Universitas Tidar Gelar Bincang Budaya Sekaligus Luncurkan Pusat Studi Pariwisata dan Kebudayaan

UNTIDAR menyelenggarakan acara Bincang Budaya dengan tema “Menelisik Kebermanfaatan Nilai Spiritualitas Borobudur untuk Kesejahteraan Masyarakat”,  di Gedung Kuliah Terpadu Sidotopo, Senin (12/02). Acara yang termasuk dalam pra rangkaian dies natalis ke-45 UNTIDAR ini disertai peluncuran Pusat Studi Pariwisata dan Kebudayaan UNTIDAR serta penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia tentang pengelolaan keuangan.

Acara dibuka dengan penampilan puisi Kelompok Seni Kelas Jumat Malam. Penampilan tersebut terasa sakral seiring penampil membakar dupa. Selanjutnya, Sendratari UKM Bengkel Seni menampilkan tari tradisional serta pembacaan puisi oleh Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dzikrina Dian Cahyani, S.S., M.A. Sepanjang penampilan, audiens antusias mengabadikan momen. 

Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya berterima kasih kepada PT Bank Negara Indonesia atas kerja sama yang terjalin. Dengan adanya kerja sama tersebut, UNTIDAR diharapkan dapat lebih maju dan unggul.

Prof. Sugiyarto juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung Universitas Tidar dalam peluncuran Pusat Studi Pariwisata dan Kebudayaan. Ia menyampaikan, ini adalah bentuk implementasi tekad UNTIDAR sebagai pusat ilmu dan budaya.

“Saya harap kita dapat pandai beradaptasi dengan perubahan dan membutuhkan mitra sebanyak-banyaknya yang selalu mengingatkan kalau kita itu tumbuh dan berkembang sebagai suatu keniscayaan. Unggul dalam kewirausahaan berarti harus mandiri, usaha-usaha menuju kemandirian harus dibangun bersama mitra-mitra kami,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh tiga narasumber. Diawali dengan budayawan Magelang, Sucoro yang membedah bukunya yang berjudul “Renungan untuk Borobudur”, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustina Peranginangin yang membahas mengenai pariwisata di Borobudur, dan dosen S1 Pariwisata UNTIDAR Kurnia Fahmy Ilmawan, S.Si., M.Sc. yang membahas bidang pariwisata menurut akademisi.

 

Penulis: Kerin

Editor: Isaka

Sosialisasi Panduan Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka Tahun 2024

Jakarta, Kemendikbudristek — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) menggelar webinar Sosialisasi Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka di Jakarta, Senin (12/2). Webinar ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi mahasiswa baru di seluruh Indonesia untuk menjadi penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) Merdeka sesuai jenjang studinya baik sarjana maupun diploma.
 
Tim Teknis KIPK Merdeka, Sony Hartono Wijaya, menjelaskan bahwa sistem KIPK sudah terintegrasi dengan beberapa sistem terkait. Ia menambahkan, data utama yang digunakan sebagai pemeriksaan validitas KIPK berasal dari Data Pokok Pendidikan atau biasa dikenal dengan kata Dapodik. “Setelah mendaftar, peserta didik akan diminta untuk menginput empat komponen, yaitu NIK, NISN, NPSN dan Alamat Email,” ucap Sony di Jakarta, Senin (12/2), melalui YouTube Puslapdik Kemdikbud RI dan YouTube Kemendikbud RI.
 
Sony menambahkan, bahwa untuk menerima KIPK, para peserta didik dilihat melalui aspek kelayakan atau validasi kelayakan yang sudah terintegrasi dengan dua sistem terkait, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS Kemensos) dan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
 
“DTKS Kemensos dan P3KE, keduanya terhubung melalui Pusat Data dan Informasi Kemendikbudristek, selain itu Data Penerima Program KIP juga sudah terhubung dengan aplikasi SIPINTAR,” ujar Sony.
 
Lebih lanjut, Sony mengatakan bahwa KIP juga sudah terintegrasi dengan Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan melalui seleksi SNBP, UTBK-SNBT, dan seleksi mandiri. Kemudian, setelah peserta didik diterima, terdapat proses validasi untuk penetapan SIM KIP-KULIAH yang sudah terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
 
“Setelah peserta didik diterima, perguruan tinggi wajib mendaftarkan mahasiswanya ke PDDIKTI untuk memantau kinerja mahasiswanya. Pendaftaran ini dapat dilakukan secara online di laman KIPK, kip-kuliah.kemdikbud.go.id,” tutup Sony.
 
Webinar Sosialisasi Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka turut dihadiri beberapa narasumber, antara lain Pelaksana tugas Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Abdul Kahar; Kepala Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan, Rahmawati; Ketua Tim Pokja Beasiswa Pendidikan Tinggi, Septien Prima Diassari; Penanggungjawab Program KIP Kuliah, Muni Ika; dan Tim Teknis KIP Kuliah, Sony Hartono Wijaya.
 
Cara Pendaftaran KIP Kuliah
  • Siswa diminta untuk mendaftar mandiri.
  • Untuk pembukaan dan penutupan pendaftar akan dilakukan sesuai kalender seleksi nasional. Tepatnya, pendaftaran KIP Kuliah akan dibuka setiap H-1 dan ditutup maksimal H-1.
Gambaran Umum Proses Pendaftaran KIP Kuliah
  1. Silakan akses ke laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id
  2. Silakan isi NIK, NISN, NPSN, dan alamat email yang aktif.
  3. Sistem akan melakukan validasi ke Dapodik. Mohon dipastikan data yang digunakan untuk mendaftar sama persis dengan di Dapodik.
  4. Apabila data sudah valid, KIP Kuliah akan mengirimkan akun ke alamat email yang didaftarkan.
  5. Silakan login dan lengkapi berkas pendaftaran KIP-Kuliah. Pilih jenis seleksi yang akan diikuti.
  6. Silakan pilih dan isi pendaftaran seleksi nasional atau seleksi masuk di perguruan tinggi.
  7. Setelah lolos seleksi masuk perguruan tinggi, baru dilakukan verifikasi kelayakan penerima KIP Kuliah.
Tampilan Laman di Siswa
  1. Klik opsi daftar baru untuk murid angkatan baru. Untuk  angkatan sebelumnya, perlu melakukan pembaruan akun.
  2. Jika sudah daftar, tetapi salah tulis alamat email, klik opsi kirim akun saya.
  3. Siswa yang terdata di DTKS atau PPKE Maks Desil 3, lengkapi data biodata keluarga, prestasi, dan rencana.
  4. Siswa yang terdata lebih dari Desil 3, memiliki tiga tambahan formulir, yaitu ekonomi, rumah, dan aset. Pada bagian ekonomi, wajib mencantumkan Surat Keterangan Tidak Mampu.
  5. Menu seleksi baru muncul setelah berkas-berkas sebelumnya sudah dilengkapi.
  6. Unduh kartu peserta dan formulir.
  7. Setelah selesai mengisi berkas, pilih ujian yang akan diikuti di menu seleksi. Menu ini akan dibuka sehari setelah tanggal pertama masing-masing seleksi.
  8. Unduh formulir pendaftaran KIP-Kuliah.
  9. Apabila ada kesalahan NISN, NPSN, dan NIK:
Siswa yang belum lulus berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Siswa yang sudah lulus melakukan verval mandiri ke https://pd.data.kemdikbud.go.id/vervlLulusan/

Sumber: https://youtube.com/live/9tDgFZmZjMc?feature=share

Kunjungi Untidar, UNSIQ Pelajari Manajemen Organisasi Mahasiswa

Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) mengunjungi Universitas Tidar dalam rangka studi tiru mengenai manajemen organisasi mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) di Ruang Multimedia, Rabu (7/2). Perwakilan ormawa Untidar dan UNSIQ dalam forum ini saling membagikan pengalaman organisasi, khususnya mengenai tips dan trik capaian UNTIDAR dalam Abdidaya PPK Ormawa 2023 lalu.

“Intinya UNTIDAR dan UNSIQ ‘kan berdekatan, bersaudara, masuk ke dalam perguruan tinggi Kedu raya. Oleh karena itu bagaimana Untidar dan UNSIQ jaya dan keren bersama melalui organisasi mahasiswa,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.

Prof. Parmin juga menyoroti data Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang menunjukkan hanya 20% lulusan S1 di Indonesia yang bekerja sesuai bidang keilmuannya.  Ia mengharapkan, kecakapan wirausaha dan berorganisasi mampu memberikan nilai tambah kepada mahasiswa Untidar dan UNSIQ.

“Besarnya prosentase lulusan perguruan tinggi yang menganggur makin hari makin mengkhawatirkan. Jadi ormawa kita memberikan hal yang sangat spesial, kenapa? Karena secara data nasional, mahasiswa yang mau bergabung menjadi pengurus ormawa makin menurun. Kurang dari 20% mahasiswa Indonesia yang mau aktif di organisasi. Maka harus kita pupuk dan rawat,” tambahnya.

Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Alumni, Inovasi Teknologi, dan PMB UNSIQ, Latu Menur Cahyadi, SE. menyampaikan, adanya wadah diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan prestasi organisasi mahasiswa UNSIQ.

“Semoga prestasi Untidar dan UNSIQ semakin meningkat. Kami butuh sharing bagaimana manajemen organisasi mahasiswa dan PPK Ormawa yang sudah berjalan di Untidar. Selanjutnya kita akan melakukan diskusi dan studi tiru, sehingga hal-hal baik dapat kita kembamgkan di UNSIQ untuk berdarmabakti kepada masyarakat,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi mengenai kondisi organisasi mereka, seperti tantangan program kerja hingga pengelolaan pendanaan.

Penulis : Isaka

Editor : Humas Untidar

Mahasiswa KKN Untidar Promosikan Potensi Desa Pringombo, Kabupaten Magelang

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar membuat video profil desa sebagai upaya meningkatkan promosi potensi desa Pringombo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Mengusung tema smart village, video profil yang diunggah di laman Youtube Desa Pringombo ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas.

“Desa Pringombo memiliki potensi hasil pertanian seperti kopi dan lemon California organik yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Video profil ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang sehingga peminat atau pembeli hasil pertanian juga meningkat,” jelas Ilham Arrief, Ketua Tim KKN Desa Pringombo.

Kepala Desa Pringombo, Muh Hani menambahkan bahwa mata pencaharian utama warga adalah bertani. Warga mendapatkan penghasilan dari menjual hasil pertaniannya.

“Sebagian hasil panen tidak langsung dijual, namun diolah terlebih dahulu sebagai usaha kesil mereka. Selain itu, Pringombo juga dikenal sebagai Kampung Pancasila karena keberagaman yang terjalin di desa ini,” ujarnya.

Salah satu produk yang dikelola dari hasil petani tersebut adalah Kopi Kertojoyo milik pak Fauzi yang merupakan produk kopi dari hasil para petani yang terdapat di desa ini. Selain itu, terdapat juga produk berupa lemon California 100% organik.

Produk makanan yang diolah seperti kripik pegagan dan kerupuk gandum. Tidak hanya produk makanan yang mendukung potensi desa, akan tetapi terdapat juga usaha konveksi, pengrajin tas rajut, dll.

Smart village merupakan sebuah aspek dalam membangun desa melalui kekuatan digitalisasi dalam meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat desa. Untuk itu, 10 mahasiswa KKN Untidar mewujudkannya dalam bentuk video profil desa dengan menonjolkan potensi desa melalui UMKM sebagai keunikan dan keberagaman desa. Harapannya, video profil tersebut menjadi batu loncatan bagi desa pringombo dalam memperkenalkan potensi desa yang dimiliki dan membantu meningkatkan perkonomian masyarakat melalui UMKM.

