KSR UNTIDAR AJAK SISWA MI AL-ISLAM BALESARI TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT

MAGELANG  – Kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung aktifitas manusia sehari-hari. Ketika kesehatan menurun dipastikan seluruh rutinitas akan terganggu. Maka itu, Korps Sukarela (KSR) PMI unit UNTIDAR mengajak siswa MI Al – Islam Balesari mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari mereka.

Dalam Sosialisasi PHBS, Sabtu (26/11) ini, para siswa mendapatkan penjelasan bagaimana cara menyikat gigi dan mencuci tangan dengan baik dan benar, pentingnya air untuk kesehatan serta standar minimal kebersihan toilet. Tidak hanya sekedar penjelasan, Tim KSR UNTIDAR juga mengajak siswa-siswa untuk mempraktekannya langsung dengan membersihkan lingkungan sekolah dan mencuci tangan sesuai dengan penjelasan yang telah mereka terima.

Dwi Nuryati, S.Pd.I., Kepala Sekolah MI Al-Islam Balesari mengatakan melalui kegiatan tersebut siswa diharapkan mulai menerapkan PHBS dalam kehidupan siswa sehari-harinya. “Kegiatan ini sangat bagus, saya harap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Terlihat juga tingkat antusias siswa sangat tinggi,“ ujarnya.

Tim KSR UNTIDAR ajarlan bagaimana mencuci tangan, menyikat gigi sampai membersihkan toilet dan lingkungan sekolah sesuai standar kesehatan kepada para siswa kelas 4 dan 5.

Tim KSR UNTIDAR ajarlan bagaimana mencuci tangan, menyikat gigi sampai membersihkan toilet dan lingkungan sekolah sesuai standar kesehatan kepada para siswa kelas 4 dan 5.

Kegiatan ini diikuti siswa yang duduk di kelas 4 dan 5. Salah satu peserta mengaku senang mendapat kunjungan serta ilmu dari KSR UNTIDAR. “Hari ini aku seneng, kakak kakak KSR main kesini. Bisa diajari cuci tangan yang baik, sikat gigi yang benar. Diajari cara membersihkan kamar mandi. Kak, besok kesini lagi ya,” tuturnya.

”Kesehatan menjadi masalah utama yang selalu diperhatikan dan ditanamkan sejak dini pada diri anak-anak yang belum paham atau bahkan tidak tahu bagaimana cara menjaga kebersihan agar tercapainya hidup sehat dan bersih,” jelas Ani Arina selaku Ketua Panitia Sosialisasi PHBS.

Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini anak-anak MI Al-Islam Balesari dan masyarakat sekitar dapat mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menularkan ilmu yang diajarkan kepada teman-temanya dan masyarakat sekitar.

Sosialisasi PHBS merupakan rangkaian volunteer week KSR PMI UNTIDAR. Selain sosialisasi terdapat beberapa kegiatan lain seperti seminar “Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, donor darah dan konsultasi kesehatan serta kampus siaga bencana yang direncanakan pada akhir November hingga awal Desember nanti. (KAM-KSR/DN)

FISIP UNTIDAR GELAR SEMINAR INTERNASIONAL ADMINISTRASI NEGARA

MAGELANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UNTIDAR mengadakan Borobudur Conference on Public Administration (BCPA) yang berlangsung selama 2 hari pada 24-25 November 2016 di Hotel Manohara Magelang. Acara ini berlatar belakang dari perubahan pemikiran praktek administrasi atau antar masa dalam suatu Negara.

Karena adanya perubahan paradigma Administrasi Negara itu  telah membawa implikasi terhadap penyelenggaraan peran Administrasi Negara. “Implikasi tersebut akan sangat menentukan corak dan ragam dalam penyelenggaraan pemerintahan atau Negara yang dapat kita lihat sejauh mana administrasi Negara dalam suatu pemerintahan  tersebut dapat menyesuaikan diri dengan paradigma yang ada”, jelas Ibu Dra.Eny Boedi Orbawati, M.Si selaku Ketua Acara tersebut.

Suasana BCBA hari pertama. Kamis (24/11) di Hotel Manohara Borobudur, Kabupaten Magelang.

