Kemendikbudristek Raih Empat Penghargaan pada Media Relations Awards 2024

Bandung, 21 September 2024 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meraih empat penghargaan pada Media Relations Awards dalam puncak peringatan ulang tahun ke-78 Serikat Perusahaan Pers (SPS). Apresiasi ini diberikan kepada media, korporasi, institusi, dan pemerintah daerah atas sumbangsihnya memajukan industri pers dan ekosistem media selama tahun 2024. 

Pada Sub Kategori Program Press Gathering Terbaik 2024 Gold Winner diraih Direktorat Jenderal Pendidikan (Ditjen) Vokasi, Kemendikbudristek. Lalu, untuk Sub Kategori Program Press Release Terbaik 2024 Silver Winner diraih oleh Kemendikbudristek dan Ditjen Vokasi. Berikutnya, untuk Sub Kategori Program Press Conference Terbaik 2024 Bronze Winner diraih Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. 

Pelaksana harian (Plh.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek, Anang Ristanto, merasa bersyukur atas capaian ini. Terlebih, ini adalah kali pertama siaran pers Kemendikbudristek meraih apresiasi pada kompetisi Media Relations. “Selamat atas kinerja dan dedikasi teman-teman selama ini. Semoga prestasi ini bisa menjadi semangat bagi rekan-rekan semua untuk menghasilkan produk media relations yang lebih berkualitas di masa mendatang,” ucapnya pada acara HUT ke-78 SPS yang mengangkat tema “Mewujudkan Pers Sehat, Pers Berkualitas” di Bandung, Jumat (20/9).

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Umum SPS, Januar P. Ruswita, mengatakan bahwa penghargaan pada perayaan 78 tahun SPS menjadi sangat spesial karena menjadi puncak penyelenggaraan kompetisi Media Brand Awards, Media Relations Award, Pemimpin Divisi Komunikasi, Korporasi, dan Institusi Terpopuler. 

“Semua penghargaan tersebut diperuntukkan bagi media, korporasi, institusi, dan pemerintah daerah. Tak ketinggalan, akan ada juga penghargaan Lontar Awards dan Lestari Awards, bagi pemerintah dan pemimpin daerah atas budi jasa di bidang media dan budaya lokal,” tuturnya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Bandung merupakan tempat di mana jejak pers dan peta kebangkitan nasional dilahirkan. Tiga surat kabar yang lahir di Bandung, Jawa Barat, yakni Medan Prijaji, Soeloeh Indonesia, dan Fikiran Ra’jat, menjadi trisula yang menemani perjuangan Soekarno dan bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme dan imperialisme di berbagai belahan dunia. “Dan di tahun ini, jejak pers akan kembali terukir di Bandung melalui penyelenggaraan HUT 78 SPS dan bertepatan dengan perayaan 25 tahun lahirnya UU Pers, yakni UU Nomor 40 tahun 1999,” tuturnya. 

Tahun ini, SPS Indonesia memberikan apresiasi kepada 24 peraih Media Brand Awards 2024 dan 53 pemenang Media Relations Awards 2024, 11 penghargaan kepada korporasi dan institusi terpopuler di media arus utama 2024, serta 13 pemimpin Divisi Komunikasi Terpopuler di media arus utama 2024.

Dalam menentukan pemenang, SPS Indonesia menggandeng lima juri yang kompeten di bidangnya untuk menyeleksi ratusan entri yang masuk. “Rata-rata entri yang masuk sangat bagus. Banyak kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Maria Wongsonegoro, PR Consultant, yang menjadi juri kategori Media Relation, Press Conference, dan Press Gathering.

Berikutnya, Praktisi Kehumasan, Jojo S. Nugroho, yang menjadi juri kategori Media Relation, Press Conference, dan Press Gathering, turut menambahkan, “Entri yang masuk lebih banyak 50% dan lebih variatif dari tahun kemarin.”

“Semua yang masuk sudah memenuhi standar press release yang baik. Catatan saya adalah bagaimana memasukkan data dalam sebuah siaran pers,” tutur Pung Purwanto, Pemimpin Redaksi Sindonews.com. 

Sementara Tri Agung Kristanto, selaku Wakil Ketua Umum Harian Kompas, mengatakan, “Materi yang masuk sangat beragam. Tim Humas korporat terlihat sudah menguasai teori bagaimana membuat siaran pers yang baik.”

Asmono Wikan sebagai juri kategori Media Relation, Press Conference, Press Gathering, dan Press Release, menambahkan, “Ada beberapa entri yang masuk dan mencuri perhatian. Selamat kepada pemenang. Ke depannya semoga bisa lebih baik lagi sukses dan semakin berkembang.”

Untidar Terima Kunjungan Studi SMAN N 3 Bantul

Universitas Tidar menerima kunjungan siswa-siswi SMA Negeri 3 Bantul dalam rangka Kunjungan Studi, Kamis (19/9) di Gedung Kuliah Umum dr.H.R. Suparsono.

Kepala SMA N 3 Bantul, Agung Istiyanto, S.Pd., M.Pd mengungkapkan kunjungan Studi ini bertujuan untuk mengenalkan kepada peserta didik terkait kampus-kampus di luar Yogyakarta.

“Saya berusaha menggali informasi yang berkaitan dengan Untidar. Untuk itu, daripada saya dan guru-guru saja, maka kami ajak anak-anak juga untuk bersama-sama mempelajari Untidar. Tidak hanya mempelajari daerah Bantul dan Jogja, sekali-kali kita keluar, seperti di Magelang, ada Perguruan Tinggi Negeri bernama Universitas Tidar. Nanti kalian bisa menggali lebih dalam lagi, kalian boleh bertanya apa saja,” jelasnya.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Giri Atmoko, M.Si menyambut hangat kedatangan 216 siswa kelas XII dan 19 Guru Pendamping.

“Saya ucapkan terima kasih atas kunjunganya. Selamat datang SMA N 3 Bantul di kampus Untidar, kampus unggul dalam kewirausahaan. Memang SMA-SMA di Bantul dalam beberapa tahun terakhir cukup antusias mengunjungi Untidar. Kami membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa siswi SMA N 3 Bantul untuk mengenal Untidar lebih lanjut,” jelasnya.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan profil, sejarah, dan tanya jawab seputar Untidar oleh Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P. Siswa siswi nampak antusias bertanya terkait program studi dan seleksi penerimaan mahasiswa baru Untidar. Acara juga diselingi dengan ice breaking berhadiah merchandise Untidar. Selain pemaparan materi, pihak Untidar juga membagikan tips memilih program studi sesuai minat dan bakat peserta didik.

Dalam sesi wawancara, Guru Bimbingan Konseling SMA N 3 Bantul, Ibu Rini berharap kegiatan ini dapat membantu peserta didik menentukan langkah yang akan diambil setelah lulus sekolah.

“Semoga besok juga ada siswa siswi SMA N 3 Bantul yang meneruskan pendidikan di Untidar,” pungkasnya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Resmi Kirimkan Mahasiswa ke Malaysia untuk Membantu Anak-Anak Imigran Indonesia Mendapatkan Pendidikan

Universitas Tidar resmi mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan di Malaysia pada Rabu, 18 September 2024.

Proyek Kemausiaan ini merupakan kesepakatan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dengan Atdikbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Garis besar kegiatan ini adalah pendampingan pembelajaran pada anak-anak para pekerja migran yang berasal dari Indonesia di Sanggar Belajar Binaan KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan Inti University Malaysia.

Sejumlah lima mahasiswa mengikuti program ini, diantaranya Cinta Amalia S. dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Anita Susilowati dari program studi Pendidikan Biologi, Anisa Nur Khasanah dari program studi Pendidikan Biologi, Rian Susanto dari program studi Ilmu Administrasi Negara dan Oktavian Dika Hermawan dari program studi Hukum.

Sebelum keberangkatan, para mahasiswa telah mengikuti serangkaian pembekalan, tes kesehatan, dan persiapan administrasi seperti paspor dan visa. 

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si. mengungkapkan para mahasiswa memiliki misi memberikan pendidikan bagi anak-anak imigran dari Indonesia di Malaysia.

“Mahasiswa Untidar disana nantinya memiliki beberapa tugas, diantaranya memberikan pengajaran dan pelatihan bagi anak-anak dari imigran dari Indonesia di Malaysia, memotivasi siswa untuk punya semangat belajar dan cita-cita yang tinggi, mengenalkan Indonesia sehingga muncul keinginan untuk kembali ke Indonesia,” jelasnya.

Ibu Eny Boedi Orbawati menegaskan kegiatan ini akan dikonversi sebanyak 20 sks dan dikonversi Kuliah Kerja Nyata. Selain itu, para mahasiswa juga akan mendapatkan biaya transportasi, biaya visa dan asuransi, biaya kredit di Inti University, dan subsidi biaya hidup sebesar Rp6.500.000 untuk 4 bulan.

Rektor universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si apresiasi program ini, meskipun merupakan program pertama namun cukup mengharumkan nama Untidar.

“Bagi Untidar, kegiatan ini menjadi yang pertama kalinya. Kegiatan ini akan menentukan kegiatan selanjutnya. Belum kegiatan ini kita mulai, sudah banyak universitas dari luar negeri yang menawarkan Untidar untuk melakukan pertukaran dan pengabdian di luar negeri. Hal ini menunjukan walaupun Untidar ada ditengah-tengah pulau Jawa, tetapi Untidar bisa go international. Pesan saya bagi mahasiswa Untidar yang KKN di Malaysia, kalian adalah duta Untidar dan duta indonesia, tolong jaga nama baik Untidar dan Indonesia,” jelasnya.

Pengabdian akan dimulai dari bulan September 2024 sampai dengan bulan Desember 2024. Selain melakukan pengabdian, para mahasiswa juga akan berkegiatan di Inti University dan mendapatkan pengakuan sebagai mahasiswa pertukaran di Inti University. 

 

Penulis: Kerin

Urgensi Generasi Muda Berkontribusi dalam Pengembangan Bahasa Indonesia

Jakarta, 17 September 2024 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Pusbanglin) Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), terus mengembangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Melalui Diseminasi KBBI Kemitraan dengan Komisi X DPR RI, Badan Bahasa berupaya untuk memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap menjadi komunikasi, pendidikan, dan ekspresi budaya yang kuat di Indonesia.

Kepala Pusbanglin, Imam Budi Utomo menyampaikan bahwa urgensi pengembangan KBBI karena merupakan sumber daya pendidikan yang sangat berharga bagi siswa, pendidik, dan peneliti, yang menyediakan referensi yang otoritatif bagi mereka untuk memahami kosakata bahasa Indonesia yang terus berkembang. Selain itu, KBBI juga dapat meningkatkan komunikasi di antara penutur bahasa Indonesia, sehingga memungkinkan percakapan yang lebih tepat dan ekspresif.

Menurut Imam, kekayaan bahasa Indonesia harus tetap terpelihara dan dikembangkan dengan menggabungkan kata-kata dan ungkapan baru yang muncul dari berbagai ranah kehidupan, termasuk teknologi, sains, dan budaya populer. “Sebab, bahasa Indonesia secara resmi telah ditetapkan sebagai bahasa resmi ke-10 dalam Sidang Umum UNESCO. Oleh karena itu, sebagai bahasa internasional, kosakatanya harus kaya,” jelasnya di Jakarta, Selasa (17/9).

Adapun perkembangan entri KBBI sejak pertama kali pada tahun 1988 sebanyak 62 ribu entri, KBBI II  tahun 1991 sebanyak 72 ribu entri, KBBI III tahun 2001 sebanyak 78 ribu entri, KBBI IV tahun 2008 sebanyak 90 ribu entri, KBBI V tahun 2016 sebanyak 112 ribu entri, KBBI VI tahun 2023 sebanyak 120 ribu entri, serta KBBI tahun 2024 ditargetkan sebanyak 200 ribu entri. “Semoga tahun ini tercapai,” harapnya.

Selain KBBI, terdapat tiga program prioritas Badan Bahasa lainnya yaitu internasionalisasi bahasa Indonesia, literasi kebahasaan dan kesastraan, serta pelindungan bahasa dan sastra. Dalam menyukseskan berbagai program tersebut, Badan Bahasa merangkul dan berkolaborasi dengan generasi muda melalui Duta Bahasa serta menggandeng komunitas sastra. Imam menyebut, hingga saat ini sudah ada ribuan Duta Bahasa yang tersebar di berbagai provinsi. Kepada generasi muda ia berpesan, “Kalian adalah jembatan kami (Badan Bahasa) untuk berbicara tentang bahasa dan sastra,” tutur Imam.  

