Mahasiswa PMM 4 Pelajari Keberagaman dan Kreativitas Masyarakat Kota Magelang

Mahasiswa Pertukaran  4 Inbound Untidar mengikuti kegiatan Modul Nusantara bersama para Dosen Modul Nusantara dan Liaison Officer pada hari Sabtu (24/02/2024). Kegiatan diawali dengan mengunjungi Alun-alun Kota Magelang dan beberapa tempat ibadah yang ada di Kota Magelang seperti Klenteng Liong Hok Bio, Masjid Agung Kota Magelang, Gereja Beth-El, dan Vihara Kota Magelang.

Pada setiap kunjungan, para mahasiswa PMM 4 Inbound mendengarkan penjelasan pemandu mengenai sejarah berdirinya tempat ibadah tersebut, arsitekturnya, kegiatan para umat, dan tata cara beribadah. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengenalan lingkungan baru di sekitar Kota Magelang sekaligus menciptakan rasa persaudaraan antarpemeluk agama. Tak lupa, kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama di depan icon tulisan kota Magelang yang persis berada di depan Alun-Alun Kota Magelang.

Selepas mengunjungi alun-alun kota, mereka berkunjung ke Kampung Iklim yang berada di RW 4 Jambon – Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kota Magelang. Kampung ini dinamai Kampung Iklim karena kampung ini dikembangkan untuk tujuan pengendalian perubahan iklim dengan cara meningkatkan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan.

Mahasiswa PMM 4 Untidar diajak mengelilingi kampung untuk melihat produk-produk daur ulang yang karya Ibu-Ibu PKK Kampung Iklim hingga mengunjungi lahan tanaman organik yang juga dimanfaatkan sebagai kolam ikan. Selain itu, mahasiswa belajar cara memilah sampah plastik, budidaya maggot, dan membuat gantungan kunci dari sampah plastik.

“Saya sangat senang sekali bisa mengunjungi kampung ini. Kesan saya, ini kampung sangat luar biasa kreativitasnya dan semangat para penggeraknya yang membuat kampung ini menjadi luar biasa seperti ini”, ungkap Mulya, salah satu mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar.

Kampung Iklim dipimpin oleh Pak Joko yang sekaligus merupakan Ketua RW. Beliau adalah seorang Guru SMA yang memiliki semangat tinggi dalam menggerakkan warganya.

Di samping itu, ada juga Ibu Titin, koordinator dari Ibu-Ibu PKK Kampung Iklim yang juga menjadi penggerak kreasi daur ulang di Kampung Iklim. “Besok jika ada yang masih mau belajar untuk berkreasi mendaur ulang, silahkan bisa kontak saya langsung dan dating saja ke rumah saya ya, kita belajar lagi membuat produk-produk yang lain.”

***

Penulis: Dina Putri Nurcahyani

Editor: Isaka, Magang Humas UNTIDAR

UNTIDAR Sambut 30 Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4

Universitas Tidar menerima 30 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 Tahun 2024. Seremonial penerimaan dalam acara “Penyambutan dan Kick-off Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Inbound Universitas Tidar”, Sabtu (17/02) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono.

Acara seremonial ini dimulai dengan first walk dari mahasiswa PMM 4 Inbound Universitas Tidar. Dilanjutkan dengan pengalungan selendang UNTIDAR dan name tag kepada perwakilan mahasiswa dari 5 pulau oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si, didamping Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., Koordinator Perguruan Tinggi Penerima PMM 4 Universitas Tidar, Eny Ratnasari S.I.Kom., M.I.Kom., serta dosen Modul Nusantara PMM 4, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.Si. dan Ayu Lestari, S.Pd., M.Pd.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa pertukaran yang telah memilih Univesitas Tidar sebagai perguruan tinggi tujuan. Selain itu, beliau berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar pengalaman pertukaran menjadi pengalaman yang berharga dan bisa menjadi bekal untuk menghadapi tantangan ke depan.

Dalam Laporan Koordinator Perguruan Tinggi Penerima PMM 4 Universitas Tidar, Eny Ratnasari mengatakan, “Universitas Tidar kembali terpilih menjadi Perguruan Tinggi Penerima dalam Program PMM Tahun 2024 setelah melalui seleksi yang sangat ketat. Dari 210 perguruan tinggi yang mendaftar Program PMM 4, hanya 128 yang lolos sebagai perguruan tinggi penerima. Alhamdulillah, Universitas Tidar adalah salah satunya.”

“UNTIDAR menerima 30 mahasiswa yang berasal dari 20 perguruan tinggi dari seluruh penjuru tanah air, diantaranya dari Lhokseumawe, Banda Aceh, Batam, Medan, Jambi, Asahan, Padang, Palembang, Pontianak, Palangkaraya, Kupang, Merauke, Kolaka, dan Jayapura. Dengan kata lain, 46% dari kuota mahasiswa pertukaran untuk program sarjana yang disediakan oleh Universitas Tidar telah terpenuhi,” terangnya.

Kepala Suku Mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR, Lady Matari, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh civitas akademika Universitas Tidar, mulai dari kaprodi, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah menerima mahasiswa PMM dengan ramah.

“Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan satu dari sembilan Program Merdeka Kampus Merdeka (MBKM). Di Universitas Tidar, program ini akan berjalan kurang lebih 5 bulan dan akan memberikan pengalaman belajar di luar kampus serta meningkatkan wawasan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara,” ujar Dosen Modul Nusantara PMM 4, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.Si.

Dosen Modul Nusantara PMM 4, Ayu Lestari, S.Pd., M.Pd. juga menambahkan, “Di Universitas Tidar, Program PMM nantinya akan memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar terbaik sesuai dengan ciri khas Universitas Tidar yang unggul dalam kewirausahaan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Perguruan Tinggi Penerima UNTIDAR juga menambahkan bahwa keikutsertaan UNTIDAR dalam Program PMM 4 merupakan upaya branding UNTIDAR. “Semoga keikutsertaan ini membuka peluang kerja sama lainnya dengan perguruan tinggi asal dari mahasiswa inbound maupun mahasiswa UNTIDAR yang dikirim untuk pertukaran (outbound),” tandasnya.

UNTIDAR juga mengirimkan 35 mahasiswa outbound untuk belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik di luar Pulau Jawa, yang tersebar di Pulau Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

*
Penulis: Tim PMM 4

Editor: Isaka, Magang Humas UNTIDAR

Peringati Hari Sampah Nasional, Mapala Sulfur UNTIDAR Bersihkan Aliran Kalibening

Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sulfur UNTIDAR mengadakan kegiatan bersih kali di aliran Sungai Kalibening, RW 4 Potrobangsan, Kota Magelang, Kamis (22/1). Kegiatan bersih kali untuk memperingati Hari Sampah Nasional ini juga diikuti anggota Mapala Mentari Universitas Muhammadiyah Magelang.

“Kalau kita membuang sampah ke lingkungan sungai akan berakibat fatal, bisa banjir juga. Selain itu kalau membuang sampah akan merusak ekosistem yang ada di sekitar sungai ini. Maka dari itu kita melakukan pembersihan di Sungai Kalibening ini,” kata anggota Mapala Sulfur, Miftah.

Mapala Sulfur direncanakan akan rutin melakukan pembersihan dan controlling aliran Sungai Kalibening dua minggu sekali.

“Harapan ke depan, semoga aliran kalibening ini bisa tetap bening seperti aslinya, sampai bawah (hilir) tetap bening, nggak cuma atas (hulu) yang bening,” tambahnya.

Tak hanya diikuti para mahasiswa, alumni UNTIDAR anggota Mapala Sulfur juga mengikuti kegiatan ini. Hudi, alumni Mapala Sulfur, mengapresiasi langkah Mapala Sulfur yang melakukan bersih kali secara rutin.

