PKMK 2016 : SI MUNGIL NANAS MINI

Berawal dari ide dari seorang dosennya, Arif Rifai dan kawan-kawan mengembangkan sebuah penemuan dengan memunculkan nanas dalam bentuk mini. Mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), Arif Rifai dengan dua rekannya Ovi Faelasofa dan Dyah Purbowati lolos  dalam PKM tahun pendanann 2016rygtbvtb lalu.

Memilih nanas menjadi bahan percobaan karena bahannya tidaklah sulit, dengan mengumpulkan sisa limbah bagian ujung atas nanas yang dibuang oleh para penjual buah kemudian kita tanam dan diberikan zat khusus untuk menumbuhkan akar dan buahnya.

“Dengan zat Auksin untuk menumbuhkan akar dan zat Etilen untuk pertumbuhan buah kita memberikan perlakuan khusus seperti memaksa tanaman untuk berbuah sebelum waktunya sehingga buahnya pun akan tumbuh dalam bentuk mini”, jelas Arif Rifai selaku ketua PKM tersebut.

Satu pot Nanas Mini dijual antara Rp 50 - Rp 100 ribu rupiah.

Satu pot Nanas Mini dijual antara Rp 50 – Rp 100 ribu rupiah.

Menjadi menarik kembali karena nanas yang biasanya tumbuh dalam tanah dapat dikembangkan di dalam pot menjadi tanaman hias. Buah nanas mini tersebut akan tumbuh kurang lebih sebesar bola pingpong saja. Perawatannya pun tidaklah sulit karena  dapat menggunakan media tanaman hias lainnya seperti sekam, kompos atau tanah biasa.

“Dengan memanfaatkan limbah, tanaman ini pun belum banyak kompetitornya”, tambahnya.

Tindak lanjut dari arif dan kawan-kawan tidak hanya sebatas mengikuti PKM saja, mereka sudah banyak memproduksi dan menerima pesanan dari luar. Pemasaran terdekat pada toko-toko tanaman hias di magelang juga melalui media online. Media online pun masih dibatasi pemesanannya untuk wilayah Temanggung, Magelang, Purworejo, dan Semarang.

Sempat mendapatkan pesanan dari Universitas Brawijaya Malang tetapi terdapat kendala dalam proses produksinya. Nanas mini tersebut sangat membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk membantu pertumbuhannya tetapi cuaca masih kurang mendukung maka mereka sempat tidak memproduksi dalam beberapa waktu. Para mahasiswa prodi agroteknologi UNTIDAR tersebuat sudah menemukan solusi dengan diawali  memprediksi cuaca dengan sekali tanam langsung memanen 800 tanaman dalam kurun waktu 2-3 bulan dan memenuhi kebutuhan di pasaran

“Untuk menambah daya tarik, kita beli pot hias dan memberikan tambahan hiasan agar lebih menarik karena konsumen sudah pintar dalam melihat estetika dari tanaman nanas mini ini”, tuturnya.

Rata penjualan satu pot nanas mini sebesar  50 ribu rupiah, apabila sudah dihias dapat menacapai 100rb rupiah. Selain menjadi tanaman hias buahnya tetap dapat disantap layaknya buah nanas biasanya. Meskipun ukuran nanasnya mini tetapi rasanya buahnya tetap enak dan manis. (Fatma-Ika Mg/HDN)

SIVITAS AKADEMIKA UNTIDAR DIHIMBAU TELADANI KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW

MAGELANG – Salah satu faktor tidak kondusifnya situasi Indonesia akhir-akhir ini disebabkan minimnya figur pemimpin ideal. Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (13/12) sivitas akademika UNTIDAR diajak untuk meneladani kepemimpinan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga dengan diadakannya acara ini kita sebagai umat islam dapat  bersatu dan kembali ke panduan islam yang kaffah (menyeluruh)  yakni Alqur’an dan Hadist Nabi sebagai rujukan absolute dan mengaplikasikan apa yang sudah dicontohkan oleh Rosulullah SAW,” tutur Suranto, Ketua Panitia Maulid Nabi.

Nabi Muhammad SAW dalam masa kepemimpinannya selama kurang lebih 40 mempu merubah peradaban dunia dan menjadi tauladan manusia terbaik. “Oleh karena itu kita perlu mencontoh  apa yang sudah dilakukan beliau dalam masa produktif itu,” tambahnya.

