Untidar Terima Penghargaan IKU 6 Kemendikbudristek

Universitas Tidar mendapatkan penghargaan insentif capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penghargaan ini diberikan atas kinerja Untidar pada tahun 2023.

Penghargaan diterima oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM. mewakili Rektor Untidar di Jakarta pekan lalu. Kemendikbudristek menetapkan 8 Indikator Kinerja Utama yang harus dipenuhi oleh Perguruan Tinggi Negeri. Penghargaan insentif sebesar Rp. 500.000.000,- diterima oleh Untidar untuk IKU 6, yaitu jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra. IKU merupakan alat untuk menilai kinerja perguruan tinggi selama satu tahun anggaran.

Secara keseluruhan, Untidar berhasil menempati peringkat ketiga di liga Perguruan Tinggi Negeri satuan kerja (satker) dari 18 (delapan belas) PTN satker lainnya di seluruh Indonesia. Menurut anggota tim perencanaan dan pengembangan Untidar Dr. Arif Rahman Saleh yang mendampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama dalam acara tersebut, hal ini merupakan lompatan setelah tahun sebelumnya Untidar menempati peringkat 14. Prestasi ini dapat dicapai berkat kinerja seluruh civitas akademika dan pengorganisasian tugas yang lebih efektif. Untuk capaian tersebut Untidar mendapatkan total insentif sebesar 3.540.000.000 rupiah. Insentif ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

Rektor Untidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengucapkan selamat dan apresisasi kepada pihak-pihak yang berperan dalam peningkatan prestasi ini, dan berharap agar dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan untuk tahun-tahun mendatang.

Secara khusus, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama berpesan kepada semua korprodi dan gugus kerjasama agar dapat meningkatkan kualitas kerjasama yang sudah terjalin agar dapat mendukung proses belajar mengajar sehingga akan mendapatkan luaran pembelajaran yang lebih baik.

Tim Kerjasama Untidar

UM Purworejo dan Untidar Kolaborasi KKN PMM Gelar Sosialisasi Anti Stunting

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Penanganan kasus stunting perlu melibatkan seluruh pihak secara holistik.

Seiring dengan kebijakan tersebut, Bidang Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek, melalui skema KKN Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diketuai oleh Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si., dan Lukman Fadhiliya, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) sebagai anggota tim, mengajak kolaborasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar (Untidar) yang sekaligus sebagai Dewan Pengarah, Prof. Dr. Parmin, M.Pd., dalam menginisiasi program terkait penanganan stunting di Desa Karangsari Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (24/07).

Program KKN PMM ini melibatkan 22 mahasiswa dari berbagai prodi yakni prodi Peternakan, Gizi, Pendidikan Eknomi, dan Manajemen  dari kedua Universitas tersebut. KKN PMM terkait penanganan stunting dilakukan sebagai upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Purworejo yang juga mendukung target nasional penurunan sebanyak 14% pada tahun 2024. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, pada tahun 2023 angka stunting di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan 0,7% dari tahun sebelumnya yakni menjadi 20,6%.

Kegiatan KKN PMM ini  juga melibatkan beberapa Dinas di Kabupaten Purworejo, yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanian (DLHP), Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb), dan Puskesmas Kecamatan Bener.

Prof Dr. Parmin, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa program KKN PMM adalah wujud kepedulian akademisi, baik dosen maupun mahasiswa terhadap permasalahan yang ada di desa. “Tentu dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa Karangsari.  Namun tetap harus bersinergi dengan pihak terkait, seperti dinas di Pemda setempat.” Imbuhnya.  

Dalam kesempatan itu secara simbolis diberikan alat-alat dan bahan transfer teknologi yang mendukung program penanganan stunting dan alat untuk inisiasi usaha kepada ketua kader posyandu dan UMKM. Selain itu kepada mitra kelompok ikan dan kelompok tani ternak diberikan bantuan berupa mesin pendukung produktivitas perikanan dan ternak guna mendukung ketersediaan sumber protein hewani.

Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si menuturkan bahwa program ini wujud komitmen kampus dalam penurunan stunting melalui hilirisasi riset inovasi pangan fungsional berbasis bahan lokal, dalam mendukung kemandirian pangan dan ekonomi. “Secara bertahap, Kader posyandu juga akan dibuatkan Posyandu berbasis web untuk mempermudah input data-data anggota posyandu. Termasuk akan dibangun percontohan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan sumber sayur-mayur dan buah secara mandiri.” Pungkasnya.

Editor : Humas Untidar

Mahasiswa Untidar Ciptakan Inovasi Pembelajaran Menyenangkan dalam Ajang PKM-PM 2024

Lima mahasiswa Universitas Tidar mengembangkan model pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bertajuk Science Adventure dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2024.

Tim PKM-PM Science Adventure mengusung tema “Science Adventure: Penguatan Literasi Sains untuk Mengatasi Miskonsepsi Sains Siswa MTS Yakti Tegalrejo dengan Pendekatan Game Based Learning”. Kegiatan ini berlangsung antara bulan Mei hingga Juli tahun 2024. 

Science Adventure terdiri dari empat tahapan, yaitu tahapan diawali dengan Let’s Learning Together yang berisi pengenalan konsep awal dan pemberian motivasi belajar. Tahapan kedua yaitu Looking for Traces yang berisi tiga misi utama diantaranya Find and Work On, Draw What You Think, dan Fun Experiment. Tahapan ketiga yaitu Sharing With Us yang berisi tahap refleksi antara guru dan siswa. Serta terakhir yaitu End Exploration yang mengajak para siswa untuk melaksanakan perlombaan dalam Olimpiade Gebyar Sains.

Kepala MTs Yakti Tegalrejo, Wahyu Mubarok, S.Pd., menyatakan bahwa Science Adventure merupakan salah satu metode pembelajaran yang cukup efektif, menyenangkan, dan variatif. 

“Science Adventure sangat membantu siswa belajar terutama dengan adanya misi yang harus dikerjakan anak dan anak dikompetisikan pada olimpiade dapat meningkatkan pemahaman konsep dan merupakan implementasi pembelajaran yang sangat baik,” jelasnya.

Ketua PKM-PM Science Adventure, Nidham Khaerizakia menyampaikan Science Adventure sebagai upaya untuk menjadikan pembelajaran IPA terasa lebih menarik dan menyenangkan.

“Science Adventure mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, pemahaman konsep mendalam juga membantu meningkatkan keterampilan literasi sains dan mereduksi tingkat miskonsepsi siswa dalam pembelajaran,” ungkapnya. 

Dosen Pembimbing PKM-PM Science Adventure, Novitasari, M.Pd. berharap bahwa model pembelajaran ini mampu menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan di berbagai sekolah sehingga mampu meningkatkan literasi sains siswa dan mereduksi miskonsepsi tentang sains pada pembelajaran IPA di sekolah menengah.

Tim PKM-PM yang terdiri dari Nidham Khaerizakia (Pendidikan IPA 2021), Risma Nanda Handayani (Pendidikan IPA 2021), Ij’al Li Lisana Shidqi (Pendidikan Biologi 2021), Khoffifatul Munawarroh (Pendidikan Bahasa Indonesia 2021), dan Masngadun Nashih (Teknik Mesin 2021).

Penulis : Tim PKM-PM

Editor : Kerin

PPK Ormawa UKMK UNTIDAR Kobarkan Semangat Seni Karawitan di Desa Nampirejo

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani (UKMK) Universitas Tidar menyelenggarakan pembinaan kebudayaan kelompok kesenian karawitan, Rabu (24/7) di Dusun Thitang, Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan dan menggerakan kembali kesenian karawitan yang ada di Desa Nampirejo sebagai upaya menjaga kelestarian warisan budaya. Diketahui bahwa kesenian karawitan di Desa Nampirejo telah lama redup. 

