MAHASISWA UNTIDAR GELAR AKSI DAMAI

          Sebagai wujud keprihatinan akan perseteruan KPK dan Polri, Mahasiswa Untidar gelar Aksi Damai. Aksi dimulai dengan orasi di kawasan Alun-alun Magelang berlanjut dengan jalan kaki melewati pecinan, berakhir di depan Gedung DPRD Kota Magelang. Mahasiswa Untidar menyuarakan agar Presiden Jokowi segera menyelesaikan kemelut di tubuh KPK-Polri agar tidak memecah belah bangsa Indonesia. "Tegakkan Hukum, Bersihkan KPK dan Polri dari Mafia Hukum", itu yang kami suarakan, jelas M.Choerul Iman, Presiden BEM Untidar. 

         Choerul mengatakan banyak pola pelemahan yang ditujukan pada komisioner KPK. "Aksi ini bukan bentuk dukungan pada salah satu lembaga, semua kami dukung", tambah Choerul. Sementara itu Ketua DPRD Kota Magelang Endi Darmawan yang sempat berdialog dengan pengunjuk rasa, berjanji akan mengirim surat tuntutan mahasiswa kepada DPR-RI melalui faksimili. Apa yang disuarakan oleh BEM-KM Untidar adalah hal yang positif dan harus diapresiasi. 

Dosen Untidar Lolos Program Ipteks Bagi Masyarakat IBM DESA TEMANGGUNG, KECAMATAN KALIANGKRIK MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN SURVIVAL LANGUAGE UNTUK PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA MASYARAKAT MISKIN

Kabupaten Magelang, secara administratif, terbagi  menjadi 21 kecamatan terdiri dari 372 desa/kelurahan, termasuk 2 desa persiapan. Dari 21 kecamatan ini 5 diantaranya merupakan kecamatan yang memiliki desa-desa miskin yaitu: Kecamatan Kajoran, Kecamatan Kaliangkrik, Kecamatan Windusari, Kecamatan Ngablak, dan Kecamatan Pakis. DI Kecamatan Kaliangkrik, satu-satunya desa miskin adalah desa Temanggung.
    Desa Temanggung memiliki penduduk 1717 KK (data tahun 2013) dengan tingkat pendidikan masih sangat rendah, dari 7.039 jiwa sebagian besar (1860 orang) mempunyai tingkat pendidikan SD dan hanya 19 orang yang lulus SMA. Tingkat pendidikan yang rendah ini dikarenakan rendahnya pendapatan petani, sehingga tidak mampu membiayai anaknya untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, disamping juga rendahnya motifasi orang tua untuk melanjutkan sekolah anak-anaknya (Data perkembangan Desa Temanggung, 2013).
    Potensi dari wilayah Desa Temanggung adalah adanya tenaga kerja yang melimpah tetapi dengan tingkat ketrampilan yang rendah. Sebagian besar penduduk usia produktif  merupakan lulusan Sekolah Dasar, hanya sebagian kecil saja yang merupakan lulusan Sekolah Menengah maupun Perguruan Tinggi. 
    Melihat kondisi tersebut, perlu adanya suatu pelatihan yang terstuktur beserta pendampingan yang terpadu untuk memberikan tambahan keterampilan bagi para tenaga kerja. Keterampilan berkomunikasi merupakan satu yang terpenting dalam dunia kerja, apalagi komunikasi dalam bahasa asing terutama bahasa Inggris. Jika para tenaga kerja ini memiliki kemampuan berkomunikasi sederhana (survival language) dalam bahasa Inggris mereka tentu akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih tinggi.

Hal inilah yang melatarbelakangi Sri Sarwanti, S,Pd., M.Hum. bersama dengan Lilia Indriani, M.Pd dan C. Prima Ferri Karma, M.Pd. Ketiga nya dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Untidar untuk mengusulkan proposal Ipteks Bagi Masyarakat. "IbM DESA TEMANGGUNG, KECAMATAN KALIANGKRIK MELALUI PROGRAM “PENDAMPINGAN SURVIVAL LANGUAGE”. IbM merupakan program Hibah dari Dikti yang dikompetisikan. Proposal diajukan tahun 2014 dan akan didanai tahun 2015.

Pendekatan pengalaman langsung dengan mengenal terlebih dahulu tentang bahasa Inggris sederhana dalam kegiatan yang dikemas dalam kegiatan pengenalan bahasa Inggris yang mudah, menarik dan menyenangkan akan menjadi awal dari keseluruhan kegiatan pengabdian ini. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi : 

1.    Kegiatan AMT untuk mempertajam pola pikir menjadi bisnis oriented dalam bekerja.
2.    Melaksanakan FGD untuk menentukan keterampilan berbahasa Inggris yang diinginkan masyarakat.
3.    Pemilihan materi, tempat, dan peserta yang akan mengikuti kegiatan pendampingan yang sudah dicapai melalui FGD.
4.    Diklat tentang pola dan model pendampingan belajar bahasa Inggris survival yang menyenangkan dan menarik.
5.    Pelaksanaan pendampingan belajar bahasa Inggris survival di dalam kelompok pendampingan masing-masing. 
6.    Pendampingan pemilihan lapangan pekerjaan bagi peserta pendampingan sampai mereka mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi mereka dan sebagainya dilaksanakan dalam waktu 10 bulan efektif program IbM. 

Luaran yang diharapkan melalui program ini adalah :
1.    Timbulnya kesadaran dalam mencari kerja berorientasi bisnis (profit oriented).
2.    Setiap anggota mengenali kebutuhan survival language masing-masing yang akan dipelajari di dalam pendampingan.
3.    Anggota kelompok memahami pola survival language dan penerapannya dalam dunia kerja.
4.    Peningkatan  pendapatan dan peningkatan kemampuan untuk bersaing dalam dunia kerja dengan tambahan keterampilan survival language.
5.    Membuka cakrawala bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri sehingga akan meningkatkan daya jual dan daya saing dalam dunia kerja.

Peringatan Hari Pers LPM M@T@ Meriah

        Memperingati Hari Pers ke 69 Lembaga Pers Mahasiswa M@T@ mengadakan berbagai lomba. Acara yang digelar Minggu 15 Februari 2015 kemaren berlangsung meriah. Berbagai Lomba yang diadakan yaitu, Lomba Mewarnai untuk TK, Lomba Menggambar tk SD. Lomba Mading untuk SMP, Lomba Fotografi Jurnalistik tk SMA, dan Penulisan Artikel untuk Mahasiswa. Peserta Lomba memadati Auditorium Untidar sejak jam 8 pagi. Lomba mewarnai diikuti oleh 41 peserta, Lomba Menggambar diikuti 52 peserta, Lomba Mading diikuti 8 peserta, Lomba Fotografi Jurnalistik diikuti 10 peserta dan Lomba Penulisan Artikel diikuti 10 peserta. 
        Setiap tahun LPM M@T@ rutin mengadakan berbagai kegiatan. Dalam rangka memperingati Hari Pers, selain turun ke jalan LPM M@T@ rutin mengadakan berbagai lomba jurnalistik. Untuk Tahun ini selain Lomba Jurnalistik, LPM M@T@ juga mengadakan lomba mewarnai dan menggambar agar pelajar mulai dari tingkat TK bisa turut memeriahkan Hari Pers, sekaligus mengenalkan dunia jurnalistik sejak dini. 

Wakil Rektor I Beri Arahan Mahasiswa Mangkir Untuk Segera Selesaikan Studi

              Bertempat di Auditorium Untidar, Jumat 20 Februari 2015, Wakil Rektor I Bidang Akademik Untidar memberi arahan pada mahasiswa mangkir Untidar. Mahasiswa mangkir adalah mahasiswa yang belum melaksanakan registrasi secara tuntas. Banyak diantaranya yang sudah berada pada semester akhir, dan tinggal menyelesaikan skripsi, namun belum memenuhi persyaratan registrasi. Wakil Rektor I Untidar, Prof. Ir. Ali Munawar, Ph.D sengaja mengundang para mahasiswa agar bisa dicari titik temu yang baik dan tidak merugikan mahasiswa. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan para mahasiswa tersebut bisa segera menyelesaikan administrasi dan segera menyelesaikan skripsi. Untidar dengan status perguruan tinggi negeri saat ini melakukan banyak pembenahan. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, mahasiswa yang memiliki permasalahan dengan studinya bisa segera menyelesaikannya baik secara administratif maupun akademis. 

Pengumuman Final CPNS Universitas Tidar Tahun 2014

PENGUMUMAN

Menindaklanjuti Surat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 1566/A4/KP/2015 tentang Kelulusan Peserta Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2014 di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut kami informasikan terkait Peserta Seleksi CPNS 2015 yang dinyatakan Lulus di Universitas Tidar (UNTIDAR).

Peserta Seleksi CPNS yang Dinyatakan Lulus di Lingkungan UNTIDAR, diharuskan hadir di Universitas Tidar pada:

Hari, tanggal   : Sabtu, 14 Februari 2015

Waktu             : 09.00 WIB

Tempat            : Ruang Multimedia lantai 2 Universitas Tidar

Acara               : Penjelasan Pemberkasan CPNS UNTIDAR

Atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

 

1. Pengumuman Final download

2. Daftar Peserta Lulus download

3. Daftar Riwayat Hidup download

4. Surat Pernyataan  download

UKM PENCAK SILAT KUNJUNGI PADEPOKAN MERPATI PUTIH JOGJA

Sabtu dan Minggu, 7 – 8 Februari 2015 UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar, mengunjungi Padepokan Merpati Putih Parangkusumo Bantul Yogyakarta. Tujuan kegiatan adalah mengenalkan anggota baru UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar mengenai seluk beluk padepokan, mengenalkan pada tokoh-tokoh pendiri, serta mengenalkan nilai-nilai budaya Merpati Putih sebagai beladiri asli Indonesia. 

         Sebanyak 25 anggota UKM Pencak Silat Merpati Putih, yang didominasi anggota baru bertolak dari Kampus Untidar pukul 09.30. Sampai di Lokasi sekitar Pukul 12.00, diterima oleh Suroyo yang bertugas menjaga padepokan Merpati Putih. Setelah istirahat dan makan siang, anggota baru UKM Merpati Putih Untidar mendapatkan kilas balik materi mengenai Perguruan Pencak Silat Merpati Putih. Selama ini Pencak Silat kerapkali dianggap memiliki akar yang identik dengan suatu agama. Pandangan ini tidak bisa dipungkiri karena sebagian perguruan menggunakan atribut agama, seperti penggunaan mantra dan ritual-ritual yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan agama tertentu. Adanya penggunaan mantra-mantra itu juga membuat orang melihat Pencak Silat sebagai suatu aktivitas klenik. Sebab, itu tak heran bila segmentasi pencak silat kurang meluas. Namun citra negatif itu perlahan terkikis dengan hadirnya seumlah perguruan silat yang lebih inklusif, dan modern, seperti Merpati Putih (MP). Modern karena semua keilmuan yang ada, didasarkan metode latihan yang bisa dikaji secara logis dan ilmiah, tanpa embel-embel ritual keagamaan atau yang berbau klenik. 

          Setelah sholat azar kegiatan dilanjutkan dengan latihan bersama. Malamnya anggota UKM Pencak Silat Merpati Putih mendapatkan pencerahan dan motivasi dari para senior. Minggu Pagi kegiatan yang dilaksanakan adalah latihan fisik sampai siang hari. "Pukul 14.30 kami sudah meninggalkan padepokan Merpati Putih dan kembali ke Magelang". jelas Ardhiyan, Ketua UKM Pencak Silat Merpati Putih Untidar. 

