DIES NATALIS KE-3 : INOVATIF, PRODUKTIF DAN AKSELERATIF MENUJU UNTIDAR BERPRESTASI

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengapresisasi perkembangan UNTIDAR dalam kurun waktu 3 tahun terakhir pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-3 UNTIDAR, Sabtu (01/04). Masa transisi swasta ke negeri yang berpotensi memunculkan banyak masalah ternyata bisa diatasi UNTIDAR dengan baik.

“Dosen & tenaga kependidikan serta bangunan mangkrak merupakan masalah yang kerap dihadapi PTN baru. Solusinya, Rektor harus mampu membangun kedekatan yang harmonis baik kepada dosen maupun tendik,” ujar Menristekdikti.

Suasana Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis ke-3 UNTIDAR, Sabtu (01/04).

Suasana Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis ke-3 UNTIDAR, Sabtu (01/04).

Rektor UNTIDAR, Cahyo Yusuf turut menyampaikan peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana. Dalam kurun waktu singkat, 1 April 2014 – 1 April 2017, UNTIDAR telah berkembang pesat terutama pada bidang infrastruktur, media pembelajaran serta alat-alat laboratorium pendukung perkuliahan. Pembangunan infrastruktur di Kampus Tuguran untuk Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik terus dipercepat untuk menampung total ±5500 mahasiswa pada tahun akademik 2017/2018. Selain itu, UNTIDAR juga mempersiapkan kampus-kampus baru di beberapa tempat: (a) wilayah Kota Magelang : tanah Sidotopo untuk Fakultas Kedokteran dan tanah di Mertoyudan untuk Prodi Kedokteran Gigi; (b) wilayah Kabupaten Magelang : tanah di Grabag untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Tanah Bandongan untuk Fakultas Pertanian; (c) tanah Kledung Temanggung untuk Prodi Hukum, Prodi Teknik Informatika, Program Studi Akuakultur dan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, dan (d) tanah Selomerto Wonosobo untuk Program Studi Peternakan dan Program Studi Perkebunan.

“Tidak hanya peningkatan infastruktur, tahun akademik 2017/2018, UNTIDAR resmi membuka 5 program studi baru yaitu manajemen, hukum, ilmu komunikasi, pendidikan IPA dan peternakan,” ujar Rektor.

Senat UNTIDAR saat memasuki auditorium.

Senat UNTIDAR saat memasuki auditorium.

Perubahan status tak lantas membuatnya “berhenti” namun ini adalah permulaan untuk “berlari” menuju UNTIDAR berprestasi. “Inovatif, Produktif dan Akseleratif” merupakan tema Dies Natalis ke-3 sekaligus merupakan pembuktian, harapan dan janji UNTIDAR kepada seluruh sivitas akademika, masyarakat Kota Magelang khususnya serta seluruh rakyat Indonesia bahwa pendidikan akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik dan semuanya bisa dimulai dari kampus tercinta ini.

Selain memberikan orasi ilmiah, Menristekdikti juga berkesempatan menandatangani prasasti peresmian Gedung Fakultas Teknik sekaligus bernostalgia dengan UNTIDAR. “Tahun 1992 saya pernah mengajar disini dan saya mengapresiasi perkembangannya, dulu pendaftarnya sedikit berbeda dengan sekarnag,” pungkasnya.(DN/HDN)

LOMBA MENYANYI TUNGGAL, FESTIVAL BAND DAN TARI MODERN (DANCE) DIES NATALIS KE-3 UNTIDAR

Formulir Kesediaan Lomba Band, Tari Modern (dance) & Menyanyi Tunggal

Dies Natalis ke-3 Universitas Tidar

PENDAFTARAN DIPERPANJANG SAMPAI KAMIS, 16 MARET 2017

Lomba Menyanyi Tunggal

Surat kesediaan Lomba Menyanyi Tunggal mohon dikirimkan paling lambat pada hari Senin, 13 Maret 2017 melalui email: nuwunpriyono@untidar.ac.id maksimal pukul 16.00 WIB. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi koordinator acara

Nuwun Priyono 08156605112

Dowload dibawah ini:

FORMULIR KESEDIAAN MENGIKUTI LOMBA NYANYI TUNGGAL (1)

Lomba Band & Tari Modern (dance)

Surat kesediaan mengikuti Festival mohon dikirimkan paling lambat pada hari Senin, 13 Maret 2017 melalui email: gunawan58@untidar.ac.id maksimal pukul 16.00 WIB. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi koordinator acara

Tri Agus Gunawan 0852 2580 5858.

Dowload dibawah ini :

FORMULIR KESEDIAAN MENGIKUTI FESTIVAL

KETENTUAN LOMBA MENYANYI TUNGGAL, FESTIVAL BAND & TARI MODERN

LOMBA MENYANYI TUNGGAL (POP, KERONCONG DANGDUT)

DIES NATALIS KE-3 UNIVERSITAS TIDAR

JUMAT, 24 MARET 2017

  1. Ketentuan Umum
  • Lomba diikuti oleh pelajar aktif di masing-masing sekolah dibuktikan dengan Fotocopy Kartu Pelajar.
  • Masing-masing sekolah diberi kuota maksimal 4 orang:
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik pop
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik keroncong
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik dangdut
  • Pendamping
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

2. Ketentuan Lomba Menyanyi Tunggal

  • Lomba diikuti oleh pelajar aktif di masing-masing sekolah dibuktikan dengan Fotocopy Kartu Pelajar.
  • Masing-masing sekolah diberi kuota maksimal 4 orang:
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik pop
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik keroncong
  • 1 orang menyanyi dengan kategori musik dangdut
  • Pendamping
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

3. Ketentuan Lomba Menyanyi Tunggal

  1. Perlombaan dibagi dua babak yaitu babak penyisihan dan babak 5 besar.
  2. Pada babak penyisihan, peserta membawakan 1 buah lagu dengan memilih salah satu lagu yang sudah ditentukan.
  3. Daftar lagu yang bisa dipilih oleh tiap peserta adalah:
Pop Putra Pop Putri Dangdut Putra Dangdut Putri Keroncong Putra Keroncong Putri
Terimakasih Cinta (Afgan) Aku Makin Cinta (Vina Pandu W) Cinta Hitam Bimbang Bahana Pancasila Dharma bakti
Aku Yang Tersakiti (Judika) Perahu Kertas (Maudy Ayunda) Darah Muda Muara Kasih Bunda Tanah Airku Tidurlah Intan
Seluruh Nafas Ini (Last Child) Butiran ebu (Tery) Gala-Gala Jatuh Bangun Bandar Jakarta Irama Malam
Simponi Yang Indah (Once) Cinta Sejati (BCL) Mbah Dukun Pria Idaman Terkenang-Kenang Mahameru
Nuansa Bening (Vid Aldiano) Pasti Bisa (Citra Skolastika) Rembulan Bersinar Lagi Zapin Mawar Sekuntum Terkenang-Kenang
Bukan Cinta Biasa (Afgan) Apalah Arti Menunggu (Raisa) Tidak Semua Laki-Laki Matahariku Suci

 

  1. Unsur penilaian Lomba meliputi:
  2. Kualitas vocal
  3. Performance
  4. Penghayatan
  5. Penguasaan panggung
  6. Peserta menggunakan pakaian bebas, sopan dan rapi
  7. Pada babak 5 besar, peserta menyanyikan dua lagu yang belum dinyanyikan pada babak penyisihan dengan tetap memilih lagu dari yang sudah ditentukan dalam tabel.
  8. Panitia menyediakan fasilitas musik pengiring, mic & stand mic, mixer digital dan pengeras suara (sound system).