Pembinaan kebudayaan kelompok kesenian karawitan melibatkan masyarakat Desa Nampirejo yang terdiri dari pemuda dan kelompok-kelompok kesenian Karawitan. Target pelatihan yaitu pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Ketua PPK Ormawa UKMK, Samuel Yoga Muliawan Wardoyo menyampaikan rencana keluaran program ini.

 

“Harapannya, program ini nanti memiliki kelompok yang dapat mengelola pemberdayaan dan pembinaan karawitan, serta memiliki media sosial yang dapat meningkatkan branding dari budaya karawitan Desa Nampirejo,” jelasnya.

Salah satu penggerak kelompok kesenian karawitan Desa Nampirejo, Mas Yoko berharap kesenian karawitan di desanya dapat terus berjalan dan berkembang. Ia juga menambahkan dengan adanya PPK Ormawa UKMK ini, anak muda di Desa Nampirejo kini memiliki kemauan untuk melestarikan kesenian karawitan. 

“Latihan yang sudah dimulai lagi saat ini diharapkan akan terus berlanjut dan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga kelompok kesenian karawitan dapat dikenal oleh masyarakat luar”, tutur Mas Yoko.

Kegiatan dilanjutkan dengan latihan karawitan bersama masyarakat. Masyarakat nampak antusias dalam sesi latihan tersebut mengingat sudah lama tidak berlatih. Perangkat desa turut mendukung program dengan memfasilitasi alat musik karawitan.

Penulis: Samuel

Editor: Kerin

Benchmarking USN Kolaka ke Untidar

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. beserta jajarannya menerima kunjungan benchmarking Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara, di Ruang Rapat Rektorat, Selasa (23/07).

Dalam sambutannya, Rektor Untidar menyambut hangat kunjungan USN ini dan berharap kunjungan ini bukan menjadi pertama dan terakhir namun merupakan jembatan awal silaturahmi antar keduanya.

“USN dan Untidar merupakan ‘saudara’ dimana dua kampus ini bersama mendapatkan status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada 1 April 2014 silam. Sekarang USN sedang berencana menuju PTN Badan Layanan Umum (BLU), semoga sedikit pengalaman yang kami tempuh kemarin bisa membantu,” ujarnya.

Selain ini, Rektor juga berpesan jika sekiranya ada hal lain yang bisa dibahas bersama selain BLU, Untidar siap memfasilitasinya.

Rektor USN, Dr. H. Nur Ihsan, HL., M.Hum berterima kasih atas sambutan baik dari pihak Untidar khususnya kaitannya dengan sharing informasi terait dokumen pengusulan perubahan USN dari Satker menjadi BLU.

“Bersama Tim BLU USN, kami ingin belajar langsung baik dari tahapan-tahapan pengajuan sampai pada dokumen apa saja yang perlu kami persiapkan. Jika bisa bertatap muka secara langsung kami harap informasi yang diterima juga langsung bisa diterapkan agar USN bisa menyusul menjadi BLU,” kata Rektor USN.

Rencana benchmarking USN ke Untidar direncanakan berlangsung selama 4 hari yaitu 22-25 Juli 2024, dikarenakan adanya perubahan jadwal penerbangan penyambutan atau kunjungan hari pertama mundur 1 hari menjadi 23 Juli 2024.

Ketua Tim Pengusul BLU Untidar yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menuturkan bahwa dalam pengusulan BLU penting memperhatikan timeline penyusunan dokumen.

“Timeline yang telah disusun harus dipatuhi benar, sekali meleset dari batas yang sudah ditetapkan. Bisa jadi tim BLU harus menyusun dokumen dari awal kembali. Jadi perlu kerjasama tim dan juga full support dari seluruh unit-unit yang ada di Untidar,” terangnya.

Selain itu, komunikasi dan diskusi dengan pihak kementerian juga diperlukan.

“Jangan menunggu beliau-beliau ke USN Kolaka, tapi kita juga harus pro aktif. Mari kita manfaatkan waktu di Magelang untuk belajar bersama,” tambahnya.

Pada hari pertama kunjungan ini, Rektor USN dan rombongan berkesempatan untuk mengunjungi beberapa fasilitas perkuliahan seperti laboratorium praktikum baik di Kampus Tuguran dan Kampus Sidotopo, Untidar.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Kemendikbudristek Pastikan Keamanan Data Pendidikan Indonesia & Komitmen Wujudkan PPDB Berkualitas

Jakarta, 10 Juli 2024 – Komisi X DPR RI menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Eselon Satu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta, Selasa (9/7). Dalam RDP tersebut, terdapat dua agenda utama, yaitu pembahasan mengenai mitigasi pengelolaan data pendidikan atas insiden pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2) dan penanganan isu pelanggaran pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
 
“Pada tanggal 28 Juni 2024 lalu, Kemendikbudristek telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memastikan keamanan atas data tersebut. Data cadangan 853.390 Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) masih tersedia, namun data lampirannya saja yang tidak tersedia,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, di Jakarta, Selasa (9/7).
 
Menikdaklanjuti hal tersebut, Suharti menambahkan bahwa Kemendikbudristek juga telah mengirimkan surat kepada para pimpinan Perguruan Tinggi, LLDIKTI Wilayah I s.d. XVII, hingga mahasiswa penerima dan pendaftar KIP Kuliah untuk segera melakukan pembaharuan atas data tersebut.
 
“Kami telah memastikan bahwa hak mahasiswa penerima KIP Kuliah on going dan pendaftar KIP Kuliah baru telah terbayarkan. Selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mamastikan sistem KIP Kuliah akan pulih pada 29 Juli 2024,” tutur Suharti.
 
Suharti menyebut, perhari ini tidak lanjut dari insiden PDNS2 sudah ada 14 dari 49 layanan milik Kemendikbudristek telah pulih. “Selisih dari jumlah sistem layanan tersebut, kami terus melakukan proses tahap pemulihan dengan dengan mengalihkan penggunaan Pusat Data Nasional (PDN) Surabaya ke PDN Serpong. Semoga dengan pengalihan penggunaan data tersebut semua sistem layanan Kemendikbudristek akan berangsur pulih,” pungkas Suharti.
 
Terkait Pelaksanaan PPDB
 
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Sesditjen PAUD Dikdasmen), Praptono, memaparkan bahwa Kemendikbudristek telah mengambil empat kebijakan untuk mewujudkan PPDB yang objektif, transparan, dan akuntabel.
 
“Pertama, mengurangi diskriminasi dan ketidakadilan terhadap akses dan layanan pendidikan. Kedua, menemukan lebih dini anak putus sekolah agar kembali bersekolah. Ketiga, mengoptimalkan peran orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dan terakhir, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam melakukan perencanaan dan intervensi pemerataan akses serta kualitas pendidikan,” ungkapnya.
 
Selanjutnya, Praptono menegaskan bahwa perencanaan penguatan PPDB merupakan kunci utama pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2024/2025. Terkait dengan hal tersebut, Kemendikbudristek telah mengeluarkan Keputusan Sesjen (Kepsesjen) Nomor 47 tahun 2023 tentang pedoman pelaksanaan PPDB.
 
“Selain itu, kami juga melakukan pendampingan advokasi untuk penyelarasan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB. Dalam segi pengawasan pelaksanaan, Kemendikbudristek menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan menggelar Forum Pengawasan Pelaksaan PPDB di bulan lalu bersama Dinas Pendidikan, Inspektorat Daerah, Ombudsman perwakilan Provinsi, dan Balai Besar/Balai Mutu Penjamin Pendidikan (BBPMP/BPMP),” ucap Praptono.
 
Menutup sesi akhir RDP, Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, memaparkan beberapa usulan dalam penangangan isu pelanggaran PPDB. “Pertama adalah membangun dan menambah sekolah baru di daerah dan memberdayakan sekolah swasta. Kedua hal tersebut dapat direalisasikan dengan menyisihkan sebagian dari dana transfer daerah. Dan jika terjadi pengulangan secara terus menerus pada pelaksanaan PPDB, dapat dipertimbangkan untuk mengubah sistem jalur seleksi PPDB tersebut,” imbuhnya.
 
