Untidar Gelar Pembukaan Dies Natalis Ke-45

Universitas Tidar menggelar seremonial pembukaan dies natalis ke-45, Senin (1/4) di Gedung dr. H. Suparsono. Bertepatan dengan bulan suci ramadan, pembukaan Dies Natalis ke-45 disertai Khotmil Qur’an dan tausiyah dari Habib Ahmad Wildan bin Oesman Basaiban.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., mengajak seluruh civitas Untidar untuk merefleksikan usia Untidar ke-45 dengan mengenang kembali sejarah Untidar yang dahulunya universitas swasta bernama Universitas Tidar Magelang. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menjelaskan mengapa usia Universitas Tidar 10 Tahun dan 45 Tahun.

“Tanggal 1 April ini, hari yang dikeramatkan Untidar karena status dinegerikan 10 tahun lalu. Hasil Senat ingin menghargai dan merangkul semuanya, ingin tidak melupakan sejarah. Adanya Untidar berawal dari UTM, jadi tidak ada Untidar apabila tidak ada UTM. Sehingga, lahirnya UTM 45 tahun lalu, tanggal 1 April. Kemudian, berproses menjadi menjadi dewasa 10 tahun lalu mendapatkan status negeri. Jadi ini ada dua kesyukuran, kita hargai tanggal-tanggal istimewa itu, tanggal 1 April sebagai momen Untidar negeri, kemudian nanti puncaknya tanggal 1 Mei  sebagai hari lahirnya UTM”.

Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si. selaku Penanggungjawab Dies Natalis ke-45 memperkenalkan misi baru untidar untuk meningkatkan kualitas melalui transformasinya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU). Misi baru ini menjadi tema Dies Natalis Untidar Ke-45 yaitu “Mewujudkan Nilai Responsif melalui Transformasi PTN BLU 2024”.

“Untidar telah membuat berbagai terobosan untuk menunjang peningkatan kualitas pada level nasional maupun internasional. Di tahun ini pula Untidar bertransformasi menjadi PTN BLU. Untidar berusaha melengkapi sarana prasarana dan kualitas. Kemudian, melalui kegiatan ini mari kita melakukan refleksi dan evaluasi diri. Pentingnya Dies Natalis, kita perbaiki kekurangan. Kami harapkan warga Untidar lebih cinta Untidar dan semangat berkarya”.

Acara ditutup dengan berdosa bersama mendoakan 45 Tahun Untidar, kemudian dilanjutkan dengan buka bersama civitas akademik Untidar.

Penulis: Kerin

Tingkatkan Kesempatan Belajar di Luar Negeri, IISMA Gelar Sosialisasi Jalur Co-Funding

Jakarta, 1 April 2024 — Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) telah menjadi salah satu program favorit Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sejak diluncurkan pada tahun 2021. Melalui IISMA, mahasiswa mampu memperoleh sejumlah pengalaman, memperkaya wawasan, dan mengenalkan budaya Indonesia ke berbagai penjuru dunia.
 
Pada tahun 2024, IISMA kembali hadir dengan tiga skema pendanaan yaitu reguler, afirmasi, dan co-funding. Pendaftaran skema reguler dan afirmasi telah ditutup dan menjaring sebanyak 10.563 pendaftar. Untuk mengakomodasi lebih banyak mahasiswa Indonesia yang ingin memperoleh pengalaman belajar di perguruan tinggi luar negeri, maka IISMA membuka skema co-funding yakni dengan pendanaan parsial antara mahasiswa dengan pemerintah.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani, mengatakan bahwa IISMA co-funding hadir untuk menjembatani animo yang sangat besar dari mahasiswa Indonesia.

“Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan sangat mengapresiasi penuh program IISMA co-funding ini. Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dari perguruan tinggi dan mahasiswa di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan LLDikti dalam mendukung program IISMA co-funding 2024,” ungkap Sri Suning dalam sosialisasi program IISMA co-funding yang digelar secara daring, Rabu (27/3).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja, mengungkapkan bahwa IISMA terus memberikan pembelajaran melalui praktik yang merupakan hal penting bagi mahasiswa vokasi disiapkan langsung untuk menunjukkan keterampilan dan keahliannya di dunia kerja.

“Mahasiswa vokasi dapat mengeksplorasi lingkungan baru, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, mempelajari praktik-praktik terbaik di negara tujuan, dan memperluas pandangan terhadap isu-isu global yang mungkin akan berdampak pada dunia kerja,” ujar Beny.

Sementara itu, Kepala Program IISMA , Rachmat A. Sriwijaya, melaporkan bahwa jumlah peserta program IISMA 2024, antara lain terdiri dari 8.581 mahasiswa program sarjana dan 1.982 mahasiswa vokasi. Selain itu, jumlah yang diterima adalah 1.508 orang dari program sarjana dan 769 dari program vokasi. Artinya, total pendaftar sudah 10.563 mahasiswa, tetapi yang diterima baru 2.277

“Masih ada lebih dari 7.000 mahasiswa yang belum bisa mengikuti program IISMA, maka dari itu ada kebijakan ini bertujuan untuk memperluas cakupan dengan dilaksanakan program co-funding,” jelas Rachmat.

Mahasiswa Indonesia yang melamar IISMA via jalur co-funding pada tahun 2023 adalah 634 mahasiswa. Dari angka tersebut, sejumlah 294 mahasiswa lolos menjadi awardee IISMA 2023. Untuk IISMA 2024, target pelamar adalah 1.500 mahasiswa dengan kuota sebanyak 750 kursi.

“Inilah kesempatan bagi anda untuk mengikuti program IISMA, terutama bagi rekan-rekan yang saat ini sedang menempuh semester enam perkuliahan,” pungkas Rachmat.

Sosialisasi IISMA jalur co-funding ini turut dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dan perwakilan Kantor Urusan Internasional dari seluruh LLDikti Wilayah I hingga XVII, Kepala LLDikti Wilayah I hingga XVII, koordinator perguruan tinggi, serta mahasiswa. Selain memberikan gambaran mengenai IISMA co-funding, sosialisasi ini juga bermaksud untuk memberikan informasi seputar pembukaan pendaftaran, persyaratan, ketentuan dokumen, dan alur proses seleksi. Informasi lebih lengkap terkait program IISMA tersedia di https://iisma.kemdikbud.go.id/. (Penulis: Tim MBKM / Editor: Destian, Denty)

Untidar Gelar Doa Bersama Pembangunan Masjid dan Laboratorium Rekayasa

Universitas Tidar menggelar kegiatan Doa Bersama 17 Ramadhan dalam rangka pembangunan masjid dan Laboratorium Rekayasa, Kamis (28/3). Para dosen dan mahasiswa Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) Ar-Ribath melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan berdoa bersama di Lobby Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo.

Masjid baru UNTIDAR rencana akan diberi nama “Masjid 17”. Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menuturkan angka 17 dimaknai sebagai pengharapan karakter nasionalis-religius bagi seluruh sivitas akademika, khususnya bagi mahasiswa.

“Nama 17 adalah simbol nasionalis, 17 Agustus sebagai simbol hari kemerdekaan kita. Dalam nuansa religius, mengingatkan pada kewajiban salat 17 rakaat tiap harinya. Di samping makna 17 lainnya, kalau dalam bahasa Jawa ya ‘pitulas’ atau ‘pitulung lan kawelasan’ (pertolongan dan belas kasih),” tuturnya.

Rektor Untidar menjelaskan makna filosofi Masjid17. Foto : Isaka/Yoni

Rektor melanjutkan pemilihan lokasi pembangunan masjid di Kampus Sidotopo adalah penerapan kebiasaan tradisi Jawa. Masjid biasanya terletak di sekitar keraton, begitu pula Masjid 17 ini yang dibangun disekitar Rektorat Untidar.

“Kami sangat berharap filosofi orang Jawa bahwa kita terbuka. Untuk siapapun juga nanti bisa mengakses, mengambil manfaat dari keberadaan masjid itu, dan juga sebagai komunikasi dengan masyarakat secara luas. Jadi kami bukan sebagai lembaga yang tertutup, tetapi terbuka untuk siapapun juga baik dengan sarana komunikasi agamis, sarana komunikasi nasionalis, budaya, ekonomi, olahraga, seni, dsb.,” tambah Rektor.

