7.945 Peserta Bersiap Ikuti Ujian di Pusat UTBK Universitas Tidar

Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar tengah mempersiapkan segala keperluan untuk pelaksanaan ujian bagi 7.945 peserta. Selain sarana dan prasarana, Wakil Rektor Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. berupaya mengurangi potensi kecurangan ujian.

“Panitia akan berusaha maksimal untuk menfasilitasi dan mencegah terjadinya praktik kecurangan ujian seperti joki sehingga hasil ujian yang diperoleh merupakan hasil murni kemampuan peserta,” jelas Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. pada Konferensi Pers Pelaksanaan UTBK-SNBT di Pusat UTBK Universitas Tidar Tahun 2024.

Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., Koordinator Pelaksana Pusat UTBK Untidar menjelaskan awal minggu ini telah dilaksanakan coaching untuk Penanggung Jawab Lokal (PJL), Wakil Penanggung Jawab Lokal (PJL), Pengawas, IT Ruang serta IT Server.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi terlebih mengenai tata tertib panitia dan peserta, macam-macam contoh perjokian, perlengkapan yang boleh dan tidak boleh dibawa, dll.

“Nantinya ada petugas yang dilengkapi dengan metal detector untuk memastikan peserta tidak membawa peralatan elektronik atau tambahan untuk melakukan kecurangan saat ujian. Keperluan seperti alat tulis dan kertas buram sudah disediakan panitia,” jelas Rifqi.

Pelaksanaan UTBK di Untidar akan dilaksanakan dalam 2 gelombang yaitu Gelombang 1 pada 30 April 2024 – 7 Mei 2024 sedangkan Gelombang 2 pada 14 Mei 2024.

“Sebenarnya pelaksanaan UTBK Gelombang 2 dilaksanakan sampai 20 Mei 2024 namun untuk 7.945 peserta yang mendaftar ujian di Pusat UTBK Untidar sudah tercukupi sampai tanggal 14 Mei 2024,” tambahnya.

Pusat UTBK Untidar menyediakan 29 ruangan dan 535 komputer dalam setiap sesi ujian yang tersebar di 8 lokasi ujian yaitu Kampus Tuguran, Kampus Sidotopo, SMA Negeri 2 Magelang, SMA Negeri 3 Magelang, SMA Negeri 4 Magelang, SMA Negeri 5 Magelang, SMK Negeri 1 Magelang dan SMK Negeri 2 Magelang.

Dalam 1 hari dilaksanakan 2 sesi ujian yaitu sesi pagi dimulai pukul 06.45 sampai 10.30 Wib dan sesi siang dimulai 12.30 – 16.15 Wib.

Peserta dihimbau dapat melakukan survei lokasi ujian maksimal H-1 pelaksanaan ujian agar dapat memperkirakan waktu tempuh menuju lokasi ujian. Denah lokasi, larangan dan kewajiban peserta ujian juga akan diunggah di laman untidar.ac.id

Panitia Pusat UTBK Universitas Tidar juga menyediakan stand khusus untuk beberapa perguruan tinggi swasta di wilayah Karesidenan Kedu untuk melakukan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

“Dalam meningkatkan jumlah lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi di wilayah Kedu khususnya, kami bekerjasama dengan rekan-rekan perguruan tinggi swasta di wilayah Kedu untuk melakukan sosialisasi PMB,” pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Denah Lokasi Ujian Pusat UTBK Universitas Tidar Tahun 2024

Fakultas Ekonomi, Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

 

Fakultas Teknik, Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Gedung LPPM, Kampus Tuguran, Universitas Tidar

Jl. Kapten Suparman No.39, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo, Universitas Tidar

Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 59155

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

Gedung Laboratorium Terpadu, Kampus Sidotopo, Universitas Tidar

Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 59155

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 2 Magelang

Jl. Urip Sumoharjo, Wates, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56113

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 3 Magelang

Jl. Medang No.17, Rejowinangun Utara, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah 56127

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 4 Magelang

Jl. Panembahan Senopati No.42/47, Jurangombo Utara, Kec. Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 56123

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMA Negeri 5 Magelang

Jl. Barito 2, Sidotopo, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56114

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

SMK Negeri 1 Magelang

Jl. Cawang No.2, Jurangombo Sel., Kec. Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 56123

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

 

SMK Negeri 2 Magelang

Jl. Ahmad Yani, South Kramat, Magelang Utara, Magelang City, Central Java 59155

Google Maps link silahkan KLIK DISINI

 

 

 

 

 

 

 

 

Fakultas Teknik Untidar Tandatangani Kerja sama dengan Universitas dan Pusat Penelitian dari Taiwan.

Fakultas Teknik, Universitas Tidar menandatangani 5 (lima) perjanjian kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) dengan 2 (dua) universitas dan 3 (tiga) pusat penelitian yaitu gempa, analisis struktur, dan teknologi kontrol seismik dari Taiwan, Kamis (25/04).

“Hari ini telah terlaksana kegiatan kuliah umum dari 4 (empat) Visiting Professor dari Taiwan dan penandatanganan kerja sama dengan dua universitas yaitu NCKU dan NUU Taiwan. Kerja sama ini terkait penawaran program dan beasiswa studi lanjut S2 dan S3 bagi alumni dan dosen Fakultas Teknik Untidar untuk mengambil studi di Taiwan serta program 3+2 untuk mahasiswa S1 dimana mahasiswa bisa mendapatkan gelar sarjana dari Untidar dan Magister di Taiwan dengan masa studi 10 (sepuluh) semester atau 5 tahun. Selain itu, ke depan kita dapat melakukan penelitian dan publikasi bersama antara dosen dari FT Untidar dengan Profesor dari Taiwan,” jelas Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng.

Kedua Universitas tersebut adalah National Cheng Kung University (NCKU) dan National United University (NUU) serta 3 laboratorium penelitian yaitu National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) National Applied Research Laboratories (NARLabs) Taiwan, Computer Aided Structural Analysis Laboratory (CASALab), and Innovation Structure and Seismic Control Technology Research Laboratory.

Bertempat di  di Ruang E.03.4.15, Fakultas Teknik, Penandatangan kerja sama dilaksanakan oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng. dengan Prof. Chyan-Deng Jan sebagai Dekan The College of Engineering, National Cheng Kung University (NCKU) dan Prof. Bor-Liang Chen sebagai Dekan College of Engineering and Science, National United University (NUU). Prof. Hsuan-Teh Hu, Kepala Computer Aided Structural Analysis Laboratory (CASALab), Prof. Chung-Sheng Lee, Kepala Innovation Structure and Seismic Control Technology Research Laboratory dan Prof. Fu-Pei Hsiao, Direktur National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) National Applied Research Laboratories (NARLabs).

Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan Public Lecture bertema “Bridging Future: Exploring Disaster Prevention in Taiwan and Indonesia” yang diisi oleh 4 (empat) Profesor dari Taiwan dan Assoc. Prof. Yanuar Haryanto, S.T., M.T., PhD. dari Universitas Jenderal Soedirman. Materi kuliah umum memaparkan upaya mitigasi bencana alam melalui konstruksi yang terencana, penilaian dan penerapan skenario dampak gempa bumi, serta program beasiswa untuk studi lanjut di Taiwan. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Untidar dari 7 (tujuh) program studi yang ada di Fakultas Teknik.

Pada kesempatan ini, Prof. Hsuan-Teh Hu juga menjabarkan Program 3+2 yaitu penawaran program kuliah program sarjana tiga tahun dan program magister dua tahun– di NCKU dan NUU. Pemaparan materi praktisi kemudian ditutup dengan sharing session, pengalaman berkuliah di Taiwan oleh Assoc. Prof. Yanuar Haryanto, S.T., M.T., Ph.D.

Prof. Chyan-Deng Jan Dekan The College of Engineering National Cheng Kung University mengungkapkan harapannya pada hubungan yang baru dibangun antara Untidar dan NCKU serta NUU.

“Kami ingin membangun hubungan dengan Indonesia, karena Indonesia negara yang menarik untuk kami pelajari. Banyak perbedaan antar kedua negara ini dari dalamnya, budayanya. Sehingga kita dapat saling belajar ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar Belajar Nilai-Nilai Budaya di Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur

Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Inbound Universitas Tidar mengunjungi Kampoeng Dolanan Nusantara di Desa Bumiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu dan Minggu (20-21/04). Kegiatan modul nusantara ini bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional yang ada di Indonesia khususnya Pulau Jawa. 

