Paramasakti 2024 “Bersatu Terangi Bangsa: dari Inspirasi Menjadi Aksi Nyata”

Universitas Tidar menyelenggarakan Pekan Raya Mahasiswa Sains, Kebudayaan dan Teknologi (Paramasakti) bertajuk “Bersatu Terangi Bangsa: dari Inspirasi Menjadi Aksi Nyata” pada Senin, (27/05) di GKU H.R. Suparsono.

Kegiatan Paramasakti merupakan kegiatan tahunan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) dimana tahun 2024 ini diselenggarakan dalam 3 rangkaian kegiatan yakni Pameran Jurusan, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional, dan Seminar Personal Branding yang diisi oleh Nuri Azzahra, S.Pd. Total peserta kegiatan ini 26 peserta LKTI dan 25 Tim Program Studi mengikuti Pameran jurusan.

Mewakili Walikota Magelang turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Magelang, Drs. Parjopo, Kapolsek Magelang Utara, Kompol Purwanto, S.H., M.H., dan Perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kol. Cpm. Maryadi, A.Md.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, M.Pd. mengapresiasi seluruh peserta dan panitia kegiatan Paramasakti yang merupakan kelanjutan dari program-program tahun sebelumnya.

“Program-program di Universitas Tidar sudah sangat berdampak ke level nasional seperti PARAMADYA (Pekan Raya Mahasiswa Pemberdaya) dan PPK Ormawa yang tahun ini lolos 17 proposal di tingkat nasional, saya berharap agar kedepannya Paramasakti bisa lebih besar dan dikemas dengan lebih menarik. Selain itu. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan sesama mahasiswa,” jelasnya.

Dalam sambutanya, Drs. Parjopo menghimbau kepada seluruh siswa Kota Magelang dan calon mahasiswa baru untuk memanfaatkan momen Pameran Jurusan sebagai wadah mengenal program studi yang akan dipilihnya.

“Dengan adanya Paramasakti, informasi mengenai sains dan budaya bisa tersampaikan secara detail kepada siswa dan calon mahasiswa. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk menyambut Indonesia Emas 2045 karena seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk memajukan Indonesia dengan memberi inspirasi untuk belajar dan berkarya sebaik mungkin. Manfaatkan setiap momen yang ada, dimulai hari ini,” pungkasnya.

Pameran jurusan meliputi Prodi D4 Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur (TRPM) menampilkan prototype becak listrik, Prodi Teknologi Pangan menyuguhkan Torakur atau Tomat Rasa Kurma serta minuman kombucha serta Prodi Teknik Elektro yang menampilkan Car Simulation serta masih banyak lainnya.

Paramasakti turut dikunjungi siswa-siswi dari Sekolah Menengah sederajat dari wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. Selain lebih mengenal bermacam program studi di Untidar dalam kesempatan ini juga dibuka stand khusus mengenai konsultasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Untidar khususnya Seleksi Mandiri Untidar yang direncanakan akan dibukan Juni 2024 mendatang.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Setelah Kenaikan UKT Dibatalkan, Mendikbudristek Minta PTN Rangkul Calon Mahasiswa Baru yang Terdampak

Jakarta, 27 Mei 2024 – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, siang tadi di Istana Merdeka menyampaikan keputusan pembatalan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT).

Malam ini, Mendikbudristek menyampaikan beberapa hal penting sebagai tindak lanjut. Selain tidak adanya kenaikan UKT tahun ini, Mendikbudristek meminta perguruan tinggi ‘jemput bola’ ke calon mahasiswa baru.

“PTN perlu merangkul calon mahasiswa baru yang belum daftar ulang atau mengundurkan diri akibat UKT yang tinggi. Saya berharap, calon mahasiswa baru agar diberitahukan mengenai kebijakan terakhir pembatalan kenaikan UKT. Jika tidak jadi mengundurkan diri, perlu diterima kembali,” kata Menteri Nadiem.

Selain itu Mendikbudristek juga menyampaikan, “Bagi mahasiswa yang sudah membayar dengan UKT yang dinaikkan, maka perlu ditindaklanjuti oleh PTN agar kelebihan pembayaran dikembalikan atau diperhitungkan pada semester selanjutnya.”

Sebelumnya di Istana Negara, Mendikbudristek menyampaikan bahwa dirinya mengajukan beberapa pendekatan untuk bisa mengatasi kesulitan yang dihadapi mahasiswa, di mana Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) akan menyampaikan detail teknisnya.

“Pembatalan kenaikan UKT, kenaikan IPI, dan detail teknisnya akan disampaikan Dirjen Diktiristek dalam Surat Dirjen. Prof. Haris (Dirjen Diktiristek) dan tim sudah menerima aspirasi berbagai pihak. Surat Dirjen ini akan diterbitkan segera agar pemimpin PTN dapat mengimplementasikan kebijakan dengan lancar,” jelas Menteri Nadiem.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar

Ditbelmawa dan Tim PMM Pusat Lakukan Monev Penyelenggaraan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 di Universitas Tidar

Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan Tim Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diwakili oleh Fidensius Nivo Putranto, Riska Junitasari, dan Nidya Ariesandi serta Tim Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Pusat yang diwakili oleh Sarah Indira Karouli Sinuhaji, Asih Laraswati, dan Alicha Prima Nurlaili dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (monev) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 4 Tahun 2024, Minggu-Senin (26-27/5).

Dalam sambutanya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. mendorong mahasiswa Untidar untuk meningkatkan partisipasinya dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

“Saya ucapkan terima kasih atas kedatangan Tim Ditbelmawa dan Tim Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Pusat. Semoga kegiatan ini dapat meningkatan kualitas pelaksanaan Program Pertukaran Mahsiswa Merdeka di Universitas Tidar. Saya berharap dengan ini pula mahasiswa Untidar dapat turut berpartisipasi aktif dalam Program Pertukaran Mahasiswa,” jelasnya.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si. mengapresiasi Tim Ditbelmawa dan Tim Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Pusat sekaligus harapannya terkait keberlanjutan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

“Monev ini sangat penting bagi keberlangsungan program. Program ini membantu Untidar untuk dikenal. Selain itu, mahasiswa PMM juga dapat mengenal kebudayaan di Magelang. Semoga kedepannya kami berharap program PMM dapat terus dilanjutkan, ” pungkasnya.

Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) bersama Dosen Modul Nusantara, Ayu Lestari, M.Pd., melaksanakan monitoring dan evaluasi  yang dihadiri oleh Liaison Officer, Farchan Sofyan Siroj, Kepala Suku dan Wakil Kepala Suku PMM 4 Inbound Universitas Tidar, Lady Matari dan Gydeon Manurung di Gedung Rektorat Untidar.

Agenda dilanjutkan dengan kegiatan Modul Nusantara bertemakan kebhinekaan bersama Komunitas Mlaku Magelang yang didampingi oleh Gusta Wardhana. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.

Mengusung konsep walking tour, Kegiatan Modul Nusantara “Yuk Belajar Sejarah Magelang” bersama dengan Komunitas Mlaku Magelang mengajak mahasiswa PMM 4 Inbound Universitas Tidar untuk lebih mengenal sejarah Kota Magelang. Walking tour dimulai dari Masjid Agung Kauman Kota Magelang, Jalan Kartini, Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Doreng Timur, Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Magelang, dan berakhir di Gedung Loka Budaya Kota Magelang.

Pada Senin (27/05),  Tim PMM Pusat melasakan moitoring bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama,  Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama,  Kepala Bagian Akademik, Ketua Tim Kerja Akademik, Tim Pengelola PMM 4 Universitas Tidar, dan mahasiswa inbound PMM 4 Universitas Tidar.

Acara monev didahului dengan laporan penyelenggaraan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka oleh Koordinator Perguruan Tinggi Penerima. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan para pimpinan, Koordinator Perguruan Tinggi Penerima dan Pengirim, pengelola keuangan PMM 4, serta mahasiswa inbound PMM 4 Univesitas Tidar.

“Terpilihnya Universitas Tidar untuk monitoring dan evaluasi melalui proses sampling dari PTN Satker sehingga diharapkan hasil monev dapat menjadi pembelajaran untuk penyelenggaraan program,” jelas Sarah Indira Karouli Sinuhaji.

Penulis : Tim PMM 4 Universitas Tidar
Editor: Kerin

Pameran dan Festival Bulan Merdeka Belajar di Borobudur Semarakkan Hardiknas 2024

Magelang, Kemendikbudristek —  Menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pameran dan Festival Bulan Merdeka Belajar di Magelang, Jawa Tengah, pada tanggal 24-26 Mei 2024. Plh. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbudristek, Anang Ristanto saat membuka Pameran Bulan Merdeka Belajar di Taman Aksobya Candi Borobudur, mengatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024 adalah momen penting untuk menghargai peran pendidikan dalam membangun bangsa, merefleksikan pencapaian, mengevaluasi tantangan, dan merumuskan langkah-langkah strategis menuju pendidikan yang lebih baik bagi semua anak bangsa untuk menyongsong generasi emas 2045.

“Merdeka Belajar, kini telah menjadi gerakan besar dan berkelanjutan yang menjadi milik masyarakat. ⁠Tiap elemen ekosistem pendidikan dan kebudayaan kini makin berdaya. Kini guru-guru mampu menjadi pemimpin pembelajaran dengan menciptakan proses belajar-mengajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, Komunitas budaya semakin berdaya dalam menciptakan ekosistem budaya yang berkelanjutan. Mahasiswa kian berani berinovasi untuk menghadapi tantangan dunia nyata. Para pelajar di seluruh Indonesia pun siap memeluk masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan”, kata Anang, (25/5/2024).

Anang menambahkan, melalui pameran ini, dapat menunjukkan kepada masyarakat, yaitu hasil dari proses transformasi pendidikan dan  kebudayaan yang telah dijalani selama ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan Bulan Merdeka Belajar 2024 ini.

“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas karya yang ditampilkan pada Pameran ini, semoga menjadi inspirasi bagi pengunjung dan memicu munculnya penggerak Merdeka Belajar yang baru sebagai agen-agen perubahan”, ucap Anang.

Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, menjelaskan tujuan adanya rangkaian acara Bulan Merdeka Belajar adalah sebagai kegiatan untuk menyampaikan hasil dari implementasi program Merdeka Belajar kepada masyarakat.

“Pada kegiatan Bulan Merdeka Belajar ini lebih kepada kita memperlihatkan kepada masyarakat hasil dari implementasi program Merdeka Belajar yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah maupun satuan pendidikan khususnya yang ada di provinsi Jawa Tengah”, kata Nugraheni.

Menurut Nugraheni, capaian atas keberhasilan dari program Merdeka Belajar tersebut tidak lepas dari kolaborasi dengan mitra pembangunan dan tentunya dengan seluruh UPT maupun perguruan tinggi. Melalui puncak acara Bulan Merdeka Belajar ini, berbagai dampak positif dipublikasikan kepada masyarakat yaitu hasil-hasil program Merdeka Belajar yang sudah terimplementasi.

Nugraheni menambahkan, salah satu dari hasil yang ingin diharapkan melalui implementasi program Merdeka Belajar adalah Profil Pelajar Pancasila, di antaranya adalah mandiri. Pada pameran Bulan Merdeka Belajar ini dapat dilihat bahwa peserta didik ini mampu secara mandiri memperlihatkan karyanya ketika melakukan pembelajaran yang lebih membebaskan peserta didik, tentunya mengacu pada minat bakat anak-anak peserta didik tersebut.

“Mudah-mudahan ini menjadi agenda yang rutin, artinya kita bisa memberikan bukti nyata kepada masyarakat luas bahwasannya program Merdeka Belajar ini bisa diterima oleh masyarakat dan berdampak positif bagi satuan pendidikan dan tentu saja anak-anak didik kita”, tambahnya.

Sesuai dengan tema Hardiknas 2024, melalui kegiatan Bulan Merdeka Belajar ini, Nugraheni juga berharap semua pihak dapat bergerak bersama untuk melanjutkan Merdeka Belajar di tahun-tahun selanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan pada momentum Hari Pendidikan ini juga bekerja sama dengan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) provinsi Jawa Tengah. Yaitu, melibatkan banyak guru penggerak dari provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta memeriahkan Bulan Merdeka Belajar dengan menunjukkan hasil karya guru penggerak.

“Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, yang kerja samanya BBGP dengan dinas pendidikan, kami melibatkan banyak yang mayoritas guru-guru penggerak dan sekolah penggerak untuk berkontribusi memamerkan karya-karyanya. Termasuk dari dinas pendidikan provinsi juga ada satu stan yang kita memamerkan karya guru-guru mayoritas guru penggerak”, kata Uswatun.

Ia menambahkan, pada momentum ini sebenarnya yang utama adalah berbagi ilmu bagi sesama guru-guru di provinsi Jawa Tengah.

“Sharing (berbagi) ilmu itu yang lebih penting, kalo masalah kegiatan bersama-sama ini dalam momentum apapun bisa, tetapi di sini kumpulan guru-guru yang luar biasa, akademisi yang luar biasa semuanya bisa bersinergi. Tujuannya adalah melanjutkan Merdeka Belajar itu dapat tercapai”,
Jelas Uswatun.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memandang kegiatan seperti Pameran Bulan Merdeka Belajar sebagai upaya yang baik dan seharusnya diadakan rutin setiap tahunnya.

“Sangat baik, dan seharusnya diadakan rutin tahunan”, ucap Uswatun.

Salah satu pengunjung pameran, Alif Muhammad Akbar, mengaku senang bisa mengunjungi pameran Bulan Merdeka Belajar ini. Alif mengatakan ada banyak stan yang menarik dan menginspirasi. Ada juga permainan berhadiah dan karya-karya krearif dari siswa.

“Bagus, sih, banyak stan-stan dari anak-anak sekolah. Ada game-game berhadiah, tadi ada ecoprint kaya buat motif-motif batik tapi dari daun dipukul-pukul. Ya, sering-sering diadain acara seperti ini buat pengenalan-pengenalan ini banyak turis juga, buat mengenal budaya di Indonesia juga”, kata Alif yang merupakan siswa kelas 8 SMP Negeri 7 Magelang.

Pameran dan Festival Bulan Merdeka Belajar ini dilaksanakan selama tiga hari. Tanggal 24 Mei 2024 di Hotel Grand Arthos Magelang, kemudian tanggal 25 dan 26 Mei 2024 di Taman Aksobya Candi Borobudur. Rangkaian bulan merdeka belajar telah didahului oleh Festival Kurikulum Merdeka, yang salah satunya adalah Lomba Potret Cerita Kurikulum Merdeka. Kemudian ada Pameran Merdeka Belajar yang diikuti sebanyak 70 stan dan juga berbagai pertunjukan kesenian dari UPT, Perguruan Tinggi, peserta didik dari jenjang PAUD sampai dengan Mahasiswa di provinsi Jawa Tengah.

Adapun Pameran dan Festival Bulan Merdeka Belajar ini diselenggarakan atas kolaborasi UPT Kemendikbudristek dan Perguruan Tinggi Negeri. UPT di wilayah Jawa Tengah, yaitu BBPMP, BBGP, Balai Bahasa, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (LL Dikti), Museum Cagar Budaya (MCB), Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X (BPK). Sedangkan PTN di Magelang yaitu antara lain, Universitas Tidar (Untidar), dan Politeknik Negeri Semarang. Acara ini juga didukung oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Magelang. Selain itu, juga didukung oleh mitra pembangunan antara lain Tanoto Foundation, PT. Bhimasena Power, Yayasan Masyarakat Indonesia, Prestasi Junior Indonesia, dan Organisasi sosial nirlaba SOS Children’s Village Indonesia.

Pameran dan Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan antara lain Seminar Gerakan Sekolah Sehat (GSS), Kick off PPDB 2024, Penandatanganan Komitmen Transisi PAUD SD, Pemberian Apresiasi Lomba Potret Cerita BBPMP Jateng, Kirab Budaya, Pameran Pendidikan, Pameran Inovasi dan Teknologi, Pertunjukan Kesenian oleh siswa, Gelar Wicara Pemutaran Film Dokumenter, Final Pemilihan Duta Bahasa 2024, Senam Sehat, Opera Merdeka Belajar, serta Apresiasi dan Selebrasi. (Anandes Langguana).

Universitas Tidar Selenggaran Peksimitas 2024, ada 15 Tangkai Seni

Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Universitas Tidar (Peksimitas) di GKU H.R. Suparsono Universitas Tidar, (15-22/5). Acara ini menjadi ajang bergengsi bagi para mahasiswa dari berbagai Program Studi untuk menampilkan bakat dan potensi mereka dalam bidang seni.

Peksimitas tahun ini mengusung tema Merdeka Berprestasi Talenta Seni Menginspirasidengan memperlombakan 15 tangkai seni diantaranya, lomba vokal pop, vokal keroncong, vokal dangdut, baca puisi, menulis puisi, menulis cerpen, menulis lakon, fotografi, poster, komikstrip, melukis, monolog, tari, vokal grup, dan seriosa. Total sebanyak 200 peserta mengikuti Peksimitas Untidar 2024.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, M.Pd menyampaikan bahwa Peksimitas 2024 bertujuan untuk menggali potensi seni dan budaya di kalangan mahasiswa.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan kemampuan seni mereka, serta mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa dari berbagai jurusan,” pungkasnya.

Ketua panitia Peksimitas 2024, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., MA. menyampaikan Peksimitas merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang diselenggarakan secara berjenjang dari tingkat universitas, regional Jawa Tengah, dan selanjutnya di tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta. Nantinya peserta yang lolos Tingkat universitas akan mengikuti seleksi tingkat regional Jawa Tengah sebelum mengikuti seleksi Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Kami berharap mahasiswa yang nantinya lolos ke regional dapat tampil dengan maksimal, total, dan betul-betul dapat menampilkan yang terbaik. Kemudian, mereka juga bisa memenuhi segala yang sudah diatur dalam pedoman,” jelasnya.

 

Penulis: Ela

Editor: Kerin

SEMARAKAN DIES NATALIS KE-45, UNTIDAR GELAR JALAN SEHAT DAN TEMU ALUMNI

Universitas Tidar (Untidar) menggelar Jalan Sehat dan Temu Alumni pada Sabtu (18/5) sebagai salah satu rangkaian acara Dies Natalis Untidar ke-45. Seluruh civitas akademik Untidar, alumni, dan masyarakat sekitar nampak antusias mengikuti kegiatan ini dengan berkumpul bersama di depan gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 

Turut mengundang alumni, Kegiatan ini bertajuk “Jalan Sehat dan Temu Alumni Dies Natalis ke-45 Universitas Tidar” yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara Universitas Tidar dengan alumni dan masyarakat sekitar. 

“Jalan sehat ini merupakan acara rutinan Universitas Tidar. Semoga kita bisa terus menyelenggarakan acara ini setiap tahunnya. Saya sampaikan rangkaian acara dies juga berjalan cukup banyak dan berwarna, salah satu yang perlu saya tekankan acara dies Jalan Santai untuk meningkatkan hubungan kekeluargaan antara Universitas Tidar dengan alumni dan masyarakat sekitar.”  ungkap Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Dalam sambutanya, Ketua Gerakan Alumni Untidar (Ganidar), Ir. Hadi Susilo mengapresiasi kegiatan Jalan Sehat yang telah menyatukan seluruh keluarga besar Untidar. Beliau pun turut mendoakan kesuksesan Untidar dan berharap mahasiswa untidar dapat terus meningkatkan prestasi. Pria yang kerap disapa Pak Hadi ini juga merangkul seluruh alumni untuk selalu mendukung Untidar. 

Guna menciptakan suasana yang menyenangkan dalam olahraga, kegiatan Jalan Sehat menyediakan kupon berhadian bagi para peserta yang beruntung. Tidak tanggung-tanggung, hadiah yang ditawarkan berupa sejumlah alat elektronik, motor listrik, dua ekor kambing, serta beberapa hadiah menarik lainnya.

Sebelum memulai jalan sehat, seluruh peserta berdoa bersama yang dipimpin oleh Mohammad Ulyan, M.Pd. Kemudian, peserta Jalan Sehat memulai langkah melewati rute yang telah ditentukan. Di tengah rute, peserta mengumpulkan kupon undian yang kemudian akan diundi dengan berbagai hadiah. Sesampainya di garis finish, peserta menikmati panggung hiburan dan mengunjungi bazar sembari menyimak proses pengundian kupon. 

Pada kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 2200 peserta ini, juga terdapat pengumuman dan penyerahan hadiah kepada pemenang Pekan Olahraga Untidar. Total terdapat 5 cabang olahraga yang dilombakan yaitu volly, tenis meja, tenis lapangan, futsal, dan badminton.

 

Penulis: Kerin

UNTIDAR LAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI NEGERI KAHYANGAN DALAM RANGKA DIES NATALIS UNTIDAR KE-45

Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis Ke-45, Rabu (15/5) di Desa Wisata Wonolelo, Kecamatan Sawangan.

“Tujuan kegiatan ini sebagai pengejawantahan dari bentuk atau tugas perguruan tinggi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya berupa pengabdian masyarakat. Kemudian, sejalan dengan visi Untidar yaitu unggul dalam kewirausahaan, unit-unit wirausaha yang dikelola oleh masyarakat butuh pendampingan khususnya dari perguruan tinggi,” jelas Emma Dwi Ratnasari, S.E., M.Si. selaku PIC kegiatan. 

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan harapannya kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan program-program yang lebih nyata.

“Kebetulan sesuai dan sejalan dengan bidang 3 yaitu Kemahasiswaan dan Alumni untuk pemberdayaan desa oleh mahasiswa serta ini dapat dikembangkan ke hal yang lebih luas lagi. tidak hanya masalah pembinaan desa wisata, mungkin juga ke hal-hal yang lain seperti pertanianya atau budayanya bisa dikembangkan dan mahasiswa untidar harus siap mendampingi desa manapun yang nantinya ingin bermitra dengan Untidar. Itu harapan kami, tentu saja kalau mahasiswa tidak bisa sendirian harus didampingi dosen. Tentu ini membutuhkan modal untuk pembekalan yang lebih baik,” pungkasnya.

Dalam sambutanya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof  Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari kerjasama antara Rektor Untidar dengan Bupati Magelang beberapa waktu yang lalu.

“Tentunya pengabdian masyarakat dari Untidar untuk Kabupaten Magelang ada banyak sekali. Harapannya setelah pengabdian ini, desa wonolelo menjadi lebih baik lagi. Dengan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini, semoga menjadi tali persaudaraan antara Untidar dengan masyarakat Desa Wonolelo,” jelasnya.

Kegiatan ini mencakup dua pelatihan diantaranya yaitu pelatihan digital marketing bagi pengelola warung komunal dengan narasumber Ibu Ivo Novitaningtyas, S.Par., M.M. Pelatihan ini berupa desain produk menggunakan aplikasi digital untuk meningkatkan penjualan. Pelatihan kedua yaitu pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Negara (Bumdes) bagi anggota Bumdes Mekar Sembada Mulya dengan narasumber Ibu Dr. Siti Arifah, SE.Akt., M.Si. CA.

“Harapan kita dengan adanya program seperti ini nanti ada tindak lanjut yang mungkin tidak cukup satu kali ini karena kalo di Kahyangan, kita tidak hanya butuh strategi marketing, ataupun pengelolaan keuangan. Disini kompleks, ada pertanian, ada sosial, ada budaya, dan mungkin ada banyak hal lagi yang perlu dikembangkan. Maka dari itu, kita butuh peran-peran orang yang hebat seperti Untidar sendiri,” harap Bapak Supri selaku pengelola Wisata Tol Kayangan dalam sesi wawancara bersama Tim UntidarTV.

 

Penulis: Kerin

Kemendikbudristek Dorong Pemerintah Daerah Sinergikan Transformasi Pendidikan Bagi Guru

Batam, Kemendikbudristek – Program prioritas Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagian besar terkait hal guru dan tenaga kependidikan sehingga mereka merupakan unsur terpenting dalam dunia pendidikan. Program prioritas tersebut misalnya, program guru penggerak, program sekolah penggerak, program organisasi penggerak, dan lainnya. Transformasi pendidikan bagi para guru itu akan berjalan dengan baik jika ada sinergi dan kolaborasi yang baik oleh seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan, termasuk pemerintah daerah.
 
Visi utama Kemendikbudristek bagi guru dan tenaga kependidikan yakni menjadikan profesi guru menjadi lebih bermartabat, terhormat, dan membanggakan. Selain itu juga menjadikan guru sebagai pemimpin pembelajaran dan sebagai agen transformasi pendidikan. Dan terakhir sebagai upaya menghidupkan gotong royong dalam menciptakan ekosistem belajar guru dan tenaga kependidikan yang berdaya dan saling menguatkan.
 
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek, Nunuk Suryani mencontohkan, Kemendikbudristek melalui program guru penggerak telah mendidik para guru untuk disiapkan menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang kemudian merekalah yang akan memimpin satuan-satuan pendidikan di setiap daerahnya. Peran pemerintah daerah adalah mengangkat dan menempatkan guru-guru penggerak di sekolah-sekolah yang ada di daerah tersebut.
 
“Mohon kiranya (kepala daerah) terus mendukung kebijakan Kemendikbudristek seperti guru penggerak, kurikulum merdeka, sekolah penggerak. Terkait guru penggerak, kami sudah kirim surat edaran kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi, para wali kota dan bupati juga, karena sudah terbit surat edaran bersama antara Mendagri, Mendikbudristek, dan Kepala BKN terkait pengangkatan kepala sekolah tersebut,” katanya pada acara Temu Wicara Dirjen GTK di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/2).
 
Senada hal itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan, bahwa Kota Batam tidak hanya ingin menjadi kota baru dan kota moderen saja tetapi juga ingin menjadi kota pendidikan sehingga seluruh sektor-sektor untuk mewujudkan hal itu harus dioptimalkan. Pendidikan, kata dia, menjadi hal nomor satu dalam pembangunan yang berkelanjutan. Jika tidak disiapkan sekarang, lanjutnya, maka pembangunan itu akan gagal dalam 20 sampai 30 tahun ke depan karena tidak diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola pembangunan tersebut.
 
“Kita akan dukung dan bantu (kebijakan Kemendikbudristek) sepenuhnya, bahkan insentif mereka (guru di Kota Batam) saat ini 1 juta, mungkin suatu waktu bisa 2-3 juta tambahan daripada pendapatan mereka hari ini,” tegas Muhammad Rudi.
 
Di kesempatan yang berbeda, Bupati Natuna, Wan Siswandi menyampaikan, pemerintah Kabupaten Natuna mendukung sepenuhnya kebijakan Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek. “Banyak yang dilakukan pemerintah Kabupaten Natuna untuk menindaklanjuti program Guru Penggerak sesuai dengan kewenangan kami pemerintah daerah,” ujarnya.*** (Penulis: Agi Bahari/Editor: Tim Ditjen GTK)

Pelaksanaan UTBK di Universitas Tidar Berakhir, Prof. Suyitno : Tidak Ada Kecurangan!

Kegiatan di pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar telah berakhir pada Selasa (14/05). Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. menyatakan panitia telah menyelesaikan penyelenggaraan UTBK dengan lancar tanpa ditemukan adanya laporan kecurangan.

“Alhamdulillah pelaksanaan UTBK berjalan lancar, tidak ada halangan berarti. Semua pelaksanaan terpantau baik dan tidak menemukan kecurangan dan hal-hal yang menjadikan proses UTBK tidak fair,” kata Prof. Suyitno.

Menurutnya, semua prosedur UTBK telah dijalankan sesuai aturan dan jadwal yang telah ditentukan oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNMPMB) Tahun 2024.

“Besar harapan kami yang mengikuti UTBK di Untidar puas dengan pelayanan panitia dan semoga diterima di perguruan tinggi pilihannya masing-masing,” tambahnya.

Pusat UTBK Untidar menyelenggarakan ujian 7.945 peserta. Dari jumlah ini 228 peserta tidak hadir/tidak mengikuti ujian. Tingkat kehadiran peserta mencapai 97% atau sejumlah 7.717 peserta,

Pelaksanaan ujian diselesaikan dalam waktu 8 hari  yang terdiri dari 7 hari pada gelombang I yaitu 30 April dan 2-7 Mei 2024 serta 1 hari pada gelombang II yaitu 14 Mei 2024.

“Pusat UTBK Untidar total telah menyelenggarakan ujian pada 17 sesi. Khusus hari terakhir pada 14 Mei 2024, ujian hanya dilaksanakan pada sesi pagi saja,” jelas Muhammad Rifqi Maarif, S.T., MEng., Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Untidar.

Hasil UTBK kemudian akan digunakan sebagai dasar Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) yang akan diumumkan pada 13 Juni 2024. Masa unduh sertifikat UTBK pada 17-31 Juni 2024.

“Untuk peserta UTBK di Untidar semoga mendapatkan hasil terbaik. Jangan lupa untuk akses pengumuman sesuai jadwal dan bagi yang lolos seleksi segera mengunjungi laman Perguruan Tinggi yang dituju untuk memperoleh informasi registrasi mahasiswa baru,” lanjutnya.

Bagi peserta UTBK yang besok mungkin belum beruntung lolos SNBT, hasil UTBK masih bisa dipergunakan untuk mendaftar seleksi mandiri di beberapa perguruan tinggi negeri. Untidar adalah salah satu PTN yang membuka Seleksi Mandiri menggunakan Nilai UTBK (SM Nilai UTBK). Pendaftaran dimulai 14-19 Juni 2024 untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi laman um.untidar.ac.id

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Gandeng STMM Yogyakarta, Untidar Optimis Tingkatkan Mutu Mahasiswa dengan Sertifikasi.

Universitas Tidar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Selasa (14/05). Maksud penandatanganan MoU ini

untuk mengadakan kerja sama secara kelembagaan sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing dalam pengembangan Perguruan Tinggi.

“Kerjasama ini diharapkan membuka peluang untuk menyelenggarakan sertifikasi bagi mahasiswa. Sertifikasi kompetensi merupakan bekal “kepercayaan diri” mahasiswa saat mencari pekerjaan,” ujar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar.

Beliau juga mengingatkan bahwa kerjasama ini segera diimplementasikan dan jangan terhenti pada rencana serta kendala administratif. Tidak hanya berhenti pada kerjasama ini saja namun Untidar terbuka untuk kerjasama lainnya di kemudian hari.

“Peminat program studi Ilmu Komunikasi di Untidar cukup tinggi dari tahun ke tahun sebanding dengan upaya peningkatan mutu dan kualitasnya. Adanya kerjasama dengan STMM semoga perkembangan prodi Ilkom menjadi lebih pesat,” tambahnya.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Rektor Untidar dengan Ir. Noor Iza, M.Sc., Ketua STMM. Mou ini merupakan “payung kerjasama” kedua belah pihak dalam melaksanakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerjasama Dr. A. P. Dra. Sri Mulyani, M. Si., Plt. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan Ketua STMM serta Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja sama, Untidar dan Drs. Kusumo Gambriyanto, M.Si., Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi STMM.

“Terima kasih atas kesempatan menjalin kerjasama dengan Untidar. STMM yang berkembang di multimedia sedang mengupayakan berkembang juga ke arah digital. Semoga kami bisa menjalin kerjasama penelitian, penulisan artikel atau jurnal serta workshop nasional maupun internasional bersama Untidar,” tutur Ir. Noor Iza, M.Sc., Ketua STMM Yogyakarta.

Sama seperti Rektor Untidar yang memandang pentingnya sertifikasi bagi mahasiswa, saat ini STMM sedang mengupayakan lulusannya minimal memiliki 1 sertifikasi kompetendi serta telah mengikuti minimal 2 pelatihan.

“Pada beberapa waktu yang lalu, mahasiswa prodi manajemen informasi komunikasi STMM melakukan KKN di wilayah Magelang. Setelah penandatangan kerjasama ini terbuka kemungkinan untuk melakukan KKN bersama Untidar,” pungkasnya.

Penulis : Nana

Editor : Humas Untidar