Gamelan ‘Kyai Kumpul’ Untidar Diresmikan

Bertempat di rumah dinas Rektor Universitas Tidar, Selasa malam (6/7), gamelan berbahan perunggu milik Untidar secara resmi diperkenalkan kepada khalayak. Acara ini dihadiri oleh segenap sivitas akademika, Habieb Fatta al-Atas, dan pengrawit yang dihadirkan dari Klaten, Solo, Jogja, dan Magelang.

Acara diawali dengan kegiatan rutin Khataman Al-Qur’an, dilanjutkan hadroh dari UKM Iqsan, dan Tahlil. Setelah itu meluncur beberapa partitur komposisi gamelan yang dibawakan sangat apik oleh seniman campuran beberapa kota tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyebutkan makna penamaan ‘Kyai Kumpul’ pada perangkat gamelan ini adalah sebagai pemersatu dalam keberagaman sivitas.

Beliau berharap tidak ada pertentangan antara elemen keluarga besar di Untidar.

“Di setiap alat ada simbol burung elang Untidar yang melambangkan kecerdasan, dan di penyangga gong ada ukiran naga yang melambangkan keuletan. Kedua simbol ini saling berkombinasi untuk mewujudkan kemakmuran dan kejayaan Untidar di masa depan,” ungkapnya.

Menurutnya, gamelan yang beragam jika dibunyikan menuruti aturan, akan menimbulkan harmonisasi yang indah.

“Pun dalam kehidupan yang bhinneka ini, tujuan bersama akan tercapai jika masing-masing mentaati aturan atau konsesnsus yang ada. Belajar gamelan itu belajar mentaati aturan,” tambahnya.

Wildan, Lurah UKM Bengkel Seni, merasa senang sekali dengan hadirnya seperangkat gamelan slendro dan pelog ini. Ia berharap mahasiswa mau belajar gamelan disamping belajar kesenian modern.

“Bengkel Seni jelas berkepentingan juga dengan kehadiran gamelan ini. Kami akan membantu berpromosi agar gamelan ini termanfaatkan dengan baik,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan pula oleh perwakilan tenaga pendidikan, Sopi’i dan Sigit Amirudin. Kehadiran gamelan ini  akan memberikan keseimbangan atmosfir budaya di lingkungan Untidar.

“Untidar berada di Magelang yang terkenal sebagai pusatnya tanah jawa. Ada Tidar di sini. Mestinya masyarakatnya juga harus terus nguri-uri budaya Jawa itu sendiri. Salah satunya melalui seni karawtitan ini,” sebut Sigit.

Mewakili pengrawit, Suradi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rektor dan Untidar. Dia mengucapkan terimakasih karena diundang untuk mencoba pertama kali.

“Kami berharap gamelan ini dapat menambah wawasan kebudayaan bagi segenap sivitas akademika. Semoga Untidar dapat lebih maju dan menciptakan lulusan yang berbudi luhur,“ pungkasnya.

Untuk sementara, perangkat gamelan ini akan ditempatkan di rumah dinas. Namun ke depan diproyeksikan akan dimanfaatkan untuk pergelaran-pergelaran kebudayaan tradisional dan upacara-upacara di lingkungan Untidar.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Tim PPK ORMAWA HIMAPBIO UNTIDAR Ajak Petani Desa Mangli Tingkatkan Nilai Produk Pertanian di Era Modern

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) menggelar Workshop Diversifikasi Hasil Pertanian, Senin (05/08) di Gedung Serbaguna Dusun Mangli, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

“Siapa sangka sayuran yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjelma menjadi produk yang lezat? dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Rifqi Nashiruddin, tim PPK Ormawa Himapbio Untidar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi kuliner dengan bahan utama hasil pertanian lokal yaitu brokoli dan daun bawang. Peserta workshop yaitu anggota Sanggar Tani Muda Sawiji Wani, yang terdiri dari pemuda-pemudi Dusun Mangli, serta anggota Koperasi Berkah Surya Setaman yang terdiri dari ibu rumah tangga diajak untuk membuat berbagai olahan seperti nugget brokoli, es krim brokoli, wonton brokoli, serta stik dan pangsit daun bawang.

Demonstrasi dipandu langsung oleh tim PPK Ormawa HIMAPBIO yang berkomitmen untuk mendorong diversifikasi produk pertanian. Diversifikasi dilakukan untuk menggali potensi pertanian yang ada di Desa Mangli.

“Workshop ini diharapkan agar potensi hasil pertanian di Desa Mangli dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani di sini,” tambahnya.

Selain itu, pelaksanaan diversifikasi hasil pertanian ini juga bertujuan untuk menggerakkan inovasi dan semangat para petani muda serta anggota koperasi di Desa Mangli.

“Sebelumnya tidak terpikirkan akan olahan brokoli dan daun bawang seperti ini, padahal di sini melimpah dan biasanya hanya dijual ke pengepul saja,” ungkap salah satu peserta workshop dengan antusias.

Pengolahan stik daun bawang bertujuan agar hasil yang melimpah dari  petani bisa dimanfaatkan maksimal dan memberikan hasil tambahan dari hasil olahan ini.

“Pengolahan brokoli dalam bentuk es krim dan nugget pastinya digemari anak-anak, sehingga mereka lebih tertarik mengkonsumsinya dan memberikan tambahan gizi,” tambah Rifqi.

Produk diversifikasi hasil pertanian yang diperkenalkan terdiri dari empat produk utama: nugget brokoli, dimsum brokoli, es krim brokoli, dan stik daun bawang. Pembuatan produk-produk tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, menyesuaikan adonan dengan masing-masing bahan yang telah dijelaskan oleh Tim PPK Himapbio Untidar sehingga menghasilkan produk pangan yang siap dikonsumsi.

“Workshop diversifikasi hasil pertanian ini melalui banyak percobaan trial and error sehingga hasilnya paten dan terjamin kualitasnya. Pembuatan hasil olahan pertanian oleh mahasiswa Himapbio Untidar merupakan pembelajaran yang didapatkan dari para usahawan sukses, sehingga produk ini akan mudah dipasarkan,” jelas Dr. Setiyo Prajoko, S.Pd., M.Pd., dosen pendamping Tim PPK Ormawa Himapbio.

Produk diversifikasi hasil pertanian ini dapat menjadi produk niche yang diminati oleh konsumen yang mencari alternatif makanan sehat. Produk ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut dan dipasarkan ke daerah lain terutama yang menggemari makanan sehat dan unik.

Penulis : Tim PPK Ormawa

Editor : Humas Untidar

Untidar Pastikan Tidak Ada Perpeloncoan di PKKMB Untidar 2024

 

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si menyampaikan tidak akan ada perpeloncoan di rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Tidar hal ini merupakan salah satu upaya pembentukan idealisme dan karakter cinta tanah air pada mahasiswa baru.

“Saya pastikan tidak ada perpeloncoan di Untidar. PKKMB diselenggarakan untuk membantu mahasiswa lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan di kampus. Program ini dirancang untuk melewati transisi dari siswa menjadi mahasiswa yang mandiri dan memiliki pengetahuan IPTEK untuk berbakti kepada masyarakat, lingkungan alam dan sosial,”  jelasnya.

Rektor berharap mahasiswa baru mulai menyadari bahwa saat ini telah menyandang gelar mahasiswa yang akan menjadi perintis dan pelaku yang berperan serta membawa marwah bagi kehidupan bangsa.

“Kegiatan ini juga dapat dijadikan titik tolak pembentukan idealisme dan penguatan karakter cinta tanah air,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan PKKMB Tahun 2024 resmi dibuka pada Senin (5/8) di Gedung dr. H. R Suparsono, Kampus Tuguran, Untidar.

Penyematan jas dan topi kepada perwakilan mahasiswa baru tahun 2024 oleh Rektor Untidar. Foto : Dewangga Tri Pradani, Tim PDD PKKMB

Setelah melakukan penandatanganan dokumen serah terima mahasiswa baru dengan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., Rektor memakaikan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa baru yaitu Dandi Setiawan dari Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fisipol dan Zahwa Aulia Faiza dari Prodi Gizi, Faperta diikuti seluruh mahasiswa baru sebagi tanda telah resminya menyandang status sebagai mahasiswa Untidar.

Walikota Magelang. dr. Aziz menyatakan selalu mengamati perkembangan Untidar utamanya mahasiswanya. Foto : Bagus, Untidar TV

Walikota Magelang, dr.H.Muchammad Nur Aziz menyampaikan maba Untidar 2024 merupakan calon penerus bangsa. Pemkot Magelang akan selalu mendukung Untidar dalam mencetak penerus bangsa yang unggul.

“Untidar merupakan kebanggaan Kota Magelang, sebagai orang yang mengikuti perkembangan Untidar dari dulu, saya melihat perkembangan yang cukup pesat dan semoga kedepannya lebih banyak lagi orang yang menyadari betapa hebatnya Untidar. Pemkot akan selalu berusaha untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Universitas Tidar,” tuturnya.

Ketua Panitia PKKMB Untidar 2024, Mashud Syahroni S.Pd., M.Pd. menekankan PKKMB di Untidar diselenggarakan atas 3 asas yaitu keterbukaan, demokratis, dan humanis.

“PKKMB tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan kampus baik akademik maupun non akademik. Oleh karena itu, PKKMB harus dilaksanakan atas 3 asas yaitu  keterbukaan, demokratis dan humanis. Apabila mahasiswa baru menemukan atau mengalami perpeloncoan dalam pelaksanaan PKKMB yang tidak berasaskan atau melanggar 3 asas tadi maka harap melaporkannya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil sidang senat, total pendaftar mahasiswa baru di Untidar sebanyak 26.169 calon mahasiswa sementara jumlah calon mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa baru sebanyak 3.880 mahasiswa. Dari 3.880 mahasiswa baru, sebanyak 940 diantaranya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi, sebanyak 674 mahasiswa berasal dari Fakultas Pertanian, sebanyak 785 mahasiswa berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan 708 mahasiswa berasal dari Fakultas Teknik.

Kegiatan Pembukaan PKKMB ini juga disertai pembekalan materi pengenalan sistem pendidikan di Indonesia, perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. Dilanjutkan dengan pemaparan materi pengembangan karakter mahasiswa agar mempunyai sikap intelektual, growth mindset, dan kampus sehat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.. Terakhir, penyampaian materi kehidupan berbangsa, bernegara, dan pembinaan kesadaran bela negara oleh Brigjen TNI Afianto dari Akademi Militer.

Seluruh mahasiswa baru akan mengikuti serangkaian PKKMB selama satu minggu yaitu pada 5-12 Agustus 2024. Dimana 2 hari pertama yaitu 5-6 Agustus 2024 merupakan PKKMB tingkat Universitas dan dilanjukkan PKKMB tingkat fakultas. Rangkaian terkahir pada 12 Agustus 2024 akan dilakukan papermob di Kampus Sidotopo Untidar.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Inisiasi Kerjasama dengan St. Petersburg Mining University Rusia

Selama melakukan kunjungan di Rusia pada awal Juli 2024, Wakil Rektor Bidang Akademik Dan Kerjasama Universitas Tidar  berkesempatan mengikuti kegiatan International Forum Competition of Young Researchers of the BRICS countries “Topical Issues of Rational Use of Natural Resources” yang diadakan di Saint Petersburg Mining University.

BRICS adalah forum strategi investasi asing yang anggotanya adalah negara Brazil, Rusia, India, dan Tiongkok. Forum ini juga diikuti oleh 30 negara lainnya yang berminat menjadi anggota BRICS.

Kedatangan Prof. Suyitno di St. Petersburg Mining University disambut dengan baik oleh Wakil Rektor untuk Urusan Internasional Evgeniy A. Lyubin. Keduanya membicarakan peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara St. Petersburg Mining University dan Untidar.

 

Saint Petersburg Mining University merupakan perguruan tinggi bidang Teknik tertua di Rusia dan juga salah satu yang tertua di Eropa. Saat ini St. Petersburg Mining University menduduki peringkat ketiga QS by subject dalam bidang Teknik Mineral dan Pertambangan. Dalam kesempatan ini, Prof. Suyitno sempat mencoba alat Simulator alat berat tambang.

Pembicaraan ini menghasilkan kesepakatan bahwa St. Petersburg Mining University akan mengundang delegasi Untidar untuk mengikuti forum BRICS lainnya pada bulan Oktober mendatang. Tidak hanya itu, St. Petersburg Mining University juga akan menanggung pembiayaan bagi mahasiswa Untidar yang mengikuti kegiatan tersebut.

Prof. Suyitno menyambut baik tawaran tersebut dan berharap bahwa kolaborasi ini akan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Untidar di kancah internasional dan juga akan menjadi pengetahuan yang berharga karena dapat belajar dari salah satu universitas terbaik di dunia.

Penulis : Tim Kerjasama Untidar

Tim PPK ORMAWA KSPM FE 2024 Bangun Sistem Bank Sampah Digital di Desa Bandongan

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi (KSPM FE) Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi kegiatan PPK ORMAWA di Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang pada Jumat (26/07).

Tahun 2024 ini, PPK ORMAWA KSPM FE mengangkat topik Rumah Sampah Digital dengan judul sub proposal “Optimalisasi Pemasaran Hasil Bank Sampah Melalui Rumah Sampah Digital di Desa Bandongan”.

Melalui aplikasi “Pasar Hijau”, Bank Sampah di Desa Bandongan menerapkan sistem digital untuk setiap bank sampah unit dalam bentuk aplikasi. Dengan memperkenalkan sistem digital dalam pemasaran sampah, sistem operasional bank sampah menjadi lebih efisien dan optimal.

Perbedaan signifikan terdapat pada proses inventarisasi data nasabah. Pada bank sampah konvensional, data sampah yang ditabung akan dicatat di buku tabungan nasabah secara manual. Sementara pada rumah sampah digital ini, pencatatan dilakukan menggunakan aplikasi “Pasar Hijau” yang akan terintegrasi langsung dengan sistem terpadu.

Kepala Desa Bandongan, Bapak Sujono, S.A.P., menyampaikan kegiatan ini akan sangat berdampak positif bagi masyarakat Desa Bandongan.

“Saya yakin program ini akan berjalan dengan baik dan akan berdampak positif untuk masyarakat, karena penjualan sampah tidak lagi door to door, tetapi menggunakan aplikasi. Pemerintah Bandongan dan kelembagaan menunggu hasil dari apa yang PPK ORMAWA KSPM Untidar kerjakan,” ungkapnya.

Senada dengan Kepala Desa, Camat Bandongan, Bapak H. Haryono, S.Pd., M.Pd., berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Bandongan.

“Program ini tidak salah sasaran dan Desa Bandongan memang sudah pas menjadi sasarannya. Mudah-mudahan selama 5 bulan ini kegiatan bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Terakhir, harapan pak camat ini semoga sampah menjadi hilang dan berkah sehingga bisa mensejahterakan kita semua,” harapannya.

Karunia Galih Permadani, S.Pd., M.Sc., selaku Dosen Pendamping Tim PPK Ormawa KSPM berharap program ini dapat berlanjut dan lolos Abdidaya.

“PPK ORMAWA dari Untidar yang didanai oleh kementerian sejumlah 17 tim. Disini antusias dan dukungannya sangat tinggi dari desa dan pihak-pihak terkait. Jadi kami mohon dukungannya lagi agar programnya tidak hanya stop disitu tapi bisa menjadi program yang berkelanjutan. Semoga PPK KSPM bisa maksimal menjalankan tugasnya dan bisa berlanjut lolos ke Abdidaya. Selain tim, mitra dari PPK juga bisa diajukan untuk mengikuti nominasi di Abdidaya dan mengikuti kompetisi di Bali,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator PPK ORMAWA Universitas Tidar, Ibu Karunia Galih Permadani, S.Pd., M.Sc., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bapak Axel Giovanni, S.E., M.M., Kepala Kecamatan Desa Bandongan, Bapak H. Haryono, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Bandongan, Bapak Sujono, S.A.P, Mitra Bank Sampah Induk Kota Magelang, Kepala Kepolisian Sektor Desa Bandongan, Komandan Rayon Militer 03/Bandongan, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bandongan, Ketua Bank Sampah Desa Bandongan, Pengurus TPS3R, Pengurus Rumah Maggot, Karang Taruna, Ketua TP PKK, serta Masyarakat Desa Bandongan.

Dalam kesempatan ini, Tim PPK Ormawa KSPM menyerahan bak sampah organik dan anorganik kepada Ketua Bank Sampah Desa Bandongan sebagai simbol peresmian PPK ORMAWA KSPM FE di Desa Bandongan.

Penulis : Tim PPK Ormawa KSPM

Editor : Kerin, Humas Untidar

 

 

Babak Baru Kerjasama Universitas Tidar dan Tula State University Rusia

Universitas Tidar dan Tula State University Rusia sepakat untuk melakukan kolaborasi dalam bidang akademik dan kemahasiswaan. Kesepakatan ini merupakan implementasi Kerjasama antara kedua universitas yang sudah ditandatangani pada tahun 2022 yang lalu.

Dalam kunjungannya ke Rusia pada awal Juli 2024, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Untidar Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM bertemu dengan jajaran pimpinan Tula State University untuk membahas rencana-rencana kerjasama yang dapat diimplementasikan dalam jangka pendek dan menengah.

Pertemuan bertempat di kampus Tula State University tersebut dihadiri oleh Rektor Oleg Aleksandrovich Kravchenko, Wakil Rektor bidang Hubungan Internasional dan Manajemen Proyek Olesya Evgenievna Labadze, Kepala Departemen Hubungan International Daria Dmitrievna Kultygina, dan Dekan Institut Pendidikan Internasional Olga Dmitrievna Gladkova.

Kedua pihak sepakat untuk melakukan kegiatan pertukaran dosen untuk bidang pariwisata, ekonomi, administrasi negara, dan teknik mesin. Pertukaran dosen ini diharapkan dapat menjadi embrio untuk kegiatan-kegiatan lainnya seperti riset dan publikasi bersama, seminar, pertukaran mahasiswa, dan kegiatan lain yang disepakati oleh kedua belah pihak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membuka joint degree ataupun double degree untuk beberapa prodi yang prospektif seperti Prodi Pariwisata.

Kunjungan Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama Untidar ini mendapatkan sambutan yang sangat baik. Bahkan, pihak Tula State University mengirimkan delegasi yang dipimpin oleh Kepala Departemen Hubungan International Daria Dmitrievna Kultygina untuk mengikuti Summer Course Untidar 2024 yang dilaksanakan pada 21-28 Juli 2024 di Magelang.

Pada kesematan ini Daria juga bertemu dengan dosen-dosen dari berbagai jurusan di Untidar untuk mempertajam rencana kerjasama. Salah satu yang dibicarakan adalah menyelenggarakan lomba-lomba bersama untuk mahasiswa dari kedua negara.

Sebagai salah satu tindak lanjut kerja sama ini, dalam waktu dekat akan dibuka Russian Corner di Universitas Tidar. Russian Corner diharapkan dapat menjadi sarana mahasiswa dalam mempelajari negara dan budaya Rusia, dan juga untuk mempererat hubungan kedua negara yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

Untidar dan Tula State University merupakan mitra yang lahir dari perjanjian Kerjasama sister city antara Kota Magelang dan The City of Tula yang ditanda tangani oleh Walikota Magelang dan Walikota Tula pada tahun 2022.

Penulis : Tim Kerjasama Untidar

PPK Ormawa Himakta Untidar Gelar Sosialisasi PHBS dan Pengelolaan Sampah Mandiri untuk Atasi Stunting di Desa Wonoroto.

Tim Program Penguatan Kapasistas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himakta) Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah secara mandiri di Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Senin (29/7).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak secara optimal,” ujar Auralia Admyrals Salsabilla Aidi, Ketua Tim PPK Ormawa Himakta Untidar.

Pasca kegiatan ini masyarakat Desa Wonoroto dapat lebih memahami dan menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Penerapan PHBS dan pengolahan sampah ini harapannya membantu menekan angka stunting di wilayah ini,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Kecamatan Windusari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang selaku mitra PPK Ormawa Himakta, masyarakat Desa Wonoroto, ketua Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Ormawa Himakta, dan tim PPK Ormawa Himakta.

Ika Ernia Wirawanti, S.KM., selaku perwakilan Puskesmas Kecamatan Windusari, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut, khususnya mengenai PHBS.

“Ada beberapa PHBS dalam tatanan rumah tangga seperti konsumsi aneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, dan menggosok gigi minimal 2 kali sehari,” jelasnya.

Di sisi lain, Robi Hari Marhesa, S.T., M.Ling, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Magelang menuturkan, pemilahan sampah memungkinkan bahan-bahan yang masih bisa digunakan untuk diproses kembali, mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru, dan membantu melestarikan sumber daya alam.

“Terdapat lima cara pemilahan sampah dalam rumah tangga yaitu sampah yang mudah terurai oleh alam, sampah yang dapat digunakan kembali, sampah yang dapat didaur ulang, sampah B3 dan limbah B3 seperti kemasan obat, serta sampah residu,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi PHBS dan pengelolaan sampah mandiri pada masyarakat Desa Wonoroto, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menerapakan PHBS serta cara pengelolaan sampah yang efektif, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan nyaman bagi semua warga desa.

Penulis : Tim PPK Ormawa Himakta

Editor : Humas Untidar

Untidar Tuan Rumah Peksimida Jawa Tengah Tangkai Lomba Monolog 2024

Universitas Tidar menyelenggarakan Pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2024 tangkai Lomba Monolog, Senin malam (29/7) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R Suparsono.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyatakan Untidar selalu siap untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tingkat provinsi dimana momentum seperti ini mempererat persaudaraan dan saling mendukung “keluarga” Jawa Tengah.

“Tentu saja Jawa Tengah akan menemukan penantang-penantang hebat di Peksiminas nanti. Jangan biarkan seleksi monolog ini bersaingnya berlebihan, silahkan nikmati saja perlombaannya. Jangan sampai kebersamaan luntur, toh, nanti yang mewakili Jateng satu, mari kita saling mendukung,” tuturnya.

Prof. Parmin panggilan akrabnya, mengapresiasi panitia yang terdiri kolaborasi dosen, tendik, dan mahasiswa Untidar pada pelaksanaan Peksimida tangkai Lomba Monolog ini. Semoga kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari yaitu 29 – 31 Juli 2024 ini berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan ini turut hadir, Sekretaris Umum Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng, Iswoyo S.Pt.M.P.

“Terima kasih atas fasilitas dan bantuan yang diberikan Untidar. Jateng tahun ini mengemban misi yang berat. Pada tanggal 2-7 September nanti, pada pelaksanaan Peksiminas di Jakarta, Jawa tengah mengemban misi mempertahankan juara umum. Mohon dukungannya kepada seluruh pihak,” ungkapnya.

Peksimida Tangkai Monolog Jawa Tengah diikuti oleh 28 perguruan tinggi di Jawa Tengah meliputi Universitas Sebelas Maret, Universitas Muria Kudus, Universitas An Nur, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Pekalongan, Universitas Veteran bangun Nusantara, Universitas Negeri Semarang, Universitas Aisyiah Surakarta, Universitas Muhamadiyah Purwokerto, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Aki, Universitas Semarang, Universitas Muhamadiyah Surakarta, Universitas Muhamadiyah Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Ngudi Waluyo, Politeknik harapan Bersama, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tidar, Universitas Wahid Hasyim, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Slamet Riyadi, Universitas PGRI Semarang dan Universitas Diponegoro.

 

Menggandeng 3 juri professional dari kalangan akademisi yaitu Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, dari kalangan seniman yaitu Ibu Tentrem Lestari, M.Sc. dan Praktisi Nasional Tri Setyo Nugroho, S.E. yg lebih dikenal dgn nama Mas Gepeng Nugroho.

PIC Peksimida Jawa Tengah 2024 Tangkai Lomba Monolog, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A. mengungkapkan peserta tahun ini sangat antusias mengikuti perlombaan.

“Tangkai seni monolog selain menjadi perlombaan terakhir dalam Peksimida Jawa Tengah, juga menjadi pementasan antar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Disini mereka tidak hanya berkompetisi tapi tampilnya itu yang menjadi kebanggaan mereka,” ungkapnya.

Dalam laporan kegiatan, mengungkapkan pelaksanaan Peksimida di Untidar ini merupakan ide dan kerja keras mahasiswa.

“Perlu diketahui bahwa apa yang telah kami persiapkan hari ini, di sini, 80% adalah hasil karya mahasiswa-mahasiswa Untidar, sesuai dengan nama kegiatannya adalah kegiatan kemahasiswaan maka kami sangat mengapresiasi ide/gagasan dan karya-karya mahasiswa kami di sini,” jelasnya.

Peksimida Jateng 2024 tangkai lomba monolog dibuka oleh Sekretaris umum Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jateng secara simbolis dengan memukul gong. Sorak peserta dan hadirin terdengar menggelegar di ruangan yang telah disulap menjadi Gedung Teater. Kegiatan dilanjutkan dengan technical meeting yang diikuti oleh seluruh peserta. Antusiasme peserta makin nampak saat banyak peserta yang bertanya dan memberikan pendapat. Kegiatan hari pertama berakhir setelah mendapatkan kesepakatan antara panitia dan peserta.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Untidar Summer Course 2024

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Summer Course pertama pada tahun 2024 dengan tema “Strengthening Global Connectivity through Cultural Exchange”. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 21 Juli hingga 28 Juli 2024.

Sebanyak 21 mahasiswa asing mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara diantaranya  Rusia, Thailand, Malaysia, Fiji, Yaman, Mesir, Pakistan, India, Timor Leste, Rwanda, Madagaskar, Palestina, Chad, Bangladesh, dan Uganda.

Ditemui, Senin (29/07), Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan eksistensi Untidar di kancah Internasional melalui kerjasama bidang akademik dan penelitian.

“Ini merupakan yang pertama bagi Untidar menghadirkan mahasiswa dari mancanegara. Saya berharap kegiatan ini jangan sampai menjadi program yang pertama dan terakhir, tentu kegiatan ini perlu ditindaklanjuti terutama dengan menambahkan kegiatan-kegiatan yang lebih variatif. Tindak lanjut lainya semoga kegiatan ini dapat menambah kerjasama di bidang akademik dan penelitian dengan kampus kampus global,” tuturnya.

Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC menyampaikan program ini didedikasikan untuk mengenalkan beragam budaya Indonesia khususnya di Magelang.

“Summer Course ini bertujuan untuk menjadi wadah multi-platform untuk merangkai beragam pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu untuk memperdalam pemahaman dan pembelajaran pada pendidikan tinggi dalam konteks global. Program ini juga diharap menjadi wadah pertukaran wawasan dan kebudayaan antara Indonesia dengan dunia internasional,” jelasnya.

Ketua Panitia Program Summer Course 2024, Bonifasius Endo Gauh Perdana, M.A. menyampaikan program ini merupakan serangkaian kursus komprehensif yang mencakup berbagai aspek budaya Indonesia seperti pelatihan Bahasa Indonesia, mengenalkan seni, dan budaya Indonesia, serta pembelajaran sejarah dan antropologi Indonesia.

Para peserta selama tujuh hari di Magelang akan melakukan serangkaian kegiatan kelas dan di luar kelas. diantaranya pre-test Bahasa Indonesia, tur kampus Untidar, kelas pariwisata untuk mengenalkan pariwisata di Indonesia, wisata edukasi di Kledung Research Park, tur bersama @mlakumagelang, mengunjungi candi Borobudur, belajar di Kampung Dolanan Nusantara, mengikuti kelas budaya, mengunjungi Pasar Tradisional Rejowinangun, dan praktik berbahasa Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.berharap program ini dapat menjadi alternatif belajar budaya Indonesia bagi mahasiswa internasional.

“Kami mencoba mendapatkan lebih banyak partisipan program Summer Course Untidar dari berbagai negara karena kami tau kami memiliki potensi budaya yang luar biasa seperti warisan budaya yaitu Borobudur. Di masa depan kami yakin akan semakin banyak partisipan dari berbagai negara sehingga program ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi seluruh mahasiswa di seluruh dunia untuk belajar budaya Indonesia,” ungkapnya.

Dalam sesi wawancara, salah satu peserta Summer Course 2024, Yaroslav Romanovich dari Tula University menyampaikan kesan saat mengikuti program ini.

“Destinasi di Indonesia sangat menarik, ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Aku juga sangat ingin mengetahui tentang budaya orang lokal dan makanannya. Aku sangat menyukai tempat ini dan mungkin aku akan mengunjungi tempat ini lain waktu,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan farewel party pada Jumat 26 Juli di Hotel Puri Asih Magelang

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Tim Ppk Ormawa Himatika Untidar Bersama Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Magelang Lakukan Penyuluhan Toga di Desa Sukosari

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tanaman obat keluarga (toga) dengan tema “Menuju Kampung Konservasi Toga Sukosari”, Jumat (12/07) di Balai Desa Sukosari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang.

Tim PPK Ormawa Himatika bekerja sama dengan Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ir. Budi Setiyo, MM. dan Cahya Edy Pramana, S. HUT. untuk memberikan informasi dan pemahaman jenis-jenis tumbuhan obat yang mudah ditanam, cara budidaya, serta cara penggunaan kepada masyarakat desa Sukosari.

Ir. Budi Setiyo, MM. mengungkapkan kegiatan ini dapat sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam rangka kerjasama dengan PPK ORMAWA terkait konservasi toga, kami mengadakan penyuluhan budidaya tanaman obat keluarga. Kami sangat tertarik dan mendukung kegiatan ini. Semoga nantinya dapat berlanjut dan memungkinkan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkup keluarga maupun desa. Tanaman obat keluarga dapat dimanfaatkan untuk obat herbal, ini yang sangat menarik kami untuk mengajarkan kepada masyarakat Desa Sukosari. Semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sukosari” tuturnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam bentuk talkshow. Masyarakat Desa Sukosari yang tergabung dalam Kelompok Konservasi Toga nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa dari masyarakat yang datang juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan menarik terkait budidaya tanaman obat.

“Alhamdulillah hari ini sudah dapat ilmu dari teman-teman PPK dan juga dari narasumber Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Semoga ilmunya ini bermanfaat, kita bisa mempraktikkan untuk tanaman toganya dan nanti juga kita bisa mengambil untungnya dari bertanam toga. Terimakasih dan sukses selalu teman-teman PPK” ujar Pak Khoir selaku Ketua Kelompok Tani ‘Al-Huda’.

Penulis : Tim PPK Ormawa Himatika

Editor : Kerin