4. Hadiah

Hadiah yang diperebutkan pada masing-masing kategori lagu adalah:

  • Juara I : Trophy + uang tunai
  • Juara II : Trophy + uang tunai

FESTIVAL BAND & TARI MODERN

DIES NATALIS KE-3 UNIVERSITAS TIDAR

MINGGU, 26 MARET 2017

  1. Ketentuan Umum
  • Festival diikuti oleh pelajar aktif di masing-masing sekolah dibuktikan dengan Fotocopy Kartu Pelajar.
  • Masing-masing sekolah diberi kuota maksimal 17 orang dengan pembagian:
  • 7 orang anggota (termasuk crew) untuk kelompok band
  • 8 orang anggota (termasuk crew) untuk kelompok tari modern (dance)
  • 2 orang pendamping.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

2. Ketentuan Lomba Band

  • Peserta membawakan 2 buah lagu yang terdiri dari 1 lagu daerah dan 1 lagu Indonesia (bebas).
  • Lagu yang dibawakan dalam bentuk format band dan diperbolehkan untuk melakukan aransemen ulang.
  • Lagu yang dibawakan tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.
  • Durasi maksimal setiap kelompok maksimal 15 menit (sudah termasuk checksound).
  • Panitia menyediakan peralatan musik standar berupa 2 gitar, 1 bass, 1 set drum, 2 mic & stand mic, mixer digital (masing-masing alat sudah dilengkapi sound dan monitor).
  • Peserta dibolehkan membawa alat musik sendiri.
  • Unsur penilaian Lomba Band meliputi:
  • Keserasian syair dan musik.
  • Aransemen lagu
  • Harmonisasi
  • Performance
  • Penghayatan
  • Ketepatan Waktu
  • Apabila terjadi kerusakan (berat) pada peralatan band setelah pementasan grup band yang terjadi secara sengaja adalah menjadi tanggung jawab grup atau peserta tersebut.
  • Jika pada saat pementasan peserta melebihi waktu yang telah ditentukan maka menjadi pertimbangan dalam pengurangan nilai.

3. Ketentuan Lomba Tari Modern (dance)

  • Durasi tiap kelompok maksimal 10 menit.
  • Peserta menggunakan pakaian bebas, sopan dan rapi serta diperbolehkan menggunakan properti untuk menunjang performance.
  • Lagu backsound tari dan properti tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.
  • Panitia tidak bertanggungjawab apabila lagu yang telah digunakan rusak ataupun format lagu tidak terbaca.
  • Unsur penilaian Festival tari modern (dance) meliputi:
  • Koreografi
  • Power
  • Kekompakan
  • Ekspresi
  • Kostum
  • Jika pada saat pementasan peserta melebihi waktu yang telah ditentukan maka menjadi pertimbangan dalam pengurangan nilai.

4. Hadiah

Hadiah yang diperebutkan pada masing-masing lomba adalah:

  • Juara I : Trophy + uang tunai
  • Juara II : Trophy + uang tunai
  • Juara III : Trophy + uang tunai

MONEV BIDIKMISI : REKTOR KUNJUNGI KEDIAMAN MAHASISWI PENERIMA BIDIKMISI DI WONOSOBO

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. mengunjungi kediaman Destiyana Rahmaleta, salah satu mahasiswi penerima bantuan Bidikmisi dari Kabupaten Wonosobo, Senin (27/02). Bidikmisi membantu Desti, mahasiswi jurusan Teknik Sipil angkatan tahun 2016 melanjutkan pendidikannya di UNTIDAR. “Selalu ada jalan untuk mahasiswa berprestasi salah satunya Bidikmisi ini. Selain terbantu biaya kuliah tiap semester, penerima Bidikmisi juga mendapat uang saku sebesar 650 ribu per bulannya,” tutur Rektor UNTIDAR.

Bersama Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.T.; Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan & Kerjasama (BAKPK), Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan beberapa staf UNTIDAR disaksikan Kepala Kelurahan Jaraksari, Akhmad N. Utomo dan Humas Pemkab Wonosobo, Fajar Susanto, Rektor UNTIDAR menyerahkan simbolisasi bantuan Bidikmisi kepada Desti.

“Semoga kedepannya lebih banyak lagi putra-putri Wonosobo yang menerima bantuan ini dan melanjutkan pendidikannya sampai perguruan tinggi,” kata Kepala Kelurahan Jaraksari.

Sesuai dengan surat nomor 162/B/BW/2017 dari Direktorat Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi perihal kuota Bidikmisi dan PPA tahun 2017 kuota Bidikmisi di UNTIDAR tahun 2017 telah ditetapkan sebanyak 300 mahasiswa sedangkan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) sebanyak 168 peserta. Kuota ini meningkat dari tahun 2016 sebanyak 296 mahasiswa penerima Bidikmisi dan 33 mahasiswa penerima beasiswa PPA.