Suasana BCBA hari pertama. Kamis (24/11) di Hotel Manohara Borobudur, Kabupaten Magelang.

Hal ini memperoleh respon yang baik dari banyak kalangan akademisi. FISIP UNTIDAR sebagai penyelenggara acara menjadi fasilitas bagi akademisi untuk beraspirasi dan juga didukung oleh  Akademi Militer. Konferensi ini berisikan pleno dengan mengangkat topic “From Medieval to Contemporary Tought” yang diperuntukan bagi akademisi, pakar dan praktisi administrasi Negara.

Adapun peserta yang mengirimkan abstrak dan call for paper diantaranya UGM, UNPAD, UT, UNAIR, UNDIP, UNSRI, UNESA, UNSA, UI, STIAMI, UWMY,Umrah Kepri, Unmuh Sidoarjo, Universitas BSI Bandung, Universitas Menado, Universitas Parahiyangan, AKMIL, Lembaga Adminitrasi Negara, Kementrian Sosial RI,Asosiasi Analisis Kebijakan Publik dan Asosiasi Ilmuwan Adminitrasi Negara. Juga dari beberapa Negara tetangga yaitu Thailand, Filipina dan Afrika.

Menjadi kehormatan peserta yang berasal dari Afrika Ibu Manapo Anastacia Chopo  hadir dan menjadi pengisi acara  pada pleno kedua yang dimoderatori oleh bapak Drs. Hendrarto, Msi

Seluruh makalah yang sudah dikirimkan akan menjadi prosiding yang akan diproses menjadi jurnal ilmiah dalam edisi khusus BCPA pertama. “Dengan adanya konferensi ini dapat menjadi wadah dan juga saling bertukar ilmu antar ilmuwan administrasi Negara dan output konferensi ini bukan hanya tumpukan makalah tetapi juga pemanfaatan prosiding yang akan diproses menjadi jurna ilmiah”, tuturnya.

Malam sebelum diadakannya BCPA ini para peserta disambut dengan acara makan malam bersama bertempat di Gedung Leo Kailola Komplek Akmil Magelang yang dihadiri oleh seluruh peserta BCPA, panitia dan juga tamu undangan yang berjumlah 70 orang. Dengan sambutan hangat dari Bapak Rektor Untidar dan juga oleh Bapak Wakil Gubernur Akmil. (HDN)

TAEKWONDO UNTIDAR BAWA PULANG 13 MEDALI

MAGELANG – “Pengalaman kami belum banyak, karenanya sudah menjadi kebanggaan tersendiri karena kami berhasil membawa pulang beberapa medali” ungkap Sherly selaku anggota taekwondo UNTIDAR. Mengikuti kejuaran yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro Semarang mereka berhasil membawa pulang 13 medali.

Taekwondo UNTIDAR merupakan bagian dari UKM Olahraga yang ada di Untidar, hingga saat ini sudah beraggotakan 40 orang. Dari dua tahun terakhir olahraga ini mulai aktif dilaksanakan latihan bersama dengan jadwal setiap hari senin sore. Belum lama ini taekwondo UNTIDAR dilatih oleh guru atau master ikut dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro Semarang .

Master Djoko Suprajitno sebagai jembatan yang mengajak anak didikannya untuk mengikuti kerjuaran  yang berlangsung tiga hari mulai tanggal 4 sampai 6 november 2016 bertempat di GOR Sahabat, pedhurungan , Semarang. Dengan mengikuti lomba para pemula dan seluruh anggota tekwondo mendapatkan pengalaman dan pembelajaran supaya lebih bersemangat latian dan siap dalam menghadapi kejuaraan lain hingga mengasilkan prestasi.

“Kegiatan dilakukan 3 hari, diawali kegiatan penimbangan berat badan dan juga untuk klasifikasi kelas kejuaraan”tambahnya. Kelas yang diikuti adalah kelas pemula dan kelas prestasi dengan mengirimkan 15 personil, 5 untuk kelas prestasi dan sisanya pada kelas pemula. Kelas pemula dapat diikuti oleh peserta dengan sabuk hijau-biru strip dan sabuk merah strip ke atas pada kelas prestasi.

Semuanya ikut dalam kategori Kyorugi, merupakan pertandingan antar dua orang untuk menjatuhkan lawan dengan teknik pukulan dan tendangan yang diajarkan di taekwondo. Dalam aturan umum  minimal peserta kelas prestasi adalah pemegang sabuk hijau dan tiap kelasnya beranggotakan minimal 4 orang.

Medali yang dibawa diantaranya 4 medali perunggu, 4 medali perak dan sisanya 5 medali emas. Dengan dasar penilaian berdasarkan perolehan point terbanyak dalam tiga ronde selama 1-1,5 menit. “Saya berharap kedepannya kami lebih diperhatiakan dan didukung agar kami dapat menghasilkan yang terbaik pula untuk UNTIDAR salah satunya melalui kejuaraan taekwondo”, harapnya. (HDN)

WAKIL REKTOR III RESMIKAN PUSAT KARIER UNTIDAR

MAGELANG – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. meresmikan Pusat Karier Universitas Tidar, Selasa (08/11). Berdirinya Pusat Karier UNTIDAR ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan mahasiswa yang akan lulus dan mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan pasca wisuda nantinya.

Pusat Karir UNTIDAR adalah unit baru dibawah pengelolaan Lembaga Penelitian, Pengembangan Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PMP) yang berfokus pada penyediaan pelatihaan, pembekalan dan penyediaan fasilitas dalam mempermudah mahasiswa/lulusan UNTIDAR dalam mencari atau menciptakan peluang kerja.

“Pusat Karier diharapkan dapat menjadi jembatan atau perantara baik bagi mahasiswa sebagai calon pencari kerja dengan perusahaan atau pihak luar yang sedang mencari karyawan,” tutur WR III UNTIDAR.

Proses rintisan pendirian Pusat Karir ini sudah mulai dilaksanakan mulai Maret 2016 mulai dari rapat koordinasi, kunjungan ke Pusat Karier Polines Semarang dan UNY, Focus Group Discussion (FGD), pemagangan mahasiswa ke UMKM serta pelatihan bisnis online.

Nurhadi, S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada menekankan pentingnya sistem digital untuk pengembangan Pusat Karier.

Nurhadi, S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada menekankan pentingnya sistem digital untuk pengembangan Pusat Karier.

Dalam kesempatan ini, Nurhadi S.T., Kepala ECC (Engineering Career Center) Universitas Gajah Mada membagi pengalamannya dalam mengelola lembaga karir yang telah berdiri sejak tahun 2007 ini. ECC UGM merupakan institusi berbasis IT yang mengelola informasi karir, personal development, dan rekruitment service.

“Lembaga karir tidak hanya membantu mahasiswa dalam mencari pekerjaan setelah wisuda namun juga diharapkan ikut mempersiapkan mahasiswa jauh-jauh hari sebelum lulus,” kata Nurhadi.

Realitanya, mahasisw mengkonsep perjalanan kariernya ketika menjelang kelulusannya. Pada masa ini sebagian besar mahasiswa belum mempunyai kemampuan softskill yang cukup misalnya bagaimana berbicara di depan umum dan kemampuan bernegosiasi maupun presentasi.

“Kemampuan di luar akademik ini  yang terkadang menjadi kendala, maka itu, Pusat Karir juga harus mampu menganalisis kultur mahasiswanya apa yang sudah dan belum mereka miliki dalam menghadapi dunia kerja nantinya,” tambahnya.

Menurut Wearesocial, data pengguna internet di Indonesia pada September 2016 sebanyak 88,1 miliar dari total jumlah penduduk Indonesia 251,9 miliar jiwa. Nurhadi menekankan bahwa potensi pengguna internet yang terus berkembang hari ke hari ini menjadi peluang besar dalam pengembangan sebuah Pusat Karier maka itu perlunya pengembangan sistem digital dalam pemgembangan unit ini.