Terkait dengan mitigasi data pendidikan di PDNS2, Dede menilai bahwa Kemendikbudristek harus berkomitmen untuk terus melakukan backup data pendidikan secara mandiri dan selanjutnya dipublikasikan kepada masyarakat melalui siaran pers. “Publikasi akan pembackup data tersebut akan meminimalisir kekhawatiran masyarakat akan datanya dan menjawab upaya Kemendikbudristek dalam upaya pemulihan sistem data pendidikan,” tutup Dede. (Destian/Editor: Denty)

Untidar Gelar Pengukuhan 88 Lulusan PPG Dalam Jabatan

Universitas Tidar kukuhkan 88 Guru Profesional lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kategori 1 Angkatan 3 Tahun 2023 pada Selasa (16/7) di GKU H. R. Suparsono Universitas Tidar.

Peserta PPG keseluruhan sejumlah 90 mahasiswa yang terdiri dari 30 mahasiswa Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam, 30 mahasiswa Bidang Studi Bahasa Indonesia, dan 30 mahasiswa Bidang Studi Bahasa Inggris. Sesuai data, 2 orang dinyatakan tidak lulus dan 1 orang meninggal dunia.

Total yang diwisuda sebanyak 88 mahasiswa dimana 52 mahasiswa mengikuti pengukuhan secara luring dan 35 mahasiswa mengikuti secara daring.

Mewakili Rektor Untidar yang berhalangan hadir, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori 1 Angkatan 3 Tahun 2023.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menimba ilmu di Untidar. Amanah telah kami tunaikan. Kami harap ilmu yang didapat dapat digunakan untuk berkarya lebih baik lagi. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberkahi amaliah kita semua, Aamiin,” tuturnya.

Dalam sambutannya beliau juga mengapresiasi 3 wisudawan terbaik yaitu:

  1. Lulusan terbaik Bidang Studi IPA, Sri wahyuni SMP NEGERI 192 JAKARTA
  2. Lulusan terbaik Bidang Studi Bahasa Indonesia, Septi Indariyani SMP NEGERI 3 PURWOREJO KLAMPOK
  3. Lulusan terbaik Bidang Studi Bahasa Inggris, Eni Yuniasih SD NEGERI 01 TANJUNGSARI

Sebelumnya, seluruh peserta telah memulai perkuliahan pada tanggal 10 november 2023 dan dinyatakan lulus pada tanggal 17 mei 2024. PPG Dalam Jabatan tahun 2023 merupakan angkatan ke 3.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Ahmad Muhlisin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan rencana FKIP untuk membuka PPG Prajabatan.

“PPG Prajabatan Ini masih dalam rencana kami. Harapannya tahun ini dapat terlaksana. Namun, kami hanya penyelenggara, untuk PPG Prajabatan proses seleksinya itu ada di Kemdikbud dan kami mendapatkan mahasiswa dari Kemdikbud,” jelasnya.

Sri Puji Lestari, S.Pd., Gr. selaku perwakilan lulusan PPG memberikan kesan selama menimba ilmu di Untidar.

“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh civitas akademika Universitas Tidar yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada kami. Pada kesempatan yang luar biasa ini, saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Untidar yang telah mengupayakan yang terbaik bagi kami selama PPG. Harapan kami, bapak ibu semua memperoleh rahmat dari Tuhan YME,” ungkapnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.,Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Ketua Senat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sekaligus Purna Rektor Untidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Ahmad Muhlisin, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Rolisda Yosintha, S.Pd., M.Pd.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Tim PPK Ormawa UKM Pelita Untidar, Sulap Limbah Pinus Jadi “Cuan” Lewat Sekolah Hutan

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PELITA Universitas Tidar, melaksanakan kegiatan optimalisasi potensi hasil hutan pinus menjadi produk yang bernilai jual dengan pendekatan green economy melalui sekolah hutan.

