Untidar Adakan Refleksi Akhir Tahun 2014

         Di akhir tahun 2014, Untidar adakan acara Refleksi Akhir Tahun. Acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Untidar mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Dosen, Karyawan dan Mahasiswa. Acara Refleksi akhir tahun merupakan acara sarasehan yang sudah menjadi tradisi setiap tahun. Dalam acara ini semua yang hadir bebas untuk berpendapat dan memberikan sumbang saran bagi kemajuan Untidar. Acara yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini dimulai pukul 10.00 WIB.

        Diawali dengan sambutan Rektor dan perkenalan Para Wakil Rektor yang baru saja dilantik. Rektor dalam kesempatan ini kembali mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk terus bersemangat meningkatkan kinerja, agar akselerasi yang sedang dilaksanakan cepat mencapai sasaran. Sementara itu dosen maupun karyawan aktif bertanya mengenai banyak hal. Secara bergantian Wakil Rektor I, II dan III memberikan jawaban. Acara berlangsung selama kurang lebih 2.5 jam, berakhir pada pukul 13.00 WIB. Diakhiri dengan acara ramah tamah dan santap siang bersama. 

Untidar Lantik Wakil Rektor

Senin 29 Desember 2014, Untidar laksanakan pelantikan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Wakill Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, dan Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. Acara berlangsung di auditorium Universitas Tidar dimulai pukul 09.00

            Dalam acara ini dilantik Prof. Ir. Ali Munawar Ph.D, sebagai Wakil Rektor I, Drs. Hery Suroso, ST., MT., sebagai Wakil Rektor II, dan Dr. Bambang Kuncoro M.Si, sebagai Wakil Rektor III. Ketiga pejabat baru tersebut akan melaksanakan tugas untuk periode 2014/2018.  Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd mengatakan wakil rektor adalah SDM yang terpilih yang akan memadukan pengalamannya untuk kemajuan Untidar. “Latar Belakang para Wakil Rektor sudah tidak diragukan lagi. Siap dipadukan untuk kemajuan Untidar ke depan. 

            Cahyo berharap dengan adanya Wakil Rektor yang baru, pelayanan Untidar dalam dunia pendidikan akan semakin meningkat. Terlebih lagi Untidar saat ini dalam masa transisi dari PTS menjadi PTN. “Untidar akan meningkatkan akselerasi agar cepat mengikuti PTN lain yang sudah establish, menjadi PTN yang unggul di kancah nasional maupun global. 

Pengumuman Pelaksanaan Tes Kompetensi Bidang (TKB) CPNS Universitas TIdar Tahun 2014

Berdasarkan Surat dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan   Nomor :  171935/A4/KP/2014 tanggal 12 Desember 2014 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014, kepada seluruh pelamar yang Memenuhi Persyaratan Administrasi diwajibkan mengikuti Tes Kemampuan Bidang dengan tahapan tes sebagai berikut;

1. Psikotest;

2. Microteaching (khusus formasi dosen);

3. Tes Teori sesuai jabatan (khusus formasi tenaga kependidikan);

4. Wawancara.

Selama TKB dilaksanakan peserta harus membawa;

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
  2. Sertifikat Profesi/Keahlian yang mendukung jabatan yang dipilih (khusus formasi tenaga kependidikan).

Tes Kompetensi Bidang akan dilaksanakan mulai tanggal 16 s/d 18 Desember 2014 (jadwal terlampir).

Jadwal TKB Formasi Dosen & Formasi Tenaga Kependidikan

MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN ADAKAN FIELDTRIP KE PTPN IX DAN CIMORY ON THE VALLEY

Rabu, 3 Desember 2014, sebanyak 87 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Untidar, didampingi oleh Dosen Pembimbing melaksanakan kegiatan FieldTrip ke PT Perkebunan Nusantara IX, dan Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory.

Rombongan berangkat dari kampus Untidar pukul 07.30 WIB. Tempat yang pertama dituju adalah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero).  PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) saat ini memiliki 2 Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu. Produk-produk PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dipasarkan di pasar domestik maupun pasar luar negeri sebagian besar dalam bentuk bulk. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) juga memproduksi dan memasarkan produk-produk hilir berupa teh kemasan, teh celup, serta gula pasir dan kopi bubuk dalam kemasan.

