Ambarwati, Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris FKIP Untidar Juara 1 Lomba Karya Puisi Tingkat Jawa Tengah

Banyak cara bagi seseorang untuk mengharumkan namanya, salah satunya lewat karya Puisi. Hal inilah yang dilakukan oleh Ambarwati (21). Sulung dari dua bersaudara ini berhasil menjuarai lomba Cipta Puisi Tingkat Jawa Tengah yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Acara ini diadakan dalam rangka  memperingati Bulan Bahasa Tahun 2014.

Gadis Asal Temanggung ini adalah Mahasiswa Semester V Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untidar. Karya puisi yang mengantarkannya memperoleh Juara 1 berjudul Jawa Tengah Dalam Harmoni. Berisi tentang pepenget atau peringatan. Puisi itu ia tujukan kepada Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo agar mampu memimpin Jateng dalam keberagaman suara-suara rakyat.

Wanita yang akrab disapa Ambar ini adalah putri dari pasangan bapak Lusiyono dan Ibu Imbuh Sutrisno. Dia mampu menyingkirkan 553 peserta lainnya. Dari 15 perwakilan Untidar, hanya Ambarlah yang mampu mengharumkan nama kampus.  Ia mendapatkan tropi dan uang pembinaan, serta buku-buku. Menjuarai Lomba bukanlah hal yang pertama bagi Ambar. Pasalnya Ambar pernah juga memperoleh juara 1 lomba Mocopat tingkat SD se- Kabupaten Temanggung dan Juara 3 Cerdas Cermat PHBS.

Ambar yang pada semester IV memperoleh IP 3,69 itu, saat ini ingin terus fokus dalam perkuliahan agar mampu menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dan tetap berkarya. Ke depan rencana besarnya adalah mampu menerbitkan buku dan ingin bekerja pada UNICEF agar mampu menolong akan-anak yang membutuhkan bantuan. (Ab/Mf)

Lokakarya Program Studi Teknik Mesin Tinjau Kurikulum 2012

Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan Kurikulum 2012, Jum’at (21/11). Acara diadakan di Ruang Multimedia dengan mengundang dua narasumber dari Armada Group yaitu Benny Darmawan Prajitno, dan Ir. Samsul Kamal, M.Sc., Ph.D dari UGM.

 

Lokakarya sendiri merupakan agenda tahunan dari program studi Teknik Mesin. Pada  tahun ini ada 60 perwakilan mahasiswa. Kurang lebih 30 mahasiswa semester satu turut serta, sebagian lainnya adalah perwakilan semester atas. Kegiatan juga dihadiri oleh seluruh Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Tidar (Untidar). Lokakarya tahun ini membahas tentang standar praktikum dan standar materi yang harus diajarkan. Tujuannya untuk mempersiapkan lulusan Teknik Mesin yang siap kerja.

 

Untuk prestasi Teknik Mesin tahun ini, ada 3 Mahasiswa yaitu Aris, Miftah dan Fatkhul Setyawan yang mampu meraih Juara 2 Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional. Karya mereka berjudul “ Si Monster”, yaitu Sprayer Anti Gendong semi otomatis. Tidak hanya itu, 10 Proposal dalam bidang pengabdian masyarakat, wirausaha dan teknologi juga masuk dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).  

 

Harapan kedepan setelah dilakukan evaluasi lewat lokakarya, akan ada mahasiswa Teknik Mesin yang mampu membawa nama baik Universitas Tidar, khususnya program studi Teknik Mesin  menjuarai perlombaan tingkat nasional kembali.” Kata Muhamad Hasan, Mahasiswa Teknik Mesin. Ia juga menambahkan dengan adanya acara ini nantinya perusahan-perusahaan yang akan menjadi tujuan mereka bekerja tidak ragu lagi dengan kualitas lulusan Teknik Mesin, dan mampu setara dengan Universitas  Negeri yang lain. 

Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Untidar Melawat ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Perwakilan dosen, karyawan dan mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) mengadakan Studi Banding ke  Universitas Islam Negeri  (UIN) Syarif Hidayatullah  (SH) Jakarta. Rombongan bertolak dari kampus Untidar Senin (17/11).

Dalam lawatan kali ini 43 dosen dan karyawan ikut serta. Sedangkan dari mahasiswa ada  sekitar 20 peserta yang merupakan perwakilan dari Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Badan Ekesekutif Mahasiswa( BEM-KM), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM Fakultas), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan perwakilan dari mahasiswa peraih hibah PKM dan PMW.

Rektor Untidar beserta rombongan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Syarif Hidayatullah Prof.  Dr. Amsal Bakhtiar, MA dan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Moh. Matsna HS, MA di Gedung Harun Nasution Kompleks UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

Dalam sambutannya, Prof. Amsal menyampaikan sejarah berdirinya  UIN SH di tahun 60an. Dilanjutkan dengan informasi mengenai  kondisi terbaru Kampus UIN baik fakultas, fasilitas dan prestasi UIN.  Prof Cahyo, Rektor Untidar dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan studi banding  ini adalah belajar bagaimana mengelola, mengembangkan institusi, membuka fakultas baru (perternakan, kedokteran gigi, kedokteran umum, fakultas kesehatan masyarakat) dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan. Selama studi banding, rombongan civitas akademika Untidar dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu  
Kelompok Pengembangan, Kelompok Keuangan, Kelompok Sistem Kemahasiswaan, Kelompok Pembukaan Fakultas Baru, Kelompok Akreditasi Institusi dan Kelompok Pembinaan Kemahasiswaan. Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Diharapkan banyak hal yang bisa diserap sehingga akan sangat bermanfaat dalam proses pengembangan Universitas Tidar kedepan.

 

KPRU Gelar Debat Calon Presiden Mahasiswa

Komisi Pemilu Raya Universitas (KPRU) Universitas Tidar  (Untidar) mengadakan kegiatan “Debat Calon Presiden Mahasiswa dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa Periode 2014/ 2015” dengan tema  “Mau Dibawa Kemana Universitas Tidar”.  Acara ini diadakan di ruang Multimedia Untidar dengan panelis Ali Ahmad, alumni  dan sekaligus mantan anggota Badan Legistatif Mahasiswa Untidar.

            Kegiatan tersebut dibagi menjadi lima sesi. Sesi pertama adalah pemaparan visi dan misi Capres dan Cawapresma. Sesi kedua yaitu pertanyaan yang sama dari panelis untuk ketiga kandidat. Sedangkan sesi berikutnya tanya jawab tanpa tanggapan antar ketiga kandidat. Untuk sesi keempat, tanya jawab langsung dengan dua pertanyaan dan dua tanggapan. Adapun Sesi terakhir adalah Final Statement.

            Setiap kandidat calon mempunyai program-program baru dan menjadi unggulan bagi mereka. Diantaranya dari calon nomor urut 1 adalah menciptakan Kementerian Wirausaha. Kementerian ini nantinya akan mempunyai tugas memfasilitasi mahasiswa dalam berwirausaha. Hal ini sejalan dengan visi misi Kampus Untidar yang sedang menggalakkan program kewirausahaan bagi mahasiswanya. Begitu pula dengan masing- masing fakultas yang juga memprogramkan kegiatan yang sama pula. Sedangkan program unggulan dari pasangan nomor urut dua yaitu Subsidi Kreativitas yang ditujukan bagi unit-unit kemahasiswaan yang ada di Untidar. Nantinya, calon pasangan urut dua, akan mengalokasikan sebagian dana yang diperoleh BEM dari pihak Rektorat untuk program Subsidi Kreativitas per-unit kemahasiswaan. Kemudian untuk pasangan ketiga, program unggulan adalah menggemakan BEM KM Untidar di lingkungan karesidenan kedu sampai nasional dan akan ada penambahan UKM.