Tim PPK Ormawa UKM PELITA melaksanakan kegiatan ini menggandeng peserta dari Kelompok Wanita Tani dan remaja desa dibentuk dalam kelompok Sekolah Hutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen pendamping, tim volunteer dan tim monev. Kegiatannya ini diselenggarakaan di Madrasah Dusun Grenjeng, Desa Gandusari, Kabupaten Magelangpada awal Juli 2024.

Kegiatan optimalisasi potensi hutan pinus merupakan salah satu program kerja dari tim PPKO UKM Pelita Universitas Tidar yang berjudul “Revitalisasi Hutan Pinus di Desa Gandusari Melalui Ecoeduforestry Berbasis Ekonomi Hijau untuk Mewujudkan Desa Hutan Mandiri yang Berkelanjutan” dengan Tri Puji Rahayu, S.Pt.,M.P sebagai dosen pendamping.

Ditemui Rabu (17/07), Verjunnea Ali Choiriyan, Ketua PPK Ormawa UKM Pelita, kegiatan ini dimulai dengan memberikan pretest dan dilanjutkan pemaparan materi terkait potensi pemanfaatan hasil hutan pinus secara optimal dengan pendekatan green economy kepada  kelompok wanita tani dan remaja desa Gandusari oleh divisi sekolah hutan.

Kemudian, acara dilanjutkan oleh divisi Pengembangan UMKM dan Industri, dengan mendemonstrasikan pembuatan kerajinan berupa hiasan dinding dan bouquete berbahan dasar limbah bunga pinus.

“Kami mulai mengumpulkan buah pinus yang sudah berjatuhan/berserakan di tanah dengan ukuran sedang ke besar. Kemudian dipilah dan dijemur supaya mekar, dan dipernis agar awet,” jelasnya.

Produk hasil kegiatan ini diperuntukan untuk meningkatkan keterampilan KWT Permai Tani dan remaja Gandusari dimana seluruh produk akan dijual di Expo Kecamatan yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sasaran.

“Produk kerajinan limbah pinus ini bias dijual dengan kisaran harga 25-50ribu tergantung ukuran dan model,” tambahnya.

Peserta didampingi oleh tim PPKO UKM PELITA dan tim volunteer melakukan praktik pembuatan kerajinan. Diakhir demonstrasi, ada postest dengan materi yang sama bertujuan untuk mengukur sejauh mana daya tangkap pengetahuan masyarakat.

“Sekolah hutan memberikan pretest terkait ekonomi hijau untuk mengukur pengetahuan masyarakat, kemudian memaparkan materi ekonomi hijau sesuai dengan tujuan PPKO UKM Pelita 2024 tentang meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan potensi hasil hutan pinus. Berdasarkan informasi yang diperoleh, banyak sekali bunga pinus yang berserakan di Bukit Sleker yang tidak dimanfaatkan, sehingga hal ini termasuk dalam kategori limbah. Oleh karena itu, tim PPKO UKM Pelita 2024 memberikan sebuah ingka pelatihan ingkat dan hiasan dinding bunga pinus. Hasil pelatihan tersebut akan dipasarkan melalui berbagai media sosial dan expo kecamatan pada tanggal 12 Agustus 2024,’’ ungkap Defian selaku divisi pengembangan UMKM dan Industri.

Kerjasama dengan KWT Permai Tani Desa Gandusari sangat membantu tim PPKO UKM Pelita dalam memetakan kebutuhan masyarakat terutama pengurus KWT.

Aliyah selaku ketua KWT Permai Tani menyatakan bahwa ilmu yang diajarkan oleh tim PPKO UKM Pelita sangat bermanfaat serta berdampak poitif untuk meningkatlan perekonomian masyrakat.

“Kami berharap ada keberlanjutan pendampingan terkait pemasaran baik sosial media maupun expo supaya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Tim PPKO UKM Pelita berharap bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengurus KWT, tetapi juga dapat diimplementasikan kepada masyarakat luas selain yang tergabung dalam kelompok sekolah hutan. Dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak diharapkan adanya penigkatan ekonomi dapat terwujud, memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk meraih tingkat perekonomian yang berkualitas.