Pusat Karier juga berpeluang menjadi perantara kerjasama universitas dengan pihak luar. Tidak hanya dalam bidang karir namun juga dalam bidang lain yang ikut mendukung perkembangan kampus. (DN/HDN)

PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA, REKTOR UNTIDAR SERAHKAN BEASISWA KE APRILA

MAGELANG – Segenap sivitas akademika UNTIDAR mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di halaman parkir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jumat (28/10). Berbeda dengan upacara pada peringatan hari besar sebelumnya, petugas upacara kali ini adalah dosen-dosen muda FKIP.

Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen muda Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (kanan) sedang membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen muda Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (kanan) sedang membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

“Persiapan singkat, hanya 1 hari. Alhamdulillah upacara berjalan lancar, walau masih sedikit kesalahan. Maklum baru pertama kali ini kami menjadi petugas upacara di UNTIDAR,” kata Atsani

Seirama dengan tema Peringatan Sumpah Pemuda kali ini “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”, dosen muda sekaligus petugas upacara mewakili generasi muda yang masih memegang teguh rasa nasionalisme dan kebangsaan. Ditengah pelaksanaan Bulan Bahasa FKIP (BBF), para dosen ini menyisihkan waktu untuk berlatih serius dalam waktu yang singkat demi terlaksananya upacara di hari bangkitnya pemuda Indonesia ini.

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Kutipan pidato Bung Karno tersebut menyiratkan bahwa jumlah saja tidak bisa menjadi jaminan yang cukup untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju namun dibutuhkan pemuda-pemudi yang unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia.

Suasana upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di UNTIDAR, Jumat (28/10).

Suasana upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-88 di UNTIDAR, Jumat (28/10).

Kesempatan ini juga menjadi ajang penyerahan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi, Aprila Dwining Tyas yang berhasil meraih medali emas dan perak pada PON XIX Jawa Barat pada cabang olahraga arung jeram.

“Tidak menyangka anak kecil ini yang berhasil menang PON kemarin, saya kira mahasiswa lelaki yang badannya besar mengingat cabor yang diikuti arung jeram. Tapi ternyata strateginya besar, tak cukup kalo hanya punya kemampuan otot tapi juga otak,” tambahnya.

Aprila, mahasiswi program studi Akuntansi ini berhak mendapatkan beasiswa berupa pembebasan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 3 (tiga) semester mulai dari semester II sampai dengan semester IV.

“Alhamdulillah saya sangat berterimakasih kepada kampus atas beasiswa yang membantu meringankan beban orang tua saya. Semoga bisa terus menjadi pemacu semangat kuliah,” tutur Aprila. (HDN/DN)

SEMARAK BULAN BAHASA, FKIP UNTIDAR GELAR LOMBA MADING, BACA & CIPTA PUISI SERTA POETRY READING

MAGELANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR menggelar Lomba Majalah Dinding (mading), Lomba Cipta dan Baca Puisi, serta Lomba Poetry Reading, Rabu (26/10) di lingkungan kampus UNTIDAR. Rangkaian lomba yang diikuti oleh siswa SMA/SMK/MA se-Kota dan Kabupaten Magelang ini merupakan bagian dari kegiatan Bulan Bahasa FKIP (BBF) yang diperingati setiap bulan Oktober.

Sebanyak 27 tim mengikuti lomba mading dengan tema “Memperkukuh kecintaan dan kebanggan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Indonesia” di auditorium UNTIDAR. Masing-masing tim yang terdiri dari 2 peserta diberikan waktu 120 menit untuk membuat mading. “Rubrik wajib mading terdiri dari tajuk rencana, opini, feature, puisi, cerpen, dan advertensi atau mengenalkan potensi daerah yang ditulis tangan, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak mengandung SARA,” tutur Widya Ratna Kusumaningrum, S.Pd., M.Ed., M.Pd., salah satu juri lomba mading.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini menuturkan bahwa penilaian mading berdasarkan pada beberapa kriteria yaitu kreativitas, originalitas karya, rubrik, kesesuaian dengan tema, cara penyampaian, ide/gagasan, dan tata letak.

Sebanyak 35 peserta mengikuti lomba cipta puisi dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”.

Sebanyak 35 peserta mengikuti lomba cipta puisi dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”.