Tiga pencapaian besar Nabi Muhammad SAW yaitu menjadikan bangsa Arab yang semula menganut paham polytheisme menjadi paham monotheisme, yaitu mengesakan Allah SWT. Beliau berhasil menyatukan bangsa Arab yang semula penuh dengan permusuhan di bawah naungan islam dan menyatukan pemerintahan Arab yang sebelumnya belum memiliki pemerintahan sendiri menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

“Meneladani Nabi Muhammad SAW misalnya sebagai mahasiswa tidak boleh plagiat dalam mengerjakan tugas, tenaga pendidik menjalankan tugas sesuai aturan serta dosen mengajar tidak hanya sebatas ilmu tapi juga memperhatikan sisi ‘illah’nya,” kata Drs. Moh. Tantowi, M.Si., dalam tausiahnya.

Meneladani bukan berarti berperang sama seperti Nabi dahulu namun mengambil hal-hal positif seperti kebiasaan dan cara berpikir positif dan mengimplikasikannya ke dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

Dalam kesempatan ini, Hadroh Untidar, tim rebana UKAI turut memeriahkan acara peringatan Maulid Nabi dengan beberapa lagu islam diantaranya turi putih, shollatum, padang bulan. Penampilan perdana Hadroh UNTIDAR kali ini mendapat respon positif dari seluruh peserta pengajian akbar Maulid Nabi dan berharap kedepannya terus dikembangkan menjadi lebih baik lagi. (IF-Mg/DN)

PENYERAHAN KLAIM ASURANSI, RITA CAHYANA BERSYUKUR PEROLEH BIAYA TAMBAHAN UNTUK PEMULIHAN

MAGELANG – Rita Cahyana Septawati, mahasiswi jurusan Ilmu Administrasi Negara menerima klaim asuransi pasca rawat inap akibat kecelakaan, Kamis (1/12). Klaim asuransi dari pihak Jiwasraya diserahkan oleh David Budhi Hartono, S.E., Kabag Akademik dan Kemahasiswaan UNTIDAR kepada ayah Rita, Edy Suryono secara langsung di Kebonagung Wetan, Tempuran, Kabupaten Magelang.

“Terima kasih atas program asuransi mahasiswa ini karena sangat membantu meringankan beban biaya pengobatan bagi keluarga,” kata Rita.

Jenis asuransi yang diberikan adalah asuransi kecelakaan diri (personal accident) yaitu perlindungan bagi mahasiswa dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti dari pembayaran premi dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh mahasiswa berupa kecelakaan diri dan meninggal dunia. Menjadi periksa kecelakaan bukan dikarenakan kecelakaan tunggal namun keadaan tidak sengaja yang dialami penerima asuransi.

Asuransi diserahlan secara langsung di kediaman Rita Cahyana Septawati, Kebonagung Wetan, Tempuran, Kabupaten Magelang,

Asuransi diserahlan secara langsung di kediaman Rita Cahyana Septawati, Kebonagung Wetan, Tempuran, Kabupaten Magelang,

Rita mendapatkan pembayaran klaim sejumlah Rp 2.279.714 sebagai ganti rawat inap selama 3 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Magelang, November lalu. Kronologinya, mahasiswi semester 1 penerima Bidikmisi ini mengalami kecelakaan di daerah Pakelan. Dalam perjalanan pulang Rita ditabrak oleh sebuah kendaraan roda empat yang mengakibatkan luka pada bagian pinggul. Akibat kejadian ini Rita terpaksa tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS).

“Bengkak bagian pinggul sampai pantat sampai tidak bisa duduk atau berdiri selama tiga hari sehingga harus ijin tidak bisa ikut ujian,” tambahnya.

UNTIDAR menjalin kerjasama bidang asuransi mahasiswa dengan Jiwasraya sejak 22 September 2016 untuk memberikan perlindungan kepada mahasiswa yang mengalami kecelakaan diri. Jaminan asuransi ini sebagai bentuk kepedulian dalam terjaminnya hak-hak kesejahteraan mahasiswa UNTIDAR. (HDN/DN)

LETKOL RIYANTO : MAHASISWA HARUS LOGIS, TIDAK MUDAH TERPROVOKASI HINGGA BEREAKSI BERLEBIHAN

MAGELANG – Berbagai macam isu negatif yang mengancam persatuan kesatuan bangsa mulai menyeruak akhir-akhir ini. Aksi (4/11) dan (2/12) berpotensi diboncengi berbagai kepentingan oknum yang tidak bertanggungjawab yang bertujuan mengusik perdamaian umat beragama di Indonesia.

“Wawasan kebangsaan perlu ditanamkan kepada seluruh warga negara Indonesia terutama mahasiswa yang secara langsung merasakan dampak gejala sosial yang kurang kondusif seperti saat ini,” kata Kasiops Korem 072 Pamungkas Yogyakarta, Letkol Inf. Riyanto, S.I.P., pada acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Rabu (23/11) lalu di auditorium UNTIDAR.

Mahasiswa diajak berpikir logis dan tidak mudah terprovokasi hingga bereaksi berlebihan. “Para invisible hand berusaha melemahkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai isu dan teror negatif,” tambahnya. Negara yang terpecah belah mudah dikuasai negara lainnya. Dijadikan negara boneka serta menjadi lahan eksploitasi sumber daya alam untuk mencukup kebutuhan negara yang menguasainya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., dalam sambutannya juga menyampaikan keprihatinannya atas rasa “memiliki” putra-putri bangsa Indonesia yang sudah mulai menurun. “Dalam melafalkan Indonesia saja masih banyak yang salah, terkadang menjadi ‘endonesia’ atau ‘indonesa’ ini contoh salah tapi sudah dianggap biasa oleh orang kebanyakan,” tuturnya.

Bahasa Indonesia dalam teks sumpah pemuda dicantumkan sebagai salah satu simbol pemersatu bangsa. Tapi, dewasa ini para generasi muda hanya sebatas menggunakannya saja tanpa memahami makna dan menggunakannya tidak sesuai kaidah yang benar.

Sosialisasi wawasan kebangsaan digelar serentak di seluruh Indonesia khusunya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mengusung tema “Era Globalisasi dan Perspektif Ancaman Negara”, Letkol Inf. Riyanto, S.I.P. tidak hanya menyampaikan materi namun juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa khususnya mengenai isu-isu yang beredar saat ini. (DN)

DONOR DARAH & KONSULTASI KESEHATAN JADI KEGIATAN RUTIN KSR UNTIDAR

MAGELANG – Korps Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) unit UNTIDAR menggelar acara donor darah dan konsultasi kesehatan, Rabu (30/11). Kegiatan hasil kerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Magelang ini berhasil mengumpulkan 47 kantong darah.

“Pendonor harus memenuhi beberapa syarat salah satunya tekanan darah dan hemoglobin yang memenuhi standar,” tutur Lilik Rustiyana, Kabag Pelayanan dan Produksi UTD Kota Magelang.

Persyaratan dasar menjadi pendonor adalah berusia 17-65 tahun, berat badan minimal 50 kg dengan tekanan darah sistole 100-170 dan diastole 70-100 serta memiliki kadar hemoglobin 12,5-17 g/dl. Menurut Lilik, dari 79 pendaftar kegiatan donor darah hanya sebagian kecil yang tidak lolos. Antusias sivitas akademika UNTIDAR cukup tinggi untuk kegiatan sosial ini dan berharap bisa menjadi kegiatan rutin.

Salah satu staff UNTIDAR ikut berpartisipasi dalam acara Donor Darah, Volunteer Week KSR UNTIDAR.

Salah satu staff UNTIDAR ikut berpartisipasi dalam acara Donor Darah, Volunteer Week KSR UNTIDAR.

Sukardi, S.H., Ketua PMI Kota Magelang sekaligus Ketua Yayasan Borobudur Tidar mendukung kegiatan donor darah dijadikan agenda rutin di UNTIDAR. “Dosen dan karyawan UNTIDAR saya harap turut serta dalam kegiatan ini sebagai wujud solidaritas sosial dan kemanusiaan,” tandasnya.

Selain donor darah, Volunteer Week juga menyediakan konsultasi kesehatan gratis bahkan Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. juga turut mengkonsultasikan kesehatannya. Ani Arina, selaku ketua panitia kegiatan menuturkan bahwa kegiatan donor dan konsultasi kesehatan ini akan dijadikan program rutin KSR UNTIDAR tiap satu bulan sekali. “Aksi donor dan konsultasi diharapkan memberikan banyak manfaat dan membantu pihak-pihak yang membutuhkan,” tambahnya.

Sebelumnya, kegiatan Volunteer Week diawali dengan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di MI Al Islam, Balesari, Windusari, Sabtu (26/11). Kemudian disusuk kegiatan Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Senin (28/11) dan Kampus Siaga Bencana yang akan dilaksanakan Sabtu (3/12) mendatang.

Lilik Rustiyana, Kabag Pelayanan dan Produksi UTD Kota Magelang saat memberikan materi dalam Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Senin (28/11).

Lilik Rustiyana, Kabag Pelayanan dan Produksi UTD Kota Magelang saat memberikan materi dalam Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Senin (28/11).