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan menekankan peran generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan bahasa Indonesia khususnya pemanfaatan KBBI secara lebih luas. Ia menyampaikan bahwa bahasa Indonesia dari sisi kebijakan adalah identitas. Oleh karena itu, ketika menjadi identitas maka harus nampak secara jelas kebermanfaatannya.

“Kalian harus bangga dan kami titip bahasa Indonesia karena ini adalah identitas bangsa dan kalian adalah pemain utama dalam mengembangkannya. Maka ketika bicara diseminasi seperti sekarang ini, kita perlu merangkul anak-anak muda untuk terlibat secara aktif,” ujarnya.

Cici, perwakilan dari mahasiswa Universitas Indraprasta, Jakarta, mengajak pemuda dan pemudi untuk berkontribusi menggunakan dan mengembangkan bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan. “Mari, kita gunakan bahasa Indonesia lebih masif lagi di ruang publik. Sebab, kalau bukan kita sebagai generasi muda, siapa lagi,” tutup Cici.

Berikutnya, mahasiswi Tyzar, semester 7 dari Universitas Bung Karno, Jakarta, menilai penting untuk mempelajari dan mengembangkan bahasa Indonesia di era digital seperti sekarang. Sebab, sebagai identitas bangsa, generasi penerus juga harus tahu menggunakan bahasa Indonesai dengan baik, benar dan sesuai konteksnya. “Saat ini anak muda lebih banyak menggunakan bahasa gaul dan campuran bahasa Inggris terutama saat berkumpul dengan teman sebaya,” ungkapnya.  

Beberapa hal kecil yang bisa dilakukan dan dibiasakan adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik ketika menulis caption di media sosial. Lalu, unggah konten sesuai dengan kaidah kebahasaan yang benar. “Dengan begitu, kita bisa berkontribusi melestarikan bahasa Indonesia dalam keseharian kita,” jelasnya.

“Sebagai generasi muda perlu menggunakan bahasa Indonesia yang baik sebagai sarana berkomunikasi agar bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai identitas bangsa di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Tyzar.

ULT Kemendikbudristek Kembali Raih Penghargaan pada Ajang The Best Contact Center Indonesia 2024

Jakarta, 12 September 2024 – Unit Layanan Terpadu (ULT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berhasil meraih penghargaan dalam acara The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2024 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Rabu (11/9). Ini kali keduanya ULT Kemendikbudristek berpartisipasi pada ajang yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA). Pada kesempatan ini, ULT Kemendikbudristek berhasil mendapatkan 4 penghargaan pada kategori Program Korporat, yaitu Gold – Employee Engagement, Gold – Contact Center Operations, Gold – Technology Innovation, dan Silver – The Best Customer Experience. 

Pelaksana harian (Plh.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Anang Ristanto, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh ULT Kemendikbudristek. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Indonesia Contact Center Association atas penghargaan yang telah diberikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim, penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus berupaya menghadirkan inovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ucap Anang.

Sementara itu, Perwakilan Tim Pengelola Contact Center ULT Kemendikbudristek, Emi Salpiati, mengutarakan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan pimpinan dan seluruh tim contact center Kemendikbudristek. “Puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Kemendikbudristek meraih 3 emas dan 1 perak pada kategori Program Korporat pada TBCCI tahun 2024. Terima kasih banyak atas dukungan seluruh pimpinan Kemendikbudristek. Semoga capaian ini meningkatkan semangat seluruh tim contact center Kemendikbudristek dalam melayani masyarakat,” ujar Emi.

Senada dengan Emi, Head of Customer Operations – GovTechEdu, Achmad Moesadad, mengatakan bahwa penghargaan yang diterima oleh ULT Kemendikbudristek merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim ULT Kemendikbudristek.

“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa pengembangan layanan publik yang dilakukan sejak 2021 hingga saat ini diakui oleh Juri Internasional dari Praktisi Contact Center Internasional. Terima kasih atas dukungan dan bimbingan dari Bapak/Ibu Pimpinan yang terus memotivasi kami untuk memberikan yang terbaik,” tutur Moesadad.

ICCA sendiri merupakan forum yang didirikan pada tahun 2003 yang telah berkontribusi pada pertumbuhan contact center di Indonesia, khususnya pada pengembangan industri, baik mulai dari perbankan, asuransi, ritel, telekomunikasi, maupun industri minyak dan gas.

Ajang kompetisi TBCCI diselenggarakan oleh ICCA setiap tahun sejak tahun 2007. TBCCI yaitu suatu ajang penghargaan dunia contact center tingkat nasional di Indonesia, yang mendapatkan pengakuan secara internasional oleh Contact Center Association of Asia Pacific (CC-APAC). Kompetisi ini merupakan ajang untuk saling berbagi pengalaman dan prestasi dalam pelayanan contact center dari jenjang staf sampai dengan manajer. Diharapkan pelaku contact center mendapatkan wawasan baru serta inspirasi untuk dapat meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna layanan.

The Best Contact Center Indonesia 2024 menjadi pelaksanaan lomba yang ke-18 dan dilaksanakan dari bulan Agustus sampai dengan September 2024. Kategori lomba yang diselenggarakan secara umum dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu, Program Korporat, Individual, dan Kerja Sama Tim. 

Pada ajang sebelumnya, ULT Kemendikbudristek berhasil mendapatkan Platinum – The Best Technology Innovation. Sedangkan pada tahun ini, ULT Kemendikbudristek mengikuti dua kategori yaitu, Program Korporat dan Individual. Pada kategori Program Korporat, ULT Kemendikbudristek mengikuti subkategori Employee Engagement, Customer Experience, Contact Center Operatios, dan Technology Innovation. Sedangkan pada kategori Individual, ULT Kemendikbudristek mengikuti subkategori Agent Back Office, Agent Inbound, Agent Quality Assurance, Agent Digital Media, dan Team Leader.

DJPb Jateng gelar Diseminasi Kajian Fiskal Regional di Untidar

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan II Tahun 2024 di Gedung Kuliah Umum Universitas Tidar, Rabu (11/9).

Diketahui, Kantor Wilayah DJPb Jateng rutin melakukan diseminasi setiap triwulan di perguruan tinggi di Jawa Tengah secara bergantian. Pada triwulan paruh ke-2 ini, Kantor Wilayah DJPb Jateng menyelenggarakan diseminasi di Untidar. Kegiatan ini dilakukan untuk mengajak mahasiswa kritis terhadap dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara Indonesia (APBN).

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Untidar, Drs. Giri Atmoko, M.Si. menyambut hangat kedatangan DJPb Jateng di Untidar.

“Ini tentunya sebuah ilmu yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa khususnya yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi (FE). Saya ucapkan selamat datang di Untidar. Perkembangan FE cukup besar, di beberapa tahun terakhir, FE menerima mahasiswa paling banyak. Kedatangan DJPb Jateng semoga dapat meningkatkan kualitas mahasiswa FE Untidar,”  harapnya.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Jateng, Bayu Andy Prasetya, S.E., M.Si mengungkapkan pentingnya mahasiswa memahami dan kritis terhadap dana APBN.

“Kajian fiskal regional ini sangat penting karena di perbendaharaan, tugas utama kami mencairkan dana APBN. Untuk Jawa Tengah, fiskalnya mendominasi, uangnya banyak 115 Triliun. Namun saya prihatin, di Jateng ini penggerak ekonomi ternyata tantangannya masih banyak. Perlu kita perhatikan juga, Indeks Pembangunan Manusia Jawa Tengah masih di bawah nasional,” jelasnya.

Dalam pemaparan materinya, Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II B, Hasan Fauzi, S.E., M.Si menjelaskan pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan II 2024 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Ia  juga menyampaikan kinerja perekonomian Jateng masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kegiatan ini berjalan lancar dan berhasil mengundang banyak mahasiswa untuk antusias dalam diskusi yang berlangsung.

Penulis: Kerin

Kemendikbudristek Dapat Tambahan Anggaran untuk Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Program Prioritas

Jakarta, 11 September 2024 – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menegaskan bahwa tambahan anggaran Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2025 berdasarkan Panja Pembiayaan Pendidikan sebesar Rp10,4 triliun akan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan guru dan dosen sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Tambahan anggaran ini sudah dialokasikan untuk mendukung pembiayaan program wajib dan prioritas Kemendikbudristek. Salah satu komponen terbesarnya adalah program-program yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, baik itu tunjangan maupun sertifikasi,” urai Mendikbudristek dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (11/9),

Lebih lanjut, Mendikbudristek menambahkan komponen yang tidak kalah penting adalah revitalisasi sarana dan prasarana dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). “Dua hal ini penting untuk peningkatan kualitas universitas kita. Selain itu, dengan dengan BOPTN yang memadai, tekanan untuk peningkatan UKT juga berkurang,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, bahwa tambahan anggaran sejumlah Rp10,4 triliun tersebut dialokasikan untuk sejumlah program dengan rincian sebagai berikut. Pertama, program Sekolah Unggulan yang menargetkan empat sekolah dengan total alokasi sebesar Rp2 triliun. Kemudian, pendanaan untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non PNS dan keberlanjutan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan total alokasi sebesar Rp 3.79 triliun, terbagi untuk 1) TPG Non PNS yang menyasar 185.096 orang dengan nilai anggaran Rp3 triliun; 2) PPG on-going dan PPG baru (prajabatan dan dalam jabatan) yang menyasar 503.171 orang dengan nilai anggaran Rp738 miliar; dan 3) program non gelar bagi guru dan tenaga kependidikan (microcredential) yang menyasar 400 orang dengan nilai anggaran Rp11 miliar.

Selanjutnya, pendanaan untuk program Tunjangan Profesi Dosen (TPD), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), dan sarana prasarana PTN memiliki total alokasi sebesar Rp3.36 triliun, dengan rincian 1) TPD yang menyasar 39.079 orang dengan nilai anggaran Rp172 miliar; 2) BOPTN pendidikan tinggi yang menyasar 76 lembaga dengan nilai anggaran Rp1.17 triliun; 3) sarana dan prasarana PTN yang menyasar 76 lembaga dengan nilai anggaran Rp1.1 triliun; 4) program pembinaan PTS yang menyasar 600 lembaga dengan nilai anggaran Rp300 miliar; serta 5) beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Darmasiswa, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), dan program non gelar pendidikan tinggi yang menyasar 15.513 orang dengan nilai anggaran Rp612 miliar.

Sarana dan prasarana perguruan tinggi vokasi (PTV) dan teaching factory SMK memiliki total alokasi sebesar Rp1.25 triliun, yang terbagi untuk 1) sarana dan prasarana PTV yang menyasar 49 lembaga dengan nilai anggaran Rp261 miliar; 2) SMK non Pusat Keunggulan yang menyasar 82 lembaga dengan nilai anggaran Rp41 miliar; 3) SMK teaching factory yang menyasar 1.045 lembaga dengan nilai anggaran Rp434 miliar; 4) BOPTN Vokasi yang menyasar 49 lembaga dengan nilai anggaran Rp216 miliar; 5) pendidikan non gelar vokasi yang menyasar 15.900 lembaga dengan nilai anggaran Rp55 miliar; serta peningkatan dan penyegaran keterampilan Pendidikan bagi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi yang menyasar 3880 orang/7 unit dengan nilai anggaran Rp250 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian, menyoroti Kemendikbudristek sebagai suatu kementerian yang sangat inovatif. Dengan banyaknya terobosan yang diciptakan melalui kebijakan Merdeka Belajar, Kemendikbudristek telah mentransformasikan pendidikan agar lebih merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami ingin berpesan agar Kemendikbudristek memastikan usulan-usulan bagi program prioritas yang mendesak namun belum tertuang di pagu saat ini, termasuk anggaran tambahan, dipastikan untuk diusulkan pada pagu perubahan di masa berikutnya,” ucapnya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP, Putra Nababan, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kemendikbudristek yang telah mengelaborasi alokasi penambahan anggaran secara detail. “Kita sudah memproyeksikan terkait kesejahteraan guru dan dosen, sarana dan prasarana perguruan tinggi, program-program vokasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Untuk itu, kami menyatakan persetujuan terkait alokasi anggaran yang telah disampaikan,” urainya.

Kepala BSKAP Kemendikbudristek Isi Kuliah Umum di Untidar

Universitas Tidar menyelenggarakan Stadium General Implementasi Kurikulum Merdeka bertema “Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar #Unggul Berdampak” dengan narasumber Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, S.Psi., M.Phill., Ph.D. pada Kamis (5/9) di Gedung Kuliah Umum H.R  dr Soeparsono Untidar.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si berharap dengan diselenggarakanya kegiatan ini, perguruan tinggi dapat menjadi pilar implementasi Kurikulum Merdeka.

“Kami yakin bahwa Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang sangat baik, terutama bagi negara kita yang sangat beragam. Kurikulum merdeka ini memberi fasilitas untuk keberagaman. Namun nampaknya selama ini kita cenderung monoton sehingga kita belum maksimal dalam mengimplementasikan esensi dari Kurikulum Merdeka.Kami berharap nanti bapak ibu dan mahasiswa dapat mengikuti secara tuntas sehingga kita dapat memahami sebaik-baiknya,” tuturnya.

Anindito Aditomo menyampaikan beberapa rumusan karakter dan kompetensi yang esensial untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. 

“Ada beberapa rumusan antara lain iman, takwa pada Tuhan YME dan akhlak mulia, kebhinekaan dan nasionalisme, gotong royong, kemandirian, nalar kritis, dan kreativitas. Selain itu perlunya peningkatan literasi sebagai kemampuan dan kegemaran berliterasi berupa mengevaluasi dan merefleksi teks. Pada aspek numerasi, peserta didik didorong untuk bernalar menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika. Oleh karena itu, saat ini diperlukan perubahan paradigma kebijakan serta budaya kerja dan iklim pembelajaran di satuan pendidikan untuk membentuk pembelajar sepanjang hayat yang mampu berkontribusi pada masyarakat,” jelasnya.

Acara ini dilanjutkan dengan sesi kedua yang diisi oleh dua guru penggerak di Magelang, Afifah Anggraeni, S.Si dari SMP N 11 Magelang dan Arfina Candra Dewi, M.Pd dari SMP N 4 Magelang. Kedua narasumber membagikan pengalaman menjadi guru penggerak kepada para audiens yang merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

 

Penulis: Kerin

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2024 Perkuat Karakter, Martabat, dan Daya Saing Bangsa

Jakarta, 4 September 2024 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus berupaya meningkatkan peran generasi muda di Indonesia dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing sesuai dengan ranah penggunaannya masing-masing.  

Melalui kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024 yang diikuti oleh 62 orang duta bahasa sebagai perwakilan putra dan putri terbaik dari 31 provinsi, yang diselenggarakan pada 2–7 September 2024 ini, bertujuan untuk memperkuat karakter, martabat, dan daya saing bangsa pada era perpaduan revolusi industri 4.0 dan society 5.0.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hafidz Muksin, dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta terbaik duta bahasa dari setiap provinsi. “Selamat kepada generasi muda yang hadir di ruangan ini sebagai generasi terpilih yang memiliki kecerdasan, kemauan, tekad, dan motivasi tinggi serta memiliki sikap positif dalam menjaga bahasa Indonesia,” ucapnya di Jakarta, Senin (2/9).

Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat mengimplementasikan apa yang menjadi gagasan dalam aktivitas krida bahasa di setiap daerahnya. Menurutnya, ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional bukan hanya sekadar seremonial belaka yang dilakukan rutin setiap tahun namun yang lebih penting bagaimana para duta bahasa dapat merealisasikan berbagai gagasannya ke dalam tindakan nyata (krida). “Oleh karena itu, tujuan utama (kegiatan) adalah untuk memastikan agar apa yang menjadi gagasan dari para duta bahasa dapat direalisasikan, itu yang terpenting,” tutur Hafidz saat memberi motivasi kepada duta bahasa.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga berharap agar duta bahasa dapat menjadi mitra strategis Badan Bahasa yang turut menyukseskan berbagai program kebahasaan dan kesastraan di wilayah masing-masing. “Artinya, karena menjadi mitra tentu harus memiliki kesetaraan agar kemitraan bisa seiring sejalan yang saling memberikan manfaat satu sama lain,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pembinaan dan Bahasa Hukum, Eko Marini, melaporkan bahwa Badan Bahasa telah melaksanakan kegiatan Pemilihan Duta Bahasa sejak tahun 2006. Kegiatan pembinaan untuk generasi muda ini terus berlanjut dan mendapat dukungan. Sebab, bermanfaat untuk pembinaan generasi muda di seluruh wilayah Indonesia khususnya dalam peningkatan sikap positif generasi muda terhadap bahasa Indonesia.

Zaky Andriva Hibatullah, Terbaik I Duta Bahasa Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang terpilih sebagai Pak Lurah dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional Tahun 2024 menyatakan bahwa dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional ini hendaklah peserta tidak hanya  berkompetisi di ajang nasional, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis sampai akhir. “Tentunya menjadikan duta bahasa nasional yang lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan Trigatra Bangun Bahasa (utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing) yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ungkapnya sembari menyampaikan visi misi.

Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2024 dilaksanakan melalui penyampaian materi dan  penilaian. Materi yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan pemilihan duta bahasa dan pengetahuan umum kebahasaan dan kesastraan. Sementara itu, untuk menentukan pemenang terbaik dilakukan penilaian terhadap pengetahuan dan keterampilan peserta. Pemateri dan penilai terdiri atas pakar dan praktisi yang berasal dari lembaga profesional, universitas, dan Badan Bahasa. Adapun materi dalam pemilihan ini adalah (1) Kebijakan Kebahasaan dan Kesastraan untuk Generasi Muda, (2) Peran Duta Bahasa sebagai Mitra Pelaksana Program Badan Bahasa, (3) Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional, dan (4) Pengutamaan Bahasa Indonesia dalam Berbagai Ranah. Selain itu, adapula materi tentang (5) Revitalisasi Bahasa Daerah, (6) Penulisan Artikel Kebahasaan dan Kesastraan (Penulisan Artikel Ilmiah Populer), (7) Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan di Media Sosial, serta (8) Teknik Wicara Publik.

HIMAPBIO SUKSES SELENGGARAKAN PUNCAK BIORAMA 2024

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) menyelenggarakan Puncak BIORAMA 2024 (Biology Rising Making and Achievement) pada Sabtu, (31/8) di Gedung Kuliah Umum HR. dr. Soeparsono. Acara ini mengusung tema “Simbiosis Harmoni: Menembus Batas Antara Pengetahuan, Teknologi, dan Ekspresi Seni”.

Puncak BIORAMA 2024 merupakan ruang apresiasi bagi para pemenang lomba dari seluruh kategori yang dilombakan diantaranya Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Olimpiade Biologi, Seni Tari Kreasi, dan E-sport.  

Acara ini juga menghadirkan Mimbar Akademik. Yuni Anisa W S.Pd., selaku pemateri membawakan materi “Integrasi Biologi dan Teknologi dalam mendukung kemajuan Pendidikan di Indonesia di era Society 5.0” yang mengajak peserta untuk berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi tantangan masa depan. 

Pada acara Puncak BIORAMA ini, peserta juga disuguhkan dengan penampilan memukau dari Sanggar Sekar Harmoni HIMAPIPA dengan tarian Kepyarnya yang indah. 

Wakil Ketua Himapbio, Susi Setianingsih berharap kegiatan ini terus diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya.

“Acara BIORAMA 2024 ini sangat meriah, selain sebagai ajang apresiasi kepada para pemenang lomba juga terdapat hiburan dari Mahasiswa Pendidikan Biologi yang tak kalah memukau. Semoga masih akan terus terselenggara Acara seperti BIORAMA yang dapat memfasilitasi minat maupun bakat baik dari siswa maupun mahasiswa dengan cakupan yang lebih luas,” jelasnya.

BIORAMA 2024  sukses menjadi perhelatan yang mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam satu wadah yang harmonis. Acara ini tidak hanya memperkuat silaturahmi antar mahasiswa, tetapi juga membuka wawasan baru tentang bagaimana ketiga elemen tersebut dapat saling mendukung untuk mencapai kemajuan bersama.