Mahasiswa PMM diajak bermain permainan tradisional seperti egrang, bakiak, gangsing, hula hoop, dan permainan tradisional lainnya. Saat memainkan permainan tradisional, mahasiswa didampingi oleh pemandu. Selain itu, mahasiswa juga belajar nilai-nilai keluhuran budi pekerti dan nilai edukasi antara lain keterampilan, sportivitas, dan kerja sama. Kegiatan dilanjutkan dengan belajar membuat ketupat dari daun kelapa muda dan sarasehan bersama Bapak Abbet Nugroho, pendiri Kampoeng Dolanan Nusantara.

“Terima kasih sudah berkunjung kesini, seperti tujuan didirikannya kampoeng dolanan nusantara sendiri. saya harap kalian dapat mengenal dan melestarikan permainan tradisional yang ada di Indonesia khususnya Pulau Jawa, karena pada zaman sekarang banyak sekali anak-anak yang mulai meninggalkan permainan tradisional dan beralih dengan memainkan handphone.” pungkasnya. 

Kunjungan rombongan ditutup dengan belajar memainkan alat musik tradisional angklung yang dibimbing langsung oleh Bapak Abbet Nugroho. Mahasiswa PMM sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap arahan yang diberikan.

 

Penulis: Tim PMM

Editor: Kerin

Untidar Lakukan Penyamaan Persepsi PJL, WPJL, dan Pengawas UTBK 2024

Universitas Tidar melaksanakan coaching dan penyamaan persepsi bersama Penanggung Jawab Lapangan (PJL), Wakil Penanggung Jawab Lapangan (WPJL), dan Pengawas Ujian Tulis Berbasis Komputer 2024, Kamis (23/04) di GKU dr. H.R. Suparsono. 

“Paling penting menyamakan persepsi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya dan juga masukan bapak ibu sebelumnya walaupun kita sudah rutin persepsinya masih berbeda-beda. Kami berharap penanggung jawab lokasi dan pengawas menguasai betul, sehingga persepsinya tidak berbeda-beda. Nanti kita diskusikan bersama-sama. sehingga diharapkan hari ini setelah kita laksanakan persamaan persepsi ini kita bersama-sama membawa satu pemahaman yang sama” jelas Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Drs. Giri Atmoko, M.Si.

Koordinator Bidang Pelaksanaan Ujian, Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng menyampaikan sebanyak 7945 peserta akan mengikuti ujian di Untidar. UTBK tahun 2024 dilaksanakan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 30 April hingga 7 Mei 2024, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada tanggal 14 Mei hingga 20 Mei 2024. Berbeda dengan ujian sebelumnya, pada gelombang 1 akan diselenggarakan 2 sesi, sementara gelombang 2 hanya satu sesi. 

Lokasi ujian tersebar di beberapa titik diantaranya, Untidar kampus Tuguran dan Sidotopo, serta enam lokasi lainya di sekolah mitra yaitu, SMAN 2 Kota Magelang, SMAN 3 Kota Magelang, SMAN 4 kota Magelang, SMAN 5 Kota Magelang, SMKN 1 Kota Magelang, dan SMKN 2 Kota Magelang.

Dalam kegiatan ini, para peserta coaching menerima pelatihan teknis pelaksanaan ujian dan prosedur penanganan kasus pelanggaran ujian. Selain itu, peserta juga dijelaskan teknis penggunaan aplikasi pengawasan oleh Kepala UPA Teknologi, Informasi dan Komunikasi UNTIDAR, Agung Trihasto, S.T., M.Eng.

“Penjelasan sudah sangat jelas, tupoksi dari PJL, WPJL, dan pengawas dijelaskan dengan rinci kemudian juga diberikan contoh-contoh langsung dari aplikasinya” ujar peserta, Ibu Astri dari SMAN 5 Kota Magelang

 

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Nitilaku Dumadhining Tidar, Mengkaji Relevansi Histori Gunung Tidar dan Untidar

Nitilaku Dumadhining Tidar adalah salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-45 Universitas Tidar. Perwakilan dosen, tenaga kependidikan (tendik) dan mahasiswa bersama mendaki Gunung Tidar, Jumat (19/04). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah gunung Tidar dan kaitannya dengan Universitas Tidar.