Selain itu. Tim KKN juga menyelenggarakan pelatihan digital marketing dengan peserta pelatihan 15 warga yang memiliki usaha di Desa Pringombo.

Pelatihan ini bertujuan mengenalkan pemasaran produk di platform online, cara mempertahankan dan memperluas pangsa pasar, serta strategi yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM untuk menarik konsumen.

“Apresiasi diberikan kepada mahasiswa KKN yang telah mencetuskan program ini semoga kedepannya usaha yang saya jalankan dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang hingga Indonesia,” tutur Ibu Sutarmi Pelaku UMKM kripik pegagan (01/24).

Kegiatan KKN ini dilaksanakan dalam kurun waktu 1 bulan yaitu pada bulan Januari-Februari 2024. Tim KKN Desa Pringombo terdiri dari 10 orang yaitu Ilham Arrief sebagai Ketua dan anggotanya terdiri dari Raehan Fahri, Ahmad Dwi Cahyo, Catur Widiyatmo, Mulyadi, Anastasia Dhea, Ninda Kumala, Dhea Khoirunisa, Septi Kristiyanti dan Mei Tri Mulyani.

 

Penulis :

Tim KKN Desa Pringombo 2024

Editor :

Humas Untidar

Kemendikbudristek Gelar Pelepasan Bagi Ribuan Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Jakarta, Kemendikbudristek – Salah satu program kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yakni Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), resmi melepas peserta Program PMM Angkatan 4 pada Rabu (7/2). Acara yang digelar secara daring ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), perwakilan perguruan tinggi, dan orang tua peserta.
 
Tercatat sebanyak sebanyak 16.250 mahasiswa yang lolos menjadi peserta terpilih Program PMM Angkatan 4 dari 57.822 mahasiswa pendaftar. Angka ini merupakan rekor terbanyak peserta Program PMM sejak resmi diluncurkan pertama kali pada tahun 2021.
 
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, memberikan pesan pelepasan kepada mahasiswa Program PMM Angkatan 4, bahwa keikutsertaan para mahasiswa pada Program PMM Angkatan 4 diharapkan seperti alumni-alumni PMM sebelumnya, yang berhasil menciptakan proyek berbasis kebinekaan.
 
“Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini dirancang agar mahasiswa bisa lebih mengenal dunia di luar kampus sehingga nantinya mereka jauh lebih siap berkontribusi di tengah masyarakat,” pungkas Nadiem.
 
Sebanyak 725.000 mahasiswa telah mendaftarkan akun untuk mengikuti program-program kebijakan MBKM. Di saat yang sama, lebih dari 1.300 perguruan tinggi pun terlibat di berbagai program yang mendorong mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester. Program PMM merupakan program pertukaran mahasiswa dari Sabang sampai Merauke yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun dan belajar makna toleransi secara langsung.
 
Angkatan keempat program ini menjadi istimewa karena kini mahasiswa vokasi kembali terlibat di Program PMM. Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja, mengatakan, “Kami sangat bangga menyambut keikutsertaan mahasiswa vokasi dalam program ini. Tentu ini merupakan sebuah langkah yang luar biasa penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, terutama pada pendidikan tingkat tinggi.”
 
Beny melanjutkan bahwa kegiatan Program PMM ini dapat menguatkan kualitas pembelajaran pendidikan tinggi vokasi sesuai visinya yaitu, “Vokasi kuat, menguatkan Indonesia.”
 
Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani, mengungkapkan penerimaan positif dari berbagai pihak, “Pelaksanaan program yang berada di bawah naungan kebijakan MBKM terus mendapatkan penerimaan yang baik dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, perguruan tinggi dalam negeri, mitra perusahaan, hingga perguruan tinggi di luar negeri.”
 
Lebih lanjut, Suning memberikan arahan kepada mahasiswa, “Melalui keikutsertaan adik-adik mahasiswa di Program PMM, kalian diberikan kesempatan untuk bisa merasakan pertukaran nilai-nilai budaya yang pada saat bersamaan akan mengasah berbagai kompetensi seperti komunikasi interpersonal, kemampuan adaptasi, kreativitas, serta toleransi dengan duduk dan belajar di perguruan tinggi.”
 
Alumni Program PMM Angkatan 3, Erwin Apriliyanto, menceritakan pengalamannya mengikuti program tersebut. Menurutnya, Program PMM memberikan pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kegiatan selama satu semester merupakan pertukaran pembelajaran akademik sekaligus nilai budaya yang berkesan baginya.
 
Perwakilan Mahasiswa Peserta PMM Angkatan 4, Bintang Pamungkas Panjaitan, mengatakan program ini memberikan sudut pandang yang lebih luas, bahwa Indonesia terdiri dari banyak pulau, tidak hanya Pulau Jawa tempatnya menimba ilmu.
 
Perwakilan orang tua Mahasiswa Program PMM Angkatan 4, Kartini Simare-mare, menyampaikan harapannya agar mahasiswa yang mengikuti program ini mengasah kemampuan dan mengenal ragam budaya, serta dapat mengaplikasikan di dunia nyata segala hal-hal positif yang didapat selama program berjalan.
 
Kartini menambahkan bahwa mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dan mengikuti norma yang berlaku selama menjalani program. Tidak lupa Kartini ucapkan terima kasih kepada tim pelaksana Program PMM Angkatan 4 serta selamat kepada mahasiswa yang terpilih di Program PMM Angkatan 4.
 
Koordinator Perguruan Tinggi Penerima Mahasiswa Program PMM Angkatan 4 dari Universitas Nusa Cendana, Rolland Epafras Fanggidae, mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa. “Selain mempelajari kebinekaan, teman-teman juga akan melakukan kegiatan perkuliahan. Teman-teman harus ingat bahwa tujuan ada disini adalah melakukan proses pembelajaran, sehingga harus bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap kegiatan di Perguruan Tinggi (PT) Penerima,” kata Rolland.
 
Sebelum acara berakhir, Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan Kampus Mengajar, Asri Aldila Putri, menyampaikan harapannya agar para siswa dapat mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi Penerima dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, banyak pengalaman berharga dan keragaman budaya Indonesia yang dapat dirasakan  melalui implementasi Modul Nusantara di perguruan tinggi penerima selama satu semester. 
 
“Hari ini secara simbolis saya mengucapkan selamat berjuang bagi teman-teman mahasiswa di perguruan tinggi penerima. Yakinlah bahwa petualangan kalian akan sangat berharga dan bermakna. Sebagai generasi yang akan memimpin di masa yang akan datang,” ujarnya. (Tim MBKM / Editor: Stephanie, Denty)

Buat Inovasi Yogurt Carica dan Kayu Secang, Mahasiswa UNTIDAR Juara Tiga Lomba Business Plan ISMAPETI

Tim Universitas Tidar berhasil meraih juara tiga lomba business plan dalam kegiatan “Musyawarah Nasional XIX Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI)” yang digelar Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia di Universitas Jambi, Kamis-Minggu (25-28/1). Acara tersebut dihadiri 86 delegasi dari 23 universitas di seluruh Indonesia.

Amanda Wahyu Apriani (Peternakan 2020) dan Angger Sri Martani (Peternakan 2022) menciptakan produk yogurt yang terbuat dengan campuran buah carica dan kayu secang dalam perlombaan tersebut. Produk ini dibuat untuk mengangkat kearifan lokal, yakni buah carica dan kayu secang yang tumbuh subur di daerah Jawa Tengah.

Selain itu, buah carica belum banyak dimanfaatkan selain sebagai manisan. Padahal buah carica memiliki kandungan antioksidan tinggi dan kandungan bakteri asam laktat telah memenuhi SNI. Sementara kayu secang memiliki khasiat bagi tubuh dan memiliki kandungan pewarna alami. Hal tersebut menjadi inspirasi Amanda dan Angger menciptakan produk yang dipasarkan dengan nama “Yocchang”. 

Angger mengungkapkan persiapan yang terbilang singkat ini didukung penuh oleh dosen pembimbing, Ibu Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. “Ibu Tri Puji Astuti terkenal sebagai dosen yang selalu mendorong mahasiswa untuk mengikuti lomba, saya jadi termotivasi,”. Angger juga mengungkapkan dirinya ingin memaksimalkan kesempatan sebagai mahasiswa untuk mengikuti perlombaan dan memberi sumbangsih pada prodi dan universitas. 

“Mungkin tipsnya melihat potensi di lingkungan sekitar kita dan jangan bosan untuk belajar hal baru sih karena bisnis plan sendiri hal yang sangat baru bagi saya. Selain itu mungkin, cari dan temukan partner yang cocok dan bisa diajak untuk bekerja sama. Karena dalam pelaksanaannya, terkhusus pembuatan paper, saya banyak dibackup oleh mbak Amanda sendiri. Dan terakhir percaya diri dengan apapun yang kita bawa,” pungkas Angger.

 

Penulis: Kerin

Editor: Isaka

Tingkatkan Pelayanan Publik, UNTIDAR Gelar Sosialisasi Reformasi Birokrasi

Tingkatkan Pelayanan Publik, UNTIDAR Gelar Sosialisasi Reformasi Birokrasi

Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Reformasi Birokrasi dalam Rangka Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan Universitas Tidar”, Selasa (30/1) di Gedung dr. H. R Suparsono. Sosialisasi menghadirkan dua analis Ditjen Diktiristek, yakni Mohamad Ali Akbar dan Alexsander Ari Ade Saputro.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengapresiasi respons yang cepat dari fakultas-fakultas di UNTIDAR dalam membentuk tim zona integritas. Sebelumnya, fakultas teknik UNTIDAR sudah membangun zona integritas sejak tahun 2021. Prof. Sugiyarto, M.Si. berharap langkah baik ini dapat dilanjutkan dengan gerakan yang progresif.

“Saya rasa semangat birokrasi ini kembali satu pada nilai-nilai TIDAR, kita menjadi orang yg tangguh, integratif, dedikatif, aktif, dan responsif. Untuk itu, sehebat apapun cita-cita kita, tidak akan tercapai kalau birokrasinya nggak jelas,” tuturnya.

Ketua Tim Reformasi Birokrasi UNTIDAR, Among Wiwoho, S.E., M.M. menyampaikan, banyak perubahan yang bisa diharapkan, khususnya menyangkut kelembagaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Reformasi birokrasi di UNTIDAR kita awali dari tahun 2020 meliputi penguatan delapan area, yaitu manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan organisasi, penataan tata laksana,  penataan sistem manajemen SDM aparatur, sistem akuntabilitas, sistem pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Sekretaris Tim Reformasi Birokrasi UNTIDAR, Sulistyaningrum, S.E. menambahkan, reformasi birokrasi bertujuan melakukan perubahan pengelolaan pemerintahan yang berdampak secara langsung pada pelayanan masyarakat.

“Tujuan sosialisasi hari ini menambah wawasan bagi teman-teman kita yang tergabung dalam tim reformasi birokrasi dan tentunya untuk menyamakan persepsi untuk semua tim zona integritas di semua fakultas di UNTIDAR,” jelasnya.

Analis SDM Aparatur Ahli Muda, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI, Mohamad Ali Akbar selaku pemateri menuturkan, untuk melakukan perubahan, pasti akan ada resistensi sehingga, untuk mempercepat reformasi birokrasi perlu melakukan zona integritas di seluruh fakultas.

“Sebenarnya keduanya sama-sama melakukan perubahan, tapi perbedaannya, yang pertama dari reformasi birokrasi, outputnya berupa indeks. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) akan melakukan penilaian reformasi birokrasi, kita dapat indeks. Tapi, kalau output zona integritas ada dua, yang pertama adalah predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang kedua predikat Wilayah Birokrasi dan Bersih Melayani (WBBM),” jelasnya.