Pada Seminar Donor Darah dan Diseminasi Kepalangmerahan, Lilik Rustiyana juga berkesempatan memaparkan materi dan penjelasan mengenai proses darah yang didonorkan sampai siap digunakan dan manfaat yang diterima bagi pendonor maupun yang membutuhkan donor darah. “UTD Kota Magelang baru mampu mengumpulkan 40 hingga 50 kantong darah dalam sehari, jumlah ini masih belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan darah,” katanya. Maka itu, pencanangan kegiatan rutin donor darah dan konsutasi kesehatan di lingkungan UNTIDAR oleh KSR sangat didukung oleh PMI terutama UTD Kota Magelang. (KSR UNTIDAR)

TESO 2016, KENALKAN DUNIA TEKNIK LEWAT LOMBA DESAIN & IDE KREATIF ENERGI TERBARUKAN

MAGELANG –  Fakultas Teknik UNTIDAR mengajak siswa SMA/SMK/Ma sederajat menerapkan ilmu sains yang mereka terima di sekolah ke dalam sebuah inovasi desain dan ide energi terbarukan dalam acara Tidar Engineering and Science Olympics (TESO), Minggu (27/11).

TESO merupakan kompetisi olah oral, nalar dan fisik yang diperuntukan bagi SMA/SMK/MA sederajat yang terdiri dari Mini Transport Challenge, Straw Bridge Design Challenge, Mini Electric Car Challenge, dan Innovative Idea-Presentation. Kompetisi ini  sebagai ajang penerapan ilmu matematika, fisika serta biologi ke dalam sebuah kegiatan praktek yang mendidik.

“Teori yang didapatkan di sekolah diimplementasikan menjadi ilmu terapan yang mendidik dan menyenangkan. Acara ini diharapkan menjadi ajang promosi Fakultas Teknik khususnya sebagai penyelenggara acara dan UNTIDAR pada umumnya,” tutur Suhono, S.T.,M.Eng. selaku Ketua Panitia TESO 2016.

Ilmu sains dianggap sebagi ilmu yang sulit dipelajari dan membosankan. Stigma ini muncul dikarenkan mayoritas sistem pengajaran sains hanya terpaku pada penyampaian materi saja. Melalui acara ini, para siswa diajak untuk lebih mencintai bidang sains dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada 4 kategori lomba yang dilaksanakan yaitu Mini Transport Challenge yaitu lomba desain atau menciptakaan alat pembawa beban dari atas perlintasan kayu hingga tepat sasaran; Straw Bridge Design Challenge yaitu menciptakan desain jembatan menggunakan bahan dasar sedotan yang mampu menahan beban sebagai tolok ukur kegagalan konstruksi; Mini Electric Car Challenge yaitu kompetisi mobil listrik dari bahan botol bekas supaya dapat melaju dengan baik dan Innovative Idea-Presentation yaitu pemaparan ide inovasi dengan tema energi terbarukan. Pada masing-masing lomba, satu tim beranggotakan 3 orang dan tidak boleh peserta terdaftar pada dua perlombaan sekaligus.

“Inovasi desain jembatan berbentuk “kipas” dari Tim Man Parakan Temanggung mampu menahan beban terbesar dibandingkan desain tim lainnya. Inovasi desain ini perlu diapresiasi lebih dan terus ditingkatkan kembali,” tutur Yudhi Arnandha, S.T., M.T., salah satu juri Straw Bridge Design Challenge.

Menurutnya, untut taraf siswa SMA desain dan inovasi para peserta TESO 2016 ini sudah sangat luar biasa. Kegiatan ini juga menjadi pembuktian bahwa ilmu sains bisa dipelajari dengan cara-cara menarik salah satunya pembuatan desain jembatan dengan sedotan ini.

Juara 1 dari lomba Mini Transport Challenge adalah SMK Negeri Tembarak, untuk lomba Straw Bridge Design Challenge diraih oleh MAN Temanggung kemudian untuk lomba Mini Electric Car Challenge dijuarai oleh SMA Negeri 1 Ngluwar dan lomba Innovative Idea-Presentation diduduki oleh MAN Tegalrejo. Dan yang menjadi Juara umum dengan membawa pulang piala rektor adalah SMA Negeri 1 Ngluwar.

Salah satu tim peserta Straw Bridge Design Challenge sedang merakit sedotan menjadi sebuah desain jembatan.

Salah satu tim peserta Straw Bridge Design Challenge sedang merakit sedotan menjadi sebuah desain jembatan.

“Kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa tengah agar kompetisi ini dapat diapresiasi dan dapat berlangsung lagi mendatang”, tambah Ketua Panitia.

Terinspirasi dengan kompetisi sejenis TESO di luar negri, maka diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan minat para siswa dan mahasiswa untuk terus aktif dalam berinovasi khususnya di bidang sains dan mendorong penemuan-penemuan baru yang aplikatif dalam kehidupan kita sehari-hari. (HDN/DN)