Pemkot Magelang Serahkan Tanah Sidotopo ke Untidar
Pemerintah Kota Magelang menyerahkan lahan seluas 5 hektar 10 m2 di kawasan Sidotopo Kota Magelang untuk pembangunan Universitas Tidar (Untidar) Magelang. Secara simbolis sertifikat tanah diserahkan Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito MT kepada Rektor Untidar Prof Cahyo Yusuf MPd di Pendopo Pengabdian rumah dinas Walikota Magelang Kamis (02/10/2014).
"Ini merupakan komitmen kami untuk memajukan pendidikan di Kota Magelang. Lahan di depan Rumah Sakit Jiwa dr Soeroyo Magelang, sesuai dengan master plan sejak awal diproyeksikan untuk keperluan ekonomi dan pendidikan," kata Walikota Magelang.
Walikota Magelang merasa yakin apabila proses pembangunan Untidar nantinya sudah rampung dan telah digunakan, akan menimbulkan multiplayer effect di segala bidang. Salah satunya aktivitas pergerakan ekonomi yang semakin meningkat.
"Dampak positifnya banyak, masyarakat bisa mendirikan kos, usaha fotocopy, warnet, warung makan dan lainnya. Yang pasti akan berimbas bagi kesejahteraan, khususnya bagi warga Kota Magelang. Dan masyarakat tidak perlu jauh-jauh kuliah di luar Kota Magelang."
Rektor Untidar Prof Cahyo Yusuf mengatakan rencananya lahan dari Pemerintah Kota Magelang tersebut nantinya akan dibangun gedung rektorat, pusat administrasi, audiotorium serta satu fakultas. Dimungkinkan, yang akan dibangun di lahan ini adalah Fakultas Kedokteran. (Tha)
Sumber : KRjogja.com
REKTOR KUNJUNGI KKN VOKASI DI KELURAHAN PANJANG
Sabtu 20 September 2014, Rektor Universitas Tidar dan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah laksanakan kunjungan ke lokasi KKN Vokasi Untidar yang bertempat di Kelurahan Panjang Magelang Tengah. KKN Vokasi di Kelurahan Panjang sudah dilaksanakan sejak sebulan yang lalu dengan diketuai Dra. Endang Mawarsih M.Sc. KKN Vokasi di Kelurahan Panjang berfokus menghidupkan kembali kegiatan kampung organik yang sempat vakum.
Sebelumnya Kampung Organik Kelurahan Panjang dengan segala kemanfaatannya adalah program Pemerintah Kota Magelang. Ternyata pelaksanaannya tidak mudah, sehingga kampung organik sempat mati suri. Oleh karena itu dalam kegiatan KKN Vokasi ini, tim KKN Vokasi yaitu 10 Mahasiswa dari 3 Program Studi beserta dosen pembimbing berupaya untuk menghidupkan kembali beberapa item pendukung, diantaranya Green House di Samban Kidul, juga menghidupkan kembali kelompok usaha bersama pengolahan sampah Seruni, dimana di dalamnya terdapat Bank Sampah dan Warung Kejujuran. "Bersama masyarakat kami berusaha agar item penting kampung organik bisa ada pergerakan kembali", tutur Endang.
"Dalam waktu yang terbatas yaitu satu setengah bulan memang bukan hal mudah untuk menghidupkan kembali semua kegiatan, namun beberapa item sudah berhasil digerakkan kembali", tambahnya. Tidak kalah penting Tim KKN Vokasi juga menyumbangkan mesin pencacah sampah skala rumah tangga, yang diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf. Dalam kegiatan tersebut cahyo mengatakan agar kemampuan akademik mampu diterapkan untuk menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat.
E.K. Humas
PENDAFTARAN BIDIK MISI s.d. 19 SEPTEMBER 2014
Berdasarkan Informasi tentang Pedoman Penyelenggaran Bantuan Biaya Pendidikan BIDIKMISI tahun 2014 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka dengan ini Universitas Tidar akan melaksanakan seleksi mandiri (seleksi lokal) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk itu bagi Mahasiswa Baru angkatan 2014/2015 yang memenuhi persyaratan harap mendaftar segera ke BAAK dengan mengisi formulir yang telah disediakan.