“Jangan hanya terpaut pada Bidikmisi dan PPA masih banyak beasiswa dari sumber lainnya misal Provinsi atau ASTRA di UNTIDAR,” tambah Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan.

Bidikmisi merupakan program unggulan pemerintah sejak tahun 2010 yang bertujuan meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi akan tetapi mempunyai potensi akademi yang baik. “Seleksi tidak melulu berpusat pada system, setelah seleksi awal maka peserta bidikmisi disurvei kembali apakah layak atau tidak menerima bantuan tersebut,” jelas David Budhi Hartono, S.E., penanggung jawab Bidikmisi UNTIDAR.

Penerima Bidikmisi dituntut nilai IPK minimal 3.0 serta lulus tepat waktu, program sarjana 4 tahun dan program diploma 3 tahun. “Jika kurang maka bantuan dihentikan tujuannya untuk mendorong mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan lulus tepat waktu,” tambah David. Maka itu, mahasiswa Bidikmisi harus mampu memenuhi standar tersebut untuk melanjutkan bantuannya sampai lulus nanti.

Rektor UNTIDAR bercengkerama denga keluarga Desti, perangkat Desa Jaraksari seputar Bidikmisi serta rencana pembangunan kampus UNTIDAR di Wonosobo.

Rektor UNTIDAR bercengkerama denga keluarga Desti, perangkat Desa Jaraksari seputar Bidikmisi serta rencana pembangunan kampus UNTIDAR di Wonosobo.

Selain itu, Rektor UNTIDAR juga memaparkan rencana pembangunan Kampus UNTIDAR pada tahun 2018 nanti di wilayah Sidorejo, Selomerto, Kabupaten Wonosobo. “Kalau tidak ada halangan kami akan memulai pembangunan bertahap untuk Prodi Peternakan di Wonosobo ini. Lahan yang kami persiapkan sekitar 6,4 hektar yang akan mulai dibangun 2018 nanti,” tutur Rektor. Rencana pembangunan tersebut telah diawali dengan pengurusan Analisis Dampak Lingkungan (amdal) serta blockplan pembangunan telah dirancang. “Tahun ajaran baru ini kami akan membuka 2 kelas untu Prodi Peternakan, sekitar 70 mahasiswa. Untuk lokasi kuliah apakah di Wonosobo atau Magelang masih dipertimbangkan lagi,” tambah Rektor. (DN/HDN)

TINGKATKAN TATA KELOLA : SDN TRASAN 4 KUNJUNGIN PERPUSTAKAAN MAGELANG

SDN Trasan 4 Magelang akan mengajukan akreditasi dan salah satu unsur yang dinilai adalah sarana pembelajaran yaitu perpustakaan. Kunjungan mereka ke perpustakaan UNTIDAR, Kamis (26/02) untuk melihat bagaimana cara pengelolaan perpustakaan supaya diminati. Dalam Surat kerjasamanya pihak SDN Trasan 4 juga mengajukan pelatihan dari pihak Perpustakaan UNTIDAR.

“SDN Trasan 4 mau akreditasi dan salah satu unsur penilaiannya adalah perpustakaan, mereka main kesini untuk meninjau bagaimana cara kelola perpustakaan sekaligus kerja sama dengan kita”, jelas Ibu Dr. Sri Haryati M.Pd, selaku Kepala UPT Perpustakaan.

Akreditasi yang akan berlangsung di tahun 2017 ini membuat banyak sekolah berlomba meningkatkan kualitas SDM maupun sarana pembelajarannya agar lebih baik lagi. SD N 4 Trasan juga sedang dalam proses untuk  akreditasi, mereka melakukan kerjasama dan mengajukan pelatihan dari perpustakaan UNTIDAR untuk dibantu dibimbing agar tercipta perpustakaan yang memadai. Kondisi saat ini SD N Trasan 4 tidak memiliki ruangan perpustakaan, hanya menggunakan tiap sudut kelas sebagai ruang baca. Minat baca siswa SD N Trasan 4 sangat tinggi karena itu para guru berniat untuk membuat ruangan perpusatakaan di sekolah.

