Untidar Jalin Kerjasama Pelaksanaan Program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan dengan Kominfo

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar (Untidar) Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM tanda tangani Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) penyelenggaraan program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan di Hotel Mandarin Oriental Jakarta Pusat pada Rabu (13/04).

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama itu sekaligus acara peluncuran dan sosialisasi program kepada mitra. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo, Dr. Eng. Hary Budiarto M.Kom, IPM menyampaikan bahwa berdasarkan riset World Bank dan McKinsey pada tahun 2015, Indonesia dituntut untuk memiliki 9 juta talenta digital pada tahun 2030, yang setara dengan 600 ribu talenta digital per tahun.

”Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan mencetak 200 ribu talenta digital setiap tahunnya dan perguruan tinggi dibawah Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi diminta untuk mencetak 400ribu talenta digital tambahan. Hal ini bertujuan mencapai target nasional sebanyak 600 ribu talenta digital per tahun”, jelasnya.

Dalam acara peluncuran dijelaskan bahwa program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan ini merupakan pelatihan yang bertujuan untuk mencetak talenta digital dan memacu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari semua jurusan.  Mahasiswa akan mendapatkan bekal ilmu tambahan dalam bidang kompetensi digital karena kurikulum pelatihan ini juga didesain agar peserta memiliki bekal kemampuan untuk membangun start up digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM menyampaikan Untidar akan menyelenggarakan program tersebut untuk mahasiswa dan masuk dalam rangkaian kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Sebagai perguruan tinggi mitra Kominfo, melaksanakan program ini juga merupakan salah satu bentuk keseriusan Untidar dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi untuk menghadapi persaingan era digital. Bahkan selaras degan misi kita sebagai kampus yang unggul dalam kewirausahaan”, tambahnya.

Tak hanya Universitas Tidar, hadir pula empat perguruan tinggi mitra lain yang turut serta diantaranya, Universitas Jenderal Soedirman; Universitas Negeri Sebelah Maret; Universitas Syiah Kuala; dan Universitas Singaperbangsa Karawang.

Penulis :

Tim Kerjasama Untidar

Pendaftar Terus Meningkat, Bukti IISMA Menyita Perhatian Publik

Jakarta, Kemendikbudristek – Program beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) terus menunjukkan popularitasnya dengan lonjakan peserta yang signifikan. Tercerminkan dari tingginya antusiasme di kalangan mahasiswa, perguruan tinggi dalam negeri dan orang tua terhadap program prestisius ini. Program IISMA adalah hasil kerja sama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta Kementerian Keuangan.

Dibuka pada tahun 2021, sebanyak 2.551 mahasiswa dengan semangat tinggi mendaftar untuk bergabung dalam program IISMA. Menuju tahun 2022, program ini terus berkembang dengan penambahan jalur program vokasi. Jumlah pendaftar pun meningkat tiga kali lipat, di mana sebanyak 7.522 mahasiswa mendaftar untuk jalur sarjana dan 3.506 mahasiswa bergabung dalam jalur vokasi.

Melangkah ke tahun 2023, antusiasme tetap tinggi dengan 7.714 mahasiswa mendaftar untuk jalur sarjana dan 1.456 mahasiswa bergabung dalam jalur vokasi. Puncaknya, pada tahun 2024 ini, jumlah pendaftar mengalami peningkatan fantastis yaitu sejumlah 15.211 yang terdiri dari 12.268 mahasiswa pendaftar untuk jalur sarjana dan 2.943 mahasiswa pendaftar untuk jalur vokasi. Peningkatan yang pesat ini menegaskan daya tarik dan relevansi program IISMA yang terus memberikan peluang pendidikan berkualitas untuk mahasiswa sarjana maupun vokasi.
“Dari program IISMA 2023 batch Juni, jumlah mahasiswa yang mengikuti IISMA mencapai ribuan orang. Para awardee IISMA tersebar di 14 negara dengan total host university sebanyak 29 perguruan tinggi. Untuk program IISMA angkatan selanjutnya, host university juga siap memberikan fasilitas akomodasi yang lebih baik dan meningkatkan kuota mahasiswa,” ucap Direktur Akademisi Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja, di acara kepulangan dan serah terima awardees IISMA 2023 akhir Februari lalu.
 
Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan prestasi program IISMA dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman lintas budaya mahasiswa, tetapi juga mengindikasikan kepercayaan serta daya tarik yang terus berkembang di kalangan mahasiswa Indonesia. Dengan menyajikan kesempatan unik bagi mahasiswa untuk menggali ilmu pengetahuan dan teknologi terkini di perguruan tinggi dan industri terkemuka, IISMA bukan hanya menjadi penyedia pengetahuan, melainkan juga pendorong utama dalam perkembangan keterampilan dan pemahaman yang sangat diperlukan dalam era global saat ini.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Suning Kusumawardani, mengungkapkan harapan hasil yang bisa diaplikasikan awardees IISMA setelah mengikuti program, “Perjalanan ke luar negeri untuk belajar adalah salah satu pencapaian yang luar biasa,” ujar Sri.
 
Lebih lanjut, menurut Sri, awardees tidak hanya belajar secara akademik, namun belajar di luar kelas yang membuka sudut pandangnya tentang dunia yang beragam baik budaya dan nilai-nilai.
 
“Ini tidak hanya pengalaman yang akan memperkaya kalian, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa kita,” kata Sri yang turut hadir di acara kepulangan dan serah terima awardee IISMA 2023.
Peningkatan jumlah pendaftar menjadi salah satu indikator keberhasilan program IISMA dalam mengembangkan kerja sama dan jejaring mahasiswa di luar negeri. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademis yang berharga, namun juga membangun hubungan lintas batas yang memperkaya perspektif mereka.

Program IISMA tidak hanya menjadi pilihan utama, tetapi juga menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dan negara tujuan perguruan tinggi. Hal ini membuktikan kontribusi IISMA tak terbantahkan dalam memajukan pendidikan Indonesia. Program IISMA akan terus membuktikan kesuksesannya dalam mencapai tujuan dan tetap menjadi pilihan utama bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menjelajahi peluang belajar di tingkat internasional. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, IISMA menjadi landasan krusial dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi berbagai tantangan global dan revolusi industri 4.0. *** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)

Mahasiswa PMM UNTIDAR Kunjungi Akademi Militer Magelang dan Kebun Raya Gunung Tidar

Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) melalui rangkaian modul nusantara dapat merasakan pengalaman tambahan untuk merasakan keberagaman budaya setempat. Pada Minggu, 3 Maret 2024 seluruh mahasiswa PMM UNTIDAR inbound 4 mengunjungi dua ikon Kota Magelang yakni Akademi Militer Magelang dan Kebun Raya Gunung Tidar, Minggu (03/03/2024).

Berangkat dari Kampus Tuguran dan Kampus Sidotopo, para mahasiswa tiba di lokasi pertama yakni Museum Taruna Abdul Djalil yang berada di dalam kompleks Akademi Militer Magelang.

Mahasiswa kemudian masuk ke dalam ruang teater museum untuk melihat profil kampus Akademi Militer Magelang bersama.-sama Sesi dalam ruang teater diakhiri dengan materi kebhinekaan oleh Kepala Seksi Museum Taruna Abdul Djalil Akmil Magelang, Mayor Iping Puji Astuti.

“Saya berharap dengan adanya kunjungan seperti ini dari mahasiswa seluruh Indonesia, maka kalian bisa turut merasakan perjuangan para pendahulu kita pada posisi militer yang telah berupaya mempertahankan Indonesia. Selanjutnya, kalianlah generasi penerus bangsa yang harus bisa menjaga Indonesia dari tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” terang Mayor Iping Puji Astuti.

Kunjungan dilanjutkan dengan mengelilingi kawasan museum dan Akmil Magelang secara menyeluruh hingga ke Lapangan Sapta Marga.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Kebun Raya Gunung Tidar. Ditemani oleh tiga pemandu. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mempelajari konservasi alam yang ada di Kebun Raya Gunung Tidar. Mereka juga melihat satwa-satwa seperti spesies kera yang banyak ditemui di sana.

“Kalau kita pernah dengar, Gunung Tidar ini disebutkan sebagai Pakuning Tanah Jowo yang berarti pakunya tanah jawa. Hal ini karena menurut mitos yang berkembang, Gunung Tidar adalah paku atau pasak yang dipasang di tengah-tengah Pulau Jawa agar pulau ini berhenti terombang-ambing di tengah Samudra”, ungkap Mas Satrio, Pemandu di Kebun Raya Gunung Tidar.

Selepas kunjungan, para mahasiswa melanjutkan kegiatan modul nusantara yakni refleksi di Kampus Tuguran Universitas Tidar.

 

***

Penulis: Tim PMM 4 Untidar

Editor: Isaka, Magang Humas UNTIDAR

Kemendikbudristek Dorong Upaya Kolaboratif dalam Implementasi PPKSP

Jakarta, Kemendikbudristek — Dalam Webinar Sosialisasi dan Diskusi yang bertema “Solusi Penguatan Pencegahan Kekerasan bagi TPPK dan Satgas PPKSP” yang digelar di Jakarta, Rabu (5/3), Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami menjelaskan lingkup implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP).  
 
“Pertama, Mencegah terjadi kekerasan seksual, perundungan, serta diskriminasi dan intoleransi. Kedua, Membantu satuan pendidikan menangani kekerasan yang terjadi. Ketiga, mencakup semua bentuk kekerasan dan berperspektif korban,” terangnya dalam webinar yang disiarkan melalui YouTube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI. 
 
Dalam rentang 6 bulan dari peluncuran Permendikbudristek PPKS, sudah ada 90% satuan pendidikan memiliki Tim Pencegahan dan Penangan Kekerasan (TPPK) dan lebih dari 50% pemerintah daerah di Indonesia sudah memiliki Satgas PPKSP. Per hari ini (9/03) sendiri sudah lebih dari 365 ribu satuan pendidikan membentuk TPPK dan 19 provinsi dan 308 kabupaten/kota membentuk Satgas PPKSP.

Lebih lanjut, Rusprita menjelaskan bahwa salah satu langkah yang bisa dilakukan dalam proses pencegahan bagi TPPK adalah melakukan pelatihan secara mandiri. Puspeka telah memfasilitasi berbagai materi yang aplikatif untuk anggota TPPK. “Tidak hanya modul PPKSP, di PMM guru juga bisa mempelajari modul lain yang berkaitan dengan proses pencegahan kekerasan. Baik modul wawasan kebinekaan global, modul Ayo Atasi Perundungan (AAP), dan modul disiplin positif, melalui laman Platform Merdeka Mengajar (PMM),” terangnya.

Imbauan untuk Berkolaborasi dalam PPKSP

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menegaskan pentingnya kolaborasi antarseluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan mengatasi kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. “Karena berbagai isu kekerasan di dunia pendidikan yang saat ini selalu dan sering sekali terjadi hanya bisa diberantas melalui dukungan dari masyarakat.”

Pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan perlu kerja sama intensif dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Rusprita mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah dan memerangi kekerasan di dalam satuan pendidikan. Dengan demikian, lingkungan belajar yang inklusif, berkebinekaan, dan aman bagi semua warga pendidikan dapat tercapai. 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Rante Hattani menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. “Intinya kita bekerja bersama-sama dan memang berkomitmen untuk itu (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan), jadi mari lindungi, mari awasi semua peserta didik kita,” tuturnya.

Selanjutnya, Koordinator TPPK SMP N 1 Bintan, Citra Pertiwi mengungkapkan bentuk-bentuk kolaborasi yang telah dilakukan. “Setelah terbentuknya Tim TPPK, SMPN Negeri 1 Bintan langsung membuat Program Kerja tahunan bersama Kepala Sekolah berupa kegiatan penguatan karakter dan keagamaan sebagai upaya meningkatkan religiusitas dan sikap toleransi antarpeserta didik dan warga sekolah lainnya,” jelasnya. 

Tim TPPK SMP Negeri 1 Bintan juga bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Bintan tentang pendewasaan usia perkawinan yang dikhususkan kepada siswa-siswi kelas IX sebagai salah satu langkah menghindari kekerasan seksual. “TPPK tidak lepas dari support dan dukungan lingkungan sekitar kita, termasuk kepala sekolah dan seluruh warga sekolah,” katanya. 

Anggota TPPK SMA N 34 Jakarta, Juli Sugianti menceritakan bahwa praktik baik yang dilakukan adalah dengan menggagas pembentukan Tim Anti Bullying yang diberi nama “TIMBUL”. Aktivitasnya adalah menerapkan Program Roots di mana agen perubahan dan duta anti kekerasan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan lingkungan sekitar dan membantu menginformasikan titik-titik yang sering menjadi tempat berkumpul (nongkrong) siswa sehingga membantu sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap siswa. 

“Menjalin kerja sama dengan alumni juga sangat efektif, alumni bisa membantu menginformasikan bagaimana membentuk lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan,” tutupnya.*** (Penulis: Denty A./Editor: Tim Puspeka)

Percepat Peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia lewat Talent Bridge Forum

Jakarta, Kemendikbudristek – Talent Bridge Forum yang diadakan secara berkala selama periode empat minggu mulai 28 Februari hingga 20 Maret 2024 merupakan sebuah wujud antisipasi terhadap meningkatnya keterlibatan mitra industri dalam program magang. Kolaborasi yang erat antara industri dan perguruan tinggi diakui sebagai faktor kunci keberhasilan dalam meningkatkan relevansi kurikulum dan keterampilan mahasiswa sesuai dengan tuntutan industri.
 
Forum diskusi bertajuk “Akselerasi Magang Kampus Merdeka untuk Peningkatan SDM Strategis Indonesia” dilakukan secara daring dalam sesi mingguan di mana aktivitasnya terdiri atas webinar dan panel diskusi dengan topik spesifik per klaster industri dengan narasumber praktisi di bidang sumber daya manusia (SDM), serta sesi pelatihan untuk meningkatkan kualitas program magang.
 
Peserta yang berasal dari bagian SDM dan perwakilan mitra industri, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, serta pembuat kebijakan ini akan membahas tentang perbankan dan keuangan, telekomunikasi, energi dan pertambangan, manufaktur dan transportasi, konsumer dan retail, kesehatan dan farmasi, teknologi, serta agro dan blue economy.
 
Wakil Ketua II Pelaksana Pusat Kampus Merdeka, Amirmahmud Saatari, menyampaikan bahwa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan solusi dari masalah irelevansi perusahaan, di mana keperluan melakukan pendidikan tambahan bagi mahasiswa yang baru lulus dan masuk di perusahaannya.
 
“Melalui MBKM ini, mereka ketika lulus tidak hanya dengan membawa pengetahuan tetapi akan juga bisa mendapatkan atau memiliki keterampilan, sikap yang sesuai dengan tantangan real di pekerjaan selanjutnya,” ujar Amir.
 
Salah satu mitra yang mengisi sesi diskusi klaster perbankan dan keuangan, Vini Daru Pradana, Daya Activation Head BTPN Syariah, berbagi kisah kepada peserta forum bagaimana program MBKM diimplementasikan ke dalam perusahaannya untuk pelaksanaan program magang dan membantu program perusahaan ultra mikro dalam memberdayakan perempuan.
 
“Saat pertama sebelum bergabung, kami hanya punya 14 mahasiswa untuk mendampingi ultra mikro ibu-ibu ini. Jadi, mendampingi mereka untuk keterampilan meningkatkan usahanya,” ungkap Vini.
 
Setelah bergabung dengan program MBKM, BTPN Syariah merasakan perkembangan yang pesat keterlibatan mahasiswa dalam program magang. Vini menyampaikan berawal dari 14 mahasiswa berubah menjadi 110 mahasiswa, di mana para mahasiswa ini memberdayakan 1.614 pelaku usaha ultra mikro. Sumbangan mahasiswa ini berasal dari program magang MBKM batch pertama.
 
Kisah lain dijabarkan oleh Mora Nasution, Head of Learning, Talent, Resourcing & Organization Development Bank Jago. Mora menceritakan bagaimana perusahaannya turut berpartisipasi memberikan pengalaman berharga kepada peserta program magang. “Seluruh tim di perusahaan terlibat dan berkomitmen akan hal tersebut. Jadi mulai dari coaching, mentoring, project, shadowing itu juga clear dan menjadi charter,” papar Mora.
 
Praktik baik dari mitra telekomunikasi program magang MBKM dijelaskan oleh Sendy Lenvi Regia, Talent Operation dari PT Telkom Indonesia. Sendy mengaku bahwa perusahaannya telah berhasil merekrut 600 mahasiswa batch 2. Selain itu, menurut Sendy, program MBKM sesuai dengan harapan PT Telkom Indonesia, bahkan dapat menjadi solusi ketika perusahaan menemukan mismatch antara kebutuhan perusahaan dan peserta magang yang mendaftar. “Apa yang kami cita-citakan, antara pan fluid problems, kami juga ketemu wadahnya,” ucap Sendy.
 
Tips mengelola program magang MBKM disampaikan oleh Nashrul Hendarsyah, Head of Learning & Culture Development XL Axiata kepada peserta diskusi. “Kita jaga peserta magang di angka seratus. Kenapa? Supaya kita bisa jaga kualitasnya. Kita ingin develop talent-talent terbaik pilihan untuk mendapatkan pengalaman kerja di industri,” jelas Nashrul.
 
Dengan diadakannya Talent Bridge Forum ini, diharapkan semakin banyak mitra industri baru yang tertarik bergabung dalam program magang MBKM sehingga pada akhirnya ketidaksesuaian lulusan dengan kebutuhan industri dapat dijembatani. Selain itu, forum ini memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk membangun jaringan efektif demi pengembangan sumber daya manusia Indonesia unggul.*** (Penulis: Tim MBKM/Editor: Denty A.)
 

UNTIDAR Gelar Seminar Pertolongan Pertama Pencegahan Bunuh Diri

UNTIDAR menyelenggarakan seminar pengembangan softskill mahasiswa bertajuk “Strategi Pertolongan Pertama Psikologis Pencegahan Bunuh Diri”, Senin (4/03) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono.

Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengapresiasi Unit Pengembangan Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) dan Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) selaku penyelenggara seminar ini.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri serta bagi orang lain, tetapi setidaknya kita dapat membentengi diri sendiri ketika kita sudah membentengi diri maka kita bisa membantu orang lain. Kita harus berusaha menjadi lebih baik,” tambahnya.

Kepala UPA PKK, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. menyampaikan bahwa seminar ini dapat memberi bekal mahasiswa dalam pencegahan dan pertolongan pertama pada kasus percobaan bunuh diri. “Kadang kami mendengar berita seperti ini (percobaan bunuh diri) sementara anak-anak kita akan menjadi penerus bangsa. Mudah-mudahan dengan diselenggarakan kegiatan pada pagi hari ini melalui tim penanggung jawab bimbingan konseling, apa yang anda terima dari narasumber, anda memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan kepada para mahasiswa lainya,” jelasnya.

Seminar yang diikuti mahasiswa UNTIDAR dan Universitas Muhammadiyah Magelang ini menghadirkan dosen prodi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta, Diana Septi Purnama, Ph.D. dan dosen prodi Bimbingan Konseling Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Wahyu Nanda Eka Saputra, M.Pd., Kons. Diana Septi Purnama, Ph.D. Keduanya menjelaskan pentingnya memahami kejiwaan dari seseorang untuk mencegah tindakan percobaan bunuh diri. “Seseorang yang terlihat baik-baik saja di luar bisa jadi di dalam dirinya terluka, kacau, depresi namun mereka secara fisik tetap tersenyum,” jelas Diana, Ph.D.

Dr. Wahyu Nanda Eka Saputra, M.Pd., Kons. menambahkan, pencegahan percobaan bunuh diri dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip psychological first aid (PFA/pertolongan pertama psikologis) pada individu yang memiliki niatan untuk melakukan percobaan bunuh diri. Selain itu PFA juga dapat dilakukan pada individu yang sedang mengalami gangguan mental dan emosional.

Penulis: Kerin

Editor: Isaka

Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Universitas Tidar ke-66 Tahun 2024

Universitas Tidar kembali menyelenggarakan Wisuda Magister, Sarjana dan Ahli Madya Universitas Tidar ke-66 Tahun 2024 pada Sabtu, 2 Maret 2024 di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, Untidar.

Pada WIsuda ke-66 Universitas Tidar meluluskan sebanyak 461 wisudawan yang terdiri dari 5 lulusan Magister, 449 lulusan Sarjana dan 7 lulusan Ahli Madya.

“Kepada ananda yang berhasil meraih prestasi sebagai lulusan terbaik, tercepat dan termuda serta memiliki prestasi dalam bidang non-akademik, saya ucapkan selamat. Selamat atas prestasi luar biasa yang telah dicapai, semoga sukses ini berlanjut dalam karya dan karier selanjutnya,” ujar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar dalam sambutannya.

Rektor menyampaikan, wisudawan berasal dari seluruh daerah di Indonesia yaitu Jawa Tengah sejumlah 398 wisudawan; DIY sejumlah 4 wisudawan; Jawa Barat sejumlah 33 wisudawan; Jawa Timur sejumlah 7 wisudawan; DKI Jakarta sejumlah 10 wisudawan; Banten sejumlah 6 wisudawan; Sumatera Selatan sejumlah 1 wisudawan; Sumatera Utara sejumlah 1 wisudawan; dan Kepulauan Bangka Belitung sejumlah 1 wisudawan.

Rektor, Prof. Dr. Sugoyarto, M.Si. saat menyampaikan sambutan di Wisuda Untidar ke-66 tahun 2024. Foto : Dok. Humas

“Beragamnya asal wisudawan bukti bahwa Untidar sudah dikenal di seluruh penjuru Indonesia dan Kita patut bangga,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Rektor juga memberikan penghargaan bagi Wisudawan Terbaik masing-masing fakultas serta wisudawan berprestasi dalam bidang Non-Akademik di tingkat Nasional hingga tingkat Internasional.

Wisudawan Terbaik Nova Diadara

Wisudawan terbaik diraih oleh Nova Diadara dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan IPK 3,93 dan Dwi Andriyanti dari Program Studi S1 Akuakultur, Fakultas Pertanian dengan IPK 3,69.

“Ada satu kutipan dari Imam Syafi’iyang memotivasi saya, yakni ‘Jika engkau tidak mau menahan lelahnya belajar, maka engkau harus sanggup menanggung perihnya kebodohan’,” kata Nova Diadara, wisudawan terbaik pada Wisuda Untidar ke-66.

Nova Diadara, Wisudawan Terbaik sekaligus Wisudawan Tercepat dengan IPK 3,93Foto : Dok.Humas

Nova Diadara, Wisudawan Terbaik sekaligus Wisudawan Tercepat dengan IPK 3,93 Foto : Dok.Humas

Putri Bapak Alm. Misrun Thamrin, SHI dan Ibu Murni ini juga merupakan wisudawan tercepat dimana  menyelesaikan masa studinya 3 tahun, 4 bulan dan 10 hari.

Memilih menjadi mahasiswa “kupu-kupu”, Nova mengaku takut tidak bisa membagi waktu dengan baik antara organisasi mahasiswa dengan kuliahnya. Nova memilih menyibukkan diri dengan mengikuti lomba yang disarankan dosen serta sesekali melakukan hobinya traveling.

“Mungkin prestasi yang didapatkan sekarang adalah ridho orang tua sebagai yang menyarankan kuliah di Untidar. Kalau menurut kepada orang tua, pasti ada saja berkahnya. Di Untidar juga saya mendapatkan pengalaman mengikuti berbagai perlombaan, kalau tidak di kampus ini mungkin saya tidak mendapat kesempatan ini,” tambahnya.

Wisudawan asal Punduhsari Rt 01 Rw 2, Tempurejo, Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memiliki prestasi antara lain memiliki 2 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yaitu Esai Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 dan Kartu permainan Unocaraka; Duta Genre Influence Kab. Magelang 2023; Juara 1 KDMI Untidar 2023; Juara 3 Kompetisi Debat Nasional UNY Thinking and Art Skill (UTAS Competition); Duta FKIP Untidar; Juara 3 KDMI LLDIKTI VI; 4th Best Speaker KDMI LLDIKTI VI; 7th Best Speaker KDMI Wilayah III; Juara 3 Kompetisi Debat Nasional Kreasi Publik FIA UB; dan Top 16 KDMI Nasional.

Nova juga pernah mengikuti program pertukaran mahasiswa dalam program Internasional Credit Transfer (ICT) di Universitas Iloilo Filipina mengambil mata kuliah media pembelajaran, kurikulum dan teknologi Pendidikan.

Pewisudaan Wisudawan Terbaik oleh Rektor Untidar
Foto : Dok.Humas

“Walau dilakukan saat masa Covid 19 dan harus dilakukan secara online, pengalaman mengikuti kuliah di Universitas Iloilo Filipina ini menambah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang saya yaitu Pendidikan,” jelasnya.

Nova berpesan kepada semua wisudawan dan juga seluruh mahasiswa Untidar, jangan pernah menyerah apapun itu pasti akan berlalu. Seperti juga kebahagiaan, kesedihan juga tidak ada yang akan abadi. Terus semangat kuliah dan menggapai impianmu.

Pada kesempatan ini Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., selaku Rektor Untidar memberikan beasiswa untuk menempuh S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Tidar berupa bebas biaya UKT selama 1 tahun.

 

Wisudawan kembar Yuana Sari dan Yuani Saputri 

Yuana Sari dan Yuani Saputri merupakan wisudawan kembar dari Prodi S1 Akuakultur, Fakultas Pertanian. Ana dan Ani panggilan akrabnya lulus dengan IPK yang sama yaitu 3.76.

“Pastinya gak janjian, bahkan tahu kalau IPK-nya sama dari Tim Humas Untidar. Alhamdulillah akhirnya bisa lulus dan semoga setelah ini bisa segera mendapatkan pekerjaan,” kata Ana.

Wisudawan kembar, Ana dan Ani lulus dengan IPK yang sama yaitu 3.76 dari Prodi Akuakultur, Fakultas Pertanian. Foto : Dok.Humas

Wisudawan asal Klesem, Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini menceritakan memilih prodi Akuakultur karena saat sekolah menengah berasal dari SMK jurusan perikanan.

“Jadi sekalian atau sejurusan dari SMA ke kuliah dan juga diarahkan oleh orang tua untuk memilih jurusan ini. Sekalian ‘nyeburnya” begitu,” tambah Ani.

Saudara kembar yang kuliah satu prodi dan kebetulan juga satu kelas ini mempunyai beberapa pengalaman unik, salah satunya adalah dosen pembimbing yang salah menegur.

“Ada pengalaman enak dan gak enak sih ya… contohnya waktu itu Ana lagi ilang-ilangan buat bimbingan, pas Ani ke kampus ketemu dosbingnya Ana yah trus yang kena marah Ani. Kalau senengnya dlu pas kuliah online bisa gantiin absen hehe…,” tutur Ani.

Putri Bapak Bejo dan Ibu Mistun mengaku senang dan bangga akhirnya bisa wisuda bersama.

 

Alumni Sukses UNTIDAR Kiki Wilmanita Owner Skincare Superbella

Turut hadir dalam wisuda ini alumni S1 Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Untidar, Kiki Wilmanita. Kiki saat ini merupakan Owner Skincare Superbella yang berpusat di Magelang.

Berasal dari keluarga yang tidak mampu, ia mendapatkan nilai tertinggi ketika lulus SMA. Saat itu, ketika didaftarkan kuliah ke UNTIDAR oleh keluarga ia mengira akan didaftarkan menjadi staf tata usaha.

Kiki Wilmanita, Alumni Sukses Untidar yang saat ini memiliki usaha maklon Skincare Superbella.
Foto : Dok. Humas

Kiki mengawali bisnis dengan menjadi reseller online shop, ia belajar bagaimana membuat baju secara otodidak dengan cara mempelajari pola-pola dari baju yang sudah jadi. Kemudian mulai membuka toko skincare di mall, hingga pada akhirnya berhasil mendirikan pabrik maklon sendiri.

“Pastikan kalau temen-temen mau berbisnis, di bidang yang temen-temen sukai. Fashion, makanan, bimbel, sesuaikan sama passion kalian. Karen passion membuat kalian perlu less energy, nggak gampang capek, nggak gampang nyerah,” tuturnya

Kiki juga berpesan untuk para wisudawan agar jangan pernah malu untuk bermimpi. Ketika mimpi tersebut terus dipikirkan, kita akan memvalidasi dan berusaha untuk mewujudkannya.

“Tanpa konsistensi, apapun tidak berjalan. Bekerja pun seperti itu, ketika kita sudah bekerja dan memiliki bisnis, kita harus konsisten. Selanjutnya, milikilah mental yang kuat. Karena bisnis akan selalu ada up and down-nya. Konsistensi ini perlu dijadwal agar teman-teman selalu ada di arah yang sama,” tambahnya.

Penulis : Ela Sarifah

Editor : Humas Untidar

Calon Wisudawan UNTIDAR Ikuti Seminar Siapkan Dunia Kerja

Universitas Tidar menyelenggarakan seminar pembekalan calon wisudawan ke-66 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jumat (1/3). Seminar bertajuk “Fresh Graduate Starter Pack: Siap Bersaing Memasuki Dunia Kerja”, ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan wisuda pada Sabtu (2/3).

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Giri Atmoko, M.Si. menyampaikan bahwa pembekalan ini dapat memberi inspirasi mahasiswa untuk melanjutkan studi maupun memiliki pandangan yang lebih luas mengenai dunia kerja.

Dok. Abay UNTIDAR TV

“Ini adalah upaya Universitas Tidar dalam memberikan bekal dengan harapan mahasiswa calon wisudawan mendapatkan ilmu serta menambah kesiapaan ke depannya,” katanya.

Seminar menghadirkan psikolog Nur Fachmi Budi Setyawan, M.Psi. sebagai pemateri. Ia membagikan pentingnya menentukan langkah pertama bagi seorang fresh graduate dan memiliki pandangan mengenai jenjang karier.

Dok. Abay UNTIDAR TV

“Untuk memilih pekerjaan pertama setelah Anda wisuda, Anda harus tahu dulu apa cita-cita Anda. Bisa dibagi tiga, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Jangka pendek, yang akan Anda lakukan setelah ini, jangka menengah 2-3 tahun ke depan, dan jangka panjang bisa sepuluh tahun lebih setelah Anda wisuda,” jelas Fachmi.

Dok. Abay UNTIDAR TV

Mahasiswa juga harus mengetahui cara memosisikan nilai diri melalui curriculum vitae. Hal itu akan menentukan kecocokan pada bidang yang akan diambil menurut pengalaman. Pengalaman, menurutnya adalah hal yang tidak dapat dibeli dan diulang kembali sehingga setiap lulusan harus melengkapinya.

Ia menyarankan bagi mahasiswa yang belum memiliki banyak pengalaman untuk mencoba magang dan kursus, serta mencari berbagai forum yang dapat meningkatkan soft skill ke depan. Hal itu perlu dipandu dengan minat dan bakat setiap wisudawan.

“Bagi teman-teman yang masih bingung, apa pekerjaan yang harus Anda tuju, mau bekerja di mana. Tentukan dulu apa yang Anda inginkan, yang Anda sukai. Kalau sudah punya rencana jangka pendek, menengah, dan panjang, silakan lakukan evaluasi diri. Anda pasti punya keterampilan yang harus ditonjolkan,” jelasnya.

Penulis: Isaka

Editor: Humas Untidar

Perkuat SDM Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek Kerja Sama dengan Lembaga Pendidikan Australia

Sydney, Kemendikbudristek – Sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) bidang Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV melakukan kerja sama dengan dua lembaga pendidikan di Australia pada 26 Februari 2024.
 
Kerja sama yang dituangkan melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara LLDikti Wilayah IV yang menaungi 37 perguruan tinggi wilayah Jawa Barat dan Banten dengan Institute Business and Management Australia dan Rhodes International College tersebut difasilitasi oleh Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra.
 
Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib, mengatakan bahwa penandatanganan MoU yang meliputi kerja sama dalam pertukaran pelajar, peluang magang, dan penelitian ini merupakan momen penting bagi perguruan tinggi di LLDikti Wilayah IV karena dapat membuka peluang untuk melakukan internasionalisasi.
 
“Dengan MoU ini, 37 perguruan tinggi di bawah naungan LLDikti Wilayah IV Jawa Barat dan Banten dapat mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti kuliah satu semester maupun melakukan kegiatan magang internasional, sehingga mahasiswa bisa lebih kompetitif di dunia kerja setelah lulus,” ujar Najib.
 
Namun begitu, Mukhamad Najib juga mengingatkan bahwa yang tidak kalah penting adalah tindak lanjut implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani agar tidak menjadi “MoU tidur”.
 
“Selama ini ada banyak lembaga pendidikan melakukan MoU, tapi tidak ada implementasi. Jika demikian maka Memorandum of Understanding bisa berubah menjadi Memorandum of Misunderstanding, dan ini jadi tidak bermanfaat baik bagi mahasiswa, dosen, maupun bagi lembaga,” sambungnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Institute of Business and Management Australia, Zahrul Quazi, menyatakan optimismenya atas kerja sama yang menurutnya akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Zahrul mengaku siap memfasilitasi mahasiswa Indonesia untuk memiliki pengalaman internasional di Australia. Begitupun sebaliknya, mengirim mahasiswa Australia ke Indonesia agar lebih mengenal tentang Asia.
 
“Mahasiswa kami datang dari berbagai negara, sehingga sangat tepat jika mahasiswa Indonesia bisa belajar di sini untuk lebih memiliki pengalaman internasional yang nyata,” imbuh Zahrul.
 
Selanjutnya, Direktur Rhodes International College, Nikky Amai, mengungkapkan keinginannya untuk bisa segera merealisasikan MoU yang sudah ditandatangani. Nikky mengatakan jika dirinya akan segera ke Indonesia dalam waktu dekat untuk membicarakan lebih detil terkait hal-hal yang dapat segera dilaksanakan.
 
“Kita bisa mulai dari hal yang paling mungkin kita laksanakan bersama, dan hal itu akan dapat membuka peluang untuk melakukan hal-hal besar lainnya dari kerja sama yang sudah kita tanda tangani ini. Saya sudah tidak sabar untuk mengunjungi Indonesia,” pungkas Nikky.
 
Turut hadir dalam delegasi LLDikti Wilayah IV, yaitu Rektor, Wakil Rektor, Ketua Yayasan, dan pimpinan yang berasal dari 37 perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan di wilayah LLDikti IV.
 
Selama di Australia, para pimpinan kampus tersebut telah difasilitasi Atdikbud KBRI Canberra untuk bertemu dengan pimpinan universitas dan politeknik di Sydney, Canberra, dan Melbourne. Adapun universitas dan politeknik tersebut yaitu Macquarie University, University of Canberra, Canberra Institute of Technology, Western Sydney University, Deakin University, dan Monash University. (Mukhamad Najib, Aline / Editor: Stephanie, Denty A.)

RPJP Untidar 2025-2049, Erman Suparno Perguruan Tinggi Jangan Memproduksi Pengangguran

Dr. Ir. Erman Suparno, MBA., M.Si., Dewan Penyantun Universitas Tidar yang juga Ketua Umum Yayasan Heritage Tidar (Tidar Heritage Foundation) menekankan pentingnya manajemen kurikulum untuk mendukung keselarasan pengembangan universitas dengan industri.

Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Forum Group Discussion (FGD) RPJP UNTIDAR tahun 2025-2049 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Rabu (28/02).

“RPJP harus ada korelasi dengan pembangunan universitas dengan industriawan, dsb. sehingga perguruang tinggi jangan sampai memproduksi pengangguran. Strategi kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” tutur Erman yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia periode 2005 – 2009.

Foto bersama peserta FGD RPJP Untidar 2025-2045 Foto : Abbay Untidar TV

RPJP yang disusun merupakan tahapan awal bagi Untidar untuk menentukan landasan manajemen pendidikan selama dua dekade mendatang.

“Sistem pendidikan tidak lepas dari sebuah proses manajemen, oleh karena itu, alhamdulillah sekarang Untidar sudah mulai merencanakan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Tapi konsep BLU ini harus diterjemahkan sedemikian rupa sehingga Untidar berkembang dengan merata,” tambahnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya menambahkan, kampus ini berkembang begitu cepat dibandingkan tahun 2014 saat pertama kali menjadi PTN.

“Sejak awal pendirian sudah ada RPJP. Namun nampaknya perkembangan Untidar begitu cepat sehingga kita perlu penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan yang begitu cepat ini. Alhamdulillah dalam waktu sepuluh tahun dengan status satker, awal bulan ini kami presentasi tentang transformasi menjadi BLU,” jelasnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menantikan banyak masukan dalam penyusunan RPJP Untidar dari berbagai kalangan masyarakat.
Foto : Abbay Untidar TV

FGD RPJP Untidar membahas mengenai bagaimana menggapai visi dan misi dengan percepatan proses perkembangan menyesuaikan tuntutan zaman.

“Hari ini kami mohon masukan semua pihak, baik akademisi, masyarakat umum terutama kira-kira selama 25 tahun  ke depan, Untidar mau dibawa ke mana. Dari garis-garis besar itu kami akan terjemahkan, menurunkan ke dalam renstra (rencana strategis) rencana jangka pendek sehingga kami punya strategi yang baik untuk mencapai finish atau puncak,” pungkasnya.

Kegiatan FGD RPJP ini melibatkan Dewan Penyantun; sivitas akademika; alumni; perwakilan insustri dan pengusaha dari Mustika Gold, Armada Group serta Hipmi Kota dan Kabupaten Magelang; perwakilan dari Pemerintahan dan Bapperida Kota dan Kabupaten Magelang.

 

Penulis :

Isaka dan Rasyid Wicaksono

Editor :

Humas Untidar