            Sesi keempat menjadi sesi yang paling menarik. Hal ini disebabkan adanya saling serang pertanyaan antar ketiga calon kandidat. Calon nomer urut tiga yang pada tahun ini masih menjadi angggota BEM KM, dalam sesi ini menjadi sasaran tembak bagi kedua calon yang lain. Sesi terakhir yaitu Closing atau Final Statement digunakan untuk  memperkuat visi dan misi serta meyakinkan pemilih bahwa mereka layak memimpin Untidar untuk Satu Tahun kedepan. (AB/MF/Humas)   

Mahasiswa Semester V PBSI Gelar Pameran Fotografi Jurnalistik

Mahasiswa Semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan acara Pameran Fotografi Jurnalistik (FJ). Acara berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari Kamis-Sabtu (13-15/11) dan bertempat di Auditorium Untidar. Pameran FJ merupakan rangkaian dari Tugas Mata Kuliah Praktik Jurnalistik yang diampu oleh Drs. Hari Wahyono, M.Pd. Selain sebagai tugas mata kuliah, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menunjukan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, namun juga mampu berkarya secara nyata.

Acara dibuka oleh Dekan FKIP, Drs FX Samingin M.Hum. “ Pameran ini sangat baik dan bermanfaat. Kami harap mahasiswa tidak hanya memenuhi syarat pendidikan atau sekadar formalitas saja, tapi bisa mengembangkan di luar bangku kuliah.” Kata Dekan FKIP saat membuka acara. Pameran FJ tahun ini bertepatan dengan Ujian Tengah Semester (UTS), jadi hanya beberapa dosen yang hadir pada saat pembukaan. Sampai acara penutupan, kurang lebih 300 orang mengunjungi pameran.  

Dalam pameran tahun ini, ada 37 mahasiswa yang ikut berpartisipasi. Mereka diwajibkan mengumpulkan 10 foto, terdiri dari 7 foto berita dan 3 foto picture dengan tema bebas. Jumlah total keseluruhan foto yang dipamerkan adalah 380 foto dan 10 foto di antaranya hasil karya dari Drs. Hari Wahyono, M.Pd. Sebelum pameran diselengarakan, mahasiswa diberikan pelatihan terlebih dahulu, kurang lebih selama tiga bulan yaitu dengan mengumpulkan satu foto tiap minggunya. Evaluasi juga dilakukan agar kemampuan mengenai Fotografi Jurnalistik dapat meningkat. Semua itu bertujuan agar ketika pameran mahasiswa mampu memberikan hasil foto yang berkualitas dan memenuhi  standar. Persiapan pameran sendiri membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. “Foto-fotonya bagus dan unik. Semoga hal ini terus ada tiap tahunnya, karena sangat menginspirasi.” Kata Sya’adah salah satu pengunjung pameran.

Pameran semacam ini telah dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut. Panitianya berasal dari mahasiswa semester V PBSI. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok. Selain Pameran FJ, acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Band dari Bengkel Seni (BS) Untidar dan beberapa kolaborasi mahasiswa lainnya.

 Untuk pendanaan, murni berasal dari sawadaya semua mahasiswa semester V PBSI.  “Ini acara mandiri jadi kami yang mendanai. Kemarin juga ada saran dari Dekan untuk di jadikan sebagai agenda kegiatan fakultas, ya semoga kedepannya bisa terealisasi.” Tandas Heri. Dana yang dikumpulkan digunakan panitia untuk menyewa sketsel, konsumsi, publikasi dsb

Pameran di tutup pada hari Sabtu, pukul 15.00 WIB oleh Drs. Hari Wahyono M.Pd., sekaligus dilakukan evaluasi dengan tujuan mahasiswa kedepannya mampu mengembangkan kemampuan fotografi jurnalistik di luar bangku perkuliahan. (M.Ab/Humas)

 

SMA Negeri 2 Temanggung Juarai English Drama Competition di Kampus Untidar

Untuk ke-4 kalinya, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi Bahasa Inggris mengadakan acara English Drama Competition (EDC) Minggu (16/11). Acara bertempat di Auditorium Universitas Tidar (Untidar). EDC  merupakan agenda rutin setiap tahun yang diselenggarakan oeh HMJ Bahasa Inggris Untidar/ESA (English Student Association). Tujuan Acara ini untuk mendapatkan talent berbakat dari kalangan anak-anak SMA, khususnya dalam hal berakting dengan menggunakan Bahasa Inggris. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Kampus Universitas Tidar