Dalam acara FieldTrip kali ini, Dosen dan Mahasiswa Faperta mengunjungi Pabrik Pengolahan Kopi milik PT Perkebunan Nusantara IX Banaran. Selama di sana dijelaskan mengenai proses pengolahan Kopi, baik melalui Wet Process maupun Dry Process. Juga diperlihatkan alat yang digunakan dalam proses pengolahan kopi, baik yang dijalankan oleh mesin maupun yang ditangani oleh manusia. Rombongan juga meninjau tempat penyimpanan kopi setelah panen.

Setelah kunjungan ke Pabrik Pengolahan Kopi, Rombongan mengunjungi Kebun Getas milik PTPN IX. Di sana melakukan peninjauan ke tempat pembibitan, penyambungan, belajar juga mengenai  proses pemotongan. Selanjutnya menuju ke lahan karet yang mau disadap termasuk belajar bagaimana teknik penyadapan. Dari pabrik pengolahan karet, rombongan bertolak menuju ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Di sana diperlihatkan bermacam jenis sapi, juga belajar cara memerah sapi secara manual. Rombongan juga mengunjungi pabrik pengolahan susu sapi untuk diolah menjadi berbagai Dairy Product seperti yoghurt, keju, dsb.

Budi Sambodo salah seorang peserta acara FieldTrip ini mengatakan sangat terkesan dengan kunjungan ke PTPN IX dan Ke Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory. Hal yang mengesankan saat mengunjungi PTPN IX adalah ketika tahu bahwa proses pengolahan Lateks ternyata sangat bergantung pada air.  Sementara itu hal yang paling membuatnya berkesan ketika mengunjungi Cimory On The Valley, Restaurant & Milk Factory adalah Zero Wish Concept, yaitu kebijakan yang selama ini menjadi komitmen Cimory untuk mengoptimalkan setiap langkah pengolahan agar berdaya guna. Sapi-sapi dirawat sebaik-baiknya agar bisa menghasilkan susu segar, sehingga menghasilkan dairy product yang juga  berkualitas. Kotoran sapi bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan berbagai tanaman baik sayur atau buah, yang hasilnya bisa digunakan di restorant yang dikelola. Komitmen yang ramah lingkungan dan patut diapresiasi. 

GELAR WORKSHOP FAK. EKONOMI HADIRKAN PAKAR ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN

Magelang, Kamis 4 Desember 2014 Fakulatas Ekonomi Untidar mengelar Workshop Peninjauan Kurikulum Program Studi di Fakultas Ekonomi. Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi UNDIP Prof. Dr. Purbayu, M.S. , Dosen Fakultas Ekonomi Unsoed Dr. Abdul Aziz Ahmad, SE. Msc. dan Dosen Fakultas Ekonomi Untidar Drs. Sri Bondan, Msi. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari di Gedung Multi Media Untidar dan diikuti oleh 70 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di Fakultas Ekonomi dan menemukan formula yang tepat agar dapat mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi dengan menerapkan kurikulum yang benar.

Dalam paparannya Prof. Dr. Purbayu, M.S. mengatakan “Fakultas Ekonomi harus mampu menerapkan kurikulum yang tepat dan dapat mencetak lulusan yang mampu mengerjakan tugas dengan tanggung jawab penuh dan menjunjung etika keilmuan”. Sedangkan Drs. Sri Bondan, Msi. mengajak mahasiswa untuk merubah mindset dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan pekerjaan. Disampaikan pula contoh-contoh fakta mengapa peluang berwirausaha harus dimanfaatkan, seperti satu lowongan kerja diperebutkan 200 pencari kerja dan jumlah enterpreneur di Indonesia yang masih sedikit. Alexa salah satu mahasiswa Fak. Ekonomi mengatakan sangat senang mengikuti workshop ini karena mendapatkan pencerahan, didorong, diberikan semangat dan diberikan bekal untuk mampu memiliki kemampuan, mengidentifikasi, menganalisis permasalahan ekonomi dan pembangunan dengan menerapkan teori ekonomi yang relevan.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Gelar Baksos di Desa Beseran Kaliangkrik

250 Mahasiswa Universitas Tidar semester 1 Fak. Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan dan D3 Akuntasi mengikuti kegiatan Bakti Sosial yang diselenggarakan di Desa Beseran, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Kegiatan  berlangsung dari tangggal 1-3 Desember 2014. Kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Fak. Ekonomi ini bertujuan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan juga agar mahasiswa dapat lebih mengenal dekat atau berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat pedesaan, mengetahui kultur yang ada, kearifan lokal dan menampung potensi dan permasalahan di desa untuk dapat di jadikan catatan upaya memajukan desa dengan bekerja sama dengan dunia pendidikan khususnya.

Dalam Kegiatan Bakti Sosial ini Mahasiswa Fak. Ekonomi  menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Pentas Seni, Bazar, Sarasehan, Temu Pemuda, Kerja Bakti dan NoBar (NontonBareng). Ketua Panitia kegiatan baksos Andi Saputra menyampaikan “ Kegiatan baksos ini selain sebagai pengabdian kepada masyarakat secara langsung juga sebagai upaya mengingatkan mahasiswa bahwa masih ada tugas di depan yang berat yang harus diselesaikan di desa, seperti kesadaran masyarakat desa tentang pendidikan yang masih rendah  dan masih kurangnya pengetahuan manajemen keuangan seperti bagai mana cara mengelola keuangan setelah masa panen”.  250 mahasiswa ini selama 3 hari akan menginap di rumah-rumah warga setempat.

Prodi Teknik Elektro Adakan Lokakarya Mikrokontroller Robotik

Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kegiatan akademik Lokakarya dengan materi Mikrokontroller Robotik, Selasa (26/11). Kegiatan lokakarya ini diadakan di Aula Wisma Sejahtera Magelang dari pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB. Lokakarya diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro dan tamu undangan. Narasumber dalam kegiatan lokakarya tahun ini adalah Addin Suwasino, S.T., M.Eng., Dosen Teknik Elektro Universitas Gajah Mada dan R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng. Direktur CV. Diwangkara Nugraha Yogyakarta.

 Acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada  dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. Pengetahuan tersebut antara lain teknologi mikrokontroller dan robotik terbaru beserta aplikasi dan implementasinya pada dunia industry dan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, mahasiswa dan dosen yang mengikuti acara lokakarya juga memperoleh pengetahuan tentang produser dan tata cara pemrograman mikrokontroller dan robotik.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Untidar, Ir Kun Suharno, M.T. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari narasumber, diskusi dan tanya jawab.  “Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan sangat bermanfaat,” kata Puri Ratna Larasati (18) salah satu mahasiswa Teknik Elektro semester satu. Namun keterbatasan waktu menjadi kendala dalam acara ini. Seperti yang disampaikan oleh Antika Prasetyaningtyas (19) mahasiswa Teknik Elektro, “Karena waktu terbatas jadi yang dijelaskan hanya cara mengoperasikan dan mengubah program. Kurang penjelasan bagaimana cara merangkai”. Dwi Novia Prasetyo (19) mahasiswa Teknik Elektro juga menjelaskan bahwa dari acara tersebut dia menjadi terinspirasi untuk membuat robotik. (SN)

KPRU GELAR PEMIRA

KPRU Untidar, Senin (24/11) menggelar Pemilu Raya di depan ruang BAAK. Tahun ini Pemira mengalami perubahan regulasi waktu pemilihan. Jika di tahun-tahun sebelumnya pemira dilakukan sebelum penerimaan mahasiswa baru, di tahun ini pemira dilaksanakan setelah tahun ajaran baru berlangsung.

Ada 3 kandidat yang mencalonkan diri dalam Pemira kali ini, dengan lima partai sebagai pengusung. Mereka adalah Tabah Riadi dan Wisnu Utomo yang mendapat nomer urut 1 dan diusung oleh Partai Pergerakan Mahasiswa (Pager). Puguh Muhamad Setyawan dan Bayu Fatkhurahman dari partai Gerakan Mahasiswa (Gandem) dengan nomer urut dua. Serta Mochammad Choerul Iman dan Listiyono Wardoyo dari Partai PIS melakukan koalisi dengan SAMAS dan PRM. Pemira Untidar tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM).

Untuk jumlah anggota KPRU sendiri tahun ini ada 7 anggota dengan Fadlu Rohman sebagai ketua. Acara berlangsung dengan tertib dan mudah karena peraturan dari KPRU sendiri yang tidak ingn mempersulit pemilihan dalam memilih pemimpin mereka.

Dalam pemira kali ini pemilih hanya diwajibkan datang ke tempat pencoblosan kemudian memperlihatkan KTM atau KTMS bagi mahasiswa baru dan bagi mahasiswa yang KTM nya hilang mereka cukup membawa kartu ujian atau mencocokkan NIM mereka pada presensi kehadiran mahasiswa yang telah disiapkan panitia.  

Dalam pemira kali ini No Urut 1 mendapatkan 181 suara, pasangan nomer urut 2 mendapatkan 182 suara dan pasangan nomer urut 3 mendapatkan 516 suara. Dari 991 pemilih akhirnya memenangkan pasangan no urut 3 sebagai Presma dan Wapresma. Itu berarti untuk satu tahun kedepan mereka akan menjadi  pemimpin  bagi mahasiswa Untidar dan diharapkan mampu menyumbangkan perubahan besar bagi Untidar.

 

Peserta Untidar Cup 2014 Membludak

Untuk menunjukkan eksistensi  di lingkungan Kota dan Kabupaten Magelang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Merpati Putih (MP) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan “Untidar Cup”, Sabtu-Minggu (22-23/11) yang bertempat  di Auditorium Untidar.

 

202 Peserta telah mendaftar dalam perlombaan Untidar Cup kali ini. Mereka adalah siswa-siswi SMP dan SMA sederajat se-Kota dan Kabupaten Magelang. Untuk tahun ini animo peserta lomba, lebih baik dari tahun yang lalu, pasalnya kali ini peserta melebihi harapan dari panitia. Hal ini karena persiapan yang matang dari panitia yaitu selama tiga bulan serta penyebaran surat edaran yang merata di semua sekolah SMP, SMA dan seluruh perguruan silat se-Kota dan Kabupaten Magelang

 

Juri dalam acara ini berasal dari IPSI (Ikatan Pencaksilat Seluruh Indoonesia) kota Magelang. Perlombaan dibagi menjadi 10 kelas untuk laki-laki dan 7 kelas untuk perempuan. Pembagian kelas berdasarkan berat badan dan tingkatan pendidikan peserta.

 

Di luar kuasa panitia, perlombaan di hari kedua mengalami kendala. Pada saat partai Semi Final masih menyisakan dua pertandingan, perlombaan terpaksa dihentikan karena ada gangguan teknis yaitu padamnya lampu ruang auditorium. Panitia telah berusaha untuk menghubungi PLN Kota Magelang. Namun karena Pihak PLN tak kunjung tiba di tempat lokasi dan waktu juga sudah larut malam akhirnya dibuatlah kesepakatan antar peserta dengan memutuskan adanya juara bersama.  Bagi peserta yang telah lolos dari partai Semi Final dinobatkan menjadi juara 1, sedangkan bagi peserta yang belum melakukan pertandingan pada partai Semi Final dinobatkan menjadi juara kedua. Untidar Cup tahun ini dimenangkan oleh 68 peserta dari semua kategori.  

 

Perlombaan yang berakhir dengan juara bersama tersebut, menurut Adrian diharapkan mampu menghasilkan atlet-atlet yang bisa mewakili Kota dan Kabupaten Magelang di ajang kejuaraan yang lebih tingggi.

UNTIDAR CUP, telah diadakan oleh MP Untidar selama 4 tahun berturut-turut. Untuk tahun pertama kejuaraan ini masih menggunakan nama Rektor Cup sedangkan kejuaraan tahun ke dua dan tiga berubah nama menjadi UTM Cup. ”Berhubung tahun ini Untidar sudah berstatus Negeri, UTM Cup berubah nama lagi menjadi  UNTIDAR CUP”. Tandas Adrian.