Ketua PPKO Verjunnea Ali Choiriyan dengan Anggota yaitu Defian Adhitya Dewangga, Erika Kurniasari, Isnaini Nurbaitti, Mirna Fatmawati, Selvi Anggraini Ujung, Astri Andin Pramesti, Desi Permatasari, Fadillah Rizky Rahmawan, Himatus Saniyah, Lutfiah Trisna Rinanti, Muhammad Reza Firdaus, Novia Ramadhanti, Shofinada Larasati, Zanuba Azizah Rahmawati.

Penulis : (FRR/VA)

Editor : Humas Untidar

PPK ORMAWA HMJM Untidar Gandeng Desa Daleman Kidul Wujudkan Rumah Sampah Digital

Tahun 2024 ini Universitas Tidar (Untidar) berhasil meloloskan 17 proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dihelat oleh Belmawa Kemendikbud Ristek dari 600-an proposal yang diajukan oleh Perguruan Tinggi se-Indonesia. Capaian ini menempatkan Untidar pada posisi 3 besar di tingkat nasional.

17 Proposal ini masing-masing didanai antara 30 hingga 40 juta untuk diaplikasikan di 17 desa. 1 Desa di Temanggung, 1 di kota Magelang, dan 15 di Kabupaten Magelang. Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Untidar sebagai salah satu Ormawa yang proposalnya lolos, memilih Desa Daleman Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang sebagai lokasi pengabdiannya. Mereka mengambil tema Rumah Sampah Digital. Rencananya, mereka akan menjalankan program dari Juli hingga Oktober 2024 ini.

Acara pembukaan PPK Ormawa HMJM tersebut dilakukan di Ruang Serba Guna Kantor Kepala Desa Daleman Kidul, Senin (15/07). Hadir dalam acara tersebut, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Untidar, Giri Atmoko, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pakis, Zaenal Fuad, Kepala Desa Daleman Kidul, Sunaryo, Bappeda Kabupaten Magelang, BRIN, DLH Kabupaten Magelang, Diskominfo Kabupaten Magelang, perwakilan masyarakat Daleman Kidul, mahasiswa pelaksana program, dan para sdosen pembimbing dari Fakultas Ekonomi Untidar

Dalam sambutannya, Giri Atmoko menyebutkan tahun 2023 dengan 12 proposal yang lolos, Untidar berhasil tembus 5 proposal di skema Abdidaya tingkat nasional.

“Dengan 17 proposal tahun ini diharapkan yang tembus bisa lebih banyak, sehingga akan semakin besar manfaat Untidar bagi masyarakat sekitarnya,” Imbuhnya. Untuk itu, lanjutnya, ia berharap tim di daleman Kidul ini benar-benar serius dalam menjawab permasalahan sampah yang ada.

Sementara itu, Zaenal Fuad mewakili Camat Pakis menyampaikan terimakasihnya kepada Untidar yang telah memilih Desa Daleman Kidul sebagai lokasi pengabdiannya. Ia menambahkan, sampah memang menjadi masalah serius di Kabupaten Magelang.

“Jika berhasil memecahkan sampah di sini, kami akan mereplikasi di desa lainnya,” tuturnya.

Kepala Desa Daleman Kidul, Sunaryo, menyebutkan permasalahan sampah pertanian di desanya masih belum menemukan solusi yang tepat. Sampah tersebut masih sering tampak di pinggir-pinggir jalan dibiarkan begitu saja.

“Kami memohon kepada Untidar untuk bisa menjadi Desa Binaan agar ada keberlanjutan program yang  baik ini” pintanya.