“Ini bersih sungai kali bening dalam rangka hari sampah nasional. Sebenarnya sampah itu ‘kan permasalahannya dari diri sendiri ya, dari perilaku masing-masing. Ini kalau dilihat, akan terkumpul beberapa karung (sampah) gitu. Jadi kalau semua bisa peduli sampah, tidak membuang sampah sembarangan, itu bisa menjaga kebersihan ekosistem sungai,” katanya.

 

Penulis: Isaka Hapsari

Editor: Humas UNTIDAR

 

 

 

 

 

 

Kemendikbudristek Lepas 32.000 Lebih Mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 7

Jakarta, Kemendikbudristek — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi melepas lebih dari 32.000 mahasiswa yang lolos dan telah mengikuti pembekalan sebagai peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 7. Kegiatan pelepasan dan pendampingan peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 7 ini dilaksanakan secara daring melalui kanal Youtube KEMENDIKBUD RI dan luring secara serempak di 34 provinsi, pada Senin (19/2).
 
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BB/BPMP) juga merupakan bentuk kerja sama antara Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di bawah koordinasi Tim PDM-10: Pemulihan Pembelajaran dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi di bawah koordinasi Tim Kampus Mengajar.
 
Puluhan ribu mahasiswa tersebut akan menjalankan penugasannya di lebih dari 7.000 sekolah di seluruh Indonesia. Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, mengingatkan kepada para peserta akan dampak baik dari Program Kampus Mengajar ini.
 
“Tidak terasa perjalanan Kampus Mengajar telah memasuki usia lima tahun. Dalam kurun waktu tersebut kehadiran program ini telah banyak membantu mahasiswa dalam meningkatkan kompetensinya, memperkuat karakternya, dan menumbuhkan kesadaran akan persoalan nyata dunia pendidikan di berbagai pelosok Indonesia. Selain itu, keberadaan Program Kampus Mengajar juga memberikan dampak yang signifikan pada pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah, terutama sekolah-sekolah yang ada di wilayah 3T,” papar Nadiem.
 
Lebih lanjut, Menteri Nadiem menceritakan bahwa ia telah mendengar banyak testimoni dari para alumni Kampus Mengajar tentang semangat dan perjuangan mereka dalam membantu terwujudnya pembelajaran yang lebih memerdekakan di sekolah-sekolah terpencil. Menurutnya, saat ini dedikasi tersebut telah membuktikan dengan hasil yang nyata. Pemulihan pembelajaran yang jauh lebih cepat tercermin dari peningkatan peringkat literasi dan numerasi Indonesia dalam ranking Programme for International Student Assessment (PISA). Salah satunya adalah kontribusi seluruh mahasiswa alumni Kampus Mengajar yang ikut meningkatkan inovasi pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah penugasannya masing-masing.
 
“Besar harapan saya adik-adik mahasiswa yang telah lolos seleksi dan siap mengikuti Program Kampus Mengajar Angkatan 7 bisa melanjutkan dan memperkuat hasil positif tersebut. Saya yakin adik-adik semua adalah sosok yang berdedikasi tinggi dan ingin terlibat dalam transformasi pendidikan yang sedang kita gencarkan bersama,” ungkap Nadiem.
 
Kegiatan pelepasan dan pendampingan turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani; Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati; Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril; Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani; dan alumni Program Kampus Mengajar Angkatan 6. Kegiatan ini semakin meriah dengan adanya kegiatan pelepasan yang juga diselenggarakan luring di 34 provinsi secara serempak. (Penulis: Tim MBKM/Editor: Destian, Denty A.)

Kolaborasi Semua Pihak Wujudkan Dampak Positif Program Kampus Mengajar

Jakarta, Kemendikbudristek – Dalam kegiatan pelepasan dan pendampingan peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 7, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program Kampus Mengajar. Menurutnya, program ini merupakan wujud kontribusi pendidikan tinggi dalam aspek pengabdian dengan memberikan asistensi kepada guru dan tenaga kependidikan.
 
“Perjuangan tak henti dalam Cakrawala dunia pendidikan mengantarkan program ini hingga angkatan ketujuh. Mahasiswa yang memberikan bantuan dalam penyusunan program pembelajaran inovatif dan adaptif teknologi menjadi ujung tombak dalam membawa terobosan positif di lingkungan sekolah penugasan,” ucap Nunuk Suryani di Jakarta, pada Senin (19/2). Acara ini disiarkan secara daring melalui kanal Youtube KEMENDIKBUD RI dan luring secara serempak di 34 provinsi.
 
Selanjutnya, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, menyoroti pelaksanaan program kampus mengajar yang sudah memasuki Angkatan ketujuh. Kiki menuturkan, program ini memberikan pengalaman belajar berbeda yang sangat unik bagi mahasiswa, para siswa, dan para guru di sekolah sasaran.
 
“Saya ingin mengapresiasi kepada seluruh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi yang telah mendukung pemetaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sekolah sasaran untuk Program Kampus Mengajar Angkatan 7, merupakan hal yang baru kita semua,” ucap Kiki Yuliati.
 
Berikutnya, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril, mengatakan bahwa program ini telah memegang peranan penting dalam membantu pemerintah memulihkan dan mentransformasi pembelajaran pasca pandemi, khususnya di satuan pendidikan dasar yang menjadi sekolah-sekolah sasaran.
 
Dirjen Iwan berharap, dengan pengetahuan dan keilmuan yang telah dikuasai, para mahasiswa dapat membantu mendorong inovasi proses pembelajaran, baik dalam bentuk program pembelajaran ataupun membangun budaya baru yang dapat dijalankan secara berkelanjutan oleh guru dan berbagai pihak sekolah.
 
“Kami juga berharap adik-adik dapat membangun komunikasi yang baik dengan ekosistem di sekolah, mendengar pengalaman serta pengetahuan yang adik-adik miliki, sehingga membuka wawasan para murid dan memotivasi mereka untuk dapat meningkatkan minatnya dalam berbagai bidang,” tutur Iwan lebih lanjut.
 
Sebelum mengakhiri, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani, mengapresiasi pilihan pengabdian dari para mahasiswa untuk berkontribusi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekolah. Menurutnya, selama bertugas mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan akan berkolaborasi bersama para guru dan kepala sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif kreatif serta menyenangkan yang berkaitan dengan literasi dan numerasi. (Penulis: Tim MBKM/Editor: Destian, Denty A.)

UNTIDAR Lantik Pengurus dan Pembina Ormawa tahun 2024

Universitas Tidar lantik 18 ketua dan 23 pembina organisasi mahasiswa (ormawa) periode tahun 2024, Kamis (22/02) di Gedung Kuliah Umum Dr. H.R Suparsono. 

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutanya memberikan apresiasi pada dedikasi pengurus ormawa sebelumnya dan mendorong pengurus ormawa selanjutnya untuk belajar dari kepengurusan sebelumnya disertai inovasi dan kolaborasi yang terjadwal dengan baik.

“Dalam menjalani organisasi buatlah perencanaan yang baik. Laksanakan kegiatan dengan jadwal terbaik. Jangan melaksanakan kegiatan menumpuk di akhir tahun. Silakan sebarkan kegiatan dengan terjadwal, baik dari awal hingga akhir tahun. Jangan lupa lakukan pelaporan, sebaik apapun yang kita lakukan apabila tidak dicatatkan maka tidak akan mendapatkan dampak baik untuk kita bersama.” jelasnya.

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas guna mendapatkan reputasi yang baik di masyarakat, “Peran mahasiswa dalam mengangkat reputasi Universitas Tidar sangat luar biasa. Oleh karena itu, mahasiswa jangan diam saja, harus berikan kontribusi. Buatlah kegiatan yang berorientasi pada kualitas bukan kuantitas. Jangan cukup bangga dengan yang sudah dicapai, teruslah meningkatkan prestasi. Jangan terlena dengan yang sudah diraih karena itu dapat menyebabkan kita tersalip” tambahnya.