 

 

UNTIDAR KEMBALIKAN DANA PENDIDIKAN PENERIMA BIDIK MISI

UNTIDAR KEMBALIKAN DANA PENDIDIKAN KEPADA PENERIMA BIDIK MISI

      Sabtu, 14 Februari 2015, 100 penerima bidik misi bersama orangtua berkumpul di Auditorium Untidar untuk menerima pengembalian dana pendidikan yang telah dibayarkan pada saat masuk menjadi mahasiswa Untidar. Untuk tahun ini, dengan status PTN baru, Untidar baru membuka kesempatan kepada 100 mahasiswa untuk memperoleh bidik misi, setelah mereka masuk menjadi mahasiswa. Sehingga mahasiswa sebelumnya telah membayar sejumlah biaya studi. Setelah ditetapkan sebagai penerima bidik misi, maka biaya studi yang telah dibayarkan, berhak untuk mereka terima kembali. 

       Hadir dalam acara ini, Wakil Rektor II Untidar, Drs. Hery Suroso, M.T., Wakil Rektor III Dr. Bambang Kuncoro, M.Si, dan para Dekan di Lingkungan Untidar. "Karena menyangkut uang, maka orangtua kami hadirkan", demikian dijelaskan Hery Suroso. Setiap bulan penerima bidik misi menerima dana sebesar 1 juta rupiah. Rp 400.000,- untuk biaya studi, dan Rp 600.000,- untuk biaya hidup. Praktis selama menjadi mahasiswa, penerima bidikmisi tidak mengeluarkan dana sepeserpun untuk kuliah. Kalaupun ada sangat sedikit jumlahnya dan tidak akan membebani penerima bidik misi. "Kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa penerima bidik misi. Disiplin selama kuliah, berprestasi dan lulus tepat waktu", jelas WR III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Kuncoro. 

         Tahun akademik 2015/2016 Untidar kembali akan membuka kesempatan kepada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk menerima bidik misi. Jika di tahun lalu bidikmisi baru bisa didapatkan setelah menjadi mahasiswa Untidar, tahun ini bidik misi bisa didapatkan sejak proses masuk menjadi mahasiswa. Saat mengisi form pendaftaran sebagai mahasiswa Untidar, akan ada 2 opsi, mendaftar secara reguler atau bidik misi. Jika memilih bidik misi dan nantinya lolos seleksi bidik misi dan lolos seleksi masuk Untidar, maka berhak untuk mendapatkan bidik misi selama menjadi mahasiswa Untidar. Kuota penerima bidik misi adalah 20 persen dari jumlah seluruh mahasiswa yang diterima. Jadi kurang lebih 100 kuota bidik misi disediakan di tahun ini,  untuk mahasiswa dari masyarakat kurang mampu. 

19 MAHASISWA UNTIDAR MENERIMA BEASISWA DARI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH

        Setiap tahun, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah memberikan kesempatan kepada mahasiswa kurang mampu, untuk menerima Beasiswa. Tahun ini kuota mahasiswa Untidar yang menerima beasiswa bertambah. Jika sebelumnya hanya 8 mahasiswa, tahun ini 19 orang mahasiswa berhak untuk mendapatkan beasiswa sebesar 1, 5 juta rupiah. Beasiswa diserahkan langsung oleh Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. di ruang Rapat Rektorat Untidar (7/2)

Untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, mahasiswa harus memenuhi beberapa persyaratan  diantaranya :

1. Mahasiswa yang sedang studi di Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yang terdaftar di Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah.
2. Berasal dari keluarga kurang mampu, yang ditunjukkan dengan Surat Keterangan Lurah atau Kepala Desa 
3. Pada saat ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sedang menerima beasiswa lain.
4. Saat mengajukan sekurang-kurangnya telah menyelesaikan semester 1
5. Mahasiswa diberikan bantuan pemberian beasiswa hanya 1 tahun, tidak secara otomatis tahun depan mendapat. Untuk Pengajuan tahun berikutnya harus menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik.