Syarat dimaksud adalah:
a. Usia maksimal 21 tahun
b. Mahasiswa baru lulusan SMA/SMK/MA/MAK pada tahun 2014
c. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
1. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin
2. Pemegang kartu Pengaman Sosial (KPS) dan sejenisnya
3. Pendapatan kotor orang tua mak. Rp. 3.000.000,- perbulan meliputi seluruh pendapatan
4. Penghasilan kotor gabungan apabila dibagi jumlah anggota keluarga maksimum sebesar Rp. 750.000,-
d. Pendidikan orang tua setinggi-tingginya S-1 atau D-4
e. Berpotensi akademik baik dari rekomendasi kepala sekolah asal
f. Pendaftaran ditutup tanggal 19 September, yang selanjutnya akan segera diseleksi oleh panitia Universitas Tidar dan akan segera di tetapkan dengan SK Rektor
KKN VOKASI DI KLASTER IKM SLONDOK SUMURARUM GRABAG KABUPATEN MAGELANG
Jawa Tengah sebagai propinsi yang dikenal sebagai The Heartland of SMEs saat ini memiliki sentra-sentra industri kecil dan menengah yang belum tergarap optimal. Tak terkecuali di Kabupaten Magelang banyak juga sektor potensial untuk dikembangkan mengingat sektor tersebut mempunyai kaitan inter maupun intra sektoral yang luas, memiliki potensi penciptaan nilai tambah yang tinggi dan berpotensi menyerap banyak tenaga kerja, yang antara lain : sektor pariwisata, industri pahat batu, industri makanan, dan beberapa usaha lainnya
Salah satu sektor yang akan dikembangkan di bidang industri makanan adalah industri slondok. Pengembangan industri slondok di Kabupaten Magelang merujuk pada strategi pengembangan industri Indonesia ke depan dan mengadaptasi pemikiran-pemikiran terbaru yang berkembang saat ini, sehubungan dengan era globalisasi dan perkembangan teknologi abad 21, yaitu pendekatan pengembangan industri melalui konsep klaster
Klaster IKM Slondok di Desa Sumurarum Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang merupakan klaster yang potensial untuk dikembangkan. Bahan baku industri sangat mudah didapat, banyak menyerap tenaga kerja dan apabila dibina secara intensif tidak menghadapi kendala yang berarti dalam pemasaran hasil industri.
Melalui beberapa kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian yang dilakukan Fakultas Ekonomi Untidar dan Klaster IKM Slondok yang difasilitasi oleh FEDEP, Magelang Pokja Klaster Slondok Bappeda dan Dinas Perindustrian Kabupaten Magelang, meskipun saat ini IKM Slondok Sumurarum telah menjadi sentra slondok terbesar di Kabupaten Magelang, dapat diidentifikasi adanya permasalahan yang dihadapi yaitu :
1. Akses terhadap pasar yang terbatas
2. Diversivikasi produk, belum adanya inovasi
3. Kemasan produk masih sederhana
4. Pemahaman paten merek dan design yang terbatas
5. Permodalan yang terbatas dan akses ke pemodal yang kurang
6. Pembukuan usaha belum dilakukan
7. Teknologi mesin kurang efisien
8. Sumber daya manusia masih terbatas ketrampilannya
Berangkat dari permasalahan tersebut, maka disusunlah Program Penerapan dan Pengembangan KKN Desa Vokasi dengan judul "Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumurarum Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Sebagai Desa Vokasi Melalui Program Pendampingan". Program diketuai oleh Dosen Fakultas Ekonomi Untidar Drs. Lorentino Togarlaut Pakpahan dengan melibatkan 10 orang mahasiswa dari 3 Program Studi. Tujuan dari program ini adalah untuk menghasilkan sumber daya manusia anggota klaster industri slondok yang mampu menciptakan dan menghasilkan produk/jasa yang bernilai ekonomi tinggi, menciptakan inovasi kemasan produksi yang bersifat unik, mampu menjalin kepada sumber permodalan dan pelaku usaha, mampu mencatatkan pengelolaan usaha dalam pembukuan yang sederhana, sehingga pada akhirnya pelaku usaha dapat meningkat pendapatannya.
Program ini sendiri memiliki beberapa kegunaan diantaranya :
1. Peningkatan usaha klaster industri slondok
2. Meningkatkan kualitas produksi
3. Untuk menghasilkan kemasan produksi yang menarik
4. Meningkatnya peluang usaha dan meningkatnya pendapatan masyarakat pelaku usaha
5. Desa Sumurarum menjadi desa vokasi yang menjadi percontohan desa-desa lain.
KKN VOKASI DILAKSANAKAN DI KELURAHAN PANJANG KOTA MAGELANG
Mahasiswa Semester 7 Universitas Tidar laksanakan KKN Vokasi
Desa Vokasi adalah kawasan pedesaan yang menjadi sentra penyelenggaraan kursus/pelatihan berbagai kecakapan vokasional dan pengelolaan unit-unit usaha (produksi/jasa) berdasarkan keunggulan lokal dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan, sehingga mampu mengembangkan berbagai layanan pendidikan ketrampilan (vokasi) dan kelompok usaha untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi, bersifat unik dan menggali dan mengembangkan potensi desa yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif berbasis kearifan lokal.
