HIMAPBIO UNTIDAR GELAR OLIMPIADE BIOLOGI TINGKAT SMA/SMK SEDERAJAT SE JATENG-DIY

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) Universitas Tidar menyelenggarakan olimpiade biologi tingkat SMA/SMK se Jateng-DIY pada Senin (19/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Biology Rising, Making, and Achievement (BIORAMA) dengan tema “Berpadu Pengetahuan dan Mengukir Prestasi”.

Olimpiade biologi bertujuan untuk mengembangkan minat peserta didik dalam ilmu biologi yang merupakan sebuah bidang krusial dalam pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Ajang ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya bersaing secara akademik, tetapi juga untuk menggali potensi diri melalui pemecahan masalah yang kompleks dan menantang. 

Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY, termasuk Magelang, Demak, dan Wonosobo. Sekolah yang mengikuti kegiatan ini diantaranya SMA S Muhammadiyah 1 Magelang, MAN 1 Magelang, SMA Islam Sudirman Grabag, MAN 1 Wonosobo, dan MAN 1 Demak.

Ketua panitia BIORAMA, Naura Zalfanidha Yuniar mengatakan Olimpiade Biologi ini menjadi acara olimpiade yang diselenggarakan offline untuk pertama kalinya bagi himpunan Biologi Untidar.

“Lebih dari sekedar ajang kompetisi, Olimpiade Biologi BIORAMA 2024 ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi siswa-siswi yang berpartisipasi, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di bidang biologi. Saya berharap Olimpiade Biorama dapat dilaksanakan setiap tahunnya tentu dengan peserta yang lebih banyak dan mencangkup sekolah dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kemendikbudristek Gelar Kegiatan Tapak Tilas Proklamasi dalam Rangka Peringatan HUT ke-79 RI

Jakarta, Kemendikbudristek – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Museum dan Cagar Budaya unit Museum Perumusan Naskah Proklamasi, menggelar serangkaian kegiatan “Tapak Tilas Proklamasi” yang menjadi agenda rutin untuk mengenang peristiwa bersejarah perumusan Naskah Proklamasi pada Jumat, (16/8). Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai proses perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
 
Ketua Tim Museum dan Galeri, Zamrud Setya Negara, mengatakan bahwa kegiatan Tapak Tilas Proklamasi bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga sebagai upaya untuk terus menghidupkan semangat perjuangan dan rasa cinta tanah air di hati setiap generasi, terutama bagi generasi muda yang akan meneruskan perjuangan ini di masa depan.
 
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari penerapan tiga pilar Indonesian Heritage Agency (IHA) yaitu Reprogramming, Redesigning, dan Reinvigorating, yang bertekad untuk mewujudkan museum menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai sejarah Indonesia,” ujar Zamrud.
 
Zamrud menambahkan, Tapak Tilas Proklamasi dimulai dari berbagai lomba yang melibatkan partisipasi masyarakat umum. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Pentas Kesenian, Angklung Kreasi, dan Sosiodrama yang menggambarkan semangat perjuangan bangsa.
 
“Rangkaian kegiatan turut melibatkan lebih dari 700 partisipan yang menunjukkan semangat kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga memori sejarah bangsa,” pungkas Zamrud.
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Unit Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Vincentius Agus Sulistya, mengungkapkan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan memperdalam pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam sejarah bangsa kita.
 
“Kami berharap melalui program ini, tidak hanya dapat meningkatkan kesadaran sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya kita serta memperkaya pemahaman publik tentang nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan Indonesia,” ungkap Agus.
 
Acara puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah Pawai Tapak Tilas Proklamasi, dimana para peserta berjalan bersama dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi menuju Tugu Proklamasi sebagai bentuk penghormatan terhadap langkah-langkah yang ditempuh oleh para pendiri bangsa dalam merumuskan proklamasi kemerdekaan. ​​
 
“Dalam perjalanannya, pawai berhenti sejenak di kediaman Bung Hatta (Jl. Diponegoro No. 57) untuk mendengarkan orasi singkat seputar kemerdekaan dari perwakilan keluarga besar Bung Hatta,” imbuh Agus. 
 
Selanjutnya, Meutia Hatta, sebagai perwakilan keluarga Tokoh Proklamator Mohammad Hatta, dalam orasinya menyatakan bahwa setiap tahunnya ia selalu mengikuti kegiatan tapak tilas ini untuk mengenang dan meresapi kembali semangat proklamasi yang begitu penting bagi bangsa kita.
 
“Kita harus terus berjalan dengan semangat yang sama dalam menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah. Selain itu, kita juga harus menjadi bangsa yang memiliki jiwa perjuangan, karena tugas kita hari ini bahkan lebih berat daripada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Semangat itulah yang harus kita teruskan dan wariskan kepada generasi mendatang,” tutur Meutia.

Kegiatan ini ditutup dengan meriah dengan “Malam Tapak Tilas Proklamasi” yang berlangsung di halaman Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Acara ini menampilkan musisi Keroncong Tugu, Angelina, dan Efek Rumah Kaca yang membawakan penampilan spesial dalam suasana yang penuh refleksi dan penghormatan terhadap semangat kemerdekaan. Acara ini dirancang sebagai momen yang memadukan seni musik dengan sejarah, menghadirkan pengalaman yang mendalam bagi para peserta untuk meresapi kembali perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. 

Mendikbudristek Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana

Jakarta, Kemendikbudristek — Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mendapat anugerah tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada hari Rabu, (14/8) di Istana Negara, Jakarta. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 108/TK/TH 2024, Mendikbudristek mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana.
 
Tanda kehormatan tersebut dianugerahkan kepada mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, Mendikbudristek memperoleh penghargaan atas inovasinya dalam menerapkan transformasi sistem pendidikan dan kebudayaan melalui kebijakan Merdeka Belajar dalam kurun waktu 5 (lima) tahun, mengakselerasi perbaikan pada sejumlah sektor utama dalam pendidikan, antara lain infrastruktur dan teknologi; kebijakan, prosedur, dan pendanaan; kepemimpinan, masyarakat, dan budaya; serta kurikulum, pedagogi, dan asesmen. Mendikbudristek juga dinilai berperan dalam menerapkan strategi diplomasi kebahasaan sehingga Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ke-10 Sidang Umum UNESCO, dan mengimplementasikan kebijakan diplomasi kebudayaan sehingga dapat meningkatkan jumlah warisan budaya tak benda yang dicatatkan dalam UNESCO.
 
“Saya merasa sangat bersyukur karena ini adalah bentuk penghormatan negara yang luar biasa. Penghargaan ini adalah milik seluruh pihak yang telah bergotong royong dalam memajukan pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi di Indonesia,” tutur Mendikbudristek di Jakarta (14/8).
 
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 107/TK/TH 2024. Tanda kehormatan tersebut diberikan kepada ahli waris almarhum Ali Manshur Shiddiq (pencipta selawat badar) dan ahli waris almarhum Djauhar Zaharsyah Fahrudin Roesli,Harry Roesli (seniman kebudayaan). Keduanya merupakan orang yang berjasa luar biasa dalam kemajuan dan pelestarian kebudayaan. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MA RI Syarifuddin, Ketua KY RI Amzulian Rifai, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Panglima TNI. (Penulis: Tim Biro Perencanaan, Denty A/ Editor: Tim Staff Khusus Menteri)

Pembagian Jas Almamater Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2024/2025

Pengumuman pengambilan jas almamater bagi mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025.

KLIK DISINI

Tim PPK Ormawa UKM UBC Radio Membuat Media Pembelajaran Interaktif untuk Desa Ngemplak

Tim PPK Ormawa UKM UBC Radio membuat media pembelajaran interaktif bernama Molang (Monopoli Wilang) untuk anak-anak Desa Ngemplak, Sabtu, (10/08). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Loka Wilang yang berfokus pada pengembangan literasi berhitung.

Sebelum adanya program ini, kondisi literasi berhitung di Desa Ngemplak masih tergolong minim. Banyak anak-anak yang merasa kesulitan dan kurang tertarik dengan pelajaran matematika, terutama pada materi yang kompleks seperti Persamaan Linier Dua Variabel (PLDV). Namun, setelah menggunakan media pembelajaran Molang, minat belajar anak-anak Desa Ngemplak meningkat.

Respon positif datang dari peserta kegiatan. Vivi, siswa kelas 7 SMP, mengungkapkan, “Kak, setelah belajar berhitung dengan menggunakan MOLANG, aku merasa jadi lebih semangat dan senang. Biasanya kalau di sekolah belajarnya nggak pakai media pembelajaran, jadinya nggak semangat belajarnya.”

Molang mengadaptasi konsep permainan monopoli klasik untuk mengajarkan matematika secara lebih menyenangkan dan interaktif. Molang terdiri dari papan permainan bergaya monopoli, kartu-kartu soal PLDV, dadu, dan pion. Cara bermainnya mirip monopoli, di mana pemain melempar dadu, melangkah, dan menjawab soal PLDV yang ada di kartu. Pemain yang menjawab benar akan mendapat poin.

Ketika ditanya tentang rencana pengembangan program ke depan, Faiza Nurul Azizah, penanggung jawab Loka Wilang, menjelaskan bahwa pembelajaran yang interaktif dapat ditunjang dari media pembelajaran.

“Kami melihat Molang sebagai langkah awal. Ke depannya, kami berharap bisa mengembangkan lebih banyak media pembelajaran interaktif untuk berbagai topik matematika. Tujuan kami adalah membuat berhitung menjadi kegiatan yang menyenangkan dan diminati oleh semua siswa,” ujarnya.

Tim PPK Ormawa UBC Radio Tanam Tanaman Obat Keluarga bersama anak-anak di Desa Ngemplak

Tim PPK Ormawa UBC Radio melaksanakan kegiatan Loka Alam bersama anak-anak di Desa Ngemplak dengan menanam beberapa jenis tanaman obat keluarga (TOGA) pada Minggu, (11/8). Melalui kegiatan Loka Alam, diharapkan anak-anak di Desa Ngemplak dapat belajar macam-macam tanaman obat keluarga dan dapat melakukan praktik penanaman yang benar secara langsung.

Kegiatan Loka Alam merupana program pengenalan ecoprint dan TOGA di Desa Ngemplak. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan tanaman di sekitar rumah terutama TOGA yang mempunyai banyak manfaat sebagai bahan pencegahan penyakit ringan seperti demam, panas dalam, meriang, dan lain-lain.

Ketua Tim PPK Ormawa UBC Radio mengungkapkan pembelajaran penanaman TOGA dalam Loka Alam ini membantu anak-anak untuk memahami kegunaan dari setiap tanaman.

“Melalui kegiatan Loka Alam ini diharapkan anak-anak di Desa Ngemplak bisa lebih tahu tentang jenis-jenis tanaman di sekitar rumah mereka terutama tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, sehingga anak-anak dapat memaksimalkan potensi alam sekitar untuk kesehatan mereka dan orang-orang sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan Loka Alam dilakukan pada setiap pojok literasi yang ada di Desa Ngemplak dengan total pojok literasi berjumlah 7 tempat.

Meskipun kegiatan penanaman TOGA mengharuskan anak-anak untuk berinteraksi dengan tanah dan air, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar tanaman obat keluarga dan cara penanamannya.

3.880 MABA Buat 10 Formasi Papermob Bernilai Kearifan Lokal Hanya Dalam 3 Menit

Universitas Tidar menyelenggarakan rangkaian terakhir dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024. Sebanyak 3.880 mahasiswa baru Untidar menampilkan 10 formasi papermob bernilai kearifan lokal Magelang hanya dalam waktu 3 menit, Senin (12/8) di Lapangan SMAN 5 Magelang.

Ketua panitia PKKMB Untidar 2024 dari BEM KM, Yehezkiel Gayuh menjelaskan, awalnya rencana panitia untuk papermob akan dilaksanakan selama 2 jam, dengan rincian 1 jam untuk gladi dan 1 jam untuk pelaksanaan formasi. 

“Saya tidak menyangka akan secepat ini. Kalau sesuai rundown memang seharusnya 2 jam. Namun, semua berjalan sangat lancar dan melebihi ekspektasi kami,” ungkapnya dalam sesi wawancara.

Yehezkiel menambahkan, formasi papermob PKKMB tahun ini memasukan unsur kearifan lokal Magelang seperti Candi Borobudur, Water Toren, dan slogan Magelang Kota Sejuta Bunga. Untuk informasi, watertoren yang terletak di alun-alun  kota Magelang dibangun antara tahun 1916-1920 oleh seorang arsitek terkemuka Belanda, Herman Thomas Karsten. Penambahan unsur kearifan lokal ini sebagai wujud memperkenalkan ikon bersejarah yang ada di Magelang kepada para mahasiswa baru dari luar Magelang.

Saat ditanya terkait pemilihan warna, Yehezkiel menjelaskan panitia menyesuaikan dengan tema PKKMB tahun ini yaitu Tara Nagata yang berarti Bintang Masa Depan. “Warna ungu dan biru dongker ini merepresentasikan warna luar angkasa,” imbuhnya. 

Acara penutupan PKKMB dilanjutkan dengan parade Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan bazar di sepanjang jalan kompleks Kampus Sidotopo. Acara bazar diisi oleh stand-stand UKM dan Organisasi Mahasiswa Daerah.

 

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Dirjen Diktiristek Resmikan Gedung Baru Untidar

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc. resmikan Gedung Laboratorium Rekayasa dan Sains Terapan di komplek kampus Sidotopo Untidar, Senin (12/8).

Abdul Haris berharap dengan diresmikannya Gedung Lab Rekayasa dan Sains Terapan, Untidar semakin inovatif dan dedikatif pada pelayanan masyarakat.

“Selamat dan sukses atas diresmikannya Gedung Lab Rekayasa dan Sains Terapan Untidar. Gedung ini sangat penting untuk menunjang pembelajaran dan research mahasiswa Universitas Tidar. Semoga fasilitas baru ini dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan di Untidar, serta menjadi pusat research dan pengembangan inovasi yang dibutuhkan oleh publik,” ungkapnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengungkapkan pembangunan gedung laboratorium ini dilakukan multi years sejak 2023 hingga 2024, dengan menelan biaya sebesar 43 Miliar Rupiah.

“Alhamdulillah, dalam dua tahun terakhir, kami keluarga besar Untidar diberi rezeki yang berasal dari masyarakat, yaitu UKT Mahasiswa. Rezeki itu kami kembalikan, kami gunakan untuk membangun fasilitas bagi mahasiswa. Pada tahun 2023, kami nekad mulai membangun karena pertimbangan jumlah gedung belum mencukupi bagi mahasiswa yang semakin banyak. Tahun ini,  fasilitas yang kami beri nama Gedung Laboratorium Rekayasa dan Sains Terapan telah selesai dan siap digunakan,” jelasnya. 

Untuk informasi, gedung ini dibangun di atas tanah milik Pemerintah Kota Magelang yang telah dihibahkan kepada Untidar. Maka dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Magelang, K.H.Drs. M. Mansyur, M.Ag. menyampaikan rasa suka citanya. Dia melanjutkan bahwa gedung ini merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan akademik dan penelitian di Untidar. 

“Saya yakin gedung ini dapat menjadi sentra penelitian dan pengembangan, dan memberi kontribusi tidak hanya untuk kampus ini, melainkan juga kepada pemerintah tingkat kota, nasional, bahkan internasional. Saya berharap dengan hadirnya gedung ini, para mahasiswa, dosen penelitiannya dapat maksimal dan optimal, serta mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat kota Magelang,” tuturnya.

Secara simbolis peresmian gedung dilakukan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan rangkaian melati oleh Dirjen Diktiristek didampingi Rektor Untidar, dan Wakil Walikota Magelang.

 

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

167 Dosen Baru ikuti PKKDB Pertama Untidar 2024

Universitas Tidar menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Dosen Baru (PKKDB) untuk pertama kalinya. Sejumlah 60 dari 167 dosen baru mengikuti kegiatan ini mulai dari Senin (12/8) hingga Jumat (16/8) di Gedung Lab Rekayasa dan Sains Terapan. 60 dosen tersebut adalah ASN yang diterima dalam skema rekrutmen CASN tahun 2024. 

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. sebut kegiatan ini terinspirasi dari Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang bertujuan untuk membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan dan budaya kampus. 

“Kegiatan ini dalam rangka untuk menguatkan jiwa korsa kita, supaya kita menjadi satu kesatuan. Dari pengalaman yang lalu, dosen yang langsung masuk mengalami kebingungan dengan tujuan yang akan diraih. Oleh karena itu, kegiatan ini dibuat sebagai kanalisasi untuk membangun tujuan yang sama. Selain itu, bertujuan untuk mensinergikan latar belakang dosen-dosen baru dengan ciri khas Untidar,” tegasnya.

Lebih lanjut Sugiyarto berharap kegiatan ini dapat membantu para dosen baru untuk memilih unit kerja di Untidar. Secara sederhana, ada tujuan utama lain bagi dosen selain hanya mengajar. Mereka dapat mengabdikan diri dalam unit dan Lembaga yang ada di Untidar. “Nanti di tahun 2045, saat tahun Indonesia Emas, para dosen baru inilah yang nanti menjadi pimpinan Untidar. Untuk itulah, hari ini kami coba mulai membimbing dosen baru agar dapat membangun Untidar bersama,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., mendorong dosen baru untuk segera menempuh pendidikan S3 dan aktif dalam komunitas Global.

“Adik-adik kalau mau mengajar di Untidar, lanjut pendidikannya jangan di Untidar. Kalau bisa di luar negeri. Bukan tidak menghargai kampus dalam negeri. Saya telah merasakan kuliah di luar negeri itu dapat membuka mindset kita. Selain itu, kita akan diperlihatkan budaya dan cara kerja orang-orang dari negara lain,” jelasnya.

Abdul Haris dalam pemaparan materinya menjelaskan kekuatan reputasi suatu institusi berkaitan erat dengan peran Sumber Daya Manusia (SDM). Institusi harus memprioritaskan membangun SDM dan reputasi, karena reputasi adalah kunci dari kesuksesan institusi.

 

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar