PARA MAPALA

MAGELANG – Mapala “Sulfur” Universitas Tidar sukses menyelenggarakan Sulfur Orienteering Competition VII 2016, Sabtu-Minggu (24-25/09). Event berskala nasional ini diikuti 36 tim yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kegiatan ini dipusatkan di tiga desa di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang yaitu Desa Wonoroto, Desa Tanjung Sari dan Desa Pasang Sari.

SOC merupakan kompetisi kemampuan membaca peta kompas dan menganalisa medan untuk mencapai sasaran (titik point). “Panitia menempatkan beberapa titik poin antara start dan finish. Peserta lomba bebas menentukan titik poin untuk mencapai titik point akhir yaitu garis finish dalam jangka waktu yang telah ditentukan,” jelas Dwi Andriyanto, Ketua Mapala “Sulfur”.

Penilaian perlombaan menggunakan sistem score orienteering yaitu peserta harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin selama waktu yang ditentukan. Poin didapatkan dari seberapa banyak titik poin yang dilalui peserta yang nantinya dikalkulasi dengan lama waktu yang ditempuh peserta.

“Persiapan penyelenggaran SOC ke 7 ini sudah kami persiapkan 10 bulan terakhir ini. Persiapan paling lama adalah menentukan titik poin sekaligus membuat peta area pelaksanaan kegiatan,” tambah Andri.

Salah satu tim peserta SOC VII sampai di salah satu titik poin yang ditentukan panitia.

Salah satu tim peserta SOC VII sampai di salah satu titik poin yang ditentukan panitia.

SOC merupakan kegiatan rutin Sulfur yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Selain meningkatkan kemampuan navigasi, membaca peta serta melintasi medan kegiatan ini juga melatih sportifitas dan mempererat tali persaudaraan di kalangan mapala dan orienteer-orienteer di Indonesia.

Juara pertama kompetisi antar tim mahasiswa pecinta alam (mapala) ini diraih oleh Brahmahardika, FKIP Universitas Sebelas Maret, Surakarta baik untuk kategori putra dan putri. Juara kedua kategori putra adalah Mahesapala Sekolah Tinggi Ekonomi AMA, Salatiga; kategori putri Garba Wirabuana, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Juara tiga diraih oleh Mentari, Universitas Muhamadiyah Magelang untuk kategori Putri dan Mapalast, Unisbank, Semarang. Masing-masing juara mendapatkan trofi, sertifikat dan uang pembinaan.

“SOC VII 2016 ini merupakan kompetisi orienteering yang luar biasa. Pesertanya banyak serta medannya menantang. Persiapan panitia juga cukup matang. Alhamdulillah, Brahmahardika UNS bisa mendapatkan gelar juara pertama di kategori putra dan putri,” tutur Arief Budi Cahyono, peserta sekaligus juara pertama SOC 2016 dari Mapala Brahmahardika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UNS. (DN)