 

Selain tujuan ekstensi dan menjaring atlet yang berbakat, acara ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan Kampus Untidar kepada peserta lomba serta menjalin silaturahmi antar perguruan Pencak silat yang ada di Magelang. (Ab/Mf)

Wakili Jateng dalam Bakti Pemuda Antar Propinsi Kurniawan Setya Aji Mengaku Lebih Mengenal Indonesia

Menjadi perwakilan Jawa Tengah dalam Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP), bagi  Kuniawan Setya Aji (20), adalah hal yang membanggakan.  Mahasiswa Universitas Tidar Semester V Progdi Bahasa Inggris ini mengaku bangga bisa berada di Sei Gohong, Palangkaraya Kalimantan Tengah, dalam mengemban misi yaitu Pertukaran Antar Budaya, selama kurang lebih 1 bulan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober- 26 Nopember 2014. Acara ini adalah kegiatan rutin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Tujuannya agar peserta dapat membagi ilmu yang dimiliki khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan kepada peserta lain yang berasal dari provinsi yang berbeda.

Bukan perkara yang mudah untuk mengikuti BPAP bagi Aji. Pasalnya ia harus cuti dari perkuliahan selama 1 bulan. Saat diwawancarai, ia menceritakan tentang konflik batin yang ia rasakan antara tetap tinggal di kampus untuk melakukan segala aktivitas sebagai mahasiswa atau mengikuti  BPAP dan berpisah untuk sementara waktu dari keluarga dan teman-temannya. Namun atas dorongan dari keluarga ia memilih opsi yang kedua. Ternyata intuisinya tidak salah. Seleksi yang diikutinya berbuah manis dengan diterimanya Aji sebagai perwakilan Jateng.” Kebetulan saya dan Niti, yang berasal dari Untidar masuk seleksi, dan akhirnya dapat mengikuti kegiatan ini.” tandas Aji.

Sebelum ia mendapatkan Daerah Penempatan yaitu Kalimantan Tengah, pada tanggal 22-26 Oktober terlebih dahulu ia mendapat pembekalan di Semarang. Kemudian tanggal 26 Nopember seluruh peserta BPAP berkumpul di Pelataran Candi Prambanan Untuk mengikuti acara awal sebelum BPAP yaitu Jambore Tingkat Nasional (JTN). Barulah di tanggal 2 November kemarin, mereka berangkat ke tempat tujuan.

Aji menceritakan bahwa kegiatan yang ia lakukan di sana, ditemani 5 peserta dari daerah yang berbeda. Mereka berasal dari Gorontalo, Riau dan Maluku Utara. Dalam ceritanya ia memaparkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan hampir mirip dengan KKN namun lebih menitik beratkan pada masalah Budaya. Mereka berlatih tari dan kesenian yang lain serta mengajar di SD kelurahan setempat. ”Kebetulan SD tempat mengajar saya berada di depan rumah yang menampung kami.” papar Aji.

Ada banyak kendala yang dirasakan oleh laki-laki yang berasal dari Pakis  Magelang ini. Adaptasi dengan cuaca yang panas, menjadi tantangan baginya untuk tetap teguh pada pendiriannya dalam menjalankan misi sebagai Perwakilan Jateng. Cuaca di Kalimantan berbeda dengan Jawa, yang berhawa sejuk. Pertama kali tiba di sana ia merasa tidak nyaman. Ditambah lagi karakter masing masing peserta yang berbeda, dan keadaan kampung yang jika malam hari sangat sepi dan gelap.” Hidup disini tidak seperti di Jawa tapi dengan kegiatan ini saya menjadi mengerti tentang Indonesia.” Tegas Aji.

Rencana Aji akan kembali ke Magelang pada tanggal 27 Nopember, setelah mengakhiri rangkaian acara tersebut dan berkumpul terlebih dahulu di Semarang selama dua hari. Harapan laki-laki yang masih lajang ini, agar kedepannya ada perwakilan dari Untidar yang mengikuti jejaknya, menjadi perwakilan Jawa Tengan dalam acara  serupa.