 

Di tahun sebelumnya perlombaan hanya diikuti SMA yang ada di kota dan kabupaten Magelang. Namun kali ini, EDC juga diikuti oleh SMA dari Temanggung. Ada 5 peserta yang mengikuti perlombaan yaitu SMAN 2 Temanggung, MAN Parakan-Temanggung, SMA 1 Parakan, SMA N Tidar Magelang dan SMAN 3 Magelang. Setiap kelompok drama diberikan waktu untuk perform selama kurang lebih 30 menit untuk mementaskan karya drama dengan tema Indonesian folklores atau mengangkat cerita kebudayaan yang ada di Indonesia.

 

Juri kegiatan ini, 2 orang berasal dari luar kampus yaitu Fabio Stesy, dan Mr. Fuad. Sementara Juri dari Untidar adalah Dosen Bahasa Inggris Untidar, Liliani, M.Pd. Juri menilai dari segi Pronounciation, Grammar, Ekspresi dan Penampilan. Perlombaan ini merebutkan uang pembinaan dan trofi untuk dua pemenang serta Best Actor, Best Actress, dan Suporter Terbaik. “ Saya sangat senang dan acara seperti ini harus ada setiap tahunnya karena dapat menambah pengalaman bagi anak-anak SMA seperti saya.” Kata Dwi Sartika (17) peserta dari SMA N 2 Temangggung.

Lomba dimenangkan oleh SMA N 2 Temanggung sebagai juara 1 dan SMA N 3 Magelang sebagai juara 2. (Ab/Mf/Humas)

 

Menwa Adakan Pradiksar

Pradiksar (Pra Pendidikan Dasar) Resimen Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) merupakan latihan sebelum menuju Diksar (Pendidikan Dasar). Hal itu sekaligus sebagai pemantapan anggota baru Resimen Mahasiswa Macan Tidar. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dari Sabtu sampai Selasa (15-18/11), di lingkungan kampus Untidar.

 

Menurut Prasetyo Adi selaku Komandan Menwa, dalam acara ini anggota dilatih menjadi mahasiswa Plus. Diharapkan nantinya mereka menjadi Mahasiswa yang memiliki kedisiplinan seperti militer dengan tidak meninggalkan kewajiban sebagai mahasiswa yaitu aktif dalam perkuliahan. Pradiksar tahun ini diikuti oleh 15 peserta dan dihadiri oleh Ketua Alumni Menwa serta tamu dari Kodim.

 

Dalam kesempatan kali ini anggota dilatih oleh Kodim langsung sekaligus diperkenalkan dengan jenis-jenis senjata seperti Pistol, SS1, M 16 dan juga pengenalan meriam. “Sebagai anggota mereka wajib tahu dan mengenal senjata asli karena Menwa sendiri adalah komponen cadangan Militer. Agar sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap”, jelas Prasetyo Adi. “Kegiatan ini disimulasikan layaknya pelatihan militer, tujuannya agar ketika nantinya mereka terjun ke lapangan, mereka sudah terbiasa” tambahnya.

 

Selain itu ajang yang digunakan sebagai pemanasan sebelum Diksar ini juga diharapkan bisa memperkenalkan mereka akan tugas-tugas pokok dan tanggung jawab sebagai seorang Resimen Mahasiswa.  

 

HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia Gelar Seminar “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa”

“ Bahasa Indonesia itu penting, sebagai bahasa pemersatu Indonesia yang terdiri dari beragam suku. Namun sayangnya penggunaan dan penguasaannya belum optimal, termasuk di kalangan akademik baik siswa maupun guru” ungkap Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Drs. Pardi M.Hum., dalam seminar Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar, Selasa 28 Oktober 2014 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pardi menjelaskan perlunya masyarakat menguasai Bahasa Indonesia. Masyarakat juga perlu mempelajari berbagai bahasa, karena bahasa adalah komponen vital dalam bersosialisasi.