“Kami berkunjung ke perpustakaan UNTIDAR untuk kerjasama, disini perpustakaannya sudah baik dan karena salah satu unsur akreditasi kami termasuk perpustakaan makanya kami melakukan kerjasama agar dapat dibantu dibimbing dan mengelola perpusatakaan kami kelak dengan benar”, jelas Ibu Nanik Esti Wahyuni, S.Pd selalu Kepala Sekolah SD N Trasan 4 Magelang.

Kepala UPT Perpustakaan, Dr. Sri Haryati, M.Pd. memberikan kenangang2an Kepala Sekolah SDN Trasan 4 Bandongan.

Kepala UPT Perpustakaan, Dr. Sri Haryati, M.Pd. memberikan kenangang2an Kepala Sekolah SDN Trasan 4 Bandongan.

Kepala dan staff perpusatakaan UNTIDAR menyambut baik para guru dan memberikan sedikit gambaran mengenai proses tercapainya kualitas perpustakaan UNTIDAR hingga saat ini. Menurut Ibu Sri Haryati yang paling akan adanya suatu perpustakaan adalah fisiknya baik ruangan maupun buku. “Kalau sudah ada bukunya nanti ruangan dapat berdiri karena buku butuh tempat dan itu akan membuat pembaca lebih terfasilitasi”, katanya.

Adanya kerjasama ini bukan hanya menjadi kebanggan karena kita dipercaya tetapi juga menajdi pekerjaan kita karena nantinya akan semakin banyak yang paham akan pentingnya perpustakaan untuk meningkatkan minat baca seseorang. “Kedepannya ini jadi tugas kami untuk membantu SD N Trasan 4 untuk kemajuan perpustakaanya dan jadi metode belajar kami lagi agar lebih banyak memahami pembaca dengan menciptakan suasana baca yang kondusif”, tambahnya. (HDN)

MULAI FEBRUARI, PERPUSTAKAAN UNTIDAR BUKA SAMPAI JAM 6 SORE

UPT Perpustakaan Universitas Tidar resmi menambah jam pelayanan hingga pukul 18.00 WIB mulai 1 Februari 2017. Jam operasi perpustakaan yang semula dari pukul 08.00 – 16.00 WIB diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB untuk hari Senin – Kamis. Pelayanan hari Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB. Selain penambahan jam pada hari regular, mulai Februari 2017, perpustakaan juga beroperasi di hari Sabtu yaitu pukul 08.00 – 12.00 WIB.

“Berdasarkan kuisoner yang kami bagi ke pengunjung perpustakaan, banyak yang mengusulkan penambahan jam pelayanan perpustakaan. Apalagi banyak mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi,” kata Dicki Agus Nugroho, S.Hum., salah satu pustakawan.

Tentunya penambahan jam pelayanan ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan sivitas akademika UNTIDAR khususnya dalam pemenuhan kebutuhan referensi dalam menyelesaikan tugas kuliah maupun skripsi. Selain menambah jam, perpustakaan juga menambah beberapa fasilitas lain.

Penambahan fasilitas perpustakaan membuat mahasiswa nyaman ketika mencari referensi tugas maupun mengerjakan skripsi.

Penambahan fasilitas perpustakaan membuat mahasiswa nyaman ketika mencari referensi tugas maupun mengerjakan skripsi.

“Kami berusaha membuat perpustakaan menjadi tempat yang nyaman dengan melengkapi fasilitas seperti menambah tempat duduk dilengkapi bantal sehingga pengunjung nyaman mengerjakan tugas atau sekedar berdiskusi dengan teman-temannya,” tutur Ginanjar Kurniawan, S.IP., pustakawan UNTIDAR.

Menurutnya, lingkungan atau tempat yang nyaman merupakan “magnet” tersendiri untuk meningkatkan pengunjung dan seiring waktu juga diharapkan dapat meningkatkan peminjaman buku di perpustakaan.

Saat ini perpustakaan UNTIDAR memiliki kurang lebih 12.157 judul buku fisik serta berlanggangan 6550 e-journal dari Proquest dan 66.054 e-book dari IG-Publishing. Perpustakaan dilengkapi sarana wifi, ruang komputer serta siaran tv kabel yang bisa dimanfaatkan di sela-sela jam istirahat untuk hiburan para pengunjung perpustakaan.

“Peningkatan pelayanan dan fasilitas perpustakaan mendorong mahasiswa lebih banyak lagi menghabiskan waktu di perpus. Terutama untuk kami yang sedang mengerjakan skripsi, tambahan jam dan buka di hari Sabtu sangat membantu,” kata Bayu Setiaji Muslih, mahasiswa teknik sipil semester 6, yang sedang menyusun proposal skripsi. (DN/HDN)

PELANTIKAN PENDAMPING & KETUA UKM TAHUN 2017, REKTOR UNTIDAR SERAHKAN BANTUAN PERALATAN

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan langsung bantuan peralatan kepada  7 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Rabu (07/01). Bantuan peralatan ini diserahkan kepada UKM Mapala Sulfur, UKM Olah Raga & Beladiri, UKM Pramuka, UKM Bengkel Seni, UKM UKAI, UKM Paduan Suara dan UKM Menwa.

“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan ekstrakulikuler di kampus dan diharapkan mahasiswa dapat menjaga serta merawatnya dengan baik,” kata Rektor UNTIDAR.

Tiap UKM mendapatkan bantuan peralatan yang berbeda sesuai dengan bidangnya masing-masing. UKM Mapala Sulfur mendapatkan 2 buah tenda dome, 1 buah GPS Garmin 64 S, 2 buah HT, 1 buah tali caramel dan 2 buah tenda KSR lengkap dengan tandu lipat alumunium, P3K dan tas GEA.

“Kami bersyukur kampus memberikan bantuan peralatan yang  mendukung kegiatan UKM Mapala. Peralatan tersebut mendukung sekali untuk memperlancar program kerja 2 tahunan khususnya untuk persiapan kompetisi Mapala di tingkat nasional,” tutur Dwi Andriyanto, Ketua UKM Mapala Sulfur.

Menurutnya, bantuan peralatan dari pihak universitas bisa menjadi pemacu untuk mengembangkan prestasi internal organisasi pada khususnya dan juga universitas pada umumnya. “Semoga bisa bermanfaat untuk kegiatan sosial masyarakat juga kedepannya,” tambahnya.

Rofiq Munanjar, Ketua UKM Paduan Suara Grandio Sonora Tidar (kanan)n merima bantuan peralatan dari Rektor UNTIDAR.

Rofiq Munanjar, Ketua UKM Paduan Suara Grandio Sonora Tidar (kanan)n merima bantuan peralatan dari Rektor UNTIDAR.

Rofiq Munanjar, Ketua UKM Paduan Suara Grandio Sonora Tidar mengucapkan terima kasih atas apresiasi universitas kepada kegiatan UKM. “Harapan kita, Dapat mengapresiasikan dengan maksimal dan optimal atas apa yang di berikan oleh kampus,” tuturnya. Dalam acara ini UKM Paduan Suara juga berkesempatan menampilkan 2 lagu yaitu Cublak-Cublak Suweng dan Gambang Suling serta meminta dukungan dan doa restu perihal rencana mengikuti perlombaan paduan suara tingkat internasional di Vietnam pertengahan tahun nanti.

“Mari kita sambut Tahun 2017 ini dengan kegiatan kemahasiswaan yang positif dan mendukung kegiatan akademik di kampus. Saya mengapresiasi system perekrutan terbaru BEM & BLM dimana anggotanya diwajibkan memiliki IPK 3.0,” tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni, Drs. Bambang Kuncoro, M.Si.

Menambahkan syarat batas minimal IPK bertujuan mahasiswa lulusan UNTIDAR nantinya tidak hanya mahir dalam akademik saja namun juga terampil dalam bidang ekstrakulikulernya. Softskill dari kegiatan UKM ini merupakan nilai tambah ketika mereka nantinya mencari pekerjaan setelah lulus.

Pada acara yang sama, Rektor UNTIDAR juga sekaligus melantik Ketua BLM, BEM dan UKM tingkat Universitas beserta pendampingnya serta dilangsungkan proses penyerahan Bantuan Bidikmisi secara simbolisasi. (DN/HDN)