Kunjungan Kedua Kali Universitas Bangka Belitung ke Untidar, Bahas Seleksi Mandiri, BLU dan Pertukaran Dosen serta Mahasiswa.

Universitas Tidar menerima kunjungan Universitas Bangka Belitung untuk kedua kalinya, Kamis (11/7).

Kali ini topik diskusi antara UBB dan Untidar diantaranya terkait proses Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri, proses penetapan Uang Kuliah Tunggal, Transformasi Badan Layanan Umum, Manajemen Kelembagaan, dan prosedur pertukaran mahasiswa dan dosen.

“Terima kasih tentu kami sangat berbahagia karena telah diterima dengan baik disini. Sekitar 2 tahun yang lalu, kami berkunjung ke Untidar dan belajar banyak hal. Kami melihat Untidar sangat impresif. Sehingga, mohon izin selama saya jadi rektor, setiap ada persoalan terkait dengan kampus, sebelum kami ambil kebijakan, minimal kami ambil referensi dari dua kampus terlebih dahulu, salah satunya dari Untidar,” ujar Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si., Rektor Universitas Bangka Belitung.

Bukan tanpa alasan, UBB memilih kunjungan kerja ke Untidar karena kampus ini dinilai berkembang pesat terutama di bidang kemahasiswaan dan akademik, contohnya PPK Ormawa Untidar tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si berharap kunjungan UBB dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi Untidar dan juga Magelang.

“Selamat datang kepada Prof. Ibrahim beserta seluruh stafnya dari UBB. Terima kasih atas kehadirannya di Kampus kami di Magelang. Mudah-mudahan ini pertanda ada hal menarik di kota kami. Kami berharap makin banyak tamu yang berkunjung ke Magelang akan membawa berkah. Semoga kita sama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi masing-masing universitas,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama,  Drs. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Among Wiwoho, S.E., M.M., dan Plt. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Di sisi Universitas Bangka Belitung, hadir Rektor Universitas Bangka Belitung, Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si., Plt. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Nanang Wahyudin, S.E., M.M., Sekretaris Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat, Eva Utami, S.Si., M.Si., beserta jajaranya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Mahasiswa Untidar Lakukan Sosialisasi Program Kerja PPK Ormawa di Desa Kaponan Kabupaten Magelang

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2024 (BEM FKIP) menyelenggarakan pembukaan sekaligus penerjunan kegiatan PPK Ormawa, Jumat (5/2024) di Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan dibuka dengan potong pita sebagai simbolis program PPK Ormawa di Desa Kaponan telah diresmikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Bapak Drs. Giri Atmoko, Kepala Desa Kaponan, Bapak Sumento, Staf Ahli Bupati Kabupaten Magelang, Bapak Azis Amin Mujahidin, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendamping Lapangan Tim PPK Ormawa BEM FKIP 2024, Ibu Kurnia Galih Permadani, M.Sc, Penyuluh Keluarga Berencana, Duta GenRe Kabupaten Magelang, perwakilan Forum GenRe, serta Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kaponan. 

Drs. Giri Atmoko menyampaikan kegiatan PPK Ormawa merupakan salah satu pioneer prestasi mahasiswa Untidar.

“Pada tahun ini, Untidar menduduki posisi 3 besar penerima hibah PPK Ormawa dan salah satunya dari BEM FKIP Untidar. Sangat senang rasanya bisa menghadiri pembukaan PPK ORMAWA BEM FKIP ini karena warganya sangat antusias. Semoga angin segar di awal ini bisa terus berlanjut sampai akhir dan harapannya semoga PPK BEM FKIP bisa melaju ke Abdidaya Ormawa di Bali pada November mendatang,”harapnya.

Dalam sambutanya, Bapak Azis Amin Mujahidin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi antusiasme warga Desa Kaponan pada kegiatan PPK Ormawa BEM FKIP Untidar 2024.

 “Alhamdulillah warga Desa Kaponan sangat antusias dalam awal perjalanan program ini. Semoga kegiatan PPK Ormawa BEM FKIP ini selain dapat meningkatkan kapasitas dari Ormawa juga dapat memberikan kebermanfaatan lebih untuk desa. Program ini pada akhirnya sesuai dengan misi mahasiswa yaitu sebagai agent of change,” tuturnya.

Dalam sesi Pemaparan program, Tim PPK Ormawa memperkenalkan program yang diusung yaitu Sekolah Perempuan dengan judul SEMPURNA: Sekolah Perempuan Berbasis Potensi Unggulan Lokal Desa Kaponan Sebagai Manifestasi Perempuan Berdikari, melalui program Spirituality of SEMPURNA, Health gether of SEMPURNA, Ideal Parenting of SEMPURNA, Eco creative of SEMPURNA, dan Enterclass WOMAN of  SEMPURNA di Desa Kaponan. Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani oleh Dinas Kesehatan, Unit Kegiatan Mahasiswa IQSAN Universitas Tidar, DPPKBP3A, dan Forum GenRe.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi bersama para tamu undangan yang sangat antusias dalam memberikan saran dan masukan untuk program yang akan dijalankan oleh tim PPK Ormawa BEM FKIP Untidar 2024.

Total Anggaran 610 Juta, 17 Tim PPK Ormawa Untidar Siap Dampingi Pemberdayaan Desa di Kota dan Kabupaten Magelang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 17 Desa Mitra Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Rabu (10/7) di Gedung Kuliah Umum dr.H.R Suparsono.

PKS ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antara Untidar dengan desa mitra untuk dalam pelaksanaan program pengabdian dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini akan dimulai Juli 2024 hingga bulan Oktober 2024.

“PPK Ormawa berbeda dengan KKN. Program ini fokus pada kegiatan pengabdian dan pemberdayaan desa. Tahun 2024 ini, ada 17 tim PPK Ormawa Untidar yang lolos dengan total pendanaan Rp 610.200.000,” ujar Prof Parmin pada sambutannya.

PPK Ormawa ini nantinya akan dilombakan dan dipilih tim terbaik untuk mendapatkan Anugerah Abdidaya. Ada salah satu kategori penilaian yaitu kategori kepala desa yang memberikan dukungan terbaik pada pelaksanaan program.

“Harapannya dari 17 Kepala Desa yang hadir saat ini, mudah-mudahan ada yang diundang Anugerah Abdidaya. Kami mohon dukungan penuh kepada kegiatan PPK Ormawa Untidar sampai program selesai akhir Oktober mendatang dan seterusnya program tetap bisa dijalankan oleh desa saat kegiatan telah berakhir,” jelasnya.

 

Hadir pula Muhzen Fanani selaku Kepala Desa Sumberarum, Tempuran, Kabupaten Magelang yang pada tahun 2023 mendapatkan kesempatan hadir dalam acara Anugerah Abdidaya 2023.

Dalam sambutanya, Fanani membagikan pengalamannya terlibat dalam pelaksanaan PPK Ormana di Desa Sumberarum.

Tahun 2023 lalu, Desa Sumberarum menjadi lokasi PPK Ormawa UKM Iqsan Untidar dengan program Desa Religi. Kebetulan di desa kami terdapat 5 pondok pesantren di 17 dusun. Pada waktu itu, di desa kami ingin mengadakan Festival Rebana tingkat desa. Banyak festival kesenian tradisional yang diselenggarakan namun seni religi hanya ada di masing-masing pondok pesantren belum sampai ke dusun-dusun.

“Akhirnya kami sepakat untuk membentuk grup hadroh di masing-masing dusun. Alhamdulillah berkat adanya Tim PPK Ormawa yang menjadi pendampingg, kini desa kami dapat membentuk grup hadroh dan sudah mendampingi banyak kyai. Semoga PPK Ormawa Untidar tahun ini lebih sukses dan dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar lagi,” harapnya.

PPK Ormawa adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Lokasi PPK Ormawa Untidar Tahun 2024 yaitu Desa Nampirejo, Temanggung, Kab. Temanggung; Desa Sukosari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Temanggal, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Pucungroto, Kec. Kajoran, Kab. Magelang; Desa Gandusari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Treko, Kec. Mungkid, Kab. Magelang; Desa Daleman Kidul, Kec. Pakis, Kab. Magelang; Desa Kaponan, Kec. Pakis, Kab. Magelang; Desa Ngemplak, Kec. Windusari, Kab. Magelang; Desa Payaman, Kec. Secang, Kab. Magelang; Desa Bawang, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Bandongan, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Wonoroto, Kec. Windusari, Kab. Magelang;Desa Mangli, Kec. Kaliangkrik, Kab. Magelang; Desa Sumberarum, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Pogalan, Kec. Pakis, Kab. Magelang; dan Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kec. Magelang Selatan, Kota Magelang.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

DAFTAR TIM PPK ORMAWA LOLOS PENDANAAN BELMAWA 2024

NO ORMAWA KETUA JUDUL DOSEN PENDAMPING
1 DPM KM Tera Rhebekka Optimalisasi Program Kampung Iklim Melalui Adaptasi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal di Kelurahan Rejowinangun Selatan Alifia Revan Prananda,
M.Eng.
2 HIMAPBIO Siska Aulia Putri Sanggar Tani Muda Sebagai Pusat Regenerasi Petani Pengembang Agribisnis Modern di Desa Mangli Dr. Setiyo Prajoko, M.Pd.
3 UKM KRISTIANI Samuel Yoga
Muliawan
Wardoyo
Branding Pasar Curug Thitang Sebagai Desa Wisata Nampirejo Melalui Pengembangan Fasilitas Serta Pemberdayaan Masyarakat Unggul Berbasis Kebudayaan Lokal Indira Swasti Gama
Bhakti, S.H., M.H.
4 HIMATIKA Siti Nurul
Hidayah
Konservasi Toga Unggulan Desa Sukosari dengan Math City Map untuk Mengembangkan Usaha Ekonomi Produktif Berbasis Olahan Tumbuhan Obat Megita Dwi Pamungkas,
M.Pd.
5 BEM FISIPOL Muhammad
Fuad
Yudhoyono
PENGEMBANGAN DESA WISATA ALAM UNGGULAN MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI DESA POGALAN Bonifasius Endo Gauh
Perdana, M.A.
6 UKM Bela Diri dan Olahraga Andriyanto PENGEMBANGAN OLAHRAGA UNGGULAN DESA TREKO DENGAN MENERAPKAN SPORT MANAGEMENT PRINCIPLES: STRATEGIC SPORT MANAGEMENT R. Faiz Listyanda, S.T.,
M.Eng.
7 KSPM FE Fransiska
Kurnia
Optimalisasi Pemasaran Hasil Bank Sampah Melalui Rumah Sampah Digital di Desa Bandongan Wildan Yudhanto, S.E.,
M.M.
8 UKM PELITA Verjunnea Ali
Choiriyan
REVITALISASI HUTAN PINUS DI DESA GANDUSARI MELALUI ECOEDUFORESTRY BERBASIS EKONOMI HIJAU UNTUK MEWUJUDKAN DESA HUTAN MANDIRI YANG BEKELANJUTAN Tri Puji Rahayu,
S.Pt.,M.P.
9 UBC RADIO Yukivy
Yasmien
Rindika
Loka Ancala: Pengembangan Literasi Bahasa dan Berhitung untuk Mewujudkan Desa Ngemplak Progresif Eny Ratnasari, S.I.Kom.,
M.I.Kom.
10 HMJM Yenny Reiza
Fitriana
Rumah Sampah Digital sebagai Sentral Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di Desa Daleman Kidul Guna Tercipta Nilai Tambah Ekonomis Budi Hartono, S.E.,
M.Sc.
11 HIMAKTA Auralia
Admyrals
Salsabilla Aidi
DESA SEHAT: PROGRAM PENGUATAN KADER BERBASIS KELEMBAGAAN GUNA MEMBERDAYAKAN KELUARGA AKSEPTOR UNTUK MENEKAN ANGKA STUNTING DI DESA WONOROTO Atika, S.E., M.Sc.
12 BEM FKIP Anindya
Khoirunnisa
SEMPURNA: SEKOLAH PEREMPUAN BERBASIS POTENSI UNGGULAN LOKAL DESA KAPONAN SEBAGAI MANIFESTASI PEREMPUAN BERDIKARI Karunia Galih
Permadani, S.Pd., M.Sc.
13 HIMAPBSI Fiki Mahya
Mafaza
Pengembangan Life Skills Perempuan melalui Seputik Sekar (Sekolah Perempuan Aktif, Kreatif, Semangat Berkarya) Berbasis Unggulan Desa Pucungroto Winasti Rahma Diani,
M.Hum.
14 HIMAPIPA Yumna
Mahdiyyah
Pertumbuhan Tanaman dan Perkembangan Ikan dengan Sistem Akuaponik Melalui Water Quality Smart Control Berbasis Internet of Things di Desa Temanggal Rina Rahayu, M.Pd.
15 DPM FKIP Lissanurus
Shofiya
Optimalisasi Pengembangan Produksi Makanan Unggulan Lokal Berbasis Technososiopreneur Untuk Pemberdayaan Umkm Di Desa Payaman Dr. Farikah, M.Pd.
16 UKM IQSAN Muchamad
Najih Jazuli
Ekselen Senireli: Optimalisasi Manajemen Sekolah Seni Religi untuk Meningkatkan Eksistensi Masyarakat Desa Sumberarum Menuju Desa Budaya Unggul Berbasis
Religi
Fuad Hilmy, S.T., M.T.
IPP.
17 HIMEPA Patricia Meita Vara Angelina Pembentukan Ekosistem Wirausaha melalui Hilirisasi Sumber Daya Perkebunan Unggulan Desa Bawang Dinar Melani Hutajulu,
S.Pd., M.Si.

Kibarkan Bendera Raksasa, Untidar Terjunkan 1.593 Mahasiswa KKN

Universitas Tidar menerjunkan 1.593 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode Juli 2024, Selasa (9/7) di Kompleks Kampus Sidotopo, Untidar.

Kegiatan ini dibuka dengan pengibaran bendera merah putih besar berukuran Panjang 12 meter dan lebar 9 meter. Tidak seperti pengibaran biasanya, bendera raksasa ini dikibarkan khusus oleh Tim UKM Mapala Sulfur Untidar dari lantai lima Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo, Untidar.

Plt. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si. menyampaikan sejumlah 152 kelompok mahasiswa peserta KKN akan disebar ke 68 desa di Kabupaten Magelang dan 17 kelurahan di Kota Magelang. Kegiatan KKN berlangsung mulai 9 Juli – 10 Agustus 2024.

“152 kelompok sudah melakukan persiapan, mulai dari perizinan, observasi, dan pembekalan KKN. Kita telah difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk melakukan pertemuan dengan Kepala Desa guna membahas program yang akan dijalankan. Tentu desa-desa yang menjadi wilayah KKN ini memiliki harapan besar karena KKN ini bersinergi untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Semoga ilmu dan pengalaman yang adek-adek dapatkan bisa digunakan dalam program KKN,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si mengapresiasi proses penerjunan KKN yang unik dengan mengibarkan bendera merah putih yang berukuran besar ini.

“Saya sangat mengapresiasi pengibaran bendera merah putih yang tidak seperti biasanya. Semoga menjadi inspirasi buat kita semua, agar kita terus berinovasi dan menjadi pengingat bagi teman-teman untuk selalu menjaga nama baik Untidar dan buktikan Untidar bersama-sama dapat membangun bangsa dan negara,” tuturnya.

Prof Gi juga menghimbau mahasiswa untuk mengimplementasi ilmu yang didapatkan saat kuliah ke masyarakat langsung dengan pedoman learning by doing yaitu ilmu dapat diperoleh melalui penerapan.

“Silahkan lakukan empat hal ini. Pertama, kuasai substansi ilmu pengetahuan tidak hanya dari bidangnya saja tapi korelasikan dengan ilmu bidang lain. Kedua, tingkatkan kemampuan komunikasi. Jangan menggurui masyarakat. Kalian mencari ilmu dan menerapkan ilmu, maka jangan sekali-kali menggurui masyarakat. Belajarlah komunikasi yang baik. Ketiga, implementasikan ilmu yang ada dan dikolaborasikan dengan ilmu lain. Terakhir, jangan lupa melakukan evaluasi secara berkelanjutan dari apa saja yang kita lakukan,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyematan atribut oleh Rektor kepada perwakilan mahasiswa peserta KKN sebagai simbol pelepasan program KKN reguler periode Juli 2024.

Lokasi KKN Untidar berada di Kota dan Kabupaten Magelang yang terdiri dari 3 kecamatan, 11 kelurahan, 17 kelompok di wilayah Kota Magelang dan 8 kecamatan, 69 desa, 146 kelompok di wilayah Kabupaten Magelang.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ir. Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP).

Ditempat terpisah, Ajeng Solikhawati, Rian Adnan Fauzi, Uswatun Khasanah dan Refinda Febriyani dari UKM Mapala Sulfur Untidar mengaku lega proses pengibaran bendera berjalan dengan lancar.

“Persiapan terbilang singkat bahkan kami menyempatkan menginap di Gedung Kuliah Terpadu agar tidak terlambat dan dapat mempersiapkan segela kebutuhan sebelum acara dimulai. Syukur semua berjalan dengan lancar,” ujar Uswatun Khasanah.

Penulis : Kerin
Editor : Humas Untidar

Tim PKM-PM Untidar dan Guru SLBN Kota Magelang Ciptakan Etnobook untuk Siswa Tunagrahita

Lima mahasiswa Universitas Tidar, Femi Nur Maulida (S1 Pendidikan Matematika), Ningrum Aslikhatul Khirom (S1 Pendidikan Matematika), Muhamad Maulana Yusup (Teknik Mesin), Nadia Alfiana Rosyada Al Hasani (Pendidikan Matematika), Lillian Dhian Nafiatul Azhar (Pendidikan Matematika) bersama Stiti Lintang Amartani, S.Pd., guru SLB Negeri Kota Magelang, membuat buku interaktif untuk siswa Tunagrahita.

“Buku etnobook dirancang sebagai upaya pemenuhan hak pendidikan yang setara bagi siswa disabilitas. Berdasarkan data yang diperoleh dari SLBN Kota Magelang, siswa tunagrahita memiliki kesulitan dalam memahami numerasi dan adanya keterbatasan guru dalam pembelajaran kelas yang efektif,” ungkap Femi Nur Maulida, Ketua PKM-PM Etnobook.

Etnobook dirancang memiliki 4 konsep rancangan yang berbeda, diantaranya konsep aritmatika sosial, geometri, pengukuran, dan bilangan. Selain itu, pada buku tersebut diselingi kebudayaan-kebudayaan daerah, seperti alat musik, pakaian adat, hingga makanan khas daerah.

Stiti Lintang Amartani, S.Pd, menyatakan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa Untidar ini memberikan dampak positif bagi siswa tunagrahita di sekolahnya.

“Kami berharap Etnobook ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi guru dan siswa serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika bagi siswa tunagrahita,” tuturnya.

Lintang menambahkan selama ini siswa hanya belajar dengan media seadanya saja dengan benda-benda disekitar, kehadiran Etnoobook ini sangat membantu siswa belajar. Setiap materi yang disusun dikonsultasikan secara intensif agar sesuai dengan kebutuhan siswa.

Penyusunan Etnobook dimulai 10 Mei hingga post test 14 Juni 2024. Saat ini Etnobook sudah mulai digunakan untuk siswa tunagrahita kelas 7 di SLB Negeri Kota Magelang.

Etnobook merupakan agenda dari tim PKM-PM (Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat) yang berjudul “Etnobook: Media Interaktif Berbasis Etnomatematika Terintegrasi QR Code Guna Meningkatkan Numerasi Siswa Disabilitas SLBN Kota Magelang”. Kegiatan ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dosen Pembimbing PKM-PM Etnobook, Novitasari, M.Pd berharap bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa di SLBN Kota Magelang, tetapi juga dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah lain yang memiliki siswa dengan kebutuhan khusus.

“Dengan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan pendidikan inklusif yang setara dapat terwujud, memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak untuk meraih pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.

 

Penulis : Muhamad Maulana Yusup

Editor : Humas Untidar

Pelepasan PMM 4 Indbound Untidar : Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya.

Universitas Tidar menggelar Pelepasan mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 4 Inbound, Kamis (4/7) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. H.R Suparsono.

Dalam laporannya, Koordinator PMM Untidar, Eny Ratnasari, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan, pelaksanaan PMM 4 di Universitas Tidar berjalan lancar.

“Secara keseluruhan kegiatan PMM 4 di Untidar dari program akademik, non akademik, hingga penyelenggaraan Modul Nusantara berjalan lancar. Ciri khas dari program PMM yaitu merayakan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara. Bersama dosen Modul Nusantara dan para LO, serta dukungan kampus, PMM 4 di Untidar berhasil menyelenggarakan 17 kali Modul Nusantara, jumlah ini melebihi dari kewajiban yang diminta kementerian,” tuturnya.

Kegiatan Modul Nusantara Untidar tidak hanya mengunjungi situs budaya di Magelang saja, namun juga mengunjungi situs budaya di Yogyakarta dan Klaten. Selain itu, diketahui, PMM 4 inbound Untidar juga melaksanakan kontribusi sosial sebanyak dua kali yaitu mengunjungi panti asuhan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan mengunjungi Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPQ) di daerah Silancur.

“Banyak sekali hal spesial di PMM Untidar kali ini, salah satunya untuk pertama kalinya Untidar terpilih untuk dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh tim Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) dan tim Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Pusat. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil monev alhamdulillah Untidar mendapatkan hasil yang baik,” tambah Eny Ratnasari.

Tahun ini, Untidar menerima 30 mahasiswa PMM yang berasal dari 20 perguruan tinggi di Indonesia. Dari 30 mahasiswa, 7 diantaranya merupakan mahasiswa program vokasi dan 23 diantaranya adalah mahasiswa program sarjana.

Pulau Sumatera mengirim mahasiswa PMM 4 terbanyak dengan jumlah 16 mahasiswa, diikuti Kalimantan sejumlah 6 mahasiswa, dan Pulau Papua 5 mahasiswa. Sementara Program Studi yang paling banyak dituju antara lain S1 Administrasi Negara, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan D3 akuntansi.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si bertekad tahun depan Untidar akan menerima mahasiswa inbound lebih banyak lagi.

“Meskipun dari tahun ke tahun jumlah peserta yang datang ke Untidar masih sekitar 30-an, belum ada penambahan. Namun, kami yakin kebersamaan selama ini menjadi sesuatu yang sangat bermakna bagi kita. Terutama bagi kami selaku penyelenggara, menjadi pembelajaran dan evaluasi bagaimana kami bisa melayani dengan baik setiap insan yang datang ke Untidar. Kami berharap di tahun depan jumlahnya bertambah. Untuk itu, tentu saja, kami melalui bidang Humas bisa melakukan  perluasan jangkauan sospro dan saya harap mahasiswa inbound menjadi agen yang membantu memperkenalkan Untidar di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Rektor turut menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa PMM 4 inbound yang telah memilih Untidar sebagai kampus tujuan. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada perguruan tinggi atas kepercayaannya telah mengirimkan mahasiswa ke Untidar.

Simbolisasi  pelepasan Mahasiswa PMM 4 Inbound, Rektor melepaskan kartu peserta sekaligus memberikan kenang-kenangan kepada 5 mahasiswa perwakilan dari 5 pulau yang berbeda. Perwakilan ini yaitu Bintang Anugrah Setya Agung dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Hanuuna Falihulayya Suabey dari Universitas Cenderawasih, Amalia Kartika dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Rusmin dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka dan Gracia Claudia Martina Mali dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Pada kesempatan ini, masing-masing peserta PMM menampilkan tarian dan nyanyian dari asalnya yaitu Tari Aceh, Tari Batak, Tari Padang, Tari Melayu, Tari Papua dan Flashmob bersama.

Kepala Suku PMM 4 Inbound Untidar, Lady Maria menyampaikan rasa syukur bisa menyelesaikan program dengan lancar.

“Selama 6 bulan tentunya kami mendapatkan kesan yang baik. Pengalaman yang kami dapatkan adalah tentang keberagram kami dari berbagai provinsi bertemu di pulau jawa itu bisa disatukan dengan kesopanan dan keamanan yang diberikan oleh Untidar,” tuturnya.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

LLDIKTI IX Gencarkan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis MBKM Mandiri

Makassar, Kemendikbudristek – Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di wilayahnya, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX merancang serangkaian rencana dan strategi untuk memastikan kegiatan MBKM Mandiri berjalan secara meluas di perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultan Batara).
 
Menurut Kepala LLDikti IX, Andi Lukman, pelaksanaan MBKM di LLDikti IX yang mencakup wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara memang belum maksimal secara persentase. LLDikti sendiri merupakan satuan kerja pemerintah di wilayah yang berfungsi membantu peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Untuk itu LLDikti IX terus berusaha melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis, agar pelaksanaan MBKM Mandiri dapat dipacu. 
 
“Menurut data tahun 2023, sekitar 80 dari 243 perguruan tinggi yang terlibat dalam pelaksanaan MBKM, sekitar 33% dari data tahun 2023. Kami yakin dengan program MBKM Mandiri yang diarahkan Pak Kepala, maka semakin banyak perguruan tinggi yang akan berpartisipasi. Kami akan melakukan pendampingan, sehingga sangat memungkinkan untuk mencapai target yaitu 50% dari jumlah perguruan tinggi yang ada di tahun 2024,” kata Sekretaris Tim MBKM di LLDikti IX, Muh. Tahir Hamzah.
 
Agar MBKM Mandiri dapat berjalan dengan baik, LLDikti IX menetapkan strategi kerja sama yang dapat menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai organisasi yang mungkin terlibat, termasuk dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
 
MBKM Mandiri adalah kegiatan MBKM yang dijalankan secara mandiri dan berkelanjutan oleh perguruan tinggi. MBKM adalah inovasi yang dapat mendorong transformasi lembaga pendidikan tinggi menjadi lebih relevan dengan zaman. Dengan ekosistem merdeka belajar, lulusan yang dihasilkan diharapkan akan semakin relevan dengan dunia kerja dan karya.
 
MBKM dilaksanakan melalui sembilan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) yaitu Pertukaran Mahasiswa, Magang atau Praktik Kerja, Asistensi Mengajar, Penelitian atau Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi atau Proyek Independen, KKN Tematik, dan Bela Negara.
 
Saat ini Tim Kerja MBKM di LLDikti IX tengah menggencarkan sosialisasi kepada perguruan tinggi dan mahasiswa, serta melakukan bimbingan teknis agar perguruan tinggi dapat menyusun kurikulum yang sesuai dengan konsep MBKM Mandiri. Selain terjun sendiri melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis, LLDikti IX juga berharap agar perguruan tinggi yang sudah melakukan MBKM Mandiri dapat membantu perguruan tinggi lainnya untuk melakukan hal serupa.
 
Salah satu strategi LLDikti IX adalah menempatkan diri sebagai payung yang memungkinkan dan memudahkan para pemangku kepentingan, yakni perguruan tinggi dan para mitra, untuk menjalin kerja sama. Mitra adalah organisasi publik, pemerintah, perusahaan, dan organisasi-organisasi lain yang bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menjalankan MBKM. Saat ini, LLDikti IX telah mendapat pendanaan sebesar Rp700 juta dari pemerintah dan menggunakannya untuk menjalin MoU dengan dunia industri dan pemerintah.
 
Muh. Tahir Hamzah menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang telah dilakukan dalam rangka persiapan MBKM Mandiri di wilayah mereka. Pada bulan Februari-April silam, LLDikti IX telah melakukan sosialisasi kemitraan untuk memfasilitasi pertemuan antara perguruan tinggi dengan instansi pemerintah dan swasta.
 
Pada Juni dan Juli, LLDikti IX akan melaksanakan pendampingan penyusunan buku panduan pelaksanaan MBKM Mandiri sehingga proses pelaksanaan dapat sesuai dengan aturan yang berlaku. Selanjutnya, LLDikti IX juga akan memberikan pendampingan kurikulum untuk menanamkan pemahaman kepada prodi agar mampu melakukan penyetaraan.
 
“Dalam MBKM ada sembilan BKP (Bentuk Kegiatan Pembelajaran) yang bisa dijalankan oleh perguruan tinggi dan prodi bersama mitra. Pemahaman akan BKP ini yang juga perlu terus disosialisasikan agar pada akhirnya teman-teman perguruan tinggi dan PT dapat melakukan penyesuaian dengan kurikulum masing-masing – mana yang bisa dimasukkan dalam mata kuliah wajib, dan mana yang pilihan,” jelas Tahir.
 
Selama Agustus-September mendatang LLDikti IX berencana melakukan lokakarya dan peluncuran MBKM Mandiri, sekaligus memberikan pendampingan teknis pelaksanaan dan teknis penyetaraan SKS. Andi menambahkan bahwa mereka berencana mengkoordinasikan pelaksanaan KKN Tematik dengan tema stunting, pencegahan perkawinan dini, pengembangan desa wisata, dan pengelolaan dana desa.
 
Selain merancang program MBKM Mandiri, LLDikti IX juga akan segera merumuskan instrumen-instrumen mengukur keberhasilan MBKM di wilayah mereka. LLDikti IX optimis di tahun 2024 akan semakin banyak perguruan tinggi untuk menjalankan MBKM Mandiri. (Tim LLDikti IX / Editor: Stephanie, Denty)

Studi Tiru UBT ke Untidar, Pengelolaan Kemahasiswaan Harus Sesuai Visi Universitas

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan pengelolaan bidang kemahasiswaan disesuaikan dengan visi Untidar. Tujuan akhirnya menghasilkan mahasiswa yang mahir dan trampil dalam bidang kewirausahaan tanpa meninggalkan kekayaan lokal budaya sekitarnya.

“Jangan ikut-ikutan PTN A, B atau C. Kita harus linear dengan visi Untidar. Kegiatan-kegiatan pun menyesualkan seperti penyelenggaraan Expo dan Kompetisi Kewirausahaan (EKKN), adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan, peningkatan softskill mahasiswa serta jangan lupa publikasi dan apresiasi kepada setiap prestasi yang dihasilkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan penerimaan kunjungan Studi Tiru Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan Universitas Borneo Tarakan (UBT) ke Untidar, Rabu (03/07), Prof. Parmin memaparkan data Tracer Study Untidar pada Juni 2024 bahwa 40% lulusan langsung bekerja, sisanya berwirausaha, melanjutkan S2 dll.

“Tidak hanya fokus pada berapa jumlah peminat yang masuk tapi kita harus memonitor bagaimana dengan lulusannya. Data ini perlu dianalisis untuk mengevaluasi program-program yang telah diselenggarakan di kampus apakah sudah efektif mencapai tujuan lulusan yang diharapkan,” tambahnya.

Hal ini sesuai dengan prestasi kemahasiswaan Untidar dimana memperoleh pendanaan sebesar Rp. 946.270.000 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dimana dana sebesar Rp. 230.800.000 merupakan pendanaan P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha). Skema P2MW ini menempatkan Untidar pada urutan kedua nasional dengan jumlah sub-proposal yang lolos sebanyak 18 judul.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, UBT, Dr. M. Djaya Bakri, S.T., M.T. menyampaikan terima kasih atas kesempatannya untuk dapat melakukan sharing ilmu terkait pengelolaan kemahasiswaan.

“Prestasi Untidar dalam bidang kemahasiswaan menarik untuk dipelajari dan teman-teman yang kami bawa kesini kami harap bisa saling sharing ilmu dan tentunya harapannya bisa kami terapkan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa di UBT,” terang Dr. M. Djaya Bakri.

Salah satu hal yang ingin sekali dipelajari adalah terkait Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) agar menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru yang jauh dari perploncoan.

Pada kesempatan yang sama, UBT dan Untidar juga menyelenggarakan seremonial penandatanganan Kerjasama atau MoU. Tujuannya untuk pengembangan Tri Dharma Pendidikan Tinggi yaitu Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kepala BAKK, staff kemahasiswaan serta perwakilan Ketua Ormawa serta mahasiswa program kemahasiswaan lain baik dari Untidar dan UBT. Masing-masing saling bertukar pengalaman dan juga informasi mengenai program masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, bertukar kenang-kenangan dan foto bersama.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Penyerahan Beasiswa Baznaz, Penerima Beasiswa Tidak Boleh Melupakan Jasa Untidar

Sejumlah 40 mahasiswa Universitas Tidar menerima beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (2/7) di Ruang FT 3 Lantai 3 Gedung Teknik, Untidar.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si, menjelaskan bahwasanya pemberian beasiswa merupakan salah satu program Baznas sebagai bentuk pencegahan pada kemiskinan ekstrim, stunting, dan keterbatasan pada akses pendidikan.

Dalam sambutannya, beliau meminta mahasiswa penerima beasiswa untuk tidak melupakan jasa Untidar, setelah lulus nanti.

“Syukur dan terima kasih tidak hanya pada Allah, tetapi juga pada manusia yang telah membantu kita. Saya harap, nantinya setelah mahasiswa lulus dari Untidar. Jangan sebut dosen sebagai mantan dosen, sebab ilmu yang sudah para dosen berikan, itu masuk kedalam tubuh kita, artinya sudah menjadi bagian dari hidupmu,” pungkasnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si berpesan, mahasiswa penerima beasiswa Baznas agar dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Insyaallah, uang yang nanti diberikan kepada mahasiswa menjadi amanah yang harus kita petik manfaatnya, petik barokahnya, dan menjadi ilmu di Untidar. Untuk itu, komitmen kita bagi Untidar dan teman-teman yang nanti mendapatkan beasiswa ini, silahkan menyebarkan manfaat ke orang sekitar juga. Bagi saya ukuran kuantitas memang penting, tapi lebih pentingkan lagi keberkahannya. Harapannya keberkahan tersebut tidak berhenti di yang menerima beasiswa saja, tapi juga orang sekitar,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor juga menyampaikan komitmen Untidar dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat dari sivitas akademika Untidar.

“Saat ini, masih menjadi PR bagi kami untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat dari civitas akademika universitas ke Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Untidar. Harapannya pengumpulan zakat dari Untidar menjadi optimal ke Baznas yang menjadi lembaga resmi amil zakat. Itu menjadi tanggung jawab dan komitmen Untidar. Perlu kami sampaikan, alhamdulillah, UPZ Untidar sudah memiliki varian kegiatan yang lumayan banyak. Semoga dengan bantuan Baznas, mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang semakin baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.

Total beasiswa yang diberikan adalah Rp 144.000.000 bagi 40 mahasiswa Untidar yang telah diseleksi oleh Tim Baznaz.

Seluruh penerima beasiswa Baznas tahun ini merupakan mahasiswa penerima beasiswa tahun lalu. Hal ini bertujuan untuk memberikan manfaat secara maksimal bagi mahasiswa guna tercapainya misi Baznas.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan oleh Sekretaris Baznas Provinsi Jateng, Drs. H. Ahyani, M.Si,.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Tim PPK ORMAWA UKM IQSAN Kembali Bina Desa Sumberarum Untuk Menjadi Desa Budaya berbasis Religi

Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana (UKM IQSAN) Universitas Tidar kembali lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) setelah dua tahun sebelumnya berturut-turut lolos pendanaan.

Tim PPK Ormawa UKM IQSAN 2024 melakukan pengembangan program dari PPK Ormawa UKM IQSAN 2023 yang berlokasi di Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Tahun ini, Tim PPK Ormawa UKM IQSAN mengusung tema desa budaya bertajuk Ekselen Senireli: Optimalisasi Manajemen Sekolah Seni Religi Untuk Meningkatkan Eksistensi Masyarakat Desa Sumberarum Menuju Desa Budaya Unggul Berbasis Religi. Kegiatan ini menggandeng beberapa mitra seperti Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang dan Untidar dalam mewujudkan Desa Budaya Seni Religi.

Dalam mendukung keberlanjutan program, PPK Ormawa UKM IQSAN melakukan sosialisasi kepada Masyarakat Desa Sumberarum yang pada Sabtu, (29/60) di GOR Aji Brajamusti Sumberarum. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat Desa Sumberarum, perwakilan Masyarakat tiap dusun, dan mitra. 

Kepala Desa Sumberarum, Bapak Muhzen Fanani menyambut hangat program PPK Ormawa UKM IQSAN 2024.

“Tahun lalu, Tim PPK Ormawa UKM IQSAN berhasil mengembangkan desa ini. Saya harap mahasiswa dan masyarakat dapat bersinergi dalam membangun Desa Sumberarum menjadi lebih baik, lebih dikenal masyarakat luas, dan terlestarikannya budaya seni religi di Desa Sumberarum,” tuturnya.

Dosen pembimbing lapangan, Ir. Fuad Hilmy, S.T., M.T., IPP. berharap masyarakat, tim PPK Ormawa, dan universitas dapat saling bersinergi.

“Tim PPK sudah melewati jalan yang panjang, begitu juga masyarakat dan universitas. Semoga dengan saling bersinergi, program ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat, universitas, dan mahasiswa tentunya.”

Sosialisasi berjalan lancar karena dukungan dan partisipasi masyarakat yang antusias dalam menyambut kembali program PPK Ormawa UKM IQSAN di desa Sumberarum.

 

Penulis: Marisa Qonita & Siti Lailatul

Editor: Kerin