Pelantikan ini juga disertai peluncuran Unit Kegiatan Mahasiswa Kesejahteraan Mahasiswa yang bergerak di bidang pengadaan mahasiswa dan menjadi wadah mahasiswa beasiswa untuk berkegiatan.

“Jumlah mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Tidar banyak sekali. Mereka ini termasuk mahasiswa berprestasi, sehingga mereka memiliki satu tanggung jawab untuk terus meningkatkan prestasi. Harapannya UKM ini juga dapat membantu mahasiswa lain yang ingin mendapat beasiswa dan menjalin mitra-mitra dari berbagai pemerintahan atau perusahaan untuk bergabung menjadi pemberi beasiswa untuk mahasiswa Untidar.” jelas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.

Penulis: Kerin

Editor: Humas

Mahasiswa KKN Untidar Kenalkan Strategi Pemasaran Via Tiktok di “Kampung Kaos” Drojogan, Sidomulyo Salaman.

Penduduk Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang mayoritas memiliki usaha kaos sablon. Melihat potensi ini, Tim KKN Untidar membuat sebuah program pendampingan penerapan digital marketing dalam pemasaran produk kaos tersebut.

“Pemahaman yang baik mengenai digital marketing dapat meningkatkan pemasaran dan promosi produk. Setelah pendampingan ini produk dari Kampus Kaos ini diharapkan dapat dikenal lebih banyak orang dan tentunya akan berdampak pada penjualan produknya juga,” jelas Ketua Tim KKN, Maulana Khoirul Rizky.

Saat ini digital marketing telah menjadi aspek penting dalam dunia bisnis, pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan pesatnya pertumbuhan pasar online. Adanya digital marketing memberikan dampak yang sangat besar bagi dunia bisnis, dimana komunikasi dan pemasaran kepada konsumen menjadi lebih mudah dan efektif.

“Sebenarnya pemasaran kaos sudah menggunakan jejaring sosial seperti Facebook. Namun, jika melihat pangsa pasar yang lebih banyak ke anak muda maka kami mengadakan pendampingan perluasan digital marketing dengan fokus pemasaran melalui aplikasi kekinian yaitu TikTok,” tambahnya.

Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi lalu dilanjutkan dengan pembuatan video marketing untuk nantinya diunggah di aplikasi TikTok.

Dimulai dengan pembuatan akun bisnis TikTok, pembuatan konten yang sedang tren dan juga tips dan trik meningkatkan penjualan. Selain itu Tim KKN juga melakukan pendekatan bagaimana “membangkitkan” kemauan mengikuti tren saat ini guna meningkatkan penjualan. Pendampingan ini dilakukan pada pertengahan Januari hingga Februari 2024 lalu.

“Harapannya pendampingan seperti ini tidak terhenti saat masa KKN selesai. Perluasan pemasaran dengan TikTok adalah cara baru yang akan diterapkan di kampung kaos agar bisa memanfaatkan peluang di sosial media, semoga lebih banyak yang kenal,” ujar Pak Sodiq, pelopor usaha kaos di Dusun Drojogan.

Menurut Pak Shodiq di Dusun Drojogan paling tidak ada 30 produsen UMKM kaos sablon. Sebelumnya masih memasarkan secara konvesional dan melalui Facebook. Kehadiran Tim KKN memberikan informasi positif mengenai trik pemasaran digital yang trending saat ini. Harapannya semua UMKM yang ada bisa menerapkannya untuk meningkatkan omset penjualan.

“Pelatihan digital marketing diikuti 20 produsen kaos, kita beri pemahaman tentang proses pemasaran melalui digital secara detail dan bagaimana dampak yang positif yang bisa didapatkan,” tutur Jalu Aji Prakoso, M.Ec.Dev.,  Dosen Pendamping Lapangan Tim KKN Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo.