Selain rencana pembangunan Masjid 17, Untidar saat ini sedang menyelesaikan pembangunan Laboratorium Rekayasa yang merupakan kelanjutan dari Laboratorium Terpadu 1 dibagian selatan Kampus Sidotopo.

“Laboratorium ini kami harapkan supaya efisien tidak diklaim untuk satu prodi atau satu fakultas, jadi di-manage secara terpadu di bawah UPA lab terpadu, UPA lab agroteknologi, taman agroteknologi sehingga prodi apapun nanti kalau bisa praktikum terpusat di lab terpadu 1 maupun 2 yang disebut dengan lab rekayasa ini. Jadi komunikasi lintas bidang bisa terjadi di tempat itu juga,” jelasnya.

Pembangunan Laboratorium Rekayasa sudah dimulai tahun 2023 dan direncanakan selesai pada Agustus 2024 mendatang. Gedung ini terdiri dari 5 lantai dan 1 basement yang akan dimanfaatkan sebagai ruang kelas dan laboratorium.

Rektor berharap, Kampus Sidotopo menjadi kampus integratif yang menjunjung integritas. UNTIDAR semakin menunjukkan dinamika lintas agama, lintas bidang, kebersamaan, keterbukaan yang tercermin dari alumni UNTIDAR nantinya.

“Harapan kami, lembaga pendidikan bernama UNTIDAR ini betul-betul menjadi satu tempat untuk menggembleng kawah candradimuka. Generasi ke depan selain memiliki kapabilitas akademis, tidak melupakan dan justru menguatkan karakter dari spiritualitasnya. Memiliki tambatan nasionalis yang kuat juga, cinta budaya, masyarakat, dan sosial,” pungkas Rektor.

Pada kesempatan ini turut hadir KH. Muhammad Sholihun yang memberikan tausiah mengenai sejarah masjid dan turut mendoakan agar rencana pembangunan masjid Untidar ini berjalan dengan lancar. Pada Penghujung acara Rektor melakukan potong tumpeng dan diserahkan kepada Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. selaku tuan rumah acara doa bersama ini. Serta dilanjutkan dengan acara buka bersama.

Penulis : Isaka

Editor : Humas Untidar

Peserta Terpilih IISMA 2024 Capai 2.000 Lebih Mahasiswa

Jakarta, Kemendikbudristek — Setelah melalui serangkaian proses seleksi, program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) akhirnya mengumumkan nama-nama penerima beasiswa IISMA 2024 untuk jalur reguler dan afirmasi. Total ada 2.277 mahasiswa Indonesia yang berhasil lolos program pertukaran mahasiswa ke luar negeri ini.
 
“Tim IISMA mengucapkan selamat kepada semua mahasiswa yang berhasil terpilih untuk mengikuti program IISMA, baik dalam skema reguler maupun afirmasi,” ucap Kepala Program IISMA, Rachmat A. Sriwijaya.
 
Pada IISMA 2024, kuota yang disediakan untuk calon penerima beasiswa atau akrab disebut awardee adalah sebanyak 3.000 mahasiswa. Angka ini naik 51% dari kuota tahun lalu. Dari target tersebut, sebanyak 2.030 kursi diisi oleh mahasiswa jalur reguler dan 247 kursi diisi oleh mahasiswa jalur afirmasi. Para awardee ini akan dikirim ke ratusan perguruan tinggi yang tersebar di 30 negara.
 
Pada tahun 2024 ini, IISMA melakukan seleksi calon awardee melalui tiga skema yaitu reguler, afirmasi, dan co-funding. Skema reguler merupakan beasiswa penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Skema afirmasi juga merupakan beasiswa penuh Kemendikbudristek, namun dikhususkan untuk mahasiswa yang berasal dari wilayah tertinggal sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024, atau mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah atau mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.
 
Dengan penambahan kuota dan variasi skema pendaftaran, IISMA semakin memberikan peluang yang lebih luas kepada seluruh mahasiswa di berbagai penjuru Indonesia untuk merasakan belajar di luar kampus selama satu semester di perguruan tinggi terkemuka di dunia.
 