Di lokasi lain, tepatnya di Gedung FKIP UNTIDAR berlangsung Lomba Cipta dan Baca Puisi serta Poetry Reading. Tidak hanya diikuti siswa-siswi SMA/SMK sederajat, mahasiswa UNTIDAR juga diberikan kesempatan untuk mengikuti lomba ini.

Lomba Cipta puisi diikuti oleh 35 peserta  dengan tema “Bahasa Indonesia sebagai Aset Budaya Bangsa”. Peserta diberikan waktu selama 120 menit untuk membuat puisi sesuai dengan tema, tidak mengandung unsur pornografi dan SARA. Sedangkan untuk Lomba Baca Puisi, panitia telah menyediakan materi terdiri dari puisi wajib berjudul Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri dan 5 puisi pilihan lainnya. “Banyak bibit generasi pecinta seni dan budaya yang hebat. Mereka mampu menyampaikan isi puisi kepada para pendengar serta mengontrol intonasi dan tempo sehingga pendengar tidak merasa bosan,” kata Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sekaligus juri Lomba Baca Puisi.

Poetry Reading Competition diikuti oleh 21 mahasiswa UNTIDAR serta 28 siswa siswi SMA, SMK sederajat. Berbeda dengan Lomba Baca Puisi, peserta poetry reading hanya membacakan 1 bacaan puisi dari daftar puisi yang telah disediakan oleh panitia.

Tidak hanya membaca tetapi peserta dituntut meresapi makna dan menyampaikan isi puisi pada juri.

Tidak hanya membaca tetapi peserta dituntut meresapi makna dan menyampaikan isi puisi pada juri.

Untuk Poetry Reading Competition bagi mahasiswa dimenangkan oleh Agnes Amalia Puspita mahasiswa semester 5 disusul oleh Eka Kusuma mahasiswi semester 3 dan di juara tiga adalah Nafiatul Aghnia Mahasiswi Semester 1 Prodi Bahasa Inggris. Sedangkan untuk poetry reading  competition hanya memilih satu bacaan puisi. Semua hadiah dari lomba tersebut akan diberikan pada Acara pentas seni  Bulan Bahasa pada hari sabtu mendatang.

Pemenang masing-masing lomba telah diumumkan pada penutupan acara masing-masing lomba. Penyerahan hadiah berupa sertifikat, tropi dan uang pembinaan akan diserahkan pada puncak acara Bulan Bahasa FKIP (BBF), Sabtu (29/10) mendatang. (HDN/DN)

TIM PHBD UNTIDAR GELAR SOSIALISASI PELATIHAN REPLIKA BINATANG KALENG BEKAS DI KELURAHAN REJOWINANGUN UTARA

MAGELANG – Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Universitas Tidar mengadakan sosialisasi pelaksanaan kegiatan pelatihan daur ulang kaleng bekas di Kelurahan Rejowinangun Utara, Selasa (25/10). Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat timbunan limbah/sampah yang sulit diolah serta menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

“Pelatihan daur ulang kaleng bekas menjadi replika binatang dapat menjadi solusi penanganan limbah serta menjadikannya barang  yang bernilai ekonomis,” kata Hasan Syukron, Ketua tim PHBD.

Pelatihan akan menggunakan sistem Training On Trainer (TOT) dimana 10 perwakilan warga Kelurahan Rejowinangun Utara akan dilatih secara intensif selama 2 hari pada 29-30 Oktober 2016 mendatang di Salaman. Setelah itu, perwakilan warga yang sudah mendapat pelatihan ini bertugas melatih warga lainnya.

Peserta pelatihan antusias melihat contoh produk replika binatang dari kaleng.

Peserta pelatihan antusias melihat contoh produk replika binatang dari kaleng.

“Sistem TOT bertujuan agar pelatihan lebih efektif karena proses pembuatan replika binatang dari kaleng ini membutuhkan tingkat pemahaman tinggi. Salah di satu proses saja menghasilkan produk yang kurang maksimal,” tambahnya.