Tim KKN Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo terdiri dari 10 orang terdiri dari Maulana Khoirul Rizky sebagai Ketua. Sedangkan anggotanya adalah Arif Dwi Febrianto, Ficky Desra Saputra, Wahyu Afiq Muhammad, Nova Atmalisa Nurhaliza, Nofita Windisari, Ilyas Hidayat, Catur Wibowo, Bayu Kuncoro Jati, Nabila Ajeng Puspita.

 

Penulis :

Tim KKN Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo, Salaman

Editor :

Humas Untidar

 

Rektor Untidar : Tanam Pohon sebagai wujud “Sedekah Bumi Langit”

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengajak kita untuk peduli lingkungan dengan dengan menanam pohon.

“Menanam pohon itu wujud peduli lingkungan. Contohnya menanam pohon buah, kita bisa melakukan konservasi air tanah, pangan dan yang terpenting adalah konservasi udara. Semakin banyak pohon maka banyak pula pasukan oksigen,” tuturnya.

Melalui acara “Sedekah Bumi Langit”, Jumat (16/02) Rektor bersama segenap perwakilan pimpinan pemerintahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan Kabupaten Magelang serta pimpinan di lingkungan Untidar menanam berbagai macam bibit pohon buah-buahan di kebun Teaching Farm, Kampus Bandongan.

“Monggo bapak ibu yang memiliki bibit pohon buah utamanya yang mulai langka bisa ditanam dan akan dirawat serta dikembangkan di kebun buah Untidar ini,” tambahnya.

Pada kegiatan yang sama, Rektor juga meresmikan Environmental and Disaster Management Center (EDM Center) atau disebut juga Pusat Studi Lingkungan dan Mitigasi Bencana Untidar.

“Melalui EDM, Untidar membersamai masyarakat, Untidar hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengkaji ke-khas-an lingkungan disekitar kita. Memetakan potensi resiko bencana, penelitian lingkungan serta melakukan upaya mitigasi bencana,” jelas Ketua EDM Untidar, Suwandoko, S.H., M.H.

EDM Untidar tidak dapat berkembang dengan sendirinya. Dalam prakteknya bantuan dari pemerintahan Kota dan Kabupaten Magelang, BPBD, DLH serta masyarakat sekitar sangat diperlukan.

Magelang dengan kondisi geografis yang “khas” ditengah-tengah beberapa gunung pastinya memiliki lingkungan dan perencanaan mitigasi bencana yang perlu dikaji dan direncanakan dengan baik.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sulfur juga turut memberikan kontribusi dalam kegiatan penanaman pohon ini. Setidaknya ada 106 bibit pohon buah yang ditanam meliputi bibit pohon durian, manga, jeruk kecil, Nangka, alpukat, jeruk besar dan belimbing. Selain itu ada juga 10 bibit pohon beringin dan aren yang ikut ditanam.

Kegiatan Pra-Dies Natalis Untidar ke 45 ini turut mengundang sejumlah rekan media. Rektor berpesan bahwa keterlibatan rekan media dalam kegiatan semacam ini perlu sering dilakukan bagaimanapun rekan media punya andil besar dalam penyebaran informasi mengenai Untidar ke masyarakat luas.

Uniknya kegiatan Sedekah Bumi Langit ini juga melibatkan budayawan Magelang. Pembukaan acara disambut dengan penampilan tari Topeng Ireng serta turut mengundang Sutanto Mendut, budayawan sekaligus pimpinan Komunitas Lima Gunung.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Sekretaris Eksekutif SNPMB 2024: Siswa Tak Boleh Share Password SNPMB

Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom., Sekretaris Eksekutif SNPMB menekankan perlunya menjaga kerahasiaan username dan password akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

“Siswa jangan membagikan password akun SNPMB masing-masing. Bapak dan ibu, jangan mengoleksi akun siswa, bahaya! Beberapa beralasan mengumpulkan akun dan password siswa dengan alasan ingin tahu pilihan siswanya apa, apakah diterima atau tidak. Karena ini urusan masa depan,” tandasnya pada acara Sosialisasi dan Promosi SNMPMB Tahun 2024, Selasa (13/02) di Gedung dr. H. R. Suparsono, Universitas Tidar.

Beberapa keluhan lupa akun masuk di Helpdesk SNPMB. Setelah diselediki lebih mendalam yang mengajukan permohonan adalah orang tua/wali siswa bahkan guru sekolahnya bukan siswa yang bersangkutan.

“Sebaiknya seluruh proses dikerjakan oleh siswa dan bukan orang tua maupun pihak lainnya karena website SNPMB didesain menyesuaikan kebutuhan anak muda,” tambahnya.

Helpdesk dan call center SNPMB sebelumnya banyak menerima protes mengenai peserta yang pilihan program studinya berbeda dengan apa yang dipilih di awal. Tidak mungkin sistem merubahnya sendiri pastinya seseorang yang mempunyai username dan pasword akun tersebut yang bisa merubahnya.

“Kalau besok mendaftar di SNBP, jika sudah diterima, jangan tidak daftar ulang. Makanya keluar peraturan di tahun ini, bagi mereka yang sudah diterima di SNBP, baik di pilihan satu atau pilihan dua sudah tidak bisa mendaftar di UTBK-SNBT seperti peraturan kemarin dan tidak bisa mendaftar di mandiri PTN manapun di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom., Sekretaris Eksekutif SNPMB, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, dan Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., Tim PMB Untidar. Foto : Abbay Magang Humas

Sospro SNPMB 2024 di Untidar ini mengundang guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah menengah sederajat di wilayah Kedu Raya. Bapak Bekti Cahyo menekankan suksesnya SNPMB memerlukan kerjasama banyak pihak khususnya pihak guru sekolah yang cermat serta memandu para siswa untuk berstrategi secara jujur dan bertanggung jawab.

“Sosialisasi dan promosi ini salah satu tugas kami untuk mengenalkan UNTIDAR di masyarakat. Kami melakukan sosialisasi dan promosi ke beberapa wilayah di luar jawa tengah, yaitu di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera. Kami punya harapan UNTIDAR ke depan diisi oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.

Prof. Suyitno mengharapkan, sosialisasi ini juga akan memperkenalkan jalur seleksi mandiri UNTIDAR yang nantinya akan mengakomodir putra daerah Kedu Raya.

“Kami membuat alokasi untuk putra daerah dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik. Kami membuat MoU dengan hampir semua kota dan kabupaten di Kedu Raya. Harapannya, bisa diterima melalui jalur kerja sama untuk meningkatkan kontribusi UNTIDAR kepada daerah,” ujarnya.

Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., memberikan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Mandiri di Untidar pada guru BK sekolah menengah sederajat di wilayah Karesidenan Kedu. Foto : Abbay Magang Humas

Pada penghujung acara, Muhammad Rifqi Maarif, S.T., M.Eng., perwakilan Tim PMB Untidar turut memberikan informasi mengenai jalur seleksi mandiri, beasiswa dan info lain dapat membantu siswa mengetahui lebih dalam mengenai Untidar. Informasi ini juga nantinya akan diupdate berkala melalui laman um.untidar.ac.id.

Penulis : Isaka

Editor : Humas Untidar

Kemendikbudristek Sambut Kepulangan dan Serah Terima Awardee Tahun 2023

Jakarta, 13 Februari  2024 — Sebanyak 465 awardee Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) telah kembali Indonesia pada bulan Januari setelah menyelesaikan studi di luar negeri selama satu semester. Setelah berhasil mengirimkan awardee ke berbagai belahan dunia, Kemendikbudristek menggelar penyambutan kepulangan penerima manfaat beasiswa (awardee) IISMA 2023 sebagai simbolis penyerahan kembali awardee kepada perwakilan perguruan tinggi asal. Acara ini dilakukan secara daring pada Rabu (31/1) guna menyambut awardee dari kawasan Asia, Eropa, Amerika, dan Inggris-Irlandia.
 