“Pada program IISMA 2024, telah dilakukan upaya pembenahan dan penyesuaian berdasarkan masukan dari berbagai sumber yang diharapkan dapat memberikan nuansa baru yang lebih baik,” ujar Rachmat.
 
Lebih lanjut Rachmat menyampaikan bahwa tim IISMA mengharapkan bahwa semua peserta yang telah berhasil lolos untuk senantiasa aktif memeriksa informasi terbaru, baik melalui email maupun portal masing-masing, guna memastikan keterlibatan peserta dalam setiap tahapan selanjutnya dari program IISMA.
 
Program IISMA 2024 akan membuka pendaftaran untuk jalur co-funding. Kuota IISMA Co-funding 2024 pun naik tiga kali lipat dibandingkan kuota tahun lalu yang dipatok di angka 250 awardee.
 
Pengumuman awardee IISMA 2024 ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan sempat menjadi trending topic di media sosial X. Ungkapan bahagia banyak ditunjukkan oleh para awardee ini. “Selamat datang generasi Indonesia Emas 2045,” sambut Rachmat. *** (Tim MBKM, Editor Laili/Denty)

902 Calon Mahasiswa Lolos SNBP Untidar, Manajemen Jadi Prodi Favorit

Universitas Tidar menerima 902 calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. menuturkan pelaksanaan proses SNBP Untidar berlangsung lancar.

“Jumlah peminat Untidar di jalur SNBP tahun 2024 sejumlah 8.039 dan yang berhasil diterima atau lolos seleksi sesuai kuota yang tersedia adalah 902 calon mahasiswa,” tuturnya saat ditemui Tim Humas, Rabu (27/03) di Laboratorium Terpadu, Kampus Sidotopo Untidar.

Jumlah peminat tahun ini naik 29,85% atau sebanyak 2.400 peminat dibandingkan tahun sebelumnya. Peminat Untidar secara keseluruhan berasal dari 27 provinsi di Indonesia namun yang akhirnya lolos seleksi berasal dari 12 provinsi.

Prodi dengan peminat terbanyak adalah Manajemen dengan 813 peminat, disusul Ilmu Komunikasi 616 peminat, Ilmu Administrasi Negara 616 peminat, Akuntansi 525 peminat dan Hukum 521 peminat.

Jumlah calon mahasiswa Prodi Manajemen yang lolos SNBP adalah 40 orang sehingga rasio ketetatannya adalah 1:20. Bisa diartikan untuk masuk Prodi Manajemen Jalur SNBP di Untidar 1 orang harus mengalahkan 20 orang lain.

Prof. Suyitno menjelaskan proses SNBP menggabungkan beberapa indikator penilaian seperti prestasi akademik yaitu nilai rapot, mata pelajaran pendukung bidang yang diambil, prestasi lain atau non akademik dan prestasi sekolah.

Prestasi sekolah merupakan capaian penting dalam sekolah itu. Untidar menggunakan indikator nilai test SNBT 3 tahun terakhir sebagai data prestasi sekolah.

“Besar harapan kami 902 calon mahasiswa seluruhnya mendaftar ulang agar tidak ada kursi yang dibiarkan lowong,” tambahnya.

Calon mahasiswa yang telah lolos SNBP tidak bisa mengikuti jalur seleksi lain seperti SNBT dan Ujian Mandiri diseluruh PTN manapun. Calon mahasiswa harus konsekuen dan bertanggung jawab atas apa yang telah dipilihnya.

Menanggapi perihal ‘black list’ bagi calon mahasiswa dan sekolah yang tidak melakukan registrasi Prof. Suyitno menjelaskan perlunya kajian serta kebijakan kasus per kasus.

Untidar tetap mengikuti kebijakan nasional namun juga mempertimbangkan perihal alasan atau penyebab tidak registrasi.

“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya beberapa calon mahasiswa mengundurkan diri dikarenakan kesulitan pembiayaan kuliah, kasus seperti ini tentunya perlu dikaji oleh tim dari Untidar tidak serta merta langsung memberi sanksi ke sekolahnya,” jelasnya.

Pada akhir wawancara, Prof. Suyitno juga memberikan masukan bagi ayng belum beruntung lolos SNBP untuk tetap mencoba mengikuti jalur seleksi lain seperti SNBT dan jalur Mandiri Untidar.

Informasi dan alur registrasi mahasiswa baru Untidar Jalur SNBP sudah diunggah di laman https://untidar.ac.id

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Perpustakaan Kemendikbudristek Dorong Peningkatan Standardisasi, Sertifikasi, dan Akses Digital

Jakarta, Kemendikbudristek — Dalam rangka penguatan tata kelola perpustakaan di bawah binaannya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perpustakaan di Lingkungan Kemendikbudristek Tahun 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (25/3).
 
Dalam kegiatan ini berlangsung diskusi panel yang menghadirkan tiga narasumber yaitu Direktur Standardisasi dan Akreditasi, Perpustakaan Nasional, Supriyanto; Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional, Opong Sumiati; serta Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Emyati Tangke Lembang.
 
Supriyanto dalam sesi Akreditasi Perpustakaan Khusus dan Perguruan Tinggi di Lingkungan Kemendikbudristek menjelaskan mengenai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) untuk dapat mempercepat akreditasi perpustakaan.
 
Terkait percepatan tersebut, ia menjelaskan bahwa Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sudah menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian dan lembaga seperti Kemendikbudristek, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan.
 
Direktorat Standardisasi dan Akreditasi melakukan beberapa kegiatan untuk percepatan akreditasi yang meliputi 1) penyelarasan SNP pada pendidikan sekolah dan perguruan tinggi; 2) penyederhanaan instrumen akreditasi untuk proses evaluasi yang lebih sederhana bagi perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi; 3) penambahan asesor perpustakaan melalui Pendidikan dan Pelatihan Asesor untuk perwakilan kabupaten/kota; serta 4) penguatan perpustakaan dalam Data Pokok Pendidikan yang berkaitan dengan jumlah koleksi perpustakaan, tenaga perpustakaan, formasi tenaga perpustakaan, dan lainnya.
 
“Upaya perpustakaan nasional meningkatkan peran perpustakaan, baik di perguruan tinggi maupun perpustakaan khusus, yaitu melalui lokakarya perpustakaan, supervisi pelaksanaan pengelolaan perpustakaan, bantuan perpustakaan, konsultasi daring penyelenggaraan perpustakaan, forum perpustakaan, dan penyusunan pedoman penyelenggaraan perpustakaan,” jelas Supriyanto.
 
Diskusi dilanjutkan oleh Sumiati yang membahas terkait Jabatan Fungsional dan Sertifikasi Bidang Perpustakaan. “Pustakawan harus memiliki dua kompetensi, yaitu kompetensi profesional dan kompetensi personal. Kompetensi profesional lebih terfokus pada aspek pengetahuan, keahlian, dan sikap dalam bekerja. Sedangkan kompetensi personal lebih terfokus pada aspek kepribadian dan interaksi sosial,” ujar Sumiati.
 
Sumiati pun menambahkan bahwa dalam pemilihan pustakawan berprestasi selalu dimenangkan oleh pustakawan perguruan tinggi. Lalu yang paling banyak adalah Jabatan Fungsional adalah pustakawan muda.
 
Selanjutnya, terkait pemanfaatan sumber informasi elektronik Perpustakaan Nasional di lingkungan Kemendikbudristek, Emyati menjelaskan bahwa Perpusnas telah mempunyai koleksi digital dari inovasi perkembangan teknologi.
Perpusnas menyediakan koleksi sebagai bahan rujukan berbagai bidang ilmu perpustakan. Sebagai perpustakaan pembina, koleksi Perpusnas sudah mencapai kurang lebih 8,5 juta dengan koleksi digital mencapai sekitar 70%. Saat ini koleksi digital mendominasi di banyak perpustakaan termasuk di sekolah dan perguruan tinggi.
 
“Yang mendasari adanya koleksi digital tentunya melihat pada perkembangan era digital saat ini yaitu, pengaruh internet yang tinggi, penggunaan smartphone yang tinggi, dan transformasi buku digital,” jelas Emyati.
 
Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong Perpusnas melakukan inovasi pengembangan koleksi nasional di era digital yang dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dengan memanfaatkan platform seperti iPusnas, Bintang Pusnas, dan e-journal.
 