Usai sosialisasi, diharapkan semua tim reformasi birokrasi dan zona integritas dapat mengimplementasikan kiat-kiat yang dibagikan untuk meningkatkan pelayanan publik UNTIDAR.

Penulis : Kerin

Editor : Isaka

Siswa SMA Negeri 1 Imogiri Antusias Kunjungi Universitas Tidar

Sebanyak 168 siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Imogiri serta 22 pendamping lakukan kunjungan ke Universitas Tidar, Rabu (24/1) di Gedung Dr. H Suparsono.

Kunjungan rombongan disambut hangat oleh Tim Universitas Tidar. Kepala  Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK), Giri Atmoko, M.Si. mengucapkan terima kasih atas terjalinnya hubungan yang baik. Giri Atmoko, M.Si. mengungkapkan harapannya siswa SMA Negeri 1 Imogiri dapat  menjadi mahasiswa Untidar 2024, “Alhamdulillah pada tahun 2024 jumlah mahasiswa baru sebanyak 4000 orang. Penyebaran meluas di luar kedu. Sekarang siswa cerdas memilih, melalui beberapa jalur ini kan silahkan menimbang-nimbang, Untidar bisa menjadi pilihan”.

Kepala SMA Negeri 1 Imogiri, Yuliantara, M.Pd. dalam sambutanya mengungkapkan terima kasih atas sambutan hangat Universitas Tidar, “Terima kasih telah menerima kedatangan kami. Maksud kedatangan kami untuk menjalin silaturahmi dan memberikan pengalaman serta pengetahuan bahwa di dekat kita ada universitas yang baik. Universitas Tidar bisa menjadi pilihan agar tidak stuck pada satu wilayah saja.” jelasnya.

Kegiatan kunjungan diisi dengan sesi pemaparan profil serta informasi terkait Universitas Tidar oleh Kepala Bagian Akademik Wahyu Andriyanto, S.A.P. dan sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Imogiri. Acara ditutup dengan pembagian hadiah.

Penulis: Kerin

UNTIDAR dan Ditbelmawa Kemdikbudristek Jalin Kerja Sama Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Tahun 2024

Universitas kembali terpilih menjadi Perguruan Tinggi Penerima dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Tahun 2024. Terpilihnya UNTIDAR ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Tidar dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Plaza Insan Pendidikan Berprestasi, Gedung A Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Penandatanganan ini dihadiri Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbudristek, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., Direktur Beasiswa LPDP, Ir. Dwi Larso, M.SIE., Ph.D., serta Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Asri Aldila Putri, S.Sos., M.Si. Adapun Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UNTIDAR, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM turut hadir didampingi Koordinator PT Penerima UNTIDAR, Eny Ratnasari, M.I.Kom. dalam penandatanganan ini.

Dalam sambutannya, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan memberikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi penerima yang lolos pada Program PMM 4. Ia menerangkan bahwa program pertukaran ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa.

Selaras dengan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi juga mengapresiasi seluruh perguruan tinggi penerima PMM 4. Ia menambahkan bahwa program pertukaran mahasiswa ini menjawab tantangan zaman yang terus berubah dengan memberikan pengalaman belajar di luar kelas dengan rekognisi.

Adapun dalam laporan Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, dikatakan bahwa panitia melakukan seleksi ketat terkait perguruan tinggi penerima PMM 4. “Dari 210 perguruan tinggi yang mendaftar Program PMM 4, hanya 128 yang lolos sebagai perguruan tinggi penerima,” ujarnya.

Para peserta yang telah lolos, mengikuti pembekalan selama 3 hari pada 22-24 Januari 2024 secara online. Dalam kesempatan itu Kepala Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, turut menjelaskan supaya peserta dapat memahami hak dan kewajiban  dalam mengikuti kegiatan PMM. “Satu hal yang perlu dipahami, sebelum bertanya terkait dengan hak.nya mohon untuk mengingatkan diri sendiri terkait kewajibannya”, jelasnya.

Hak peserta PMM berupa Bantuan Biaya Hidup (BHH), Bantuan Asuransi (BPJS Kesehatan), SPP Program, Bantuan Biaya Transportasi dan peserta berkewajiban untuk mengirimkan laporan kegiatan sampai seluruh kelengkapan adinistrasi terpenuhi.

Eny Ratnasari, selaku Koordinator Perguruan Tinggi Penerima UNTIDAR menjelaskan, “Pada PMM 4 Tahun 2024, UNTIDAR menerima 36 mahasiswa inbound dari 23 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.”

“Selain sebagai upaya untuk meningkatkan indeks kinerja utama poin kedua, keikutsertaan UNTIDAR sebagai perguruan tinggi penerima adalah upaya branding UNTIDAR. Semoga keikutsertaan ini membuka peluang kerja sama lainnya dengan perguruan tinggi asal dari mahasiswa inbound,” terangnya.

UNTIDAR juga mengirimkan 35 mahasiswa outbound untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di luar Pulau Jawa yang tersebar di Pulau Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan bagian dari sembilan Program Merdeka Kampus Merdeka (MBKM). Program yang dilaksanakan satu semester ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar di luar kampus serta meningkatkan wawasan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara. Disamping itu, Program PMM juga memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar terbaik sesuai dengan ciri khas Universitas Tidar yang unggul dalam kewirausahaan.

Penulis: Eny Ratnasari

Refleksi Awal Tahun, Menuju UNTIDAR Unggul dan Nyaman Perlu Tim yang Tangguh dan Saling Support

Dalam upaya peningkatan kualitas dan evaluasi kinerja pegawai, Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Universitas Tidar menyelenggarakan acara Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia yang dihadiri 656 pegawai, Kamis (18/01) di Gedung dr. H.R Suparsono, Kampus Tuguran.

Agus Taufiqurrahman, Sp.S, M.Kes. menuturkan universitas yang unggul dan nyaman perlu tim yang Tangguh, saling support dan mampu bekerjasama dengan baik.

“Tim tangguh ini harus mampu menyatukan visi di kampus. Sehingga ketika tantangan besar datang pasti bisa segera diatasi,” tutur Ketua Bidang Pembinaan Kesejahteraan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta.

Faktanya perubahan saat ini berjalan dengan cepat dan dasyat, tuntutan mutu makin tinggi dan hanya yang memiliki keunggulan yang mampu bertahan.

“Bagi yang tidak bisa menyesuaikan diri atau berubah sesuai dengan tuntutan pasar maka jelas akan kalah atau tertinggal. Begitupun di kampus, jika kita tidak mampu menyesuaikan dengan perkembangan saat ini maka kampus ini akan tertinggal dengan lainnya,” tambahnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. juga menghimbau untuk semua pegawai dapat bersatu dan bekerjasama untuk menjadikan kampus ini lebih baik lagi.

“Harapannya UNTIDAR dapat membangun semangat kebersamaan meskipun tersusun dari identitas yang berbeda-beda, hari ini mari lepaskan identitas pribadi kita karena kita adalah satu keluarga UNTIDAR,” ujarnya.

Acara Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia ini bertujuan meningkatkan kompetensi kerja sivitas akademika, menguatkan model kolektif kolegial dan mewujudkan komitmen membangun semangat kebersamaan.

“Kegiatan ini tidak hanya akan berhenti pada acara ini saja, namun akan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan lain salah satunya adalah pelatihan pelayanan prima yang akan dilakukan Maret mendatang. Selain itu selanjutnya juga akan dilakukan monitoring secara berkala. Upaya ini untuk meningkatkan pelayanan prima di UNTIDAR,” kata Dr. Astuty, M.Pd, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum (BPKU).

Peningkatan kapasitas pegawai UNTIDAR merupakan komitmen yang telah dicanangkan di tahun 2024, salah satu poin yang diutamakan adalah mewujudkan pelayanan prima.

Penulis :

1. Eni Octavia Ariyana
2. Nikmatur Rohmah
3. Zukhruf Hidayah
4. Yusnia Dewi Ardan

Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Fisipol UNTIDAR

Editor : Humas UNTIDAR