Menggandeng Budayawan Magelang, Novo Indarto pendakian gunung setinggi 503 mdpl ini tidak hanya untuk menambah stamina fisik namun juga menambah pengetahuan dan sejarah tentang ‘Tidar”. Gunung Tidar merupakan sebuah gunung monogenesis – gunung yang terbentuk oleh satu fase erupsi – yang terbentuk di masa pra sejarah. Gunung yang terletak di tengah Kota Magelang ini berbentuk tonjolan di tengah pulau Jawa yang di dikelilingi deretan gunung yang membentuk cincin.

Teori Undasi menyebutkan Gunung Tidar merupakan pusat dari busur dalam dan busur luar gunung-gunung yang mengitarinya. Berdasarkan letak geografisnya, Gunung ini disebut sebagai Paku Tanah Jawa. Konsep ini berasal dari Babad Tanah Jawi tahun 1722. Nama Tidar akhirnya menjadi nama Universitas Tidar yang mengambil dari nama Gunung Tidar itu sendiri.

Mumpuni Wahyudiarti Sitoresmi, S.E., M.Ak. selaku PIC kegiatan Nitilaku Dumadhining Tidar menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk mengenal asal-usul nama Tidar dan kaitanya dengan nama Universitas Tidar.

“Kita perlu meresapi dan merenungkan istilah Tidar, setelah kita belajar ternyata Tidar memiliki makna yang sangat dalam. Kita perlu menjaga itu. Meresapi dan merenungkan terbentuknya nama Tidar sebagai nama universitas. Kemudian merenungkan nilai historis agar kita semakin erat dan dekat untuk menjaga nama baik Untidar,” jelasnya.

Perjalanan rombongan Untidar dari kaki gunung hingga ke puncak menempuh waktu  tiga puluh menit. Para peserta sangat antusias menaiki gunung Tidar. Meskipun lelah dan bercucur keringat, semua terbayarkan saat sampai di puncak gunung Tidar yang menyuguhkan pemandangan Kota Magelang.

Sesampainya di puncak gunung Tidar, acara dimulai dengan refleksi histori singkat oleh Bapak Novo Indarto. Refleksi histori mengulas kembali sejarah gunung Tidar, dari yang termuat dalam Serat Centhini hingga menjadi tempat perang Diponegoro. Acara dilanjutkan dengan sarasehan dan diakhir dengan doa bersama.

 

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Rangkaian Dies Natalis, Untidar Gelar Ziarah dan Anjangsana ke Pimpinan Terdahulu.

Jajaran pimpinan beserta perwakilan dosen dan mahasiswa Universitas Tidar berziarah ke makam ke Drs. Jojok Tarunawijaya di Pemakaman Secang, Magelang dan Kolonel (Purn.) Dr. RA. Gambiro di Taman Makam Pahlawan Nasional Giri Tunggal, Semarang.

Ziarah ke makam Rektor ketiga dan keempat Universitas Tidar Magelang (UTM) ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-45. UTM merupakan sebutan Untidar saat masih berstatus swasta.

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar saat ini, menyampaikan tujuan kegiatan ziarah makam dan anjangsana Kamis-Jumat, (18-19/04) sebagai upaya membentuk kebiasaan Keluarga Besar Untidar untuk rutin berziarah ke para pejuang dan anggota keluarga yang telah berjasa bagi berdirinya kampus ini.

“Ziarah ini dalam rangka agar kita tidak melupakan sejarah, mendoakan siapapun yang sudah berjasa bagi berdirinya Untidar, kebiasaan ini harus kita bangun. Kedua, dengan cara ini kita juga ingin membangun semangat ke depan supaya kita sebagai sebuah keluarga berdoa mudah-mudahan akan meneruskan jejak perjuangan para pendahulu untuk Untidar agar bisa lebih maju,” tuturnya.

Bertajuk Mangayubagyo dan Nitilaku Dumadining Tidar, selain Ziarah Makam romobongan Untidar juga melaksanakan kegiatan Anjangsana (kunjungan silaturahmi) ke Rektor terdahulu yaitu Rektor kelima yaitu Ir. H. Bambang Surendro, MT., MA.; Rektor keenam, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dan Rektor ketujuh, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc.

“Saya berharap kegiatan bagus seperti ini bisa diteruskan setiap tahun. Semoga bisa terus menjaga silaturahmi dengan keluarga besar Untidar. Harapnnya Dies Natalis ke-45 ini Untidar semoga semakin hebat,” kata Prof. Arifin saat ditemui di kediamannya di Semarang.

Senada dengan Prof. Arifin, Dr. Ir. H. Bambang Surendro, MT., MA. dan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. berterima kasih berharap kegiatan semacam ini bisa terus mempererat silaturahmi Keluarga Besar Untidar.

“Mudah-mudahan dengan semangat teman-teman bekerja sesuai tanggung jawabnya itu akan menjadikan Untidar lebih berkibar,” tambah Prof. Cahyo.

Selain mempererat silaturahmi, anjangsana ini juga menambah pengetahuan dan informasi terkait sejarah Untidar. Utamanya adalah bagaimana perjalanan penegerian Untidar dimana akhirnya mendapat status perguruan tinggi negeri pada tahun 2014 silam.

10 tahun sudah Untidar menjadi perguruan tinggi negeri, tentunya tantangan untuk menjadi lebih baik semakin besar. Kebersamaan keluarga Untidar menjadi kekuatan tersendiri untuk mengawal Untidar menjadi lebih baik lagi.

“Saya berharap kedepan Untidar dapat menjadi pilihan utama mahasiswa. Hingga nanti kedepan semakin banyak berkembang dan menghasilkan mahasiswa yang terampil,” pungkas Dr. Ir. H. Bambang Surendro.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Targetkan 40.000 Peluang Magang, Kampus Merdeka Gelar Open House Kemitraan

Jakarta, Kemendikbudristek – Tim Kemitraan Strategis Kampus Merdeka menggelar acara Coaching Clinic dan Open House Kemitraan dalam rangka mendukung kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri. Open House dengan tema “Transformasi Industri Melalui Magang Kampus Merdeka MSIB 7” ini digelar pada Kamis dan Jumat, 18-19 April 2024 secara daring.
 
Program Magang Kampus Merdeka, atau yang lebih dikenal dengan Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) kini telah memasuki angkatan ketujuh. Program ini dirancang untuk mengisi kesenjangan antara teori akademik dan praktik industri, sekaligus meningkatkan keterkaitan pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata industri. Saat ini, ada permasalahan link and match sehingga perusahaan memberikan masukan, kritik, dan saran mengenai lulusan perguruan tinggi yang belum siap memasuki dunia kerja.
 
Pada tahun 2024 ini, Program Magang Kampus Merdeka memiliki target ambisius untuk mencapai sebanyak 40.000 peluang magang. Untuk meningkatkan partisipasi mitra industri, Kampus Merdeka menggelar Coaching Clinic dan Open House Kemitraan yang bertujuan untuk membangun kesadaran dan meningkatkan pemahaman mitra industri mengenai signifikansi Program Magang Kampus Merdeka. Acara ini melibatkan sesi dialog interaktif antara tim AE Kemitraan Strategis dan tim AE MSIB, juga pendampingan langsung kepada mitra dalam menyusun dan mengajukan proposal program magang melalui fitur breakout room di Zoom.
 
Acara Coaching Clinic dan Open House Kemitraan dihadiri Kepala Bidang Kemitraan Strategis PPKM, Nurhadi Irbath dan Partnership Manager MSIB, Jihad Wafda. Pada sesi diskusi, Nurhadi menyampaikan bahwa ide dasar dari program MSIB adalah mempertemukan practical problem, medium problem, sampai strategic problem di perusahaan dengan capable resource, dalam hal ini adalah mahasiswa. Sementara, Jihad menyampaikan jika MSIB mencari mitra yang memiliki proyek riil dan bisa memberikan pengalaman baik bagi mahasiswa, serta berguna untuk karir masa depan mahasiswa.

“Kita tidak menghendaki pekerjaan yang menyelesaikan masalah operasional sehari-hari. Kita mencari program yang bisa memberikan tantangan kepada mahasiswa,” ucap Nurhadi.

Nurhadi Irbath juga membagikan paling tidak lima manfaat yang dirasakan perusahaan-perusahaan dengan menjadi mitra magang MSIB. Pertama brand perusahaan menjadi lebih populer. Kedua, perusahaan mendapatkan talenta dan bisa melakukan cost saving hingga 2,8 miliar. Ketiga, hampir 70% perusahaan menyampaikan ada perspektif, ide, dan terobosan baru dari mahasiswa. Keempat, mentor perusahaan juga ikut mengembangkan diri. Kelima, produktivitas di perusahaan meningkat dengan nilai valuasi dan inovasi mencapai 1,4 miliar.

Lebih lanjut, Jihad Wafda membagikan alur penerimaan mitra, yang meliputi submit proposal dan berkas legal, seleksi interview dengan reviewer, dan sidang pleno yang akan dilakukan oleh para pimpinan untuk menentukan lolos atau tidaknya mitra.

Melalui acara Coaching Clinic dan Open House Kemitraan yang digelar selama dua hari tersebut, perwakilan mitra industri dapat masuk ke dalam satu dari total sepuluh breakout room di Zoom untuk melakukan tanya-jawab, mendapatkan bimbingan, serta arahan teknis pengumpulan proposal magang di platform mitra Kampus Merdeka. Beberapa mitra yang hadir menyatakan bahwa ini adalah kali pertama mereka mengikuti seleksi mitra MSIB, sehingga membutuhkan bantuan dalam menyusun proposal.

Mitra industri juga mendapatkan arahan untuk pengisian detail posisi pekerjaan, pengisian kompetensi dan persyaratan untuk mahasiswa, bantuan untuk proses upload proposal, dan lain-lain. Selain itu, dibahas pula hal-hal yang perlu dilakukan setelah calon mitra industri dinyatakan lolos, seperti cara melakukan seleksi dan offering kepada mahasiswa, hingga sarana prasarana dan fasilitas yang harus disediakan mitra.

Coaching Clinic dan Open House Kemitraan ini juga bertujuan untuk menjalin sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Dengan meningkatnya kerja sama antara mitra industri dan perguruan tinggi, maka jumlah peluang magang bagi mahasiswa pun akan turut meningkat. Hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan mahasiswa agar nantinya menjadi lulusan yang relevan dengan dunia kerja dan industri saat ini.*** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)

Keluarga Besar Untidar Jalin Silaturahmi dan Saling Toleransi Melalui Halal Bihalal

Universitas Tidar selenggarakan Halal Bihalal untuk mengeratkan silaturahmi segenap keluarga besar Universitas Tidar, yaitu civitas akademik Untidar dan para purna tugas Universitas Tidar, Selasa (16/4) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono. 

Rektor UNTIDAR, Prof. Sugiyarto, M.Si. membuka acara Halal Bihalal dengan mengajak seluruh hadirin untuk introspeksi diri kembali ke Fitrah dan semakin menghargai satu sama lain. 

“Kita Untidar sangat beragam, baik agama kepercayaan, asal daerah, dan status sosial. Momen ini kita gunakan untuk menghargai satu dengan lainnya. Kita sama kedudukannya mari saling memaafkan. Mari meleburkan kesenjangan yg ada. Pada momen spesial ini, mari bangun iklim kolektif kolegial. Saling menghormati potensi masing-masing. Momen saling mengikhlaskan kesalahan dan prasangka buruk, mari manfaatkan momen yang baik ini,” jelasnya.

 

 

Acara Halal Bihalal diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-45 Untidar, bertepatan dengan Idul Fitri, Halal Bihalal mengangkat tema “Aktualisasi Semangat Idul Fitri dalam Membangun Perguruan Tinggi Berprestasi” mengundang Dr. Mahfudz Siddiq, Lc., M.A. dari Universitas Islam Negeri Walisongo sebagai pengisi tausiah. 

 

 

Ustadz Dr. Mahfudz Siddiq, Lc., M.A. menjelaskan, menjalin silaturahmi untuk menghubungkan setiap individu sehingga dapat mencapai kemakmuran hidup bersama-sama. 

“Bersilaturahmi dengan bertakwa ekstra, bumi akan damai, persaudaraan akan erat. Tanpa takwa yang ekstra agak sulit untuk mencapai kemakmuran hidup, agak sulit terhubung antara individu dengan individu lain. Silaturahmi itu luas, tidak hanya pada yang seiman atau seagama, tapi kepada seluruh manusia, seluruh agama, bahkan tidak hanya pada makhluk hidup namun juga makhluk yang sudah meninggal,” jelasnya. 

Acara dibuka dengan penampilan Hadroh dari UKM Iqsan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ahmad Khoirruroziqin, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Tidar. Acara diakhiri dengan seluruh hadirin saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan.

 

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Kemendikbudristek Gelar Uji Publik RPP Wujudkan Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Terpadu

Jakarta, Kemendikbudristek – Biro Hukum Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan Uji Publik Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Acara ini merupakan bagian dalam penyusunan peraturan perundang-undangan guna meningkatkan pemahaman sekaligus sebagai ruang penyampaian aspirasi masyarakat. Dengan begitu, informasi tentang peraturan pemerintah dimaksud dapat diimplementasikan secara optimal oleh semua pihak yang terlibat.
 
Kepala Biro Hukum, Ineke Indraswati mengatakan bahwa sebelum kegiatan uji publik ini dilaksanakan, Kemendikbudristek telah beberapa kali melaksanakan rapat panitia antar kementerian dalam rangka menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Sementara, kegiatan uji publik Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi pada hari ini merupakan kegiatan uji publik pertama dengan peserta seluruh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Indonesia.
 
Dalam paparannya, Prof. Nizam mengatakan bahwa pembentukan RPP dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Pertama, terdapat 6 (enam) peraturan pemerintah yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UU GD), dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) terkait Pendidikan tinggi, yaitu 1) PP Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen, 2) PP Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan, serta 3) PP Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
 
Selanjutnya, 4) PP Nomor 26 Tahun 2015 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2015 Tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum; 5) PP Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan; serta 6) PP Nomor 57 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi oleh Kementerian Lain dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian.
 
Kedua, di antara PP yang berlaku, perlu penyelarasan karena pengaturan substansi yang sama di dalam beberapa peraturan yang terpisah berpotensi menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda di masyarakat. Pada beberapa PP saat ini ditemukan norma yang diatur bersinggungan bahkan bertentangan antar-peraturan. 
 
Ketiga, peraturan-peraturan yang ada belum mengakomodasi dinamika yang terjadi di masyarakat. Adapun tiga dari enam PP merupakan PP yang belum direvisi dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, terdapat 10 PP yang masih berlaku namun sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini, yaitu 1) Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1948 tentang Mendirikan Sekolah Tinggi Hukum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1949 tentang Mengadakan Perubahan Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1949, Mengenai Sekolah Tinggi Hukum.
 
Kemudian, 2) Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1949 tentang Penggabungan Perguruan Tinggi Menjadi Universitas, 3) Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1950 tentang Perguruan Tinggi Agama Islam, 4) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1954 tentang Tunjangan Ikatan Dinas Bagi Mahasiswa Calon Pegawai Negeri Sipil yang Belajar di Dalam dan di Luar Negeri, 5) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1957 tentang Susunan Tingkat Pengajaran pada Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada, serta 6) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1958 tentang Mengubah dan Menambah Ketentuan Mengenai Pangkat Guru-Besar dan Presiden Universitas pada Perguruan Tinggi.
 
Selanjutnya, 7) Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1959 tentang Peraturan Ujian Negara Untuk Memperoleh Gelar Universiter Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta, 8) Peraturan Pemerintah Nomor 192 Tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara Industri Urusan Penelitian Pembinaan Dan Urusan Pendidikan, 9) Peraturan Pemerintah Nomor 237 Tahun 1961 tentang Susunan, Wewenang dan Tugas Kewajiban Dewan Penempatan Sarjana, serta 10) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1982 tentang Pemberian Bantuan Kepada Perguruan Tinggi Swasta
 
 
Contoh pengaturan substansi yang sama dalam beberapa PP antara lain 1) PP Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen mengatur tentang tunjangan yang juga diatur dalam PP Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor; serta 2) PP Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan mengatur tentang penyelenggara pendidikan kedinasan yang juga diatur dalam PP Nomor 57 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi oleh Kementerian Lain dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian.
 
Selanjutnya, 3) PP Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi mengatur tentang otonomi PTN Badan Hukum, namun aspek pendanaan PTN Badan Hukum juga diatur dalam PP Nomor 26 Tahun 2015 jo. PP Nomor 8 Tahun 2020 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum; serta 4) PP Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan mengatur tentang izin serta tata kelola pendidikan tinggi keagamaan, yang perlu diselaraskan dengan pengaturan wewenang Mendikbudristek dalam PP Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
 
“Dengan satu Rancangan Peraturan Pemerintah ini, tata kelola pendidikan tinggi dapat diatur secara terpadu,” ujar Nizam.
 
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan pemimpin dan unsur pimpinan yang berasal dari 22 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Di antaranya 1) perwakilan dari tim Panitia Antarkementerian RPP tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi, yaitu Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; 2) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi; serta 3) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.*** (Penulis: Denty A./ Editor: Tim Biro Hukum Kemendikbudristek)