Emyati kemudian memaparkan perbedaan antara kedua aplikasi milik Perpusnas tersebut. iPusnas yang merupakan aplikasi yang ditujukan untuk masyarakat pedesaan, dengan konten yang disesuaikan untuk para nelayan, petani, maupun ibu rumah tangga. Sedangkan Bintang Pusnas, hadir untuk mendukung program kemdikbudristek seperti Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Kontennya juga disesuaikan untuk semua tingkatan mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi. Bintang Pusnas juga memfasilitasi teman-teman difabel karena kontennya terdapat videobook dan audio visual yang memudahkan.*** (Penulis: Malya, Gitta, Stephanie/Editor: Tim Perpustakaan Kemendikbudristek, Denty A.)

Mahasiswa PMM Inbound 4 UNTIDAR Ngabuburit dengan Membatik

Teriknya matahari di bulan Ramadhan tidak mengurangi semangat para mahasiswa pertukaran untuk menambah wawasan mengenai salah satu warisan budaya Indonesia, yakni batik. Melalui kegiatan Modul Nusantara, 30 peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Inbound UNTIDAR belajar membatik di rumah produksi batik dan suvenir, Tingal Art Borobudur, Magelang, Sabtu (23/03). Kegiatan ini merupakan bagian dari Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang bertujuan untuk lebih mencintai dan melestarikan seni dan budaya Indonesia.

Dibimbing pemilik Tingal Art Borobudur, Danung Hariyadi, para mahasiswa mengenal sejarah dan makna dari seni batik, serta teknik-teknik dasar yang diperlukan dalam pembuatan batik. Mahasiswa memperhatikan tangan lincah Danung dalam memainkan canting dan sesekali mencelupkannya ke dalam malam cair dan menggoreskannya pada kain. Peserta kemudian praktik membatik mengikuti pola pada kain.

Pada kesempatan yang sama, Danung bercerita mengenai kiprahnya dalam mendirikan Tingal Art. Ia membuat wisata edukasi batik untuk memperkenalkan batik kepada anak-anak di daerah Borobudur.

“Wisata edukasi Tingal Art tercipta ketika saya yang dahulunya bekerja sebagai pemadu wisata di Borobudur. Saya berpikir bahwa di daerah saya belum ada tempat untuk memproduksi batik. Jadi saya berinisiatif dengan warga setempat untuk membuat tempat wisata yang fokusnya mengedukasi pengunjung tentang produksi batik, karena saya melihat warga Magelang kalo mau lihat batik harus ke daerah lain,” jelas Danung.

Tingal Art Borobudur juga mendukung keberlangsungan wisata yang ada di Borobudur. Hal tersebut tercermin ketika pandemi COVID-19, sektor wisata yang diperboleh beroperasi hanya wisata membatik.

“Kita sempat struggling ketika pandemi, tapi ternyata wisata membatik ini masih diperbolehkan untuk beroperasi namun dengan syarat dan ketentuan. Tingal Art juga menjadi wisata yang mendukung keberlangsungan wisata yang ada di Borobudur,” terang Danung.

Kegiatan modul nusantara ke Tingal Art memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR.

“Senang sekali karena aku baru pertama kali ini juga membatik, aku jadi tahu proses membatik yang ternyata susah juga. Pantes harganya mahal,” tutur Bintang Anugrah, mahasiswa pertukaran asal Universitas Muhamadiyah Sumatra Utara.

Senada dengan Bintang, Nur Astapia, mahasiswa pertukaran asal Universitas Cendrawasih juga mendapatkan kesan tersendiri.

“Membatik ini jadi pengalaman pertamaku, jadi agak kesusahan juga tadi waktu menuangkan lilin ke kainnya takut kena tangan. Tapi seru banget bisa belajar batik bareng-bareng temen juga,” katanya.

***

Penulis : Dwi Kusuma Astuti dan Ana Tasia
Editor : Isaka, Magang Humas UNTIDAR

Universitas Tidar Sosialisasikan Penggunaan Eduroam

UNTIDAR menyelenggarakan sosialisasi penggunaan Eduroam (education roaming), Senin dan Kamis untuk seluruh fakultas (18 & 21/3) di Gedung dr. H. R Suparsono. Eduroam adalah layanan roaming internasional untuk pengguna dalam lingkup penelitian dan pendidikan. Layanan ini memberikan akses internet aman untuk peneliti, dosen, dan mahasiswa saat mengunjungi institusi lain yang juga berpartisipasi dalam Eduroam.