Menurut catatan kependudukan  tahun  2015  di  Kelurahan  Rejowinangun  Utara,  diketahui jumlah masyarakat miskin (prasejahtera) sebesar 60% dari total masyarakat yang berjumlah 12.514 jiwa. Perlu uluran tangan melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat dalam bidang perekonomian dengan dibukanya peluang usaha yang memanfaatkan limbah kaleng yang melimpah tersebut.

Kiswati, S.P., Kasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Rejowinangun Utara menyambut baik program pelatihan ini. “Pelatihan daur ulang kaleng diharapkan dapat menambah ketrampilan warga terutama para pegiat bank sampah di Rejo Utara. Kedepannya juga produk pelatihan bisa dijadikan produk unggulan wilayah ini,” tuturnya.

Tidak hanya sekedar pelatihan, tim PHBD juga akan mendampingi peserta pelatihan hingga mahir membuat produk, mencarikan peluang pasar dengan mengadakan pelatihan tambahan yang diperlukan seperti manajemen pemasaran, packaging yang menarik hingga pelatihan pembuatan blog/web.

PHBD adalah program Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti yang ditawarkan kepada berbagai bentuk organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam rangka menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam pembangunan khususnya pada masyarakat desa dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat.

Tim PHBD UNTIDAR 2016 terdiri dari 6 mahasiswa yaitu Hasan Syukron (PBSI/FKIP) sebagai ketua tim, Rachma Listia Hidayat (AN/Fisipol), Rohman Muhammad Pradana (PBSI/FKIP), Hanafi Isnanta Prabawa (Sipil/FT), Ani Arina (EP/FE) dan Mayrida Miratista (PBI/FKIP). (HDN/DN)

TINGKATKAN MUTU PELAYANAN, PERPUSTAKAAN UNTIDAR GANDENG SliMS, PROQUEST DAN IG PUBLISIHING

MAGELANG – Perpustakaan UNTIDAR mengadakan Workshop Sistem Informasi Perpustakaan dan Sosialisasi E-Book dan E-Journal, Kamis-Jumat (20-21/10) di auditorium. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sistem SLiMS (Senayan Library Management System) dan mensosialisasikan penggunaan E-Journal Proquest dan E-Book IG Publishing.

“Tidak hanya mahasiswa, dosen juga harus aktif menggunakan perpustakaan sebagai penunjang materi perkuliahan. Perpustakaan juga harus terus meningkatkan pelayanannya sehingga memenuhi kebutuhan informasi pengunjungnya,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. saat membuka workshop ini.

Hendro Wicaksono SS.M.Hum., penemu sekaligus SliMS Lead Developer mensosialisasikan mengenai aplikasi manajemen perpustakaan SLiMS pada Workhshop hari pertama, Kamis (20/10) di auditorium UNTIDAR.

Hendro Wicaksono SS.M.Hum., penemu sekaligus SliMS Lead Developer mensosialisasikan mengenai aplikasi manajemen perpustakaan SLiMS pada Workhshop hari pertama, Kamis (20/10) di auditorium UNTIDAR.

Mengusung konsep “Perpustakaan Hibrida”, perpustakaan UNTIDAR terus memperbaiki sistem dan pelayanan sehingga dapat memenuhi tujuan utama sebagai perpustakaan cetak dan elektronik. Penggunaan SliMS (Senayan Library Management System) sebuah sistem yang dikembangkan oleh Kemendikbud yang mempermudah manajemen perpustakaan terutama dalam hal mengakses buku, jurnal dan materi perkuliahan.

“Sivitas Akademika UNTIDAR bisa memanfaatkan fitur aplikasi SliMS lewat www.otomasi.untidar.ac.id/katalog/ dan mengakses koleksi buku maupun jurnal perpustakaan UNTIDAR. Dari aplikasi ini, admin atau pustakawan juga dapat melihat presentase pengunjung tiap hari, bulan dan tahun,” jelas Hendro Wicaksono SS.M.Hum., penemu sekaligus SliMS Lead Developer.

Menurutnya, perpustakaan dengan suasana dan nyaman juga mendukung peningkatan kunjungan selain teknologi dan koleksi yang memadahi. “Mahasiswa, dosen, dan karyawan juga perlu melakukan kontrol untuk kemajuan perpustakaan,“ tambahnya.

Pada hari kedua workshop, Dwi Janto Suandaru, Marketing Manager Mitra Jurnal dan E-Book menjelaskan kepada para peserta yaitu mahasiswa dan dosen UNTIDAR bagaimana memanfaatkan Proquest untuk mengakses ribuan jurnal dan IG Publishing untuk Ebook.

“Mahasiswa dan dosen juga berkesempatan besar mempublikasikan jurnalnya lewat kami (proquest). Publikasi jurnal menjadi nilai plus untuk mengajukan beasiswa pendidikan di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Hendri Wenas, mahasiswa Fakultas Ekonomi menyatakan bahwa sosialisasi Proquest dan IG Publishing ini membantu mahasiswa yang masih kesulitan mencari referensi yang berkualitas. “Banyak referensi yang kami dapat di internet tapi, tidak semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, kami jadi mudah mencari referensi internasional juga,” tuturnya. Semua sivitas akademika UNTIDAR dapat mengakses Proquest  dengan username dan password yang telah disediakan di perpustakaan.  (HDN/DN)

SEMNAS POLITIK BAHASA : BAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMERSATU KEBERAGAMAN

MAGELANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menyelenggarakan Seminar Nasional Politik Bahasa “Merajut Kebhinekaan Bahasa sebagai Pemerkukuh Ikatan Kebangsaan”, Rabu (19/10) di auditorium UNTIDAR. Seminar ini sekaligus membuka rangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2016.

Bahasa merupakan salah satu unsur pembentuk nasionalisme selain ras dan agama. Sejarah Indonesia tidak bisa lepas dari peran bahasa yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan mempersatukan kebhinekaan ragam bahasa dalam satu bahasa nasional, Bahasa Indonesia.

“Masuknya Irian Barat ke wilayah Republik Indonesia berbagai upaya dilakukan pihak asing untuk mempengaruhinya bahwa mereka bukan bagian dari rumpun melayu polinesia (cikal bakal bahasa Indonesia) tetapi lebih dekat dengan rumpun melanesia,” kata Prof. Dr. Mahsun, M.S., Guru Besar Bidang Linguistik Diakronis dan Genolinguistik, Universitas Mataram.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Periode 2012 – 2015 ini, munculnya isu : Kemelanesiaan, Kemelayuan, dan otonomi daerah yang cenderung diidentikkan dengan otonomi daerah, merupakan contoh isu-isu keberagaman bahasa yang terkait dengan masalah kebangsaan. Maka, Indonesia perlu memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh bahasa, baik itu bahasa nasional dan bahasa negara, yaitu bahasa Indonesia, maupun beratus-ratus bahasa daerah yang tumbuh dan berkembang di wilayah NKRI. Pemaksimalan potensi bahasa dapat berwujud menjadikan bahasa-bahasa itu sebagai media memperteguh identitas keindonesiaan.

Tak cukup hanya menjunjung bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, sebagai penutur asli, bangsa Indonesia juga harus terus mempelajari salah satunya menganalisis bahasa. “Analisis satuan bahasa bertujuan menemukan dan memahami sistem-karakteristik bahasa Indonesia. Atas pemahaman sistem-karakteristik, penutur tepat (cermat) berbahasa Indonesia,” jelas Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. yang juga menjadi salah satu pemateri.

Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Ketua Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Indonesia  menyatakan bahwa bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara di dunia bahkan menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam dan beberapa sekolah serta perguruan tinggi di Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.

Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Ketua Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Indonesia menyatakan bahwa bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara di dunia bahkan menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam dan beberapa sekolah serta perguruan tinggi di Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.

Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., Ketua Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Indonesia menyatakan bahwa tanpa mengabaikan bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing, kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara harus terus ditingkatkan.

“Beberapa pengamat bahasa justru menangkap fakta bahwa masyarakat Indonesia saat inimengarah pada pengabaian bahasa Indonesia dan lebih bangga berbahasa asing, terutama bahasa Inggris di tempat umum,” jelasnya.

Pada bagian keempat Undang-Undang (UU) No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan menerangkan peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional. Pada pasal 44 diterangkan bahwa upaya pemerintah dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional dilakukan bertahap, sistemis dan berkelanjutan. Peningkatan fungsi bahsa dikoordinasi lembaga kebahasaan dan ketentuan lainnya diatur dalam Peraturan Pemerintah.

“Sayangnya, saat ini masih banyak warga Indonesia yang tidak mengetahui ketentuan UU tersebut,” tambahnya.

Seakan terasing di negeri sendiri, faktanya bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara di dunia bahkan menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam dan beberapa sekolah serta perguruan tinggi di Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga terus berusaha melakukan pengembangan, pembinaan dan pelindungan bahasa Indonesia. Pemerintah juga menyelenggarakan program Darmasiswa yang dikelola Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kemendikbud.

Darmasiswa adalah program beasiswa yang ditawarkan kepada semua mahasiswa asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia, seni, musik, dan kerajinan. Peserta dapat memilih salah satu dari 45 universitas di berbagai kota di Indonesia. Program ini diselenggarakan oleh Kemendikbud bekerja sama dengan  Kementerian  Luar Negeri (Kemenlu). Program tersebut  dimulai tahun 1974 sebagai bagian dari inisiatif ASEAN (Asosiasi Negara Asia Tenggara)  dan hanya berlaku untuk para siswa dari  ASEAN. Kini program ini juga ditawarkan kepada mahasiswa dari negara lain. (DN)

TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI, BELMAWA RISTEKDIKTI DAMPINGI UNTIDAR IMPLEMENTASIKAN SPMI

MAGELANG – Direktorat Penjaminan Mutu, Direktoral Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti menyelenggarakan kegiatan pendampingan penerapan Sistemik Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan pelaksanaan audit mutu internal UNTIDAR, Selasa (18/10). Tim fasilitator yang terdiri dari Prof. Setyo Pertiwi, Prof. Kusminarto, dan Markus Budiraharjo memberikan penjelasan kepada seluruh jajaran pejabat fakultas dan universitas yang bertujuan mendorong implementasi SPMI dengan baik dan terencana.

SPMI adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Luaran penerapan SPMI oleh perguruan tinggi digunakan oleh BAN-PT atau LAM untuk penetapan status dan peringkat terakreditasi perguruan tinggi dan program studi.

Kegiatan pendampingan oleh Belmawa Ristekdikti ini bertujuan agar setiap perguruan tinggi menyadari bahwa tanggung jawab atas mutu penyelnggaraan pendidikan tinggi tidak sepenuhnya di tangan pemerintah. Perguruan tinggi juga berperan bahkan berperan sebagai pelaku utama.

 “Jangan hanya berorientasi pada akreditasi saja. Maka pihak perguruan tinggi/prodi akan grobyokan tiap 5 tahun sekali untuk mendapatkan akreditasi sebaik-baiknya,” kata Prof. Setyo Pertiwi, Tim Fasilitator SPMI Pusat.

Akreditasi adalah konsekuensi dari penerapan SPMI di masing-masing perguruan tinggi. Maka itu perlunya merumuskan dan menerapkan SPMI secara terencana, melibatkan sistem komunikasi yang baik serta meningkatkan potensi masing-masing bagian secara optimal. Ketika masa pengajuan akreditasi datang, pihak perguruan tinggi/prodi hanya perlu menghimpun data saja.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan cinderamta kepada Prof. Setyo Pertiwi.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan cinderamta kepada Prof. Setyo Pertiwi.

“Perlunya unit-unit pemilik data misal kemahasiswaan, keuangan, akademik dan penelitian. Kemudian diintegrasikan kepada sebuah sistem informasi. Jika, prodi nantinya menghadapi audit internal ataupun lainnya tinggal pencet tombol dan semua data keluar,” tambah Prof. Kusminarto.

Pembentukan SPMI tentunya memerlukan proses maka itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan masing-masing unit segera bersiap. Sekali lagi, tidak hanya berorientasi pada akreditasi semata namun tujuan kedepannya juga fokus pada peningkatan mutu pendidikan di UNTIDAR. (DN)