Dalam acara pembukaan ini, PPK Ormawa HMJM Untidar memberikan kesempatan kepada tamu undangan untuk menyampaikan masukan dan pendapatnya untuk menampung aspirasi dan menambah literasi mahasiswa dalam pelaksanaannya kelak. Bappeda Kabupaten Magelang menyampaikan program PPK Ormawa ini diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemkab dalam mewujudkan Magelang Go-Organik. Akan semakin baik jika di akhir program, pengelolaan antar dusun dilombakan untuk memicu semangat masyarakat. Sementara utusan BRIN menyebutkan agar dalam prosesnya ada tahap evaluasi, agar diperoleh jawaban, program ini benar-benar dapat mengatasi problem atau tidak.

Ketua Tim PPK Ormawa HMJM Yeni Reiza Fitriana didampingi dosen pembimbing Budi Hartono menyebut akan mengajak secara massif masyarakat daleman Kidul, utamanya ibu-ibu PKK sebagai garda terdepan program ini, untuk bersinergi.

“Sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan semangat dalam pemberdayaan masyarakat di sini kami gaungkan tagline Nawasena Kemala yang artinya Berdampak dan Menyala,” pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Untidar dan Kominfo Gelar Kembali Pelatihan dan Sertifikasi Operator Komputer Madya, Junior Network Administrator dan Junior Web Developer

Universitas Tidar bersama Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika  (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta menyelenggarakan pembukaan pelatihan dan sertifikasi operator komputer madya, junior network administrator, dan junior web developer yang bertajuk Vocational School Graduate Academy School Digital Talent Scholarship (VSGA-DTS) Senin (15/7) di GKU dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar.

Kegiatan Project Based Learning (PBL) ini diikuti oleh 183 mahasiswa Untidar, Universitas Muhammadiyah Magelang, dan STMIK Bina Patria dari berbagai jurusan. Dengan fasilitas yang disediakan oleh BPSDMP Kominfo Yogyakarta dan Untidar, peserta tidak ditarik biaya dalam mengikuti kegiatan ini.

Pelatihan dimulai 15 Juli 2024 hingga 19 Juli 2024. Tiga hari pertama, para peserta akan mempelajari teori, kemudian di dua hari terakhir akan melakukan ujian kompetensi.

Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto menyampaikan tujuan pelatihan dan sertifikasi ini untuk meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi dan komunikasi mahasiswa Universitas Tidar.

“BPSDMP Kominfo merupakan salah satu unit kerja yang selama 5 tahun terakhir fokus pada pengembangan Kominfo. Kami memfasilitasi mahasiswa, pekerja muda, dan masyarakat umum untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi Informasi Teknologi. Hal ini menjadi penting karena daya saing IT semakin tinggi. Pengembangan IT menjadi fokus utama kami, oleh karena itu kami menggandeng universitas di wilayah kerja kami, salah satunya Untidar,” jelasnya.

Dr. Anton Susanto menambahkan  bahwa sinergi antara Kementerian Kominfo dan Untidar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhan talenta digital di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. berpesan agar mahasiswa Untidar mengikuti pelatihan dengan baik.

“Usia masih muda saatnya mengumpulkan banyak pengetahuan, keterampilan, dan kenalan. Apapun pengetahuan yang ditawarkan mari ikuti. Pelatihan keterampilan juga sama. Saya berpesan, kalian harus memiliki etika yang baik karena itu akan menjadi modal awal untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Selanjutnya, kembangkan kreativitas, dengan kreativitas, kemampuan kalian menjadi lebih bernilai,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. berterima kasih kepada Kominfo yang selalu mendukung upaya Untidar untuk membentuk lulusan Untidar yang semakin baik pengetahuan, kemampuan, dan relasinya.

Untidar yang merupakan mitra Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng Perguruan Tinggi lainnya di wilayah eks Karisidenan Kedu. Upaya ini sebagai bentuk komitmen untuk bersama-sama membangun Kedu Raya seperti yang tertuang pada dokumen Kerjasama antara Untidar dengan Perguruan Tinggi Swasta di wilayah eks karisidenan kedu yang ditanda tangani pada tahun 2023.

Penulis : Kerin dan Tim Kerjasama Untidar

Editor : Humas Untidar