Direktur Akademisi Pendidikan Tinggi Vokasi, Benny Bandanadjaja, dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani, turut hadir dalam acara penyambutan kepulangan awardee IISMA 2023. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh awardee dan panitia IISMA, perwakilan perguruan tinggi asal dan juga orang tua awardee yang ikut menyambut pulangnya putra-putri terbaik bangsa yang telah menyelesaikan program IISMA.
 
Dalam sambutannya, Direktur Benny menyambut hangat kembalinya awardee IISMA ke tanah air. Ia menyampaikan pesan moral dan dorongan kepada awardee yang telah menyelesaikan program IISMA untuk mengambil inisiatif dan terlibat aktif dalam kehidupan kampus dan Masyarakat. “Kami bangga memiliki kalian sebagai putra-putri terbaik bangsa yang telah purna mengemban tugas menjadi duta bangsa. Kami sangat menanti pencapaian besar kalian lainnya di masa depan,” ujar Benny.

Selain itu, Benny juga mengapresiasi kerja keras dan dukungan dari dosen maupun Kantor Urusan Internasional (KUI) perguruan tinggi asal mahasiswa yang telah membimbing dan memberikan semangat kepada mahasiswa yang saat ini telah kembali ke Indonesia dengan penuh wawasan global.

Manager Bidang Umum dan Administrasi IISMA 2024, Andi Rahadiyan Wijaya, mewakili Kepala Program IISMA 2024, menyambut awardee IISMA dengan sangat bahagia. Andi menegaskan bahwa IISMA bukan hanya sekedar program, melainkan merupakan sebuah keluarga yang saling melengkapi.

“Program IISMA ini telah memfasilitasi networking, artinya IISMA menjadi ajang di mana kalian dapat bertemu dengan orang-orang terbaik dari Sabang sampai Merauke. Jaga dengan baik jejaring yang telah kalian bangun dengan mitra luar negeri baik itu profesor, teman, maupun local people,” imbuhnya.

Salah satu mitra host university IISMA, University of Pécs, Hungaria, juga memberikan testimoninya dalam kegiatan penyambutan kepulangan awardee IISMA ini. Direktur Pusat International University of Pécs, István Tarrósy, menyampaikan rasa bangga sebagai host dalam program IISMA. Ia berharap agar kerja sama dengan pemerintah Indonesia sebagai mitra IISMA akan terus berlanjut, dan dapat kembali menyambut serta menerima mahasiswa Indonesia sebagai bagian dari University of Pécs. “Di tahun 2023 kami telah menerima 39 mahasiswa dari program vokasi, besar harapan kami pada tahun depan dapat menjadi host bagi program sarjana,” ujar István.

Selain itu, Student Representative (SR) IISMA program sarjana dan vokasi yang diwakili oleh Saphira Pualam Langit Biru yang merupakan SR National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan, dan Dewi Wulandari yang merupakan SR Coventry University, Inggris, juga menyampaikan laporan hasil pembelajaran awardee selama masa studi di luar negeri. Ucapan selamat datang juga disampaikan dari perwakilan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) dan Perguruan Tinggi Dalam Negeri (PTDN) kepada awardee IISMA yang diwakili oleh Supriatna Adhisuwignjo selaku Direktur Politeknik Negeri Malang dan Ronny Lesmana selaku Kepala KUI Universitas Padjadjaran. 

Ucapan selamat dan rasa syukur disampaikan oleh perwakilan orang tua awardee yang di wakili oleh Zakaria Hasbullah, Ayahanda dari Nadia Azzahra, salah satu awardee dari Dundalk Institute of Technology, Irlandia. Zakaria menyampaikan rasa terima kasih kepada program IISMA karena telah memberikan kesempatan bagi anak-anak mereka untuk belajar di luar negeri. “Terima kasih kepada IISMA telah menjadi program yang menaungi dan mendukung studi bagi generasi muda. Harapan besar kami taruh kepada mereka guna meneruskan, mengembangkan, dan berdedikasi untuk masa depan Indonesia,” tutup Zakaria. (Penulis: Ditjen Pendidikan Vokasi/ Editor: Destian, Denty)