19 orang penerima beasiswa yaitu :
1. Kartika Herawati dari Prodi DIII Akuntansi
2. Beti Nurhapsari dari Prodi S1 Ekonomi Pembangunan
3. Chusnul Amaliah dari Prodi S1 Ekonomi Pembangunan
4. Erwin Setya Putra dari Prodi S1 Administrasi Negara
5. Siti Murtafiah dari Prodi S1 Administrasi Negara
6. Hana Riani Irma Diono dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
7. Isna Arini dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
8. Mistamiroh dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
9. Arista Yuniarti dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
10. Aisyah Nurul Fajriyan dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
11. Fatikhatul Rizky Amalia dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
12. Himatul Ngaliyah dari Prodi S1 Pendidikan S1 Bahasa Inggris
13. Nuraini dari Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris
14. Nurul Laila dari Prodi S1 Agroteknologi
15. Wisnu Utomo dari Prodi S1 Agroteknologi
16.  Kenny Ardika Permana dari Prodi DIII Teknik Mesin
17. Abdul Rahman Wahid dari Prodi S1 Teknik Mesin
18. Titah Latifiyani dari Prodi S1 Teknik Sipil
19. Zifalaniasta dari Prodi S1 Teknik Elektro
    

 

MAHASISWA UNTIDAR LOLOSKAN TABULAMPOT 3 IN 1 DALAM PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 2015

            Impian kebanyakan orang adalah memiliki tanaman buah di halaman rumah sendiri. Buahnya tumbuh lebat, menjuntai, perawatan yang mudah dan mudah dipetik. Namun, impian tersebut sirna ketika areal tanah yang dimiliki terbatas. Tabulampot bisa menjadi solusi bagi yang ingin berkebun di lahan sempit. Terutama pada kawasan perumahan yang mempunyai luas lahan yang minim. Dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas, beberapa jenis tanaman bisa ditempatkan dalam lokasi yang berdekatan. Selain itu, hampir semua jenis tanaman buah-buahan bisa ditanam dalam pot. Seperti sawo, lengkeng, jambu biji, mangga dan lainnya. Dasar pemikiran inilah yang melatarbelakangi 3 mahasiswa Untidar untuk mengajukan proposal TABULAMPOT 3 IN 1 Dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2014, tahun pendanaan 2015. 

          TABULAMPOT 3 IN 1 adalah satu tanaman tiga macam varietas  berbuah lebih cepat, menariknya lagi untuk TABULAMPOT 3 IN 1 jambu warna daunnya berbeda-beda sekaligus bisa menjadi tanaman hias. TABULAMPOT 3 IN 1  merupakan satu pohon yang terdiri dari beberapa varietas tanaman buah yang berbeda. Pecinta tanaman buah pun dapat menikmati berbagai jenis buah hanya dengan menanam dan merawat satu pohon. Tabulampot pun bernilai ekonomis karena harga jualnya yang relatif tinggi,berkisar Rp.15.000,00 perbatang untuk jambu biji dan Rp.20.000,00 perbatang untuk klengkeng. 

          Wibowo mahasiswa prodi Agroteknologi, Fatmawati mahasiswa prodi Agroteknologi, dan Desita Safitri mahasiswa prodi Bahasa Inggris, berhasil meloloskan proposal TABULAMPOT 3 IN 1 dalam Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai tahun ini.  Bersaing dengan puluhan ribu proposal dari perguruan tinggi seluruh Indonesia, tahun ini Untidar berhasil meloloskan 10 proposal, salah satunya TABULAMPOT 3 IN 1. "Dana yang diajukan untuk program ini sebesar Rp.12.381.000,-", jelas Wibowo selaku ketua program.  " Kami menargetkan dalam satu kali produksi sudah mencapai BEP selama 4 bulan. Karena dengan modal Rp.12.381.000,- sudah dapat memproduksi TABULAMPOT 3 IN 1 sebanyak 1.500 batang". tambah Wibowo. 

         TABULAMPOT SENDIRI adalah sebagai peluang usaha yang masih terbuka lebar, karena di daerah Magelang dan sekitarnya masih sangat jarang bahkan belum ada yang membudidayakan TABULAMPOT 3 IN 1 tersebut. Melalui usulan ini Wibowo dan tim akan membudidayakan tabulampot klengkeng varietas dataran rendah dan jambu biji. Varietas klengkeng yang akan di budidayakan adalah klengkeng aroma durian, klengkeng itoh dan klengkeng pingpong. Dan untuk jambu biji adalah jambu biji cristal (non biji), jambu merah australia dan jambu varigata. Program ini secara tidak langsung akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, rumah tangga atau pengusaha, sebab saat ini peluang usaha TABULAMPOT 3 IN 1 terbuka luas karena masih jarang yang mengembangkannya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan merangsang usaha berskala kecil dan menengah yang berbasis rumah tangga, menyerap pengangguran dan menggerakkan sektor riil masyarakat, disamping itu dapat meningkatkan tingkat kreativitas masyarakat dengan terus-menerus menemukan produk baru yang berkualitas dan berdaya saing.

        Ir. Historiawati, M.P yang merupakan pembimbing program ini menyatakan apresiasinya atas lolosnya TABULAMPOT 3 IN 1 dalam PKM tahun ini. Dari tahun ke tahun, proposal yang diajukan oleh BEM Fakultas Pertanian semakin meningkat dari segi kualitas. Tahun ini dari 10 proposal yang lolos, 5 proposal adalah yang diajukan oleh BEM Fakultas Pertanian Untidar. 

BEM KM UNTIDAR Ikuti Munas BEM SI KE VIII di Universitas Tanjungpura

Musyawarah Nasional Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Se-Indonesia ke VIII,  digelar di Universitas Tanjungpura (Untan).  Kurang lebih delapan Puluh BEM dari berbagai provinsi hadir. Target dari Munas ini adalah untuk memperkuat gerakan advokasi BEM SI, dalam rangka mengawal pemerintahan Jokowi 4 tahun ke depan. Ada tujuh tema yang diusung : pertama masalah energi, pendidikan, korupsi, ekonomi, pertanian, wanita dan ketenagakerjaan serta lingkungan. 

    Ini merupakan kali pertama BEM Untidar menghadiri Musyawarah Nasional Aliansi BEM Seluruh Indonesia. 2 Orang Perwakilan BEM yang berangkat mngikuti Munas BEM SI adalah Presiden BEM Untidar Moch. Choerul Iman (Heru) dan Sekretaris BEM Liya Ftiyani
Heru menuturkan Isu yang akan dikawal yaitu masalah ekonomi yang akan difokuskan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, kedaulatan energi mengenai blok Mahakam dan Freeport, masalah korupsi yang dikaitkan dengan pemilihan KPK dan evaluasi KPK, kemudian isu pertanian terkait pada pangan, agraria, dan kehutanan, selanjutnya pendidikan dan kebudayaan fokus akan anggaran kesehatan dan jaminan kesehatan nasional, lingkungan yaitu fokusnya pada kasus asap, dan penyelamatan wilayah pesisir, dan terakhir yaitu maritim yaitu pada persoalan nelayan, infrastruktur, dan hukum laut. Dari masing-masing isu tersebut BEM se-Indonesia sudah menyiapkan eskalasi gerakan nasional. Puncak gerakan BEM se-Indonesia 2015 ini akan melakukan gerakan nasional dan akan bertemu presiden pada peringatan satu tahun pemerintahan Jokowi-JK di Istana Negara.

Munas BEM yang kedelapan ini, peserta yang hadir mencapai lebih dari dua ratus peserta dari puluhan BEM Se-Indonesia. "Ini merupakan jumlah terbanyak selama penyelanggaraan Munas Aliansi BEM SI", tambah Heru.