Kepala Unit Pelaksanaan Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) UNTIDAR, Agung Trihasto, S.T., M.Eng. mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan eduroam kepada sivitas akademika UNTIDAR. Sosialisasi penggunaan Eduroam dipandu secara langsung oleh tim UPA TIK.

“Dari hasil monitoring penggunaan Eduroam, sudah mulai banyak yang menggunakanya. Artinya, belum ada kendala untuk masuk ke sistem internet UNTIDAR. Sejauh ini respons pengguna masih bagus,” tuturnya.

Agung Trihasto, S.T., M.Eng. menjelaskan beberapa keunggulan Eduroam, di antaranya mempermudah pengguna terdaftar mengakses internet. Model mekanisme ini dapat meminimalisasi kendala pengguna saat memasukan password wifi. Keunggulan lainnya, pengguna tidak perlu memasukan sandi saat akan login. Pengguna yang terdaftar hanya perlu menyalakan perangkat elektronik dan akan otomatis terhubung dengan wifi.

“Bagus untuk peningkatan pelayanan ke sivitas akademika. Sehingga nantinya kita tidak hanya dapat mengakses SSO melalui wifi untidar. Tetapi nanti kita dapat mengakses di luar yang masih satu jaringan dengan Eduroam. Sehingga ketika kita di luar kita tetap bisa mengakses SSO,” kata peserta sosialisasi, Lilis Hartati (FAPERTA).

 

Penulis: Kerin

Editor: Isaka

Bulan Ramadhan, Mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR Berbagi di Panti Asuhan

Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 inbound UNTIDAR melaksanakan kegiatan berbagi dengan anak-anak Panti Asuhan Arrahman, Kramat Selatan, Kota Magelang Sabtu (16/03/2024).

PMM merupakan program pertukaran mahasiswa Kemendikbud yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar di wilayah perguruan tinggi klaster lain luar pulau di seluruh Indonesia. Melalui program ini, UNTIDAR menerima 30 mahasiswa inbound dari 20 perguruan tinggi. Program ini berlangsung sejak Januari hingga Agustus 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Modul Nusantara, sebuah kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial melalui pendampingan berulang.

“Kesempatan berbagi donasi kepada Panti Asuhan Arrahman merupakan kegiatan yang sangat mulia apalagi dilakukan saat bulan Ramadhan. Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan,” ujar Mulya Rangkuti, salah seorang mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR.

Lebih lanjut, pengurus Panti Asuhan Arrahman, Umar mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UNTIDAR dan mahasiswa pertukaran yang saat ini berkuliah di UNTIDAR.

“Kami sangat senang menerima donasi yang diberikan. Semoga dengan acara ini dapat meningkatkan silaturahmi dan memberikan manfaat serta mendapatkan berkah yang luar biasa”, jelasnya.

Donasi diberikan secara simbolis oleh Koordinator Perguruan Tinggi Penerima UNTIDAR, Eny Ratnasari S.I.Kom., M.I.Kom kepada Perwakilan Pengurus Panti Asuhan Arrahman. Acara dilanjutkan dengan kegiatan berbagi dari masing-masing mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR kepada anak-anak Panti Asuhan Arrahman.

Dosen Modul Nusantara, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A., juga berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan silaturahmi Universitas Tidar melalui kegiatan Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

“Terima kasih kepada Yayasan Panti Asuhan Arrahman yang telah menerima mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar, dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa empati, kebersamaan, dan kepedulian mahasiswa pertukaran kepada masyarakat Kota Magelang khususnya anak yatim dan piatu,” terang Hanim.

Melalui kegiatan Modul Nusantara, mahasiswa tak hanya mempelajari kebinekaan mahasiswa PMM Inbound UNTIDAr, tetapi juga belajar berbagi. Ini adalah kali pertama mahasiswa PMM Inbound Universitas Tidar melakukan kegiatan sosial di bulan Ramadhan. Selepas kegiatan, mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar melanjutkan kegiatan refleksi sekaligus buka bersama di Joglo Panglipuran Borobudur.

Penulis : Dina Putri dan Nabila Hanan

Editor : Isaka, Magang Humas Untidar

Kampus Mengajar Dukung Transformasi Pembelajaran Digital di Sekolah

Jakarta, Kemendikbudristek – Pelaksanaan penugasan mahasiswa program Kampus Mengajar Angkatan VII telah memasuki minggu keempat. Sebanyak 32.000 lebih mahasiswa yang bertugas di lebih dari 7.000 sekolah penugasan tengah melakukan berbagai rangkaian penugasan, mulai dari observasi hingga penyusunan Rencana Aksi Kolaborasi (RAK), berisikan rancangan program yang akan diimplementasikan oleh mahasiswa selama penugasan dengan berkolaborasi bersama guru dan tenaga pendidik di sekolah penugasan.

Untuk terus mendorong mahasiswa agar mampu menyusun program yang kreatif dan inovatif di sekolah penugasan, khususnya pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, tim program Kampus Mengajar telah selesai menyelenggarakan rangkaian coaching clinic secara daring pada 23 Februari 2024 dengan tema “Pemanfaatan Akun Belajar.id untuk Akses Berbagai Layanan Pembelajaran Berbasis Elektronik”.
 
Kemudian pada 14 Maret 2024 dengan tema “Pemanfaatan Fitur pada Akun Belajar.id dalam Mendukung Transformasi Pembelajaran, dan pada 18 Maret 2024 diberikan materi “Pemanfaatan Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pembelajaran” sebagai tema utama.
 
“Teknologi kini semakin berkembang pesat. Oleh karenanya, agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, proses belajar mengajar perlu melibatkan teknologi dalam melakukan digitalisasi pembelajaran. Oleh karena itu, pihak sekolah hingga siswa-siswi di tingkat pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah perlu melakukan transformasi digital,” terang Aswin Wihdiyanto, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus sekaligus Supervisor PDM-03B Transformasi Digital dalam Pembelajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Senin (18/3).
 
Aswin menambahkan, untuk mendukung proses digitalisasi dan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemendikbudristek adalah memberikan bantuan peralatan TIK ke berbagai satuan pendidikan. Bantuan tersebut adalah pemberian peralatan TIK sebagai alat bantu belajar-mengajar. “Harapannya, penggunaan peralatan TIK ini dapat berdampak positif bagi kualitas pendidikan di Indonesia,” imbuhnya.

Bersamaan dengan penugasan mahasiswa program Kampus Mengajar yang sebagian sekolahnya merupakan sekolah penerima peralatan TIK, tim program Kampus Mengajar dan PDM-03B menggelar coaching clinic agar mahasiswa bisa membantu guru serta tenaga pendidik untuk bisa memanfaatkan perangkat tersebut dalam proses belajar-mengajar.
Pemanfaatan peralatan TIK ini juga sejalan dengan salah satu tujuan dari penugasan mahasiswa program Kampus Mengajar yakni penguatan pembelajaran literasi dan numerasi peserta didik serta adaptasi teknologi.

“Dengan adanya asistensi dari mahasiswa program Kampus Mengajar, para guru dan murid di sekolah penugasan akan terbiasa memanfaatkan teknologi yang ada, dalam hal ini peralatan TIK, dalam kegiatan belajar sehari-hari. Kolaborasi ini juga penting untuk mempercepat proses transformasi digital,” ujar Aswin menutup sambutannya.

Penugasan mahasiswa program Kampus Mengajar Angkatan VII sendiri akan berlangsung selama 16 minggu yang telah dimulai sejak 26 Februari lalu. Melalui program Kampus Mengajar, Kemendikbudristek memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas dengan menjadi mitra guru dalam proses pembelajaran di tingkat pendidikan dasar dan menengah sehingga penerima manfaat dari program ini tidak hanya mahasiswa, dan perguruan tinggi, tetapi juga guru, tenaga pendidik, dan sekolah.
 
Informasi terkait Program Kampus Mengajar bisa diakses melalui tautan https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/mengajar *** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)