 

Bahasa adalah gambaran atau refleksi dari kehidupan, dimana bahasa adalah perwujudan atau ekspresi kehidupan seseorang, masyarakat, Negara, dan Bangsa.  Bahasa yang santun adalah representasi dari masyarakat yang berbudaya. Sebaliknya, bahasa masyarakat yang kasar merupakan ekspresi dari masyarakat yang kurang beradab.  Dalam acara yang dihadiri dosen dan mahasiswa FKIP Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Untidar ini, juga turut menghadirkan sastrawan Magelang Bambang Eka Prasetya yang membawakan materi workshop sastra cipta karya puisi.

Dandim 0716/Demak Berikan Wasbang Kepada Mahasiswa Universitas Tidar

Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto berikan diskusi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) terkait dengan “Karakter Bangsa dan Implementasi Pancasila” dalam lingkungan TNI sesuai dengan Doktrin Sapta Marga ke-1 “Kami Warga Kesatuan Republik Indonesia Yang Bersendikan Pancasila” di aula Batalyon Zipur-Tanpa Kawandya. Rabu (22/10).

Sebanyak 100 orang Mahasiswa Universitas Tidar Magelang Program Studi bermacam-macam menerima Wasbang dan 4 Konsep Dasar dalam Kehidupan bernegara yang disampaikan oleh Dandim  0716/Demak Letkol Inf Ari Aryanto.

Dandim menyampaikan bahwa kondisi bangsa saat ini adalah belum semua mahasiswa paham wawasan kebangsaan. Idealisme yang sempit cenderung mementingkan kelompok, golongan dan bersifat kedaerahan, suka meniru budaya asing tanpa menyaring terlebih dahulu, issu sara sering menjadi pemicu kerusuhan sosial. Oleh karena itu keberadaan “Karakter Bangsa” sebagai landasan konsepsional pemersatu bangsa sangat penting.

Karakter bangsa merupakan upaya untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang sesuai dengan karakter bangsa dengan mencintai negaranya sendiri. Pembinaanya dimulai dari karakternya sendiri dan karakter mahasiswa sangatlag penting untuk menjadikan seorang pemimpin bangsa yang baik dan berbudi luhur serta sesuai dengan Pancasila.

Beberapa postulat pancasila yaitu Pancasila  merupakan pandangan filsafat bangsa indonesia yg berisi konsep, prinsip dan nilai yang dijadikan pedoman bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Pancasila berfungsi sbg dasar negara, ideologi, pandangan hidup berbagai proposisi yang lebih pragmatik.

Pancasila  menjadi paradigma dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu dan ikut serta dalam meningkatkan kualitas bela negara, baik sikap maupun perilaku sehingga dapat meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara. Seperti kita ketahui bersama bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI/Polri saja melainkan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia.

 

Source : kodam4.mil.id

Delapan Wisudawan Periode Oktober 2014 Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Bertempat di Auditorium Universitas Tidar, Sabtu 11 Oktober 2014, berlangsung Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Periode Oktober 2014. Acara dimulai tepat pukul 09.00. Sebanyak 131 Wisudawan mengikuti prosesi ini, terdiri atas 115 sarjana dan 16 ahli madya. 

4 wisudawan terbaik mendapatkan penghargaan dari PT. BNI Cabang Magelang. Mereka adalah Jesicha Zenia Winasa dari FKIP Program Studi Bahasa Indonesia, Yuliyani dari FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Arifin dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin, dan Waliyati dari Fakultas Ekonomi Jurusan D3 Akutansi. Sebanyak 8 Mahasiswa mendapatkan predikat Cumlaude. Mereka adalah Jesicha Zenia Winasa dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3.76, Setyoreni Febriani dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3.57, Yuliyani dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.64, Laila Mursidatin dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.54, Anika Budiarti dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.53, Waliyati dari prodi Akutansi dengan IPK 3.71, Kuni Farikhah dari prodi Akutansi dengan IPK 3.62 dan Imroatus Solikah dari prodi Akutansi dengan IPK 3.56. Para wisudawan yang lulus dengan pujian mendapatkan penghargaan dari Rektor Untidar dan Bank Jateng Kantor Cabang Magelang.

E.K. Humas