Bertolak dari hal ini, mahasiswa Untidar melaksanakan KKN Vokasi di Kelurahan Panjang Kota Magelang. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Peningkatan Kualitas Lingkungan melalui Pendampingan Penyuluhan dan pengolahan Sampah dengan Sistem 3 R (Reduce, Reuse, Recycle). Mahasiswa melaksanakan kegiatan ini selama 45 hari atau setara dengan 2 sks. Terdiri dari 7 hari survey dan pembekalan, 30 hari kegiatan di lapangan dan 8 hari penyusunan laporan.
Seluruh kegiatan yang dilakukan manusia selalu menghasilkan sampah. Dalam rangka meminimalisir timbulnya sampah maka muncullah konsep 3R yaitu Reduce atau mengurangi, Reuse atau menggunakan kembali dan Recycle atau mendaur ulang. Konsep 3R akan berpengaruh pada berkurangnya volume timbunan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Juga mendukung terjaganya kualitas lingkungan terutama daerah padat penduduk. Bantuan teknis pengembangan persampahan 3R merupakan penerapan pengelolaan sampah terpadu yang perlu dilakukan di daerah kawasan aliran sungai, kawasan pemukiman, kawasan pasar, dan kawasan pabrik.
Kelurahan Panjang merupakan daerah perkotaan yang terletak di tepi sungai Manggis. Jumlah penduduk sekitar 5000 jiwa dengan 1500 KK. Rata-rata penduduk berpendidikan SMP. Mata pencaharian sebagian besar adalah pedagang, tenaga bangunan dll.
Faktor pemilihan tempat KKN di Kelurahan Panjang karena letaknya di tepi sungai, sehingga KKN memiliki misi untuk menjaga kebersihan di sekitar sunggai manggis. Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat kurang peduli terhadap lingkungan. Sehingga tiap pagi maupun sore masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai. Di sisi lain lokasi Kelurahan Panjang yang dekat dengan pasar Ngasem merupakan potensi untuk pembuatan sampah organik untuk dijadikan pupuk. Selain itu sampah organik juga bisa digunakan menjadi berbagai souvenir yang dapat dipasarkan di pasar Ngasem. Hingga kini kelurahan Panjang belum memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) dalam hal pengolahan sampah organik maupun an-organik, oleh karena itu melalui kegiatan KKN Desa Vokasi ini diharapkan dapat membentuk KUB yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan nilai ekonomis sampah.
Pengumuman Formasi CPNS Universitas Tidar Tahun 2014
Pengumuman tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Universitas Tidar tahun 2014. Universitas Tidar menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejumlah 31 formasi, dengan rincian 21 tenaga pendidik (dosen) dan 10 tenaga kependidikan.





PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS UNTIDAR TAHUN 2014
Pengumuman tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Universitas Tidar tahun 2014. Universitas Tidar menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejumlah 31 formasi, dengan rincian 21 tenaga pendidik (dosen) dan 10 tenaga kependidikan. download Informasi selengkapnya.
MAHASISWA UNTIDAR RAIH PERAK PIMNAS 2014
Bersaing dengan 39 tim dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia, 3 mahasiswa Untidar berhasil raih medali perak. Aris Priyatmoko, Miftakhul Khoir, dan Fathkhul Susyawan mempersembahkan sebuah karya yaitu Semi Otomatic Sprayer. PIMNAS 2014 diadakan di Universitas Diponegoro Semarang. Total ada 440 tim yang berlaga, dan dibagi menjadi 7 kategori. Tim Untidar masuk dalam kategori teknik dan berhasil meraih juara 2. Juara pertama diraih oleh tim dari UGM, sementara Juara 3 diraih tim dari ITS.
Alat yang diciptakan memanfaatkan engkol peluncur yang terhubung dengan sumbu roda tempat dimana sprayer tersebut diletakkan. Sehingga penyemprotan dilakukan secara semi otomatis, alias tidak langsung menggunakan tangan.
Dosen yang mendampingi selama PIMNAS, Xander Salahudin mengatakan meskipun berasal dari fakultas teknik, akan tetapi pembuatan alat inovasi berorientasi ke pertanian. PIMNAS adalah forum pertemuan ilmiah dan komunikasi produk kreasi mahasiswa, diikuti mahasiswa atau kelompok mahasiswa yang terpilih melalui jalur Program Kreativitas Mhasiswa. PIMNAS juga merupakan forum diskusi dan dialog tentang masalah pembangunan nasional dan masalah aktual lainnya, dengan mewujudkan karya yang bisa menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa
