Pelaksanaan Hari Pertama SMUT Untidar 2024, 428 Peserta Jalani Tes Tanpa Kendala.

Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT) hari pertama berjalan lancar, 428 peserta mengikuti ujian sesuai jadwal dan sesi yang telah ditetapkan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, SMUT Tahun 2024 ini sepenuhnya menggunakan perangkat computer atau computer based.

“Skema SMUT tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu, pelaksanaan SMUT tahun ini berbasis komputer, sementara tahun lalu berbasis android dan IOS. Pengerjaan soal SMUT per sesi tahun ini lebih singkat yaitu menjadi 90 menit,” jelas Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasamadalan Konferensi Pers SMUT Untidar Tahun 2024, Kamis (27/06) di Ruang Multimedia Untidar.

SMUT dibuka untuk 28 program studi sarjana dan diploma termasuk 2 prodi baru di tahun 2024 yaitu D3 Farmasi dan D4 Akuntansi Perpajakan. Kelompok soal yang diujikan meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Penalaran Matematika.

“Total peserta SMUT adalah 1.662 peserta dimana pelaksanaan ujiannya terbagi dalam 12 sesi, 3 sesi per hari mulai Kamis, 27 Juni 2024 hingga Minggu, 30 Juni 2024. Hari pertama pelaksanaan, 428 peserta hadir dan 19 peserta tidak hadir,” tambahnya.

Diketahui SI Manajemen menjadi program studi yang paling diminati peserta SMUT. diikuti S1 Ilmu Komunikasi dan S1 Administrasi Negara. Berdasarkan prodi yang dipilih dan kuota yang tersedia, rasio keketatan Seleksi Mandiri Untidar tahun ini menjadi 1:5, artinya setiap kuota yang tersedia akan diperebutkan oleh 5 calon mahasiswa.

Jika dilihat dari jumlah peserta SMUT, jumlah peserta 1.662 lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Namun jumlah ini dipengaruhi adanya jalur Seleksi Mandiri Nilai UTBK dan Seleksi Mandiri One Day Service.

“Tercatat peserta SM Nilai UTBK atau jalur seleksi yang menggunakan nilai UTBK adalah 964 peserta. Jumlah ini dinilai cukup tinggi untuk jalur seleksi ‘baru’ di Untidar saat ini,” jelas Muh. Azril, M.Sc., Koordinator Pelaksana SMUT Untidar 2024.

Selain SM Nilai UTBK, Untidar juga merilis jalur SM One Day Service dimana salah satu tujuan dari jalur seleksi ini adalah memaksimalkan daya tampung yang ada agar tidak ‘mubazir’.

“Pada SMUT One Day Service calon mahasiswa datang untuk pendaftaran dan ujian di hari yang sama, jadi semuanya dilakukan dalam satu hari. Harapannya ini akan lebih efektif,” tambahnya.

Namun, tidak semua prodi akan dibuka pada jalur SM One Day Service ini karena hanya diperuntukan bagi prodi yang daya tampungnya belum terpenuhi.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Benchmarking ke Untidar, Udayana Pelajari Kiat Pengelolaan Kemahasiswaan

Universitas Tidar menerima kunjungan Tim Program Penguatan Kemahasiswaan Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Udayana dalam rangka benchmarking dan sharing section terkait program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, Selasa (25/6) di Ruang Rapat Rektorat Untidar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni, Prof, Dr, Parmin, S.Pd., Ketua Komisi Bidang Kemahasiswaan Senat Untidar, Ir. Nurhadi, S.T., M.T., IPM., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan staf ahli wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni.

Dalam sambutannya, Prof. Dr, Parmin, S.Pd., mengungkapkan tahun ini Untidar berhasil mendapatkan pendanaan sebentar Rp 963.770.000 berkat inovasi yang dibuat oleh Bagian Kemahasiswaan dan mahasiswa.

“Bidang kemahasiswaan dan alumni Untidar selalu berinovasi. Khususnya di tim PPK Ormawa. Semua kegiatan harus ada inovasinya. Kebetulan setiap kegiatan ada PIC yang bertugas melaporkan inovasi yang telah diciptakan. Semua ini untuk mencapai visi Untidar yaitu unggul dalam kewirausahaan. Kegiatan-kegiatan disesuaikan denganvisi dengan universitas,” tutunya.

Untuk mencapai kesuksesan program, mahasiswa membutuhkan bimbingan dari PIC. Membimbing mahasiswa secara “ikhlas” dan semangat dengan begitu manfaatnya akan besar untuk mahasiswa dan kampus.

Sekretaris Unit Pengembangan Karakter dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana, Ir. I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara, M.T. kagum dengan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan prestasi Untidar khususnya di bagian kemahasiswaan.

“Saya sangat kagum dengan apa yang diutarakan Prof Parmin, bagaimana pengembangan kegiatan kemahasiswaan di Untidar yang penuh dengan inovasi. Disini kami ingin belajar dan sharing apa yang bisa kita lakukan sehingga dan usahakan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa. Kami harap inovasi yang dikatakan Prof Parmin tadi dapat kami lakukan,” tuturnya.

Ir. I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara, M.T. menambahkan alasan timnya memilih kunjungan ke Universitas Tidar karena Untidar berhasil meraih pendanaan dengan nilai yang cukup besar. Selain itu, Untidar juga menduduki peringkat 3 nasional PPK Ormawa dengan jumlah proposal yang didanai sebanyak 49 subproposal.

Penulis : Kerin

Editor : Humas

Kampus Merdeka Fair 2024 Serukan Mahasiswa Berkontribusi Membangun Daerah

Padang, Kemendikbudristek – Mahasiswa merupakan salah satu agen perubahan bangsa. Melalui program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang akan berguna saat terjun di dunia nyata, namun juga membantu pembangunan di daerah.

Hal tersebut menjadi salah satu materi diskusi dalam Sharing Session Sektor Prioritas Daerah di acara Kampus Merdeka Fair (KM Fair) 2024 yang digelar di Universitas PGRI Sumatera Barat di Padang, Kamis (30/5). KM Fair 2024 merupakan titik temu antara para pemangku kepentingan seperti perguruan tinggi, pemerintah daerah, mitra dunia usaha dunia industri, mahasiswa, dan lainnya.

Sharing Session Sektor Prioritas Daerah dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Barat, Medi Iswandi; Walikota Solok, Zul Elfian Umar; Dewan Pakar MBKM LLDikti X, Elfindri; dan Pimpinan Divisi Perencanaan Strategis Bank Nagari, Zilfa Efrizon. Pada sesi ini, para pemangku kebijakan di daerah berbagi cerita sekaligus aspirasi agar mahasiswa dapat mengikuti program MBKM serta mendukung dan berkontribusi pada pembangunan daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Barat, Medi Iswandi membuka sesi diskusi dengan mengatakan bahwa kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat saat ini semakin membaik. Tahun 2024, IPM Sumatera Barat menempati peringkat tujuh nasional.

“Sektor unggulan yang memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat adalah pertanian, perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Sektor-sektor tersebut merupakan peluang bagi mahasiswa setelah tamat berkuliah,” ungkapnya.

Medi menambahkan, mahasiswa perlu mengasah diri melalui program-program Kampus Merdeka serta berkontribusi dalam mengatasi berbagai masalah di daerah, seperti kemiskinan hingga stunting. Dari data statistik, Medi memaparkan bahwa saat ini ada 10 juta anak-anak dari gen Z yang menganggur. Menurutnya, terdapat kondisi di mana mereka di zaman kuliah tidak menghadapi tantangan yang hebat. Sehingga ketika tamat kuliah, bingung mau melakukan apa, tidak terasah jiwa entrepreneur-nya, dan hanya berpikir untuk menjadi pekerja, bukan menjadi pembuka lapangan kerja.

“Program Kampus Merdeka mampu memperkuat anak-anak gen Z untuk menerima tantangan ke depan. Program ini di satu sisi membantu pemerintah dan masyarakat, dan juga mampu menguatkan mahasiswa,” tambahnya.

Jika dilihat dari sisi perusahaan, Pimpinan Divisi Perencanaan Strategi Bank Nagari, Zilfa Efrizon mengungkapkan bahwa untuk memasuki lapangan kerja, mahasiswa perlu memiliki kompetensi, sehingga tahu apa yang harus dilakukan di dunia bisnis. “Salah satu upaya Bank Nagari adalah memberikan ruang untuk mahasiswa melakukan magang, sehingga mereka lebih mengenali dunia kerja, sekaligus melakukan riset di Bank Nagari,” ujarnya.

Menanggapi adanya peluang bagi mahasiswa untuk ikut membantu menyelesaikan persoalan sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi, Dewan Pakar MBKM LLDikti X, Elfindri menjelaskan bahwa ada dua tahap yang perlu dilakukan. Pertama adalah tahap persiapan yang melibatkan konsolidasi secara terintegrasi dan cepat dengan pemerintah daerah. Masing-masing pemerintah kabupaten, kota, atau provinsi perlu menyampaikan minimal satu program unggulan kepada pihak Perguruan Tinggi, yang kemudian dirancang dalam bentuk program pengabdian masyarakat atau program Kampus Merdeka.

“Pada tahap awal, kita tidak bisa menjalankan Kampus Merdeka tanpa perencanaan yang bagus. Objektifnya harus dipahami semua pihak, apa yang mau berubah jika mengikuti Kampus Merdeka. Riset menunjukkan bahwa yang harus dihasilkan dari Kampus Merdeka adalah execution leadership. Banyak yang pintar, banyak yang jujur dengan soft skill bagus, tetapi bagaimana jika tidak ada yang mengeksekusi? Kampus Merdeka mampu menyiapkan anak-anak kita agar execution leadership terbangun,” tegas Elfindri.

Kemudian, Elfindri menuturkan bahwa dalam tahap eksekusi, perlu koordinasi terus-menerus dengan pihak Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta. “Dosen dan mahasiswa perlu mendapat pembekalan, lalu mahasiswa dilatih agar bisa bekerja sama dengan pimpinan daerah. Dan selanjutnya, baru dilakukan monitoring dan evaluasi,” tuturnya.

Salah satu contoh tersebut, disampaikan oleh Walikota Solok, Zul Elfian Umar. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa merupakan hal penting untuk memberikan motivasi dan percepatan pembangunan dalam segala hal. Saat ini, Solok duduk di peringkat tujuh untuk Kota dengan Angka Kemiskinan Terendah di Indonesia. Zul menyebut, Solok sangat terbuka kepada mahasiswa yang ingin menjalankan KKN di kota mereka dan melakukan percepatan dalam hal UMKM, perdagangan, serta pertanian.

“Jika tidak ada yang menggerakkan, kita sangat kewalahan. Mahasiswa merupakan agen perubahan, untuk itu kami berharap adanya kolaborasi dan sinergi antara MBKM dengan pemerintah daerah,” imbuh Zul.

Sebagai walikota, Zul juga menambahkan bahwa masalah yang dihadapi saat ini berhubungan dengan BMT (Baitul Mal) yang berada di hampir 35 dari 70 masjid di kota Solok. BMT memiliki modal antara 25 hingga 200 juta, yang siap disalurkan kepada masyarakat yang tidak memiliki akses ke bank untuk mendapat bantuan permodalan. Namun, Zul menekankan bahwa proses pendanaan ini berbahaya jika tidak dikelola secara profesional.

“Dengan MBKM, kita berharap ada mahasiswa dengan keahlian yang turun tangan dalam proyek tersebut, sehingga BMT dapat dikelola secara professional dan manfaatnya dapat terasa oleh masyarakat,” jelasnya.

Dalam sesi akhir diskusi, Medi menyebut bahwa jika masalah kemiskinan masih tersisa 0,41 persen (sekitar 23 ribu orang) di Sumatera Barat, sehingga membutuhkan solusi untuk membuat masyarakat agar lebih produktif. Kemudian, masalah stunting yang sebagian besarnya disebabkan oleh pola asuh dan perilaku, sehingga diharapkan teman-teman mahasiswa yang mengikuti MBKM dapat membantu penanganan stunting dalam bentuk sosialisasi.

Dari sudut pandang dunia bisnis, Zilfa berharap agar mahasiswa bisa menjadi engine untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Mahasiswa perlu memiliki pola pikir yang inovatif, mampu mengembangkan suatu mutu yang bisa memenuhi kebutuhan pasar, mampu bersinergi, berkomunikasi dengan pihak eksternal yang bisa memberikan feedback baik bagi perusahaan, serta bersikap amanah terhadap tanggung jawab yang diemban.

Hingga saat ini, baik pemerintah daerah maupun pemangku kebijakan industri memiliki banyak hal yang tidak bisa diselesaikan sendiri, sehingga membutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan perguruan tinggi. Inilah yang menjadikan pemangku kepentingan daerah memandang MBKM sebagai salah satu solusi.

“Yang sangat diperlukan adalah supporting agencies di Perguruan Tinggi. Siapkan dosen agar mereka paham program-program unggulan di Pemerintah Daerah dan menjadikan program tersebut sebagai kegiatan mahasiswa. Selain itu, LLDikti perlu mempersiapkan diri, serta komunikasi dengan Pemerintah Daerah juga perlu dipermudah,” tutup Elfindri. (Tim MBKM / Editor: Destian, Denty)

Dirjen Diktiristek Ajak Humas PTN dan LLDIKTI Kolaborasi Jaga Reputasi Institusi

Bali, Kemendikbudristek – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Abdul Haris mengajak seluruh Hubungan Masyarakat (Humas) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akademik dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) untuk berkolaborasi membangun dan menjaga reputasi dan citra institusi pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan Dirjen Haris saat memberi pengarahan pada pembukaan Rapat Kerja Kehumasan Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan pada Rabu (19/6) di Badung, Bali.
 
Haris mengingatkan bahwa humas mempunyai tugas yang sangat penting yaitu membangun dan menjaga reputasi dan citra baik institusi. Reputasi perlu dibangun dengan serius. Hal ini karena reputasi merupakan modal dasar untuk membawa institusi menjadi akuntabel dan terbuka sehingga mendapat pengakuan  dari  publik.
 
“Ini tugas penting humas. Untuk itu, reputasi dan citra positif yang sudah ada perlu dipertahankan dengan diseminasikan melalui  berita-berita baik, dan sebarkan prestasi dan capaian Diktiristek. Selain itu, humas harus proaktif mengidentifikasi dan menangani isu-isu yang berdampak pada citra dan reputasi institusi,” pesan Haris.
 
Selain itu, Dirjen Haris berpesan kepada para insan humas pendidikan tinggi untuk meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas kinerja. Hal ini penting karena humas merupakan salah satu kanal untuk implementasi good governance melalui penyediaan dan penyebaran informasi yang dibutuhkan publik serta merespon cepat keluhan-keluhan masyarakat.
 
Terakhir, Haris mengajak insan humas Diktiristek, PTN, dan LLDIKTI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kreativitas dalam menyajikan informasi yang akurat, jelas, dan informatif kepada masyarakat. Humas merupakan garda terdepan dalam mengomunikasikan kebijakan/program pemerintah untuk kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
 
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Setditjen Diktiristek), Yayat Hendayana. Mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Ditjen Diktiristek, Yayat menyampaikan bahwa Rapat Kerja Kehumasan Pendidikan Tinggi Tahun 2024 mengusung tema kreasi, kolaborasi, dan sinergi. Melalui tema ini, diharpakan terjalin kolaborasi dan sinergi antarhumas perguruan tinggi dan LLDIKTI dalam orkestrasi diseminasi implementasi kebijakan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.
 
Lebih lanjut, Yayat menjelaskan bahwa Raker Kehumasan ini juga sebagai upaya penguatan kapasitas humas PTN dan LLDIKTI. “Di ajang ini kami juga menghadirkan narasumber pakar dan praktisi di bidang kehumasan, media massa, dan media sosial yang akan berbagi ilmu tentang komunikasi proaktif, pengelolaan komunikasi krisis, hubungan dengan media, dan pengelolaan komunikasi krisis,” ungkap Yayat.
 
Adapun narasumber dan mentor pada kegiatan ini antara lain, Wakil Sekretaris Umum Perhumas, Fardila Astari; Managing Director Imogen PR, Jojo S. Nugroho; Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia, Sari Soegondo; Konsultan Komunikasi Digital, Rulli Nasrullah; dan Koordinator Komunikasi dan Layanan Informasi Publik, Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Khoiria Oktaviani.
 
Rapat Kerja (Raker) Kehumasan Pendidikan Tinggi Tahun 2024 diselenggarakan pada 19-21 Juni 2024 di Badung, Bali. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan humas 74 PTN dan 17 LLDIKTI di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
 
Selain menerima pembekalan dan materi penguatan kapasitas kehumasan, peserta raker juga mengikuti lokakarya penyusunan strategi komunikasi. Dalam lokakarya ini, peserta raker dibagi dalam sepuluh kelompok untuk mendiskusikan dan merancang strategi komunikasi kolaboratif yang akan digunakan untuk mendiseminasikan berbagai program/kebijakan tentang transformasi pendidikan tinggi.
 
Luaran dari lokakarya ini diharapkan dapat memantik kerja-kerja kolaboratif antarperguruan tinggi dalam publikasi program/kebijakan di bidang pendidikan tinggi. Selain itu diharapkan terjalin komunikasi yang erat antarhumas di bidang pendidikan tinggi untuk saling mengokohkan citra positif dan reputasi institusi.
 
Raker Kehumasan Pendidikan Tinggi Tahun 2024 juga menjadi ajang sosialisasi panduan Anugerah Humas Diktiristek 2024. Panduan ini merupakan acuan bagi PTN dan LLDIKTI dalam penyusunan proposal/laporan yang akan dikompetisikan di Anugerah Diktiristek 2024. (Humas Diktiristek/Editor: Rayhan, Denty A.)

Untidar Terima 2.031 Mahasiswa Baru Jalur SNBT Tahun 2024, D3 Akuntansi Jadi Prodi Terfavorit

Universitas Tidar resmi menerima 2.031 mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) yang diumumkan oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pada Kamis, 14 Juni 2024 pukul 15.00 Wib lalu.

Ditemui sehari setelahnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. menyatakan program studi D3 Akuntansi menjadi prodi paling diminati dengan 1.819 peminat dari keseluruhan peminat ke Untidar yaitu 12.647 peminat.

“Dari hasil SNBT kali ini, terlihat prodi ilmu sosial lebih diminati. Prodi D3 Akuntansi menjadi prodi dengan peminat paling banyak 1.819 peminat disusul D4 Akuntansi Perpajakan 1.134 peminat dan S1 Manajemen 909 peminat,” paparnya saat ditemui rekan media, Jumat (14/06) di ruangan kerja WR 1 Untidar.

Peminat prodi vokasi juga meningkat dikarenakan aturan baru yang memberikan kesempatan peserta SNBT diperbolehkan memilih maksimal 4 prodi dimana 2 diantaranya adalah prodi vokasi.

“Berdasarkan data, selain D4 Akuntansi Perpajakan beberapa prodi baru di Untidar yang memiliki cukup banyak yaitu S1 Gizi 476 peminat, S1 Pariwisata 396 peminat, S1 Teknologi Pangan 361, dan Teknologi Informasi 334 peminat,” tambahnya.

Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Untidar manambahkan trend prodi yang diminati pada tahun yg sama bisa berbeda tiap jalur seleksinya.

“Prodi paling diminati di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yaitu S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) adalah S1 Ilmu Komunikasi, di Fakultas Tenik adalah S1 Teknik Sipil, Di Fakultas Pertanian adalah S1 Gizi dan tentunya di Fakultas Ekonomi adalah D3 Akuntansi,” jelasnya.

Setelah mendapatkan hasil lolos seleksi, calon mahasiswa baru Untidar wajib melakukan registrasi dimana informasinya telah diunggah pada laman um.untidar.ac.id dan untidar.ac.id Jika tidak melakukan registrasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan maka akan dianggap mengundurkan diri.

Namun, jika belum berhasil lolos SNBT, Untidar masih membuka 4 jalur mandiri yaitu Seleksi Mandiri jalur Prestasi (SMJP), Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama (SMJK), Seleksi Mandiri Nilai UTBK dan Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT). Khusus untuk pelaksanaan SMUT akan dilaksanakan 2 kali yaitu seleksi yang kan dilaksanakan pada 27-30 Juni 2024 dan SMUT One Day Service pada 19-20 Juli 2024.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

49 SUBPROPOSAL LOLOS PENDANAAN, UNTIDAR PEROLEH DANA Rp. 900AN JUTA DARI KEMENDIKBUD RISTEK

Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih total uang pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di tahun 2024 ini sebesar Rp. 946.270.000,00. Dana ini didapat dari skema Program Kreratifitas Mahasiswa (PKM) sebanyak Rp. 105.270.000,00, P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) sebanyak Rp. 230.800.000,00, dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sebanyak Rp. 610.200.000,00.

Skema P2MW ini menempatkan Untidar pada urutan kedua nasional dengan jumlah subproposal yang lolos sebanyak 18 judul. Sedang PPK Ormawa Untidar meraih posisi ketiga nasional dengan 17 judul subproposal. Peningkatan jumlah subproposal yang lolos juga didapat lewat skema PKM dengan jumlah 14 judul.

Angka proposal yang lolos maupun jumlah dana yang diperoleh ini jauh di atas perolehan Untidar di tahun sebelumnya. Di tahun 2023, P2MW dan PPK Ormawa hanya meloloskan 12 judul di tingkat nasional.

Atas pencapaian ini, ditemui di ruang kerjanya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, menyampaikan selamat kepada para Mahasiswa yang memperoleh pendanaan tersebut. “Semoga bisa selesai sampai akhir, dan menjadikannya sebuah prestasi membanggakan bagi Untidar, dan terutama bagi mereka sendiri.”

Sugiyarto menyebutkan bahwa pencapaian ini menjadi satu catatan sejarah kemajuan Untidar melalui jalur kemahasiswaan. Ia berharap ini akan menjadi celah yang baik membawa reputasi Untidar di waktu yang akan datang. “Selanjutnya kami sebagai pimpinan berharap, prestasi ini dapat diimplementasikan, akan semakin besar peran mahasiswa dan sivitas akademika bagi masyarakat, bangsa, dan negara.” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang telah dengan semangat mengikuti proses skema pendanaan ini. “Semoga ini juga akan meningkatkan minat pelajar untuk menjadi mahasiswa Untidar, karena di sini kami mendukung penuh semua kreatifitas baik di dalam maupun di luar bidang akademik, termasuk di bidang Kewirausahaan.” Pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Kunjungan ke Untidar, ITK Bersiap Menjadi BLU

Universitas Tidar menerima kunjungan Tim BLU Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam rangka diskusi terkait transformasi Perguruan Tinggi Negeri dari Satuan Kerja menjadi Badan Layanan Umum (BLU) Kamis (13/6) di Ruang Rapat Rektorat Untidar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar Dr. Astuty, M.Pd., Kepada Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan Tim Percepatan BLU Untidar.

Koordinator Standar Pelayanan Minimal BLU ITK, Deli Yansyah, S.E., M.Acc., Ak., CA menyatakan kunjungan ini bertujuan untuk studi banding terkait dokumen standar layanan minimum, tarif layanan, dan pengelolaan layanan umum di Untidar.

“Kami berharap ITK tidak hanya menjadi institut saja, namun juga mensuplai sumber daya manusia yang dapat menyelesaikan masalah khususnya di wilayah Kalimantan. Sehingga kami berniat bertransformasi menjadi BLU agar dapat memaksimalkan penyediaan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, kami datang kemari untuk mengetahui bagaimana proses yang dilalui Untidar untuk mendapatkan status BLU,” jelasnya.

Dr. Astuty, M.Pd. mengungkapkan proses transformasi Untidar dari Satker menuju BLU terhitung cepat. Hal ini dikarenakan persiapan yang matang dari keterlibatan seluruh pihak. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran jelas kepada ITK terkait peralihan status Untidar.

“Setelah bertransformasi, banyak yang harus dibenahi. Karena ITK akan bertransformasi. Kami akan menceritakan bagaimana prosesnya dan dokumen apa yang perlu disiapkan, agar cepat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan,” katanya.

Bukan tanpa alasan ITK memilih Untidar sebagai benchmarking terkait Badan Layanan Umum (BLU). Hal ini dikarenakan Untidar baru saja mendapatkan status BLU pada 25 April 2024. Sehingga persyaratan dan prosedur yang dilalui Untidar tidak jauh berbeda dengan persyaratan dan prosedur yang akan dilalui ITK.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Jalin Silaturahmi, Universitas Tidar Terima Kunjungan Senat Akademik Universitas Siliwangi

Universitas Tidar menerima kunjungan Senat Akademik dari Universitas Siliwangi (UNSIL), Rabu (12/6) di GKU H.R. Suparsono. Pertemuan ini dipimpin Ketua Senat Akademik, Dr. A. P. Dra. Sri Mulyani, M.Si.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Siliwangi yang berkenan melakukan kunjungan balasan setelah 2 tahun lalu Untidar berkunjung ke Universitas Siliwangi. Harapan kami, hubungan Untidar dan Unsil semakin erat dan semakin intensif menjalin kerjasama dalam tri dharma perguruan tinggi,” papar Dr. Sri Mulyani.

Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi informasi tentang transformasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum khususnya terkait penambahan pendapatan serta hak dan kewajiban Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNSIL, Dr. Gumilar Mulya, Drs., M.Pd. menyampaikan saat ini sedang mengembangkan Unit Usaha di kampusnya. Kunjungan ke Untidar diharapkan dapat membawa ide-ide usaha yang lebih implementatif.

“Kami sebagai generasi yang melanjutkan dari program-program para senior, mencoba melakukan transformasi. Seperti yang disampaikan, Untidar dan Unsila memiliki banyak persamaan. Sebagai PTN BLU perlu memiliki Unit Usaha. Kami merasa perlu berdiskusi lebih jauh dengan Untidar. Mudah-mudahan jalinan kerjasama kita bisa saling memberikan informasi pelayanan,” jelasnya.

Dalam pemaparanya, Plt Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. menyampaikan Untidar memiliki beberapa sumber pendapatan seperti peternakan ayam, perkebunan anggrek, kopi, dan beberapa pendapatan non akademik lainnya. Saat ini, Untidar sedang mengembangkan usaha dibidang manufaktur.

Lebih lanjut, dipaparkan juga terkait hak dan kewajiban Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Untidar memastikan dosen dan tendik berstatus P3K tetap dapat menjabat di Untidar.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Ulik Warisan Budaya Bangsa, Mahasiswa PMM 4 Kunjungi Wisata Bukit Rhema dan Candi Borobudur.

Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound Batch 4 Universitas Tidar mengadakan kunjungan edukatif ke dua destinasi bersejarah, Bukit Rhema dan Candi Borobudur, pada Senin (10/06/2024). Sejumlah 30 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini belajar mengenal budaya di sekitar Magelang.

Program ini bertujuan untuk memperkaya wawasan kebudayaan serta mempererat persaudaraan di antara mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kunjungan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai warisan budaya bangsa.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Bukit Rhema, yang dikenal dengan sebutan “Gereja Ayam” Bukit Rhema menjadi salah satu tujuan menarik karena bentuk bangunannya yang unik dan pemandangan alam sekitarnya yang memukau. Di sana, para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan Gereja Ayam, filosofi serta tujuan awal pendiriannya.

Para peserta juga diajak untuk menikmati keindahan alam dari puncak bukit yang digunakan sebagai lokasi syuting AADC 2.

Selanjutnya, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Di sana, mereka diberikan tur edukatif mengenai sejarah Candi Borobudur, proses pembangunannya, serta makna dari relief-relief yang terukir di dinding candi.

Mahasiswa juga diajak untuk refleksi mengenai nilai-nilai kehidupan yang diajarkan melalui cerita-cerita dalam relief candi, seperti kebijaksanaan, toleransi, dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR mendapatkan pengalaman yang luar bisa dan tidak dapat terlupakan.

“Sebelum aku nggak pernah bayangin untuk ngunjungin bukit rhema sama candi borobudur. Tapi dari kegiatan ini aku bisa sampe kesana. Aku pikirnya hanya biasa aja, palingan hanya lihat gereja yg biasa dipake jadi tempat  doa sama lihat candi aja. Intinya kegiatan kemarin itu keren banget. Itu jadi salah satu pencapaian dan pengalaman yang berharga buat aku,” ungkap Grand Stef, mahasiswa pertukaran asal Universitas Palangka Raya.

Sama halnya dengan Grand, Jesika Mayasari, mahasiswa pertukaran asal Politeknik Negeri Medan juga mengungkapkan rasa senangnya.

“Amazing, melalui program PMM ini aku punya kesempatan bisa ke salah satu Warisan Dunia dan momen inii bakalan gak terlupakan sih,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan evaluasi sekaligus makan siang. Para mahasiswa diminta untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan baru yang mereka dapatkan selama kunjungan.

 

Penulis: Dwi Kusuma Astuti

Editor : Humas Untidar

 

Nadavilasa : Pre Competition Concert PSM Grandio Sonora Tidar Menjelang 13th Bali International Choir Festival 2024

Tim Aruna Dipta dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar berhasil memukau para penonton konser “Nadavilasa”, Sabtu (08/06) di GKU dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, Universitas Tidar.

Tim Aruna Dipta menyanyikan 5 lagu yaitu “Oh Ya”, “Untukku”, “Lullaby”, “Cantante Domino”

dan “Panta Rhei”. Deretan lagu ini dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi paduan suara internasional, “13th Bali International Choir Festival 2024” yang akan diselenggarakan akhir Juli 2024.

“Malam ini adalah momentum yang sangat penting bagi Tim Aruna Dipta sebelum mengikuti kompetisi di Bali mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan PSM GST kepada masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Kami berharap semoga acara ini dapat memberikan semangat yang bagi teman-teman PSM GST,” jelas Ketua Panitia Konser, Sara Pova.

Turut hadir, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Magelang, Sarwo Imam Santoso mengapresiasi pagelaran konser tim paduan suara Untidar.

“Atas nama pemerintah Kota Magelang, saya menyambut baik kegiatan ini. Besar harapan saya nantinya PSM GST Untidar akan mendapatkan hasil yang baik dan mendapatkan kemenangan. Saya yakin dengan usaha yang maksimal, PSM GST Untidar akan pulang sebagai pemenang,” dalam sambutannya mewakili Wali Kota Magelang.

Terpisah, Bapak Sarwo berharap PSM GST bisa lebih diapresiasi masyarakat dan makin mengharumkan nama Untidar dan Kota Magelang.

“Kegiatan seperti ini sangat layak dan luar biasa. Banyak sekali genre yang dibawakan dan hebatnya teman teman bisa kompak walau berkelompok. Tidak mudah namun mereka dapat mengemas dengan luar biasa. Mereka (PSM GST Untidar) sangat membanggakan,” tambahnya.

Bapak Alex Henry Eko selaku konduktor mengungkapkan latihan dimulai sejak September 2023. Ia juga menambahkan bahwa Untidar turut mendukung biaya transportasi dan akomodasi Tim Aruna Dipta selama mengikuti perlombaan di Bali nanti.

“Meskipun telah mendapatkan dukungan pendanaan dari kampus, masih ada biaya-biaya tambahan yang harus dipenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut PSM GST Untidar mencari dana tambahan dengan “ngamen” di car free day, menampung rongsok serta menyelenggarakan pre competition concert ini,” tuturnya.

Pak Koko, panggilan akrabnya, menyatakan PSM GST Untidar tidak malu dengan usaha pencarian dana tambahan ini.

“Kami justru bangga. Kerja keras kami membuahkan hasil. Target untuk kompetisi selanjutnya harus mendapat medali emas karena mendapat medali emas adalah tradisi PSM GST Untidar,” pungkasnya.

Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto. S.A.P mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni memberi dukungan kepada Tim Aruna Dipta dan berharap kerjasama tim membuahkan hasil.

“Kami harap mereka bisa secara optimal mengikuti kegiatan tersebut sehingga membawa nama baik Untidar dan bisa menjadi juara. Karena bagaimanapun juga, apa yang mereka raih akan membawa dampak besar bagi Untidar,” pungkasnya.

Selain penampilan dari Tim Aruna Dipta, pada konser ini juga ditampilkan 9 lagu lain yaitu “Mari Kemari”, “Air dan Api”, “Pemuda”, “Di Atas Awan”, “Pelangi”, “Roman Picisan”, “Manuk Dadali”, “I’ll Make The Difference” dan “Segala Riak” oleh anggota PSM GST lainnya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar